Hak Jawab
myQ Newbie
Offline
Kelamin: 
Tulisan: 16
|
 |
« pada: 13 Juni 2007, 08:24:08 » |
|
Alhamdulillah, wasshalatu wassalamu ‘alan Nabi Muhammad, wa ‘ala alihi wa ashabih ajma’in. Amma ba’du.
Tidak terasa sudah cukup lama saya “stay on” di forum GDI MyQuran ini. Meskipun postingan tidak terlalu banyak, tetapi saya mengikuti terus perkembangan diskusi di GDI MyQuran. Jika ada info yang penting dan significant, biasanya tidak lupa untuk di-copy. Harus diakui, begitu banyak manfaat ilmu, informasi, pengalaman diskusi, serta tukar pikiran yang diperoleh lewat forum ini. Alhamdulillah Rabbil ‘alamin. Memang jika mencari kepuasan, sampai kapan pun sulit untuk puas, namanya juga manusia… Tetapi secara umum, banyak kebaikan yang saya peroleh melalui sarana forum diskusi ini.
Semula saya tetap ingin berpartisipasi, seperti selama ini. Namun kejadian diungkapkannya data-data pribadi kemarin, menurut saya sudah sangat serius. Dalam situasi seperti ini bukan lagi dialog atau diskusi ilmiah yang berjalan, namun sudah mengarah kepada “privacy attacking”. Tentu saya tidak bisa melayani cara-cara seperti ini. Apa yang saya lakukan dengan membuka data-data pribadi Fulan, hal itu setidaknya karena pertimbangan, ingin memberi peringatan agar cara-cara seperti itu tidak diteruskan. Betapa sedihnya jika dia tertawa-tawa kegirangan, sementara orang lain dibuatnya kerepotan.
Rekan-rekan di forum ini bertanya-tanya, “Ini kan konflik pribadi, mengapa harus membawa-bawa yang lain?” Saya justru balik bertanya, “Mengapa Fulan itu membawa-bawa masalah pribadi saya? Apakah selayaknya perkara-perkara pribadi diungkapkan disini? Lalu dimana kepekaan hati seorang Muslim ketika ada seseorang yang membawa-bawa masalah pribadi orang lain?” Kericuhan ini bermula dari tindakan pelanggaran hak-hak pribadi, maka saya pun harus menghadapinya secara pribadi pula.
Mungkin masih ada yang bertanya, “Kalau soal pribadi ya selesikan di luar, jangan di tempat ini! Ini kan tempat umum. Masak tidak bisa membedakan antara fasilitas umum dengan pribadi?”
Jika demikian, saya balik bertanya lagi, “Lalu dimana data-data pribadi saya itu diungkap? Apakah di forum diskusi di Amerika? Di forum diskusi di Saudi? Atau di forum ini?” Jika sistem software forum ini bisa otomatis menyensor postingan-postingan yang menyerang hak-hak pribadi orang lain, mungkin saya tidak perlu melayani ambisi orang itu. Cukuplah diserahkan kepada fungsi software tersebut. Tetapi kenyataannya, sistem ini tidak bisa membatalkan postingan-postingan yang menyerang hak-hak pribadi, sehingga secara “manual” seseorang perlu menjaga hak-hak pribadinya.
Bagi seseorang yang teliti membaca DSDB I, dia tidak akan menyimpulkan bahwa isi buku itu bersifat konflik pribadi. Kesimpulan seperti itu terlalu jauh. Data-data yang diungkapkan disana banyak dan diambil dari berbagai sumber yang ada rujukan referensinya. Adapun konflik pribadi dengan sesorang, ia tak lebih dari momentum saja. Keprihatinan yang muncul telah dirasakan sejak lama, hanya momentumnya muncul setelah kasus dengan orang itu. Sedangkan pada DSDB II, momentumnya lebih luas lagi, sebab melibatkan banyak orang. Salah besar jika saya menjadikan kasus itu sebagai “materi pokok”, padahal ia hanya “pintu keluar” saja.
Bagaimanapun saya harus pamitan dengan para shahabat di forum GDI MyQuran ini, baik shahabat-shahabat yang satu pandangan maupun yang berbeda pandangan. Rasanya berat untuk mengikuti proses diskusi ini lebih jauh, sebab –sekali lagi- spektrumnya sudah menyentuh ke masalah-masalah lain. Ketika saya berusaha membela kepentingan saya, yang semua orang pasti peduli dengan kepentingan pribadinya, segera muncul berbagai tanggapan negatif. Jika situasi seperti ini dituruti, sudah pasti saya akan lebih tersudut lagi, padahal membela hak-hak pribadi adalah sesuatu yang Syar’i. Jalan yang terbaik akhirnya, saya harus PAMITAN dengan Antum sekalian.
Saya tertarik dengan forum MyQuran sejak lama, bahkan ketika dulu masih dalam bentuk “Mimbar Bebas”. Pemain-pemain lama MyQuran pasti masih ingat dengan “Mimbar Bebas”. Dulu saya juga pernah ikut komentar dalam diskusi panjang dengan seseorang yang bernama “BB_Gym”. Namun untuk ke depan, saya benar-benar akan absen dari forum ini. Ada bentuk partisipasi lain, masih dalam bentuk media online juga, yang mulai dirintis. Namun bagi shahabat-shahabat GDI yang ingin berdiskusi dalam topik-topik tertentu, silakan mengirim e-mail ke langitbiru1000@gmail.com Jika dianggap urgen dan saya berkeluangan waktu, insya Allah e-mail yang dikirimkan akan ditanggapi.
Secara pribadi saya merasa, bahwa nama baik saya di mata shahabat-shahabat Salafiyin sudah ‘tidak karuan bentuk’. Saya mungkin sudah dianggap sebagai ‘biang kerok’. Sebutan ‘pemecah-belah Salafiyin’ bukan sekali dua kali saya baca. Dalam perkara-perkara yang bersifat pelanggaran Syar’i, saya memohon ampunan kepada Allah Ta’ala, sedangkan dalam pelanggaran hak-hak pribadi, saya memohon maaf kepada ikhwah Salafiyun. Sungguh, tidak ringan memikul beban seperti ini, bagi siapa saja yang mau merenungkannya.
Saya berharap, setelah mundur dari forum ini, tidak ada lagi yang melakukan “privacy attacking” seperti yang telah terjadi. Jika ingin mengkritik, mengecam, protes, diskusi, dsb. silakan manfaatkan e-mail di atas. Namun jika masih ada yang berbuat zhalim, sepenuhnya saya memasrahkan diri kepada Allah Ta’ala. Biarlah Allah yang akan membuat perhitungan seadil-adilnya.
Kepada manajemen MyQuran.org saya mengucapkan terimakasih setulus-tulusnya atas kebaikan Antum semuanya. Termasuk di dalamnya kebaikan Admin dan Moderator. Jazakumullah khairan katsira. Dan tidak lupa saya memohon maaf setulus-tulusnya atas semua kesalahan dan kekurangan diri. Kepada Allah Ta’ala saya memohon ampunan atas semua dosa dan kekhilafan. Astaghfiruhu innahu Ghafurur Rahim. Walhamdulillah Rabbil ‘alamin.
Bandung, 13 Juni 2007. Jam: 08.36 WIB. Abu Abdurrahman At Thalibi (min thulabil ‘ilmi).
|