61
Artikel / MENGENAL ALLAH
« pada: 15 April 2006, 13:20:29 »
Suatu ketika Rosulullah SAW melihat seorang wanita tawanan terpisah dari bayinya. Bila menemukan bayi lain, wanita itu mengambil dan mendekapnya sambil berkeliling mencari bayinya sendiri. Ketika bayinya ditemukan, ia segera memeluk dan menyusuinya.
Rosulullah kemudian bertanya kepada sahabat, “Bagaimaa menurutmu, tegakah ibu melemparkan bayinya kedalam api, sedang ia kuasa melakukannya?”
Para sabat menjawab, “Ya Rosulullah, tentu ia tidak akan tega”.
Beliau (Rosulullah) bersabda, “Sesungguhnya Allah itu lebih saying kepada hamba-hamba Nya dibanding rasa saying ibu itu kepada bayinya.”
Subhanallah! Dengan sangat brilian, Rosulullah SAW menjelaskan bahwa kasih sayang Allah SWT kepada hambanya jauh melebihi kasih sayang ibu kepada anaknya.
Dalam asma’ul husna terdapat empat sifat yang bermakna kasih sayang, yaitu: Ar-rahmaan (Yang Maha Pengasih), Ar-rahiim (Yang Maha Penyayang), Al-Waduud (Yang Maha Mencintai) dan Ar-ra’uuf (Yang Maha Pelimpah Kasih). Keempat sifat ini melandasi sifa-sifat Allah lainnya. Allah SWT berfirman, Rahmat-Ku meliputi segala sesuatu (QS. Al-A’raaf [7]:156)
Rosulullah kemudian bertanya kepada sahabat, “Bagaimaa menurutmu, tegakah ibu melemparkan bayinya kedalam api, sedang ia kuasa melakukannya?”
Para sabat menjawab, “Ya Rosulullah, tentu ia tidak akan tega”.
Beliau (Rosulullah) bersabda, “Sesungguhnya Allah itu lebih saying kepada hamba-hamba Nya dibanding rasa saying ibu itu kepada bayinya.”
Subhanallah! Dengan sangat brilian, Rosulullah SAW menjelaskan bahwa kasih sayang Allah SWT kepada hambanya jauh melebihi kasih sayang ibu kepada anaknya.
Dalam asma’ul husna terdapat empat sifat yang bermakna kasih sayang, yaitu: Ar-rahmaan (Yang Maha Pengasih), Ar-rahiim (Yang Maha Penyayang), Al-Waduud (Yang Maha Mencintai) dan Ar-ra’uuf (Yang Maha Pelimpah Kasih). Keempat sifat ini melandasi sifa-sifat Allah lainnya. Allah SWT berfirman, Rahmat-Ku meliputi segala sesuatu (QS. Al-A’raaf [7]:156)


