25 Mei 2013, 00:47:12
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email FaceBook Login -->
Board Khusus "Khusus Muslimah"

myQuran - Komunitas Muslim Indonesia


myQ Selasar, sekilas info: H-17 dari myQuran Futsal Cup 2, Segera daftarkan Team Futsal anda | Selamat datang di myQuran, komunitas muslim indonesia..


Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah s.a.w bersabda: "Bertakwalah kamu kepada Allah di mana saja kamu berada dan ikutilah kejahatan dengan kebaikan, niscaya ia akan menghapuskannya dan berakhlaklah kepada manusia dengan akhlak yang mulia." (HR Bukhari & Muslim)

Perlihatkan Tulisan

Pesan | * Topik | Lampiran

Seksi ini mengijinkan Anda untuk melihat semua tulisan yang dibuat oleh anggota ini. Catatan bahwa Anda hanya bisa melihat tulisan yang dibuat dalam area di mana Anda memiliki akses terhadapnya.

Topik - puTrie_cantika

Halaman: 1 2 [3] 4 5
31
Seni dan Budaya Islam / Cinta Dunia 'M a Y a' (Cerpen)
« pada: 19 Desember 2006, 15:51:49 »
Cinta Dunia Maya
(Annida 200607-200608)

***
“Hei, Yud. Kok senyum-senyum sendiri sih. Jangan2 kamu sudah kena penyakit gila?” goda ku pada Yuda, teman se-kost yang sedang senyum-senyum simpul sambil memandangi layer monitornya.
“Sembarangan aja kamu, An. Ini lho, aku dapet temen chat yang menggelikan.”
Aku bangkit dari kursi. Penasaran.
“Siapa sih?” Tanya ku pada Yuda. Sambil kulonggokan kepalaku memandang layer monitor.
<Yuda> assalamu’alaikum.
<Putri_salju2050> wa’alaikumussalam, pa kbr?
<Yuda> Alhamdulillah baik, Asl, pls Ukhti?
<Putri_salju2050> apakah perlu, kita kan bias komunikasi tanpa harus berkenalan kan akhi?
<Yuda> ana rasa itu kurang bagus
<Putri_salju2050> kenapa?
<Yuda> umur menurut ana sangant penting. Berbicara dengan mahasiswa tentu tidak sama dengan anak TK. Kan tidak mungkin ana berdiskusi dengan anak TK.
<Putri_salju2050> mungkin saja. Mendingan diskusi sama anak TK tapi nyambung daripada sama mahasiswa tapi gak nyambung.
<Yuda> OK deh kalau begitu. Anti benar2 masih TK ya?
<Putri_salju2050> anak TK? Boleh juga.
<Yuda> panggil adek TK aja klo gitu, ya?
<Putri_salju2050> boleh. Kesannya malah ana masih imut…

“Yud, siapa dia?”
“Aku juga nggak tahu.”
“Ngomongnya kok udah pake ana-akhi. Jangan2 dia udah akhwat.”
“Ya… emang dia akhwat. Masa ikhwan sih?”
“Aku serius, Yud.”
Yuda hanya tersenyum.
“ati-ati, Yud. Godaan setan bertebaran di mana-mana lho. Apalagi kalau Adam sudah berhadapan dengan Hawa”. Kutepuk pundak Yudan yang masih asik menekan-nekan keybordnya.

“An, Yuan… bagun dong. Ada hal penting nih”. Kurasakan tubuhku diguncang-cuncang.
Aku membuka mata yang baru tertutup beberapa menit yang lalu.
“Ada apa, Yud, udah waktunya sholat malam ya?”
“Bukan. Pokoknya gawat deh. Bangun dong.”
“Kamu ini, kalo bangunin orang pakai sopan santun sedikit kenapa sih…” dengan rasa kantuk yang masih menggayuti mata, aku bangkit dari tempat tidur. “Ada apa?”
“Sini…” Yuda berjalan kea rah komputernya. Mau tak mau akupun melangkah mengikutinya.
Ketika tiba di depan computer, aku menajamkan pandanganku.
“Aku mencintaimu!”
“Apa jawaban kakak?”
lama aku menatap tulisan berwarna pink di monitor. Kukucek-kucek mataku dengan kedua tangan karena tak yakin dengan apa yang kulihat. Aku menoleh kea rah Yuda yang ada di sampingku.
“Dari siapa, Yud, adhek TK-mu ya?” Yuda hanya mengangguk.

Adhek TK-nya yuda atau Maya (nama aslinya) adalah seorang muslimah asal jogja yang kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di sana. Mengambil jurusan Biologi yang baru menempuh semester 3. pada awalnya yuda berkenalan dengan lewat chatting beberapa waktu yang lalu dan terus berlanjut dengan mengirim e-mail. Pada mulanya e-mail yang dia tulis biasa-biasa saja. Menanyakan arti mustholahat Arab yang tidak diketahuinya dan terkadang minta taushiyah.

Kok aku tahu? Ya… karena Yuda mempercayaiku untuk ikut membca email yang dikirimkannya. Sering juga Yuda baru membalas emailnya setelah meminta saranku. Namun akhir-akhir nin email yang dikirim oleh adhek TK-nya Yuda agak lain. Emailnya sering bertanya tentang pandangan Yuda mengenai dunia muslimah. Dan puncak dari keanehan itu adalah email yang terakhir ini.

“Sudah kamu balas, Yud?”
Yuda menggeleng, Aku kembali meliaht wajah Yuda yang masih terbengong-bengong.
“Tenang aja, Yud. Tak usah seserius itu”. Aku menepuk pundaknya, mencoba mengalirkan kekuatan kepadanya untuk tetap segar. Yuda menyeringai.
“Ya… maklum aja, An. Baru kali ini aku dapat yang beginian. Menurutmu, bagaimana aku harus membalasnya?”
“Menurutku, kamu jawab sesuai dengan apa yang ada di dalam pikiranmu, tapi yang penting tidak menyimpang dari ajaran islam”.
Yuda menganggukkan kepala.

Assalamu’alaikum, Adhek TK…
Terus terang ada surprise tersendiri membaca email adhek yang singkat tapi penuh makna. Sulit bagi kakak untuk memahami jawaban seperti apa yang adhek maksudkan. Tapi akan kakak coba.
Adhek mencintai kakaknya? Menurut kakak itu wajar. Dan wajar pula jika seorang kakak juga mencintai adheknya. Kakak rasa, tidak ada yang luar biasa. Namun tetap saja kakak masih bingung. Mengapa adhek harus mengungkapakannya pada kaka? Apakah semua itu memang harus diungkapakan?
Adhek TK, cinta pertama yang harus kita patri dalam sanubari adalah cinta pada Allah dan Rosul-Nya. Adhek tentu pernah membaca tentang kisah para sahabat pada perang Uhud? Mereka menjadikan tubuh mereka tameng untuk menghalangi senjata-senjata kaum musyrikin yang akan mengenai tubuh Rasulullah. Ada juga shahababiyah yang suami, anak dan saudaranya syahid bersamaan dalam satu peperangan. Tapi ia slalu menanyakan bagaimana keadaan Rasulullah. Ketika dia tahu Rasulullah selamat, ia berkata : “Seluruh musibah terasa ringan setelah melihat dirimu”.
Adhek TK, merekalah uswah kita dalam cinta. Cinta Allah dan Rasul-Nya telah memenuhi seluruh ruang dalam hati mereka walaupun mereka tetap tidak menafikan cinta kepada sesama muslim.


Aku hanya gelang-geleng kepala membaca kalimat demi kalimat Yuda.
“Bagaimana, An?”
“Masih rentan fitnah. Apalagi kalimat terakhirnya.”
“Tapi, An, aku harus menjawab emailnya. Atau kau piker sebaiknya aku diam saja? Tapi, An, di room dia lihat aku aktif diskusi. Kan gak sopan  jika aku membiarkannya begitu saja. Aku takut dia menyangka yang nggak-nggak,” jawab Yuda sedikit emosi.
Aku terdiam. Mendebatnya dalam suatu hal yang dia yakini kebenarnnya hanya akan menambah dia semakin mempertahankan diri.

Semenjak email terakhir itu terkirim, wajah Yuda mulai menampakan warna yang lain. Ya, walaupun ia masih rutin ke masjid lima waktu. Tilawah 1 juz perhari serta baca Al-Ma’tsurat pagi sore, namun jadwal onlinenya mulai bertambah.
“An, sholatku rasanya ngak bisa khusu'. Aku selalu teringat dengan dia. Walaupun aku tak pernah melihat wajahnya, tapi dari kata-katanya, tutur bahasanya, dan nasihat-nasihatnya seakan-akan aku bias merasakan bahwa sebenarnya dia ada di depanku. Aku bias melihat keceriaan di wajahnya, binary matanya, dan … ah…” ujar Yuda kepadaku suatu saat.
“Astaghfirullah! Istighfar, Yud. Sampai separah itukah?” tanyaku.
Yuda mengangguk.
Aku sadar, sejak awal aku sudah khawatir komunikasi mereka akan mendekati ambang batas yang membahayakan. Apalagi dengan kondisi Yuda yang sekarang. Hampir sebulan ini tak lagi ikut kajian rutin. Padahal itu adalah sarana yang efektif untuk stabilitas keimanan.

Walau rutinitas amal hariannya kuakui masih berjalan normal, tapi ada sisi-sisi penting yang hilang dari diri Yuda. Dan aku sebagai teman hanya bias mendo’akan dan menasihatinya. Dengan kondisi sekarang, nasihat-nasihatpun seperti angina berlalu baginya. Hanya saja kadang-kadang dia ingin didengarkan dan diberi semangat.

“Apakah menurutmu email terakhir itu penyebabnya?”
“Aku tak tahu, An. Mungkin karena itu tapi mungkin juga karena chatku akhir-akhir ini lebih dari sekedar rutin”.
“Ternyata kau menyadarinya”.
“Sebenarnya aku tak ingin seperti ini, An. Ketika dia menceritakan bahwa dia menginginkan seorang kakak laki-laki, aku hanya berusaha bias jadi kakak yang baik untuknya. Tapi ternyata aku terlalu lemah. Sekarang aku sadar, An. Semua yang kulakukan ini terlalu berbahaya untukku. Mungkin juga untuknya.”
“Sekarang apa yang akan kau lakukan?”
Yuda menggeleng. “Aku tak tahu”.
Yud, kalau aku boleh tahu, sebenernya apa sih tujuanmu chat di internet?”
“Pada awalnya aku ingin berdakwah.”
“Terus…”
“Ya… ternyata aku selalu terseret arus yang melenakan.”
“Sekarang kau sudah sadar. Apakah kau ingin berubah?”
“Kalau mengolok-olokku, An. Siapa sih yang tidak ingin berubah?”
“Kalau kau memang ingin berunah, kau sudah tau dong dengan konsekwensinya?”
Yuda terdiam. Dia mengganguk pelan.
“Tapi aku juga ingin menyadarkan dia ke jalan yang lurus.”
“Dia siapa? Adhek TK-mu?”
Yuda mengangguk.
“Yuda… Yuda. Kalu kau memang ingin menyadarkan dia ke jalan yang lurus, kau harus berubah dulu. Percuma kau berkoar-koar dengan dalil-dalilmu dan menyuruh dia begini dan begitu. Sedangkan virus-virus mematikan itu masih bercokol di hatimu. Allah Maha Melihay, Yud. Dia tahu segala tingkah polahmu. Bagaimana kau akan mengajak seseorang ke jalan yang lurus jika kamu tetap dijalan bercabang?”
“Sekarang menurutmu apa yang harus ku lakukan?”
aku tersenyum melihat Yuda. Dia seperti anak kecil yang kehilangan balonnya. Pasrah “Kurangi kominikasimu dengannya. Carilah kesibukan lain. Bukankah kau aktif di internet sejak gak kajian?” aku yakin itu akan jadi stabilisatormu.”
“Tapi, An. Aku malu”
“Kenapa harus malu? Kayak mau dinikahkan aja. OK. Kalau kamu malu, biar aku yang mengantarkan, bagaimana?”
“Tapi, An…”
“Yud, hidayah yang kau dapatkan sekarang belum tentu akan dating lagi esok. Jika tidak sekarang… kapan lagi?”

Langit cerah. Sinar mentari pagi menghangatkan tubuh kami yang basah oleh keringat. Lari pagi ke Hadiqoh Dauliyah terasa menyegarkan. Kendaraan belum ramai. Suara burung-burung pipit menghiasi suasana pagi el_thairan St. salah satu jalan utama di Nash City. Sudut kota Kairo yang masih cukup ramai ditempati mahasiswa Malaysia dan Indonesia.
“Yud, bener kamu mau traktir aku makan kibdah?’
“Memang aku punya tampang pembohong ya , An?”
“Bukan begitu, harganya sekarang sudah 2 kali lipat disbanding ketika kita dating dulu”.
“Ah… sesekali makan enak ka gak da salahnya?”
Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah yang berkuasa membolak-balik hati manusia. Sekarang, Yuda telah mulai bias melupakan masalah dengan adhek TK-nya. Kini ia telah aktif kembali di kajian rutin.
Kami berjalan menuju rumah membawa 4 sandwich kibdah. Setelah sampai di rumah. Yuda menghampiri komputernya sedangkan aku duduk di kursi sambil menikmati kibdah.
“Astaghfirullah!” tiba-tiba Yuda beristighfar.
“Ada apa, Yud?”
Aku meloncat dari kursiku dan berlari menghampirinya yang berdiri terpatung di depan computer.
“Ini, An, baca!”
“Aku menatap monitor tak berkedip.


“Aku mencintaimu!”
suatu hari adhek mengatakan itu pada seseorang. Tapi apa jawabannya? Sungguh diluar dugaan. Dia tersenyum dan mengatakan “Baiklah… kita pacaran.”
Orang dewasa itu memang macam-macam pikirannya. Jika ada yang mengatakan “aku mencintaimu” pikiran mereka telah merumuskan sendiri tentang makna kata-kata itu.

Yang hasilnya sungguh mengerikan. Adhek sungguh tak habis mengerti. Karena dalam kehidupan adhek, kehidupan anak TK, tak ada pikiran-pikiran seperti itu. Kami mengatakan apa adanya dan menerimanya apa adanya juga. Jika kami mengatakan putih, maka itupun benar-benar putih adanya. Jika kami mengatakan merah, kuning, hijau, biru, atau hitam, itu benar-benar adanya. Begitu pula jika kami mengatakan “aku mencintaimu” maka itupun benar-benar adanya. Tak ada fikiran lain yang aneh-aneh di dalamnya. Tak ada.

Orang dewasa itu memang berbeda. Jika mereka diberi warna hitam, mereka terdiam lama sekali sehingga bosan. Baru kemudian mereka menjawab, “Itu warna merah keunguan”. Kami, anak-anak kecil hanya melongo saja. Kami tak habis fakir mengapa mereka mengatakan seperti itu padahal jelas-jelas warna hitam.
Sekarang, ketika adhek ingin sekali mengatakan “aku mencintaimu” pada seseorang, adhek harus berfikir 100.000 kali. Jika tidak, mungkin kata-kata adhek akan disalah artikan dan adhek akan sedih sekali bila itu terjadi.

Ingin rasanya menyebar dan membagi cinta ini untuk semua orang. Tapi pikiran manusia telah tercemar oleh virus-virus ganas yang mematikan. Kapan mereka akan sembuh? Dan sisaat itulah aku mengatakan pada semua orang bahwa “aku mencintaimu” dan mereka pun akan tersenyum penuh kebahagiaan.

NB: Jawaban kaka tentang cinta yang adhek tanyakan, sebenarnya udah lumaya. Tapi kaka harus lebih menjaga hati. Adhek juga. Sama-sama deh. Maaf jika ada kata-kata adhek yang menyinggung perasaan kakak. Semoga kakak mengerti apa yang adhek inginkan.


Aku memandang Yuda. Yuda pun memandangiku. Kami berpandangan cukup lama kemudian…
“Hahahaha…” tawa kami lepas begitu saja.

32
Artikel / Jaga Hati dan Lisan Ku
« pada: 15 Desember 2006, 12:01:36 »
Jaga Hati dan Lisan Ku
Dari : Hikmah - Republika 151206


Rasulullah SAW pernah menjamin surga bagi siapa saja di antara kaum Muslimin yang sanggup menjaga dua hal, yaitu menjaga apa yang terdapat di antara kedua bibirnya (lisan) dan menjaga apa yang terdapat di antara kedua kakinya (kemaluan). Mengapa penjagaan terhadap lisan menempati posisi yang sangat penting di dalam agama ini?

Fakta memperlihatkan betapa lisan manusia mampu menimbulkan kekacauan sosial serta konflik berkepanjangan. Pertikaian seringkali bermula dari lidah yang tidak dijaga dengan baik.

Al-qur’an menasehati kita, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan  daging saudaranya yang sudah mati? Maka, tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Hujarat [49]:12).

Dalam ayat yang lain Allah menyatakan bahwa prasangka sama sekali tidak berfaedah terhadap kebenaran (QS An-Najm [53]:28). Seringkali kita menyangka yang bukan-bukan terhadap seseorang, padahal kita sama sekali tidak memiliki data yang pasti tentang itu. Kita jug asana sekali tidak mengetahui isi hati orang tersebut.

Bila sudah mulai menyangka yang tidak baik, maka kita pun akan cenderung dijalani pula, yaitu mencari-cari kesalahan (tajassus). Jika kita tidak suka terhadap orang lain, maka berbagai jalan akan ditempuh untuk mencari-cari hal yang salah dari diri orang tersebut. Kalau kesalahan sudah dicari-cari, maka manusia yang paling mulia pun akan tampak penuh noda di depan mata.

Prasangka dan tajassus biasanya akan dekat dengan bergunjing. Dalam sebuah hadits riwayat Abu Daud dan Abu Hurairah RA dikatakan bahwa Rasulullah SAW suatu kali ditanya tentang pengertian ghibah. “Yaitu kamu menyebut-nyebut saudara kamu tentang sesuatu yang tidak disukainya,” terang Rasul. “Lantas bagaimana sekiranya saudara saya seperti yang saya sebutkan?” Tanya orang itu lagi. “Kalau dia seperti yang kamu ucapkan, berarti kamu telah melakukan ghibah, tapi sekiranya ia tidak seperti yang engkau katakan, maka kamu telah membuat tuduhan palsu terhadapnya.”

Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Manusia-manusia yang baik pun memiliki kekurangan. Tapi, bukan berarti hal yang layak untuk di investigasi dengan prasangka dan tajassus serta dipublikasi dengan ghibah. Bukankah seorang hamba seharusnya merasa malu dengan teguran Tuhannya yang mengumpamakan semua itu dengan ‘memakan daging bangkai saudaranya yang sudah mati’? Tidakkah kita merasa jijik karenanya.


***
Tambahan dari TS
Bagaimana dengan 'Bahasa Tubuh'? bukan kah hampir 80% kita menggunakannya dalam keseharian kita? walaupun tidak berkata2 namun 'bahasa tubuhmu' mewakili kata2 dan hatimu?


http://putriecantika.multiply.com/journal

33
Selasar (SELingAn SAntai dan Ringan) / Yg Pernah Tulalit.... cerita dunk
« pada: 14 Desember 2006, 08:42:04 »
 ;D ;D
kemaren baru nyadar klo ada perubahan di moderator.... (sebenernya rada mikir kok person ini jadi sering ke forum ini dan itu ::)) trus postingan ku jg pernah gak ada...lantaran di hapus atau lupa ke sent kali yaaa... %peace% trus bnyak jg yang di edit..wadawwww.....(mgkn daku dah kelewatan OOT dan kbnykn becanda yg gak penting dan gak lucu pula... :hihi: %peace%) pengen ku sih aku di PM, ngasih tau klo postingannya di delete/edit atau apa lah (tapi kan gak mungkin yaa...lah wong yg di delet/edit, aku yakin banyak banget...kan membernya banyak pasti tanganya pegelll %peace% :hihi: kecuali ada tangan tambahan :hihi: ;D) tapi gak apa2..suer deh... :iyes:

buat mode baru.... Selamat yaaa!

klo kata DR. Eric :ktawain: n uni linda daku emang kuper pasti ketinggalan  :hihi: :hihi: (laaah wong suruh nebak sesuatu aja smp mendekati hari 'H' daku baru tauuu, itu aja pake salah berulang kali nebaknya :toe: :toe: C spasi D (capeeek Dehhh)

mode hoker>>> klo salah forum pindahin aja yaa %peace%


yang pny pengalaman tulalit ...... bagi2 lucunya dunks :D

34
Artikel / B O S A N
« pada: 09 Desember 2006, 13:50:24 »
Satu yang Tidak Membosankan

Pernah Bosan, saya juga pernah... :D

Kebosanan, pasti, pernah singgah dalam hidup kita. Bahkan mungkin pula akan datang kembali, nanti di suatu masa. Tetapi ia harus di jalani dan di lalui. Seperti gelapnya malam yang harus di lewati , untuk menikmati sejuknya pagi dan terangnya siang. Karenanya, Rosulullah mewanti-wanti, agar bila datang saat-saat lesu, jenuh atau bosan, jangan sampai dilampiaskan dengan cara yang tidak di benarkan.

Rosulullah SAW berabda, “Tiap-tiap amal itu ada masa-masa jemunya, dan pada tiap-tiap masa jemu itu ada peralihannya. Barang siapa yang peralihannya itu kepada sunnahku, maka sesungguhnya ia telah memperoleh petunjuk, dan barang siapa yang peralihannya kepada selain sunnahku, maka sesungguhnya ia telah tersesat”. (HR. Al Bazaar)

Allah SWT tidak akan pernah bosan untuk menerima amal ibadah hamba-Nya, sampai hamba itu sndiri yang merasa bosan.

-Allah SWTtidak akan pernah bosan, untuk memberi karunia dan nikmat kepada para makhluk-Nya.

-Allah SWT tidak pernah bosan, untuk menunggu kembalinya hamba-hamba-Nya yang tersesat, agar segera menyongsong pintu taubat, selama nyawa belum sampai di kerongkongan.

-Allah SWT tidak akan pernah bosan, menerima amal kebaikan hamba-hamba-Nya, meski amail itu dilakukan dengan perlahan atau sesuai kemampuannya..


Justru manusialah yang punya rasa bosan. Karena secara fitrah, ia punya potensi untuk itu. Bahkan, tidak sedikit yg mudah bosan. Rosulullah memberikan jawaban, agar menjalani ibadah sesuai kemampuan, memberi gambaran betapa pentingnya seorang muslim mengelola tabiat dirinya secara trampil, agar tetap berjalan seimbang, bahkan dalam ibadah. Tidak berlebih-lebihan, tetapi juga tidak bermalas-malasan. Ibadah yang berleb-lebihan, bisa jadi suatu ketika mengantarkan pelakunya kepada kelelahan atau kebosanan. Pengertiannya bila ibadahpun bisa membosankan lantaran dilakukan dengan kurang tepat, apalagi dengan kehidupan dunia sehari-hari?

Hampir bisa dipastikan, adakalanya orang merasa jenuh dengan kehidupan dunia ini. Mungkin yang membedakan, adalah panjang pendeknya, atau bobot kebosanan itu. Ada yang sebentar ada yang lama. Ada yang sedikit, ada yang besar. Bisa jadi ada orang yang selama hidupnya tidak pernah terbesit rasa bosan sama sekali pada dirinya. Tetapi jumlah mereka mungkin tidak bayak.

Rasa bosan bisa muncul, karena hidup di dunia ini tidak sempurna. Ia lantas bertemu dengan diri kita, yang juga bukan makhluk sempurna. Maka, apapun puncak prestasi, puncak kebaikan, puncak keistimewaan, selama ia masih di dunia, pasti ada kelemahannya.

Ketika menjelaskan beberapa kesenangan duniawi yag difitrahkan untuk manusia, seperti kesenangan pada wanita, anak, harta yang banyak, emas, perak, ternak atau sawah lading (QS. Al- Imran:14), Allah menyambungkan dengan informasi penting. Bahwa semua itu adalah kesenangan dunia. Sementara kesenangan yang lebih baik, ada di surga.

Bahkan, pada ayat berikutnya, Allah mengulanginya lebih tegas lagi, “Katakanlah, Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikiann itu? Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawah nya sungai-sungai, mereka kekal di dalamya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (QS. Al-imran :15)

Karenanya, hanya di surga kesenangan yang kekal. Kekal masanya, kekal pula kenikmatannya. Sebaliknya, kesenangan di dunia, tidak kekal masanya, tidak kekal pula kenikmatannya. Apapun bentuknya.


Bosan : Dari HATI Turun Ke Mana-mana
Mungkin mulanya biasa saja. Hanya rasa tidak suka. Meski entah apa sebabnya. Lalu lahir rintik-rintik bosan yang berubah perlahan menjadi banjir malapetaka. Begitulah, bosan bisa datang kapan saja, pada siapa saja, dan dimana saja.

Sesuatu itu membosankan atau tidak, pertama kali tergantung kepada cita rasa diri kita terhadap sesuatu itu. Sementara cita rasa itu dibentuk oleh persepsi kita tentang sesuatu itu, yang kemudian diolah oleh hati, untuk melahirkan sikap yang bermacam-macam terhadap sesuatu itu. Ini bisa disebut dengan factor internal.

Orang yg merasa sudah pintar, misalnya, bisa merasa bosan mendengar informasi yang sudah ia ketahui. Tetapi hatinyalah yang akan memutuskan, apakah ia mau lapang, lalu mengajak pikirannnya untuk  menggali sudut pandang lain kenapa ia mesti mendengar atau sbaliknya, hatinya menyikapinya dengan rasa tidak simpati, lalu mengajak pikirannya untuk tidak menghiraukan omongan itu.

Orang yang dikarunia pasangan, harta dan jabatan, bisa saja merasa bosan dengan yang sudah ia dapatkan. Tetapi hatinyalah yang akan menentukan untuk bersikap seperti apa terhadap segala yang ia lihat disekelilignya..

Rosulullah SAW bersabda, “Kalau seorang manusia itu memiliki harta kekayaan seluas lembah, ia akan ingin punya seperti itu lagi. Dan bila ia memiliki harta kekayaan seluas dua lembah ia masih ingin yang ke tiga. Dan tidak ada yang bisa memenuhi perutnya kecuali debu. Dan Allah menerima taubat mereka yang bertaubat.” (HR. Bukhori Muslim)

Munculya rasa bosan, boleh jadi bukan karena factor eksteral, tetapi karena factor diri kita sendiri. Karena itulah, di dalam Al-Qur’an, diberikan penjelasan tentang pentingnya bersabar terhadap sesuatu yang secara lahiriyah mungkin tidak enak dan membosankan. Sebab, siapa tau di baliknya ada kebaikan. Dan, penjelasan itu secara  khusus, hanya disebutkan dalam dua masalah yang sangat berbeda. Yang satu soal perperangan. Allah SWT berfirman, “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (QS. Al-Baqoroh: 19)

Terkait dengan pasangan hidup, Allah berfirman, “Dan bergaul lah dengan mereka secara baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak”. (QS. An-Nisa:19)
 
Dua ayat tersebut berkaitan erat dengan dua hal penting dalam hidup manusia




Actually unfinish..but nevermind laaah
see my blog : http://putriecantika.multiply.com/journal

35
Artikel / Manajemen Waktu
« pada: 02 Desember 2006, 10:43:06 »
MANAJEMEN WAKTU  O0

“ Pada setiap fajar ada dua malaikat yang berseru, ‘Wahai Anak Adam aku adalah hari yang baru, dan aku datang untuk menyaksikan amalan kamu. Oleh sebab itu, manfaatkanlah aku sebaik-baiknya. Karena aku tidak akan kembali sampai hari pengadilan”. (H.R. Tirmidzi)

Setelah keimanan, waktu adalah harta termahal yang dianugerahkan Allah kepada manusia. Sukses tidaknya hidup seorang manusia sangat ditentukan oleh sikapnya terhadap waktu. Dapat dikatakan waktu adalah hidup itu sendiri. Bukankah hidup adalah waktu yang kira gunakan sejak lahir hingga meninggal? Imam Hasan Al-Bashri mengatakan. “Wahai manusia, sesungguhnya kamu adalah kumpulan hari-hari, setiap kali hari berlalu akan berlalu pula bagian umurmu”.

Salah satu sifat waktu adalah cepat berlalu. Sekali berlalu ia tidak pernah kembali, apalagi diganti. Karena itu waktu menjadi “barang” yang teramat mahal harganya.

Ada sebuah kisah tentang hakikat waktu ini. Suatu hari seorang turis mengunjungi sanggar seni seorang ahli pahat. Ia sedikit kaget ketika melihat sebuah patung yang mukaya ditutupi rambut dan kedua kakinya bersayap.
“ Patung apakah itu?,” tanya turis ini pada pemahat.
“ Kesempatan,” jawab pemahat.
“ Mengapa mukanya tertutup?”
“ Karena banyak orang yang tidak megenalinya apabila ia datang mengunjungi mereka,” Jawabnya kembali.
“ Mengapa kakinya bersayap?”
“ Karena larinya cepat dan tidak bisa di kejar, bila ia sudah pergi”

Seperti itulah karakter waktu atau kesempatan. Saat ada jarang disadari dan disyukuri keberadaannya. Namun saat tiada ia disesali kepergiannya. Dan itu menjadi penyesalan tiada guna. Seorang ahli hikmah pernah berujar bahwa tidak ad perkataan yang pling menyedihkan selain kata ‘seandainya’. Tentu, yang paling menyedihkan adalah bila penyesala terjadi di akhirat kelak. “ Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang shalih” (QS. Al-Munaafiquun[63]:10)

Sayangnya, sebagian manusia kurang meyadari keutamaan wktu ini. Sehingga membiarkannya berlalu sia-sia. Tanpa sadar mereka terjerumus ke dalam jurang kerugian. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ashr [103]: 1-3) “ Demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih; dan saling nasihat menasihati (dengan) kebenaran; dan saling menasihati (dengan) kesabaran”.

Memanfaatkan Hari-hari

Setiap detik yang Allah karuniakan memiliki keutamaan yang harus kita manfaatkan sebaik-baiknya. Di antara rangkaian waktu tersebut, Allah SWT menetapkan pula waktu-waktu khusus yang mempunyai keutamaan lebih.

Ada satu hal yang menggelitik pikiran, mengapa setiap tahun yang kita lewati tidak membawa perubahan signifikan bagi diri? Ada tidaknya seperti sama saja. Boleh jadi, salah satu penyebabnya adalah “kita tidak memiliki perencanaan yang jelas dan terukur”. Apa yang ingin saya dapat kan dari tahu ini? Bagaimana cara mencapainya? Dan program-program apa saja yang harus saya kerjakan? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini jarang kita ajukan akibatnya semua berjalan seperti biasanya; bagai air mengalir seperti bulan bulan-bulan lalu atapun tahun-tahun lalu lainnya; datang dan pergi silih berganti.

Jadi kesuksesan atau kegagaln kita dalam mengisi hari demi hari, bulan demi bulan sangat dipengaruhi oleh factor perencanaan. Semakin bagus perencanaan yang kita buat, InsyaAllah semakin besar pula peluang kita untuk sukses. Ada sebuah moto terkenl. “Gagal merencanakan sama artinya dengan merencanakan Gagal”. Atau “Lebih baik bersimbah peluh dalam latihan daripada brsimbah darah dalam pertempuran”.

Yang Harus Diperhatikan Dalam Perencanaan
Sebelum membuat perencanaan, ada enam hal yang harus kita perhatikan, yaitu:

1.Tekad yang Kuat
Tekad sama artinya dengan motivasi yang kuat. Tanpa adanya kekuatan tekad, kita tidak akan pernah sukses dalam beramal. Tahun/bulan/hari ini tidak akan pernah menjadi tahun/bulan/hari prestasi, seandainya kita tidak bertekad untuk mengisinya dengan amal terbaik.

2.Memiliki Target yang Jelas
Target adalah tujuan, cita-cita, atau segala sesuatu yang ingin kita capai. Tanpa adanya target yang jelas kita tidak akan focus melangkah. Semakin tidak jelas target dan waktu pencapaiannya maka peluang gagalnya rencana akan semakin besar. Maka tulislah target kita dengan jelas di dinding kamar, di kertas kecil, di display handphone, atau dimana pun yang mudah kita lihat, sehingga kita selalu mengingatnya.

Pelajari pula tehnik membuat rencana dan segera membuat rencana yang matang dan teruji. Buat program dalam bentuk rencana harian, mingguan dan bulanan.

Di sini penting pula memahami Skala Prioritas. Mana yang harus di dahulukan, dan mana pula yang bisa ditunda. Mana yang harus di kerjakan, mana pula yang tidak. Dr. Yusuf Al-Qardhawi dalam Fikih Prioritas, mengungkapkan urutan amal yang terpenting diantara yang penting. Patokannya :
-Sangat Penting dan Sangat Mendesak dikerjakan pada urutan Pertama.
-Tidak Penting dan Sangat Mendesak dikerjakan pada urutan Kedua.
-Sangat Penting dan Tidak Mendesak dikerjakan pada urutan Ketiga.
-Tidak Penting dan Tidak mendesak dikerjakan pada urutan Keempat.


3.Buat Rencana Cadangan.
Kita pun harus selalu siap dengan segala kemungkinan tak terduga. Kita merencanakan, tapi Allah yang menentukan. Karena itu, buat rencana B dan C sebagai rencana cadangan bila rencana utama mengalami kegagalan. Insya Allah kita tidak akan kehilangan waktu untuk panic.

4.Rencana atau Program Harus Realistis, Terukur dan Adil.
Hindari membuat rencana yang terlalu tinggi, tidak realistis, dan terlalu sulit dicapai. Program kita pun harus adil dan seimbang. Sebab kita harus menunaikan banyak hak, dimana setiap hak menuntut pemenuhan. Ada hak Allah, hak keluarga, hak akal, hak tetangga, hak badan, hak diri, dan lainnya.

5.Disiplin dalam Rencana.
Sehebat apapun program dan rencana, tidak akan berarti sama sekali jika kita tidak disiplin melaksanakannya. Maka, jangan tergiur oleh kegiatan, kesenangan spontan, atau apa saja yang akan menjauhkan kita dari rencana yang telah disusun.

Yang tak kalah penting, lawan dan kalahkan kemalasan. Tidak ada amal yang terlaksana bila kita malas. Malas adalah kendaraan setan. Malas tidak akan mendatangkan apapun, selain kerugian dan kesengsaraan. Ada satu prinsip, “Tiada Prestasi tanpa Disiplin”. Siapa lagi yang dapat memaksa kita untuk sukses selain diri kita sendiri.

6.Sempurnakan Setiap Kali Beramal.
Penyempurnaan adalah tahap akhir yang akan menentukan berkualitas tidak amal yang kita lakukan. Kita akan mendapatkan yang ‘Terbaik’. Bila melakukan yang terbaik pula.


Sisipkan do’a yang selalu di baca Rasulullah SAW.
“ Ya Allah sesungguhnya aku berlindung dari himpitan dan kesedihan, aku berlindung dari kemurungan dan Kemalasan, aku berlindung dari sifat bakhil dan aku berlindung dari banyak nya hutang dan paksaan orang lain”.


Doc: MQ
http://putriecantika.multiply.com/journal

36
Sarana & Prasarana / Minyak tAnah MAHAL..!
« pada: 29 November 2006, 08:52:31 »
Assalamu'alaikum Wr.wb  :)

pagi ini di depan rumah ku kumpul ibu2 sambilberkata " minyak sekarang Rp6rebu ...bu,"
ibu ku sambil membukus makanan yg mereka beli menoleh aku " yik...minyak 6rebu?" aku hanya senyum..

baru kemaren ibuku bilang harga minyak Rp.3500 dan akan naek Rp. 4000 dan susah dapet minyak!
ada yag menggelitik dari pernyataan salah satu ibu2 itu katanya " sebenernya sih gas lebih irit tapi ya itu harus beli 1 tabung...nah kalo minyak kan bisa beli 2 liter trus kalo gak pnya duid bisa bilang ' ntar yaa pakde...(maksudnya dibayar besok) laaah wong 1 tabung lumayan kok harganya trus gak bisa besok kan?... :hihi: :hihi:

klo bagi aku sebenernya gas itu lebih irit... dan ada benernya pernyataan ibu itu (tapi bukan yg by besok bayar loh yaa) :hihi: namun bagi penjual makanan seperti keluarga ku minyak tanah masih berarti pa lagi untuk makanan yg membutuhkan waktu lama seperti menanak nas, buat sayur opor, atw semur! gas sendiri di pakai u/makanan goreng2an dan makanan yg lebih cepat u/disajikan. %peace%

tapi kepanikan kelangkaan minyak tanah hanya terjadi di kota2 besar... waktu mudik kemarein aku tanya sama bule'ku di kampung... "bule' gak kekurangan minyak tanah disini?" bule ku bilang " walaaah lah wong seliter bisa sebulan di pake, kan cuma buat hidupin kayu bakar aja"
 :hihi: :hihi: iya yaa... walaupun bule ku juga berjualan makanan ternyata gak pusing sama minyak tanah...

udah lama gak bikin thread... mau share dan ngobrol!
yg mau share tentang Minyak Tanah disini yuuuk.... afwan TS nya mungkin gak bisa kasih tanggapan :hihi: :hihi:

37
Curhatmu / Rasa Syukur ku Hari ini
« pada: 28 September 2006, 08:49:39 »
Assalamu'alaikum ....

Masjid Alfadhilah 4.25 Hari ini

Tahun lalu teman kantor ku meninggalkan ku 1 hari sebelum Ramadhan,
Tahun ini salah satu OB ku di kantor 1 Minggu meninggal 1 minggu Sebelum Ramadhan

Tahun lalu seorang Ibu disampingku (pemimpin pengajian ibu2) meninggalkan kami saat Ramadhan
Tahun ini Seorang marbot masjid (yang mengurusi musholla hingga menjadi mesjid saat ini) meninggal kan kami....

Aku bersyukur.........bukan karena mereka telah meninggal kan kami
Aku bersyukur karena masih di beri kesempatan untuk menjalankan Ramadhan ku sampai dengan hari ini

Aku bersyukur ' Ibu ku selalu bilang jadikan Ramadhan ini .... seolah olah ramadhan terakhirmu dengan amal2-mu........ kita tidak pernah tau , akan berjumpa dengan ramadhan lagi :) :'(

continou...

38
ASSALAMU'ALAIKUM WR.WB

DAPET AMANAH DARI HASIL SYURO KEMARIN, HARI MINGGU DI AL-AZHAR TANGGAL 3 SEPTEMBER 2006
dan mengingat masih memerlukan 'DANA' segerr... :hihi: %peace% ;)

DENGAN INI KAMI PANITIA KONSER AMAL MEWAJIBKAN SEMUA PANITIA UNTUK MEMBELI KAOS TERSEBUT.
DENGAN HARGA Rp.30.000


KAOS TERSEBUT
-BERWARNA PUTIH DAN HITAM (PANITIA DI WAJIBKAN MEMBELI YANG HITAM)
-LENGAN PENDEK
-DESIGN BELAKANG LOGO MYQURAN (WARNA IJO)
-DESIGN DEPAN BAWAH KAOS (WARNA IJO)

UNTUK LENGAN PANJANG
- WARNA PUTIH HANYA 12PCS (DENGAN DESIGN YANG SAMA)


KAOS TERSEBUT BUKAN BISNIS NAMUN SEMUANYA UNTUK KEGIATAN KONSER AMAL......

DEMIKIAN DAN TERIMA KASIH

WASSALAMU'ALAIKUM WR.WB





39
Humor dan Kreatifitasnya / Pengalaman di BUS yang Lucu
« pada: 10 Agustus 2006, 15:02:00 »
hmmmm...gak tau nih pengen aja cerita hal yang menarik di buss

kemarin ...waktu aku telat naik bus 614 jurusan Ps.Minggu ..dan Alhamdulillah dapet duduk di belakang supir (tempat pavorit klo naek bus) asal gak di pangku aja ma sopirnya :hihi: :jaim:

seperti bisa bus itu selalu penuh... tiba2 ada seroang bapak2 membuka sesuatu mirip kotak agak tinggi... yang dibawahnya besi sebagai penopang (hmmm mungkin modelnya seperti tempat duduk yang biasa di bawa oleh tukang cukur keliling) tapi bentuknya mini menyerupai jengkok :hihi:(bahasa halusnya apa yak?) tapi agak sedikit lebih tinggi.

trus dia buka dan dengan santai nya dia duduk diantara sopir dan tempat duduk disebelahnya... ;D ;D
dalam hati (kreatif juga nih orang)  O0...yang laen pegel karena diri eeeh...dia cari celah tuk bisa duduk karena pny modal kursi mini  %peace%

ada pengalama lucu laennya????

daku jg ada tapi yang laen dulu aaah

40
myqers...pada suka makanan dari jagung gak...? ::)
Aku suka banget..ngett.....nget
kayak gini nih list nya:
1. Jagung Rebus yang pake kelapa parut trus kasih gula sedikit diatasnya mmhhh...yummy.. :p
2. Jagung rebus ala ibuku (enak bngtt) O0
3. Oseng2 yang ada jagungnya
4. Perkedel jagung
5. Bakwan Jagung
6. Pizza hut yang ada jagungnya>>>  O0
7. Nasi jagung <--------------- nah yang ini ane belum tau rasan
ya ;D

ada lagi gak yah yg blm disebutin....
monggo dilanjuttt :D

41
Artikel / AGAR TAK MENGULANGI KESALAHAN YANG SAMA
« pada: 18 Juli 2006, 18:10:28 »
AGAR TAK MENGULANGI KESALAHAN YANG SAMA

‘Tafakkur 1 jam, lebih baik dari ibadah 1 tahun”. Sepintas, ungkapan Imam Syafi’I itu berlebihan. Bagaimana mungkin sebuah amal yang dilakukan dalam rentang 1 jam, bisa lebih baik dari ibadah selama 1 tahun?

Ungkapan Imam Syafi’I itu tentu tidak disampaikan dalam konteks perbandingan yang saling menafika antara satu dengan yang lain. Imam Syafi’I tidak mengajak agar orang melakukan tafakkur 1 jam, lalu tak perlu beribadah selama satu tahun. Sama sekali tidak. Ia hanya ingin menekankan pentingnya merenung, menghisab diri, mengevaluasi amal yang telah lalu, menekuri hidup dan seterusnya. Sikap ini sangat penting dan bahkan menjadi syarat seseorag untuk mampu memiliki kualitas ibadah yang lebih baik.

Ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan agar kita terbiasa mengambil pelajaran dari masa lalu, baik dari apa yang telah dilakukan diri sendiri, maupun orang lain.
1.Merenung, bermuhasabah atau mengevaluasi amal dalam satu har
2.Memiliki agenda harian untuk mengevaluasi amal-amal yang telah dilakukan.
3.Biasakan menilai dan mempertajam kontrol terhadap diri sendiri.
4.Sadarilah bahwa belajar dari pengalaman akan menambah kedewasaan da kebijakan dalam menyikapi hidup.
5.Ketahuilah, bahwa dalam batas tertetu kesalahan dan kekelirua adalah lumrah.
6.Selami sejarah orang-orang yang hidup di masa lalu.
7.Seringlah berdiskusi, bertukar pengalaman, saling menasehati dengan orang-orang sholih tentang berbagai fenomena hidup.

Pertama; Merenung, bermuhasabah atau mengevaluasi amal dalam satu hari
Kebiasaan seperti inilah yang dilakukan seorang sahabat yang menurut Rasulullah sebagai ahli surga. Dalam hadits shahih disebutkan dalam 3 kesempatan Rasulullah menyinggung kedatangan sahabat calon penghui syurga itu di dalam majelis para sahabat. Ahli syurga itu ternyata bukan ahli ibadah yang kuantitas ibadahnya melebihi para sahabat lain. Ia hanya kerap melakukan evaluasi diri mejelang tidurnya setiap malam lalu ia hapus semua rasa gundahnya pada sesama muslim.

Dalam kitab ‘Bukaul Mabrur’ yang mengulas tentang tangisan orang2 sholih disebutkan perkataan salafusholih: “Para orang tua kami selalu menghitug diri dari apa yang mereka perbuat dan apa yang mereka ucapkan, kemudian mereka menulisnya dalam sebuah daftar. Setelah sholat ‘Isya, mereka meneluarkan daftar amal dan ucapannya kemudian menimbangnya. Jika amalan yang diperbuat buruk yang perlu istighfar maka mereka bertaubat da beristighfar. Namun jika amalan baik dan perlu disyukuri, merekapun bersyukur kepada Allah hingga mereka tidur. Kami pun mengiikuti jejak mereka. Kami mencatat apa yang kami perbuat dan menimbangnya”.

Kedua; Memiliki agenda harian untuk mengevaluasi amal-amal yang telah dilakukan.
Agenda harian ini berisi daftar amal harian yg dianggap wajib dilakukan. Misalnya; Memulai pekerjaan dengan Bismillah, Membaca Istighfar minimal 100kali, Membaca Al-Qur’an sekian halaman, dsb. Sebaliknya catat pula alasan, problem dana hambatan yang menjadikan kita tidak mampu menunaikan amal-amal harian tersebut. Mencatat hambatan amal-amal baik akan menjadi bahan pengalaman agar bisa diantisipasi pada waktu selanjutnya.

Sebagaimana setiap orang akan menerima lembaran2 amalnya selama di dunia pada pengadilan akhirat nanti, setiap muslim sangat diajurkan untuk menghitung-hitung sendiri amal-amalnya sejak di dunia. Tujuannya jelas, agar segala keburukan tidak terulang, dan segala kebaikan terpelihara bahkan lebih baik lagi. Umar r.a memberi nasehat, “Hasibuu anfusakum, qobla an tuhasabuu”. Hisablah amal-amal kalian sendiri, sebelum amal-amal kalian di hisab (oleh Allah di hari kiamat).”

Imam Hasan Al Bashri mengatakan, “Sesungguhnya penghisaban di hari kiamat akan ringan bagi kaum  yang telah menghisab amalannya di dunia, begitu pula sebaliknya penghisaban di hari kiamat akan berat bagi orang yang tidak menghisab amalannya di dunia”.

Ketiga; Biasakan menilai dan mempertajam kontrol terhadap diri sendiri.
Seseorang yang takjub dengan pribadi Hasan Al-Bishri pernah bertannya, “Siapa yang mendidikmu memiliki pribadi seperti ini?” Hasan Al-Bishri menjawab pendek. “Diriku sendiri”. “bagaimana bisa seperti itu?” Tanya orang itu lagi. Hasan menguraikan, “Jika aku melihat keburukan pada orang lain, aku berusaha menghindarinya. Jika aku melihat kebaikan pada orang lain, aku berusaha mengikutinya. Dengan begitulah aku mendidik diriku sendiri…”

Sikap Ulama sholih generasi tabi’in itu jelas menekankan pentingnya seseorang mengambil pelajaran sebuah peristiwa. Teorinya sederhana, meniru yang baik dan menghindari yang tidak baik. Tapi hasilnya, prinsip itulah yang menghadirkan pribadi yang menakjubkan. Apa yang melatarbelakangi Hasan Al-Bashri berprinsip seperti itu? Tidak lain untuk menghindari kekeliruan masa lalu, baik yang dilakukan diri sendiri maupun orang lain. Itu kuncinya, sehingga dari hari ke hari ia selalu berupaya memperbaiki kepribadiannya

Keempat; Sadarilah bahwa belajar dari pengalaman akan menambah kedewasaan da kebijakan dalam menyikapi hidup.
Semakin banyak orang bercermin terhadap masa lalu, maka ia akan semakin bijaksana dalam menentukan langkah. Saat mendapat kelapangan, seseorang tidak mudah larut oleh kesenangan. Ia berfikir bahwa ada kalanya lapang dan ada kalanya sempit. Saat medapat kesulitan, ia juga tidak mudah hanyut. Karena ia berfikir bahwa kesulitan akan silih berganti dengan kemudahan dst. Perbandingan seperti ini membuat seorang mukmin tetap bersyukur apapun kondisi yang ia alami. Itulah variasi dan itulah wujud kesempurnaan hidup sehingga saling melengkapi. Tanpa sikap seperti ini orang akan mudah terkena peyakit jiwa. Mudah gelisah dan selalu merasa tidak puas. Ia bahkan sulit merasa bahagia karena selalu terombang ambing oleh dinamika hidup itu sendiri.

Kelima; Ketahuilah, bahwa dalam batas tertetu kesalahan dan kekelirua adalah lumrah.
Allah SWT tidak menciptakan manusia sempurna. Selalu saja ada manusia yang lebih disini dan kurang disana. Atau sebaliknya, lebih disana dan kurang disini. Sehingga prinsipnya jangan takut gagal dalam beramal. Tidak jarang, kegagalan dan kesalahan merupakan batu loncatan ke arah kebaikan. Setidaknya ia menjadi sprit untuk melakukan penebusan. Makna ini antara lain yang terkandung dalam pesan Rasulullah agar kita mengiringi segala keburukan yang kita lakukan dengan kebaikan. “Bertakwalah kamu kepada Allah di mana saja kamu berada. Dan ikutilah keburukan itu dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghaopus keburukan”. (HR.Bukhari dan Muslim)

Keenam; Selami sejarah orang-orang yang hidup di masa lalu.
Dengan mengetahui masa lalu, berarti seseorang memiliki modal informasi berharga sebagai bekal perjalanan yang ia lakukan di masa mendatang. Peristiwa apapun, baik dilakukan oleh sebuah generasi maupun orang per orang, harus menjadi cermin perbandingan melangkah ke depan. Kehidupan ini tak ubahnya cermin pengulangan masa lalu. Silih berganti antara keberhasilan dan kegagalan, kemenangan dan kekalahan, kebahagiaan dan kesediahan. Semua berputar dan berganti bagai pergantian siang dan malam. Firman Allah SWT, “Dan hari-hari itu kami pergilirkan di antara manusia…” (QS.Al Imran:140).

Itulah hikmah penjabaran sejarah perjuangan para Rosul dan Nabi yang tertuang dalam Al-Qur’an. Allah SWT membina mental perjuangan Rosulullah dan para sahabatnya melalui uraian panjang tentang perjuangan para Nabi dan Rosul sebelum mereka. Jejak sejarah perjuangan itulah yang akan menjadi rambu bagi umat manusia sepanjang zaman dalam menegakkan kebenaran.

Fir’aun hanya satu tokoh sejarah yang diungkapkan Al-Qura’an. Ia merupakan symbol penguasa yang melakukan kekejaman dan penindasan terhadap rakyat, sekaligus memusuhi ajaran Allah SWT yang dibawa oleh Nabiyullah Musa AS. Melihat sejarah sepak terjang Fir’aun, manusaia diajak mengerti bagaimana bahaya nya kejahatan yang datang dari sebuah kekuasaan. Lebih berbahaya dari kejahatan kriminal berupa pembunuhan atau perampokan. Kisah fir’aun juga memberi gambaran kepada para penegak kebenaran bahwa mereka aka selalu menghadapi gembong-gembong kejahatan. Karena setiap zaman memiliki ‘Fir’aun’ nya sendiri.

Ketujuh; Seringlah berdiskusi, bertukar pengalaman, saling menasehati dengan orang-orang sholih tentang berbagai fenomena hidup.
Seorang pemikir menyebutkan, “Manusia itu ibarat burung yang bersayap sebelah”. Tak mungkiin bisa terbang, jika ia tak memiliki sayap pasangannya. Maka, ia hanya bisa terbang kalau mau berpelukan erat-erat dan berkerjasama dengan orang lain. Begitulah analoginya, setiap orang memerlukan bantuan orang lain untuk bisa berhasil dalam hidup. Apa artinya?

Setiap orang harus saling memberi dan membantu satu sama lain. Rosulullah mengistilahkan hal ini dengan sabdanya “Setiap mukmin adalah cermin bagi saudaranya yang lain”. Cermin, sumber informasi paling akurat dan jujur tentang berbagai fenomena. Cermin tempat memperoleh penilaian tentang diri, kapanpun dan dimana pun. Cermin juga pandai menyimpan informasi hanya pada pihak yang langsung terkait dengan informasi itu.

Roda kehidupan takkan pernah berhenti bergulir. Hari demi hari terus berjalan. Tugas kita adalah memanfaatkan kesempatan hari ini untuk menyosong hari esok. Terlalu banyak pelajaran yang seharusnya membuat kita menjadi lebih baik dari yang terlah lalu. Terlalu banyak pelajaran yang seharusnya menjadikan kita berhati-hati dan berhitung matang untuk melangkah. Terlalu banyak peringatan untuk menyadarkan kita agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Ingat, jangan sampai terantuk pada batu yg sama. 

42
ASSALAMU'ALAIKUM

SESUAI RAPAT TADI MALAM TGL 9 JULI 2006
BERKUT RELAWAN KITA YANG BERANGKAT KE JOGJA sore ini  "
1. AYYASHIYAHYA
2. ROZZTIANI
3. SCORPIE
4. AKH MARSHA
5. CICI <<< GURU DILUAR MYQ

MOHON DO'A DAN SUPPORT YAA... O0 O0

43
yang merasa jadi preMan dan Prewoman waktu di ragunan disini tempatnya
...gak nyangka kok myqers bisa yaaa malakin preman ragunan...akhirnya beli juga dia 4 aqua :hihi: ;D

44
Artikel / TIPS Menjadi Pemenang dan Unggul
« pada: 20 Juni 2006, 17:22:51 »
Menjadi pemenang adalah dambaan setiap orang, Kemenangan selalu identik dengan kesuksesan dan keunggulan. Namun tak mudah untuk mewujudkan hal itu, perlu berbagai kiat dan itikad agar kemenangan yang begitu didamba dapat diraih. Kemungkinan terburukpun mesti kita perhitungkan, sehingga saat kemenangan tak datang pun, kita tetap punya mental pemenang. Berikut kiat-kiat yang dapat dijalani untuk menjadi pemenang.

1. Sadari bahwasannya setiap problem yang menghampiri kita merupakan hal yang wajar dan lumrah.
 “Permasalahan ibarat pernafasan manusia. Saat seseorang tidak punya masalah hidup, maka sama halnya dengan manusia yang tidak bernafas lagi”.

2. Pengendalian diri adalah kunci untuk menjalani hidup sesuai dengan keputusan.
Refleksi dari pengendalian diri adalah sabar. Dengan demikian hati kita akan tertata dan dapat berfikir positif untuk bisa bertahan, melakukan prioritas, tidak terpengaruh oleh keadaan, serta tidak serta merta menyerah. “Dan jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu”.

3. Jangan mencari kambing hitam, biasakanlah untuk bertanggung jawab.
Segala sesuatu yang telah terjadi tidak bisa diulangi. Jangan melimpahkan kesalahan pada orang lain ataupun pada keadaan yang sedang buruk. Bertanggung jawablah akan semua hal yang terjadi. “Sebesar ke insyafanmu, sebesar itulah keberuntunganmu “.

Meskipun dalam kondisi yang paling menderita sekalipun, jangan biasakan berkeluh kesah. “Suffering can teach ma to respect the goodness and wonders of life”. Penderitaan mengajarkan seseorang untuk menghargai kebaikan dan keindahan hidup.

4. Hargai diri sendiri. Jangan biasakan mencari penghargaan dari orang lain.
Kerahkan semua potensi Anda, jagan mencela diri sendiri, syukurilah segala apa yang ada pada dirimu. Ukuran harga diri bukanlah dari penilaian orang lain. Hanya orang-orang yang lemahlah yang rela menjilat demi mendapatkan penghargaan orang lain. Secara otomatis orang akan menghargai Anda saat Anda mampu menghargai diri Anda sendiri.

5. Berani memasuki daerah yang penuh tantangan.
Anda tidak akan mendapatkan apapun dari tempat yang nyaman dan aman-aman saja. Pelaut yang ulung bukan karena riak-riak air yang kecil, melainkan dari ombak dan badai yang selalu menghantam. Jadi, lebih baik menjadi orang yang bodoh di antara orang yang pandai dari pada merasa pandai di antara orang-orang yang bodoh. Biasakan menempa diri Anda, dalam situasi sepayah apa pun.

6. Rencanakan visi dan misi yang jelas.
Visi dan misi yang jelas membuat Anda tahu langkah prioritas mana yang harus didahulukan. Janga pernah mencibir cita-cita tinggi Anda. Saat visi dan misi sudah terprogram, biasakanlah untuk segera bertindak. “Don’t put of till tomorrow what you can do today”. Jangan tunda sampai esok apa yang dapat Anda kerjakan hari ini.

7. Biasakanlah untuk berfikir besar.
Seseorang yang mempunyai jiwa besar akan cendereung berfikir positiv. Saat seseorang berfikiran sempit (su’uzhon), maka yang ada adalah kekesalan, kemurugan dan ketidaksenangan. Su’uzhon inilah pangkal segala bentuk keputusasaan. Maka dari itu biasakanlah berhusnuzhon dalam segala hal.

8. Anggaplah setiap kegagalan itu sebagai pelajaran dan bukan alasan untuk menyerah.
Sebenarnya kegagalan atau kesuksesan bukanlah ukuran kebahagiaan seseorang. Keduanya adalah hal lumrah dalam kehidupan. Yang terpenting dari semua adalah proses yang dijalani. Apakah proses tersebut ditempuh dengan jalan yang mulia atau jalan yang hina. “Man proposes, God disposses”. Manusia hanya bisa merencanakan, Allahlah yang menentukan.

9. Beranilah megakui kesalahan.Mengakui kesalahan, baik itu pada Allah, kepada diri sendiri, ataupun kepada orang lain akan menimbulkan sikap sportif. Sportivitas yang tinggi akan membuahkan peluang yang besar untuk menjadi pemenang.

10. Berusahalah menjadi termostat yang mempengaruhi lingkungan, bukan parasit yang menggangu orang lain.
Islam dihadirkan sebagai rahmatan lila’lamin. Sebesar apapun problem yang dihadapi, usahakan untuk bersikap yang lebih mendatangkan manfaat untuk orang lain, bukan meggangu kepentingan orang lain. Kalau bisa, sekali mendayung 2 atau 3 pulau terlampaui. Sekali bertindak, masalah pribadi akan tuntas, orang lain pun kebagian manfaat dari apa yang kita lakukan.

11. Beranilah mengakui keunggulan orang lain.
Bersihkan hati dari iri dan dengki. Saat seseorang dipenuhi rasa iri, ia akan cenderung mencemooh, padahal kelebihan orang lainlah yang akan menutup kekurangan kita. Biasakanlah melihat sisi positif orang lain dan pujilah dengan spontan dan tulus. Sikap tersebut akan mengobsesi kita untuk bisa berbuat yang lebih dan berlomba-lomba dalam kebajikan.
Ingat lagu ‘Jagalah hati’ semua liriknya bagus dan menyentuh, semoga tidak hanya menjadi ucapan bibir semata melainkan menjadi tausiah bagi kita khususnya ana. Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung pada–Mu dari perbuatan yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui.

12. Jadilah motivator untuk diri sendiri dan orang lain.
Seorang pemenang tidak mengenal kamus “menyerah”. Ia akan selalu mensupport orang lain yang lemah, terlebih lagi untuk diri sendiri saat mengalami masa sulit. Keyakinan dan dukungan yang kuat akan mendorong seseorang untuk berjuang pantang menyerah.

13. Jangan lupakan do’a, karena semua yang ada pada kita tak lepas dari rekayasa dan takdir-Nya.
“Berdo’alah kepada-Ku, niscaya Kuperkenankan bagimu


45
Assalamu'alaikum,...
mau nulis kesan2 nya ke kerawang ...? ayook dimulai... :hihi: O0

Halaman: 1 2 [3] 4 5
myAgenda!
myQomunitas!
mySholat!
Jadwal Sholat
Jadikan juga info seperti jadwal sholat ini pada websites mu :
myPromo-Deal!
Pernak-Pernik
  • myQripik produk baru!
  • Jaket
  • Kaos
  • Kalender
  • Stiker

SatNet
Mobile | myQ wiki | Quran Flash | Android | ChitCh@t | Plug-in | Radio | FB myQ Group
(c) 1999-2013, myQuran
Refresh Your Life!
Powered by SMF 2.0.4 | SMF © 2006–2010, Simple Machines LLC
Halaman dibuat dalam 0.863 detik dengan 16 queri.