19 Juni 2013, 04:02:16
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email FaceBook Login -->
Board khusus buat pasutri "Board Pasutri"

myQuran - Komunitas Muslim Indonesia


myQ Selasar, sekilas info: Menghitung Hari Menuju SILAKBARNAS (Silaturrahim Akbar Nasional) - Pantai Depok, Jogja, 29-30 Juni | Selamat datang di myQuran, komunitas muslim indonesia..


Dari Anas r.a, Rasulullah s.a.w bersabda: "Tidak (sempurna) iman seseorang kamu sebelum ia lebih mencintai aku daripada mencintai ibu-bapanya, anaknya dan manusia umumnya." (Sahih Bukhari)

Perlihatkan Tulisan

Pesan | * Topik | Lampiran

Seksi ini mengijinkan Anda untuk melihat semua tulisan yang dibuat oleh anggota ini. Catatan bahwa Anda hanya bisa melihat tulisan yang dibuat dalam area di mana Anda memiliki akses terhadapnya.

Topik - griya berkah

Halaman: [1] 2
1
assalamu alaikum
salam kenal buat semua
moga selalu dirahmati Allah
 :dada:  :dada:  :dada:

2
Bursa Iklan dan Jual Beli / keripik ikan kerapu khusus grosir
« pada: 10 Desember 2009, 14:34:05 »
assalamu alaikum
kami menyediakan kerpik ikan kerapu
enak dan gurih
sementara khusus melayani grosiran
yang berminat silahkan pm

3
Taaruf dan Jodoh / mencari istri untuk sahabatku
« pada: 28 November 2009, 05:08:24 »
assalamu alaikum
ana punya sahabat dekat siap nikah
biodata singkat
umur 29 tahun
TB/BB : 168/ 70
umur : 29 Tahun ( agen makanan, penangkar burung berkicau, ternak kambing)
Pendidikan : SMU/ pernah kuliah
Pekerjaan : Wiraswasta
asal Sleman
Wajah Insya Allah sangat enak dilihat as  menarik
kriteria akhwat yang didinginkan
- akhwat jawa tengah lebih diutamakan DIY
- siap tidak kerja diluar/ kalau bekerja di rumahan
_ diutamakan dibawah 30 tahun.
bagi yang berminat mendapat info lengkapnya, foto, dll. silahkan pm ana
syukron katsiro

4
OBrolan ummAT (OBAT) / GUSDUR VERSUS HASYIM MUZADI
« pada: 20 November 2009, 16:52:33 »
Belum reda berseteru dengan Muhaimin Iskandar di internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), kini Gus Dur menabur polemik lagi, kali ini dengan internal Nahdiyin.

Bermula dari aksi Gus Dur yang memperkarakan UU Penodaan Agama ke Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (17/11), bersama sejumlah tokoh seperti Siti Musdah Mulia, Dawam Raharjo, Maman Imanul Haq, dan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Gus Dur mengajukan uji materi (judicial review) terhadap Undang-undang Nomor 1 Tahun 1965 tentang Penyalahgunaan dan Penodaan Agama.

UU tersebut diperkarakan oleh Gus Dur cs ke MK karena dinilai diskriminatif, menunjukkan adanya pembedaan terhadap agama seperti Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha dan Kong Hu Chu, dan agama-agama atau aliran keyakinan lainnya.
Kalau UU ini dicabut, orang akan bebas menghujat agama dengan alasan demokrasi dan hak asasi manusia. Setiap hari di Indonesia akan muncul orang-orang yang mengaku nabi atau malaikat baru...

"Pemberlakuan Pasal 1 UU ini melanggar kebebasan beragama," kata kuasa hukum para pemohon, Febi Yonesta.

Bunyi Pasal 1 yang diperkarakan itu adalah: "Setiap orang dilarang dengan sengaja di muka umum menceritakan, menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum, untuk melakukan penafsiran tentang sesatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan-kegiatan agama itu, atau penafsiran dan kegiatan."

Reaksi keras terhadap Gus Dur, justru muncul dari internal Nahdiyin sendiri. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta Mahkamah Konstitusi (MK) menolak uji materi Undang-undang Nomor 1 Tahun 1965 tentang Penyalahgunaan dan Penodaan Agama yang diajukan.

"Kalau UU ini sampai dicabut, orang akan bebas menghujat agama dengan alasan demokrasi dan hak asasi manusia. Setiap hari di Indonesia akan muncul orang-orang yang mengaku nabi atau malaikat baru dan kepolisian akan sibuk untuk mengatasi masalah itu" kata Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi, di Jakarta, Rabu (18/1).

Menurut Hasyim, persoalan penyalahgunaan dan penodaan agama bukan masalah demokrasi atau HAM, melainkan persoalan hak sebuah agama untuk mempertahankan eksistensinya. Hal itu, lanjutnya, tidak bisa dihapus atau dirusak hanya dengan alasan demokratisasi.

"Masing-masing agama punya hak konstitusional di negara Indonesia untuk mempertahankan (eksistensi) agamanya dalam konteks konstitusi negara bukan dalam konteks agama negara," katanya.

Bahkan, pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang, Jawa Timur, itu menilai gerakan Gus Dur dkk itu bukan gerakan masyarakat madani, melainkan sebagai upaya menumbuhkan atheisme.

"Itu sebenarnya gerakan atheis," kata Hasyim (18/11).                       

Polemik Hasyim Gus Dur dengan Muzadi soal ini tampak sangat alot. Entah sampai kapan, dan entah dengan siapa lagi berikutnya.(voi/sbl)

5
myQers Yogyakarta / tanya info pembuat kotak dari fiber
« pada: 18 November 2009, 13:41:38 »
assalamu alaikum
akhi...ukhti ...
ada yang tau info t4 pembuat kotak dari bahan fiber gak yah ? ( kotaknya seperti kotak infak )
syukron

6
Bursa Iklan dan Jual Beli / dicari t4 pembuat kotak dari bahan fiber
« pada: 18 November 2009, 06:35:47 »
assalamu alaikum,
adakah yang mengetahui t4 membuat kotak dari bahan fiber di yogya?

7
Bursa Iklan dan Jual Beli / jual domba super untuk wilayah yogya
« pada: 12 November 2009, 15:23:27 »
bismillah
jual domba jantan super 5 ekor borongan hanya 8 jt
bisa diambil/ diantar gratis pada hari raya
lokasi daerah jakal
foto menyusul

8
Seni Beladiri / tempat berlatih kuda ?
« pada: 12 November 2009, 05:47:28 »
assalamu alaikum
adakah yang mengetahui tempat berlatih berkuda di yogyakarta ?
jazakumullah khair

9
Siapakah Syaikh Abul Hasan Al Asy`ari
Beliau bernama `Ali bin Isma`il bin Abi Bisyr Ishaq bin Salim bin Isma`il
bin Abdullah bin Musa bin Bilal bin Burdah bin Musa Al Asy`ary, lebih
dikenal dengan Abu Al Hasan Al Asy`ary. Dilahirkan pada tahun 260 Hijriyah
atau 875 Masehi, pada akhir masa daulah Abbasiyah yang waktu itu berkembang
pesat berbagai aliran ilmu kalam, seperti : al Jahmiyah, al Qadariyah, al
Khawarij, al Karamiyah, ar Rafidhah, al Mu`tazilah, al Qaramithah dan lain
sebagainya.

Sejak kecil Abul Hasan telah yatim. Kemudian ibunya menikah dengan seorang
tokoh Mu`tazilah bernama Abu `Ali Al Jubba`i. Beliau (Abul Hasan) seorang
yang cerdas, hafal Al Qur`an pada usia belasan tahun dan banyak pula belajar
hadits. Pada akhirnya beliau berjumpa dengan ulama salaf bernama al
Barbahari (wafat 329 H). inilah yang akhirnya merubah jalan hidupnya sampai
beliau wafat pada tahun 324 H atau 939 M dalam usia 64 tahun.

Abu al Hasan al Asy`ary dan Mu`tazilah

Pada mulanya, selama hampir 40 tahun, beliau menjadi penganut Mu`tazilah
yang setia mengikuti gurunya seorang tokoh Mu`tazilah yang juga ayah
tirinya. Namun dengan hidayah Allah setelah beliau banyak merenungkan
ayat-ayat Al Qur`an dan hadits-hadits Rasulullah, beliau mulai meragukan
terhadap ajaran Mu`tazilah. Apalagi setelah dialog yang terkenal dengan
pertanyaan-pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh Abu `Ali al Jubba`i dan
setelah mimpi beliau bertemu dengan Rasulullah, beliau secara tegas keluar
dari Mu`tazilah.

Inti ajaran faham Mu`tazilah adalah dasar keyakinan harus bersumber kepada
suatu yang qath`i dan sesuatu yang qath`i harus sesuatu yang masuk akal
(rasional). Itulah sebabnya maka kaum Mu`tazilah menolak ajaran al Qur`an
apalagi as Sunna yang tidak sesuai dengan akal (yang tidak rasional).
Sebagaimana penolakan mereka terhadap mu`jizat para nabi, adanya malaikat,
jin dan tidak percaya adaya takdir. Mereka berpendapat bahwa sunnatullah
tidak mungkin dapat berubah, sesuai dengan firman Allah :

Tidak akan ada perubahan dalam sunnatillah (Al Ahzab:62; lihat juga
Fathir:43 dan Al Fath:23).

Itulah sebabnya mereka tidak percaya adanya mu`jizat, yang dianggapnya tidak
rasional. Menurut mereka bila benar ada mu`jizat berarti Allah telah
melangar sunnah-Nya sendiri.

Sudah barang tentu pendapat seperti ini bertentangan dengan apa yang
dikajinya dari al Qur`an dan as Sunnah. Bukankah Allah menyatakan bahwa
dirinya :

(Allah) melakukan segala apa yang Dia kehendaki (Hud : 107)

untuk kehidupan manusia Allah telah memberikan hukum yang dinmakan
sunnatullah dan bersifat tetap. Tetapi bagi Allah berlaku hukum
pengecualian, karena sifat-Nya sebagai Pencipta yang Maha Kuasa. Allah
adalah Penguasa mutlak. Hukum yang berlaku bagi manusia jelas berbeda dengan
hukum yang berlaku bagi Allah. Bukankah Allah dalam mencipta segala sesuatu
tidak melalui hukum sunnatullah yang berlaku bagi kehidupan manusia ? Allah
telah menciptakan sesuatu yang tidak ada menjadi ada, menciptakan dari suatu
benda mati menjadi benda hidup. Adakah yang dilakukan Allah dapat dinilai
secara rasional ?

itulah diantara hal-hal yang dibahas oleh Abu Al-Hasan Al Asy`ary dalam segi
aqidah dalam rangka koreksi terhadap faham mu`tazilah, disamping masalah
takdir, malaikat dan hal-hal yang termasuk ghaibiyat.

Salah satu dialog beliau dengan Abu Ali Al Jubba`i yang terkenal adalan
mengenai, apakah perbuatan Allah dapat diketahui hikmahnya atau di ta`lilkan
atau tidakl. Faham Mu`tazilah berpendapat bahwa perbuatan Allah dapat
dita`lilkan dan diuraikan hikmahnya. Sedangkan menurut pendapat Ahlus Sunnah
tidak. Berikut ini dialog antara Abu Al Hasan dengan Abu Ali al Jubba`I



Al Asy`ary (A) : Bagaimana kedudukan orang mukmin dan orang kafir menurut
tuan?

Al Jubba`i (B) : Orang mukmin mendapat tingkat tinggi di dalam surga karena
imannya dan orang kafir masuk ke dalam neraka.



A : Bagaimana dengan anak kecil?

B : anak kecil tidak akan masuk neraka



A : dapatkah anak kecil mendapatkan tingkat yang tinggi seperti orang
mukmin?

B : tidak, karena tidak pernah berbuat baik



A : kalau demikian anak kecil itu akan memprotes Allah kenapa ia tidak
diberi umur panjang untuk berbuat kebaikan

B : Allah akan menjawab, kalau Aku biarkan engkau hidup, engkau akan berbuat
kejahatan atau kekafiran sehingga engkau tidak akan selamat.



A : kalau demikian, orang kafir pun akan protes ketika masuk neraka, mengapa
Allah tidak mematikannya sewaktu kecil agar selamat dari neraka.



Abu Ali Al Jubba`i tidak dapat menjawab lagi, ternyata akal tidak dapat
diandalkan.



Abu al Hasan Al Asy`ary dalam meninjau masalah ini selalu berdasar kepada
sunnah Rasulullah. Itulah sebabnya maka madzhab yang dicetuskannya lebih
dikenal dengan Ahlus Sunnah wal Jama`ah.



Abu al Hasan al Asy`ary Pencetus Faham Asy`ariyah



Namun karena pengaruh yang cukup dalam dari faham Mu`tazilah, pada mulanya
cetudan pendapat Abu al Hasan sedikit banya dipengaruhi oleh Ilmu Kalam.
Keadaan seperti ini sangat dimaklumi karena tantangan yang beliau hadapi
adalah kelompok yang selalu berhujjah kepada rasio, maka usaha beliau untuk
koreksi terhadap Mu`tazilah juga berusaha dengan memberikan jawaban yang
rasional. Setidak-tidaknya beliau berusaha menjelaskan dalil-dalil dari Al
Qur`an atau As Sunnah secara rasional. Hal ini dapat dilihat ketika beliau
membahas tentang sifat Allah dalam beberapa hal beliau masih menta`wilkan
sebagiannya. Beliau menyampaikan pendapatnya tentang adanya sifat Allah yang
wajib menurut akal.



Pada mulanya manhaj Abul Hasan Al Asy`ary dalam bidang aqidah menurut
pengkuan secara teoritis pertama berdasarkan naqli atau wahyu yang terdiri
dari Al Qur`an dan Al Hadits Al Mutawatir, dan kedua berdasarkan akal. Namun
dalam prakteknya lebih mendahulukan akal daripada naql. Hal ini terbukti
masih menggunakan penta`wilan terhadap ayat-ayat Al Qur`an tentang
sifat-sifat Allah, misalnya: yadullah diartikan kekuatan Allah, istiwa-u
Llah dikatakan pengasaan dan sebagainya.



Contoh lain misalnya dalam menetapkan dua puluh sifat wajib bagi Allah,
diawali dengan menetapkan hanya tiga sifat wajib, kemudian berkembang dalam
menyinmpulkan menjadi lima sifat, tujuh sifat, dua belas sifat atau dan
akhirnya dua puluh sifat atau yang lebih dikenal dengan Dua puluh Sifat
Allah. Dari dua puluh sifat itu tujuh diantaranya dikatakan sebagai sifat
hakiki sedang tigabelas yang lain sifat majazi. Penetapan sifat hakiki dan
majazi adalah berdasarkan rasio.



Dikatakannya, penetapan tujuh sifat hakiki tersebut karena bila Allah tidak
memilikinya berarti meniadakan Allah. Ketujuh sifat hakiki tersebut adalah
hayyun bihayatin, alimun bi ilmin, qadirun bi qudratin, sami`un bi sam`in,
basyirun bi basharin, mutakallimun bi kalamin dan muridun bi iradatin.
Sedangkan mengenai tiga belas sifat majazi bila dikatakan sebagai sifat
hakiki berarti tasybih atau menyamakan Allah dengan makhluk.



Ketika ditanyakan :Bagaimana menetapkan sifat hakiki tersebut, sedangkan
sifat itu secara lafziah sama dengan sifat-sifat yang dimiliki oleh makhluk?
Jawabannya: Sifat-sifat tersebut dari segi lafaz sama dengan makhluk, namun
bagi Allah SWT mempunyai arti `maha` sesuai dengan kedudukan Allah yang Maha
Kuasa. Kalau demikian seharusnya tidak perlu kawatir dalam menerapkan tiga
belas sifat yang lain dengan mengatakannya sebagai sifat hakiki bukan
ditetapkan sebagai majazi, dengan pengertian sebagaimana dalam menetapkan
tujuh sifat hakiki tersebut diatas, yakni walaupun sifat-sifat Allah dari
segi lafaz sama seperti sifat-sifat yang dimiliki oleh manusia, namun sifat
itu bila dinisbahkan kepada Allah akan mempunyai arti Maha.



Abu Al Hasan Al Asy`ary kembali ke Salaf



Pada akhirnya setelah banyak berdialog dengan seorang bernama Al Barbahari
(wafat 329 H), Abul Hasan Al Asy`ary menyadari kekeliruannya dalam pemahaman
aqidah terutama dalam menetapkan sifat-sifat Allah dan hal lain tentang
ghaibiyat. Empat tahun sebelum beliau wafat beliau mulai menulis buku Al
Ibanah fi Ushul Al-Diyanah merupakan buku terakhir beliau sebagai pernyataan
kembali kepada faham Islam sesuai dengan tununan salaf. Namun buku ini tidak
sempat terbahas secara luas di kalangan umat Islam yang telah terpengaruh
oleh pemikiran beliau sebelumnya.



Untuk mengenal lebih jauh tentang kaidah pemikiran beliau di bidang aqidah
sesudah beliau kembali ke metode pemikiran salaf yang kemudian lebih dikenal
dengan Salafu Ahli As Sunnah wa Al Jama`ah, beliau merumuskannya dalam tiga
kaidah sebagai berikut:



1. Memberikan kebebasan mutlak kepada akal sama sekali tidak dapat
memberikan pembelaan terhadap agama. Mendudukkan akal seperti ini sama saja
dengan merubah aqidah. Bagaimana mungkin aqidah mengenai Allah dapat tegak
jika akal bertentangan dengan wahyu.



2. Manusia harus beriman bahwa dalam urusan agama ada hukum yang bersifat
taufiqi, artinya akal harus menerima ketentuan wahyu. Tanpa adanya hukum
yang bersifat taufiqi maka tidak ada nilai keimanan.



3. Jika terjadi pertentangan antara wahyu dan akal maka wahyu wajib
didahulukan dan akal berjalan dibelakang wahyu. Dan sama sekali tidak boleh
mensejajarkan akal dengan wahyu apalagi mendahulukan akal atas wahyu.



Adapun manhaj Abul Hasan dalam memahami ayat (tafsir) adalah sebagai
berikut:

1. Menafsirkan ayat dengan ayat.

2. Menafsirkan ayat dengan hadits

3. Menafsirkan ayat dengan ijma`.

4. Menafsirkan ayat dengan makna zahir tanpa menta`wilkan kacuali ada dalil.

5. Menjelaskan bahwa Allah menurunkan Al Quran dalam bahasa Arab, untuk itu
dalam memahami Al Quran harus berpegang pada kaidah-kaidah bahasa Arab.

6. Menafsirkan ayat dengan berpedoman kepada asbabun-nuzul dari ayat
tersebut

7. Menjelaskan bahwa isi ayat Al Quran ada yang umum dan ada yang khusus,
kedua-duanya harus ditempatkan pada kedudukannya masing-masing.



Banyak sekali buku-buku karya Abul Hasan Al Asy`ary. Yang ditulis beliau
sebelum tahun 320 (sebelum kembali kepada manhaj salaf) lebih dari 60 buku.
Sedangkan yang ditulis sesudah tahun 320 hampir mencapai 30 buah buku,
diantara yang terakhir ini adalah Al Ibanah fi Ushul Ad Diyanah.



Wallahu A`lam.
dinukil dari assunnah no 1 / 1992



coba baca dan pelajari kitab tersebut ( al ibanah fii ushul ad diyanah )

10
Bursa Iklan dan Jual Beli / jual spin 125 cc off road hanya 7,5
« pada: 06 Oktober 2009, 08:25:54 »
assalamu alaikum
ana punya spin baru ( jakarta) warna hijau telor asin masih off road di jual nett 7,5 jt
bea pembuatan stnk dan bpkb kalau gak salah sekitar 1,5 jt kurang.

11
Selasar (SELingAn SAntai dan Ringan) / bea mengurusi motor off road
« pada: 02 Oktober 2009, 17:07:27 »
assalamu alaikum
ya ikhwah..
adakah yang tahu bea membuat bpkb motor
ana mempunyai sebuah motor spin 125 cc 2009
tapi masih kosongan ( baru tapi belum ada bpkb nya).
mksh ( maaf kalau salah masuk  :- )


Posting Digabung: 03 Oktober 2009, 12:12:54


hmm...gak ada yang tahu yah.. ???  ???

12
Internet dan Webmaster / bisakah nama website kita diganti ?
« pada: 17 September 2009, 12:33:42 »
assalamu alaikum,
ikhwah, mau nanya neh..
bisakah nama website kita diganti.
contoh kita sudah punya abc.com diganti dengan def.com
syukron

13
myQers Yogyakarta / Mohon masukannya
« pada: 10 September 2009, 19:42:32 »
assalamu alaikum,
ikhwah fillah....
ana dengan beberapa di teman di Yogyakarta insya Allah mau mendirikan baitul mal ( bukan BMT )
adakah antum yang sudah berpengalaman dalam mengelola Baitul Mal ( lembaga zakat infaq shodaqoh ),
mohon masukannya
jazakumullah khair

14
Fiqih, Akhlaq, & Ahkamul Islam / Baitul mal ( mohon masukannya)
« pada: 10 September 2009, 19:40:39 »
assalamu alaikum,
ikhwah fillah....
ana dengan beberapa teman insya Allah mau mendirikan baitul mal
adakah antum yang sudah berpengalaman dalam mengelola Baitul Mal ( lembaga zakat infaq shodaqoh ),
mohon masukannya
jazakumullah khair

15
Bursa Iklan dan Jual Beli / ABon Ayam
« pada: 23 Agustus 2009, 14:33:11 »
Sedia Abon Ayam curah.
Enak Dan Bergizi plus HALAL
125 rb/ kg
bisa dikirim keseluruh INDONESIA

Halaman: [1] 2

myAgenda!
myQomunitas!
mySholat!
Jadwal Sholat
Jadikan juga info seperti jadwal sholat ini pada websites mu :
myPromo-Deal!
Pernak-Pernik
  • myQripik produk baru!
  • Jaket
  • Kaos
  • Kalender
  • Stiker

SatNet
IMODE | myQ wiki | Quran Flash | Android | ChitCh@t | Plug-in | Radio | FB myQ Group
(c) 1999-2013, myQuran
Refresh Your Life!
Powered by SMF 2.0.4 | SMF © 2006–2010, Simple Machines LLC
XHTML | RSS | WAP2 | Mobile
Halaman dibuat dalam 0.728 detik dengan 17 queri.