46
Kabar dari Palestina / Re:Kota Gaza Jatuh ke Tangan Israel
« pada: 17 Januari 2009, 08:38:47 »
yang berjuang secara nyata saja masih punya RUH JIHAD....:
dikutip dari Info Palestine
Kepala Biro Politik Gerakan Hamas Khaled Misy’al menegaskan bahwa faksi-faksi perlawanan Palestina, betapapun kehancuran yang terjadi di Jalur Gaza, tidak akan menerima syarat-syarat Israel untuk menghentikan serangan. Karena perlawanan di tanah Gaza belum kalah dan Israel telah gagal di lapangan.
Berbicara atas nama faksi-faksi perlawanan di depan KTT Arab yang selenggarakan di ibukota Qatar, Doha, Jum’at (16/01), yang dihadiri sejumlah petinggi dan wakil faksi-faksi Palestina, Misy’al mengatakan bahwa Zionis Israel, meskipun dengan kepongahannya mereka membunuhi anak-anak serta menggempur rumah sakit-rumah sakit dan masjid-masjid. Israel melakukan kejahatan. Untuk itu dia menyerukan KTT Arab untuk bergerak mengecam Israel dan mengadilinya secepatnya.
Misy’al mengatakan, “Israel hari ini telah menjadi lemah untuk memenangkan atas perlawanan. bagaimana kalau menghadapi umat yang bersatu.” Dia menjelaskan bahwa Amerika saat ini tidak lagi memiliki hegemoni dan memaksakan syarat-syarat kepada kita. Amerika telah mengalami krisis akibat perlawanan Irak. Dia meminta negara-negara Arab untuk mengambil alternative-alternatifnya dan memperlakukan Amerika sebagai musuh.
Misy’al meminta KTT Arab mengadopsi tuntutan rakyat Palestina berupa penghentian agresi Israel, penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza, penghentian blokade dan pembukaan perlintasan. Dia menegaskan, Israel harus bertanggung jawab atas apa yang dialami rakyat Palestina berupa kehancuran dan banyaknya korban.
Dia menegaskan, “Hak bangsa Palestina melakukan perlawanan dan memperkuan perjuangan rakyatnya sampai penjajah hengkang. Kami serukan untuk menghentikan segala bentuk normalisasi dan hubungan dengan Israel dengan segala bentuknya, melakukan aktifasi boikot terhadap Israel.” Dia menyerukan dukungan terhadap ajakan Amir Qatar dengan upaya Arab kemudian internasional untuk mengaktifkan kembali Jalur Gaza. Dia juga menyerukan para mediator Arap untuk memperhatikan kepentingan Palestina
dikutip dari Info Palestine
Kepala Biro Politik Gerakan Hamas Khaled Misy’al menegaskan bahwa faksi-faksi perlawanan Palestina, betapapun kehancuran yang terjadi di Jalur Gaza, tidak akan menerima syarat-syarat Israel untuk menghentikan serangan. Karena perlawanan di tanah Gaza belum kalah dan Israel telah gagal di lapangan.
Berbicara atas nama faksi-faksi perlawanan di depan KTT Arab yang selenggarakan di ibukota Qatar, Doha, Jum’at (16/01), yang dihadiri sejumlah petinggi dan wakil faksi-faksi Palestina, Misy’al mengatakan bahwa Zionis Israel, meskipun dengan kepongahannya mereka membunuhi anak-anak serta menggempur rumah sakit-rumah sakit dan masjid-masjid. Israel melakukan kejahatan. Untuk itu dia menyerukan KTT Arab untuk bergerak mengecam Israel dan mengadilinya secepatnya.
Misy’al mengatakan, “Israel hari ini telah menjadi lemah untuk memenangkan atas perlawanan. bagaimana kalau menghadapi umat yang bersatu.” Dia menjelaskan bahwa Amerika saat ini tidak lagi memiliki hegemoni dan memaksakan syarat-syarat kepada kita. Amerika telah mengalami krisis akibat perlawanan Irak. Dia meminta negara-negara Arab untuk mengambil alternative-alternatifnya dan memperlakukan Amerika sebagai musuh.
Misy’al meminta KTT Arab mengadopsi tuntutan rakyat Palestina berupa penghentian agresi Israel, penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza, penghentian blokade dan pembukaan perlintasan. Dia menegaskan, Israel harus bertanggung jawab atas apa yang dialami rakyat Palestina berupa kehancuran dan banyaknya korban.
Dia menegaskan, “Hak bangsa Palestina melakukan perlawanan dan memperkuan perjuangan rakyatnya sampai penjajah hengkang. Kami serukan untuk menghentikan segala bentuk normalisasi dan hubungan dengan Israel dengan segala bentuknya, melakukan aktifasi boikot terhadap Israel.” Dia menyerukan dukungan terhadap ajakan Amir Qatar dengan upaya Arab kemudian internasional untuk mengaktifkan kembali Jalur Gaza. Dia juga menyerukan para mediator Arap untuk memperhatikan kepentingan Palestina



