Pesan |
Topik |
Lampiran
Seksi ini mengijinkan Anda untuk melihat semua tulisan yang dibuat oleh anggota ini. Catatan bahwa Anda hanya bisa melihat tulisan yang dibuat dalam area di mana Anda memiliki akses terhadapnya.
Pesan - hyena
1
« pada: 01 Desember 2007, 13:10:09 »
selama beberapa bulan terakhir saya berolahraga dengan mengambil gerakan-gerakan tari perut.
tetapi kemudian saya mendengar bahwa tari perut yang sekarang menjadi tarian rakyat di mesir awalnya merupakan tarian ritual dalam upacara pemujaan para dewi. apakah ada yg pernah mengetahui sejarah tarian ini? karena saya sangat menyukai jenis tarian ini disamping tarian yg lain.
secara akidah bolehkah kita menari perut? apakah perubahan yg terjadi dalam tari perut menjadikan kita tidak tasyabbuh lagi? atau dia tetap haram selamanya?
menari yg saya maksud disini tentu dilakukan didalam rumah dan hanya dipertunjukkan untuk suami saja. saya hanya bertanya dari sisi akidahnya saja. jazakumullah khairan katsira.
2
« pada: 15 Januari 2007, 19:27:51 »
bagaimana ya cara ngatasin anak yg tidurnya ngigau sambil ber-teriak2? ada yg punya solusi?
3
« pada: 15 Januari 2007, 19:17:31 »
innalillahi wa inna ilaihi raji'un.
4
« pada: 12 Januari 2007, 22:37:25 »
saya punya kisah nyata, seorang ibu melahirkan di rs. umum dengan bantuan seorang dokter kandungan laki2, setelah melahirkan, dokter ini meninggalkan ibu tersebut karena 'urusannya' telah selesai, tidak lama kemudian sang ibu mengalami pendarahan banyak sampai bergumpal-gumpal. untungnya saat itu ada seorang dokter lain yg belum pulang (saya tidak tahu apakah dokter kandungan atau bukan) sehingga nyawa sang ibu ini bisa tertolong (kalau tidak ada dokter, entah apa yg akan terjadi). apakah dokter kandungan laki2 tersebut bisa dikatakan lalai dlm melakukan tugasnya? bisakah dituntut secara hukum?
5
« pada: 12 Januari 2007, 22:32:18 »
menurut saya lebih baik melahirkan di rs. bersalin yg ada praktek dokter sekaligus bidan 24 jam. dulu saya begitu ketika melahirkan, jadi kalau ada apa2/masalah ketika melahirkan bisa langsung memanggil dokter.
6
« pada: 05 Januari 2007, 12:57:07 »
@ atasku sehat itu kan modal awal utk berbuat baik  meskipun memang tidak harus selalu dgn fitness sih, olahraga di rumah juga boleh aja, tiap orang kan kecenderungan n kebutuhannya berbeda.
7
« pada: 04 Januari 2007, 19:51:32 »
@zahra haitham aikido olahraga-nya kayak apa ya? apa bedanya sama taekwondo? klo g salah stephen seagal beladiri-nya aikido ya?
8
« pada: 04 Januari 2007, 19:50:01 »
waktu sd dan smp saya prnh ikut taekwondo, tp skr udh nggak lagi, saya lagi nyari thifan untuk akhwat, sy ingin olahraga yg sesuai fitrah saya sebagai wanita, taekwondo bikin saya jadi cewek tomboy  pengen lebih feminin  kan skr udh jadi seorang ibu
9
« pada: 04 Januari 2007, 09:47:46 »
thifan khusus akhwat namanya aliran putri gading.... aku bc di mjlh ummi koq namanya mutiara biru ya?  klo ada yg tau info thifan u/ akhwat di tangerang pm aku dong, please... btw, klo ada akhwat yg mau latihan bareng, ajakin kita ya
10
« pada: 04 Januari 2007, 07:48:51 »
@ atasku saya cuma lihat fotonya  makasih udah ngeralat
11
« pada: 04 Januari 2007, 00:29:06 »
@ bang rafi ramdani antum pakai personal trainer?
12
« pada: 04 Januari 2007, 00:27:23 »
Di Bandar Lampung sini rata-rata untuk member sekitar Rp 35.000,- s/d Rp 45.0000,- per bualannya. wah murah amat, di celebrity fitness (karawadi-tangerang) 400.000/bln. ada yg tau tempat fitness lain di tangerang gak ya..Kalau dirumah baiknya tambahan saja seperti : skipping, push-up, sit-up, serta lari.
Lari alias jogging itu bagus sekali lho, terutama untuk membakar lemak. Apalagi untuk yang ikut beladiri (larinya siang hari) untuk melatih kekuatan tubuh. waduh  , jd selain fitness antum berolahraga jg di rmh? ck, ck, ck... nggak kebanyakan tuh akh, hal apapun termasuk olahraga kan nggak boleh terlalu over tuh
13
« pada: 04 Januari 2007, 00:11:34 »
@wigu badur
- berlatih thifan, bagi yg berkacamata, apakah kacamatanya hrs dilepas?
14
« pada: 03 Januari 2007, 23:54:05 »
sayah kalo punya uang juga akan begituh, pan merawat ituh tanda syukur cuman krn ga ada doku ya merawatnyah yang standar2 ajah...
setuju, ukh!
15
« pada: 03 Januari 2007, 23:49:30 »
buat saya berolahraga itu suatu keharusan, untuk menjaga kesehatan, bukankah itu salah satu wujud syukur kita kpd Allah? memang sangat disayangkan para akhwat banyak yg malas utk berolahraga, meski tentu tidak semua, saya juga maklum karena memang saat ini sarana olahraga untuk muslimah sangat jarang bahkan sulit. saya pribadi mau fitness aja repot sekali hrs tanya sana-sini untuk mencari yg khusus muslimah, begitu juga tempat berenang dsb. sehingga utk berolahraga (baca: hidup sehat) saja seseorang hrs mempunyai tekad yg kuat  tapi sulitnya mendapatkan fasilitas buat olahraga bagi para muslimah bukan halangan utk hidup sehat krn olahraga bisa dilakukan dimana aja, rumah, kantor, dimana aja. buat saya olahraga ya tujuannya ingin sehat, kalau ternyata membentuk tubuh menjadi indah (istilah ayyashiyahya: seksi) ya itu mah bonus namanya, kalau olahraga teratur otomatis dong tubuh jadi kencang dan kulitpun jadi bagus.
|
myAgenda!
myQomunitas!
mySholat!
Jadikan juga info seperti jadwal sholat ini pada websites mu :
myPromo-Deal!
Pernak-Pernik
- myQripik produk baru!
- Jaket
- Kaos
- Kalender
- Stiker
|