Pesan |
Topik |
Lampiran
Seksi ini mengijinkan Anda untuk melihat semua tulisan yang dibuat oleh anggota ini. Catatan bahwa Anda hanya bisa melihat tulisan yang dibuat dalam area di mana Anda memiliki akses terhadapnya.
Pesan - zeinhaekal
Halaman: 1 [2] 3 4 ... 272
16
« pada: 11 Januari 2013, 08:39:31 »
^ dear zein, mari kita tanyakan ke miami.... apa maksudnya dia munculkan contoh " misalnya saja... menghindari wanita berpakaian menyerupai laki2 yakni memakai celana..., dsb"
biar sama2 clear  saya hanya mengikuti saja logika yg disampaikan miami... saya menganggap ngangkang lebih cenderung pake celana, pake celana menyerupai laki2, menyerupai laki2 tdk boleh, maka tidak boleh juga pake celana, karena semua itu dasarnya adalah pengaruhnya thdp laki2 yg bisa menyebabkan piktor dan akhirnya bisa meningkatkan "rape statistic", maka bisa jadi ketika rape statistiuc tetap meningkat walaupun perempuan tidak lagi pake celana (karena misalnya laki2 tetap saja pada bejat), logika berlanjut menjadi [erempuan tidak boleh keluar terbukti dg berkeliarannya perempuan di jalan meningkatkan piktor laki2 sehingga rape statistic meningkat, akhirnya keluarpun perempuan dilarang!!!!
bagaimana miami? 
yaaaah.... tanya lah sama ente  saya mah gak kenal yang namanya miami wkwk dengan nyuruh saya nanya, kan ente melakukan logical fallacy lagi  melemparkan beban pembuktian kepada orang lain, terhadap pernyataan yang ente bikin sendiri...
17
« pada: 11 Januari 2013, 08:37:39 »
18
« pada: 10 Januari 2013, 15:23:56 »
ooo pasti lah zein.... anda punya 1000 untuk bikin 5 perda (ini baru bikinnya lho ya, belum penegakannya) let say ada pilihan : a,b,c,d,e, z masiung2 pukul rata biayanya sama sebesar 200 dg analisa: jika a efektif diterapkan maka akan dapat benefit 1000 b efektif diterapkan maka akan dapat benefit 2000 c efektif diterapkan maka akan dapat benefit 500 d efektif diterapkan maka akan dapat benefit 2000 e efektif diterapkan maka akan dapat benefit -1000 z efektif diterapkan maka akan dapat benefit 300
maka jelas akan sangat berpengaruh alokasi resourcesw tsb. jika anda alokasikan untuk a,b,c,d,e --> benefit anda 4500
jika anda alokasikan untuk a,b,c,d,z --> benefit anda 5800
seni dari pengelolaan pemerintahan adalah menentukan prioritas alokasi tadi.... salah memilih, maka resources yg sudah terbatas tsb akan menghilangkan peluang mendapatkan benefit yg lebih besar jika memilih dg tepa!!!!!!!!!
ada data konkritnya? ketimbang hanya pengandaian saja...  kalau pengandaian saja siih, saya juga bisa bilang kalau di contoh agan: jika anda alokasikan untuk a,b,c,d,e --> benefit anda 4500
jika anda alokasikan untuk a,b,c,d,z --> benefit anda 5800
bisa diisi apa saja untuk a,b,c,d,e,dan z-nya  a bisa berarti PERDA PENDIDIKAN GRATIS , b bisa berarti LARANGAN BAGI WARGA TIDAK MENYEKOLAHKAN ANAKNYA (bila perlu diberi sanksi kalo tidak menyekolahkan anaknya), c bisa berarti PERDA JAMKESDA which is, keduanya sama2 dikandung oleh 2 opsi di atas... cuma beda di z dan e... dimana bisa saja dibilang, perda larangan itu adalah e (bernilai negatif) atau perda larangan itu adalah z (bernilai positif) namanya cuma berandai-andai kan? sah-sah saja  kecuali sudah ngomong data konkrit
19
« pada: 10 Januari 2013, 15:19:50 »
lhi jadi kalo ngangkang pasti pake celana yah? hihihihihi...... trs nanti ada perda "PEREMPUAN DILARANG PAKAI CELANA" --> padahal laki2 tdk dilarang pake "daster (baca gamis)" trs, nanti karena piktor-nya laki2 tetap aja muncul.... keluar lagi perda: "PEREMPUAN DILARANG KELUAR RUMAH" karena menimbulkan pikiran kotor bagi laki2 yg melihat perempuan diluar rumah ampyuuuun deh!
ini juga logical fallacy: Appeal to consequencesan argument that concludes a hypothesis (typically a belief) to be either true or false based on whether the premise leads to desirable or undesirable consequences Mana mungkin kita menyatakan sesuatu itu salah/benar, hanya karena ada kemungkinan, sesuatu itu menuju ke sesuatu yang lain (yang belum tentu terjadi)?
20
« pada: 10 Januari 2013, 15:15:20 »
zein, seni dari manajemen adalah mengalokasikan resources yg terbatas untuk menghasilkan manfaat sebesar2nya... perumusan PERDA menggunakan resoureces yg tdk sedikit...belum lagi nanti ketika memastikan penerapan perda tsb bisa efektif, perlu waktu, dan sumber daya yg luar biasa... disinilah kebijaksanaan pemimpin diuji, bagaimana mereka bisa menentukan prioritas dg sumber daya yg terbatas...
saya sih kalau sedang memanage developer Kaskus, kalau bisa dikerjakan 2-2nya ya kerjakan secara paralel, ngapain mesti sequensial? Pertanyaannya memangnya task A menghambat pengerjaan task B? Berapa resource yang digunakan oleh task A? Berapa resource yang digunakan oleh task B? Apakah penggunaan resource task A mengurangi jatah resource task B? kalau iya, maka bikin skala prioritas kalau tidak, ya kerjakan 2-2nya... simple tho?
21
« pada: 10 Januari 2013, 15:13:24 »
harus hati2 dalam melabeli sbg " logical fallacy", bisa jadi justru yg anda sampaikan adalah itu sendiri... dalam konteks pemerintahan, peranan pemerintah adalah memaksimalkan pelayanan bagi sebesar2nya kemashlahatan warga dg resources yg terbatas.... skrg perumusan PERDA itu menggunakan resource yg tidak sedikit, blom lagi nanti untuk menjamin efektifitas pelaksanaannya
maka harusnya pemerintah dan drpd disana dg anggaran dan resources yg terbatas berpikir membuat PERDA yang lebih memberi manfaat yg nyata bagi masyarakat misal: PERDA PENDIDIKAN GRATIS , LARANGAN BAGI WARGA TIDAK MENYEKOLAHKAN ANAKNYA (bila perlu diberi sanksi kalo tidak menyekolahkan anaknya), PERDA JAMKESDA, dll.....
ok... let's say resource daerah situ adalah X. Berapa dari X yang digunakan untuk perda tersebut? dan apakah nilai itu mengurangi jatah untuk perda lainnya?
23
« pada: 10 Januari 2013, 14:57:21 »
hahahahaha........ menarik, namun mari kita lihat prioritasnya zein... apakah lebih penting ngurusin perempuan dibonceng ngangkang yg mudhorotnya masih diperdebatkan daripada mikirin pendidikan dan kesehatan warga?
gak bisa pake istilah mana yang lebih penting, mana yang kurang penting gan... misal: Mana lebih penting? Ngurusin nangkep koruptor or nangkep maling ayam? Jelas koruptor kan? tapi apa itu berarti gak boleh nangkep maling ayam? Jadi itu logical fallacy, membandingkan sesuatu dengan sesuatu yang lebih penting, sekedar untuk menegasikan sesuatu tersebut...
24
« pada: 10 Januari 2013, 14:49:35 »
Aisyah, banyak masalah umat ini yg lebih urgent. Gak usah utak-atik yg ginian..... Coba tanyakan ke walkot dan dprd-nya: 1. Apakah semua warganya sudah makmur? 2. Apakah semua warganya sudah mendapatkan akses kesehatan memadai? 3. Apakah semua warganya mendapatkan akses pendidikan yg layak? 4. Apakah kriminalitas masih banyak terjadi disana? 5. Apakah layanan publik sudah disediakan dengan layak?
Masih banyak lagi isu yg harusnya diprioritaskan dibandingkan ngatur perilaku org yg dibonceng. Apalagi bawa2 nama syariat islam.....itu hanya mengkerdilkan islam itu sendiri..... Memonsterisasi syariat...... Seolah kalo bicara syariat islam itu adalah pembelengguan... Padahal tujuan syariat islam ditegakkan adalah kemaslahatan umat dalam artian yg luas!!!!
logika menunggu masalah yang besar selesai sebelum memikirkan masalah kecil, itu bahaya buat umat... Apa kalau gaji belum bisa memakmurkan anak-istri, lalu tidak boleh memikirkan sunat-nya anak? Kan gak gitu juga...
25
« pada: 07 Januari 2013, 20:35:09 »
26
« pada: 04 Januari 2013, 19:36:45 »
Pernah sih bawa Xenia 140 Km/Jam... Tapi itu udah kayak ngendarain topan... getar sana-sini  Bener juga sih, nih saksi mata, pake Avanza (yang sama aja dengan Xenia), kok kayak sehari-hari bawa 140 Km/Jam ya? Yang jelas, perlu dilihat juga, apakah ada pintu Luxio yang tidak terkunci sehingga bisa terbuka dan melemparkan penumpangnya gitu?
28
« pada: 03 Januari 2013, 02:08:48 »
Kalau di berita2 detiknews n liputan 6, kecepatan BMW adalah 100 km/jam (?). Selisih kecepatan adalah 20 km/jam(?). Nah, kebetulan mobil ane baru aja nabrak dinding rumah tetangga pas dipake belajar nyetir sama istri... Itu sekitar 30-40 km/jam. Dindingnya gak berbekas sama sekali  . Entah luxio bahannya lebih lapuk or gimana, sampai 20 km per jam bisa kayak gitu akibatnya yaa... Mesti dipantau ini, perlakuan polisi apakah adil baik dalam menyelidiki maupun membuat pelaporan.
29
« pada: 03 Januari 2013, 01:57:16 »
Luxionya tha  Soalnya di koran tempo kok kayaknya BMWnya yaaa wkwk apa ane bacanya sambil ngantuk di lantai kereta yaa hehe
30
« pada: 02 Januari 2013, 21:26:10 »
Ini bingung juga sih... Di tol, kecepatan 80 km/jam sih malah keitung lambat... Lha wong kecepatan minimalnya aja 80 km/jam... Saya malah seringnya 140-150 km/jam di tol.
Jadi kemungkinannya: 1. Kecepatan BMW dipas2in ke kecepatan minimum sehingga tidak terlihat bersalah 2. Mobil luxio sedang berhenti (?) Karena kalau ingat pelajaran fisika dulu, seandainya tuh luxio 40 km/jam, berarti selisihnya cuma 40 km/jam. Gak mungkin ringsek mobil nabrak 40 km/jam... 3. Mobil luxio ceroboh tidak mengunci pintu dengan benar sehingga terbuka ketika ditabrak.
Kuncinya di kecepatan BMW. Angka 80 km/jam akan menyebabkan BMW tidak bersalah, atau worst casenya, luxio yg salah.
Halaman: 1 [2] 3 4 ... 272
|
myAgenda!
myQomunitas!
mySholat!
Jadikan juga info seperti jadwal sholat ini pada websites mu :
myPromo-Deal!
Pernak-Pernik
- myQripik produk baru!
- Jaket
- Kaos
- Kalender
- Stiker
|