1
Aqidah Islam / pernikahan sunni-syiah
« pada: 21 September 2009, 11:10:26 »
hukumnya gimana ya?
apakah boleh?
apakah boleh?
|
Seksi ini mengijinkan Anda untuk melihat semua tulisan yang dibuat oleh anggota ini. Catatan bahwa Anda hanya bisa melihat tulisan yang dibuat dalam area di mana Anda memiliki akses terhadapnya. 1
Aqidah Islam / pernikahan sunni-syiah« pada: 21 September 2009, 11:10:26 »
hukumnya gimana ya?
apakah boleh? 2
Ibu dan Anak / mainan anak« pada: 06 Juli 2009, 10:30:15 »
punya pengalaman memberikan mainan anak sesuai umur, untuk merangang kecerdasan, motorik anak, konsentrasi dll? sharing di sini ya
![]() saya lagi bingung mo beliin mainan anak yang cocok nih, anak saya sekarang udah mau 6 bulan 3
Hukum dan Dunia Politik / Tim SBY Keberatan dengan Monolog Butet (pada kampanye damai)« pada: 12 Juni 2009, 22:39:09 »
JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Kampanye pasangan calon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan calon Wakil Presiden Boediono (SBY-Boediono) keberatan dengan penampilan tim kesenian pasangan capres dan cawapres Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Soebianto (Mega-Pro), yang mempersembahkan tarian-tarian diselingi monolog Butet Kertarejasa dalam Deklarasi Pemilu Damai, Rabu (10/6) malam lalu.
Keberatan Tim SBY-Boediono, di antaranya karena undangan yang disampaikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam Deklarasi Pemilu Damai, adalah untuk menampilkan tim kesenian berikut dengan orasi capres dan cawapres masing-masing. Namun, kenyataannya tim kesenian pasangan Mega-Pro justru menampilkan orasi tambahan di luar capres dan cawapres dengan waktu yang dinilai lebih panjang. Menurut Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng, yang juga Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, saat ditanya pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Kamis (11/6), penampilan Butet Kertaredjasa dinilai sebagai orasi tambahan capres dan cawapres yang mencerminkan kekurangyakinan capres dan cawapres menyampaikan pidatonya. "Tampaknya, ada yang kurang PD berorasi berdua saja. Karena memang yang diundang berorasi adalah capres dan cawapres. Akan tetapi, rupayanya ada yang membutuhkan orang ketiga untuk berorasi di situ. Mungkin kurang PD kalau hanya berorasi berdua saja," komentar Andi. Menurut Andi, Tim SBY-Boediono menampilkan kesenian sebagaimana diminta KPU. "Kalau kami, semalam, diminta menampilkan kesenian. Kami membawa tim kesenian yang baik, untuk menghibur para hadirin dan penonton juga. Dan, yang berorasi hanya capres dan cawapres saja sesuai dengan permintaan KPU. Katanya, kampanye damai. Tidak saling menyerang, karena itu kampanye damai, santun, dan berbudaya dalam berkompetisi," tambah Andi. Ditanya apakah itu artinya yang dibawakan Butet bukan kesenian, Andi menjawab bahwa monolog itu lebih bersifat orasi. Bahkan, meski yang membawakan monolog seorang seniman, Andi tetap menganggap sebagai bentuk orasi. "Yang saya lihat semalam adalah orasi dan orang ketiga untuk berorasi yang dibawa oleh capres tertentu," ujarnya. Andi sendiri tidak menjawab bahwa Tim SBY-Boediono memprotes atas munculnya Butet yang dianggap Tim SBY-Boediono kecolongan. "Itu tanya KPU," katanya. Tak perlu tersinggung Sementara, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional JK-Win Yuddy Chrisnandy mendukung kreasi seni monolog yang dibawakan Butet dalam acara Deklarasi Pemilu Damai. "Saya melihat itu masih dalam batas wajar. Itu, bagian dari ekspresi seni monolog yang mengandung pesan-pesan moral seperti melakukan pilpres dengan jujur dan adil, tanpa kecurangan dan sebagainya," kata Yuddy. Menurut Yuddy, justru kehadiran Butet mengingatkan kepada masing-masing capres dan cawapres untuk mengikuti dan menjalankan pilpres dengan sebaik-baiknya. Jadi, itu tidak hanya ditujukan kepada capres dan cawapres tertentu saja. Apa yang dibawakan oleh Butet juga sebuah kritik sosial dan pesan yang harus dilaksanakan oleh penyelenggara pilpres dan para capres sertya cawapres, tambah Yuddy. Tentang keberatan Tim SBY-Boediono atas kehadiran Butet Kertaredjasa, Yuddy justru menyayangkan. Sebenarnya, tidak perlu tersinggung apalagi ada upaya untuk menghentikan kreasi seni yang sarat dengan kritik sosial seperti itu. Anggaplah itu sebuah ekspresi berkesenian seorang Butet yang selama ini memang sudah dikenal membawakan pe san-pesan moral. "Tujuannya, kan supaya masyarakat, KPU dan capres cawapres ikut terlibat dalam pesta lima tahunan itu," jelas Yuddy. Ditanya apakah monolog yang disampaikan Butet merupakan sebuah orasi tambahan, Yuddy juga membantah. "Bukan. Itu seni monolog, dan bukan untuk menyerang siapapun," lanjut Yuddy lagi. --- kalau menurut saya pribadi, tim mega-prabowo udah berlebihan, ini kan kampanye damai, ga perlu lah nyindir2, ga pada tempatnya... dari pada berkomentar negatif, mending komentarnya positif untuk kebaikan bangsa, harusnya sikap seperti itulah yang dikedepankan. di sisi lain, setuju dengan Yuddy, tim SBY ga perlu tersinggung... anggep aja omelan ibu2 ![]() keliatan siapa capres yang memiliki sifat negarawan
4
Ibu dan Anak / Bila si kecil terlambat bicara« pada: 29 Maret 2009, 12:37:59 »
Faktor penyebab, diantaranya :
1. Anak-anak yang diasuh oleh orang tua/pengasuh yang pendiam. 2. Anak-anak yang dimanja sehingga tanpa bicara pun, misal hanya menunjuk-nunjuk, sudah mendapatkan apa yang diinginkan. 3. Otot bicara kurang terlatih karena seperti diketahui organ untuk bicara dan organ untuk makan adalah sama. 4. Adanya gangguan perkembangan seperti autisme, mental retardation, dan sebagainya. 5. Adanya keterbatasan fisik, seperti pendengaran terganggu, bibir sumbing, dan sebagainya. 6. Setelah diketahui faktor penyebab maka dapat diupayakan penanganannya baik yang bisa dilakukan oleh orang tua, tapi ada juga yang harus melibatkan ahli. Keterlambatan yang bisa diatasi sendiri : 1. Menyebut nama-nama anggota tubuh. Misal, “Ini tangan mama, ini tangan adek”. 2. Ketika anak bicara tidak jelas tapi kita mengerti maksudnya, maka perbaiki kata-katanya lalu minta dia untuk mengulangnya secara jelas. Misal, Ketika si kecil meminta susu tapi n hanya menunjuk-nunjuk, maka orang tua bisa mengatakan, “Adek mau susu ya, ayo bilanng dulu”. 3. Mengucapkan nama benda yang digunakan sehari-hari dengan cara terus mengulang-ulang dan memintanya mengikuti. 4. Sering-sering lah ajak anak bicara terutama dalam suasana yang menyenangkan. Sesekali keraskan suara atau pertegas intonasi bila anak terlihat tak mengerti. 5. Jika ada konsonan yang masih sulit diucapkan di usia 12-18 bulan, beri kesempatan untuk terus mengulanginya. Keterlambatan yang harus melibatkan ahli : 1. Sampai usia 12 bulan sama sekali belum bisa babbling (misal ; baba, mama; dada). 2. Sampai usia 18 bulan belum ada kata pertama yang cukup jelas. 3. Terlihat kesulitan mengucapkan beberapa konsonan. 4. Sepertinya tidak memahami kata-kata yang kita ucapkan. 5. Terlihat berusaha sangat keras untuk mengatakan sesuatu, misal sambil ngeces atau raut muka berubah. Selain itu orang tua juga bisa melakukan terapi yang menyenangkan buat anak yang kesulitan bicara, berikut caranya : 1. Meniup balon sampai besar atau membuat gelembung balon dari air sabun. 2. Menip gumpalan tisu dari ujung mejasatu ke ujung meja lainnya. 3. Meniup lilin. 4. Main seruling / terompet. 5. Minum dengan sedotan kecil atau sedotan yang berkelok-kelok. 6. Berteriak dengan mulut terbuka lebar mengucapkan , “a e i o u”. http://dokteranakku.com/?p=70 Posting Digabung: 29 Maret 2009, 12:41:49 kalau anak terlambat bicara, dan berdasarkan tulisan di atas sudah ada tanda2 yang membuatnya harus konsultasi pada tenaga ahli, jangan ragu2 segera dikonsultasikan. adik saya terlambat bicara, waktu itu 1 tahun 10 bulan belum bisa bicara jelas, hanya bisa mama papa dan kakak... diperiksakan di RS Fatmawati bagian tumbuh kembang, dari dokter anak ke dokter THT periksa BERA (radiologi untuk memeriksa syaraf) disimpulkan ada gangguan pendengaran walau tidak parah (masih bisa mendengar) dan sekarang ikut terapi wicara... alhamdulillah sudah banyak kemajuan 5
Ibu dan Anak / Menduakan cinta« pada: 21 Maret 2009, 12:40:00 »
ga tau nih judul dan tempatnya cocok apa ngga ya...
semenjak ada si buah hati, aku jadi ngerasa ga enak nih sama suami, kesannya menduakan cinta. bisa dibilang nyaris seluruh hidup dan perhatianku tercurah pada si kecil. saya masih belum bisa nyerahin urusan anak ke orang lain, paling suamiku yang ikut bantu2 biar aku bisa ngerjain yang lain untuk sementara. tapi selebihnya boleh dibilang kupegang sendiri. aku tahu, suamiku pasti ngerti, tapi kadang aku ngerasa sedikit bersalah juga... ada yang punya pengalaman sama? gimana ngatasinnya? 6
Ibu dan Anak / Rekomendasi Dokter Spesialis Anak« pada: 25 Februari 2009, 12:46:17 »
Ada yang punya rekomendasi DSA yang dipercaya? yuk sharing
![]() kalo anak saya dokter anaknya http://www.dradityaspa.blogspot.com saya sangat cocok dengan dokter adit, soalnya informatif banget, saya juga dikasih diagram tumbuh kembang untuk pantau perkembangan bayi per minggu. dia juga ga suka sembarangan kasih obat, dan kalopun kasih obat ga pernah yang mahal2 selagi ada yang murah dengan khasiat yang sama. selain itu biaya konsultasinya juga relatif lebih murah dari dokter anak lainnya. bahkan saya pernah ga bayar, karena baru 5 hari sebelumnya datang konsultasi (saya datang lagi gara2 saya kirain anak saya mencret karena tiap 2 jam sekali bab, ternyata itu normal untuk bayi dibawah 2 bulan) 7
OBrolan ummAT (OBAT) / Baby Boomers... antara HAM dan krisis multi dimensi« pada: 11 September 2008, 10:12:34 »
Indonesia Terancam Baby Boomers
MEDAN, RABU - Jika tak diantisipasi, dalam 25 tahun ke depan Indonesia terancam mengalami baby boomers atau ledakan jumlah kelahiran bayi. Jumlah penduduk Indonesia 25 tahun mendatang bisa mencapai lebih dari 300 juta jiwa. Menurut Kepala Pusat Pelatihan Jender Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Djoko Sulistyo, baby boomers diprediksi terjadi pada 25 tahun mendatang. Djoko mengatakan, baby boomers secara alamiah bisa terja di di daerah-daerah pascakonflik seperti Aceh. "Tetapi ada juga yang terjadi ketika pasangan usia subur mencapai jumlah terbanyak dari komposisi penduduk yang ada. Penduduk usia produktif ini berada dalam jumlah paling banyak pada 25 tahun mendatang. Kalau ini tidak diantisipasi dengan program keluarga berencana (KB), bisa terjadi ledakan jumlah penduduk," kata Djoko di Medan, Rabu (12/3). Djoko mengungkapkan, saat ini jumlah penduduk Indonesia sebanyak 227 juta jiwa . Dengan tingkat pertumbuhan penduduk 1,3 persen per tahun, idealnya dalam 25 tahun mendatang jumlah penduduk Indonesia 250 juta jiwa. "Tetapi kalau terjadi baby boomers, penduduk Indonesia 25 tahun mendatang bisa lebih dari 300 juta jiwa," katanya . Pemerintah lanjut Djoko tak bisa lagi mengendalikan jumlah penduduk melalui program KB yang dimobilisasi secara massal. "Kalau dulu pemerintah menggerakkan orang untuk ber-KB, sekarang kan KB malah jadi komoditas. Masyarakat dengan kesadarannya sendiri menjadi akseptor KB," katanya. Hanya saja, masyarakat yang secara suka rela menjadi akseptor KB biasanya datang dari kalangan ekonomi menengah ke atas. Sementara jumlah peserta KB dari kalangan keluarga miskin yang justru masih cukup rendah. "Apalagi hubungan seks bagi keluarga miskin dianggap menjadi salah satu bentuk rekreasi yang paling murah. Kalau ini dibiarkan akan terus menjadi pendorong pertumbuhan penduduk yang tak terkontrol," katanya. Kesulitan yang membayang jika penduduk Indonesia 25 tahun mendatang mencapai lebih dari 300 juta jiwa adalah persoalan ketahanan pangan. Saat ini saja menurut Djoko, Indonesia dibayangi krisis pangan, apalagi tahun-tahun mendatang saat jumlah penduduk bertambah banyak. Dalam kesempatan yang sama Kepala BKKBN Provinsi Sumut Indra Wardhana mengungkapkan, angka kematian ibu saat melahirkan di Sumut lebih tinggi dibanding rata-rata nasional. Angka kematian ibu saat melahirkan di Sumut mencapai 320 per 100.000 kelahiran. Jumlah ini lebih tinggi dari rata-rata nasional yang mencapai 307 per 100.000 kelahiran. "Penyebabnya antara lain karena banyak ibu yang hamil di bawah usia 20 tahun dan di atas usia 40 tahun, serta banyak ibu yang melahirkan lebih dari tujuh kali. Resiko kematian ibu menjadi tinggi, ketika dia melahirkan bayi lebih dari tiga kali," kata Indra. Menurut Indra, KB bisa menjadi salah satu alternatif untuk menekan angka kematian ibu saat melahirkan. "Problemnya sama, masih banyak keluarga miskin di Sumut yang belum ikut KB . Kesadaran ini yang akan kami gugah ke mereka," katanya. [/b] http://www.kompas.com/read/xml/2008/03/12/2003351/indonesia.terancam..baby.boomers. ----- memiliki anak? bagi orang yang telah menikah tentu sangat dinanti-nantikan... sebagai penyejuk mata, tumpuan harapan dan cita-cita hingga alasan lainnya. tapi bagaimana dengan jumlahnya? adakah pengaruhnya bagi bangsa ini? fenomena baby boomers sudah terlihat trendnya... beberapa penentang pembatasan jumlah anak menyatakan pembatasan melanggar ham (salah satu penentangnya adalah anggota DPR dari PKS bu yoyoh), di sisi lain jumlah rakyat yang bertambah tanpa adanya perbaikan di segala sisi hanya akan menambah pula pengangguran, kemiskinan, kebodohan dan penyakit-penyakit sosial... bagaimana menurut anda? (kalau threadnya sudah ada silakan di merge) 8
Ibu dan Anak / Anak penakut« pada: 01 September 2008, 09:03:07 »
chan ga tau ini normal untuk anak usia 1 thn 7 bulan...
adikku ini penakut banget, sama buah kelapa aja tahutnya minta ampun (tapi belakangan udah mulai berani) dibawa kepantai takut sama air, pas kakinya didekatkan ke pasir langsung nangis ngejer... pas dibawa jalan2 ke taman yang ada pasir mainannya juga ketakutan... apalagi sama kuda, kalo dari jauh sih sok berani nunjuk2... tapi pas kudanya deket beneran dia langsung nangis ngejer.... gimana ya ngatasinnya? 9
Fiqih, Akhlaq, & Ahkamul Islam / Standar kepantasan dalam pertanyaan seputar Fiqih, Ada?« pada: 28 Agustus 2008, 11:35:03 »
saya cukup tergelitik mempertanyakan ini, karena di beberapa topik fikih ini ada member yang sedikit "protes" dengan bahasan yang dibicarakan.
Adakah standar kepantasan sebuah pertanyaan seputar fikih yang layak atau tidak layak ditanyakan? Padahal yang saya tahu, perempuan-perempuan Anshor bertanya dengan sangat terbuka kepada nabi tentang segala hal, bahkan tentang urusan rumah tangga yang mungkin privat sekalipun. Bukan berarti kita membicarakan bagaimana kita berhubungan antara suami-istri.. tapi tentunya banyak pengetahuan boleh tidaknya sesuatu diilakukan tanpa perlu diartikan kita sedang curhat masalah pribadi toh? Apakah sebuah Ilmu punya "nilai" pantas-tidak pantas untuk diketahui? Mohon pendapat teman-teman 10
Fiqih, Akhlaq, & Ahkamul Islam / Jual Beli vs Riba« pada: 18 Juli 2008, 17:26:33 »
assalamu'alaikum w w
mohon bantuannya teman2 semua, saya ada teman yang bertanya sebagai berikut Kutip P1.Bunga pinjaman uang adalah riba. saya kesulitan menjelaskan perbedaan riba dengan jual beli pada beliau... saya hanya menjawab sebagai berikut (nyontek postingannya abie di forum ekonomi dan bisnis) Kutip
dan menambahkan informasi bahwa membeli tipi dengan uang tidak diharamkan karena tipi bukan barang ribawi... mohon masukannya dan koreksinya
11
Hukum dan Dunia Politik / Kampanye den goyang dangdut...« pada: 11 Juli 2008, 20:42:28 »
wah ada kaitan apa nih dengan keduanya?
pasti banyak yang bisa menebak kaitannya ya *orang2 myQ kan cerdas2*Apa rasanya kampanye tanpa goyangan? bagi orang2 myQ sih bisa jadi jawabannya "bagus tuh, ada kemajuan" ... tapi kondisi lapangan, kampanye tanpa goyangan = tidak ada pengerahan massa ![]() untuk teman2 semua... setuju ga dengan goyangan dangdut dalam kampanye pemilu? kalau ya... apakah ini melanggar ketentuan syari atau tidak? kalau tidak... apakah alternatif pengerahan massa lainnya? yuk kita diskusikan 12
Ibu dan Anak / [Ibu Hamil & Menyusui] Ramadhan nanti shaum ga?« pada: 10 Juli 2008, 10:51:58 »
alo tereman2...
![]() bulan puasa nanti shaum ga? ada yang punya pengalaman? dari yang pernah hamil, yang sedang menyusui, atau yang pernah keduanya, bahkan para suami mungkin? pertimbangannya apa untuk shaum/tidak shaum? insyaAllah kalo kata dokter chan sehat pinginnya sih shaum... (walau ga akan memaksakan diri, pokoknya nurut dokter deh) 13
Fiqih, Akhlaq, & Ahkamul Islam / Hamil - Menyusui dan Puasa« pada: 04 Juli 2008, 12:54:05 »
mau tanya nih, kalau salah tempat silakan dipindah ya...
untuk orang yang hamil& menyusui, apakah wajib puasa? atau boleh fidiyah? apakah perlu menqadha?, ataukah boleh tidak puasa dengan syarat2 tertentu? atau semua ibu hamil&menyusui disarankan tidak puasa? sekian dulu pertanyaannya... jazakumullah 14
Gadget & Provider / Pelanggan Indosat, Kumpul Sini yukz...« pada: 02 Juli 2008, 11:27:59 »
Punya kejadian kayak saya ga? suka Network Busy?
saya pake matrix, ortu saya ada yang pake mentari, ternyata suka kayak gitu juga... trus temen kantor pake M3, ye ternyata ga beda jauh, suka tiba2 network busy... pas lagi penting banget kondisinya malah seering banget kayak gitu... (dah gt matrix tarifnya kan paling mahal, tetep aja gt loh ga ada fasilitasnya) untung saya pake 2 hp, jadi masih ada cadangan... 15
Ibu dan Anak / Pindahan« pada: 29 Juni 2008, 11:45:29 »
Punya pengalaman tentang pindah rumah? (baik itu dari kontrakan satu ke kontrakan lainnya, atau dari rumah satu ke rumah lainnya)
Karena lapak kami pindah, jadi minggu kemarin pindahan rumah juga (tinggal di lapak )... waduh capekkkk... ngepak2 di rumah lama, angkut, trus sampe di tempat baru harus diberes2in, dirapihin ulang ![]() mungkin yang dimaksud thread sebelah soal sanggup apa ngga ngontrak terus, kalo di tempat sama sih kalo aku sanggup2 aja, tapi kalo musti tiap bulan pindah ga deh makasi...
|
myAgenda!
myQomunitas!
mySholat!
Jadikan juga info seperti jadwal sholat ini pada websites mu :
myPromo-Deal!
Pernak-Pernik
|
