31
Kajian Quran dan Hadits / Re:(Tanya) Hadits dosa Ayah / suami
« pada: 04 Mei 2013, 21:00:53 »
kutipin dong
|
Seksi ini mengijinkan Anda untuk melihat semua tulisan yang dibuat oleh anggota ini. Catatan bahwa Anda hanya bisa melihat tulisan yang dibuat dalam area di mana Anda memiliki akses terhadapnya. 31
Kajian Quran dan Hadits / Re:(Tanya) Hadits dosa Ayah / suami« pada: 04 Mei 2013, 21:00:53 »
kutipin dong
32
Dunia Dakwah Islam / Re:Petaka Tahlilan?« pada: 04 Mei 2013, 20:55:27 »Yg mimipi siapa ? mimpi itu kalo niatnya tidur & apa nt berani mengatakan mimpi bunganya orang tidur ? yg datang setan kalo dzikirnya dzikir langit atau dzikir sosial. Lanna a'maalunaa walakum a'maalukum
33
Dunia Dakwah Islam / Re:Petaka Tahlilan?« pada: 04 Mei 2013, 20:49:33 »Amaliah dzikrulah dibilang antah berantah. Yang didapat dari mimpi dan bisikan ghaib kan? makanya wajar aja yang katanya sudah mati bisa mendatangi lagi. Yang datang adalah syaithan 34
Dunia Dakwah Islam / Re:Petaka Tahlilan?« pada: 04 Mei 2013, 20:46:40 »Gak ada yg serem hal tsb hal biasa bukan sesuatu yg asing kalo nt berislam & beramaliah. amaliah antah berantah 35
Dunia Dakwah Islam / Re:Petaka Tahlilan?« pada: 04 Mei 2013, 20:41:38 »@TS paling yang datang adalah syaithan 36
Dunia Dakwah Islam / Re:Mustahil Benar Keduanya« pada: 04 Mei 2013, 19:29:07 »
^jangan lupa ada juga yang mengatakan:
maulid=muamalah, jadi = mubah
37
Dunia Dakwah Islam / Re:Petaka Tahlilan?« pada: 04 Mei 2013, 19:24:36 »
Tapi, kalau secara jujur, kasus seperti ini tidak bisa menjadi tanda bukti bahwa sesuatu itu salah atau benar.
Misalkan kalau ada seseorang yang mencuri untuk membiayai sekolah anaknya, maka apakah lantas bisa dinilai bahwa sekolah itu sesuatu yang salah? Atau ada seseorang yang mencuri karena memerlukan uang untuk isterinya yang mau melahirkan, apakah lantas melahirkan itu sebuah dosa? Benar tidaknya sebuah perkara tidak bisa dinilai dari kasus, apalagi kalau itu perbuatan personal. Benar-tidaknya sebuah perkara harus dibuktikan dengan argumentasi, tentu kalau dalam perspektif agama adalah alQuran dan Sunnah, juga bagaimana para ulama menjelaskannya. 38
Dunia Dakwah Islam / Re:Salafi bertanya, Haji Mohidin menjawab..« pada: 04 Mei 2013, 18:54:44 »^ justru sepertinya malah diwajibkan harus bersedih koq Wah, sepertinya harus dicek ke kitab fiqih Hasyiyah Al Qulyubi, Ianah At Tholibin, dan Ihya Ulumuddin. Ada yang bersedia tidak nih? Sehingga kita bisa cek apakah benar atau tidak. Edit. memang ada kewajiban untuk berkabung. http://almanhaj.or.id/content/2573/slash/0/berkabung-dari-kematian/ Bacaan bagus tentang berkabung Imam Nawawi berkata: “Ihdad berasal dari kata Haddun maknanya mencegah/menghalangi karena wanita yang berIhdad mencegah (dirinya) untuk berhias” (Tahriru Alfadhi At-Tanbih, hlm;285) http://abuhauramuafa.wordpress.com/2012/04/19/hukum-berkabung-bagi-wanita/#more-82 Apakah memang disamakan antara bersedih dan berkabung? Saya cuma copas ya Dan di sini pula Kata al-ihdaad dan al-hidaad diambil dari lafadz al-haddu, maknanya adalah menahan atau melarang. Sebab saat itu seorang wanita dilarang berhias, menggunakan wewangian, dan semua hal yang mendorong kepada jima’ (berhubungan badan) atau menarik seseorang untuk melamarnya, hal itu terjadi ketika seorang wanita ditinggal mati oleh yang lainnya. http://muslimah.or.id/fikih/berkabungnya-wanita-terhadap-mayit-ihdaad.html Sekali lagi cuma copas, dan semoga ada yang lebih memahami 39
Dunia Dakwah Islam / Re:Petaka Tahlilan?« pada: 04 Mei 2013, 17:50:52 »saya ngk berani menyalahkan juga ngk berani membenarkan....wali songo 9 orang...aku percaya mereka lebih pandai ilmu agamnya dari saya kalo yang melakukan itu cuma 1 orang mungkin masih bisa meragukannya tap mereka 9 orang coba deh dikaji lebih dalam Bisakah saya minta tolong anda menuliskan/mengutipkan sejarah tahlilan yang diajarkan wali songo? 40
Dunia Dakwah Islam / Re:Perkataaan Imam Qurtubi tentang Keberkahan Kuburan Orang Shaleh« pada: 04 Mei 2013, 16:34:17 »
Kalau dari luar pemahaman anda, maka Kode: [Pilih] Hehee biasanyakan yang sering nyunat itu Salafy. heheeKutip Silahkan kalau kami salah tolong dikoreksi. Hehee Bagaimana saya mau mengoreksi, kan anda bilang tidak maksud dan tujuan dari arti. So, dikoreksi pun tetap benar menurut anda. 41
Dunia Dakwah Islam / Re:Mustahil Benar Keduanya« pada: 04 Mei 2013, 16:28:21 »
^^sebenarnya tidak kusut bagi orang yang memahaminya kok. (Lha namanya paham, tentu tidak kusut-lah
)
42
Dunia Dakwah Islam / Re:Petaka Tahlilan?« pada: 04 Mei 2013, 14:01:58 »
Jarang sekali ada kasus dan pengakuan seperti ini. Biasanya si pencuri beralasan untuk keperluan rumah tangga, biaya isteri melahirkan, uang sekolah anak, dan semacamnya.
Unik juga pengakuannya
43
Dunia Dakwah Islam / Re:Salafi bertanya, Haji Mohidin menjawab..« pada: 04 Mei 2013, 12:13:55 »Bismillaahi. Lho, buat apa anda bertanya, Cum? Judul yang anda buat Salafi bertanya, Haji Mohidin menjawab 44
Dunia Dakwah Islam / Re:Mustahil Benar Keduanya« pada: 04 Mei 2013, 08:41:12 »
Kalau ini dikaitkan dengan perspektif agama, saya akan mengatakan bahwa:
"Mustahil Benar Keduanya" dalam satu sisi, ini bisa diambil dan di sisi lain jangan diambil. 45
Remaja dan Problematika / Re:RemajaYang Terlalu Banyak Tahu Ilmu Agama Sebelum Waktunya« pada: 04 Mei 2013, 08:32:49 »
saya pikir keliru kalau memandang segi keremajaan saja. Yang harus diajarkan lagi adalah kerendahan diri dan pengertian dalam memandang perbedaan.
Dalam beberapa diskusi dengan Zarkasih ahmad, saya beberapa kali juga berbeda pendapat. Walau perbedaan itu lebih kepada tataran objek hukum, misalkan perbedaan dalam memandang candi Borobudur kemaren. Ustadz Zarkasih ahmad memandang bahwa candi borobudur telah berubah hakikat dari tempat ibadah menjadi tempat wisata dan peninggalan budaya. Sedangkan saya memandang bahwa sebenarnya candi borobudur masihlah digunakan sebagai tempat ibadah, dan ini dibuktikan bahwa perayaan waisak masih dirayakan di candi borobudur, serta masih adanya beberapa patung budha yang merupakan simbol agama penganut budha. Tentang mazhab, saya pribadi selalu merujuk kepada mazhab syafii, tapi yang menjadi pikiran saya adalah kalau saya mendapati ada pendapat di mazhab lain yang ternyata lebih meyakinkan dan kuat menurut saya, maka saya akan mengambil pendapat itu. Saya tidak mau mengambil pendapat dalam satu kotak tertentu tapi saya malah ragu dan bingung dengan pendapat itu. saya pikir, tidak perlu-lah saling tuduh dan tunjuk. Yang paling bagus adalah ajari kerendahan hati dan pemahaman agar mampu menerima perbedaan. dan yang paling bagus adalah mencari pendapat yang paling menepati alQuran dan Sunnah. tidak perlu juga mengagungkan syaikh ini dan syaikh itu serta merendahkan ustadz bau kencur lainnya. Toh, beragama itu adalah keyakinan dan keikutan kepada orang tertentu. Kalau kita sudah terikat kepada keyakinan kepada pendapat orang tertentu, selain Rasulullah shallallahu'alaihiwassallam tentunya, maka kepada siapa keyakinan kita ditujukan? Kepada agama atau kepada orang tersebut? Akan tetapi, tentunya ini juga harus diimbangi kerendahan hati untuk memandang diri bahwa apa yang kita ambil tidak 100% benar, bahkan imam mazhab pun tidak 100% benar, saya tidak 100%, idrusyah tidak 100% benar, Zarkasih ahmad tidak 100% benar, bahkan seluruhnya tidak 100% benar. Pula kerendahan hati bahwa rendahnya keilmuan sehingga harus merujuk kepada penjelasan dan pembahasan ulama, baik imam mazhab, maupun ulama-ulama lainnya. Perlu diingat pula, ketika kita memandang apalagi menunjuk orang lain sebagai tidak memahami perbedaan, maka waspadalah bahwa itu juga merupakan satu sisi lain dari sikap tidak toleransi kita. Akhir, kembali saya katakan, kalau begitu ajari mereka, baik dengan diskusi, debat, atau apapun metodenya. Tapi jangan asal tunjuk, karena akhirnya akan ada yang menggeneralisasi atau ditujukan untuk menyerang kalangan tertentu. Wallahua'lam |
myAgenda!
myQomunitas!
mySholat!
Jadikan juga info seperti jadwal sholat ini pada websites mu :
myPromo-Deal!
Pernak-Pernik
|
