Pesan |
Topik |
Lampiran
Seksi ini mengijinkan Anda untuk melihat semua tulisan yang dibuat oleh anggota ini. Catatan bahwa Anda hanya bisa melihat tulisan yang dibuat dalam area di mana Anda memiliki akses terhadapnya.
Pesan - info pks
1
« pada: 23 September 2008, 12:07:53 »
Abu Zahid, nt tahu yang di survey siapa? Om Lukman, itu masih survey ala Morgan kah ?
penasaran nih, morgan tu saha ?
2
« pada: 22 September 2008, 16:28:39 »
Apa yang di tulis Pa Mashadi juga hanya tampilan luar. Isi hati hanya Alloh yang tahu Hehehe... jadi ini mengerucut ke satu orang gitu?? Tulisan Pak Mashadi aja gk ada nyebut nama kan?.
Itulah adab yang bagus untuk saling mengingatkan. Bukan malah membela dengan menyebut seorang ikhlas apa tidak.
Ikhlas apa tidak itu cuma Allah yang tau. Aneh2 aja..
3
« pada: 27 Agustus 2008, 13:03:11 »
BAYAN PILGUB SUMSEL
DPP PKS WILDA SUMBAGSEL menyatakan:
1) Penetapan Syahrial Oesman _ Helmi Yahya sbg kandidat cagub/cawagub dukungang PKS dalam pilgub Sumsel, telah sesuai dg mekanisme Partai
2) Dukungan PKS terhadap Syahrial Oesman (SO) diberikan dengan mempertimbangkan keberhasilan beliau sebagai gubernur dalam memimpin dengan visi menjadikan sumsel lumbung pangan dan energi nasional serta kerjasamanya (SO) yang baik dengan DPW PKS SUmsel dalam berbagai aktifitas dakwah
3) Terkait dg foto SO di getting island wilda sudah melakukan klarifikasi ke yang bersangkutan dan SO menyatakan benar itu adalah fotonya yang diambil pada saat kunjungan kerja tahun 2001. Dan SO membantah bahwa pada saat itu dia melakukan aktifitas perjudian.
4) Wilda melihat demo ini sangat kental dengan nuansa "black campaign" terhadap pasangan SOHE untuk menurunkan electabilitas nya dalam pilgub sumsel
Ikhwan wa Alhwat Fillah, semoga Alloh melindungi kita semua dari sifat Suudzon dan Hasad kepada saudara sesama Muslim sebelum melakukan proses Tabayun.
4
« pada: 23 Juli 2008, 08:55:00 »
Berikut Klarifikasi dari pihak Panitia, yang Murni tidak berasal dari PKS. Mengingat Buku yang di terbitkan oleh PKS adalah milih publik, jadi semua kalangan berhak untuk membedahnya. Berikut penjelasan langsung dari Panitia: Assalamu’alaikum, Wr, Wb.
1) Tentang nara sumber yang diduga akan searah. diskusi ini memang dilaksanakan karena satu-satunya partai yang mempublikasikan platform kepada publik dalam bentuk buku hanya PKS. buku ini tentu akan menjadi rujukan dan segala informasi tentang perkembangan PKS dalam kurun waktu 10 tahun. Nara sumber yang kami pilih tersebut menurut keyakinan kami tidak akan searah karena mereka adalah peneliti, bukan praktisi partai. Sehingga, dari amatan dan penelitian yang pernah mereka lakukan, akan dilhat sejauh mana bukun ini merepresentasikan PKS kini. dan juga akan dilihat bagaimana perkembangan PKS dengan kehadiran buku ini. Masing-masing kepala peneliti yang menjadi pembicara di sini berbeda-beda. Saya tahu mislany, Pak Anis Baswedan sempat terlibat di Lembaga Survey Indonesia (LSI). akan banyak sekali data untuk membahas buku ini dari perspektif ilmuan. Dan, saya kira bedah buku ini dilakukan untuk membincang isi yang sudah milik publik. kecuali kalau ditemukan beberapa kesalahan teknis, mungkin harus konfirmasi. tapi pada level gagasan, meknanya sudah milik publik (pembaca).
2) Kenapa PKS? karena ia melahirkan buku yang sistematis, dan, menurut pengakuan Azyumardi Azra, ilmiah. karena itulah menarik. jika PPP atau partai berbasis agama lainya membuat buku yang serius seperti buku PKS, mungkin kami angka mendiskusikannya. disadari atau tidak keberadaan partai politik di Indonesia penting diperbincangkan untuk melihat perkembangan proses demokratisasi. jadi, buku PKS ini menarik.
3) Bertepatan dengan penyelenggaraan mukernas. kami tidak sedikitpun berpikir soal timing yang bertepatan dengan Mukernas. Malah awalnya, kami akan mendiskusikan bukunya Ed Husein, Matinya Semangat Jihad: Catatan perjalanan Seorang Islamis, terbitan Alvabet. karena mempertimbangkan buku PKS ini menarik, diskusi buku Matinya Semangat Jihad kami undur pada bulan depan. Kami sama sekali tidak khawatir dihadiri atau tidak oleh petinggi PKS. toh yang kami bahas adalah isi buku yang katanya meruapakan isi "amplop" PKS.
4) Meski begitu, kahadiran orang PKS pada waktunya akan lebih memberikan banyak perspektif. sehingga wawasan akan semakin luas tentang partai keagamaan dalam proses demokrastisasi di Indonesia. Semoga bisa menjelaskan. kalau tidak puas, hadir pada waktunya akan lebih baik.
salam,
Husnihusni_mubarak2@yahoo.co.id
5
« pada: 21 Juli 2008, 12:57:25 »
Jadwal Acara Pekan Tarbiyah
" Untukmu para kader Dakwah " Jum'at - Ahad, 25-27 Juli 2008 Gelanggang Remaja Jakarta Selatan, Bulungan/Samping SMA 70, Blok M
Jum'at, 25 Juli 2008 Simposium hari ke-1, Tema: Peran Ustadz H. Rahmat Abdullah dalam Dakwah Tarbiyah SESI I : Pkl. 09.00-11.00 WIB. Sub-tema: "Kajian sejarah hidup Ust. H. Rahmat Abdullah" Pembicara : Ust. Mahfudz Abdurrahman (Bendahara Umum DPP PKS) KH. Abdul Rasyid AS * (Ketua Perguruan Islam Asy Syafi’iyah) Moderator : Muhammad Yulius (ketua Majelis Budaya Rakyat, pemred Majalah An Nida) SESI II : Pkl. 13.30-15.30 WIB. Sub-tema: "Posisi Ust. Rahmat Abdullah diantara pelaku sejarah" Pembicara : Ust. Muhammad Tizar Zein (muballigh, salah seorang pendiri PKS) Ust. Abu Ridho, Lc (budayawan muslim, anggota DPR RI) KH. Abdul Hasib Hasan, Lc (Ketua Perguruan Islam Al Hikmah) Moderator : Ahmad Mabruri (jurnalis)
Konser Nasyid dan Lagu religi dan sosial Pkl. 19.00-22.00 WIB Parade lagu KPJ Nasyid : Izzatul Islam, Shoutul Harokah, Ruhul Jadid & FATIH, Snack ensambel Lagu religi dari IKJ --------------------------------------------------------------------------- Sabtu, 26 Juli 2008 Simposium hari ke-2, Tema : Mencari Spirit yang Hilang SESI I : Pkl. 09.00-12.00 WIB. Sub-tema: "Analisa visioner Ust. Rahmat Abdullah tentang kondisi Tarbiyah" Pembicara : Dr. Hidayat Nur Wahid, MA (ketua MPR RI, mantan Presiden PKS) Ir. Untung Wahono, Msi (anggota DPR RI) Drs. Muzammil Yusuf (anggota DPR RI) Moderator : Sapto Waluyo (anggota MPP PKS) SESI II : Pkl.13.00-15.00 WIB. Sub-tema: "Aktualisasi nilai-nilai Tarbiyah dahulu dan hari ini" Pembicara : Dr. Idris Abdusshomad (Dewan Syariah PKS) Ir. Tifatul Sembiring (Presiden PKS) Moderator : Mustafa Kamal (anggota DPR RI)
Pembacaan Puisi & Pementasan Teater Pkl. 19.00-22.00 WIB Pembacaan Puisi Oleh : DR. Hidayat Nur Wahid, MA (Ketua MPR RI) Ir. Tiffatul Sembiring (Ketua Umum PKS) Dr. Adyaksa Dault (Menteri Negara Pemuda & Olahraga RI) Ir. Anton Apriantono (Menteri Pertanian RI) Yusuf Asy’ari (Menteri Perumahan Rakyat RI) Yuslam Fauzi (Dirut BSM) Taufik Ismail (Budayawan) Chaerul Umam (Sutradara) Ratih Sanggarwati (Mantan peragawati dan foto model) Neno Warisman (Bintang film) Anneke Putri (Bintang film) Penampilan teater : Teater Kanvas --------------------------------------------------------------------------- Ahad, 27 Juli 2008 Simposium hari ke-3, Tema : Muslimah Menjawab Tantangan SESI I : Pkl. 09.00-12.00 WIB. Sub-tema: “Peran Ust. H. Rahmat Abdullah sebagai guru para akhwat” Pembicara : Ustdz. Yoyoh Yusroh (Anggota DPR RI) Ustdz. Aan Rohanah (anggota DPR RI) Moderator : Dwi Septiawati (Jurnalis) SESI II : Pkl. 13.00-15.00 WIB. Sub-tema: “Peran Muslimah dalam mendukung dakwah” Pembicara : Ustdz. Wiryaningsih (Muballighoh, Ketua Persaudaraan Muslimah, pengurus DPP PKS) Ustdz. Ledia Hanifa (Muballighoh, pengurus DPP PKS) Moderator : Zirly Fera Jamil (Jurnalis) Jumpa Pemeran dan Sutradara Film Sang Murabbi Pkl. 15.30-16.00 WIB Zul Ardhia (Sutradara film Sang Murabbi) Irwan Renaldi Astri Ivo Neno Warisman David Chalik Ati Cancer Beny Ruswandi Muhammad Yulius (Produser film Sang Murabbi)
6
« pada: 18 Juli 2008, 13:40:51 »
Yudi: Mars PKS Membuat Saya Merinding
“Ini saya terus terang merinding. Kalau ini menjadi satu kesatuan sikap dan semangat untuk membuat suatu perubahan pada peradaban. PKS punya tanggung jawab moral yang luar biasa,” kata Yudi Chrisnandi pada acara diskusi politik menjelang Pemilu 2009.
PK-Sejahtera Online: Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Yudi Chrisnandi merasa tergetarkan jiwanya saat mendengarkan lagu mars PKS. Yudi mengaku, lirik "kibarkan tinggi panji Allah" membuat bulu kuduknya merinding. Hal tersebut dikatakannya saat diskusi Politik PKS “Mencari Pemimpin (muda) Baru Indonesia” di Hotel Kartika Chandra, Rabu(16/7).
“Saya merinding mendengarnya. Sampai saya catat liriknya, lantangkan suara hati nurani. Ini kan dahsyat,” kata Yudi.
Yudi menerangkan, sangat sedikit pemimpin bangsa yang mau menyuarakan kebenaran dengan hati nuraninya. Tapi PKS punya platform seperti ini.
Yudi membahas lagu mars PKS saat memberikan komentar tentang kualitas kader-kader PKS yang belum memiliki presidensial capacity, presidensial group, presidensial character.
“Kalau PKS memiliki kader-kader terbaik, Alhamdulillah. Tapi kalaupun belum saya rasa PKS memiliki instrumen untuk menemukan itu,” katanya di hadapan peserta diskusi.
Lebih lanjut Yudi mencoba mengartikan lirik lainnya: lahirkan pemimpin yang adil sejati. Menurut politisi Golkar ini, PKS tidak hanya melahirkan pemimpin yang adil, tapi juga jujur, bertanggung jawab, visioner, disiplin, bekerja sama, responsive, peduli. “Itu harus menjadi kajian utama,” katanya.
Kalimat terakhir dalam lagu itu, lanjut Yudi, kibarkan tinggi panji Allah. “Ini saya terus terang merinding. Kalau ini menjadi satu kesatuan sikap dan semangat untuk membuat suatu peruabahan pada peradaban. PKS punya tanggung jawab moral yang luar biasa,” katanya.
Lirik terakhir yang dibahas adalah menciptakan Indonesia penuh berkah. “Ini penuh berkah seperti apa?Apakah kondisi seperti sekarang ini sudah berkah atau belum?” tanya Yudi. Arti keberkahan menurutnya menjadi tantangan buat bangsa Indonesia.
Menurutnya, Indonesia yang penuh berkah itu adalah Indonesia yang mampu mengatasi lima permasalahan utama yaitu kemiskinan, kebodohan, korupsi, ketidakadilan dan ketergantungan pada dana asing.
7
« pada: 10 Juli 2008, 17:42:07 »
PKS Percepat Pertumbuhan Koperasi Syariah
PKS dan Koperasi Syariah Indonesia (KOSINDO) yang didirikan pada tahun 1998 dengan jumlah anggota koperasi primer lebih di 400 kota dan kabupaten di Indonesia berkomitmen menggerakkan koperasi syariah dan berupaya mempercepat pertumbuhannya di Indonesia
PK-Sejahtera Online: Koperasi syariah ternyata telah memberikan dampak yang cukup positif terhadap pelaku usaha mikro di tanah air. Dalam waktu yang singkat koperasi syariah telah membantu lebih dari 920 ribu usaha mikro di tanah air dan telah merambah ke seluruh kabupaten di Indonesia. Jenisnya sangat beragam dari koperasi pondok pesantren (kopontren), koperasi masjid, koperasi perkantoran hingga koperasi pasar (kopas). Sistim bagi hasil yang dikenalkan masyarakat ternyata cukup mudah diterima dan sesuai dengan budaya bangsa Indonesia yang mengedepankan asas gotong royong dan kejujuran. Terdapat lebih dari 3020 koperasi syariah yang berkembang dengan berbagai macam ragam kondisi kelembagaannya.
Dunia perbankan saat ini tengah mengalami kelebihan likuiditas dan tersimpan dalam SBI per April 2007 sebesar 202,5 trilyun (Sumber BI), suatu fakta bahwa telah terjadi penurunan fungsi intermediasi perbankan, yaitu fungsi untuk menyalurkan dana yang diterima dari masyarakat (nasabah penabung/penyimpan) kepada dunia usaha atau sektor riil. Disisi lainnya kesulitan mengakses perbankan dihadapi oleh usaha mikro, dikarenakan standar kelayakan perbankan yang sulit dipenuhi oleh pelaku usaha mikro. Kondisi ini diatasi dengan keberadaan Koperasi Syariah yang terbiasa dengan usaha yang skala dan transaksi kecil (mikro) serta berada di lokasi-lokasi yang selama ini sulit tersentuh sepenuhnya oleh jaringan perbankan.
Kenyataannya jumlah koperasi syariah masih sangat sedikit dibandingkan dengan kebutuhan pembiayaan usaha mikro yang mencapai 39,72 juta usaha dan menyerap 88% tenaga kerja. Karena itu penumbuhan koperasi syariah merupakan upaya strategis untuk mendongkrak tingkat pertumbuhan ekonomi dan mengentaskan kemiskinan. Penumbuhan koperasi syariah juga penting dalam rangka meningkatkan keluarga prasejahtera, sehingga bukan sekedar intermediasi financial, melainkan juga intermediasi social. Menurut data BPS, terdapat lebih dari 10 juta usaha kecil dan mikro yang belum tersentuh jasa layanan perbankan. Kondisi ini menjadi perluang bagi tumbuh dan berkembangnya koperasi syariah bagi rakyat Indonesia yang mayoritas muslim. Apalagi dari data pertumbuhan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) ternyata perkembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya LKM.
Kelahiran Koperasi Syariah di Indonesia dilandasi oleh Kepututsan Menteri (Kepmen) Nomor 91/Kep/M.KUKM/IX/2004 tanggal 10 September 2004 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Usaha Koperasi Jasa Keuangan Syariah . Kepmen ini memafasilitas berdirinya koperasi syariah menjadi koperasi jasa keuangan syariah (KJKS) atau unit jasa keuangan syariah (UJKS), dengan adanya sistim ini membantu koperasi serba usaha di Indonesia memiliki unit jasa keuangan syariah. Dengan demikian dalam rangka mengakselerasi pertumbuhan dan perkembangan Koperasi Syariah di Indonesia mutlak diperlukan adanya Undang-Undang Koperasi Syariah tersendiri yang mampu mengakomodir percepatan dari Koperasi Syariah itu sendiri.
Untuk itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan pelaku koperasi syariah di bawah Koperasi Syariah Indonesia (KOSINDO) yang didirikan pada tahun 1998 dengan jumlah anggota koperasi primer lebih di 400 kota dan kabupaten di Indonesia berkomitmen menggerakkan koperasi syariah dan berupaya mempercepat pertumbuhannya di Indonesia sehingga mampu menjadi mediasi pertumbuhan sektor riil yang merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi bangsa sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. (Iman)
8
« pada: 02 Juli 2008, 13:11:37 »
Moderator cukup memantau, tidak lebih (apalagi memberi komentar) !!!!! "Jangan tanyakan apa yg negara telah berikan kpd mu, tetapi tanyakanlah kpd negara seperti apa yg telah kau berikan"
9
« pada: 02 Juli 2008, 13:02:49 »
Alhamdulillah di NTB PKS mengajukan kader untuk menjadi Gubernur NTB, semoga Alloh benar2 memeberi kemenangan yang hakiki buat Tuan Guru Bajang dan Pa Badrul Allohu Akbar !!!  VISI MISI PASANGAN BaRu Posted by admin2 (admin2) on May 03 2008 at 12:42 PM Home >> VISI: Tewujudnya Masyarakat Nusa Tenggara Barat Yang Beriman Dan Berdayasaing (NTB BERSAING). MISI: (1). Mengembangkan masyarakat madani yang berakhlak mulia, berbudaya, menghormati pluralitas dan kesetaraan gender; (2) . Meningkatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkeadilan,terjangkau dan berkualitas; (3). Menumbuhkan ekonomi berbasis sumberdaya lokal dan mengembangkan investasi dengan mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan; (4) Melakukan percepatan pembangunan infrastruktur strategis dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi;� (5). Menegakkan supremasi hukum, pemerintahan yang bebas KKN dan memantapkan otonomi daerah; PROGRAM UNGGULAN: 1. Mengembangkan masyarakat madani yang berakhlak mulia, berbudaya, menghormati pluralitas dan kesetaraan gender, dengan program unggulan: (a) Pemberdayaan keluarga sebagai basis pendidikan moral dan spiritual; (b) Pemantapan kerukunan hidup inter dan antarumat beragama; (c) Penguatan ketahanan budaya dan kearifan lokal; (d) Pemenuhan keterwakilan 30 persen perempuan dalam pemerintahan dan perluasan akses terhadap sumberdaya� 2. Meningkatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkeadilan, terjangkau dan berkualitas,dengan program unggulan: (a) Penyelenggaraan pendidikan dasar gratis; (b) Penuntasan buta aksara dan wajib belajar 9 tahun serta pencanangan wajib belajar 12 tahun; (c) Pelayanan kesehatan dasar gratis; (d) Pengembangan desa sehat dan desa siaga.� 3. Menumbuhkan ekonomi berbasis sumberdaya lokal dan mengembangkan investasi dengan mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan, dengan program unggulan: (a) Revitalisasi perdesaan dan pengembangan agropolitan;(b) Pengembangan desa mandiri pangan; (c) Pengembangan pariwisata budaya dan spiritual; (d) Peningkatan investasi dan perluasan kesempatan kerja.� � � 4. Melakukan percepatan pembangunan infrastruktur strategis dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi; dengan program unggulan: (a) percepatan penanganan jalan provinsi dan jalan nasional; (b) Percepatan pembangunan bandar udara (c) Percepatan� penyediaan air irigasi dan air bersih; (d) Percepatan pembangunan kelistrikan; dan (e) Pemanfaatan teknologi tepat guna. 5. Menegakkan supremasi hukum, pemerintahan yang bebas KKN dan memantapkan otonomi daerah, dengan program unggulan: (a) Pemantapan rasa aman dan tertib hukum; (b) Percepatan penanggulangan korupsi; (c) Penataan birokrasi pemerintahan daerah (d) Pemantapan pengendalian dan pengawasan pembangunan; (e) Peningkatan kualitas penyelenggaraan otonomi daerah; Kembali PENGURUS BESAR NAHDLATUL WATHAN (PBNW) Sekretariat : Gedung Birrul Walidatain Lt. II, Jalan Pahlawan No. 70 Pancor - Lombok timur, NTB Telp / Fax : 0370-21086, email: pbnw@nw.or.idCopyright (c) Tuan Guru Bajang (TGB) Center Sekretariat: Jalan Langko No. 59 Mataram - Lombok,NTB Telp/Fax: 0370-623181, email: sekretariat@nw.or.id Quick Count PILGUB NTB Quick Count PILGUB NTB Hari/ Tgl: Senin, 7 Juli 2008 Pukul: 13.00 WITA Pelaksana: Lingkaran Survei Indonesia (LSI) bekerjasama dengan TV ONE Hasil Sementara: 1. Naja: 16, 66 % 2. Baru: 37,06 % 3. Serius: 28,68 % 4. Zanur: 17,67 % Sample Suara yang masuk: 99,38 %
10
« pada: 30 Juni 2008, 17:36:57 »
PKS dan Kepemimpinan Kaum Muda Presiden PKS Ir H Tifatul Sembiring menjadi salah satu pembicara pada acara Diskusi PKS dan Kepemimpinan Kaum Muda yang diselenggarakan oleh Majalah Biografi Politik, Kamis(19/6) di Hotel Four Seasons Jakarta. Pembicara yang lain adalah Ketua Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Budiman Sudjatmiko, Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari dan Yudi Latif.  Menteri Negara Pemuda dan Olahraga DR Adhyaksa Dault diberikan kesempatan untuk memberikan keynote speech.  Diskusi antara lain membedah fenomena kemenangan kader PKS H Ahmad Heryawan sebagai Gubernur Jawa Barat dan Gatot Pujonugroho sebagai Wakil Gubernur Sumatera Utara.
11
« pada: 05 Mei 2008, 17:49:18 »
PKS dan Hizbut Tahrir Oleh H. M. DIDI TURMUDZI MENYIMAK kegiatan pemuda Muslim beberapa dasawarsa terakhir, saya semakin optimistis bahwa kiamat belum segera datang pada abad ini akibat tidak ada lagi orang yang bersedia memperjuangkan Islam. Wallahualam, hanya Allah Yang Mahatahu kapan tepatnya kiamat akan terjadi. Tidaklah berlebihan apabila kita memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada generasi muda Muslim sekarang yang terus gigih melakukan perjuangan di tengah semakin gencarnya tekanan dari kalangan non-Muslim. Mereka, khususnya Barat, seperti tidak pernah berhenti mencari celah dan menunggu momentum umat Islam berbuat kesalahan dan anarkis. Begitu umat Islam terjebak, telunjuk mereka secara beramai-ramai akan menunjuk muka umat Islam sembari berteriak, “Terorisss!” Anton Winardi dalam bukunya Konsep Negara & Gerakan Islam Baru — Menuju Negara Modern Sejahtera telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi penggambaran peta perjuangan dakwah kaum Muslimin, baik yang berjuang melalui pembentukan partai politik maupun pembentukan organisasi massa dan LSM. Anton berhasil secara apik melukiskan peta perbedaan maupun kesamaan antara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Hizbut Tahrir (HT). Apresiasi banyak diberikan kepada para aktivis PKS dan HT. Mereka pada umumnya digambarkan sebagai generasi muda yang sangat peduli terhadap Islam dan menyadari sepenuhnya posisi kaum Muslimin yang sehasta demi sehasta dan sejengkal demi sejengkal menjadi kacung dan akhirnya menjadi “bancakan” masyarakat Barat. Kesadaran ini sangat penting, mengingat sejak bangsa Indonesia berkenalan dengan bangsa Barat empat abad yang lalu, mereka senantiasa memperlakukan bangsa ini tak lebih sebagai budak dan sapi perahan. Selama berabad-abad, mereka menjajah Indonesia dan negara-negara dunia ketiga. Lepas dari penjajahan secara teritorial, mereka kemudian memasang perangkap dengan berbagai pinjaman dan utang, sehingga pada akhirnya semua kekayaan milik bangsa ini mereka kuasai tanpa menyisakan sedikit pun untuk rakyat, kecuali kesengsaraan dan penderitaan. Tak pernah ada niat baik dari mereka kecuali mengajak masyarakat dunia ketiga masuk ke dalam lubang kadal sebagaimana disabdakan Nabi Muhammad saw. Anton dalam penelitiannya berhasil secara jernih membedakan antara PKS dan HT. PKS digambarkan sebagai partai yang beranggapan bahwa Islam dan negara tidak dapat dipisahkan, karena syariat Islam menyangkut seluruh aspek kemasyarakatan. Jalan yang ditempuh adalah dengan masuk ke dalam pemerintahan yang ada dan menjalankan setiap mekanisme yang telah ditetapkan. Walaupun demikian, setelah berganti nama menjadi PKS pada Pemilu 2004, partai ini dalam usulannya mengenai amendemen UUD 1945 Pasal 29 tidak lagi menganggap penting warisan Piagam Jakarta. PKS justru mengusulkan konsep yang menunjukkan kecenderungan pluralisme yaitu Piagam Madinah. Sementara Hizbut Tahrir, menurut Anton (Minardi, 2008: 12-13), mengusulkan agar Islam dijadikan sebagai landasan pemerintahan dan negara, bahkan mengusulkan didirikan khilafah. Dalam merealisasikan gagasannya, HT menolak bergabung ke dalam sistem pemerintahan Indonesia yang ada, karena dianggap tidak sesuai dengan sistem Islam. Kesamaan keduanya adalah, PKS dan HT melakukan perekrutan anggota dengan ajakan yang sifatnya persuasif, yang berangkat dari penyadaran akan eksistensi manusia sebagai khalifah beserta tugas-tugasnya dan memberikan pemahaman mengenai sistem Islam yang harus diterapkan dalam seluruh kehidupan manusia yang beriman. Perekrutan yang dilakukan dapat melalui acara formal partai maupun melalui berbagai kegiatan yang sifatnya penambahan wawasan, seperti seminar maupun kegiatan sosial. Dakwah dan pembinaan selanjutnya dilakukan secara terstruktur, baik secara materi maupun jenjang pembinaan sesuai dengan keaktifan dan loyalitas seseorang kepada partai. Yang pasti, PKS dan HT membawa pemahaman yang relatif baru mengenai pemerintahan menurut Islam. PKS menerima terminologi demokrasi masuk ke dalam sistem pemerintahan dan membangun komunitasnya di tengah masyarakat dengan prinsip tarbiah. Sementara HT menolak konsep demokrasi Barat yang dianggap terlalu mengedepankan kebebasan individu yang dianggap menyimpang. Mereka mengampanyekan berdirinya khilafah Islam sebagai penggantinya dengan cara berjuang secara damai di luar sistem pemerintahan dengan melakukan dialog terbuka dan membangun komunitas di luar sistem. Gerakan PKS semakin mendapatkan tempat di berbagai kalangan di Indonesia, terutama kalangan intelektual dan ekonomi menengah. Perbedaan antara PKS dan Hizbut Tahrir justru saling melengkapi. Perbedaan yang berhasil diidentifikasi bukan untuk dipertentangkan, melainkan masing-masing harus memainkan peran yang saling melengkapi demi `Izzul Islam Walmuslimin. Dalam hal ini saya teringat dengan Jujun S. Suriasumantri yang menulis buku Filsafat Ilmu. Beliau meminjam pemikiran Will Durant yang menjelaskan bahwa hubungan antara ilmu dan filsafat seperti pasukan marinir yang berhasil merebut pantai untuk pendaratan pasukan infanteri. Pasukan infanteri ini adalah sebagai pengetahuan yang di antaranya adalah ilmu. Filsafatlah yang memenangi tempat berpijak bagi kegiatan keilmuan. Setelah itu, ilmulah yang membelah gunung dan merambah hutan, menyempurnakan kemenangan ini menjadi pengetahuan yang dapat diandalkan. Demikian pula PKS dan HT, bagi saya, PKS adalah filsafat yang bertindak sebagai marinir yang harus merebut pantai hati masyarakat. PKS harus memberikan praktik dan contoh politik islami dan membuktikan bahwa Islam adalah rahmatan lil `alamin yang mampu memberikan kesejahteraan lahir maupun batin. Jika praktik politik islami yang diperagakan PKS dapat menjadi solusi bagi bangsa Indonesia yang tengah mengalami krisis multidimensional, niscaya masyarakat semakin percaya dengan konsep Islam. Pada saat demikian, HT yang bertindak sebagai ilmu pengetahuan bagaikan pasukan infanteri. Kalau hati rakyat sudah direbut dengan Islam, apa pun namanya tentang sistem politik Islam akan diterima tanpa reserve. Sembari terus meminta pertolongan kepada Allah SWT, kita harus senantiasa mewaspadai kemungkinan padamnya api perjuangan Islam sambil berharap dua gerakan yang semakin menampakkan hasil yang efektif. *** Penulis, dosen filsafat ilmu Program Doktor Ilmu Manajemen Universitas Pasundan.( www.pikiran-rakyat.com)
12
« pada: 05 Mei 2008, 15:29:22 »
PKS Diprediksi Urutan 3 di Pemilu 2009
INILAH.COM, Jakarta - Kemenangan PKS di beberapa pilkada diyakini membawa dampak positif pada Pemilu 2009. Posisi tiga besar pun diprediksi bakal dicapai PKS.
"Partai ini mempunyai potensi besar, kader dan simpatisannya militan. PKS mungkin bisa menjadi nomor tiga," kata mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso di Jakarta, Minggu (4/5).
Sutiyoso mengaku kagum terhadap tingginya jumlah massa PKS yang menghadiri milad ke-10 yang dielenggarakan di Gelora Bung Karno, yang mencapai lebih dari seratus ribu orang, baik yang ada di dalam maupun di luar stadion.
"Melihat massa PKS itu memang sangat menjanjikan. Mereka datang tanpa pamrih, mau bekerja keras, dan ini semua merupakan potensi besar," ujarnya.
Ketika ditanya mengenai perkembangan komunikasi politik yang dilakukannya kepada PKS terkait pencalonannya sebagai presiden pada Pemilu Presiden 2009, Sutiyoso mengatakan, komunikasi dan silaturahmi terus dilakukan.
"Partai politik perlu calon pemimpin (presiden) sedangkan saya butuh kendaraan politik," ucap pria yang akrab disapa Bang Yos ini.
Ketika ditanyakan apakah PKS akan menjadi prioritas untuk didekati, Sutiyoso mengatakan semua partai politik ia dekati untuk saling memberi dukungan. "Meskipun saya mereknya independen (mencalonkan diri secara perseorangan) saya tetap memerlukan dukungan dari partai-partai," tandasnya.
13
« pada: 05 Mei 2008, 10:44:19 »
Ratusan Ribu Orang Hadiri Milad PKS   Liputan6.com, Jakarta: Sedikitnya 100 ribu kader Partai Keadilan Sejahtera memadati Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, memperingati milad atau hari ulang tahun ke-10 PKS, Ahad (4/5). Turut hadir sejumlah pejabat seperti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono, sejumlah anggota Kabinet Indonesia Bersatu, anggota partai politik lain, dan calon Presiden 2009 seperti Wiranto dan Sutiyoso. Yang menarik dalam milad kali ini adalah adanya pernyataan bersama bahwa PKS menargetkan 20 persen suara pada Pemilihan Umum 2009. Itu artinya setara dengan suara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (18,53 persen) ataupun Partai Golongan Karya (21,58 persen) pada Pemilu 2004. "Insya Allah PKS 20 persen dalam pemilu legislatif ini," ucap Presiden PKS Tifatul Sembiring dalam pidatonya. PKS memang dinilai sebagai partai yang memiliki basis pendukung jelas dan loyal. Betapa tidak, pada Pemilu 2004, PKS melejit dengan menangguk 8,3 juta suara atau setara 45 kursi DPR. Bila dibandingkan Pemilu 1999, partai yang saat itu masih bernama Partai Keadilan hanya mengumpulkan 1,4 juta suara atau sama dengan tujuh kursi di DPR. Kiprah PKS pun makin diperhitungkan termasuk pada pemilihan kepala daerah langsung yang digelar sejak 2005. Tiga tahun terakhir PKS menang di tujuh pilkada tingkat provinsi, yakni Sumatra Utara, Bengkulu, Jambi, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Jawa Barat, dan Gorontalo. Terakhir PKS mengantarkan Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf serta Syamsul Arifin-Gatot Pujo Nugroho menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar serta Sumut. Sukses ini dipetik lewat jalan koalisi dengan mematahkan dominasi Partai Golkar dan PDIP [baca: Syamsul-Gatot Memenangi Pilkada Sumut]. Namun upaya PKS menguasai Jakarta gagal. Pasangan Adang Daradjatun-Dani Anwar kalah dari pasangan Fauzi Bowo-Prijanto yang dijagokan koalisi 20 parpol termasuk Golkar dan PDIP. Demikian pula di Sulawesi Selatan. Hanya saja, di daerah sekitar Jakarta seperti di Depok, Sukabumi, Cianjur, Bekasi, dan Serang, PKS tetap berjaya [baca: Fauzi Bowo Resmi Dilantik]. Meski berasas Islam, PKS tidak pilih-pilih pasangan koalisi. Di Boven Digul, Papua, partai yang menyebut diri sebagai partai dakwah ini meraih kemenangan dengan menggandeng Partai Damai Sejahtera (PDS) yang beraliran Kristen. PKS mengklaim memenangkan 80-an pilkada dalam tiga tahun terakhir. Namun menurut catatan Lembaga Survei Indonesia (LSI), PKS hanya menang di 53 pilkada tingkat kota, kabupaten, dan provinsi. Kemenangan ini diperoleh dengan jalan koalisi 48 kali dan tanpa koalisi lima kali. Lantas, sanggupkah PKS mempertahankan prestasi itu? Atau justru mengungguli partai nasionalis pada Pemilu 2009 mendatang.(YNI/Tim Liputan 6 SCTV)
14
« pada: 05 Mei 2008, 10:36:10 »
Aksi Tanggap Pangan PKS Solusi Bagi Kemelut Bangsa
“Jangan sampai ada warga di lingkungan kader PKS ada yang kelaparan, ada yang bodoh tidak bisa sekolah, ada yang sakit dan tidak bisa berobat. Mari kita berbagi solusi bagi bangsa ini dengan memberikan bantuan kepada mereka,” ajak Tifatul.
PK-Sejahtera Online: Awan mendung yang bergelayut di bumi katulistiwa, tampaknya belum mau berlalu. Diusia yang hampir genap berusia 63 tahun, bangsa Indonesia belum lepas dari jaretan permasalah yang semakin lama dirasakan semakin menghimpit.
Belum sembuh luka masyarakat akibat marahnya gelombang tsunami yang menghantam bumi Serambi Mekah, negeri ini ini harus menerima amukan lumpur lapindo yang menerjang kabupaten Sidoarjo Jawa Timur. Bencana lain yang tak kalah dahsyatnya datang silih berganti, menghadirkan petaka bagi bangsa ini.
Kondisi ini tentu saja membuat benang permasalah negeri ini menjadi kusut dan sulit untuk kembali mengurainya. Masih banyak masyarakat Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan, pengangguran meluas, daya beli masyarakat sangat rendah, roda perekonomian berjalan sangat tertatih, sehingga kelaparan hadir menghiasi wajah negeri ini.
Di usia kebangkitan nasional yang genap berusia 100 tahun, PKS ingin berbuat sesuatu guna mencari solusi bagi negeri ini. PKS mengajak masyarakat untuk bangun dari keterpurukan, salah satunya dengan meluncurkan program Aksi Tanggap Pangan (Sigap Pangan), yaitu mengumpulkan beras untuk kemudian diberikan kepada keluarga pra sejahtera,
Meski terkesan sangatlah sederhana, namun PKS yakin sedikit banyak mampu mengatasi masalah kekurangan pangan. Yang pertama adalah setiap keluarga menabung satu kaleng beras setiap hari yang dikumpulkan di satu RT dan kemudian diserahkan kepada keluarga yang tidak mampu.
Yang kedua adalah pembuatan lumbung pangan yang berisi beras di masing-masing RT. Dana pengadaan lumbung ini berasala dari dana swadaya masyarakat yang mampu. Setiap keluarga diperbolehkan menggunakan beras itu dengan cara meminjam dan terdaftar. Beras tersebut harus dikembalikan manakala keluarga tersebut sudah mampu. PKS Sendiri mewajibkan setiap kader untuk melaksanakan dan mensukseskan program ini di masyarakat.
Launching program sosial ini, digelar pada tasyakuran Milad ke-10 PKS di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Ahad (4/5). Presiden PKS Tifatul Sembiring menyerahkan secara simbolik tiga genggam padi yang masing-masing diserahkan kepada perwakilan pengurus PKS Banten, Jakarta dan Jawa Barat.
“Jangan sampai ada warga di lingkungan kader PKS ada yang kelaparan, ada yang bodoh tidak bisa sekolah, ada yang sakit dan tidak bisa berobat. Mari kita berbagi solusi bagi bangsa ini dengan memberikan bantuan kepada mereka,” ajak Tifatul. (Adine)
15
« pada: 05 Mei 2008, 10:33:42 »
 Menghadapi krisis pangan dan kenaikan harga minyak dunia, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono mengajak seluruh rakyat untuk mengembangkan kesetiakawanan sosial, sebagai upaya meringankan krisis yang dirasakan sangat berat oleh masyarakat kelas ekonomi menengah hingga ke bawah itu. "Saya mengimbau kepada seluruh rakyat, yang kuat bantu yang lemah, yang kaya bantu yang miskin, dan yang dapat lebih banyak, bisa bantu rakyat dan negara, " ujarnya saat berpidato dihadapan puluhan ribu kader PKS dalam acara tasyakuran Milad ke-10 PKS di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Ahad (4/5). Kepala Negara yang telah tiga kali hadir pada acara Milad PKS sejak terpilih sebagai Presiden pada 2004 juga berterima kasih atas kepedulian PKS terhadap masalah tingginya harga pangan saat ini. Dalam pidatonya, Presiden yang hadir bersama dengan Ibu Negara Ani Yudhoyono menyambut baik tekad PKS untuk memelopori pemerintahan yang bersih. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap agar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dapat menjadi pelopor dalam melanjutkan pekerjaan yang masih tertinggal setelah reformasi pada 1998. "Oleh karena itu, saya harap keluarga besar PKS terus jadi pelopor untuk melanjutkan reformasi, " ujar Presiden. Presiden mengatakan, salah satu tanda pasca reformasi adalah kehidupan demokrasi dan kebebasan. Namun demokrasi dan kebebasan itu, lanjut dia, harus tetap disertai rahmat dan diperlukan akhlak yang adil serta kepatuhan terhadap hukum. (novel)
|
myAgenda!
myQomunitas!
mySholat!
Jadikan juga info seperti jadwal sholat ini pada websites mu :
myPromo-Deal!
Pernak-Pernik
- myQripik produk baru!
- Jaket
- Kaos
- Kalender
- Stiker
|