22 Mei 2013, 07:08:15
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email FaceBook Login -->
"Baksos Cibuyutan"

myQuran - Komunitas Muslim Indonesia


myQ Selasar, sekilas info: H-17 dari myQuran Futsal Cup 2, Segera daftarkan Team Futsal anda | Selamat datang di myQuran, komunitas muslim indonesia..


Dari Ibnu Umar r.a, Rasulullah s.a.w bersabda: "Hai, manusia! Taubatlah kamu semua kepada Allah. Sesungguhnya aku taubat kepada-Nya 100 kali setiap hari." (HR Muslim)

Perlihatkan Tulisan

* Pesan | Topik | Lampiran

Seksi ini mengijinkan Anda untuk melihat semua tulisan yang dibuat oleh anggota ini. Catatan bahwa Anda hanya bisa melihat tulisan yang dibuat dalam area di mana Anda memiliki akses terhadapnya.

Pesan - zeinhaekal

Halaman: [1] 2 3 ... 272
1
Hukum dan Dunia Politik / Re:Yang tak Coblos PKB takkan Masuk Surga
« pada: 28 Januari 2013, 17:54:44 »
katanya berita hoax nih gan....

2
Shame on you krn justru andalah yg LATAH meributkan hal seperti ini, pdhal masih ada hal lain yg bisa anda urus :siul:
sebenernya hampir nanya gitu juga sih :D
emang gak ada hal lain yang bisa dibahas selain membahas seruan dimana orang yg diseru aja gak bermasalah :D
kayak gak ada topik lain yang lebih penting untuk dibahas aja.... hehehe

ternyata KS dah nanyain duluan hehehe

3
Andapun menimpali saya: " jangan begitu dong, masak kesimpulannya begitu?"
tuh kata kuncinya... ketika saya tanya "masak kesimpulannya begitu?"
-nya di situ siapa?
Miami or ente?

4
@wawan :) setuju....
tapi coba bayangkan begini....

suatu kelompok masyarakat dikenal sbg bagian dari serambi mekkah, bisa dikatakan 100 persen islam
semangat berislam tinggi...keinginan menerapkan syariat tinggi...
apakah kemudian ketika penguasa disana melabeli suatu aturan dg nama PERDA SYARIAT, mereka berani menolak?
saya yakin, walaupun umpamanya ada ketidaksetujuan dari masyarakat lhokseumawe, mereka tdk akan berani terbuka....
jika saja hanya sekedar PERDA saja, saya rasa masyarakat akan lebih terbuka menyampaikan keberatannya...

tentu ini sekedar OPINI saya lho....
saya tidak punya datanya, dan menurut saya u berdiskusi disini tidak perlu saya harus survey kesana dulu baru beropini
jadi ini PEPESAN KOSONG lho......
wkwkwkwkwkwk................. :jaim: :jaim: :jaim: :jaim: :jaim: :jaim: :jaim: :jaim: :hihi: :hihi: :hihi: :hihi: :hihi: :hihi:
iya, pepesan kosong...
cuma opini kosong tanpa alur logika yang jelas apalagi data
sama kayak baca iklan baris di koran ibu kota

5
Saya bingung dg cara berpikir anda zein, kenapa susuatu yg simple dibuat repot?
Make it simple aja lah...
Semakin lama kita berdiskusi, semakin banyak pepesan kosong disajikan,
Karena anda-pun tdk mau provide data, trs siapa yg mau?
Sudahlah, kalo gk suka pepesan kosong, jangan dibeli walaupun saya jual :)
Se-simple itu kok :D
Kalo tdk, lama2 anda juga jualan pepesan kosong yang sama (atau malah sudah?)
Hihihihihihihihihihi....

kok ribet? padahal simple banget lho...
ente bilang, tuh perda bikin hal lain terbengkalai
saya tanya, data darimana kesimpulan itu bisa diambil?
ente jawab, ya sediain data bwt support pernyataan ane...

tuh simplenya...
lucu kan? :D

6


Hal ini akan membahayakan SYARIAH itu sendiri...
Ketika suatu kelompok mengklaim suatu hukum SYARIAH dg versi tsb dan menerapkannya,
Bukan tdk mgkn daerah2 lain akan mengikuti dg membuat versi hukum SYARIAH yg berbeda
Belum lagi ketika versi hukum SYARIAH tsb tyt dianggap bertentangan dg "akal sehat" masyarakat yg lebih luas, maka bisa menjadi stigmatisasi bahwa hukum SYARIAH adalah hukum/peraturan yg mengekang, diskriminatif, dll...m

Saya setuju dg pendapat HNW, masih banyak masalah umat ini yg lebih penting dan perlu didahulukan sebelum mengatur perempuan yg dibonceng...
:)
ya kalo khawatir terhadap 'image' syariah-nya, maka bahaslah via syariahnya...
kalau secara syariah, perda tersebut memang sah, maka terimalah
terserah orang lain (agama lain?) bilang apa.... toh yang namanya 'image' memang subjektif

dengan alur logika ente, saya bisa dibilang pernah merusak image Syariah juga...
hanya karena saya menolak tawaran minuman keras dari salah seorang bule yang saya ajak ngobrol,
dia langsung bilang agama saya 'restricting' :D

well, I'm fine with it... terserah aja apa yang dia pikirkan tentang saya dan agama saya...
yang penting itu adalah apa yang dipandang oleh Allah tentang saya :)

jadi, gak usah terlalu pusing sama pandangan orang gan... santai aja hehehe

nb: saya belum sekali pun bilang, saya mendukung/menolak perda duduk ngangkang ini yaaaa.....
toh saya juga gak tau detilnya :P

7
menggarisbawahi saja link berita diatas: http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/01/08/mgb8zx-icmi-larangan-duduk-ngangkang-adalah-tradisi-aceh

""Dulu kan perempuan biasa pakai rok atau kain panjang sehingga harus duduk menyamping. Kalau sekarang sudah berubah, banyakperempuan yang memakai celana," tutur Nanat."


jika emang itu tradisi....
maka tradisi itu dinamis :)

kalo memang syariah....kenapa tdk diatur pakaiannya spy tetap menutupi aurat?

Tradisi itu dinamis... tapi yg nyusun tradisi siapa? Masyarakat situ kan? Apakah mayoritas masyarakat situ setuju atau tidak terhadap perda itu? kalau setuju2 aja, kenapa malah orang luar yang tidak setuju?  Kalo konteksnya ngomongin tradisi lho yaa....  ::)

8
anda kan yg mempermasalahkan diskusi kita disini dg melabeli sbg "PEPESAN KOSONG"
yah sudah kalo anda pun gk mau provide data, resikonya, beginilah yg kita diskusikan :)
gak usah dikasih label "PEPESAN KOSONG" segala lah....

kalo gak suka pepesan kosong, yah jangan dibeli tho....
wong pepesan kosong kok diladeni :P
hihihihihihihihihihihi....... ............
ya pepesan kosong...
masing2 bawanya opini, bukan data... apalagi namanya :D

@ zein, jelas sumber pendapatan APBD selain dari PAD juga dari APBN. APBD singkatan dari Anggaran PENDAPATAN dan Belanja Daerah
saya pikir anda sudah paham, maaf kalo saya salah memahami anda....
masalah jalan berbarengan bisa atau tidak itu diluar konteks....jelas bisa berbarengan.... bahkan kalo semua sumber daya digunakan u membuat banyak perda semacam inipun secara berbarengan juga bisa....suka2 yg ngelola...
masalah muncul ketika mereka menjadi pejabat publik....

pro-kontra pasti terjadi atas semua yg dilakukan oleh pejabat publik karena ini mempengaruhi publik...
yg menjadi masalah adalah ketika suatu kebijakan dikeluarkan tdk dengan dasar alasan yg kuat dan logika yg "masuk akal", maka itu pasti akan menjadi polemik....

kalo anda setuju pemerintah mengatur cara duduk warganya ketika diobonceng yah fine2 aja.... itu hak anda...
santai saja :) gitu aja kok repot....
wkwkwkwkwk..........
siapa bilang saya setuju pemerintah mengatur cara duduk warga?  :siul:  lha wong yg saya pertanyakan alur logika ente...  :hihi:

APBD sebagian dari PAD sebagian dari pusat... misal APBD-nya ada X, 1/y dari X dari PAD, 1-(1/y) dari X dari pusat... dana pembuatan perda tersebut berasal dari 1/y or dari 1-(1/y)?  Apa ente tau?  Kalo kagak, kenapa bisa bilang pajak ente dipake bwt tuh perda? :D  yg gitu2 kan cuma asumsi aja... makanya saya minta data, kalo gak pake data, itu cuma asumsi kosong doang....  :siul:

9
^ wkwkwkwkwk..........
 zein.... siapa bilang anda ngomentari miami :p

lah kan kalimat ini "Ini kan saya lakukan krn anda mengomentaru apa yg saya komentari dr pernyataan miami, dg kata lain anda memiliki penafsiran yg berbeda dg saya atas apa yg disampaikan miami"
ente mencoba mengarahkan ane agar nanya langsung ke Miami, cuma karena ane "memiliki penafsiran yg berbeda dg saya"
A -> B
C -> A

tidak harus berarti C -> B tho? :D

10
aaah.... zein...
saya pikir anda sudah paham yg saya maksud....
lihat di diskusi satunya deh, saya sudah jawab :)
waaah... kurang paham gan  :toktok: antara ane yg susah memahami sesuatu, or ente yang susah menjelaskan sesuatu :D 

11
@ zein...
tambahan nih....

http://www.analisadaily.com/mobile/read/?id=50134

saya cuplikkan saja 2 paragraf pertama:
"Jumat, 11 Mei 2012 00:04 WIB
Dinsosnaker Lhokseumawe Bina 60 Pekerja Anak
Lhokseumawe, (Analisa). Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Lhokseumawe membina 60 anak putus sekolah dan ditampung di dua tempat penampungan sejak Minggu (7/5) di Wisma Srilangkat Kecamatan Banda Sakti.
Kadissosnaker Kota Lhokseumawe, Drs H Ridwan Jalil, dalam sambutannya pada acara pembukaan shelter bagi anak penerima manfaat Program Pengurangan Pekerja Anak (PPA-PKH), Senin ( 7/5) mengatakan, 60 anak putus sekolah yang selama ini telah bekerja di berbagai tempat akan dilakukan pembinaan selama sebulan di shelter.

Setelah dibina, pekerja anak usia di bawah 18 tahun itu diharapkan muncul keinginan untuk bersekolah kembali, baik formal maupun nonformal."

salah satu contoh prioritasi alokasi SD misalnya kita bandingkan dg kasus diatas:
anggaplah alokasi dana u pembahasan perda SYARIAH anti ngangkang 300 juta, sosialisasi 100 juta, penegakkannya nanti perlu secara intens menempatkan satpol PP di sepanjang jalan dan melakukan patroli rutin (anggap kita kapitalisasi menjadi 200 juta)...(total anggaran tsb katakanlah u 2 tahun)
jadi total 600 juta

benefitnya apa? perkosaan berkurang? --> yakin? apa dasarnya?; bisa jadi angka kecelakaan meningkat, nego2 dg satpol PP terjadi shg membuka ruang korupsi...dll...

kalo misal kita alihkan resources tsb u membantu pendidikan dan pembinaan anak putus sekolah, kira2 bisa berapa anak tambahan (dari jumlah 60) yg bisa kembali sekolah?

kalopun pemda ngotot menerapkan PERDA SYARIAH ANTI NGANGKANG, yah itu memang hak mereka...
berarti mereka punya hitung2an lain yg sayangnya dalam wawancara/tulisan berita dll tdk diungkapkan...

namun dari deskripsi sederhana diatas, common sense saja.....mana yg lebih penting? mana yg anda pilih jika anda walikota?
:)

yg sangat disayangkan....walikota dan dprd mengklaim ini sbg PERDA SYARIAH, itulah yg menyebabkan polemik lebih seru lagi...

banyak pemda bikin perda yg menurut "commonsense" nyeleneh, tapi tidak seheboh ini dan akhirnya juga dibatalkan atau penerapannya tdk jalan....benar2 kontraproduktif.... namun tdk seheboh ini...(lihat sbg contoh:http://www.voa-islam.com/lintasberita/hidayatullah/2011/11/03/16581/perda-aneh-nama-anak-harus-khas-daerah/)
memangnya dana untuk bikin perda itu berapa?  punya datanya gak?

@zein, tambahan lagi...
Anggaran yg mereka pakai berasal dr rakyat...
Wajar saja jika rakyat (termasuk saya) protes, krn kami (baca: plg tdk saya) menginginkan uang saya yg diambil negara dialokasikan semakismal mgkn u memberikan manfaat bagi rakyat.

Jadi setiap alokasi uang rakyat, hendaknya sudah melalui analisa cost benefit yg matang dan diurutkan berdadarkan prioritas.
itu alokasi perda diambil dari APBD or APBN?  ente bayar pajak di daerah mana? Masuk ke APBD daerah situ gak? Dipake oleh pemda situ untuk bikin perda-nya gak?

12
kalo mau dihubungkan juga, kira2 begini pendapat saya: jika alokasi resources (SDM, APBD, waktu, dll) untuk pembahasan perda anti duduk ngangkang (dan juga  memastikan penerapannya efektif) dialihkan untukl pilihan lainnya, bisa jadi menghasilkan benefit yg lebih konkret dan lebih besar. let say, misalnya memberikan beasiswa bagi siswa yg tidak mampu melanjutkan sekolah...
saya tanya, pendapat anda (spesifik anda lho ya), mana yg lebih memberikan benefit antara alokasi u pembuatan dan pemberlakuan perda duduk ngangkang dibandingkan dg memberi beasiswa bagi mereka yg putus sekolah u melanjutkan ke jenjang yg lebih tinggi.
silahkan hitung2 pake data jika anda perlukan. kalopun kesulitan, pake saja "common sense" yg anda pahami.
:)
kenapa harus alih-mengalihkan? Apa sudah pasti tidak bisa dilakukan berbarengan?

Kutip
saya bantu salah satu yg bs dijadikan pertimbangan:
http://www.kesekolah.com/artikel-dan-berita/berita/bantuan-pendidikan-dikurangi-ribuan-yatim-terancam-putus-sekolah.html

saya cuplikkan paragraf pertamanya saja:
"Bantuan Pendidikan Dikurangi Ribuan Yatim Terancam Putus Sekolah
LHOKSEUMAWE - Ribuan anak yatim dan fakir miskin yang ditampung disejumlah panti
asuhan dan dayah terpadu di Kabupaten Aceh Utara kini terancam putus sekolah. Pasalnya,
bantuan pendidikan untuk mereka dari Pemkab Aceh Utara yang selama ini diberikan Rp 8.000
per hari per anak dikurangi menjadi Rp 2.000 per hari per anak. Padahal, mereka adalah anak
yatim dan fakir miskian yang tidak memiliki biaya pendidikan sama sekali."

mana yg lebih memberi manfaat alokasi sumber daya (SDM, APBD, WAKTU, dll) untuk :
1. perumusan perda dan penegakannya
2. meningkatkan bantuan pendidikan
:)
common sense aja lah zein, gak usah ruwet....
gitu aja kok repot :)
yang lebih memberi manfaat? Lakukan saja keduanya.... kecuali memang tidak bisa melakukan keduanya....

13
hehehehe kalo anda mau berdebat data,
silahkan provide datanya, dan kita diskusikan :)
kenapa jadi ane yang provide datanya?  :siul: yang mempermasalahkan siapa, yang provide datanya siapa....  ::)

14
Zein, saya mengajak anda bersama2 menanyakan ke miami :)
Diakhir postingan, saya menegaskan kembali dg menanyakan ke miami :)
Ini kan saya lakukan krn anda mengomentaru apa yg saya komentari dr pernyataan miami, dg kata lain anda memiliki penafsiran yg berbeda dg saya atas apa yg disampaikan miami :)

Kalo anda gk mau diajak klarifikasi bersama yah gpp tho... Gitu aja kok repot wkwkwkwkwkw...
kan yang saya komentari komentar ente, bukan komentar miami :P

15
zein, itu sih bisa common sense saja lah....
tapi seharusnya memang ada dokumen akademis yg melandasi setiap alokasi resources (perumusan perda)...
karena sejauh ini tdk ada informasi, maka common sense digunakan...
salah satu alasan yg mengemuka adalah itu tradisi adat istiadat, kearifan lokal, sesuai syariat islam, mencegah laki2 berpikiran kotor, statistik perkosaan, dan sejenisnya...
makanya banyak tandingan alasannya/pertanyaan dari alasan yg mendasarinya seperti keselamatan, challenge data statistik perkosaan, hubungan perkosaan dg duduk ngangkang, seberapa besar mashlahatnya dibanding resiko kecelakaan, dll..

dari sisi alasan yg melatari saja masih bisa diperdebatkan yang berarti tingkat urgensinya dipertanyakan...
maka jelas ini seharusnya tdk menjadi prioritas dalam pembahasan perda...

jelas sangat berbeda dg masalah pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dll yang kembali secara common sense saja saya percaya semua org setuju itu lebih urgent...
seuju tdk? :)
common sense bwt ente sama common sense bwt orang laen kan belum tentu sama  ::)
jadi daripada berdebat pepesan kosong, mending ngomong data... simple tho? :D

or contoh sederhananya, data darimana bahwa karena membahas perda tersebut, pembahasan masalah pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dll jadi terbengkalai?

Halaman: [1] 2 3 ... 272
myAgenda!
myQomunitas!
mySholat!
Jadwal Sholat
Jadikan juga info seperti jadwal sholat ini pada websites mu :
myPromo-Deal!
Pernak-Pernik
  • myQripik produk baru!
  • Jaket
  • Kaos
  • Kalender
  • Stiker

SatNet
Mobile | myQ wiki | Quran Flash | Android | ChitCh@t | Plug-in | Radio | FB myQ Group
(c) 1999-2013, myQuran
Refresh Your Life!
Powered by SMF 2.0.4 | SMF © 2006–2010, Simple Machines LLC
Halaman dibuat dalam 0.559 detik dengan 18 queri.