19 Juni 2013, 22:24:08
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email FaceBook Login -->
"myQ Pala"

myQuran - Komunitas Muslim Indonesia


myQ Selasar, sekilas info: Menghitung Hari Menuju SILAKBARNAS (Silaturrahim Akbar Nasional) - Pantai Depok, Jogja, 29-30 Juni | Selamat datang di myQuran, komunitas muslim indonesia..


Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah s.a.w bersabda: "Setelah Allah menciptakan makhlukNya, ditulisNya satu tulisan untuk diriNya dan diletakkannya di sisiNya di atas 'Arasy, yaitu "Sesungguhnya sayangKu melebihi marahKu." (Sahih Bukhari)

Perlihatkan Tulisan

* Pesan | Topik | Lampiran

Seksi ini mengijinkan Anda untuk melihat semua tulisan yang dibuat oleh anggota ini. Catatan bahwa Anda hanya bisa melihat tulisan yang dibuat dalam area di mana Anda memiliki akses terhadapnya.

Pesan - abie1102

Halaman: [1] 2 3 ... 547
1
Islam dan Agama Lain / Re:Manuskrip Kuno Alkitab Dirubah?
« pada: 07 Desember 2012, 14:36:58 »
Coba bandingkan dengan cerita ini:

Seseorang dimasa depan memiliki kitab sendiri (kita sebut kitab A) dan kitab ini diklaim berasal dari Tuhan. Kitab itu mengakui Quran sebagai kitab terdahulu yang berasal dari Tuhan, namun kitab A itu mengklaim bahwa isi Quran sudah dirubah/menyimpang. Lalu seorang Muslim bertanya, "Jika Tuhan ingin menjaga otentisitas kitab A, mengapa Ia tidak mau menjaga otentisitas Quran? Bukankah ini terdengar aneh, padahal kitab A dan Quran sama-sama diakui berasal dari Tuhan?" Lalu orang itu menjawab, "Pertanyaan ini pertanyaan tidak masuk akal karena mempertanyakan motif Tuhan". Apakah Muslim tadi akan menerima jawaban seperti ini?

Artinya, pertanyaan seperti itu sangat masuk akal dari sudut pandang si tertuduh (dalam cerita di atas, orang Muslim itu), karena si tertuduh juga merasa kitabnya berasal dari Tuhan. Jadi mengapa Tuhan tidak ingin menjaga otentisitas kitabnya sendiri?

Demikian juga, pertanyaan itu sangat masuk akal dari sudut padang Yahudi/Kristen, karena mereka juga percaya kitabnya berasal dari Tuhan. Ditambah lagi Tuhan juga berkata (atau dalam istilah bro "memberitahu") bahwa firman yang keluar dari mulutNya tidak akan kembali sia-sia/gagal (Yes 55:11), yang dengan demikian, firmanNya tidak akan hilang/menyimpang.


Firman Allah memang tidak akan menyimpang. Firman Allah tidak akan hilang. Firman Allah itu kekal SELAMANYA. Firman Allah tetap eksis selama eksis dala kehidupan manusia sekalipun yang namanya buku kitab suci musnah di bumi. Ini keyakinan muslim.

Manusialah yang menukar firman Allah, menjual firman Allah. Firman Allah tidak menyimpang tapi manusialah yang menyimpangkan firman Allah.

Makanya sebelumnya saya membuat kesepahaman dengan anda,

Kutip
Mungkin perlu disamakan dulu persepsinya.
- Jika disebut taurat, zabur, injil, dan quran maka yang dimaksud adalah firman Allah yang disampaikan Musa, daud, isa dan Muhammad.
- Jika hari ini kitab (baca: buku) taurat, zabur, injil, dan quran yang dipegang umat manusia maka itu adalah kitab yang diwariskan turun temurun dari musa, daud, isa dan Muhammad.

Sepakat?


Mungkin perlu didalami kesepahaman kita karena tampaknya ketika anda bilang "OK" anda tidak benar-benar OK.

Ketika muslim mengatakan kitab Taurat, Injil, Zabur, Alquran tentu saja bukan pengertian kitab yang terdiri dari lembaran-lembaran (mushaf) yang dibukukan. Itu firman Allah yang disampaikan melalui Musa, Isa, Daud dan Muhammad. Tolong dicatat.

Anda tidak akan menemukan ayat quran yang menyatakan taurat, injil, zabur, itu menyimpang. Justru sebaliknya, dinyatakan kitab-kitab tersebut adalah firman Allah yang berisi petunjuk yang lurus. Tolong dicatat.

Ketika kalian mengatakan "kitab" taurat, injil tentu saja bagi kami bukan kitab taurat, injil yang quran maksud. Maksimal dapat dikatakan buku/catatan yang memuat taurat dan injil. Tidak lebih. taurat adalah ajaran/aturan dari Musa bukan sejarah penciptaan bumi apalagi sejarah Musa. Injil adalah firman Allah/kabar baik yang disampaikan Isa bukan sejarah Isa dan para muridnya. Tolong dicatat.

Dengan kata lain, dalam pandangan islam, kitab kalian itu adalah firman Allah yang telah bercampur dengan perkataan manusia tapi kalian katakan semua itu firman Allah. Belum lagi terjadi perubahan-perubahan dalam pewarisannya.

Dapat dipahami?

Oya, catat juga. Ini hanya sebagai kesepahaman. Saya tidak menuntut anda setuju atau membenarkan misalnya tentang apa itu "firman Allah". Mungkin kalian menganggap perkataan manusia yang terilhami (inspired) itu firman Allah tapi bagi kami tetap perkataan manusia. Bagi kami, firman Allah ya firman Allah, verbatim. Meskipun dalam keyakinan kami, Muhammad adalah ma'shum (infallible), dibimbing langsung oleh Allah, akhlaqnya alquran tapi tetap saja tidak setiap perkataannya adalah alquran. Dan jelas mana yg quran mana yg perkataannya sendiri sebagai manusia.

Kutip
Tidak tepat jika dikatakan seperti itu. Sekalipun banyak nabi memfokuskan beritanya pada bangsa Israel, namun bukan berarti penyembahan kepada Tuhan Yang Benar hanya eksklusif untuk bangsa itu. Sebab misalnya Yunus diutus kepada orang Niniwe dan Daniel juga menjadi nabi di Babilon. Di jaman Israel dulu, bangsa mana saja dapat penyembah Tuhan Yang Benar, misal Rut orang Moab. Di jaman Yesus Kristus dan murid-muridnya, pemberitaan tentang Tuhan Yang Benar ini diintesifkan lebih jauh lagi, saat Yesus Kristus memberi amanat "Pergi, jadikan orang dari segala bangsa menjadi murid" (Mat 28:19). Jadi, pemberitaan tentang Tuhan Yang Benar sudah dilakukan  "secara universal" bahkan sebelum Muhammad.


Saya tidak bicara risalah yang dibawanya tapi kaum yang diutusnya. Risalah tentang Tuhan yang benar yang dibawa para nabi itu sudah universal dari sononya. saya tidak berbicara universalitas ajaran tapi pengutusannya. Bahkan kami meyakini risalah tentang tuhan yang benar itu sudah universal sejak zaman Adam.

Kutip
Jika Quran penyempurna, maka hukum dalam Quran seharusnya lebih baik dari Taurat atau Injil. Namun saya tidak melihat hal itu. Misalnya, Injil mengatakan, "lakukan apa yang kamu ingin orang lakukan kepadamu" (Mat 7:12). Karena kita pasti selalu ingin agar orang berbuat baik kepada kita, maka itulah yang akan selalu kita lakukan, tidak soal kita diperlakukan baik atau buruk. Namun bukankah Quran mengajarkan bahwa jika kita duluan disakiti, kita dapat membalas? Sehingga prinsipnya menjadi "lakukan apa yang orang lakukan kepadamu". Jadi, dimana penyempurnaan Quran, jika ternyata kitab sebelumnya (Injil) berisi prinsip moral yang lebih mulia?


Anda tidak melihat BUKAN BERARTI tidak ada. Setuju ga. Kalau anda tidak bisa melihat kegantengan saya bukan berarti saya tidak ganteng ... Iya kan  8-)

saya contohin satu:

taurat katakan:
"Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, sebab berlaku: nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki." (Ulangan 19:21)
Ini aturan Musa.  Sebagian ahli taurat bani israel menerapkannya secara kaku (rigid) dan terkesan kejam dan tak berbelas kasih. hingga diutuslah Isa untuk meluruskannya.

Injil katakan:
Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat  kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.  (Matius 5:38-39)
Ini ajaran yesus. Yesus menekankan belas kasih bukan balas dendam. Tapi perlu dicatat, yesus tidak menganulir aturan Musa tersebut. Yesus tidak menentang qishash (balasan) yang dilakukan pemerintah atas suatu kejahatan untuk keadilan hukum. Hingga datang Muhammad lebih memperjelas itu semua.

quran katakan:
Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya nyawa (dibalas) dengan nyawa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. " (QS. 5:45)

Qishash itu adalah opsi. Opsi yang bisa ditempuh untuk mendapatkan keadilan. Tetapi, ada opsi lain untuk melepaskan qishash, memaafkan. Dan melepaskan hak untuk qishash adalah kemuliaan baginya karena menjadi penebus dosa-dosanya.

Ini salah satu contoh bagaimana quran menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya. Esensinya sebenarnya tidak berubah. Umat manusialah yang tidak memahami apa yang disampaikan utusan-utusan Allah.

Kutip
Bukankah kalimat "Allah menjaga firmanNya" menjadi kehilangan makna jika bro percaya firmanNya itu sudah dirubah/menyimpang?
Idem.

Kutip
Pada dasarnya baik Alkitab maupun Quran sama-sama tidak memiliki naskah asli lagi. Jika bro berpikir DSS menyimpang karena tidak ada naskal asli, maka hal yang sama juga dapat berlaku untuk Quran. Mengapa bro menerapkan standar ini untuk DSS namun tidak menerapkannya pada Quran?


hellooo ... saya sudah memberikan referensi. tidakkah anda baca.

Baik kita dalami saja. Mari kita samakan standar yang sama "naskah asli".

Jika kita asumsikan bahwa Muhammad dan Yesus punya posisi sama sebagai penutur quran dan penutur injil, kita juga bisa asumsikan sahabat Muhammad dan rasul yesus sebagai orang2 yang menerima quran dan injil dan mencatatnya. Sepakat ga kalo kita samakan persepsi bahwa naskah asli itu adalah tulisan asli langsung sahabat muhammad atau rasul yesus baik saat muhammad dan yesus hidup maupun setelah tiada? Perlu saya informasikan, definisi sahabat nabi adalah orang-orang yang hidup sezaman dengan muhammad dan pernah bertatap muka serta menerima pengajaran langsung dari Muhammad.

Mari kita periksa "naskah asli".
- Adakah naskah asli injil sinoptik? tidak ada. adakah salinan pertama dari naskah asli injil sinoptik? tidak ada. adakah salinan dari salinan dari naskah asli injil sinoptik? tidak ada.
- Adakah naskah asli quran? ADA! referensi situs yang saya berikan sudah ada semua informasinya. Ada fragmen yang berasal dari tahun 622 (muhammad masih hidup!), ada mushaf utsmani (disusun khalifah utsman) juga dari abad pertama. Utsman adalah menantu muhammad yang mana termasuk sahabat nabi. Dan mushaf utsman itu hanya standarisasi dari mushaf hafshah dari aisyah (keduanya istri Muhammad) yang disimpan abu bakar (mertua Muhammad).

Bagaimana kamu katakan tidak ada naskah asli quran?

Itulah mengapa tidak ada yang namanya kritik teks quran karena otograf masih ada. Dan kritik teks (dalam hal standar penulisan) sudah dilakukan utsman sejak abad 7/8. muslim sih lantang kalo ditanya, apakah quran yang ada saat ini otontik, akan dijawab "ya".


Kutip
Bro memberi ulasan panjang-lebar diatas, tetapi bro lupa bahwa perbandingan bro itu adalah antara DSS dengan Alkitab modern. Sedangkan yang saya tanya adalah: apa bukti bahwa DSS sudah dirubah/berisi ajaran yang menyimpang?


Yg panjang lebar aja tidak dimengerti bagaimana yg ringkas?

Anyway, mo alkitab modern, DSS, septugint, masoretic text, vulgata de el el itu kan kalian sebut taurat, injil. dan ketika ada bukti bahwa alkitab itu berubah-ubah sepanjang zaman mengapa sulit untuk mengakuinya??

Itupun saya sebenarnya tidak membandingkan dengan alkitab modern tapi dengan masoretic text yang sebelum diketemukan DSS dianggap naskah alkitab ibrani tertua. Jika jarak DSS dengan MT yang hanya 8 abad saja dan sudah punya teknologi tulis menulis yang cukup maju bisa memberikan sekian banyak perubahan APATAH lagi jika ditarik ke zaman Musa tradisi lisan lebih dominan dibanding tradisi tulisnya.

Kutip
Apakah menurut bro tanda baca tidak bisa merubah pembacaan? Bro memberi contoh surat Alfatihah dan surat Al ikhlash. Namun apakah ini berlaku untuk semua surat Quran?


ingat, quran adalah bacaan. Bacaan yang kemudian dituliskan bukan tulisan yang dibaca. Tanda baca digunakan untuk memudahkan non-arab untuk membaca. Mushaf utsman itu tanpa tanda baca lho tapi tetap terbaca.

Kutip
Mengenai kebenaran hal ini, masih dapat diperdebatkan.

Asal anda punya referensi untuk memperdebatkannya sih ga masalah. Tapi masalahnya, apakah anda punya? Jangan-jangan karena sebenarnay anda ga punya dan ga tahu dengan mudah bilang "itu kan masih bisa diperdebatkan" seolah olah informasi saya menjadi benar secara relatif.

Kutip
Itu bukanlah naskah Quran. Itu hanya ayat Quran yang ditulis pada media tertentu. Jika bro menemukan ayat Quran pada halaman sebuah buku, apakah halaman itu menjadi naskah Quran? Sedangkan yang saya maksud Quran tertua adalah benar-benar naskah Quran.


Quran pada dasarnya memang dituliskan dalam lembaran-lembaran, tulang, batu, papirus, daun, pelepah pohon. Itu semua naskah quran. Kompilasi secara utuh dalam codex sebenarnya juga sudah ada dalam mushaf aisyah-hafshah dan akhirnya distandarisasi yang kita kenal dengan nama mushaf ustmani.

Jika naskah yang anda minta adalah kompilasi dalam sebuah codex, mushaf utsmani sudah cukup bagi saya sebagai bukti. Ingat, sudah saya jelaskan bahwa utsman itu sahabat Muhammad dan termasuk 4 sahabat utama muhammad, bertatap muka langsung, menerima pengajarannya dan tidak langsung adalah mertua-menantu karena ustman menikahi putri Muhammad. Apa yang dituliskan Utsman itu adalah naskah asli.

Anda bisa ubek ubek halaman ini ... http://www.islamic-awareness.org/Quran/Text/Mss/

Kutip
Ngomong-ngomong, di inskrip Siprus itu tertulis "Qul Allāhu", sedangkan di Quran modern tertulis, "qul huwa allaahu". Saya tahu bahwa "hu" artinya sama dengan "huwa". Tetapi bisakah bro jelaskan mengapa ada perbedaan pembacaan ini?


Sudah saya katakan ya bro ... tanda baca, jenis huruf, aturan penulisan itu bukan bagian dari quran ... ingat, quran itu bacaan yang kemudian dituliskan bukan tulisan yang dibaca.

Quran cetakan saudi dengan cetakan depaq banyak bedanya, tapi jika dikembalikan pada aturan penulisan masing2 apakah terbaca beda? TIDAK.

Saya kasih contoh biar lebih jelas:



sebelah kiri adalah cetakan saudi, sebelah kanan adalah cetakan maroko.

Perhatikan pada keduanya TERBACA SAMA : "al quran al kariim" tapi TAMPAK TERTULIS BEDA. Perlu diketahui script penulisan keduanya ternyata berbeda. Huruf Qaf pada sebelah kiri (saudi) mempunyai 2 dot diatas, sementara di sebelah kanan (maroko) hanya mempunyai 1 dot. Huruf nun sebelah kiri punya 1 dot, nun di sebelah kanan tanpa dot.

itu hanya beda script (jenis huruf) yang tentu saja tidak berbeda bacaan apalagi artinya. Memang jika anda sodorkan kepada muslim Indonesia yang lebih akrab dengan script sebelah kiri akan bingung jika diminta untuk membaca teks di sebelah kanan. Ini yang terjadi pada orientalis ketika mengkritik bahwa quran punya VARIAN padahal itu bukan varian tapi script penulisan yang berbeda.

Kutip
Ya, dan bukankah memang itu yang saya maksudkan? Perhatikan sebelumnya saya menulis:
"Ini sebenarnya tidak relevan. Teman-teman Muslim menganggap ayat-ayat pada semua kitab-kitab Taurat, Zabur, dan Injil pada dasarnya sudah dirubah sebagian atau lebih. Jadi mari kita spesifik saja:"

Saya tidak mengatakan Muslim percaya semua ayat dalam Taurat, Zabur, Injil sudah dirubah, melainkan "semua kitab-kitab Taurat, Zabur, dan Injil pada dasarnya sudah dirubah sebagian atau lebih".


Okay ...


Kutip
bisakah bro tunjukkan bagian-bagian mana dalam Alkitab yang masih murni/benar itu?


Misalnya ayat: Shema yisrael adonay elohaynu adonay echad ... bagi kami itu ayat taurat yang murni dan benar. dilisankan oleh Musa dan memang berisi risalah ajaran yang benar.

contoh saja ...

2
Islam dan Agama Lain / Re:Manuskrip Kuno Alkitab Dirubah?
« pada: 06 Desember 2012, 12:29:06 »
Halo teman-teman Muslim semua, saya akan coba merangkum semua ayat-ayat Quran yang digunakan teman-teman untuk 'membuktikan' bahwa Alkitab (apakah ini termasuk manuskrip Alkitab tertua?) sudah dirubah:

Kutip
Sesungguhnya ada segolongan di antara mereka yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu mengira yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: ‘Ini (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah’, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah, sedang mereka mengetahui.” (Ali ‘Imran: 78)

[2:75] Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?

[4:46] Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata : "Kami mendengar", tetapi kami tidak mau menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula) : "Dengarlah" sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa.

Al baqarah 79. Maka kecelakaan yAng besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.

[2:109] Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma'afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya {82}. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.[3:69] Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.

[3:70] Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah {202}, padahal kamu mengetahui (kebenarannya).

[3:71] Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil {203}, dan menyembunyikan kebenaran {204}, padahal kamu mengetahuinya?

[3:72] Segolongan (lain) dari Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya): "Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka (orang-orang mu'min) kembali (kepada kekafiran).

[3:73] Dan janganlah kamu percaya melainkan kepada orang yang mengikuti agamamu {205}. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk (yang harus diikuti) ialah petunjuk Allah, dan (janganlah kamu percaya) bahwa akan diberikan kepada seseorang seperti apa yang diberikan kepadamu, dan (jangan pula kamu percaya) bahwa mereka akan mengalahkan hujjahmu di sisi Tuhanmu". Katakanlah: "Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, Allah memberikan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Luas karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui";

[3:75] Di antara Ahli kitab ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepadamu kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan: "tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi {206}. Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui.

[3:77] Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih

.[3:78] Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: "Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah", padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui.

[3:98] Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, mengapa kamu ingkari ayat-ayat Allah, padahal Allah Maha menyaksikan apa yang kamu kerjakan?".

[3:113] Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus {221}, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).

[6:91] Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya, di kala mereka berkata: "Allah tidak menurunkan sesuatupun kepada manusia". Katakanlah: "Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebahagiannya) dan kamu sembunyikan sebahagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui(nya) ?" Katakanlah: "Allah-lah (yang menurunkannya)", kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al Quraan kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.

Ok, ini adalah ayat-ayat yang diajukan sampai sejauh ini. Namun jika dianalisa, ini menumbulkan beberapa pertanyaan:

Saya tidak tahu siapa yang menyodorkan kepada anda tapi ayat-ayat diatas sebagian besarnya tidak terkait langsung dengan tahrif dalam alkitab. Justru sebagain besarnya adalah menyangkut kritik quran terhadap perilaku sebagian ahli kitab.

Kutip
1. Ayat-ayat tadi selalu menyebutkan "segolongan" (yang menyimpang), itu berarti menurut Quran masih ada segolongan lain yang tidak menyimpang, tentu saja, ini baik orangnya maupun kitabnya. Sebab jika hanya kitabnya yang menyimpang namun orangnya tidak, bagaimana mungkin orangnya tidak menyimpang jika 'buku pedoman'-nya sudah menyimpang? (Ibaratnya, bagaimana mungkin orang bisa membuat masakan yang benar, jika buku petunjuk (buku masakan) yang dia gunakan tidak benar?)

Pengikut yang lurus adalah pengikut Musa yang lurus dan pengikut Isa yang lurus. Tentang "menyimpang" tolong simak keterangan saya tentang apa yg benar dan tidak dalam alkitab. Dan penyimpangan yg dikritik quran itu case per case. Misalnya mendustakan ayat Allah. bagi yang enggak ya ga termasuk terlepas apakah kitabnya saat itu sudah dirubah atau tidak. Ingat zaman itu alkitab bukan kitab yang umum dimiliki khalayak ramai.

Hawariyyin (murid isa) itu pengikut Isa yang lurus meskipun "buku" injil belum eksis. Karena injil (menurut islam) adalah risalah yang dibawa Isa bukan tulisan sejarah Isa yang dikompilasi. Itu contoh saja.

Kutip
2. Kapan atau pada jaman siapa penyimpangan/"pencerai-beraian"/"penyembunyian" atas kitab suci ini terjadi? Jika ini sudah terjadi sejak jaman Musa, maka ini berarti tidak ada orang Kristen yang benar, sebab orang Kristen (entah di jaman apapun itu) selalu bersandar pada kitab suci, salah satunya Taurat, dan Quran pasti tahu hal itu. Namun jika kasusnya seperti ini, bagaimana mungkin Quran bisa berkata di ayat-ayat diatas "ada segolongan" dari orang Kristen yang tidak menyimpang, jika kitab sucinya sudah menyimpang? Dan bagaimana mungkin Quran juga bisa memberi pahala kepada orang Kristen yang "beriman", jika iman Kristen sendiri sudah menyimpang, karena berpedoman kepada kitab suci yang menyimpang (i.e Taurat)?

Sederhana: saat penyalinan. dan tampaknya ada kerancuan dalam pemahaman anda atas pandangan islam terhadap ahli kitab.

Dalam Surat Ali ‘Imran ayat 199 Allah SWT  berfirman:

وَإِنَّ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَمَنْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ خَاشِعِينَ لِلَّهِ لَا يَشْتَرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلًا أُولَئِكَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Artinya: “Dan sesungguhnya di antara ahli kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka sedang mereka berendah hati kepada Allah dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungannya.

Jika didefinisikan kristen = penuhan yesus, jelas memang kristen totally menyimpang. Tapi, "ahli kitab" menurut islam kan tidak melazimkan dengan penuhan yesus. artinya, jika ada ahli kitab yang bertauhid (mengesakan Allah) tidak berbuat syirik (menuhankan Isa atau selain Allah), memelihara aturan taurat, memutuskan perkara dengan taurat dan injil dst ya itu termasuk orang beriman dan lurus.

Kutip
3. Apakah penyimpangan/"pencerai-beraian"/"penyembunyian" kitab suci ini terjadi secara global, artinya di semua daerah yang ada orang Yahudi/Kristen-nya? Ataukah hanya di daerah tertentu (misalnya hanya di tanah Arab)? Jika ini global, maka konsekuensinya seperti di poin 2 diatas. Namun jika ternyata tidak, maka teman-teman Muslim sebenarnya tidak ada alasan untuk menyatakan semua (ya saya tahu ada sebagian dari Kristen yang menyimpang, tetapi bukan semua) orang Kristen di jaman modern ini menyimpang. Sebab ternyata masih ada orang Kristen yang benar baik di jaman dahulu (jaman yang dikomentari Quran) maupun di jaman sekarang, karena masih ada kitab suci yang murni yang masih survive sampai sekarang (yang berasal dari daerah-daerah diluar daerah tertentu itu).

Bukti dari varian-varian yang ada dari naskah alkitab menunjukkan hal tersebut terjadi secara sporadis tidak dikhususkan untuk bangsa arab bahkan studi teks itu umumnya teks selain arab (bukan bahasa utama alkitab).

saya setuju jika dikatakan "masih ada orang Kristen yang benar baik di jaman dahulu (jaman yang dikomentari Quran)" tapi tidak "maupun di jaman sekarang,". bagi muslim hari ini, pasca turunnya quran, SEMUA menyimpang selama menolak kenabian Muhammad.

"Kitab suci yang murni yang masih survive" ---> apa yang anda maksud??  ???

3
Islam dan Agama Lain / Re:Manuskrip Kuno Alkitab Dirubah?
« pada: 06 Desember 2012, 11:53:24 »
Nah, disini timbul pertanyaan: mengapa Allah ingin menjaga otentisitas Quran, namun tidak ingin menjaga otentisitas Taurat, Zabur, Injil, padahal kesemuanya bersumber dariNya? Bukankah terkesan Allah pilih kasih?


Pertanyaan ini pertanyaan tidak masuk akal karena mempertanyakan motif Tuhan. Tidak ada motif Tuhan yang kita ketahui kecuali apa-apa yang ia beritahukan sendiri. Artinya selama memang tidak ada motif yang diinformasikan, maka mempertanyakan motif itu tidak relevan. Sama saja kenapa koq begini dan begitu, kenapa fulan ditakdirkan kaya koq ga fulanah dst dst. Kita tidak bisa mengetahui motif takdir Tuhan selain hanya melogikakan sebab-akibat dan hikmah yang terkandung dalam setiap peristiwa. Lain halnya jika ditanyakan apa hikmahnya allah menjaga pewarisan quran itu bisa dijawab dengan banyak jawaban, misalnya:
1. Nabi-nabi yang membawa kitab sebelum Muhammad diutus untuk umat tertentu, sementara Muhammad diutus secara universal.
2. Quran mengaki eksistensi kitab sebelumnya sekaligus sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya.
Dengan dijaminnya pewarisan quran maka sebenarnya Allah telah menjaga firmanNya sendiri dalam taurat, injil dan zabur.


Kutip
Apakah perubahan ini sudah terjadi sejak jaman Musa? Jika ya, maka ini akan menimbulkan dilema seperti yang saya tulis di reply 76.


Sudah saya katakan naskah paling tua PL adalah DSS sementara otograf yang jaraknya sekian abad tidak eksis. Secara objektif maka tidak bisa dipastikan.


Kutip
Ya benar. Tetapi apakah karena salinan, itu berarti pasti ada perubahan? Bukankah Quran tertua yang survive juga adalah salinan? Apakah ini berarti Quran juga pasti ada perubahan?


Tidak ada yang mengatakan "pasti". Tapi pertanyaannya bisa dibalik, "apakah alkitab hari ini (pasti) identik dengan DSS?". Jika tidak, apatah lagi jika ditarik ke zaman Musa. Hingga keidentikan ini bisa dipastikan, maka kemungkinan perubahan tidak pernah tertutup..

Dan bukti-bukti sebaliknya justru sudah membuktikan bahwa alkitab itu berubah dari zaman ke zaman. Sebelum ditemukannya DSS, naskah PL tertua berbahasa ibrani dipegang oleh naskah masoret. Dan naskah masoret TIDAK IDENTIK dengan DSS. justru ditemukannya DSS membuka jalan kritik teks lebih luas karena timbul varian-varian baru dalam naskah. Belum lagi kalo yg dijadikan acuan bukan naskah masoret tapi naskah septuagint. Urusan lebih rumit lagi. Perdebatan mana yg lebih superior antara naskah septuagint dan naskah masoret itu belum titik.

Dan bukti umum ini sudah sangat lebih dari cukup untuk membuktikan adanya "perubahan".

Kutip
Saya juga bisa mengajukan pertanyaan yang sama: adakah yang bisa menjamin pasti bahwa Quran hari ini identik dengan yang dituturkan Muhammad, sedangkan dengan Quran tertua yang survive saja (sekitar tahun 800 M), Quran modern sudah berbeda (dalam hal tanda baca)?


Ini bisa didiskusikan lebih lanjut tapi biar saya beri penjelasan singkat:
1. Yang dimaksud Quran itu bacaan. Script (jenis huruf), tanda baca (harakat), aturan penulisan terkait mushaf quran itu bukan bagian dari quran. Script, tanda baca boleh berevolusi (dan memang) tapi bacaan tetap. Surat alfatihah yang ditulis gundul (tanpa tanda baca/harakat) bacaannya tetap terdengar sama bila dibaca dengan yang diberi harakat. Surat al aikhlash pada fragmen quran abad 7 terbaca sama dengan cetakan depag hari ini meskipun jauhhh berbeda tulisannya.
2. Quran ditransmisikan dalam dua jalur: lisan (hafalan) dan tulisan (baik dalam bentuk fragmen atau mushaf quran utuh) sekaligus dan massif.
3. Quran sudah dihafal dan didokumentasikan sejak zaman Muhammad, penuturnya, masih hidup dan diverifikasi secara langsung oleh beliau. Penulis quran resmi (ditunjuk nabi) tidak kurang dari 65 orang dan ribuan hafizh quran dari zaman ke zaman tanpa terputus (tidak ada satu zaman dari abad 7 hingga sekarang yg absen dari penghafal quran dan naskah quran).
4. Anda keliru besar jika menganggap naskah quran tertua tahun 800M. naskah quran masih survive bahkan tertanggal 622M yang mana adalah abad pertama Hijrah, yang mana zaman itu Muhammad masih hidup (http://www.islamic-awareness.org/History/Islam/Inscriptions/earlyquran.html). Sedikit studi manuskrip quran dari zaman ke zaman (http://www.islamic-awareness.org/Quran/Text/Mss/).

Ini bisa didiskusikan lebih lanjut dalam topik tersendiri. Tapi jika anda bertanya, "apakah pasti identik", saya jawab, "YA!".

Kutip
Ini sebenarnya tidak relevan. Teman-teman Muslim menganggap ayat-ayat pada semua kitab-kitab Taurat, Zabur, dan Injil pada dasarnya sudah dirubah sebagian atau lebih. Jadi mari kita spesifik saja:

Manuskrip Tanakh tertua yang kami miliki adalah Gulungan Laut Mati. Apakah ini sudah dirubah?


Mengapa dikatakan tidak relevan? kritik teks itu kan tujuannya me-revive teks sedekat mungkin dengan aslinya. kenapa koq butuh demikian, karena naskah yang eksis BERBEDA baik varian ayat, beda jumlah ayat, beda jumlah pasal, beda jumlah kitab dst dst ...

Jangan tanya lagi apakah berubah, tentu saja BERUBAH.

Anda minta lebih spesifik, baiklah ...

Silahkan cek di KS TDB/NWT (yang mengacu pada masoretic text) anda:
1. Kejadian 10:24, Arpahaxad memperanakkan Salah. Sementara DSS dan LXX menyatakan "...memperanakkan cainan, cainan meperanakkan salah". berubah? YA. Hilang 1 generasi dalam silsilah tersebut.
2. Keluaran 1:5, ada 70 orang dari kanaan yang ke mesir. DSS dan LXX menyatakan 75 orang. berubah? ya! Catatan menghilangkan 5 orang.
3. Mazmur 151. ups ... kitab suci anda tidak punya mazmur 151 tapi DSS dan LXX punya.
4. dst dst...

Kita bisa membuka puluhan kasus seperti ini baik yang bermuatan teologis atau tidak ... maka, jika anda tanyakan pada kami, Apakah tanakh berubah, kami jawab dengan mantap, "Ya!".


Kutip
Seperti saya katakan diatas, ini sebenarnya tidak relevan. Tidak perlu jauh-jauh membahas semua kitab, sebab pada dasarnya teman-teman Muslim meragukan setiap kitab dalam Taurat, Zabur, dan Injil. Jadi mari kita spesifik saja pada contoh yang saya berikan diatas.

(Catatan: Tokoh-tokoh masa awal yang dihormati Gereja Katolik Roma, seperti Jerome dan Gregorius Agung, mengakui hanya ada 66 kitab yang terilham).


Anda keliru. Etika atau adab muslim terhadap ahli kitab (yahudi, nasrani) dan risalah yang dibawa (taurat, injil versi mereka) adalah "tidak membenarkan dan tidak mendustakan". Maksudnya kami tidak membenarkan sepenuhnya dan tidak mendustakan (mengingkari) sepenuhnya.

Saya memang kurang setuju dengan pemilihan frase "alkitab telah dipalsukan", "alkitab palsu". Yang pas adalah sebagai ayat quran yang juga sudah anda kutip bahwa ahli kitab telah melakukan tahrif terhadap kitab mereka. Dalam bahasa lain tidak 100% otentik sebagaimana yang dituturkan Musa dan Isa. Jika dikatakan ada kebenaran dalam alkitab (hari ini) saya tidak bisa mengingkarinya.


Kutip
Kembali, mari kita bahas kasus spesifik saja, seperti yang saya berikan diatas.

Thanks.


sudah saya tanggapi.

Mengenai ayat-ayat Quran yang digunakan untuk 'membuktikan' bahwa Alkitab dirubah, sudah saya tanggapi di reply 76.

Thanks.


Quran hanya memuat pernyataan/keterangan Allah bukan evidence. Evidence-nya sudah banyak dipaparkan kristen sendiri.

4
Islam dan Agama Lain / Re:Manuskrip Kuno Alkitab Dirubah?
« pada: 30 November 2012, 14:47:15 »
Salam kenal bro sanctuary, dll
Salam kangen mas AXL ...  :ehm:

Lama ga kesini ...

Nimbrung ya ...

@Sanctuary

Mungkin perlu disamakan dulu persepsinya.
- Jika disebut taurat, zabur, injil, dan quran maka yang dimaksud adalah firman Allah yang disampaikan Musa, daud, isa dan Muhammad.
- Jika hari ini kitab (baca: buku) taurat, zabur, injil, dan quran yang dipegang umat manusia maka itu adalah kitab yang diwariskan turun temurun dari musa, daud, isa dan Muhammad.

Sepakat?

Maka, sederhananya:
#1 jika dikatakan Allah menjaga otentisitas quran maksudnya adalah bacaan quran yang dibaca hari ini adalah identik dengan yang dituturkan Muhammad SAW
#2 jika dikatakan ada perubahan dalam kitab-kitab sebelum quran (taurat, zabur, injil) maksudnya adalah kitab2 tersebut hari ini tidak identik dengan yang dituturkan Musa, daud dan Isa.

Untuk poin #1, bisa didiskusikan lebih lanjut dalam topik lain benarkah quran itu identik dengan quran yang dituturkan Muhammad. Silahkan jika berkenan.

Untuk poin #2, jelas maksud perubahan itu adalah perubahan pada saat diwariskannya. Bukan pada sisi Musa, daud atau Isa. Perubahan rinci seperti apa memang tidak didetilkan dalam quran. Bisa perubahan disengaja atau tak disengaja saat penyalinan. Bisa perubahan huruf, kata, kalimat, ayat, pasal bahkan susunan kitab. Tidak ada batasan.

Alasan secara umum yang kami sodorkan diantaranya sebagai berikut:
1. Yang sanctuary maksud dengan manuskrip kuno, alkitab tertua atau sejenisnya kesemuanya adalah hanya salinan. Bukan manuskrip original/autografa yang dituliskan pertama kali dari Musa, daud, dan Isa. Ketiadaan autograf ini yang membuka peluang bahwa alkitab hari ini tidak identik dengan autografa (yang dituturkan). Bahkan salinan dari autografa atau salinan dari salinan autograf juga tidak eksis.
2. Sebagaimana yang ditulis sanctuary sendiri, manuskrip tertua PL adalah DSS dated 1,5 abad SM. Sementara zaman musa adalah abad 14 SM dan masa daud adalah abad 9 SM. Kami mungkin tidak banyak menyangkal jika alkitab hari ini sebagian besar cocok dengan DSS meskipun tetap bisa dibilang tidak identik. Apalagi jika ditarik ke zaman Musa dan Daud. Demikian pula dengan Isa dan injil. Adakah yang mau menjamin pasti bahwa alkitab hari ini identik dengan yang dituturkan Musa dan daud? Rasanya tidak ada. Jika ada, maka biblical textual criticism sudah bubar karena ga perlu ada.
3. BIble textual criticism atau kritik teks alkitab yang kita lihat hari ini adalah bukti nyata bahwa umat kristen masih berusaha sekuat mungkin untuk mendapatkan teks yang paling mendekati dengan maksud penutur alkitab. Ini disebabkan oleh banyak problem. Meskipun sumber alkitab cukup melimpah tapi problemnya banyak. Diantaranya, banyak manuskrip pada suatu zaman tidak utuh hanya potongan fragmen atau papiri, tidak banyak manuskrip yang utuh seperti kodeks sinaiticus dan vaticanus misalnya; Manuskrip-manuskrip yang ada banyak mengalami kerusakan; Adanya perbedaan (baik susunan, jumlah kitab, jumlah ayat, kalimat, kata) antar manuskrip antar zaman; munculnya varian-varian antar manuskrip dan banyak problem lainnya. Penemuan DSS sendiri diakui banyak membawa kontribusi besar dalam studi teks alkitab.
4. Beda gereja beda kanon. Ini juga bukti bahwa susunan kitab itu pada akhirnya adalah masalah selera, preferensi, subjektifitas dari umat kristen sendiri. Kalau saya bandingkan dengan quran, quran itu sudah diberitahukan oleh muhammad nama-nama suratnya, dimana posisinya, mana yg awal dan akhirnya. Bukan selera sahabat muhammad atau umat islam. Jika kita melihat kompilasi matriks canon alkitab dari zaman ke zaman sangat terlihat perubahan itu. Sedangkan perbedaan teks kecil saja bisa membuat perbedaan teologi misalnya teologi adopsianis vs antiadopsianis, docetic vs antidocetic dst.

Adapun perubahan (baca: perbedaan yang mengindikasikan perubahan) secara spesifik (sisipan, kontradiksi, kekeliruan sejarah, kekeliruan ilmiah) mendetil juga banyak contohnya. Dan contoh-contoh tersebut bukan dari muslim melainkan dari pakar alkitab sendiri.

Itu dulu dari saya. silahkan koreksi kalo ada yg keliru ... silahkan ...

5
Jika kita mempelajari, situasi astronomi pada petang hari Kamis, 19 Juli 2012. Untuk wilayah Amerika Selatan dan Polinesia bisa dengan mudah melihat bulan sabit. (Sumber : http://blog.al-habib.info/id/2012/07/peta-terlihatnya-bulan-sabit-untuk-ramadhan-1433-h/)


ini pengelabuan ... bagi pembaca yang ga sempet klik link, bisa melihat disini bersama-sama,



Wilayah polinesia memang visible dengan mata telanjang tapi dengan syarat "perfect condition".
Wilayah (separuh) amerika selatan itu warna abu-abu artinya butuh bantuan alat optik.

jadi tidak bisa diterjemahkan dengan "dengan mudah" ...

Ada dua konsekuensi jika hasil rukyat polinesia diambil sebagai keputusan puasa tanggal 20 Juli. Untuk daerah dengan GMT+2 ke timur (separuh afrika, timteng, asia dan australia):

A) Jika puasa tanggal 20 Juli, mereka sudah berpuasa sebelum hilal terlihat di polinesia. Dan ini jelas menyelisihi syariat dimana berpuasa atas terlihatnya hilal.
B) Jika menunggu hasil rukyat polinesia, jika benar mereka melihatnya, maka tidak ada gunanya karena wilayah GMT +2 ke timur sudah syuruq (matahari terbit), bahkan Indonesia sudah jam 11 siang. Jika dipaksakan keputusan puasa tanggal 20 Juli maka muslim dari mesir hingga merauke harus mengqadha puasa tanggal 20 Juli.

manakah yang anda pilih??

6

Untuk penentuan awal dan akhir Ramadhan ada dua metode yang bisa digunakan, yaitu RUKYATUL HILAL (melihat hilal, bulan tsabit yang muncul pada awal bulan sebagai pertanda awal masuknya bulan hijriah) dan metode HISAB (penetapan berdasarkan perhitungan ilmu astronomi).

Sudah menjadi rutinitas setiap tahunnya, pemerintah melalui departemen agama melakukan rukyatul hilal untuk menentukan tanggal 1 Ramadhan atau 1 Syawal.
Pemerintah menempatkan petugasnya di 90 titik untuk mengamati hilal, pertanda datangnya bulan baru. Mulai dari Sabang hingga Merauke, ratusan orang terlibat dalam kegiatan ini.
Tidak hanya dari unsur pemerintah, dari kalangan ulama dan masyarakat pun berpartisipasi dengan satu tujuan yaitu melihat hilal (rukyatul hilal).



Di sisi lain, pemerintah juga menetapkan “standar pengamatan” yang dikenal dengan Metode Imkanur Rukyat 2 derajat, dimana penampakan hilal akan diakui jika secara hisab berada diatas 2 derajat.
Imkanur Rukyat ini merupakan kombinasi antara rukyatul hilal (pengamatan bulan tsabit) dengan hisab (ilmu astronomi).

Dengan adanya ketentuan ini, jika ketinggian hilal berdasarkan hisab dibawah 2 derajat maka hasil rukyat tidak akan diakui atau DITOLAK.
Hal ini sering terjadi selama ini, misalnya tahun lalu saat penentuan 1 Syawal 1432H. Kala itu di Cakung 3 orang saksi melihat hilal dan bersaksi serta bersumpah didepan KH Maulana Kamal Yusuf, salah satu ulama besar di Jakarta yang juga menjabat Rois Suriah Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama DKI Jakarta.
Namun karena berdasarkan hisab ketinggian hilal dibawah 2 derajat, maka pengamatan dan pengakuan tersebut ditolak oleh pemerintah.

Perlu diketahui, pada awal Ramadhan tahun ini (1433H), seluruh Ahli Hisab dari semua unsur atau kelompok menyatakan bahwa menurut hisab ketinggian hilal nantinya dibawah 2 derajat.
Dengan demikian jika ada yang mengaku melihat hilal pertanda awal Ramadhan, maka pengakuannya tidak akan diakui alias ditolak

Nah, jika hasilnya bakal ditolak, lalu buat apa lagi dirukyat…?????


Buat apa dirukyat? itu pertanyaan aneh. Nash secara jelas menyebut SHUMU LI RUKYATIHI. Penentuan awal puasa dan ied mau tidak mau harus dengan merukyat. Hisab sebagai bagian dari ilmu astronomi sifatnya hanya alat bantu. Hisab yang akurat adalah hisab yang bisa konfirmasi oleh rukyat dan juga sebaliknya. Hisab dan rukyat tidak perlu dipertentangkan. Justru metode hisab tertentu yang tidak bisa dicek silang dengan rukyat-lah yang harus ditinggalkan.

Limit danjon yang dipake sebagai standar visibilitas bulan sabit internasional aja 6,4 derajat. Diadopsi oleh odeh 6 derajat. Maka kriteria 2 derajat itu sudah mengakomodasi kehati-hatian seandainya ada hasil observasi di bawah 6,4 derjat. Maka kesaksian rukyat yang melihat hilal kurang dari 2 derajat adalah rukyat yang mustahil oleh karena itu bisa ditolak kesaksiannya.

Kutip
Bukankah itu hanya pemborosan anggaran?

Lalu buat apa sidang itsbat tanggal 19 juli 2012?

Sebagai renungan mari kita lihat beberapa hadits berikut:

1. Diriwayatkan oleh Ibnu Umar ra, katanya: “Orang-orang ramai ingin melihat hilal, lalu aku mengatakan kepada Rasulullah bahwa aku telah melihatnya, Rasulullah pun berpuasa dan menyuruh orang-orang berpuasa.” (HR. Abu Daud dan Ad-Daruquthni)

2. “Datanglah seorang Baduwi menghadap Rasulullah, kemudian ia berkata: “Sungguh saya telah melihat bulan!” Kemudian beliau bersabda “Adakah engkau bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, jawabnya “Ya”,  Beliau bersabda: “Adakah engkau bersaksi bahwa Muhammad adalah pesuruh Allah?, jawabnya “Ya”. Beliau bersabda: “Hai Bilal, undanglah kepada orang banyak, supaya esok hari mereka berpuasa”. (HR.Ibnu Hibban, Daruquthni, Baihaqi, Hakim dari Ibnu Abbas r.a.)

Jika kita berpedoman kepada hadits Rasulullah diatas, terlihat jelas bahwa untuk penentuan ru’yah hilal Ramadhan cukup dengan persaksian satu orang yang adil.

Tidak pernah Rasulullah mengatakan karena menurut hisab ketinggian hilal belum 2 derajat, maka kesaksianmu ditolak.
Rasululullah tidak mengenal yang namanya Imkanur Rukyat.


rasulullah memang tidak mengenal imkanrukyat, wujudul hilal, ijtimak qablal ghurub dst dst ... so what gitu loh??  ;D

rasulullah aja ga kenal mandub, makruh dan istilah ahli ilmu yang dipake hari ini ... so what gitu loh??

Ahli hisab yang mengabaikan visibilitas hilal sama saja dengan sengaja menyelisihi perintah rasul untuk merukyat. pantaskah kita mencela ahli hisab yang berusaha mempertemukan antara rukyat dan hisab dalam metode imkan rukyat??

7
Islam dan Agama Lain / Re:OM ABIE 1102
« pada: 08 Juni 2012, 14:04:41 »
ok om kalo mau japri bisanya lewat mana ya om ? FB,YM ?

FB bisa

YM/Gtalk: abie1102
MSN : abie1102@live.com

setelah ini tret saya tutup.

8
Islam dan Agama Lain / Re:OM ABIE 1102
« pada: 08 Juni 2012, 08:59:43 »
kangen mo nraktir ya ... silahkan ... :)

Mohon maaf saya jarang sekali di sini, masih banyak kesibukan kantor dan lainnya ... :)

9
Terlepas dari apakah ada negara islam atau tidak, yang jelas NKRI itu diproklamasikan 17 Agustus 1950. Proklamasi itu meleburkan RI (diproklamasikan 17 agustus 1945), NIT (negara indonesia timur), negara pasundan dan negara sumatra timur. Jadi, RI yang pernah diproklamsikan tanggal 17 agustus 1945 itu BUKAN dari sabang sampai merauke. Secara de jure, saat proklamasi NKRI (1950), RI (1845) itu bubar dan melebur dengan negara lainnya (yang sudah saya sebut).

Konflik separatisme (RMS, Papua, Timor leste, Aceh merdeka) itu memang biangnya dari sini. Bahwa RI (1945) mencaplok negara lainnya. Negara-negara kecil itu memang sedari awal bukan bagian dari RI. Dan seolah olah tahun 1945 adalah kemerdekaan bagi sabang - merauke padahal TIDAK.

Jadi, kalo kita memperingati NKRI dari tahun 1945 itu memang sebuah kebohongan sejarah yang besar. Tapi, dibalik itu saya puji taktik sukarno yang luar biasa pintar dan 'licik'. Awesome!!

10
Islam dan Agama Lain / Re:apa benar muhammad seorang phedofilia?
« pada: 14 Maret 2012, 17:00:51 »
tunjukan pada saya, kalau itu budaya, anak-anak perempuan lainnya yang dipinang pada umur kisaran 6 tahun dan disetubuhi pada kisaran umur 9 tahun. lagipula... kalau itu sudah merupakan budaya, abubakar pasti tidak akan berusaha menolak kok.

Saya sudah memberikan analogi kiddushin-nishuin pada budaya yahudi. Nishuin itu bisa dilakukan setelah bar mitzvah, tapi kiddushin bisa dilakukan jauh sebelum itu, bahkan dalam sumber yang telah saya cantumkan saat berusia 3 tahuN!!!

Contoh lain, umar bin khattab menikahi ummu kultsum pada usia 4-5 tahun.

Kutip
legalitas?
aturan siapa yang dipakai?
legalitas perkawinan aisyah muhammad didasarkan menurut hukum jahiliyah atau legalitas menurut hukum qur'an?
 :siul:

Dalam konteks budaya arab saat itu, pernikahan tersebut legal. Dan praktik tersebut (pernikahan aisyah) adalah merupakan penetapan hukum secara islam.

Kutip
mohon dijelaskan legal "menurut yahudi" itu apa maksudnya?
lalu norma setempat itu maksudnya?
bagaimanakah legalitas "menurut yahudi" dikalahkan oleh norma setempat?

Menurut tradisi yahudi, hukum taurat, talmud dan hukum rabbinik lainnya.

Norma setempat adalah norma dimana kita hidup.

Kutip
apa tidak aneh...sesuatu yang legal "tidak sesuai" dengan norma setempat? legalitas cangkokan kah?

Menikah di bawah tangan tanpa mendaftarkan ke KUA selama memenuhi rukun dan syarat nikah maka SAH (legal) menurut islam tapi tidak sesuai dengan norma hukum RI.

Makanya saya tanya ke anda masalahnya apa? legalitas? legal di hadapan hukum dan budaya sekaligus. Malah saya gak ngerti yang mo dipermasalahkan apa sebenarnya ...

Kutip
nasrani juga enggak pusing kok. gereja purba (abad 1-2 M) tidak bingung dengan silsilah ini kok.

Mereka kan belum kenal "alkitab" om ...  :hihi:

Gereja purba itu seperti diaspora, mereka menjalankan agama dengan tulisan yang mereka yakini. masing masing saja. Hingga suatu saat mereka perlu mengadakan konsili untuk menyatukan dogma dan yang terpenting mengkanon, menyatukan persepsi atas kitab suci. Barulah ada yang namanya alkitab yang terdiri dari sekian kitab.

Bingung itu timbul ketika versi matius dikumpulin dengan versi lukas. Ketika tidak bisa diselesaikan dengan kitab yang sudah dikanon mereka pake level yang lebih rendah, apocrypha.
Kutip
yang nyodorin kitab apokrif di sini ini nasrani yah? memangnya sudah murtad dari ajaran muhammad?

Katolik koq. Muslim hanya membawakan kembali saja bahwa yusuf yang berumur 90 tahun menikahi maria yang berumur 12 tahun.

Hanya saja muslim terlalu mulia untuk mengolok-olok kristen. Kalo memang untuk berolok-olok bisa saja kami bilang bapak yesus yang sudah tua renta (umur 90!!) menikahi anak gadis kinyis2. Tapi itu tidak kami lakukan karena memang legal menurut hukum yahudi dan budaya saat itu. hanya orang bodoh yang mempermasalahkannya. :)
 
Kutip
carbon dating?
kutipan saya itu tidak berhubungan dengan carbon dating lho.bagian mana yang perlu carbon dating?

Kamu sebut abad sekian itu klo ga dari carbon dating darimana??   :ehm:

Kamu kan bilang kalo proto injil yakobus dari abad 2 saja ditolak gimana dengan yang dari abad 4 (bukan 5!). Sejak kapan kriteria kanon itu dari tahun asal manuskrip??  :ehm:


Kutip
apakah bagian umur yusuf menjadi ajaran resmi gereja?
kalau anda jujur, yang diambil gereja katholik itu cuman nama-nama yoakim dan anna sebagai nama orang tua maria. gereja protestan..sama sekali tidak dibingungkan dengan nama-nama ini. toh gereja purba tidak mempermasalahkan nama-nama dalam silsilah itu.

ya iyalah kan sudah kamu sebut juga mendukung doktrin "perawan abadi" yang diakui katolik meskipun protestan punya pendapat bahwa maria hanya perawan sampai kelahiran yesus saja dan punya anak lain dari perkawinan dengan yusuf.

Tapi yang penting adalah bahwa kitab apocrypha itu masih dipakai juga meskipun tidak keseluruhan. Entah berkaitan langsung dnegan doktrin iman atau hanya pendukung saja.

11
Islam dan Agama Lain / Re:apa benar muhammad seorang phedofilia?
« pada: 14 Maret 2012, 09:23:00 »
dan hasilnya? apakah hukum islam memperbolehkan menikahi anak berumur 6 tahun dan berhubungan dengannya ketika berumur 9 tahun? sunnah nabi cing...

Boleh.

Kutip
tidak ada penulis injil yang memaksudkan kesaksiannya dalam bentuk tulisan itu sebagai catatan sejarah. gitu saja kok repot.
 :hihi:

Yang jelas itu tulisan sejarah ... mo diakui atau tidak.

Kutip
kanonisasi alkitab tidak pernah didasarkan pada akurasi sejarah, meskipun penemuan arkeologis banyak yang menggunakan "clue" dan menguatkan historisitas dalam alkitab.

Biar banyak salah yang penting bisa dikanon ... gitu ya ...

Kutip
jadi...alkitab dicatat bukan untuk digunakan sebagai kitab sejarah, itu adalah kitab pengajaran iman. meski pun demikian, akurasi  kesejarahan alkitab dapat diperiksa kesesuaiannya dengan catatan sejarah sumber-sumber non biblikal. silakan gugling arkeologi alkitab.

dan banyak errornya ...

Kutip
anda tidak sedang mabok kan?
perhatikan yang dimerahkan dalam kutipan di atas dan kutipan di bawah ini.

gak ada yang bertentangan ...

Kutip
enggak usah masalah syariat atau aurat. terlalu jauh. masalah umur aisyah saja sudah cukup.
dalam trit ini ada yang membela umur aisyah bukan 6 tahun tetapi 17 tahun, 19 tahun atau sekitarnya (lihat #1). orang ini mengatakan ibn hisyam lemah ingatan.

sebut nama aja belepotan, gimana mo ikutan bahas.  :hihi:

Itu bagian diskusi antar sesama muslim bukan urusan nonislam. Silahkan saja ada muslim yang mempertanyakan keshahihan hadits tersebut. Saya bisa layani di board sebelah. Pendapat jumhur (mayoritas) bakan ijma' (konsensus) bahwa hadits tersebut shahih.

12
Islam dan Agama Lain / Re:apa benar muhammad seorang phedofilia?
« pada: 14 Maret 2012, 09:16:01 »
hati-hati...pantat jangan di kepala bisa terbalik-balik.
bar mitsvah BUKAN untuk menilai akil baligh. itu untuk "dewasa dalam kehidupan orang beriman" Jewish coming of age rituals,  bukan kedewasaan seksual.
 :siul: :siul:


Bar mitzvah itu = akil baligh, koq bukan sih.  :hihi: Saya bilang "dewasa" koq diplintir "dewasa seksual"

Bar mitzvah itu sama dengan akil baligh sebagai penanda maturity/adulthood (kedewasaan).

Until Bar Mitzvah a boy is not only a child, but also strictly human in the expectations of his behavior. At Bar Mitzvah a boy becomes mature and must also live by a lifestyle that is Divine.

http://www.askmoses.com/en/article/157,2060016/How-much-preparation-should-a-child-have-prior-to-his-Bar-Mitzvah.html

Kutip
dan aisyah dipinang umur 6 tahun dan baru berumur 9 tahun ketika berhubungan seks dengan "kakeknya" (muhammad umur 53 tahun).

kalau haid adalah dewasa seksual, bagaimana kedewasaan psikis psikologis dan sosialnya? barirah mencatat "belum dewasa" dari aspek psikis sosial. silakan anda baca hadist bukhari yang saya ajukan sebelumnya. baca baik-baik...yang ada di situ. selain itu, ada banyak perilaku yang menunjukkan ketidak dewasaan psikologis aisyah, termasuk salah satunya adalah pertengkaran dengan zainab (dan istri lainnya) ketika sedang berduaan tidur dengan muhammad.


cekcok antar istri itu biasa bahkan ketika aisyah berumur 20-an. apalagi aisyah adalah istri paling muda, paling gampang cemburu. wajar.

Kutip
apakah islam hanya memperhatikan bahwa "lobang sudah bisa dipakai" saja?
 :siul: :siul:

muslimmemang cuman bisa menarok pantat di kepala kalau membicarakan kelakuan muhammad.
"asal lobang sudah bisa dipakai" sah untuk dinikah. :siul: :siul:


WATCH YOUR MOUTH DUDE!!! Sopanlah berbicara

Sekali lagi saya temukan tulisan model ini setelah peringatan ini, saya erase tanpa pemberitahuan. Jika keberatan hubungi moderator lain atau PM admin.


Kutip
maaf ... data anda tidak valid dari sumber abad 5 dengan semangat gnostik dan hanya mau "membela maria perawan abadi".
 :siul: :siul:


protoinjil-yakobus dan hikayat yusuf si tukang kayu BUKAN termasukdalam daftar tulisan gnostik. Makin lama koq makin ngawur ...

"maria perwan abadi" itu bagian dari keimanan katolik bukan islam. Ga ada urusan dengan Muslim.


13
Islam dan Agama Lain / Re:apa benar muhammad seorang phedofilia?
« pada: 14 Maret 2012, 09:04:47 »
tidak ada gothak-gathuk dalam ajaran gereja.
biar saja nama eli dan nama yakub di sana..tidak perlu direpotkan. orang sejaman matius dan sejaman dengan lukas juga tidak direpotkan dengan silsilah itu. mereka paham bahwa kedua silsilah itu benar.

Kalo ada yang bilang Bapak damar itu A, ada yang bilang bapak damar adalah B. koq enak bener bilang "tidak perlu direpotkan" :hihi:

Kutip
cuman orang "pinter" yang mempermasalahkan silsilah itu.

Oh, iya. Yang mempermasalahkan tentu pertama orang kristen ... muslim sih nonton aja orang kristen bingung sendiri jawab sendiri.  :hihi:

Kutip
wahai tuan silsilah, baca mat 1:17. apakah anda mengerti frasa "empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud" dapat diartikan 560 tahun (14x40 tahun -anggap 40 tahun orang sudah menikah dan punya anak)? atau tambahkan menjadi 1000 tahun, 2000 tahun?

keknya ini topik menarik nih ... tret baru ya ...

Kutip
lihat jawaban di atas. tidak ada gothak-gathuk dalam kekristenan.

Ah, kalo gak ada kenapa mesti ada apology segala ...  :ehm:

14
Islam dan Agama Lain / Re:apa benar muhammad seorang phedofilia?
« pada: 14 Maret 2012, 09:01:27 »
sudah dijawab di atas.
apakah anda akan memberikan anak perempuan anda yang baru berumur 6 tahun kepada laki-laki berumur 53 tahun?
demi kewarasan hati nurani...saya yakin anda setuju sikap abu bakar yang mencoba menolak piangan muhammad. saya juga yakin setuju bahwa ayah ulfa kehilangan kewarasannya ketika "menjual anaknya (ulfa)" kepada syekh puji.
begitu yang nelakukan adalah muhammad...semua pantat muslim langsung ditarok di kepala.

Kamu bicara masalah legalitas atau norma budaya yang berlaku??

Menurut yahudi saja, ayah  bisa menikahkan putrinya yang baru berumur 3 tahun. itu legal. Perkara itu "tidak sesuai" dengan norma setempat itu masalah lain lagi.

Kutip
ha.ha.ha...  History of Joseph The Carpenter
mempercayai tulisan berasal dari sumber sampah hasilnya juga sampah
mulung sampah...?muslim memang jagonya sampah
 :siul: :siul:

Yang mungut sih Orang katolik dan protestan yang bingung menyelsaikan problem injil. Muslim sih ga ada urusan.

Kutip
kalau injil yakobus (abad 1M) yang tidak kanonik (bisa dikatakan bidah - palsu, isi ajarannya ada yang tidak sejalan dengan theologia gereja, sumber tidak dipercaya), tidak memuat umur yusuf, terlebih lagi...masa orang harus percaya history of joseph the carpenter yang dibuat abad 5M.
bener-bener pantat ada di kepala.
 :hmmm: :hmmm:

 :hihi: Sejak kapan kriteria kanon itu dari carbon dating?? ... duhh ... jadi males diskusi ama yang ga tahu apa-apa ...  :hihi:

Kutip
ada kitabnya tapi isinya tidak digunakan oleh gereja sebagai ajaran resmi gereja.

kamu baca keterangan dari sarapanpagi ga sih??

Sekali lagi, di sini terlihat bahwa sebuah tulisan hanya diambil sebagian saja yang mungkin masih dinilai sebagai bagian yang bisa diterima sebagai ajaran resmi.


Kutip
data sejarah apakah yang anda ambil dari proto injil yakobus?
tidak ada data umur yusuf dalam proto injil yakobus.

kamu aja ga tahu isinya ...  :hihi:

Kutip
valid dari sisi iman katholik? anda tidak ngawur, tidak asbun kan? kasihan kalau sekelas moderator  masih suka ngawur. tahukan anda, kitab suci yang dipegang umat katholik tidak mencantumkan proto injil yakobus di dalamnya?
 :hihi: :hihi:

sudah saya bilang APOCRYPHA artinya nonkanonik!! sejak kapan saya bilang masuk dalam kitab suci?  :hihi: :hihi:

15
Islam dan Agama Lain / Re:Perintah Quran yang gak logis
« pada: 14 Maret 2012, 08:42:41 »
Kita liat ketidaklogisannya:

QS 3:50. Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) daripada Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

Perhatikan kata2:

"yang telah diharamkan untukmu"

Pertanyaannya:
1) Siapa yg telah mengharamkan "untukmu" tsb? kamu jawab: org2 yahudi
2) siapakah yg dimaksud dgn "mu" pada kata "untukmu" tsb? Kamu pernah jawab: org2 yahudi.

Kesimpulan (1) dan (2),
Org yahudi telah mengharamkan untuk org yahudi.

Ga logis kan?
Padahal ada kata "untuk" yg mengindikasikan kalau yg memberi hukum dan yg menerima hukum adalah 2 pihak yg berbeda.


Logis koq. memang yang dimaksud adalah bani israel yang mengharamkan untuk diri mereka sendiri. Dan itu memang maksud dari ayat tersebut.

Halaman: [1] 2 3 ... 547

myAgenda!
myQomunitas!
mySholat!
Jadwal Sholat
Jadikan juga info seperti jadwal sholat ini pada websites mu :
myPromo-Deal!
Pernak-Pernik
  • myQripik produk baru!
  • Jaket
  • Kaos
  • Kalender
  • Stiker

SatNet
IMODE | myQ wiki | Quran Flash | Android | ChitCh@t | Plug-in | Radio | FB myQ Group
(c) 1999-2013, myQuran
Refresh Your Life!
Powered by SMF 2.0.4 | SMF © 2006–2010, Simple Machines LLC
XHTML | RSS | WAP2 | Mobile
Halaman dibuat dalam 4.94 detik dengan 19 queri.