1
Sistem Ekonomi dan Bisnis / Naikkan saja harga BBM !
« pada: 07 Maret 2012, 21:02:40 »
Sebelumnya perkenalkan saya Irwan, mahasiswa PTN di Jogja.
Sy akan memberikan pandangan : kebijakan pemerintah ttg harga BBM. Mohon maaf bila sebagian dari anda tidak setuju dg pendapat sy berikut ini.
Silakan berkomentar dg sopan, dan konstruktif.
Selamat menyimak !
MINYAK ITU KRUSIAL !
Polemik tentang BBM bukanlah hal baru. Sekarang harga Premium bersubsidi berada di harga Rp 4.500/liter.
Diantara sejumlah opsi tentang mengurangi beban subsidi yg sudah membengkak, salah satu kebijakan yg paling mungkin diambil pemerintah adalah menaikkan harga BBM besubsidi. Kali ini diproyeksikan ke harga Rp 6.000/liter. yang rencananya diterapkan mulai April 2012.
Kebijakan naik-turun harga BBM ini bisa jadi karena faktor politik atupun ekonomi. Bila dilihat dr sudut pandang politik, urusannya jadi rumit. bulat dibilang kotak, bola begitu bundarnya dibilang penyok, yang besar dapat disembunyikan dg mudahnya.
Sy hanya akan melihatnya dr sudut pandang ekonomi.
Harga2 barang/jasa naik tiap tahun (bila dilihat dg rupiah). Tengok saja inflasi negara kita yg rata2 6-7% per tahun. Bahkan untuk beras bisa mencapai 13-15%.
Bila harga BBM naik, wajar harga2 pun ikut naik. karena biaya transport barang2 tsb naik, biaya produksi/energi listrik naik (sebagian pembangkit listrik adalah dr BBM), dll. Yg lebih sy soroti adalah harga sembako yg pasti akan terkena dampak kebijakan pemerintah yg satu ini.
Apa yg akan rakyat miskin rasakan? marah? ya, pasti. kecewa dg SBY? pasti. Lalu mereka harus mengadu kemana? Apakah bila rakyat miskin menjerit pemerintah akan peduli?. kalau pemerintah mendengarkan jeritan mungkin ya, tapi kalau hingga peduli dan mengikuti kata rakyat sy rasa tidak.
Pemerintah berada dlm posisi dilema. bila harga ditahan dan harga CrudeOil terus naik, subsidi terus membengkak (kata pemerintah) . bila harga dinaikkan rakyat yg menderita.
Tapi apa mau dikata, tidak mungkin bila harga CrudeOil dunia naik terus+konsumsi dlm negri naik, sementara harga dalam negri tetap. Tentu beban yang berat. indonesia adalah importir minyak bumi. Jadi, menaikkan harga BBM hanya tinggal menunggu waktu. Rupiah kita tidak bisa kita andalkan. Rp 4500 saat Februari 2005 cukup untuk membeli hampir 2,5 liter premium subsidi. sekarang hanya 1 liter, dan april nanti insyaalah rupiah kita menunjukkan kelemahannya lagi, dimana uang itu tidak cukup utk membeli 1 liter.
Akan semakin banyak orang miskin. miskin itu ada 2 :
1. Miskin karena usahanya. mungkin org tsbut bermental miskin, malas mencari uang, atau tidak tau cara mencari uang, dll.
2. Miskin karena sistem. Sistem yg memiskinkan hampir semua org. kita sudah bekerja keras tapi kita sering kesulitan dlm hal finansial. Kenaikan harga barang lebih cepat drpd kenaikan pendapatan. maka org akan semakin miskin, walaupun secara angka2, gajinya naik.
Apa yg salah? gaji sy tetap 1jt/bln. pekerjaan sy tetap melakukan ini dan ini. butir beras tetap seperti itu. jagung tetap begitu. sayuran tetap gitu, tapi knapa uang sy ini semakin sulit mengejar harga2 barang/jasa. Jelas ada suatu sistem yg menyebabkan kemiskinan masal. Lebih zalim drpd Bom Atom.
Bila harga crude-oil naik, hampir bisa dipastikan harga BBM favorit kita akan naik. tinggal menunggu waktu. bila anda menolak kebijakan tersebut, ini hanya akan menjadikannya sbg bom waktu, bahkan bisa jd lebih dahsyat.
Jadi, naikkan saja..
Sy akan memberikan pandangan : kebijakan pemerintah ttg harga BBM. Mohon maaf bila sebagian dari anda tidak setuju dg pendapat sy berikut ini.
Silakan berkomentar dg sopan, dan konstruktif.
Selamat menyimak !
MINYAK ITU KRUSIAL !
Polemik tentang BBM bukanlah hal baru. Sekarang harga Premium bersubsidi berada di harga Rp 4.500/liter.
Diantara sejumlah opsi tentang mengurangi beban subsidi yg sudah membengkak, salah satu kebijakan yg paling mungkin diambil pemerintah adalah menaikkan harga BBM besubsidi. Kali ini diproyeksikan ke harga Rp 6.000/liter. yang rencananya diterapkan mulai April 2012.
Kebijakan naik-turun harga BBM ini bisa jadi karena faktor politik atupun ekonomi. Bila dilihat dr sudut pandang politik, urusannya jadi rumit. bulat dibilang kotak, bola begitu bundarnya dibilang penyok, yang besar dapat disembunyikan dg mudahnya.
Sy hanya akan melihatnya dr sudut pandang ekonomi.
Harga2 barang/jasa naik tiap tahun (bila dilihat dg rupiah). Tengok saja inflasi negara kita yg rata2 6-7% per tahun. Bahkan untuk beras bisa mencapai 13-15%.
Bila harga BBM naik, wajar harga2 pun ikut naik. karena biaya transport barang2 tsb naik, biaya produksi/energi listrik naik (sebagian pembangkit listrik adalah dr BBM), dll. Yg lebih sy soroti adalah harga sembako yg pasti akan terkena dampak kebijakan pemerintah yg satu ini.
Apa yg akan rakyat miskin rasakan? marah? ya, pasti. kecewa dg SBY? pasti. Lalu mereka harus mengadu kemana? Apakah bila rakyat miskin menjerit pemerintah akan peduli?. kalau pemerintah mendengarkan jeritan mungkin ya, tapi kalau hingga peduli dan mengikuti kata rakyat sy rasa tidak.
Pemerintah berada dlm posisi dilema. bila harga ditahan dan harga CrudeOil terus naik, subsidi terus membengkak (kata pemerintah) . bila harga dinaikkan rakyat yg menderita.
Tapi apa mau dikata, tidak mungkin bila harga CrudeOil dunia naik terus+konsumsi dlm negri naik, sementara harga dalam negri tetap. Tentu beban yang berat. indonesia adalah importir minyak bumi. Jadi, menaikkan harga BBM hanya tinggal menunggu waktu. Rupiah kita tidak bisa kita andalkan. Rp 4500 saat Februari 2005 cukup untuk membeli hampir 2,5 liter premium subsidi. sekarang hanya 1 liter, dan april nanti insyaalah rupiah kita menunjukkan kelemahannya lagi, dimana uang itu tidak cukup utk membeli 1 liter.
Akan semakin banyak orang miskin. miskin itu ada 2 :
1. Miskin karena usahanya. mungkin org tsbut bermental miskin, malas mencari uang, atau tidak tau cara mencari uang, dll.
2. Miskin karena sistem. Sistem yg memiskinkan hampir semua org. kita sudah bekerja keras tapi kita sering kesulitan dlm hal finansial. Kenaikan harga barang lebih cepat drpd kenaikan pendapatan. maka org akan semakin miskin, walaupun secara angka2, gajinya naik.
Apa yg salah? gaji sy tetap 1jt/bln. pekerjaan sy tetap melakukan ini dan ini. butir beras tetap seperti itu. jagung tetap begitu. sayuran tetap gitu, tapi knapa uang sy ini semakin sulit mengejar harga2 barang/jasa. Jelas ada suatu sistem yg menyebabkan kemiskinan masal. Lebih zalim drpd Bom Atom.
Bila harga crude-oil naik, hampir bisa dipastikan harga BBM favorit kita akan naik. tinggal menunggu waktu. bila anda menolak kebijakan tersebut, ini hanya akan menjadikannya sbg bom waktu, bahkan bisa jd lebih dahsyat.
Jadi, naikkan saja..



