Pesan |
Topik |
Lampiran
Seksi ini mengijinkan Anda untuk melihat semua tulisan yang dibuat oleh anggota ini. Catatan bahwa Anda hanya bisa melihat tulisan yang dibuat dalam area di mana Anda memiliki akses terhadapnya.
Topik - abdullahnajib77
1
« pada: 17 April 2009, 13:22:11 »
Assalamualaikum
ana lagi mau buat software pake delphi, yaitu software alQuran, cuman saya susah menuliskan dengan font arab, databasenya saya pake sqlite3,
jadi dari database (berupa font arab) mau saya masukan ke edit text, atau memo caranya gimana yaa? sudah saya coba tapi hasilnya ? ? ? ? ? ? ? ? ?
thx
2
« pada: 20 Februari 2009, 13:15:08 »
Kata at-Tawwab, terambil dari akar kata yang terdiri dari huruf-huruf ta’, wauw, dan ba’. Maknanya hanya satu yaitu kembali. Kata ini mengandung makna bahwa yang kembali pernah berada pada satu posisi, baik tempat maupun kedudukan, kemudian menginggalkan posisi itu, selanjutnya dengan “kembali” ia menuju kepada posisi semula Kata kerja yang menggunakan akar kata yang terangkai oleh ketiga huruf di atas beraneka macam bentuknya, sedang pelakunya sekali Allah dan di kali lain manusia. Perhatikan misalnya kedua ayat berikut. “Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Dia taba/kembali atasnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang” (Q.S. Al-Baqarah 2: 37), di sini pelaku adalah Allah. Sedang fiman-Nya “Sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar”(Q.S. Thaha 20 : 82), Pelakunya seperti terbaca adalah manusia. Ada juga ayat yang menunjuk kepada kedua pelaku di atas,- Allah dan manusia yaitu firman-Nya, “Terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa merekapun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melaikan kepada-Nya saja. Kemudian Allah taba ‘Alaihim (menerima taubat mereka?) agar mereka bertaubat. Sesungguhnya Allah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang ” (Q.S. At-Taubah 9 : 118). Jika demikian Allah pun “bertaubat” dalam arti kembali. Suatu ilustrasi tentang taubat dapat diangkat dari ayat-ayat yang berbicara tentang dosa pertama yang dilakukan oleh manusia (Adam as.), sekaligus berbicara tentang taubat pertama manusia. “Dan Kami (Allah) berfirman, ‘Hai Adam, diamilah engkau dan isterimu surga (ini)dan makanlah darinya yang banyak lagi baik di mana dan kapan saja kamu berdua sukai,dan Janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, sehingga menyebabkan kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim”(Q.S Al – Baqarah 2: 35). “Maka ia menurunkan keduanya dengan tipu daya. Maka tatkala keduanya telah merasakan buah pohon itu, nampaklah bagi keduanya sauat-sauatnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Dan Tuhan mereka menyeru mereka berdua: ‘Bukankah Aku telah melarang kamu berdua melampaui pohon itu dan Aku katakan kepada kamu berdua’ : Sesungguhnya setan itu bagi kamu berdua adalah musuh yang nyata” (Q.S Al-A’raf 7 : 22). Anda baca bahwa dalam surat Al-A’raf Allah menggunakan kata “menyeru mereka” yang mengisyaratkan jarak yang jauh, padahal sebelum mendekat ke pohon, kata yang digunakan adalah “berfirman”. Di sisi lain, pohon pada surat Al-A’raf ditunjuk dengan kata “itu”, padahal sebelum mencicipinya pohon itu ditunjuk dengan kata “ini”, kata “menyeru” dan “itu” menunjukan jarak yang jauh, sebalikanya kata “berfirman” dan “ini”menunjukan jarak yang dekat. Perbedaan redaksi ayat al-Baqarah dan al-A’raf mengisyaratkan bahwa setelah berdosa, Allah dan manusia menjauh dari posisi sebelum berdosa. Nah, bila manusia menyesal dan bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan dan memohon ampun maka dia bertaubat, yang arti harfiahnya adalah kembali. Allah yang menerima taubat manusia juga kembali ke posisi semula sehingga Dia pun bertaubat, yang biasa diartikan dengan menerima taubat. Ini di isyaratkan oleh ayat “Maka Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Dia kembali kepadanya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”(Q.S Al-Baqarah 2 : 37). “Keduanya berkata: ‘Tuhan kami!, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya, demi, pastilah kami termasuk orang-orang yang rugi”(Q.S Al-Araf 7 : 23) penutup ayat diatas lanakunanna min al-khaisrin menunjukan betapa dalam kesadaran dan penyesalan Adam dan Hawa as., sehingga doa ini mereka kukuhkan dengan tiga macam pengukuhan. Pertama huruf lam yang digunakan untuk bersumpah, yang diterjemahkan dengan kata demi, yang kedua tambahan huruf nun pada kata lanakunanna yang diterjemahkan dengan kata pastilah dan yang ketiga min al-khasirin, yang diterjemahkan termasuk kelompok orang-orang yang rugi2. Jika kita sependapat dengan para ulama yang menyatakan bahwa kalimat-kalimat ayat ini adalah pengajaran Allah kepada Adam dan Hawa as. untuk memohonkannya kepada Allah, maka ini mengisyaratkan pula bahwa taubat yang diterima Allah adalah taubat yang benar tulus dan yang oleh pelakunya disadari sebagai ancaman kesengsaraan bila tidak dikabulkan Allah. Ancaman ini tentu dirasakan oleh mereka yang menyadari bahwa pelanggaran yang dilakukannya itu tertuju kepada Tuhan Yang Maha Agung. Perlu dicatat untuk dicamkan bahwa al-Qur’an tidak ditemukan bentuk jamak (kata :”Kami”1) yang menunjuk kepada Allah sebagai penerima/pemberi taubat. Bahkan secara tegas, kata kerja yang menunjuk kepada penerimaan-Nya ditemukan dalam bentuk tunggal dan menunjuk kepada diri-Nya sendiri. Firman-Nya setelah mengutuk mereka yang menyembunyikan kebenaran: “kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itu Aku menerima taubatnya dan Akulah yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”(Q.S al-Baqarah 2 : 160). Misalkan dalam hal menurunkan dan memelihara al-Qur’an menggunakan bentuk jamak: “Sesungguhnya Kami yang menurunkan al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”(Q.S al-Hijr 15 : 9). Penggunaan bentuk tunggal dalam hal taubat adalah karena tidak ada satu mahluk pun yang mempunyai wewenang atau terlibat dalam menerima atau menolak taubat. Ini hanya wewenang penuh Allah sendiri. Ketika hati Nabi Muhammad saw. sangat terpukul dengan sikap kaum musyrikin dalam Perang Uhud, dimana paman beliau sahid secara sangat memilukan, dan beliau luka berlumuran darah, beliau bergumam “Bagaimana mungkin satu kaum memperoleh kejayaan, padahal mereka telah membuat wajah Nabi mereka berlumuran darah, sedang dia mengajak mereka ke jalan Allah?” Allah yang Maha Melihat dan Maha Mendengar, menegur beliau dengan firman-Nya: “Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu apakah Allah menerima taubat mereka, atau mengazab mereka, karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim”(Q.S Ali ‘Imran 3 : 128). Imam Ghazali mengartikan Al-Tawwab (Yang Maha Penerima Taubat) sebagai Dia (Allah) yang kembali berkali-kali menuju cara yang memudahkan taubat untuk hamba-hamba-Nya, dengan jalan menampakkan tanda-tanda kebesaran-Nya, menggiring kepada mereka peringatan-peringatan-Nya, serta mengingatkan ancaman-ancaman-Nya, sehingga bila mereka telah sadar akan akibat buruk dari dosa-dosa, dan merasa takut dari ancaman-ancaman-Nya, mereka kembali (bertaubat) dan Allah pun kembali kepada mereka dengan anugerah pengabulan. Mufassir at-Thabathaba’i ketika menafsirkan surat al-Baqarah ayat 37 diatas mengemukakan bahwa taubat dari Allah, berarti kembalinya Allah kepada hamba dengan mencurahkan rahmat. Adapun taubat manusia, maka ia adalah permohonan ampun, disertai dengan meninggalkan dosa. Taubat manusia – lanjutnya – berada dalam dua jenis taubat Tuhan, karena manusia tidak dapat melepaskan diri dari Tuhan dalam keadaan apapun, maka taubatnya atas maksiat yang dia lakukan, memerlukan taufiq, bantuan, dan rahmat-Nya agar upayanya bertaubat, benar-benar dapat diterima oleh-Nya.
keterangan : 1 Bentuk Jamak yang dinisbahkan kepada Allah seperti kata Kami menunjukan bahwa terdapat keterlibatan selain Allah dalam kegiatan tersebut (misal dalam penurunan al-Qur’an menggunakan kata Kami yang berarti ada keterlibatan malaikan jibril dalam penurunan al-Qur’an) sedangkan bentuk tunggal yang dinisbahkan kepada Allah berarti tidak ada keterlibatan siapapun dalam kegiatan tersebut.
2 memasukan seseorang kedalam kelompok tertentu artinya bahwa dia telah mencapai tingkat kelompok tersebut. Itu sebabnya jika anda berkata, si A masuk kelompok ulama, maka pernyataan ini menunjukan kedalaman ilmu si A, melebihi ilmu yang dimiliki oleh si B, yang anda lukiskan dengan mengatakan, si B adalah seorang ulama, demikian tulis banyak ulama.
dikutip dari tulisan Ustad Quraish Shihab
3
« pada: 20 Februari 2009, 13:12:29 »
TANTANGAN AL-QUR’AN
(Al-Baqarah 2:23-24) 23. dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. 24. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) - dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.
ASTRONOMI 1. PENCIPTAAN ALAM ’TEORI BIG BANG’ Berdasarkan teori big bang alam semesta tercipta dari kumpulan gas yang disebut ‘primary nebula’ kemudian terpecah dan menjadi bintang-bintang,planet-planet, matahari,bulan dll Al-Anbiyaa’[21]:30
30. ’dan Apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka Mengapakah mereka tiada juga beriman?’ ‘ratq’ berarti perpaduan beberapa unsur untuk dijadikan suatu kumpulan yang homogen. ‘fatq’ berarti memisahkan.
2. LAPISAN GAS SEBELUM PENCIPTAAN GALAKSI Ilmuan setuju bahwa sebelum galaksi dialam terbentuk terdapat materi-materi gas atau ’stratum(lapisan) gas’ kemudian mengalami tahap pengerasan yang menjadi galaksi-galaksi di alam. Kumpulan materi-materi gas yang sebelum mengalami tahap pengerasan itu lebih tepat disebut’asap’.
Fushshilat [41]:11 11. ’kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati"’
”Dukhan” itu berarti asap
3. BENTUK BUMI BULAT TELUR (GEOSPHERICAL) Pada abad-abad awal orang beranggapan bahwa bumi datar, sehingga orang takut berjalan terlalu jauh terjatuh kejurang yang dalam. Kemudian ’Sir Francis Drake’ pada tahun 1597 yang menyatakan bumi berbentuk Geospherical (bulat telur) ketika dia menjelajahinya.
Luqman[31]:29 29. ”tidakkah kamu memperhatikan, bahwa Sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”
Az-Zumar[39]:5 5. ’Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. ingatlah Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.’
Kawwara’ berarti menggulung. Dahulu kata ’Kawara’digunakan dalam arti menggulung serban dikepala.
Seandainya bumi datar tidak mungkin terjadi penggulungan(yukawwir) malam terhadap siang atau sebaliknya secara perlahan, perubahannya akan terjadi secara mendadak.
An-Naazi’aat [79]:30 30. ’dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.’
‘dahaaha’ berakar dari kata ‘huya’ yang menunjuk pada arti telur, tapi bukan sembarang telur, yaitu telur burung unta.
4. SINAR BULAN PANTULAN & SINAR MATAHARI DARI DIRINYA Sinar Bulan adalah pantulan sedangkan sinar Matahari bersumber dari dirinya sendiri. Pada abad-abad peradaban awal bulan dipercayai memiliki sinar dari dirinya sendiri. Sekarang ilmu pengetahuan menyatakan sinar bulan bukan dari dirinya sendiri tapi pantulan sinar matahari. Al-Furqaan[25]:61 61. ’Maha suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.’ Nuh[71]:15-16 15. tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat? 16. dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita? Yunus[10]:5
5. Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.
Ayat-ayat diatas menunjukan bahwa kata ’qamar’ yang berarti bulan ditunjuk dengan nur yang berarti sinar pantulan dan munir yang berarti meminjam cahaya, sedangkan syams yang berarti matahari dengan siraj yang berarti obor / pelita,wahhaj yang berarti lampu yang sangat kuat, dan diya berarti cahaya’. Tidak ada satu ayat pun didalam Al-Qur’an yang mensifati bulan dengan diya’ atau siraj atau matahari dengan nur.
5. BINTANG-BINTANG (’Nujum’) & PLANET-PLANET (’Kawakib’) Bintang bahasa arabnya ’Najm’ yang disebut dalam Al-Qur’an sebanyak 13 kali, kata jamaknya ’Nujum’ akar kata yang berarti nampak. Bintang pada waktu malam diberi sifat oleh Qur’an dengan kata ’tsaqib’ artinya yang membakar, dan membakar dirinya sendiri dan yang menembus. Disini menembus kegelapan diwaktu malam, kata yang sama ’tsaqib’, juga dipakai untuk menunjukan bintang-bintang yang berekor.
Ath-Thaariq[86]:1-3 1. demi langit dan yang datang pada malam hari, 2. tahukah kamu Apakah yang datang pada malam hari itu? 3. (yaitu) bintang yang cahayanya menembus,
An-Nuur[24]:35 35. Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembu, yang di dalamnya ada pelita besar. pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) Hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.
Yang dimaksud disini adalah proyeksi cahaya kepada suatu benda yang merefleksikan (kaca) dengan memberinya kilatan mutiara, sebagaimana planet yang disinari matahari, inilah penjelasan dari kata ’Kaukab’ yang berarti planet
6. MATAHARI BEROTASI Filosof – filosof eropa dan ilmuan pada abad-abad awal percaya bahwa bumi pusat alam semesta dan pelanet-pelanet begitu pula matahari mengelilingi bumi, yang disebut teori geocentrisme, ini dipercaya pada abad 2 sebelum masehi dan dipercaya selama 16 abad lamanya, sampai ditahun 1512 Nicholas Copernicus teori heliocentris dari pergerakan pelanet-pelanet yang menyatakan bahwa bumi dan pelanet-pelanet mengelilingi matahari sebagai pusat. Kemudian tahun 1609 ilmuan jerman Yonannus Keppler menulis dalam bukunya ’Astronomia Nova’ bahwa bukan hanya bumi dan planet berputar mengelilingi matahari tetapi juga berputar pada porosnya.
Al-Anbiya’[21]:33 33. dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.
Kata yasbahun berasal dari akar kata sabaha yang berarti pergeseran dari tubuh yang bergerak. Hal itu dinamakan ”berenang” jika terjadi didalam air, dan jika didarat dia berarti berjalan atau berlari. Karena matahari terjadi dialam raya maka kata yang digunakan menggunakan arti aslinya. Sekarang kita ketahui bahwa matahari membutuhkan waktu 25 hari untuk berputar pada porosnya (ini dapat diketahui karena adanya bintik hitam didalam matahari ), dan selain itu juga matahari bergerak mengelilingi angkasa dengan kecepatan 240 Km per detik yang membutuhkan waktu 200 juta tahun untuk menyelesaikan satu kali putaran revolusi di dalam galaksi kita Milky Way.
Yasin[36]:40 40. tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. dan masing-masing beredar pada garis edarnya.
Penemuan modern menyatakan bahwa matahari dan bulan bergerak dengan orbit yang berbeda.Matahari bergerak dalam suatu solar sistem yang dinamakan solar apex, didalam constellasi hercules.
Bulan berputar pada dirinya (rotasi) dalam waktu melakukan edaran disekitar bumi, kira-kira 29 ½ hari untuk menunjukan bentuk aslinya.
7. MATAHARI AKAN BERAKHIR Sinar matahari terbentuk karena adanya reaksi kimia yang sudah terjadi sekitar 4½ milyar tahun yang lalu. Pada waktu ini kita ketahui bahwa matahari dikenal sebagai bintang yang merubah atom hidrogen menjadi helium. Keadaan sekarang ini akan berlangsung selama 5½ milyar tahun yang menurut perkiraan para ahli akan mengalami tahap pertama ini. Setelah tahap pertama, seperti telah diamati oleh para ahli seperti bintang-bintang yang serupa, akan menyusul tahap kedua yang cirinya adalah selesainya perobahan hidrogen menjadi helium. Akibat ini adalah bahwa lapisan matahari yang diluar akan terbakar dan yang didalam akan menjadi dingin. Pada tahap akhir cahaya matahari akan berkurang dan kepadatannya akan bertambah. Hal ini dapat dilihat dari bintang-bintang dari tipe yang dinamakan : cebol-cebol putih. Dan sudah kita ketahui bahwa matahari beredar pada solar apex .
Yasin[36]:38 38. dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui.
Kata mustaqarr berarti tempat dan waktu yang ditentukan. Ini berarti bahwa matahari bergerak pada tempat tertentu (solar apex) dan berada pada periode waktu tertentu yang berarti matahari akan berakhir. Pesan yang sama diulang didalam Al-Qur’an Ar-Ra’ad[13]:2, Fatir[35]:13,Az-Zumar[39]:5 dan Az-Zumar[39]:21.
tulisan Muhammad Zakir Naik & Maurice Buchale
4
« pada: 02 Februari 2009, 08:47:41 »
Assalamualaikum ada yang punya vcd film kisah2 Nabi Ngga , Ana Mau? kalau bisa di download,site2nya dimana? kisah Nabi Musa AS, Nabi Isa As,Nabi Ibrahim As ... kalau beli juga gpp, dimana? karena di jakarta di kwitang toko buku islam(wali songo) saya tanya ngga ada katanya iran membuat film tentang yesus versi islam ... ada yang punya linknya ngga sukron sebelumnya  wassalam
5
« pada: 10 Oktober 2008, 14:37:34 »
1) Dr. T. V. N. Persaud is Professor of Anatomy, Professor of Pediatrics and Child Health, and Professor of Obstetrics, Gynecology, and Reproductive Sciences at the University of Manitoba, Winnipeg, Manitoba, Canada. There, he was the Chairman of the Department of Anatomy for 16 years. He is well-known in his field. He is the author or editor of 22 textbooks and has published over 181 scientific papers. In 1991, he received the most distinguished award presented in the field of anatomy in Canada, the J.C.B. Grant Award from the Canadian Association of Anatomists. When he was asked about the scientific miracles in the Qur’an which he has researched, he stated the following: “The way it was explained tome is that Muhammad was a very ordinary man. He could not read, didn’t know [how] to write. In fact, he was an illiterate. And we’re talking about twelve [actually about fourteen] hundred years ago. You have someone illiterate making profound pronouncements and statements and that are amazingly accurate about scientific nature. And I personally can’t see how this could be a mere chance. There are too many accuracies and, like Dr. Moore, I have no difficulty in my mind that this is a divine inspiration or revelation which led him to these statements.”Professor Persaud has included some Qur’anic verses and sayings of the Prophet Muhammad in some of his books. He has also presented these verses and sayings of the Prophet Muhammad at several conferences. 2) Dr. Joe Leigh Simpson is the Chairman of the Department of Obstetrics and Gynecology, Professor of Obstetrics and Gynecology, and Professor of Molecular and Human Genetics at the Baylor College of Medicine, Houston, Texas, USA. Formerly, he was Professor of Ob-Gyn and the Chairman of the Department of Ob-Gyn at the University of Tennessee, Memphis, Tennessee, USA. He was also the President of the American Fertility Society. He has received many awards, including the Association of Professors of Obstetrics and Gynecology Public Recognition Award in 1992. Professor Simpson studied the following two sayings of the Prophet Muhammad : { In every one of you, all components of your creation are collected together in your mother’s womb by forty days... }1 { If forty-two nights have passed over the embryo, God sends an angel to it, who shapes it and creates its hearing, vision, skin, flesh, and bones.... }2 He studied these two sayings of the Prophet Muhammad extensively, noting that the first forty days constitute a clearly distinguishable stage of embryo-genesis. He was particularly impressed by the absolute precision and accuracy of those sayings of the Prophet Muhammad . Then, during one conference, he gave the following opinion: “So that the two hadeeths (the sayings of the Prophet Muhammad ) that have been noted provide us with a specific time table for the main embryological development before forty days. Again, the point has been made, I think, repeatedly by other speakers this morning: these hadeeths could not have been obtained on the basis of the scientific knowledge that was available [at] the time of their writing . . . . It follows, I think, that not only there is no conflict between genetics and religion but, in fact, religion can guide science by adding revelation to some of the traditional scientific approaches, that there exist statements in the Qur’an shown centuries later to be valid, which support knowledge in the Qur’an having been derived from God.” 3) Dr. E. Marshall Johnson is Professor Emeritus of Anatomy and Developmental Biology at Thomas Jefferson University, Philadelphia, Pennsylvania, USA. There, for 22 years he was Professor of Anatomy, the Chairman of the Department of Anatomy, and the Director of the Daniel Baugh Institute. He was also the President of the Teratology Society. He has authored more than 200 publications. In 1981, during the Seventh Medical Conference in Dammam, Saudi Arabia, Professor Johnson said in the presentation of his research paper: “Summary: The Qur’an describes not only the development of external form, but emphasizes also the internal stages, the stages inside the embryo, of its creation and development, emphasizing major events recognized by contemporary science.” Also he said: “As a scientist, I can only deal with things which I can specifically see. I can understand embryology and developmental biology. I can understand the words that are translated to me from the Qur’an. As I gave the example before, if I were to transpose myself into that era, knowing what I knew today and describing things, I could not describe the things which were described. I see no evidence for the fact to refute the concept that this individual, Muhammad, had to be developing this information from some place. So I see nothing here in conflict with the concept that divine intervention was involved in what he was able to write.” 4) Dr. William W. Hay is a well-known marine scientist. He is Professor of Geological Sciences at the University of Colorado, Boulder, Colorado, USA. He was formerly the Dean of theRosenstiel School of Marine and Atmospheric Science at the University of Miami, Miami, Florida, USA. After a discussion with Professor Hay about the Qur’an’smention of recently discovered facts on seas, he said: “I find it very interesting that this sort of information is in the ancient scriptures of the Holy Qur’an, and I have no way of knowing where they would come from, but I think it is extremely interesting that they are there and that this work is going on to discover it, the meaning of some of the passages.” And when he was asked about the source of the Qur’an, he replied: “Well, I would think it must be the divine being.” 5) Dr. Gerald C. Goeringer is Course Director and Associate Professor of Medical Embryology at the Department of Cell Biology, School of Medicine, Georgetown University, Washington, DC, USA. During the Eighth Saudi Medical Conference in Riyadh, Saudi Arabia, Professor Goeringer stated the following in the presentation of his research paper: “In a relatively few aayahs (Qur’anic verses) is contained a rather comprehensive description of human development from the time of commingling of the gametes through organogenesis. No such distinct and complete record of human development, such as classification, terminology, and description, existed previously. In most, if not all, instances, this description antedates by many centuries the recording of the various stages of human embryonic and fetal development recorded in the traditional scientific literature.” 6) Dr. Yoshihide Kozai is Professor Emeritus at Tokyo University, Hongo, Tokyo, Japan, and was the Director of the National Astronomical Observatory, Mitaka, Tokyo, Japan. He said: “I am very much impressed by finding true astronomical facts in [the] Qur’an, and for us the modern astronomers have been studying very small pieces of the universe. We’ve concentrated our efforts for understanding of [a] very small part. Because by using telescopes, we can see only very few parts [of] the sky without thinking [about the] whole universe. So, by reading [the] Qur’an and by answering to the questions, I think I can find my future way for investigation of the universe.” 7) Professor Tejatat Tejasen is the Chairman of the Department of Anatomy at Chiang Mai University, Chiang Mai, Thailand.
Previously, he was the Dean of the Faculty of Medicine at the same university. During the Eighth Saudi Medical Conference in Riyadh, Saudi Arabia, Professor Tejasen stood up and said: “During the last three years, I became interested in the Qur’an . . . . From my study and what I have learned from this conference, I believe that everything that has been recorded in the Qur’an fourteen hundred years ago must be the truth, that can be proved by the scientific means. Since the Prophet Muhammad could neither read nor write, Muhammad must be a messenger who relayed this truth, which was revealed to him as an enlightenment by the one who is eligible [as the] creator. This creator must be God. Therefore, I think this is the time to say La ilaha illa Allah, there is no god to worship except Allah (God), Muhammadur rasoolu Allah, Muhammad is Messenger (Prophet) of Allah (God). Lastly, I must congratulate for the excellent and highly successful arrangement for this conference . . . . I have gained not only from the scientific point of view and religious point of view but also the great chance of meeting many well-known scientists and making many new friends among the participants. The most precious thing of all that I have gained by coming to this place is La ilaha illa Allah, Muhammadur rasoolu Allah, and to have become a Muslim.”ucapan2 mereka bisa didownload disini www.islam-guide.com/truthini alamat videonya lebih specific: INI MURNI UCAPAN2 MEREKA (DALAM BAHASA INGGRIS) http://www.islam-guide.com/video/goeringer-1-56k.rmhttp://www.islam-guide.com/video/hay-1-56k.rmhttp://www.islam-guide.com/video/johnson-1-56k.rmhttp://www.islam-guide.com/video/johnson-2-56k.rmhttp://www.islam-guide.com/video/kozai-1-56k.rmhttp://www.islam-guide.com/video/kroner-1-56k.rmhttp://www.islam-guide.com/video/kroner-2-56k.rmhttp://www.islam-guide.com/video/moore-1-56k.rmhttp://www.islam-guide.com/video/moore-2-56k.rmhttp://www.islam-guide.com/video/persaud-1-56k.rmhttp://www.islam-guide.com/video/simpson-1-56k.rmhttp://www.islam-guide.com/video/tejasen-1-56k.rmdi bukanya pake Real Player .... silahkan download real playernya... INI BUKTI DARI PAKAR2 KRISTEN SENDIRI ... BUKAN DARI ORANG ISLAM
6
« pada: 02 September 2008, 17:29:26 »
assalamualaikum
saya sangat prihatin melihat keadaan sekarang ... pornografi ... pornoaksi... maksiat itu tidak sedikit ditujang oleh TV...
coba lihat saja iklan, film, kata2 yang digunakan sudah sangat melenceng jauh dari fitrah jati diri manusia..
saya yakin kalau TV bisa di filter ... wah akan amat sangat banyak perubahan moral dan sikap bangsa indonesia ini
gimana yaa caranya buat memberantas itu semua... paling tidak kita mulai dari cara yang paling mudah...
wassalamualaikum
7
« pada: 27 Juni 2008, 12:57:23 »
assalamualaikum saya ingin berdiskusi masalah wudhu, saya sedikit sekali mendapat referensi untuk masalah2 fiqih sehingga saya lebih senang bertanya dan berdiskusi.. wudhu yang kita lakukan sehari-hari apakah sudah sesuai dengan yang diperintahkan Allah SWT & RosulNya ayat yang berbicara tentang wudhu hanya ini yang saya ketahui: (Almaidah 5:6) Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur. mungkin hadist atau ayat2 lain serta penjelasan2 alim ulama dan alasan2 mereka bisa diketengahkan disini trims
8
« pada: 27 Juni 2008, 09:31:58 »
assalamualaikum semoga keselamatan dan kesejahteraan selalu terlimpah kepada anda yang berjuang di jalan Allah SWT.. saya terus terang banyak tidak tahu masalah fiqih ... saya pingin belajar sama saudara2 ku disini tentang fiqih .... mudah2an antum mendapatkan pahala dari Allah SWT atas keikhlasannya mengajari saya masalah fiqih ini... terus terang saya banyak tidak tahu... wassalamualaikum mungkin saya akan mulai dengan masalah sholat wajib... (jangan kaget dengan pertanyaan ini karena walaupun sehari 5 kali kita sholat ... apakah sholat kita (khususnya saya sudah benar)?) jadi saya tidak akan malu2 untuk bertanya kepada yang sudah mengerti tentang hal ini... pertanyaannya 1 sederhana: apakah yang wajib2 dilakukan didalam sholat fardhu? misalanya membaca al-fatihah itu kan wajib... nah saya pingin tahu lebih detil... alangkah baiknya kalau disini juga di uraikan hadist2nya atau uraian imam2 serta ulama2 yang pakar dibidangnya dan juga yang tidak lupa alasan mereka ... sukron katsir .... jangan jenuh dengan pertanyaan saya yaaa!
9
« pada: 25 Juni 2008, 15:38:49 »
INI SEBENARNYA JUDULNYA :KRISTEN TETAP PALING BIADAB SEPANJANG MASA... CUMAN TIDAK SAYA TULIS KARENA TIDAK PANTAS.... SAYA HANYA MAU MENUNJUKAN KHUSUSNYA KEPADA johanes tentang ajaran agama kristen yang katanya tidak pernah mengatasnamankan agama....
silahkan disimak:
51. Tahun 1189, Balatentara Salibis yang terdiri dari tentara Inggris dan Prancis melancarkan serangan dari kota Sour ke kota Aka pada tahun 1189 M (585 H). Mereka berdiam hingga datang balabantuan ekspedisi ketiga yang diserukan oleh Paus Urbanus II yang diberi nama dengan misi "perebutan kembali" Yerusalem, yang dikomandoi oleh tiga Raja Eropa yaitu Fredrik Barbarosa, yang mana sebagian besar pasukannya mati di tengah perjalanan, kemudian Richard yang "Berhati Singa" Raja Inggris yang datang dari arah laut. Serta Phillip Augustas, Raja Prancis.
Richard merupakan orang yang hebat yang merupakan orang Eropa yang paling jahat dan punya kebencian yang sangat terhadap orang Islam. Ia adalah rintangan yang paling berat bagi muslim. Tiga kekuatan ini yang mengepung kota Akka, pada bulan Juni 1191 M (bulan Raiul Tsani- Jumadil Ula 587 H). Dan kota ini jatuh ke tangan mereka pada tanggal 12 Juli 1191 M (17 Jamadil Ula 587 H).
Tentara Inggris dan Prancis yang bergerak menuju jalan laut bertemu di Saqliah. Richard menuju Cyprus kemudian ke Palestina, sedangkan Philip langsung ke Palestina, dan mengepung Akka dengan bantuan sisa-sisa tentara Frederik. Dalam pengepungan ini turut pula orang-orang Latindi Syam di bawah pimpinan Guys yang pernah mengadakan perjanjian damai dengan Shalahuddin. Berkat dukungan tentara Richard dan angkatan lautnya, Akka dapat direbut. Tentara Salib melakukan pembunuhan besar-besaran meskipun setelah itu tidak ada lagi serangan militer. Lagi-lagi pasukan Salib mempertontonkan kebiadaban khas Kristennya disini.
Dengan pendudukan ini, kekuatan Salibis berupaya untuk dapat membangun basis kekuatan kembali di Palestina. Umat Islam kembali membalas dan terjadilah berbagai pertempuran antara kedua belah pihak. Namun, Salibis terus melanjutkan ekspansi dengan merebut teritori wilayah Selatan pantai dengan menduduki kota-kota Haifa dan Jaffa.
Perang salib ini diakhiri dengan perjanjian Ramalah (1192) yang isinya menyisakan sedikit tanah untuk orang Kristen di pantai yang berdekatan dengan Akka -memanjang dari Sur sampai Haifa- membolehkan jemaah ziarah Kristen berziarah ke Yerusalem tanpa membawa senjata, dan Shalahuddin menguasai wilayah yang ditaklukannya termasuk Ludd, Ar-Ramlah, dan Asqolan.
52. Perang salib keempat: 12 April Constantinople dikuasai, jumlah korban yang tak dikenal, sebanyak ribuan orang. Banyak di antara mereka beragama Kristen.
53. Tahun 1205. Paus Innocent kedua yang lain menyingkirkan King John of England karena menyerang beberapa orang uskup.
Akhirnya John terpaksa mengirimkan pesan kepada Paus dengan kata-kata sbb:
"Seorang utusan angelik, atas nama Inggris dan Irlandia, mendoakan Yesus dan pengikutnya, penaung kami Paus Innocent, dan seluruh penerus katoliknya. Sejak hari ini, kami menjadikan kerajaan ini sebagai penganut setia Paus dan hierarkinya. Kami telah menganggarkan 1.000 pound Inggris untuk disumbangkan kepada kotak gereja setiap tahunnya. 500 pound diberikan setengah tahun sekali, dalam bentuk uang perak. Jika saya atau pengganti saya yang berada di tahta Inggris melanggar perjanjian ini, dengan sendirinya kami akan kehilangan kekuasaan Inggris."
Surat John ini bisa dibaca pada buku karya Marcel Cache berjudul Social History, jilid dua. Di halaman 123 buku tersebut, tertulis juga bahwa pada periode ini, 5 juta orang dihukum karena melanggar fikiran ortodoks atau menentang titah Paus. Mereka dihukum gantung atau mereka dicampakkan ke dalam penjara yang mirip sumur gelap. Dalam tempo 18 tahun, antara tahun 1481-1499, mahkamah gereja telah membakar hidup-hidup 1.020 orang. 6.860 orang digergaji hingga hancur lebur dan 97.023 orang disiksa hingga mati.
Victor Hugo menulis dalam buku History of Free Thought, halaman 147 sbb:
"Sejarah gereja yang sebenarnya bukan saja dapat dibaca lewat halaman-halaman buku, tetapi juga di celah-celah baris catatan resmi. Gereja telah menyebabkan Parnili dihukum cambuk sehingga hampir saja menemui ajalnya. Hal itu terjadi lantaran ia menyatakan bahwa bintang tidak jatuh dari jalan yang telah ditentukan. Pihak gereja melemparkan Campland ke dalam penjara sebanyak 27 kali karena dia mengklaim adanya kehidupan selain di bumi. Gereja menyiksa Harvey karena membuktikan bahwa darah beredar lewat urat dan saluran darah di dalam badan."
Itulah Kristen: AGAMA HORROR, AGAMA PENYIKSAAN, AGAMA BANJIR DARAH, AGAMA KILLER, AGAMA SAMBER NYOWO, AGAMA IBLIS, AGAMA KANIBAL, dan berbagai julukan lainnya yang seram-seram untuk menggambarkan track-record mereka selama ribuan tahun yang hanya menunjukkan bahwa mereka itu hanyalah IBLIS. Manusia biasa tentu tidak sanggup melakukan berbagai macam kekejaman dan kebiadaban tak henti-henti dengan berbagai macam cara seperti itu, hanya Kristen yang sanggup karena mereka memang dibimbing oleg Roh Iblis dan kuasa-kuasa jahat lainnya, sehingga s\anggup melakukan kebiadaban-kebiadaban ini.
54. Perang Salib dan eksesnya.
Sebagian para pakar menyebutkan bahwa akar utama kerjasama antara gerakan misionaris dengan para imperialis sejak ratusan tahun lalu, ialah dilancarkannya perang salib. Salah satu periode yang amat penting dalam sejarah hubungan dunia Islam dan Kristen adalah era Perang Salib. Perang Salib dimulai pada tahun 1095 Masehi atau 489 Hijriah dan berlangsung sampai selama hampir dua abad.
Jumlah perang yang terjadi selama masa itu tidaklah jelas, namun perang terbesar terjadi sepuluh kali dan di setiap perang terjadi banyak pertempuran. Di sepanjang Perang Salib, yang dimulai dengan serangan orang-orang Kristen ekstrim untuk menaklukkan Yerusalem, ratusan ribu umat Islam telah terbunuh. Namun, umat Islam akhirnya berhasil merebut kembali Yerusalem (Baitul Maqdis) sehingga tentara salib terpaksa meninggalkan Suriah, Mesir, dan kawasan muslim lainnya.
Banyak pendapat yang dikemukakan mengenai penyebab dan motivasi terjadinya Perang Salib ini. Doktor John L. Esposito, dosen universitas George Town Amerika menulis: Sebagian besar masyarakat Barat mengakui adanya kenyataan tertentu yang berhubungan dengan Perang Salib, tetapi banyak di antara mereka yang tidak mengetahui bahwa Perang Salib yang mengakibatkan korban yang amat besar ini adalah atas perintah Paus.
Bagi umat Islam, kenangan atas Perang Salib merupakan satu contoh nyata dari militerisasi Kristen ekstrim, sebuah kenangan yang membawa pesan bagi serangan dan imperialisme Kristen barat. Sampai sekarang umat Islam tidak bisa melupakan kekejaman luar biasa yang dilakukan oleh Kristen terhadap mereka ketika menyerbu Yerusalem. Hal mana banyak diakui oleh sejarawan Kristen sendiri bahwa kebiadaban Kristen dalam Perang Salib membuat mereka (Kristen) "MENDUDUKI TEMPAT TERATAS DALAM SEJARAH KEKERASAN" [Gustave Le Bon dalam bukunya "La Civilisation Islamique er Arabe" hal.407]. Jadi tokoh Kristen sendiri sudah mengakui bahwa perbuatan mereka adalah yang TERBIADAB dari perbuatan apapun yang dilakukan oleh siapapun di dunia ini.
Menurut para ahli sejarah, Perang Salib adalah hasil dari kebijakan para pemimpin gereja, pemerintah Eropa, serta misionaris yang menentang Islam. Sikap tamak dan kefakiran yang melanda masyarakat Barat membuat mereka berambisi merebut kekayaan umat Islam dan inilah salah satu alasan dimulainya Perang Salib. Alasan-alasan lainnya adalah keinginan mengekspansi wilayah Eropa, timbulnya fanatisme terhadap agama, keinginan untuk menaklukkan Yerusalem, serta membebaskan pemakaman suci disana.
Perang Salib pertama dimulai di bawah pimpinan Paus Urbanus ke-II. Dengan fatwa para pendeta Kristen, pasukan besar Eropa, disertai tokoh-tokoh pemerintah Eropa dan pimpinan gereja bergerak menuju Yerusalem yang berlokasi di tanah pendudukan Palestina. Di sepanjang kota-kota Islam yang mereka lalui, mereka membunuhi ratusan ribu manusia, baik lelaki, wanita, maupun anak-anak.
Sejarawan terkenal Prancis, Gustave Le Bon mengenai Perang Salib menulis, "Di zaman terjadinya Perang Salib, peradaban timur berada dalam tahap kegemilangannya berkat Islam. Sebaliknya, Eropa tenggelam dalam kegelapan dan kezaliman. Ada sekelompok tentara salib yang ganas. Mereka membunuh dan merampok kawan maupun lawan, kelompok sendiri maupun pasukan asing."
Perang Salib membawa kemajuan sosial bagi masyarakat Barat. Rakyat Eropa yang saat itu berperadaban rendah, mulai mengenal kecemerlangan peradaban umat Islam dan mereka mulai mempelajari ilmu dan peradaban dari rakyat muslim. Tetapi, seperti apa yang telah ditulis oleh sejarawan terkenal bernama Twin B, "Orang-orang Kristen mengambil manfaat dari kemajuan peradaban dan kesenian umat Islam tetapi permusuhan bersejarah fanatisme Kristen dengan Islam Timur tidak pernah berkurang."
Will Durant penulis sejarah yang terkenal, mengenai infiltrasi dua dunia, yaitu Kristen dan Islam, di sepanjang Perang Salib, menulis, "Infiltrasi dunia Kristen terhadap Islam hanya terbatas pada sebagian budaya agama dan perang, tetapi dunia Islam melakukan berbagai infiltrasi dalam dunia kristen. Sebaliknya, dari Islam, Eropa mengadopsi makanan, minuman, obat-obatan, kedokteran, persenjataan, selera dan kecenderungan seni, metode industri dan perdagangan, undang-undang, dan metode kelautan."
Bahkan Perang Salib telah mengantarkan orang-orang Eropa untuk banyak mengadopsi peradaban dari kalangan muslim. 'Bath-up' yang menjadi tempat mandi masyarakat Barat sekarang ini, kabarnya diadopsi dari bejana tempat berwudhu orng-orang Turki muslim. Namun Perang Salib juga melahirkan provokasi kebencian terhadap Islam di lingkungan masyarakat Barat.
Di sepanjang era perang Salib dan pasca perang, terutama ketika Byzantium jatuh ke tangan umat Islam, mereka mulai merusak citra Islam dan menyajikan gambaran yang telah diubah di kalangan orang-orang Kristen. William Montgomery Watt, seorang peneliti Inggris, pernah menulis bahwa wajah Islam telah diubah oleh pendeta Kristen. Dalam pemikiran umat Kristen pada abad ke-12 ditanamkan penggambaran bahwa Islam itu agama pedang dan kekerasan serta Nabi Muhammad SAW adalah penentang Nabi Isa a.s.
Menurut Watt, hasil dari distorsi penggambaran Islam ini berlanjut hingga abad ke-19 dalam pemikiran orang-orang Eropa. Malah, hingga saat ini, distorsi itu tetap kekal dalam pemikiran masyarakat Barat dan dampaknya masih bisa dilihat sampai hari ini. Watt juga menambahkan bahwa pembentukan gambaran buruk mengenai Islam sebagian besar merupakan reaksi umat Kristen yang melihat bahwa peradaban umat Islam di Andalusia amat tinggi melampaui mereka.
Sebagian peneliti menyebutkan selain Perang Salib, alasan politik juga menjadi penyebab lain terjadinya kerjasama antara misionaris dengan imperialis. Mereka menggunakan ucapan pemimpin gereja seperti Yulius Richter sebagai dalil. Yulius telah mencerca umat Kristen yang telah membiarkan kekaisaran Byzantium secara berangsur-angsur digantikan oleh emperator Islam dan berlanjut dengan jatuhnya Konstantinopel pada tahun 1453 ke tangan umat Islam. Para peneliti yang berpendapat seperti ini sepertinya lupa bahwa infiltrasi umat Islam di berbagai penjuru dunia muncul sebelum adanya gerakan militer. Infiltrasi ini berakar dari masalah kebudayaan dan kepercayaan.
Dari sudut ini, bisa dipahami mengapa umat Islam dalam masa yang singkat dan dengan fasilitas yang sedikit bisa memperluas kekuasaannya. Thomas V Arnold, menerangkan falsafah kemajuan Islam sebagai berikut.
"Ketika tentara Islam tiba di Jordan, orang-orang Kristen Jordan menulis surat yang isinya sbb: Wahai umat Islam, kalian lebih kami sayangi daripada orang-orang Roma, meskipun mereka seagama dengan kami, tetapi kalian berperilaku lebih mulia, lebih adil, dan lebih baik terhadap kami."
Infiltrasi dan perkembangan Islam di Eropa, bisa disebutkan sebagai salah satu dari penyebab terjadinya kerjasama antara gerakan misionaris gereja dengan pihak imperialis. Menurut pandangan Norman Daniel dalam bukunya berjudul "Islam and the West: The making of an image", penentangan politik dunia Kristen terhadap dunia Islam berubah menjadi satu pemikiran yang menguasai Barat. Ide ini terus tertanam dalam pikiran Barat meskipun ideologi persatuan Eropa telah hancur dan agama Kristen telah terpecah menjadi Katolik dan Protestan.
10
« pada: 25 Juni 2008, 13:29:46 »
Assalamualaikum semua... ada yang bisa menjelaskan tentang pemahaman ayat ini ngga? kita tahu bahwa Bani Israil juga termasuk keturunan Nabi Ibrahim As... apakah ada seorang Imam dari Bani Israil? kalau ada siapa contohnya? (Al-Baqarah 2:124) Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim". trimakasih sebelumnya Abdullah (najib)
11
« pada: 24 Juni 2008, 09:24:15 »
secara kordati wanita menyukai laki2 dan begitu pula laki2 menyukai wanita ... sepengetahuan saya seorang Suster itu ditugaskan untuk melayani gereja dan dilarang menikah... apakah itu benar? pertanyaan kedua... apakah kristen juga melarang polygami?(setahu saya dulu terlarang ... dan sekarang diizinkan) ada yang bisa mejawab?
12
« pada: 19 Juni 2008, 13:05:22 »
membumi hanguskan semua orang islam adalah rencana BUSH dkk di mulai dari iraq... rencananya juga mau menyerang Iran (cuman agak takut)... Apakah Sibol Ketaatan Umat kristen sejati... karena kita tahu BUSH adalah kristen garis keras... mungkin ada yang bisa jawab?
13
« pada: 18 Juni 2008, 11:10:07 »
(Al-Quran 4:159) Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.
14
« pada: 12 Juni 2008, 14:33:09 »
kalau kita perhatikan gaya bahasa alkitab itu jelas sekali bergaya manusia ... manusia kalau henda menuliskan kisah atau certita dimulai dengan pembukaan... "pada mulanya"... "pada suatu hari" ini jelas2 gaya bahasa manusia ...
kalau kita perhatikan pasal2 awal dan ayat2 awal dari alkitab juga bergaya bahasa seperti itu
(Kejadian 1:1). Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
(keluaran 1:1)Inilah nama para anak Israel yang datang ke Mesir bersama-sama dengan Yakub; mereka datang dengan keluarganya masing-masing:
(Ulangan 1:1)Inilah perkataan-perkataan yang diucapkan Musa kepada seluruh orang Israel di seberang sungai Yordan, di padang gurun, di Araba-Yordan, di tentangan Suf, antara Paran dengan Tofel, Laban, Hazerot dan Di-Zahab.
(Penghotbah 1:1) Inilah perkataan Pengkhotbah, anak Daud, raja di Yerusalem.
ini jelas sekali gaya bahasa manusia ...
kalau kita membaca kitab suci alQuran ... gaya bahasa sangat uniq ... tidak ada yang punya kecuali Tuhan
coba kita lihat permulaan kisah Nabi Yusuf disurah Yusuf :
(Yusuf 12:1-5) 1. Alif, laam, raa. ini adalah ayat-ayat kitab (Al Quran) yang nyata (dari Allah). 2. Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya. 3. Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu, dan Sesungguhnya kamu sebelum (kami mewahyukan) nya adalah Termasuk orang-orang yang belum mengetahui. 4. (ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku, Sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku." 5. Ayahnya berkata: "Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, Maka mereka membuat makar (untuk membinasakan) mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia."
3 ayat pertama dimulai dengan mukadimah kepada Nabi Muhammad kemudian masuk kisah ... sedangkan didalam kisahnya tidak dimulai dengan ...."yusuf memiliki 12 saudara .... ayahnya bernama yakub" sangat uniq sekali
contoh lain ... kisah nabi Musa As ...
permulaannya silahkan anda perhatikan
Surah Taha 20:9
9. Apakah telah sampai kepadamu kisah Musa? 10. Ketika ia melihat api, lalu berkatalah ia kepada keluarganya: "Tinggallah kamu (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit daripadanya kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu".
15
« pada: 28 Mei 2008, 15:43:36 »
1) Dr. T. V. N. Persaud is Professor of Anatomy, Professor of Pediatrics and Child Health, and Professor of Obstetrics, Gynecology, and Reproductive Sciences at the University of Manitoba, Winnipeg, Manitoba, Canada. There, he was the Chairman of the Department of Anatomy for 16 years. He is well-known in his field. He is the author or editor of 22 textbooks and has published over 181 scientific papers. In 1991, he received the most distinguished award presented in the field of anatomy in Canada, the J.C.B. Grant Award from the Canadian Association of Anatomists. When he was asked about the scientific miracles in the Qur’an which he has researched, he stated the following: “The way it was explained tome is that Muhammad was a very ordinary man. He could not read, didn’t know [how] to write. In fact, he was an illiterate. And we’re talking about twelve [actually about fourteen] hundred years ago. You have someone illiterate making profound pronouncements and statements and that are amazingly accurate about scientific nature. And I personally can’t see how this could be a mere chance. There are too many accuracies and, like Dr. Moore, I have no difficulty in my mind that this is a divine inspiration or revelation which led him to these statements.”Professor Persaud has included some Qur’anic verses and sayings of the Prophet Muhammad in some of his books. He has also presented these verses and sayings of the Prophet Muhammad at several conferences. 2) Dr. Joe Leigh Simpson is the Chairman of the Department of Obstetrics and Gynecology, Professor of Obstetrics and Gynecology, and Professor of Molecular and Human Genetics at the Baylor College of Medicine, Houston, Texas, USA. Formerly, he was Professor of Ob-Gyn and the Chairman of the Department of Ob-Gyn at the University of Tennessee, Memphis, Tennessee, USA. He was also the President of the American Fertility Society. He has received many awards, including the Association of Professors of Obstetrics and Gynecology Public Recognition Award in 1992. Professor Simpson studied the following two sayings of the Prophet Muhammad : { In every one of you, all components of your creation are collected together in your mother’s womb by forty days... }1 { If forty-two nights have passed over the embryo, God sends an angel to it, who shapes it and creates its hearing, vision, skin, flesh, and bones.... }2 He studied these two sayings of the Prophet Muhammad extensively, noting that the first forty days constitute a clearly distinguishable stage of embryo-genesis. He was particularly impressed by the absolute precision and accuracy of those sayings of the Prophet Muhammad . Then, during one conference, he gave the following opinion: “So that the two hadeeths (the sayings of the Prophet Muhammad ) that have been noted provide us with a specific time table for the main embryological development before forty days. Again, the point has been made, I think, repeatedly by other speakers this morning: these hadeeths could not have been obtained on the basis of the scientific knowledge that was available [at] the time of their writing . . . . It follows, I think, that not only there is no conflict between genetics and religion but, in fact, religion can guide science by adding revelation to some of the traditional scientific approaches, that there exist statements in the Qur’an shown centuries later to be valid, which support knowledge in the Qur’an having been derived from God.” 3) Dr. E. Marshall Johnson is Professor Emeritus of Anatomy and Developmental Biology at Thomas Jefferson University, Philadelphia, Pennsylvania, USA. There, for 22 years he was Professor of Anatomy, the Chairman of the Department of Anatomy, and the Director of the Daniel Baugh Institute. He was also the President of the Teratology Society. He has authored more than 200 publications. In 1981, during the Seventh Medical Conference in Dammam, Saudi Arabia, Professor Johnson said in the presentation of his research paper: “Summary: The Qur’an describes not only the development of external form, but emphasizes also the internal stages, the stages inside the embryo, of its creation and development, emphasizing major events recognized by contemporary science.” Also he said: “As a scientist, I can only deal with things which I can specifically see. I can understand embryology and developmental biology. I can understand the words that are translated to me from the Qur’an. As I gave the example before, if I were to transpose myself into that era, knowing what I knew today and describing things, I could not describe the things which were described. I see no evidence for the fact to refute the concept that this individual, Muhammad, had to be developing this information from some place. So I see nothing here in conflict with the concept that divine intervention was involved in what he was able to write.” 4) Dr. William W. Hay is a well-known marine scientist. He is Professor of Geological Sciences at the University of Colorado, Boulder, Colorado, USA. He was formerly the Dean of theRosenstiel School of Marine and Atmospheric Science at the University of Miami, Miami, Florida, USA. After a discussion with Professor Hay about the Qur’an’smention of recently discovered facts on seas, he said: “I find it very interesting that this sort of information is in the ancient scriptures of the Holy Qur’an, and I have no way of knowing where they would come from, but I think it is extremely interesting that they are there and that this work is going on to discover it, the meaning of some of the passages.” And when he was asked about the source of the Qur’an, he replied: “Well, I would think it must be the divine being.” 5) Dr. Gerald C. Goeringer is Course Director and Associate Professor of Medical Embryology at the Department of Cell Biology, School of Medicine, Georgetown University, Washington, DC, USA. During the Eighth Saudi Medical Conference in Riyadh, Saudi Arabia, Professor Goeringer stated the following in the presentation of his research paper: “In a relatively few aayahs (Qur’anic verses) is contained a rather comprehensive description of human development from the time of commingling of the gametes through organogenesis. No such distinct and complete record of human development, such as classification, terminology, and description, existed previously. In most, if not all, instances, this description antedates by many centuries the recording of the various stages of human embryonic and fetal development recorded in the traditional scientific literature.” 6) Dr. Yoshihide Kozai is Professor Emeritus at Tokyo University, Hongo, Tokyo, Japan, and was the Director of the National Astronomical Observatory, Mitaka, Tokyo, Japan. He said: “I am very much impressed by finding true astronomical facts in [the] Qur’an, and for us the modern astronomers have been studying very small pieces of the universe. We’ve concentrated our efforts for understanding of [a] very small part. Because by using telescopes, we can see only very few parts [of] the sky without thinking [about the] whole universe. So, by reading [the] Qur’an and by answering to the questions, I think I can find my future way for investigation of the universe.” 7) Professor Tejatat Tejasen is the Chairman of the Department of Anatomy at Chiang Mai University, Chiang Mai, Thailand.
Previously, he was the Dean of the Faculty of Medicine at the same university. During the Eighth Saudi Medical Conference in Riyadh, Saudi Arabia, Professor Tejasen stood up and said: “During the last three years, I became interested in the Qur’an . . . . From my study and what I have learned from this conference, I believe that everything that has been recorded in the Qur’an fourteen hundred years ago must be the truth, that can be proved by the scientific means. Since the Prophet Muhammad could neither read nor write, Muhammad must be a messenger who relayed this truth, which was revealed to him as an enlightenment by the one who is eligible [as the] creator. This creator must be God. Therefore, I think this is the time to say La ilaha illa Allah, there is no god to worship except Allah (God), Muhammadur rasoolu Allah, Muhammad is Messenger (Prophet) of Allah (God). Lastly, I must congratulate for the excellent and highly successful arrangement for this conference . . . . I have gained not only from the scientific point of view and religious point of view but also the great chance of meeting many well-known scientists and making many new friends among the participants. The most precious thing of all that I have gained by coming to this place is La ilaha illa Allah, Muhammadur rasoolu Allah, and to have become a Muslim.”ucapan2 mereka bisa didownload disini www.islam-guide.com/truth
|
myAgenda!
myQomunitas!
mySholat!
Jadikan juga info seperti jadwal sholat ini pada websites mu :
myPromo-Deal!
Pernak-Pernik
- myQripik produk baru!
- Jaket
- Kaos
- Kalender
- Stiker
|