20 Mei 2013, 21:24:34
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email FaceBook Login -->
"Baksos Cibuyutan"

myQuran - Komunitas Muslim Indonesia


myQ Selasar, sekilas info: H-17 dari myQuran Futsal Cup 2, Segera daftarkan Team Futsal anda | Selamat datang di myQuran, komunitas muslim indonesia..


Dari Ibnu Umar r.a, Sekali waktu Rasulullah s.a.w bertemu dengan seorang Anshar (laki-laki) yang sedang menegur saudara laki-lakinya karena ia sangat pemalu. Saat itu juga Rasulullah s.a.w bersabda, "Biarkanlah dia karena malu adalah bagian dari iman." (Sahih Bukhari)

Perlihatkan Tulisan

* Pesan | Topik | Lampiran

Seksi ini mengijinkan Anda untuk melihat semua tulisan yang dibuat oleh anggota ini. Catatan bahwa Anda hanya bisa melihat tulisan yang dibuat dalam area di mana Anda memiliki akses terhadapnya.

Pesan - peace090

Halaman: [1] 2 3 ... 28
1
Mereka mengaku tak membenci Imam Ali bin Abi tholib, atau menyadari kesalahan muawiyah seperti imam sunny, tapi prilaku mereka tetap mengulang kesalahan muawiyah berlaku zalim pada lawan politik muawiyah, berarti tetap mewarisi permusuhan yang telah disulut muawiyah masa lalu terhadap pencinta ahlul bait ^-^

Sebegitu paranoidnnya, kami yang berlaku netral dengan  meninggalkan perselisihan kedua pihak (berlaku zuhud meninggalkan dunia "politik" perselisihan ) seperti para abid, atau para zahid atau akhirnya para shufi pun terkena imbasnya, saat berani mengungkap(hujjah) keselahan mereka di depan mereka, juga dituduh syiah akhirnya setelah tuduhan bid'ah dan syirik ngak mempan dilancarkan :wataw:

Memang kami tak menyukai prilaku menyimpang kaum syiah, seperti salah satunya bebasnya melakukan nikah mut'ah, tapi efeknya tak beda jauh dengan nikah misyar dilakukan kaum wahabi  tetap ngotot diingkari ;D

Masih banyak lagi, itulah biang masalahnya, sehingga upaya mengungkap ideologi muawiyah pun dalam sejarah dilakukan kembali, lagi-lagi mereka menutupi berlebihan sehingga melupakan tujuan ulama sunny melupakan permusuhan masa lalu, menetap statusnya menjadi hukum, padahal cuma doa kepada Allah, "terlalu" (seperti slogan rhoma irama yang saya ingat );D

Maaf, kami hanya mengungkap kritikan sehat, bukanlah memperbesar api perselisihan yang memang telah disulit mereka ini di negri ini menjadi makin kusut disamping gencarnnya gerakan dari liberal dan kaum kafir saat ini :'(

2
Dunia Dakwah Islam / Re:Kitab Sahih Bukhari Disunat
« pada: 14 September 2012, 04:52:48 »
Makna majaz ternyata memang ada, tapi mereka menolak makna majaz, terpaksa lakukan langkah curang :hmmm: Astaqfirullah, mirip kelakuan yahudi  :'( :'( :'(

Maaf, Udah banyak terbongkar prilaku tak amanah wahabi, sekarang terserah anda masih mau ikuti ingin "serasa paling benar" yang selalu suka mencela atau ikut hati nurani sadar diri tak luput dari kesalahan , terserah anda  ^-^

Kami hanya menyampaikan kebeneran walaupun pahit, sebab tak ingin negri ini hancur seperti di irak, yaman ,libya dst . Tak lupa salam damai selalu,  ;)

3
Dunia Dakwah Islam / Re:Rhoma: Said Aqil Bahayakan Akidah Umat Islam
« pada: 13 September 2012, 06:09:58 »
Saya ngak suka lagu dangdut, tapi lagu rhoma saya suka O0

Teruskan perjuangan bang rhoma, siapa lagi yang bisa berani bersuara untuk aswaja , disaat aliran lain koar2 menuduh kami bid'ah lalu syirik akhirnya syiah, kalo udah dituduh syiah pastilah berdarah2 seperti yang telah terjadi :'(

Tak lupa salam damai selalu ;)

4
Kutip
Imam Adz-Dzahabi rahimahullah menukilkan satu riwayat :

"Abu Muslim Al-Khaulani rahimahullah beserta beberapa orang mendatangi Mu'awiyah radhiyallaahu 'anhu dan mereka berkata :
”Apakah engkau melawan 'Ali radhiyallaahu 'anhu ataukah engkau juga sepertinya?”
Mu'awiyah radhiyallaahu 'anhu menjawab : ”Tidak, Demi Allah, sesungguhnya aku benar-benar mengetahui kalau 'Ali radhiyallaahu 'lebih utama dariku dan lebih berhak dariku dalam urusan ini.
Akan tetapi bukankah kalian mengetahui bahwa 'Utsman radhiyallaahu 'anhu terbunuh dengan zhalim, sedangkan aku adalah saudara sepupunya yang berhak menuntut keadilan atas darahnya."
(Siyaru A'lam An-Nubala 3/140)

Kalau menuntut keadilan, bisa dengan jalan musyawarah, tapi muawiyah ngak mau lepaskan jabatannya yang didapatkan dari masa kekhalifahan Utsman bin affan (Abu Dzar pun pernah menemui Ustman bin affan mengenai masalah ini disuatu riwayat tapi beliau tak mau dihasut untuk memberontak ,dan  patuh pada khalifah  dst) , masalah inilah yang menjadi polemik awal bergolaknya dan hingga terjadinya gejolak tak terkendali .. :hmmm:

Akibatnya khalifah Ali ibn tholib pun memberikan ketegasan, sayangnya sejarah telah mencatat pertahanan muawiyah dilakukan dengan licik, menghujam alquran untuk memenangkan pertempuran  :toe:

Sikap ini, sudah cukup saya ngak simpati dengan muawiyah, hingga dirinya tergelincir lebih jauh berbuat salah akibat ambisi tercatat dalam sejarah :)

Siapa yang mendukung atau setuju dengan penguasa zalim maka akan bersama dengan yang zalim, dan saya tak ingin termasuk kaum yang zalim dimurkai Allah SWT , apakah sikap itu dikatakan membenci atau mengutuk penguasa zalim , jelas tidak :)

Membantu orang yang zalim adalah dengan mencegah kezalimannya, bukan menutup-nutupi atau mewarisi tabiat penguasa  zalim, yaitu berbuat zalim pada penentang penguasa zalim :hmmm: , sebab  kebencian tidak membawa  keadilan malah mempertahankan kezaliman menjadi ada dari generasi ke generasi  :)
Sesungguhnya Allah Maha Adil dan siapa yang ingin dekat denganNya tentulah harus bersikap adil ^-^

Semoga jelas, saya hanya mempertegas aja, sesuai nasehat Rasulullah SAW , menolong orang yang dizalimi dan orang yang menzalimi di suatu riwayat  (maaf saya belum sempat mencarinya tapi pernah baca mengenainya) ;)

5
Dunia Dakwah Islam / Re:Pelajaran dari Kasus Abu Fahd
« pada: 12 September 2012, 07:15:11 »
Kutip
Emang ada orang muslim yg secara lahiriah menyembah matahari ? kalo ada orang ngakunya muslimm menyembah matahari secara lahiriah jelas dia bukan orang muslim. Sama seperti penilaian orang2 kafir ketika mereka melihat orang2 muslim sujud di depan ka`bah mereka berpikir orang2 muslim tdk menyembah Tuhan melainkan menyembah batu.

Saya teringat cerita teman saya yang pernah kerja di korea, jadi TKI disana,  :)
Saat waktu sholat tiba, karena ngak ada tempat sholat di waktu istirahat, teman saya ambil inisiatif setelah wuduk di wastafel, sholat menghadap robot (peralatan kerja) , jadi dikomentarin aneh ama teman"
"Gila tuh, si fulan (nama samaran) , menyembah robot , emangnya robot itu bisa apa kalo ngak ada manusia yang kendalikannya "   ;D (terjemahan dari ucapan kira2 begitulah)
Teman2 yang dengar pada ketawa tuh :hihi:

Kira2 hasil dari pengajian di jamaah salafi , hanya menghasil pemikiran atau logika yang (maaf) "dangkal" seperti itu ya  ^-^

Berdiri dan berdoa dengan menyebut nama si sholih dalam kubur , udah dikira menyembah kubur :wataw:

Hanya mengingatkan dan berbagi cerita, tak ada maksud lainya  ;)

6
Kutip
"kalian lebih tahu dalam masalah duniawi kalian"

Kalaulah saya melihat riwayat haditsnya, tampak yang dilakukan oleh Rasulullah SAW itu adalah eksperimen istilah keren sekarang ini , soalnya Rasulullah SAW telah mengetahui kebiasaan pembibitan korma yang ada ^-^ Jadi bereksperimen juga adalah sunnah Rasulullah SAW O0

Karena itu, hakikat atau maksud dari Rasulullah SAW berbuat demikian dapat dimengerti oleh orang2 yang masih gunakan akal dalam beragama,  ^-^

Artinya segala sesuatu bersifat teknik dengan berhubungan dunia, Rasulullah SAW tidak mengikatnya lebih jauh seperti masalah syariat , agar umat ini menemukan hal2 baru atau memiliki kesempatan berkembangnya pengetahuan untuk memudahkan hajat hidup :)

Itulah maksud "tidak tahu" bukanlah sama sekali "ngak bisa tahu" , sebab kita mengetahui kalo memikirkan atau menyelesaikan masalah, sehingga kita mengetahui,
begitu pula Rasulullah SAW kalo memang ingin menyelesaikan masalah pembibitan korma tentu beliau bisa dapat "kesempatan" diberi kemudahan oleh Allah SWT, ternyata tidak, dan ini menunjukkan beliau memang istiqomah untuk tidak menyulitkan umat beliau (maksudnya supaya timbul niat ikhlas bukan terpaksa) seperti masalah sholat malam di bulan ramadhon dst ^-^

Itulah sekelumit pandangan saya, sebab RasulullahSAW tidaklah bodoh cuma didikte terus, karena sesungguhnya beliau sangat jenius dan sangat dekat dengan yang Maha Mengetahui ^-^

Tak lupa salam damai selalu ;)

7
Kutip
muamalah atau ibadah?

Mirip konsep paham sekularis , memisahkan adanya muamalah bukan ibadah, dengan ibadah itu sendiri :hmmm:

Apakah berlaku jujur alias tidak curang dalam timbangan dalam berdagang itu, bukanlah ibadah atau wujud dari ketaatan kepada Allah, mungkin tidak kalo menurut pemahaman diatas :hmmm:

Maaf, saya hanya memperjelas, maklum paham yang menyatakan ibadah itu hanya ritual telah merebak di negri ini, bisa2 perbuatan bukan ritual tidak lagi menaati perintah Allah, sebab dikatakan bukan ibadah  :wataw:

Kembali ke masalah maulid, maulid bisa jadi untuk menggugah semangat ukhuwah, sehingga yang kaya gemar bersedekah (bukan boros) dengan kelebihan yang ada ,
tentu Allah akan limpahkan kelapangan di dadanya lebih baik daripada  liburan ke luar negri yang mahal seperti mulai biasa dilakukan guru2 dan murid di sekolah2 saat ini , atau kunjungan reses / studi banding ke luar negri :hmmm:

Tak lupa salam damai selalu ;)

8
Kutip
anda semilai dengan eidoi...intinya tidak percaya pada referensi hadits bukhori atau referensi suni...yang jelas-jelas mengatakan bahwa Abu Tholib enggan mengucapkan dua kalimat syahadat.

kalau anda memang memiliki pemahaman syiah, tidak mengapa anda mengakui karena taqiyah yang anda lakukan nampaknya sudah kehilangan makna ketika anda menyelisihi nash yang ada dalam shohih bukhori....

karena tidak ada yang menolak berita dari kitab yang sudah dishahihkan oleh para aimah hadits kecuali orang-orang syi'i


Ternyata benar, akibat melupakan sejarah penguasa zalim di masa lalu, kesalahan penguasa itu tetap diwariskan yaitu kebencian yang akut bersarang di hati pada satu kelompok yaitu syiah,
padahal masih ada kelompok yang ketiga, kelompok yang tak membawa kebencian dihatinya atau berlaku zuhud pada yang bertikai memperebutkan kekuasaan (dunia) di masa lalu :hmmm:

Padahal saya hanya mempertanyakan
Kutip
inilah dipertanyatakan , kenapa ngak berlaku adil ^-^
ternyata, benar pengikut ideologi muawiyah membawa bencana pada muslim di negri dimanapun berada, sebab membawa konflik masa lalu ketengah2 kehidupan umat islam  :'( :'( :'(

Mengapa?, selama ada reaksi maka ada aksi, dapat diartikan, selama ada pembenci maka ada yang dendam karena di benci, sehingga jadilah konflik sunny dan syiah abadi, hal ini menguntungkan siapa ? siapa lagi kalo musuh islam tentunya :wataw:

Maaf, bukan menyinggung anda, tapi ideologi ini(muawiyah) dan rivalnya(syiah rofidhah) berbahaya bagi umat, makanya kami mengangkat ke permukaan, agar umat semakin sadar bahaya perselisihan yang telah dikhawatirkan Rasulullah SAW bila beliau tak ada :'( :'( :'(

9
Dunia Dakwah Islam / Re:Bertanya Pemahaman Salafy lagi??
« pada: 09 September 2012, 23:56:45 »
Kutip
yaaah.., begitulah @peace090, mungkin memang kelancangan saya menilai dibalik kata-kata halus anda tersimpan ketakaburan yang akut.

ya, terima kasih saling mengingatkan ^-^

sebenarnya sederhana aja, klaim anda tak gunakan logika, dilihat dari kenyataan tidak benar juga :)

Saya sederhanakan masalahnya

Anda, mendukung ayat2 menyatakan istiwa diartikan dhohir , dan mengambil kesimpulan
>> A : Allah istiwa  di atas arsy , diartikan Dia ada diatas arsy
Bila ketemu pada ayat yang menyatakan sebaliknya (QS 2:186), terpaksa diberi tafsiran
>> B : Allah lebih dekat , disimpulkan menjadi, yang dekat ilmu, ada juga yang menyatakan malaikat,  ;)

Ini tak dipungkiri, adalah bentuk logika, sehingga dapat diterima akal juga :)
Sebaliknya,

Saya, mendukung ayat2 menyatakan istiwa diartikan majas, dan mengambil kesimpulan
>> B : Allah lebih dekat, diartikan Dia dekat dengan kami
Bila ketemu pada ayat yang menyatakan sebaliknya, tentu akan diberi tafsiran
>> A : Allah istiwa di atas arsy, diartikan Kekuasaan (sinonim dengan mengontrol) di atas arsy

Juga adalah bentuk logika, yang pijakannya berbeda dengan yang pertama , Saya memilih B, dan anda memilih A :)

Juga bedanya, Anda mengenal Allah dari kata, istiwa atau yad dst, anda lebih puas dengan pemahaman ini
Sedangkan
Saya mengenal Allah, dari Maha Kuasa, Maha Agung , atau Maha Besar dst, dan saya lebih puas dengan pemahaman seperti ini pula ;D

Jadi, tuduhan subjektif, saya rasa tidak tepat, dan kita hanya memperjelas pijakan masing2 , untuk menjawab kekeliruan tuduhan yang banyak saya lihat di situs2 manhaj salafi lainnya  O0

Silahkan koreksi bila, ada tak tepat, karena ini bukan bermaksud berfatwa atau menfitnah firqoh anda ;)

Tak lupa salam damai selalu ;)



10
Kutip
Kebenaran apa ? kebenaran bahwa Abu Tholib itu di kafirkan wahabi? karena tidak mau mengucapkan Kalimat La ilahailallah?
Atau Abu Tholib adalah sahabat nabi?

Inilah yang diperjelas, semua berasal dari riwayat juga dari orang2 masa lalu, dan tak lepas dari perdebatan (yang dibold) ,
ternyata juga ngak segan menyudutkan dengan tuduhan kafir, kenapa saat kesalahan muawiyah ditutup-tutupi?
inilah dipertanyatakan , kenapa ngak berlaku adil ^-^
Jika ditanya apakah abu tholib sahabat nabi SAW ? kalau di dasarkan pada pengertian kata sahabat, lawannya adalah musuh dan ternyata beliau malah melindungi nabi SAW, tentu pantas disebut sahabat Nabi sAw, walau ada seorang ulama ngak menyatakan demikian karena berpegang pada riwayat tuduhan Abu Tholib adalah kafir :)

Kutip
itu kebenaran dan niat suci kalian ? atau celaan dan umpatan kepada muawiyah radiallahuanhu ?
itu niat suci kalian ya?

Tanpaknya perlu diperjelas, apa itu celaan atau umpatan  ^-^
Yang berupa umpatan , tentu adalah kutukan atau makian pada seseorang , seperti terkutuk si fulan dst :)
sedangkan

Menyebut muawiyah pernah berlaku tak adil pada Ali bin Abi tholib atau keturunannya, adalah sejarah dan sejarah tetap harus disampaikan, agar umat belakangan bisa mengerti mana yang haq dan mana yang bathil :)

Karena itulah, menutupi2 sejarah kelam seseorang penguasa masa lalu dianggap wajar, tentu kebiasaan ini tetap terulang dengan kembali pada generasi seterusnya, yang lahir dari rahim yang suci ditaqdirkan Allah SWT yang kebetulan di pihak syiah pun pasrah menerima nasibnya  :hmmm:

Karena itulah, kebencian yang telah sampai keubun2 ini mengakar, sehingga setiap kami yang mengingatkan yang haq dan membandingkan fakta kadang tak disukai, malah dituduh pemuja Ali bin abi tholib atau syiah rofidhah segala :wataw:

Kutip
Justru kalian bicara muluk seolah diatas kebenaran yang suci padahal membawa pemikiran yang nyeleneh...

Nyeleneh , karena ngak paham, dan forum ini adalah menguji dasar pemahaman, apakah anda berpegang pada dasar atau logika yang kuat, atau (maaf) terbawa arus pemahaman ulama yang mewarisi kebencian masa lalu ^-^

Saya hanya memperjelas duduk perkara dan ikut menyimak silahkan lanjutkan, dan tak lupa damai selalu dari saya yang doif ini  ;)

11
Kutip
tidak tampak niat baik dari sdr. qalam dalam berdikusi. sebaiknya antum hentikan dialog dengan dia, karena hanya akan menguras energi. tunggu dulu, sampai dia cukup "dewasa" untuk diajak diskusi. kalo enggak, antum hanya akan menghabiskan energi saja, sementara dia tidak akan dapat mengambil pelajaran apa-apa dari antum. tampaknya dia belum mengerti, apa hakikatnya suatu diskusi. maaf, saya cuma mengingatkan antum.

Memang itulah metoda mereka untuk mendiamkan usaha untuk mengupas fakta atau kebenaran sampai sekecil2nya :)

Biasanya diselingi , dengan mengumbar kata2 yang dapat menggelincirkan niat suci kita menyampaikan nasehat terkotorkan oleh kemarahan (hawa nafsu) ^-^

Semakin dikupas, semakin dahsyat kata2 "mutiara" yang keluar, kita dituntut tak terpengaruh dan tetap fokus dan membelah dasar logika yang memang tak utuh , alias error, akibat dipaksakan memahami atsar ulama klasik yang terpotong2 :)

Demikianlah sedikit pandangan saya dalam berdiskusi ama mereka, dan semoga tak mematahkan semngat, mendhohirkan kebenaran ke permukaan sampai dasar2nya, agar umat terdewasakan karena aktif menggunakan akalnya berpikir   :)

Tak lupa salam damai selalu  ;)

12
Dunia Dakwah Islam / Re:Bertanya Pemahaman Salafy lagi??
« pada: 09 September 2012, 13:58:19 »
Kutip
Mohon maaf, saya orangnya memang lebih straight dan bukan orang yang bermulut manis tapi berbisa

Saya mengerti , itu adalah yang diajarkan manhaj anda, sehingga apa yang dibicarakan, pastilah anda menujukan pada pribadi seseorang :)

Saya telah menjelaskan perbedaan dasar yang menjadi tumpuan pemahaman menghasilkan keyakinan berbeda seperti saya sebut sebelumnya, sehingga terjadi perbedaan, bila dipaksakan terjadi perselisihan berdarah2 dimasa lalunya  :'(

seperti yang saya analisa atau saya lihat seperti yang saya kutip, silahkan koreksi kalau salah
pertama kelompok anda
Kutip
Mereka yang memahami dhohir bertumpu pada pemahaman tentang DzatNya yang bisa menggelincirkan akan pada penambahan2 , seperti pemahaman tauhid dibagi 3 tak dikenal ulama sebelumnya
Sedangkan kami dijelaskan sebagai berikut
Kutip
Sedang kan ulama2 kami memahami majza bertumpu pada keagungan DzatNya, yang bisa diilihat secara nyata atau diselami secara bathin , yang tetap menjadikan pendangan utuh padaNya,
 atau sesuai dengan "sesungguhnya sholatku , ibadahku, hidupku, matiku, hanya untuk Sang Pemelihara semesta alam
adalah bukan mengingkari keberadaan DzatNya, seperti banyak saya lihat dalam tuduhan, tapi taklah mengambil pemahaman lebih lanjut hingga menambah atsar atau kesimpulan :)

Semoga lebih jelas, dan saya yang doif hanya meluruskan aja, karena tak suka mungkin dianggap beracun karena tak memuaskan nafsu tentunya ^-^

Tak lupa salam damai selalu ;)

13
Dunia Dakwah Islam / Re:Bertanya Pemahaman Salafy lagi??
« pada: 09 September 2012, 10:08:55 »
Kutip
@peace09
Tidak perlu bermanis racun.

*sekali-kali ngga papa-lah galak

Kami terikat akan adab dan selalu mengingatkan teman2 kami sebagai kebaikan , baik terhadap kaum kafir ataupun mukmin, karena adablah menjadikan kami selalu di jalan manhaj tasawuf, manhaj yang diistilahkan ulama2 yang zahid di masa lalu , yang menghindari perselisihan, perebutan kekuasaan antara umat islam di masa bani umayah dahulu   ;)

Adanya peringatan bagaimana memahami ayat2 dalam alquran terdapat dalam QS 3:7, adalah pemberitahuan dari Allah SWT terdapatnya ayat2 mutasyabihat dan muhkamat, dan tentulah  yang berbeda cara memahaminya :) kalo ngak tentu ngak ada pemberitahuan ini yang menjadi peringatan bagi umat ini :)

Tapi ada sebagian manusia memaksakan pemahaman yang dhohir terhadap ayat2 mutsyabihat , disebabkan lebih memuaskan nafsunya dan , seperti menambahkan kesimpulan dengan kata "punya" , atau menambah2kan pengertian yang memberi ilustrasi fisik (pengertian dhohir) pada DzatNya yang Maha Suci dari semua yang dituduhkan mereka, tentu akan membawa kesesatan seperti umat2 sebelumnya :)

Jadi kesalahan itu bukanlah pada pemahaman kami dan ulama2 kami di masa lalu (menjelaskan sifat2 hingga 20 yang dikenal saat ini ), tapi "terjemahan" yang ada di pikiran mereka jadi salah atau tidak sama karena dasar pemahaman mengenal Allah yang berbeda :)
 
Mereka yang memahami dhohir bertumpu pada pemahaman tentang DzatNya yang bisa menggelincirkan akan pada penambahan2 , seperti pemahaman tauhid dibagi 3 tak dikenal ulama sebelumnya :)
Sedang kan ulama2 kami memahami majza bertumpu pada keagungan DzatNya, yang bisa diilihat secara nyata atau diselami secara bathin , yang tetap menjadikan pendangan utuh padaNya,
 atau sesuai dengan "sesungguhnya sholatku , ibadahku, hidupku, matiku, hanya untuk Sang Pemelihara semesta alam :)

Maaf, semoga ngak mengganggu thread kang ibnu saud, dan hanya menjelaskan , walau masih jauh dari kesempurnaan karena saya hanya manusia yang doif mengingatkan aja kembali  :)




14
Dunia Dakwah Islam / Re:Pelajaran dari Kasus Abu Fahd
« pada: 09 September 2012, 00:32:05 »
Kutip
Disuruh belajar, tidak mau, gimana mau pintar... ilmu agama ini tidak bisa di dapatkan cuma dari 1 s.d 2 jam seperti pelajaran-pelajaran disekolah, tetapi ilmu agama ini dipelajari sampai maut menjemput... dan Muhammad bin Sirrin pernah menyatakan : “Ilmu ini adalah agama, oleh karena itu, perhatikanlah oleh kalian dari siapa kalian mendapatkan agama ini.” (Mukadimah Shahih Muslim) ... cukuplah bagi kami untuk membantah orang-orang yang tidak mau belajar dengan membawakan perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah  :
“Ahlul Bid’ah itu tidak bersandar kepada Al Kitab (Al Qur’an) dan As Sunnah serta Atsar Salafus Shalih dari kalangan Shahabat maupun Tabi’in. Mereka hanya berpedoman dengan logika dan kaidah bahasa. Dan kamu akan temukan mereka itu tidak mau berpedoman dengan kitab-kitab tafsir yang ma’tsur (bersambung riwayat dan penukilannya). Mereka hanya berpegang dengan kitab-kitab adab (sastra dan tata bahasa) serta kitab-kitab ilmu kalam (filsafat dan logika). Kemudian dari sinilah mereka membawakan pendapat dan pemikiran mereka yang sesat.” (Al Fatawa 7/119)

Ya, kami mempelajari kekeliruan firqoh anda dan ibnu taimiyah dimana penyebab penyimpangan pemahamannya ya  :hmmm: ,
Tapi ibnu taimiyah lebih mending dan disalah satu riwayat beliau bertaubat, tak seperti kebiasaan kalangan anda yang suka nambah2 atau ngurangi kutipan, bisa menyesatkan umat belakangan ^-^

Hanya mengingatkan, tak lupa salam damai selalu ;)

15
Dunia Dakwah Islam / Re:Bertanya Pemahaman Salafy lagi??
« pada: 09 September 2012, 00:26:55 »
Kutip
MyQ dari dulu terendus beraroma wahabi.

Kenapa pembahasan sifat Allah dilarang ?

Karena takut akidah tajsim-tasybih wahabi tersingkap,

Betul ?

Sabar mas, forum ini adalah menguak logika pemikiran mereka, walau mereka ngaku ngak berpikir atau ngak gunakan akal :)

Terlihat mereka mentafsirkan ayat2 mutasyabihat secara dhohir seperti yang ditanya ts, tapi untuk menghadapi ayat2 lain yang membantah pandangan mereka(QS 186:2), maka ditakwil atau dicari tafsir agar sesuai logika  awal (tafsiran dhohir) agar sesuai hawa nafsu mereka seperti mengembangkan pengertian yang dekat itu ilmuNya atau malaikatNya  ^-^

Maaf, hanya memperjelas, tak lupa salam damai selalu ;)


Halaman: [1] 2 3 ... 28
myAgenda!
myQomunitas!
mySholat!
Jadwal Sholat
Jadikan juga info seperti jadwal sholat ini pada websites mu :
myPromo-Deal!
Pernak-Pernik
  • myQripik produk baru!
  • Jaket
  • Kaos
  • Kalender
  • Stiker

SatNet
Mobile | myQ wiki | Quran Flash | Android | ChitCh@t | Plug-in | Radio | FB myQ Group
(c) 1999-2013, myQuran
Refresh Your Life!
Powered by SMF 2.0.4 | SMF © 2006–2010, Simple Machines LLC
Halaman dibuat dalam 0.43 detik dengan 19 queri.