20 Mei 2013, 06:17:34
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email FaceBook Login -->
"myQ Pala"

myQuran - Komunitas Muslim Indonesia


myQ Selasar, sekilas info: H-17 dari myQuran Futsal Cup 2, Segera daftarkan Team Futsal anda | Selamat datang di myQuran, komunitas muslim indonesia..


Barangsiapa cinta karena Allah dan benci karena-Nya, memberi karena Allah dan menahan karena-Nya, adalah orang itu memperoleh kesempurnaan iman (HR Abu Dawud & Tirmizi)

Perlihatkan Tulisan

* Pesan | Topik | Lampiran

Seksi ini mengijinkan Anda untuk melihat semua tulisan yang dibuat oleh anggota ini. Catatan bahwa Anda hanya bisa melihat tulisan yang dibuat dalam area di mana Anda memiliki akses terhadapnya.

Pesan - oomnya fahrel

Halaman: [1] 2 3 ... 788
1
Aqidah Islam / Re:Jangan duduk di pintu, PAMALI susah jodoh
« pada: 18 Mei 2013, 20:24:20 »
kepercayaan Hindu ya tidak bisa dinilai dengan kacamata Islam donk...
sudah jelas menurut Islam bahwa Hindu itu kafir, kenapa mesti dibahas lagi?

Benar sekali, tapi lain halnya jika yang mengamalkan kebanyakan umat Islam. Apa harus menilainya dari kacamata Hindu :)

2
Multimedia Islam / Re:Khazanah @Trans 7
« pada: 18 Mei 2013, 18:05:24 »
Kayaknya lama2 kang kenji bisa juga kena virus wahabi juga nih .... karena dia kan yg paling cinta ama wahabi, setiap diskusi sering2 nyebut wahabi .... ;D
Biasanya kalau orang yg sering2 nyebut sesuatu itukan yg cinta ama sesuatu tsb ..... betul apa bener ....??  %peace%

Dan nanti akan dibangkitkan dengan hal yang paling dicintainya %peace%

3

loh, jadinya yang belanja bareng2 itu tantenya fahrel + ibu2 tetangga
atau oomnya fahrel + bapak2 tetangga
:D

2-2nya lah, emang belum pernah ngerasain nuansa seperti ini? :D

4
ini shopping atau belanja ya?
well.. kalau dari artinya sih sama, tapi kayaknya makna di lingkungan beda yah

shopping lebih ke baju dan pernak-pernik nya, didasari keinginan, diskon, dan sering sebagai ajang arisan
kalau belanja, untuk kebutuhan harian/bulanan, ke supermarket/toko groceries, sama keluarga

kok pas baca artikelnya jadi bingung.. emang ada ya ibu2 belanja beras, ikan, telur, ayam, sayuran, minyak goreng, sabun, deodoran, sampe pembalut sambil dorong trolley beriringan bareng tetangga? :D
apalagi kalo belanjanya di lotte mart, kayaknya gak mungkin tarik2 trolley beriringan.. berat, ribed dan ngalangin jalan ;D
well.. kalaupun memang ada, buat saya itu kebiasaan yang aneh :hihi: %peace%


Weird? Ditempat aye mah lumrah om kayak gini. Justru jadi enjoy belanjanya :D

5
Multimedia Islam / Re:Khazanah @Trans 7
« pada: 17 Mei 2013, 11:10:12 »
^ mudah2an laku ya, banyak yg nonton....

Ente kayaknya kena virus wahabi, sentil dikit aah *tak

6
Kajian Dunia Ghaib / Kutemukan Makna Hidup
« pada: 17 Mei 2013, 11:08:22 »
Kutemukan Makna Hidup
Setelah Diruqyah di Malam I’tikaf Akhir Ramadhan
Jum'at, 17 Mei 2013 / 7 Rajab 1434 H


    Saya Muhammmad Kuwat (bukan nama asli) anak bungsu dari lima bersaudara, lahir di kota tua bekas Kerajaan Mataram lslam Kotagede Yogyakarta 33 tahun yang lalu. Keluarga dan lingkungan saya cukup agamis.

    Saya tinggal di sebelah barat mushalla kecil yang berbilik bambu. Di situlah saya belajar mengaji dari seorang guru. Kini mushalla itu sudah berubah menjadi sebuah masjid megah yang pernah diresmikan oleh Ketua PP. Muhammadiyah KH. AR. Fahruddin (almarhum) di awal tahun 90-an.
 
     Saya lulus dari MAN Yogyakarta tahun 1990. Sejak remaja saya sudah tertarik dengan ilmu-ilmu kanuragan, kekebalan, tenaga dalam dan kesaktian. Hal itu karena ajakan teman-teman main saya. Saya pernah belajar ilmu tenaga dalam Panji Wulung yang ngetop pada saat itu di kalangan anak muda Kotagede.

     Kemudian saya juga belajar tenaga dalam Ngudi Utama. Setelah itu kehidupan saya semakin jauh dari lslam, karena kalau orang lslam itu dzikir dengan subhanallah, subhanallah, tetapi saya membaca mantra-mantra jawa dan mengundang bantuan ghaib dengan memanggil nama guru besar tenaga dalam yang saya ikuti.

Mushaf al-Qur’an pun saya Bakar

     Entah pengaruh apa, perangai saya berubah total. Kehidupan mabuk-mabukan, berkelahi, saya geluti setiap hari. Saya dikenal sebagai preman kampung yang lumayan ditakuti orang, karena saya pernah berkelahi dengan pukulan telapak tangan kanan saya yang mengenai dada lawan. la langsung jatuh KO tersungkur dan di dadanya membekas hitam dan panas terbakar, bergambar telapak tangan saya.

     Setelah tiga hari, orang itu datang menemui saya untuk minta maaf kepada saya. “Saya beri maaf, tapi jangan berlagak jagoan kalau lewat di kampung saya,” gertak saya waktu itu. Kemudian saya usap dadanya dan hilanglah bekas hitam bergambar telapak tangan saya, ia sembuh seketika.

      Waktu itu saya juga belajar bekerja di sebuah bengkel mobil tetangga saya sampai bisa, tetapi hasilnya hanya untuk foya-foya dan mabuk. Meski hidup dalam kegelapan dunia maksiat, saya tetap punya keinginan untuk memperdalam ilmu kanuragan.

      Saya sering bertapa di senthong tengah (kamar belakang) berhari-hari, sampai akhirnya saya mendengar bisikan ghaib yang membimbing saya untuk melakukan amalan-amalan khusus. Saya anggap bisikan itu adalah benar yang datangnya dari Allah. Karena saya diperintahkan untuk berpuasa, berdzikir, dan membaca al-Qur’an.

      Sampai akhirnya saya dibimbing untuk membuat tulisan Allah dipahat di atas segitiga yang terbuat dari logam perak kemudian membaca al-Qur’an seluruhnya. Setelah khatam membaca al-Qur’an, saya mendapat bisikan untuk membakar mushaf al-Qur’an itu dengan memasukkan segitiga yang bertuliskan lafal Allah.

     Dengan demikian seluruh isi al-Qur’an telah merasuk dalam diri saya dan kemukiizatan al-Qur’an merasuk dalam segitiga berlafalkan Allah. Saya turuti bisikan itu dan mushaf al-Qur’an saya bakar sampai habis.

     Bisikan ghaib itu muncul lagi agar saya menggunakan segitiga itu sebagai azimat yang suci dengan memberinya gantungan kain kafan putih untuk dikalungkan di leher, dan tidak boleh dibawa ke toilet.

     Kehidupan saya semakin hari semakin pekat, bahkan sempat benar-benar putus asa dalam hidup dan menyalahkan Tuhan. Akhirnya saya mencoba bunuh diri dengan menenggak sepuluh botol minuman keras sekaligus sampai saya tidak sadarkan diri.

     Alhamdulillah, saya segera mendapat pertolongan dan dibawa ke rumah sakit terdekat. Setelah itu saya kembali sadarkan diri dan selanjutnya boleh pulang. Tetapi saya belum mendapatkan jalan hidup yang menjadikan hidup lebih bermakna. Keseharian saya belum berubah.

      Sikap-sikap saya selalu kasar dan wajah saya tampak sangar. Masyarakat saya menilai saya sebagai orang yang sombong, tidak pernah tegur sapa, apalagi senyum kepada orang. Pandangan mata saya pun dianggap liar dan tidak bersahabat.

Ramadhan bulan hidayah

     Bulan berkah tiba, yaitu bulan Ramadhan 1416 H/1996 M. ltulah bulan yang membawa perubahan besar bagi hidup saya. Ramadhan saya jalani dengan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Teman saya Mas Agus S mengajak untuk beri’tikaf di masjid dekat rumah.

     Ajakan itu saya sambut gembira, sehingga setiap malam setelah tanggal 20 Ramadhan saya tinggal di masjid berdua dengannya untuk membaca al-Qur’an.

     Pada malam ke 27 Ramadhan 1416 H saya diajak Mas Agus ke rumah Ustadz Fadhlan di kampung Prenggan Selatan Kotagede. Pada waktu itu Mas Agus minta diruqyah oleh ustadz Fadhlan. Kemudian Ustadz melakukan ruqyah dan saya hanya menyaksikannya.

    Ada sesuatu yang ganjil dalam diri saya ketika melihat prosesi ruqyah itu. Dalam diri saya ada bisikan kuat untuk memukuli Ustadz Fadhlan dan semua mantra-mantra pemanggilan bantuan jin dengan jelas dibisikkan dalam hati saya untuk saya ucapkan, padahal saya sudah lama tidak menggunakan mantra-mantra itu dan sudah lupa. Alhamdulillah, saya masih dapat mengendalikan diri.

     Setelah ruqyah selesai, saya dan Mas Agus kembali ke masjid untuk I’tikaf lagi. Apa yang saya rasakan di rumah Ustadz Fadhlan, saya sampaikan kepada Mas Agus. la mengatakan, “Kemungkinan itu adalah bisikan jin yang pernah dimasukkan. Coba saya ruqyah dengan bacaan Al Qur’an.”

     Saya diminta untuk berbaring, sedangkan Mas Agus membacakan ayat-ayat dengan tartil ke arah telinga kanan saya. Tubuh saya bergetar ketika awal al-Baqarah dibacakan, semakin lama semakin kuat getaran tubuh saya, kemudian saya tidak sadarkan diri.

     Mas Agus menceritakan bahwa jin dalam,tubuh saya begitu banyak dan kuat. “Wah saya tidak sanggup menghadapinya sendirian,” kata Mas Agus. Akhirnya sekitar jam 23.00 saya minta dipanggilkan Ustadz Fadhlan untuk membantu saya.

     Jin yang berada dalam tubuh saya sempat menantang dengan kata-kata, “Panggilkan Fadhlan, dia keciiiil nggak ada apa-apanya! Saya ini rajanya jin Kotagede!”

      Ustadz Fadhlan datang dan langsung masuk ke ruangan masjid bagian dalam. Jin tampak ketakutan, Ustadz langsung membacakan ayat-ayat al-Qur’an dan doa-doa Rasulullah. Jin dalam tubuh saya meronta-ronta kesakitan setelah menerima pukulan dan bacaan ayat-ayat tentang neraka. Jin akhirnya mau diajak dialog dengan Ustadz Fadhlan.

Ustadz membentak: “Siapa kamu dan apa agamamu?”

Jin: “Saya Sekaten. Saya jin komunis!”

Ustadz: “Apakah kamu tidak kenal lslam?”

Jin: “Saya dulu beragama lslam, dan nama saya dulu Abdul Khaliq.”

Ustadz: “Kenapa kamu menjadi jin komunis?”

Jin: “Karena dipaksa masuk komunis dan saya diajak ingkar kepada lslam. Setelah saya masuk komunis nama saya dirubah menjadi Sekaten dan saya dijadikan raja di Kotagede.”

Ustadz: “Bohong kamu! Kamu hanya jin preman. Bertaubatlah kamu kepada Allah!”

Jin: “Kalau saya kembali ke lslam saya pasti dibunuh oleh anak buah saya sendiri.”

Ustadz: “Kalau kamu masuk lslam dengan jujur, kamu lawan mereka dengan takbir, kamu akan dilindungi Allah.”

    Jin akhirnya mau masuk lslam dengan dituntun membaca dua kalimah syahadat oleh ustadz Fadhlan. Tetapi benarkah jin itu masuk lslam dengan setulus hatinya?

Tipu daya syaithan kepada seorang mukmin

    Ternyata jin dalam tubuh saya hanya berpura-pura masuk lslam. Jin itu berusaha menipu Ustadz Fadhlan. la minta agar semua orang menyingkir, karena ia akan menyampaikan berita rahasia. Ustadz mengatakan, “Saya tidak butuh berita rahasia dari kamu!” Tetapi jin itu kemudian meminta dengan sangat agar yang lain menjauh, kemudian membisikkan sesuatu. Ustadz Fadhlan mendengarkan bisikan itu, katanya:

1. “Diatas dia ada jenderal jin di Kotagede yaitu jin Mbah Mangil Selokraman.” Jin kemudian menjelaskan cara meruqyahnya harus dengan selembar daun sirih yang kuning ditempelkan di keningnya, maka jin akan keluar.”

2. “la adalah jin komunis yang memimpin gerakan komunis di Kotagede.”

3. “la bersedih, kenapa kamu Fadhlan membakar anak buah saya di Kotagede dengan Ruqyah?”

4. “Kalimat yang paling saya takuti adalah Hasbunallahu wa ni’mal wakil.”

      Ustadz Fadhlan melanjutkan ruqyahnya, tanpa mempedulikan bisikan jin itu. Ayat-ayat tentang siksaan terhadap munafiqin dibacakan dengan suara keras. Jin itu menangis kesakitan, dan mengatakan, “Cukup, cukup, jangan diteruskan!” Tetapi Ustadz tetap membacanya.

      Tiba-tiba jin itu minta disiapkan seember air. Ustadz Fadhlan bertanya: “Untuk apa seember air?” Jin itu tampak meronta kesakitan dan tampaknya memaksa untuk disiapkan seember air. Jin mengatakan, “Saya mau bunuh diri saja, daripada saya disiksa oleh anak buah saya sendiri dengan dilempari batu.”

Ustadz bertanya: “Bagaimana kamu bunuh diri dengan air?”

   Jin: “Saya mau berpindah ke tangannya Mas Kuwat kemudian tangan itu dimasukkan air, dan Ustadz memasukkan tangan kanan Ustadz sambil membaca Hasbunallahu wa ni’mal wakiil terus menerus, saya pasti mati.”

    Ustadz: “Hai jin, janganlah kamu putus asa dari rahmat Allah! Jangan bunuh diri, karena Allah Maha Kasih Sayang terhadap hamba-hamba-Nya. Masuklah lslam dengan setulus hatimu, dan jangan munafik! Kalau kamu sudah masuk lslam kemudian kamu dibunuh, maka kamu mati syahid. Tetapi kalau kamu bunuh diri, maka kamu mati kafir! Segeralah keluar dari tubuh ini!”

     Tidak terasa jam telah menunjukkan pukul 01.30. Jin yang sudah yakin dengan kebenaran lslam itu akhirnya mau diajak berdzikir, bertakbir, dan ada keinginan untuk keluar dari badan saya. Tetapi katanya anak buahnya yang banyak tetap menghalanginya untuk keluar dan agar tetap di dalam saya.

     Karena sudah malam, Ustadz Fadhlan mulai kelelahan, tetapi semangat membantu saudaranya yang ingin membersihkan diri dari ilmu syirik lebih besar. Jin merasakan adanya perlindungan dari Allah ketika membaca hasbunallahu wa ni’mal wakil, meskipun anak buahnya selalu ingin menyerangnya.

      Akhirnya jin itu rupanya tahu diri, agar tidak mengganggu orang kampung sekitar masjid, ia minta dibantu dzikir banyak orang di lapangan Karang Kotagede. Ustadz Fadhlan meminta bantuan jamaah I’tikaf dari Masjid Mu’adz bin Jabal untuk membawa saya ke lapangan.

    Mobil carry yang disopiri pemiliknya sendiri, Pak Muhaimin segera datang dengan beberapa jamaah. Saya diangkat ke dalam mobil sambil dibacakan dzikir hasbunallahu wa ni’mal wakil sampai ke tengah lapangan. Kemudian mobil berhenti dan saya diturunkan dari mobil dengan digotong.

     Lima belasan peserta I’tikaf dari Masjid Mu’adz Bin Jabal membantu memegangi saya agar bisa berdiri sambil membaca dzikir terus. Ayat Kursi dikumandangkan oleh mereka dengan suara yang keras dan tartil memecah keheningan malam 27 Ramadhan tahun itu. Berpuluh-puluh kali jin berusaha keluar dari jasad saya, tetapi selalu gagal karena ada kekuatan lain yang menghalanginya.

   Jin muslim Abdul Khaliq yang dikembalikan kepada nama aslinya oleh Ustadz Fadhlan itu telah yakin bahwa dirinya akan dilindungi oleh Allah jika banyak berdzikir dan membaca ayat kursi, maka jin muslim itu pun ikut berdzikir dan membaca ayat kursi yang dilantunkan oleh para peserta l’tikaf itu.

    Sesekali jin itu teriak bahwa ada yang menghalangi dari atas kepala, ada yang melempar dari kanan, kiri, depan dan belakang. Seluruh yang meruqyah saya semakin yakin adanya permusuhan antara manusia muslim dan jin kafir, maka Ustadz Fadhlan member komando supaya semua baca “Hasbunallahu wa ni’mal wakil” dengan keras.

    Seluruh yang hadir sudah mulai tampak capek, suara dzikir dan bacaan Qur’an mereka mulai menurun. Ustadz Fadhlan mengambil inisiatif agar seluruh ikhwan berkeliling membentuk lingkaran sambil membaca ayat Kursi dengan keras untuk membentengi saya, sehingga proses keluarnya mantan jin preman itu bisa lancar tanpa gangguan jin kafir lainnya.

     Akhirnya, semua hanya pasrah dan memohon kemudahan urusan kepada Allah semata dan kemudian berusaha mendirikan saya sambil terus berdzikir. Jin dengan susah payah keluar meninggalkan jasad saya sambil mengucapkan, “Assalamu ’alaikum.” Jasad saya seperti terangkat kemudian lemas dan saya pun mulai sadarkan diri.

      Saya menangis tersedu-sedu sambil sujud syukur di tengah lapangan dan diikuti oleh Ustadz Fadhlan dan semua jamaah yang membantu ruqyah. Jam telah menunjukkan pukul 03.00 pagi, saat petugas piket mengambil makanan sahur untuk peserta I’tikaf. Saya berjalan lemas dituntun Ustadz Fadhlan menuju masjid Mu’adz yang hanya berjarak 50 m untuk beristirahat dan makan sahur.

Kutemukan makna hidupku

     Saya benar-benar lemah setelah itu. Ramadhan tersisa tinggal tiga hari, namun saya tetap puasa hingga tibalah ldul Fitri. Pada hari raya itulah, saya benar-benar tidak punya tenaga, tidak bisa bangun. Badan ini seperti tidak punya tulang. Tetapi saya tetap makan dan minum serta menjalankan shalat. Kemudian pada hari kedua saya mulai bisa bangun dan punya tenaga lagi.

     Peristiwa ruqyah di akhir Ramadhan itu telah merubah kehidupan saya berbalik 180 derajat. Saya yang sebelumnya tidak pernah tegur sapa menjadi orang yang mudah bertegur sapa, memberi salam, memberi senyum, dan perubahan semacam ini dirasakan juga oleh masyarakat saya, keluarga saya terutama ibu saya sangat bahagia.

      Memang ibu saya mengatakan, “Pengajian (maksudnya ruqyah) di masjid itu, sebenarnya saya tidak tahu, karena saya di rumah barat. Tetapi yang saya dengar bahwa anak saya kesurupan, terus yang mengobati kewalahan dan mengundang gurunya.”

     Setelah itu saya benar-benar mendapatkan kehidupan saya. Saya kemudian pindah kerja. Saya kerja di rental mobil, karir saya cepat sekali menanjak sampai menyamai bahkan lebih dari manajer saya. Dan kemudian buka rental mobil sendiri di Jalan Taman Siswo.

     Urusan dunia ternyata membuat saya lengah, bahkan shalat saya mulai mengendor. Akhirnya Allah beri cobaan yang berat, yaitu mobil yang saya setir mengalami kecelakaan yang serius, mobil saya hancur, tetapi saya Alhamdulillah tidak apa-apa. Setelah itu usaha saya jadi mundur dan akhirnya tutup. Akhirnya saya menjadi seorang sopir taksi di Yogyakata sampai sekarang.

     Saya merasakan kepedihan dan derita hidup yang berat setelah saya tinggalkan shalat lagi. Lebih parah lagi, jin-jin yang dulu sudah banyak keluar itu masuk lagi. Saya sadar ada jin yang masuk lagi karena jin mengingatkan mantra-mantra lama yang sudah saya lupakan. Waktu itu saya juga ingin ketemu Ustadz Fadhlan untuk minta ruqyah lagi, akan tetapi berkali-kali saya ke rumahnya tidak pernah ketemu.

Perlu Ruqyah lagi

    Saya sempat mengeluhkan masalah saya, yaitu kalau sedang rajin ibadah dan sungguh-sungguh, maka hari-hari berikutnya pasti menghadapi godaan syetan yang lebih dahsyat.

    Ustadz Fadhlan menjawab, “Syaithan itu makhluk pendendam, ketika Anda taat kepada Allah dengan sungguh-sungguh, maka berarti Anda telah berkhianat besar kepada syetan. Ketika syetan merasa dikhianati oleh Anda, maka syetan berusaha keras untuk melampiaskan dendamnya itu dengan menggoda lebih serius. Tetapi ketika Anda tidak beribadah dengan baik, maka syetan merasa sudah berhasil menggoda Anda.”

     Saya bertekad ingin memperbaiki diri lagi di bulan suci ini dan membersihkan diri dari pengaruh jin-jin jahat yang selama ini mengganggu konsentrasi ibadah saya.

 Rumah Ruqyah Indonesia | Kutemukan Makna Hidup

7
Multimedia Islam / Re:Khazanah @Trans 7
« pada: 17 Mei 2013, 10:31:19 »
Jadi, bebas wahabi nich? :koran:

8
Apa Efek dari Melepas Ilmu Hitam?
Rabu, 15 Mei 2013 / 5 Rajab 1434 H


Pertanyaan :
 
Assalamu’alaikum Waramatullahi Wabarakatuh

    Bapak pengasuh konsultasi yang dimuliakan Allah, Saya seorang perantau dari Ponorogo ke Balikpapan, Terus terang saya sebetulnya berusaha fanatik pada lslam. Pada waktu libur atau waktu kosong saya salurkan pada olahraga, untuk menambah kemampuan memukul, dukun bilang persyaratannya tujuh bunga melati di masukkan dalam tubuh dan dia bilang tidak ada pantangannya, tidak bisa dilepas, dan katanya yang masuk adalah jin.

Pada waktu itu tiga hari berturut-turut badan saya jadi lemas, pertanyaan saya:

1. Bagaimana cara melepaskan apa yang telah masuk dalam tubuh saya, apakah dengan diruqyah?

2. Seandainya bisa dilepas adakah efek samping dalam tubuh saya?

3. Setelah dilepas, dendamkah dukun tersebut?

4. Dan amalan apa yang harus saya lakukan sesuai dengan hadits?

Wasallamu’alaikum.

Widodo

Balikpapan.

Jawaban :

Wa’alaikumussala Warahmatullahi Wabarakatuh

     Saudara Widodo dan pembaca yang dirahmati Allah. Saya salut terhadap Anda yang telah bertekad untuk komitmen berislam, ditengah maraknya dunia klenik dan menjamurnya acara-acara yang jauh dari ajaran lslam yang dibungkus dengan baju teknologi.

      Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam (SAW) telah mengingatkan dalam sebuah hadits yang diriwayatakan oleh Abu Najih Al-Irbadh bin Sariyah berkata, “Rasulullah memberikan nasihat kepada kita sebuah nasihat yang sangat menyentuh yang membuat hati bergetar, dan air mata bercucuran, kemudian kami katakan: “Wahai Rasulullah seakan-akan ini nasehat perpisahan, karena itu wasiatkanlah kepada kami.”

      Nabi bersabda: “Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertaqwa kepada Allah, mendengar dan taat, sekalipun kalian dipimpin oleh seorang hamba sahaya, dan siapa saja yang hidup lebih lama diantara kalian akan melihat perbedaan-perbedaan yang sangat banyak dan tetaplah kalian berpegang teguh terhadap sunnahku dan sunnah khulafaur rasyidin setelahku. Peganglah sunah-sunnah itu dengan erat dan berhati-hatilah terhadap hal-hal baru, karena setiap bid’ah (yang baru dalam masalah agama atau yang bertentangan dengannya) adalah kesesatan.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, ia berkata hadits ini hasan shahih).

     Saudara Widodo dan pembaca yang dirahmati Allah. Apa yang Anda alami adalah satu tipuan dari tipuan-tipuan dukun yang menyesatkan. Sayangnya, Anda juga menuruti bualannya. Memakan bunga tujuh rupa ternyata sebuah proses memasukkan jin.

      lni sebuah ajaran yang tidak kita dapatkan dalam al-Qur’an maupun dalam as-Sunnah yang harus kita jauhi. Termasuk syarat-syarat yang lain seperti semua olah gerak yang tidak wajar dan tidak masuk akal. Sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian orang, dengan melakukan gerak tertentu datam waktu tertentu kemudian bisa mematahkan tiang tanpa menyentuh adalah kesesatan yang harus dihindarkan. ltu bagian dari tipu daya lblis untuk menyesatkan manusia.

      Hal itu sebagaimana Fiman Allah yang mengabadikan tentang sumpah serapah lblis yang tidak mau bersujud kepada Adam as. kemudian dikeluarkan dari surga, “lblis berkata: Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta'at).” (QS. Al-Araf: l6-17).

     “lblis berkata: Ya tuhanku, oleh sebab engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan jadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlish diantara mereka.” (QS. Al-Hijr: 39-40)

     Dia tidak akan pernah rela seseorang begitu saja melakukan kebaikan-kebaikan, dijauhkan dari kemaksiatan dan kesyirikan seperti yang Anda rasakan. Syetan membisikkan agar bertanya kepada dukun, padahal Nabi telah mengingatkan;

    “Barangsiapa yang datang kepada dukun/seorang yang mengaku mengetahui yang ghaib dengan meramal atau menebak sesuatu yang akan datang maupun yang telah berlalu, maka shalatnya empat puluh hari tidak diterima." (HR Muslim)

     Saudara Widodo dan pembaca yang dirahmati Allah. Yang harus Anda lakukan untuk melepaskan jin yang sudah dimasukkan adalah pertama anda harus menyesali perbuatan itu, bertobat kepada Allah dan bertekad kuat untuk tidak mengulanginya lagi serta mengisi hari-hari Anda dengan kebaikan-kebaikan. Selanjutnya Anda bisa melakukan ruqyah mandiri atau minta diruqyah orang lain.

      Sedangkan orang yang dimasukkan jin dalam tubuhnya akan berdampak pada dirinya baik disadari atau tidak, seperti malas melakukan shalat, kalaupun shalat pikiran kemana-mana, was-was, mudah emosi, ringan dalam melakukan kemaksiatan sementara untuk kebaikan berat melakukannya, susah tidur, mimpi buruk dan lainnya.

     Beberapa dampak yang dirasakan oleh orang yang dimandikan, dipagari, dirajah dan sejenisnya ini disampaikan oleh beberapa pasien di Majalah Ghoib. Dan yakinkan diri Anda bahwa dengan berusaha untuk melepaskan apa yang ada pada diri anda, akan membuat hidup lebih tenang.

      Karena Anda bergantung kepada Allah yang Maha Kuasa dan Maha Perkasa, bukan bergantung kepada manusia dan jin yang merupakan ciptaan Allah yang penuh kelemahan.

     Saudara Widodo dan pembaca yang dirahmati Allah, Setelah kita berusaha melepaskan diri dari jeratan syetan ini dan bertawakkal kepada Allah dengan melakukan apa-apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa-apa yang dilarang, mengamalkan sunnah-sunnah Rasulullah, membaca doa-doa perlindungan, maka kita akan mendapatkan perlindungan dari Allah.

Seperti membaca:


بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَئٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ

“Barangsiapa yang membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka tidak ada sesuatupun yang membahayakan dirinya.” (HR. At-Tirmidzi, sanadnya shahih).

     Adapun amalan-amalan yang sesuai hadits tentunya sangat banyak sekali, semakin kita mau menggalinya maka akan semakin banyak kita temukan, ibarat intan yang kita temukan di laut semakin dalam kita menyelam, maka semakin banyak kita akan dapatkan intannya. lni beberapa amalan yang bisa dilakukan:

1. Lakukan Shalat lima waktu dengan berjamaah di masjid atau mushalla.

2. Membaca al-Qur'an setiap hari berurutan tidak dipilih-pilih.

3. Menjaga diri agar tetap dalam keadaan bersuci/berwudlu.

4. Membaca basmalah dalam setiap memulai aktifitas, terutama waktu mau makan dan minum.

5. Membaca dzikir pagi dan sore hari

6. Berteman dengan orang-orang yang shalih

7. Mengikuti kajian-kajian keislaman untuk menambah pemahaman terhadap lslam, sehingga bisa mempertahankan keislaman dan menambahkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah.

Kita memohon kepada Allah, agar diberikan perlindungan dan dijauhkan dari gangguan makhluk-Nya yang terkutuk. Wallahu a’lam.

 
Ustadz Akhmad Sadzali, Lc

9
Boleh Belanja di Mal,
Jangan Lupakan Belanja di Tetangga


Melatih memprioritaskan kebutuhan, menumbuhkan pengertian dan memacu kreativitas menambah penghasilan, bila dilakukan bersama keluarga.

     Siang sedang dirundung mendung ketika suara seorang ibu tiba-tiba terdengar menyita perhatian. Dari suara percakapan yang dilakukannya di telepon genggam, dapat didengar bahwa ia akan pergi berbelanja dan bermaksud mengundang teman-temannya untuk turut pergi berbelanja dengannya.

     Selang beberapa menit, beberapa orang ibu-ibu yang juga masih merupakan warga di sekitar rumah, berkumpul di depan rumah si ibu tadi. Setelah berkumpul, mereka pun pergi bersama untuk belanja di mal.

     Pergi berbelanja bersama ke pusat perbelanjaan (mal) menjadi kecenderungan tersendiri bagi beberapa kelompok ibu-ibu atau perempuan. Bahkan sebuah pesan singkat (sms) yang isinya juga mengajak makan bersama di sebuah mall, menyelipkan pesan, “Kalau bisa jangan ajak anak.”

     Maka, jadilah pemandangan yang biasa kita lihat, sekelompok ibu-ibu berada di mal tanpa anak dan suami mereka.

Plus Minus Belanja

    Mari kita sama-sama berbaik sangka bahwa suami mereka mengizin-kan dan anak-anak mereka tengah belajar di sekolah. Namun, ada beberapa hal yang kiranya perlu kita perhatikan ketika menyikapi kecenderungan belanja bersama ini.

    Dari tinjauan ekonomis, berbelanja seperti ini memiliki segi positif dan negatifnya. Positifnya, akan membuat kita memiliki pengetahuan tentang variasi dan produk baru, sehingga tersedia banyak pilihan sesuai kebutuhan dan kemampuan.

    Namun, hal itu juga dapat membuat kita terkena penyakit “lapar mata” alias ingin membeli produk yang sebenarnya tak ingin kita beli atau bahkan tidak kita perlukan. Belanja bersama di mal pun biasanya juga didasari alasan, sedang ada diskon.

    Padahal, kita sama-sama tahu bahwa diskon adalah salah satu cara pedagang menarik minat pembeli. Tanpa kita sadari, diluar barang diskon tersebut, ada barang yang banyak dibutuhkan konsumen, dijual dengan harga yang lebih tinggi.

    Namun, karena sudah terlanjur pergi bareng, kita menjadi malas untuk mencari kembali barang-barang yang dibutuhkan tersebut di tempat lain. Bahkan tak sadar, membeli semua barang-barang yang dibutuhkannya tanpa mengecek kembali harganya.

    Belanja bersama pun biasanya dibarengi dengan agenda makan bersama. Tak berlebihan, bila ini merupakan ajang rekreasi bagi para ibu yang mungkin terlalu letih dengan rutinitias pekerjaan di rumah.

    Namun demikian, bila semua ibu sudah berbelanja bersama di mal, maka kapan berbelanja di warung milik tetangga atau berbelanja di pasar yang notabene penjualnya juga orang-orang yang tinggal berdekatan dengan kita?

    Bila mungkin berbelanja di warung tetangga lebih mahal karena modal mereka juga tak cukup besar untuk memberi diskon, buatlah daftar belanja tentang apa saja yang harus dibeli di mal dan apa yang masih dapat dibeli di warung tetangga.

     Karena, perhatian dan kasih sayang tetangga tentu lebih mahal harganya dibanding selisih dua atau limaratus rupiah harga barang di supermarket.

     Kita tentu tahu bahwa Rasulullah Shallahu ‘Alahi Wa Sallam (SAW) sangat memperhatikan masalah berbuat baik pada tetangga. Maka, ketika berbuat baik pada tetangga telah menjadi sebuah tuntunan, pada saat yang sama, mencegah penderitaan yang mengancamnya tentu menjadi masalah yang tidak boleh ditunda.

    Karena, kita semua hampir memaklumi bahwa tetangga-tetangga kita yang membuka warung di rumahnya tentu berharap penghasilan tambahan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.

    Bahkan tak jarang, tetangga kita membuka warung sebagai usaha yang diandalkan manakala kepala keluarga dikeluarkan dari pekerjaan. Maka menjadi keharusan bagi kita untuk lebih banyak mengalokasikan dana untuk meningkatkan usaha mereka dengan membeli dari mereka.

   Juga sebagai bentuk kewajiban kita untuk mencegah mereka dari penderitaan yang mengancam. Sebagaimana Rasulullah SAW pernah bersabda dalam sebuah riwayat Bukhari dari Aisyah Radhiallahu Anhu (Ra), “ Jibril terus memberiku wasiat (untuk selalu baik) pada tetangga sampai aku mengira bahwa ia akan menjadikannya pewaris”.

Memupuk Pengertian

     Berbelanja bersama antar ibu-ibu satu kompleks mungkin dapat mengeratkan silaturahmi dan mengikat kebersamaan. Namun, sahabat Rasul dan juga Rasul SAW sendiri adalah orang-orang yang biasa berbelanja untuk keluarga mereka.

    Merekalah yang bertugas ke pasar untuk membeli kebutuhan rumah tangga. Karena itu, bila para suami tidak dapat pergi sendiri utnuk membeli kebutuhan keluarga, minimal pergi bersama mereka ketika berbelanja.

     Hal ini penting pula diketahui oleh para suami atau para ayah karena selain dapat melindungi istri-istrinya dari hal-hal yang tidak diinginkan, mereka juga wajib mengetahui kebutuhan apa saja yang harus dipenuhi dan berapa harga yang harus dibayar untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

     Sehingga suami dapat membantu memberikan pertimbangan dalam pengelolaan anggaran keluarga.

     Belanja bersama keluarga juga akan memberikan pelajaran sekaligus latihan yang berharga bagi anak-anak kita untuk dapat memprioritaskan barang mana yang akan dibeli sekaligus membatasi keinginan.

     Jadikanlah kesempatan berbelanja bersama menjadi tempat yang baik bagi kita untuk memberikan pengertian kepada anak tentang apa yang penting mereka beli. Sehingga kita pun terhindar dari beban untuk selalu menuruti keinginan anak sekaligus menghindarkan keluarga dari perilaku boros dan berlebihan.

      Sebagaimana yang telah Allah Subhanahu Wa Ta’ala (SWT) peringatkan dalam surat Al-Israa ayat 26-27;”... dan janganlah kamu menghamburkan-hamburkan hartamu secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Rabbnya.”

     Selain melatih anak-anak untuk dapat memprioritaskan kebutuhan, berbelanja bersama keluarga tentu juga akan melatih diri kita sendiri memprioritaskan mana yang kita butuhkan.

     Daftar belanja yang telah disusun bersama di rumah, juga sangat membantu mengetahui berapa barang yang dibutuhkan dan besaran anggaran yang kita miliki.

     Akan sangat lebih baik, jika acara berbelanja bersama juga dimanfaatkan untuk melihat peluang-peluang baru untuk mencari penghasilan tambahan. Bila di mal, pernak-pernik, kotak kado, kotak hantaran yang dapat kita buat di rumah berharga mahal, maka inilah kesempatan untuk membuat benda yang cantik dengan harga yang lebih murah.

     Atau kesempatan berbelanja di mal dapat kita gunakan untuk melihat mode-mode fashion terbaru untuk membuat desain busana Muslimah yang lebih cantik tapi tetap syar’i.

     Sehingga, kita tak hanya pintar-pintar memprioritaskan kebutuhan, tetapi juga sekaligus terdorong untuk memproduksi dan mengkreasi berbagai barang kebutuhan.

Kartika Trimarti

Ibu Rumah Tangga tinggal di Bekasi, Jawa Barat.

Suara Hidayatullah Edisi 02 | XXV | Juli 2012 / Sya’ban 1433 | Hal 68 - 69


Rumah Aniq | Boleh Belanja di Mal, Jangan Lupakan Belanja di Tetangga


10
Cincin Emas ‘Penolak’ Wanita Idaman Lain
Selasa, 14 Mei 2013 / 4 Rajab 1434 H


     Dari Bandung, jimat ini dikirimkan melalui kantor pos oleh seorang ibu beranak dua. Dalam dua lembar kertas folio bertuliskan tangan, ia menceritakan kisahnya dalam mendapatkan benda-benda ini. "Sudah bertahun-tahun lamanya saya menyimpan sebuah cincin emas bermata berlian yang saya beli di tahun 90-an atas anjuran seseorang yang sering disebut 'orang pintar.'

     Cincin itu diberi doa-doa, yang saya sendiri tidak tahu apa doanya dan apa maksudnya. Dan selanjutnya, setiap malam Kamis atau Jumat (maaf saya lupa tepatnya malam apa) cincin itu harus dibasahi oleh minyak wangi beraroma harum melati.

    Namun, semua aktivitas tersebut hanya saya lakukan beberapa bulan saja. Karena terkadang saya lupa dan semakin malas melakukannya. Lama-lama saya benar-benar malas melakukannya. Dan pada akhirnya saya benar-benar mengabaikan ritual semacam itu hingga saat ini.

    Saya sudah agak lupa kegunaan ritual cincin itu. Yang saya ingat dulu pernah konsultasi dengan 'orang pintar' tentang perbuatan suami saya yang punya "WIL" (Wanita Idaman Lain)."

    Dalam tulisannya, ia menambahkan, "Bapak/ Ibu Tim Ruqyah, saya serahkan cincin emas bermata berlian ini yang tidak seberapa untuk dimusnahkan pengaruh-pengaruh buruk/negatifnya. Selanjutnya terserah Bpk/lbu mau diapakan cincin emasnya."

Bentuk Jimat

    Benda yang telah dijadikan jimat oleh dukun ini, berbentuk sebuah cincin emas bermatakan berlian berwarna putih. Berlian tersebut berada tepat di atas cincin yang diikat dengan benda mirip kuncup daun. Bersama cincin emas ini, ibu ini juga mengirimkan beberapa buah jimat lainnya yang dibungkus dalam sebuah kotak kecil.

    Masih dalam surat tersebut ia menuturkan, "Bpk/lbu tim ruqyah, saya juga mengirimkan beberapa benda (mungkin jimat namanya) yang saya temukan di dompet suami saya dan beberapa benda lainnya kepunyaan suami saya. Seperti yang saat ini mungkin Bpk/Ibu tim Ruqyah perhatikan.
    Yang menjadi perhatian saya adalah pada sebuah batu cincin berwarna ungu kebiruan, saya lupa itu batu apa namanya. Batu cincin itu menurut orang pintar yang kebetulan waktu itu datang bertamu ke rumah saya dapat mengeluarkan suara yang hanya dapat didengar oleh orang-orang tertentu saja.

    Khasiat dari batu cincin tersebut adalah sebagai "pengasih", yang hanya berkhasiat apabila yang memilikinya adalah seorang laki-laki. Bila dimiliki oleh wanita tidak ada khasiatnya sama sekali, begitu kata orang pintar tersebut. Benda-benda lain saya tidak tahu manfaatnya. Sepertinya benda-benda tersebut didapat suami saya dari beberapa orang pintar/dukun.

    Saya berterus terang pada suami saya bahwa saya mengambil benda-benda miliknya. Suami tidak mau berterus terang darimana ia mendapatkan benda-benda tersebut dan apa maksud dari menyimpan benda-benda itu. Suami tidak keberatan bila benda-benda itu saya rnusnahkan/buang. Mudah-mudahan suami saya benar-benar ikhlas benda-benda tersebut dimusnahkan/buang."


Kesaktian Jimat

     Jimat berbentuk cincin emas ini, didapatkan setelah ibu ini berkonsultasi dengan dukun mengenai perilaku suaminya yang mulai punya "WIL" (wanita idaman lain). Mungkin jimat ini dimaksudkan oleh si dukun agar suami ibu ini tidak lagi punya WIL (wanita idaman lain) dan tetap hidup rukun bersama istrinya.

Bongkar Jimat

     Hidup dalam suasana rukun dalam sebuah keluarga yang sakinah mawadah warahmah adalah impian semua keluarga muslim. Anak-anak yang lucu dan sehat serta kehidupan yang berkecukupan menambah indah rumah tangga.

     Apalagi jika kesetiaan selalu menyertai perjalanan suami istri dalam mengarungi bahtera yang penuh dengan ombak dan badai. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam surat Ar Rum ayat 21, "Dan di antara tanda-tanda kekuasan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir."

    Namun, kehidupan kita tidak selamanya berjalan mulus. Manusia mempunyai karakter pembosan. Baik bosan untuk bekerja atau bosan hidup bersama pasangannya setelah sekian lama hidup dalam suasana senang dan susah.

     Apa yang terjadi pada perilaku suami ibu ini (dengan memiliki WIL), sudah menjadi hal yang biasa pada masyarakat yang hidup dengan suasana perkotaan. Memang, tanpa memiliki keimanan yang kokoh. Hidup kita akan mudah goyah disebabkan gangguan dari lingkungan sekitar kita yang tidak 100% kondusif. Apalagi kalau berbicara mengenai syahwat kepada lawan jenis.

    Masalah adalah sunatullah dalam kehidupan manusia. Yang menjadi masalah adalah penyikapan dalam menangapi sebuah masalah. Pergi ke 'orang pintar' untuk berkonsultasi yang kemudian dibekali sebuah jimat, bukan solusi yang tepat.

    Sekali lagi si dukun telah menjerumuskan manusia kepada aktivitas kemusyrikan. Cincin emas yang lebih cocok dipakai sebagai hiasan bagi keindahan wanita, telah dipakai oleh dukun sebagai media pengundang jin setelah diberi doa-doa dan harus diolesi minyak beraroma melati.

     Tidak ada relevansinya antara cincin emas yang telah diberi doa-doa dengan perilaku suami ibu ini yang sudah mulai memiliki WIL. Sementara jimat batu cincin berwarna ungu yang berkhasiat untuk pengasihan yang khasiatnya hanya pada laki-laki saja, menunjukkan bahwa kekuatan jin melalui media jimat sangatlah lemah.

    "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya". Begitulah firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat 286. Permasalahan apapun yang kita hadapi, haruslah menjadi bahan evaluasi bagi perbaikan hidup kita. Semua masalah yang kita temui, haruslah diselesaikan dengan cara-cara yang diridhoi Allah agar hidup kita lebih bermakna.

   Dengan diserahkannya jimat-jimat ini, semoga menjadi awal bagi kehidupan yang lebih bahagia bagi keluarga ibu ini. Semoga Allah menerima semua amal ibadah kita, menghadirkan suasana rukun serta tentram dalam membangun keluarga sakinah mawadah warahmah. Amin

 Rumah Ruqyah Indonesia | Cincin Emas ‘Penolak’ Wanita Idaman Lain

11
Kajian Dunia Ghaib / Re:Tes Mendeteksi Jin Dalam Badan Anda
« pada: 13 Mei 2013, 22:09:40 »
Merasa Merinding mendengarkan Ayat-Ayat Suci ini, Apa itu juga indikator dalam tubuh saya terdapat gangguan jin?

Tidak mesti akhi, coba beberapa kali lagi untuk memastikan. Gejala umumnya pusing, mual, merasa berat dsbnya :D

12
Interesting, jujur nunggu pendapat MW terkait hal ini, biasanya pendapat beliau keren punya :D

13
Kajian Dunia Ghaib / Tali Pusat Perdamaian
« pada: 10 Mei 2013, 14:32:06 »
Tali Pusar Perdamaian?
Jum'at, 10 Mei 2013 / 29 Jumadil Akhir 1434 H


    Hidup rukun adalah dambaan setiap orang. Terlebih bagi orang-orang yang hidup dalam satu atap dan tembok. Yang setiap saat berjumpa dan bertemu. Rasanya tidak enak bila di antara mereka sendiri kemudian terjadi perang dingin dan tidak bertegur sapa. Bila di dalam rumah sendiri sudah tidak ditemukan kehangatan dan kedamaian, lalu ke mana harus mencari?

     Satu hal yang membuat orangtua merana bila hal itu benar-benar teriadi di dalam keluarganya. Kekhawatiran yang kemudian berujung pada keyakinan pada mitos-mitos katanya yang masih berkembang di sebagian warga.

     Ya, mereka kemudian mencari pengikat di antara para saudara kandung itu yang bisa menyatukan mereka. Pengikat itupun ditemukan pada tali pusar yang biasanya masih menyertai seorang bayi hingga berumur seminggu.

    Sebagian orangtua yang masih percaya pada tuah tali pusar itu pun kemudian menyimpannya dengan rapi. Giliran berikutnya menunggu kelahiran anak kedua, ketiga, keempat dan seterusnya. Kemudian tali pusar-tali pusar mereka disatukan dan tidak dibiarkan terpisah-pisah.

    Makna yang terkandung dalam penyatuan tali pusar ini adalah agar mereka hidup rukun dan damai. tidak ada perkelahian. Tidak ada perselisihan yang meruncing dan memecah belah ikatan persaudaraan mereka. Apalagi sampai terjadi pertumpahan darah laksana perang bubat. Adik membunuh kakaknya atau sebaliknya.

    Kalaupun toh ada perbedaan pandang di antara mereka, maka harapannya semuanya masih bisa diselesaikan dengan kepala dingin.

     Sebenarnya niat orangtua yang mengharapkan anak-anaknya dapat hidup dengan rukun dan damai merupakan niat yang mulia. Tapi di sini masalahnya menjadi lain karena kemudian untuk mendapatkan kedamaian itu mereka menempuh jalur yang salah yaitu dengan meyakini bahwa penyatuan tali pusar anak-anaknya akan dapat mewujudkan impian mereka. Padahal tali pusar-tali pusar itu tidak memiliki pengaruh apa-apa.

     Padahal, tidak semua orangtua mengumpulkan tali pusar anak-anaknya dan menyimpannya dengan baik, lalu apakah dengan demikian kehidupan mereka dalam bayang-bayang pertengkaran? Jawabannya tidak bisa dipastikan demikian.

    Pada sisi lain, persaudaraan dalam lslam tidak terbatas pada ikatan pertalian darah semata. Tapi jauh lebih luas dari itu, persaudaraan dalam lslam lebih ditekankan kepada persamaan akidah.

     Siapapun yang telah mengucapkan dua kalimat syahadat maka dalam pandangan lslam dia adalah saudara kita yang juga memiliki hak dan tanggungjawab.

     “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu” (QS. Al-Hujurat: 10)

    Rasulullah menegaskan hal ini dalam hadits, “Kamu melihat perumpamaan orang-orang mukmin dalam cinta dan kasih sayang mereka serta kelemahlembutan mereka bagaikan satu jasad. Jika salah satu anggota tubuh sakit maka yang anggota tubuh yang lain tidak bisa tidur dan demam.” (HR. Bukhari)

    Dengan demikian, perkuatlah persaudaraan sedarah dengan persaudaraan lslam yang terjamin kelanggengannya. Dan hiduplah dengan damai tanpa harus menyatukan tali pusar sesama saudara.

 Rumah Ruqyah Indonesia | Tali Pusat Perdamaian

14
klo urusan poligami kenapa slalu rame yah tretnya...menarik dibahas kali yaaak,dan lebih enak dijadikan perdebatan :p

Biasa kali rum. Karena topik ini tak dilekang dimakan zaman :hihi:

uhuy %peace%

15
serem amat kisahnya..

ini nyata yah? aku kira kisah-kisah yang di majalah ghoib tu bikin-bikinan..  :p

Beneran lha, apalagi kalo datang langsung ke kantor ruqyah, yang aneh-aneh lebih banyak :)

Halaman: [1] 2 3 ... 788
myAgenda!
myQomunitas!
mySholat!
Jadwal Sholat
Jadikan juga info seperti jadwal sholat ini pada websites mu :
myPromo-Deal!
Pernak-Pernik
  • myQripik produk baru!
  • Jaket
  • Kaos
  • Kalender
  • Stiker

SatNet
Mobile | myQ wiki | Quran Flash | Android | ChitCh@t | Plug-in | Radio | FB myQ Group
(c) 1999-2013, myQuran
Refresh Your Life!
Powered by SMF 2.0.4 | SMF © 2006–2010, Simple Machines LLC
Halaman dibuat dalam 0.693 detik dengan 19 queri.