Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Jum'at, 25 Mei 2012/4 Rajab 1433 H : Imsak 4:27:04 - Shubuh 4:33:29 - Terbit 5:55:44 - Dzuhur 11:49:51 - Ashar 15:11:54 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:46 WIB

Penulis Topik: NASEHAT UNTUK SALAFIYYIN  (Dibaca 1411 kali)


Offline salafy lovers

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 12
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« pada: 17 April 2006, 14:27:12 »
NASEHAT UNTUK SALAFIYYIN

Oleh Syaikh Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaily

Bismillahirrahmanirrahim
Segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam. Sholawat dan salam, semoga senantiasa dilimpahkan kepada nabi kita Nabi Muhammad, keluarga, dan seluruh sahabatnya.

Amma ba'du
Berikut ini adalah untaian nasehat yang ditujukan kepada generasi muda Ahlis Sunnah wal Jama'ah, yang dituliskan dalam rangka andil dalam menunaikan kewajiban menasehati kaum muslimin, dan mendamaikan antara Ahlis Sunnah, sebagaimana yang dianjurkan dalam banyak dalil.

Yang mendorong saya merangkaikan nasehat ini, adalah fenomena yang dialami oleh banyak pemuda salafiyyin, di berbagai negri islam, dan bahkan di negri-negri non islam, yang dihuni oleh minoritas islam, yaitu berupa perpecahan yang besar. Perpecahan yang disebabkan oleh adanya perbedaan pendapat dalam beberapa masalah ilmiyyah, dan sikap-sikap kongkrit dalam menghadapi sebagian orang yang berseberangan (pendapat). Fenomena ini telah menghambat laju perjuangan dakwah menuju As Sunnah, dan bahkan menghalangi sebagian orang untuk mengikutinya. Padahal sebelumnya masyarakat umum diberbagai daerah dan negri, berbondong-bondong untuk mendalaminya.

Saya akan ringkaskan nasehat ini dalam beberapa poin berikut, dengan disertai harapan kepada Allah, agar melimpahkan kepadaku keikhlasan niat, dan kebenaran dalam ucapan, serta memberikan manfaat kepada setiap orang muslim yang membacanya.

Pertama.
Adalah termasuk salah satu prinsip yang ditetapkan dalam agama Islam, bahwa setiap orang muslim sebelum ia menyibukkan dirinya dengan (kekurangan) orang lain, hendaknya berusaha dengan sungguh-sungguh, membenahi diri, berupaya merealisasikan keselamatan, dan menjauhkan segala hal yang akan menyebabkan kebinasaan terhadap dirinya.

Sebagaimana firman Allah

"Artinya : Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, dan mengerjakan amal saleh, dan nasehat- menasehati supaya menetapi kebenaran, dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran". [Al Ashr 1-3]

Allah memberitakan tentang orang-orang yang akan selamat dari kerugian, yaitu orang-orang yang terwujud pada dirinya perangai-perangai tersebut. Allah menyebutkan, bahwa mereka merealisasikan pada diri mereka keimanan, dan amal sholeh terlebih dahulu, sebelum mereka mendakwahi orang lain. Dakwah dengan nasehat-menasehati supaya menetapi kebenaran, dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran. Sehingga ayat-ayat ini benar-benar telah menetapkan permasalahan ini.

Dan Allah sungguh telah mencela Bani Isra'il, dikarenakan mereka menyelisihi prinsip ini, yaitu dengan berfirman

"Artinya : Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca Alkitab (Taurat) Maka tidakkah kamu berpikir?".[Al-Baqarah :44]

Oleh karena itu, hendaklah setiap pemuda senantiasa membenahi dirinya sendiri, sebelum berusaha membenahi orang lain, dan tatkala dirinya telah mencapai istiqomah (dalam kebaikan), kemudian ia menyatukan antara penerapan ajaran agama pada dirinya dengan perjuangan mendakwahi orang lain, maka ia benar-benar telah meniti metode dan petunjuk ulama?salaf, dan Allah akan melimpahkan kemanfaatan dari (dakwah) nya. Dengan demikian mereka adalah para da'i menuju kepada As Sunnah, melalui ucapan dan perilakunya. Dan sungguh demi Allah, metode ini merupakan kedudukan paling agung, yang bila seseorang telah berhasil mencapainya, maka ia termasuk hamba Allah yang paling baik kedudukannya pada hari kiyamat.

Allah Ta'ala berfirman.

"Artinya : Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata : "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri" [Fush-Shilat :33]

Kedua.
Hendaknya diketahui, bahwa yang benar-benar dikatakan sebagai Ahlis Sunnah adalah mereka yang menjalankan dengan sempurna (ajaran) agama islam, baik secara idiologi, ataupun perilaku.

Dan merupakan kekurang pahaman, bila yang dianggap sebagai Ahlis Sunnah atau seorang Salafy, adalah orang yang merealisasikan Aqidah Ahlis Sunnah semata, tanpa memperdulikan segi perilaku, adab-adab yang sesuai dengan ajaran islam, dan menunaikan hak-hak sesama muslim.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah pada akhir kitab Al-Aqidah Al Wasithiyyah berkata: " ...Kemudian mereka (Ahlis Sunnah wal Jama'ah), selain merealisasikan prinsip-prinsip ini: Saling memerintahkan dengan yang baik, dan melarang dari yang mungkar, sesuai yang diajarkan dalam syar'at. Mereka menganjurkan untuk menunaikan ibadah haji, berjihad, mendirikan sholat jum'at, sholat 'Ied, bersama para pemimpin, baik mereka adalah pemimpin yang baik (adil) ataupun pemimpin yang jahat. Mereka senantiasa menegakkan sholat berjama'ah, menjalankan tanggung jawab memberikan nasehat kepada ummat"

Mereka juga senantiasa meyakini makna sabda Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam :

"Artinya: Permisalan (peran) Seorang mukmin terhadap seorang mukmin lain, bagaikan sebuah bangunan yang kokoh, yang sebagiannya menopang (menguatkan) sebagian lainnya".

Tatkala ditimpa cobaan (kesusahan), mereka saling memerintahkan supaya menetapi kesabaran, dan tatkala mendapatkan kelapangan, saling memerintahkan untuk bersyukur, dan tatkala ditimpa takdir yang pahit, mereka saling memerintahkan untuk berlapang dada. Mereka senantiasa menyeru kepada akhlaq-akhlaq mulia, dan amal-amal terpuji. Mereka juga meyakini makna sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam :

"Artinya: Orang mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah orang yang paling baik akhlaqnya"

Mereka senantiasa menganjurkan, agar engkau menyambung (hubungan dengan) orang yang memutuskan hubungan denganmu, dan memberi orang yang enggan memberimu, memaafkan orang yang menzalimimu. Mereka juga saling memerintahkan untuk senantiasa berbakti kepada kedua orang tua, juga untuk bersilaturahmi, berbuat baik kepada tetangga.

Mereka juga senantiasa melarang dari perangai berbangga diri, sombong, melampaui batas, melanggar hak orang lain, baik dengan alasan yang dibenarkan atau tidak.

Mereka senantiasa memerintahkan agar komitmen dan menjaga akhlaq terpuji dan mencegah dari akhlaq tercela.

Dan setiap hal yang mereka ucapkan dan lakukan, baik dari hal-hal tersebut diatas, atau lainnya, mereka senantiasa mengikuti Al Kitab (Al Qur’an) dan As Sunnah, dan jalan hidup mereka adalah agama islam yang dengannya Allah mengutus Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam?

Ketiga.
Diantara tujuan agung yang dianjurkan agama islam (untuk dicapai), ialah ; menunjuki manusia untuk menganut agama ini, sebagaimana disabdakan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, tatkala beliau mengutus sahabat Ali ke Khaibar (yaitu pada saat perang Khaibar):

"Artinya :Seandainya Allah memberi petunjuk denganmu seseorang saja, itu lebih baik bagimu dibanding (memiliki) unta merah" [HR Bukhory No: 4210, dan Muslim 2406].

Oleh sebab itu, orang-orang yang telah mendapat karunia dari Allah, berupa hidayah (petunjuk) kepada (mengamalkan) As Sunnah, hendaknya bersungguh-sungguh dalam mendakwahi orang yang masih tersesat dari As Sunnah, atau kurang perhatian dengannya. Mendakwahi mereka agar benar-benar merealisasikan As Sunnah. Hendaknya mereka menempuh segala daya dan upaya yang dapat ia lakukan, dalam menuntun manusia dan mendekatkan pintu hati mereka agar menerima kebenaran.

Hal itu dengan cara mendakwahi mereka dengan lemah lembut, sebagaimana firman Allah tatkala berbincang-bincang kepada Nabi Musa dan Harun :

"Artinya: Pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah malampaui batas; maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut" [Thaha : 43-44]

Hendaknya mereka memanggilnya dengan julukan-julukan yang sesuai dengan kedudukannya. Sebagaimana dahulu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika menulis surat kepada Hiraql, dengan bersabda:

"Artinya: Kepada Hiraql, Pemimpin Romawi"

Beliau juga memberikan kunyyah kepada Abdillah bin Saba dengan Abil Habbab

Dan hendaknya mereka juga senantiasa bersabar dalam menghadapi kekerasan sikap orang yang didakwahi, dan membalasnya dengan perilaku baik, dan janganlah menuntut mereka untuk segera menerima kebenaran? Allah berfirman :

"Artinya: Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka"[Al-Ahqaaf : 35]

Keempat.
Hendaknya para pelajar (Tholabatul Ilmi), terutama para da'i, dapat membedakan antara Al Mudarah dan Al Mudahanah. Karena Al Mudarah adalah suatu hal yang dianjurkan, yaitu : sikap lemah lembut dalam pergaulan, sebagaimana disebutkan dalam kitab Lisanul Arab, bersikap Mudarah terhadap orang lain adalah dengan beramah-tamah kepada mereka, berhubungan dengan cara yang baik, dan bersabar menghadapi gangguan mereka, agar mereka tidak menjauh darimu. Sedangkan Al Mudahanah (menjilat) adalah sikap tercela, yaitu sikap (mengorbankan) agama, Allah berfirman :

"Artinya : Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu). [Al Qolam : 9].

Al Hasan Al Bashry menafsirkan makna ayat ini dengan berkata: "Mereka menginginkan agar engkau berpura-pura dihadapan mereka, sehingga mereka juga akan berpura-pura pula dihadapanmu" [Tafsir Al Baghowy 4/377].

Dengan demikian, orang yang bersikap mudarah akan berlemah lembut dalam pergaulan, tanpa meninggalkan sedikitpun dari prinsip agamanya, sedangkan orang yang bersikap mudahin, ia akan berusaha menarik simpati orang lain dengan cara meninggalkan sebagian prinsip agamanya.

Sungguh dahulu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, merupakan figur paling baik akhlaqnya, dan paling lemah lembut terhadap umatnya, dan ini sebagai perwujudan sisi lemah lembut, dan ramah tamah dari perangai beliau. Di sisi lain, beliau adalah orang paling kuat dalam (mengemban) agama Allah, sehingga beliau tidak akan meninggalkan prinsip agama, barang satupun, walau dihadapan siapapun, dan ini adalah perwujudan sisi keteguhan hati beliau dalam mengemban (prinsip-prinsip) agama. Dan sisi perangai beliau ini sangat bertentangan dengan sikap mudahanah (menjilat).

Hendaknya para pelajar, memperhatikan perbedaan antara kedua perangai ini, karena sebagian orang beranggapan, bahwa bersikap ramah-tamah kepada orang lain, dan berlemah lembut, sebagai tanda lemah dan luluh dalam (mengemban perintah) agama. Disaat yang lain, ada yang beranggapan bahwa: sikap membiarkan orang lain dalam kebatilan, dan berdiam diri tatkala melihat kesalahan, adalah bagian dari sikap ramah-tamah (Ar Rifqu). Sudah barang tentu kedua kelompok (anggapan) ini adalah, salah, dan tersesat dari kebenaran. Hendaknya hal ini benar-benar diperhatikan dengan baik, karena kesalah pahaman pada permasalahan ini, sangat berbahaya, dan tiada yang dapat terlindung darinya, kecuali orang-orang yang mendapatkan taufiq (bimbingan) dan petunjuk dari Allah.

Kelima.
Seorang juru dakwah, dalam berdakwah kepada manusia, memiliki dua metode yang diajarkan dalam syari'at, sebagaimana yang disebutkan dalam banyak dalil, yaitu: metode menarik simpati dan targhib (menganjurkan), dan metode hajer (memboikot/menjauhi) dan mengancam. Sehingga salah bila seseorang bersikap monoton (hanya menerapkan satu metode) kepada setiap orang.

Akan tetapi hendaknya ditempuh metode yang paling berguna dan sesuai dengan masing-masing pelanggar (orang yang menyeleweng), sehingga lebih besar harapan untuk ia dapat menerima kebenaran, dan kembali kepada jalan yang lurus. Apabila dengan metode menarik simpati-lah yang lebih bermanfaat, dan lebih besar harapannya bila diterapkan kepada seorang pelanggar, agar ia menjadi baik, maka metode inilah yang disyari'atkan (dibenarkan) dalam menghadapi orang tersebut. Begitu juga sebaliknya, bila metode hajer (memboikot) lebih berguna bila diterapkan kepadanya, maka metode inilah yang disyari'atkan.

Kesimpulannya: Barang siapa yang menerapkan metode menarik simpati, terhadap orang yang selayaknya dihajer (diboikot), maka ia telah bertindak gegabah dan lalai. Dan barang siapa yang menerapkan metode hajer (boikot) terhadap orang yang selayaknya ditarik simpatinya, maka ia telah berlaku munaffir (menjadikan orang lain lari) dan ekstrim.

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: (Syari'at) menghajer, berbeda-beda sejalan dengan perbedaan orang yang menerapkannya, dipandang dari kuat, tidaknya, dan sedikit, banyaknya jumlah mereka; karena tujuan dari (penerapan) hajer (boikot) adalah menghardik orang yang dihajer (diboikot), memberi pelajaran kepadanya, dan agar masyarakat umum meninggalkan kesalahan tersebut.

Sehingga apabila manfaat dan kemaslahatan yang dipetik dari sikap hajer (boikot) lebih besar (dibanding dengan kerugiannya), sehingga dengan ia diboikot, kejelekan menjadi melemah, dan sirna, maka pada saat itulah hajer (boikot) disyariatkan.

Akan tetapi bila orang yang diboikot, dan orang lainnya tidak menjadi jera, bahkan kejelekannya semakin bertambah, sedangkan pelaku hajer (boikot) kedudukannya lemah, sehingga kerugian yang ditimbulkan lebih besar dibanding maslahatnya, maka pada keadaan yang demikian ini, tidak disyariatkan hajer (boikot).

Bahkan menarik simpati sebagian orang itu lebih berguna dibanding memboikotnya, dan memboikot sebagian lainnya, lebih berguna dibanding menarik simpatinya. Oleh karena itu, dahulu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menarik simpati sebagian orang, dan memboikot sebagian lainnya?
Yang demikian ini, sebagaimana halnya menghadapi musuh, kadang kala disyariatkan peperangan, dan kadang kala perdamaian, dan kadang kala dengan cara mengambil jizyah (upeti), semua itu disesuaikan dengan situasi dan kemaslahatan.

Jawaban para imam, seperti imam Ahmad dan lainnya, tentang permasalahan ini, didasari oleh prinsip tersebut" [Majmu' Fatawa 28/206].

Beliau menjelaskan kesalahan orang yang menyama ratakan dalam menerapkan hajer (boikot) atau menarik simpati, tanpa memperhatikan prinsip tersebut diatas, dengan berkata: "Sesungguhnya sebagian orang menjadikan hal tersebut (hajer atau menarik simpati) sebagai suatu keumuman, sehingga mereka menghajer atau mengingkari orang yang tidak disyariatkan, tidak diwajibkan dan juga tidak disunnahkan. Dan mungkin saja dikarenakan kesalahan ini, menyebabkannya meninggalkan hal-hal yang diwajibkan atau disunnahkan, dan akibatnya ia melanggar hal-hal yang diharamkan.
Dan disisi lain ada sebagian orang yang berpaling dari itu semua, sehingga ia enggan untuk membaoikot (menjauhi) sesuatu yang diperintahkan untuk diboikot (dijauhi), yaitu berupa hal-hal buruk lagi bid'ah" [Majmu' Fatawa 28/213].

[Diterjemahkan oleh ASPRI RAHMAT AZAI Islamic university of Madinah, Po. Box : 10234, Phone : 966-4-8390448, Mobile: 966-59467833]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=260&bagian=0
« Edit Terakhir: 17 April 2006, 16:45:25 oleh salafy lovers »
silent, listen and learn... O0

Offline merah-putih

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 4.375
  • [ SILENT-INSIDE ]
    • Lihat Profil
    • Inside a Silence's Heart
« Jawab #1 pada: 17 April 2006, 14:50:43 »
hmmm...
MP ingin banyak berkata-kata tp tdk bisa...
MP ingin byk bercerita tp bingung

intinya mah MP sepakat....sepakat....kita semua yg mengaku ummat muhammad dan ittiba' pada Rasul dlm segala hal / menjalankan dengan sempurna (ajaran) agama islam, baik secara idiologi, ataupun perilaku itu adalah ahlu sunnah.

jd ahlu sunnah bukan "milik" salah satu kaum saja.....
.:: aJaRi aKu.. aJaRi ttg Ridho en KeSaBaRaN ::.

Offline Abu Al-Jauzaa

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.466
  • Jenis kelamin: Pria
  • Namaku : Abu Al-Jauzaa'
    • Lihat Profil
    • Blog Abu Al-Jauzaa'
« Jawab #2 pada: 17 April 2006, 15:05:33 »
hmmm...
MP ingin banyak berkata-kata tp tdk bisa...
MP ingin byk bercerita tp bingung

intinya mah MP sepakat....sepakat....kita semua yg mengaku ummat muhammad dan ittiba' pada Rasul dlm segala hal / menjalankan dengan sempurna (ajaran) agama islam, baik secara idiologi, ataupun perilaku itu adalah ahlu sunnah.

jd ahlu sunnah bukan "milik" salah satu kaum saja.....

Betul,.......ahlus-sunnah memang bukan barang yang bisa dibeli lantas dimiliki. Ahlus-sunnah juga bukan merupakan barang temuan yang memungkinkan pindahnya kepemilikan kepada orang lain. Ahlus-sunnah bukan pula sebuah perusahaan yang bisa memasukkan dan mengeluarkan seseorang semau direkturnya.

Akan tetapi ahlus-sunnah adalah orang-orang yang berkomitmen terhadap sunnah. Makanya namanya ahlus-sunnah. Ahlus-sunnah juga merupakan orang-orang yang mempunyai manhaj yang jelas. Bukan mumayyi'iin (orang-orang yang loyo dan memble). Bukan si muka dua. Bukan pula orang-orang "pramuka" yang di sini senang di sana senang.

Ahlus-Sunnah adalah orang-orang yang berkomitmen terhadap As-Sunnah sesuai pemahaman Salaful-Ummah, generasi terbaik Islam..........Allaahu a'lam.

Terima kasih banyak akh Thread Starter atas postingannya yang sangat bermanfaat...........

Offline iwa

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 161
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 17 April 2006, 15:57:00 »
terimakasih TS atas Postingan Nasehatnya.

Sunnah menurut bahasa adalah riwayat hidup.
Sunnah menurut Ulama adalah petunjuk yang dijalani oleh Rasulullah SAW dan para sahabat.
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimullah berkata:"Sunnah adalah sesuatu yang ditegakkan diatas dalil syariat, yakni ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya".
Jama'ah menurut bahasa adalah mengumpulkan. Dari sinilah muncul kata-kata Ijma dan Ijtima.
Jama'ah menurut istilah Ulama adalah generasi As-Salaf dari umat Islam dari kalangan sahabat, tabi'in dan yang mengikuti jejak mereka hingga hari kiamat.
Abdullah bin Mas'ud r.a menyebutkan:"Jama'ah adalah sesuatu yang bersesuaian dengan kebenaran meski engkau hanya seorang diri".
« Edit Terakhir: 17 April 2006, 16:10:53 oleh iwa »

Offline DH_3_D1

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 870
  • Lokasi: Samarinda
  • Jenis kelamin: Pria
  • IT'S ME THE REAL
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 17 April 2006, 15:58:57 »
aslm.syukron akhi.waslm.allahu akbar3x
HIDUP MULIA ATAU MATI SYAHID AND DO THE BEST ON THE TIME

Offline Anis_WN

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 24.464
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Be yourself, but don't be selfish.
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 17 April 2006, 16:21:44 »
Jazakallah...

Semoga artikel dari TS membekas dgn baik. Amien

Wassalam
Manusia tak luput dari kesalahan. Ane manusia. Kesimpulan: Ane tak luput dari kesalahan. Mohon maaf bila ada kata yg salah. Dan... TKJSS

Offline jurig004

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 43
  • Lokasi: Jakarta Bebas Rokok
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 17 April 2006, 18:47:16 »
Its Good Article. Ini adalah Pemahaman Salaf Yang sesungguhnya, Logikanya jika ada sebagian thalabul Ilmi/dai Ahlu sunnah  menyimpang dalan suatu perkara, yang menyimpang adalah pribadi orang tersebut, bukan manhaj salafnya.

Manhaj salaf adalah manhaj yang sempurna dilihat dari sisi manapun, adapun pribadi2 orangnya tetap memiliki kekurangan dan tidak akan lepas dari kesalahan.
jangan sekali-kali melupakan kematianmu sebab kematian tidak akan melupakanmu. ketahuilah semua yang diatas tanah akan kembali menjadi tanah.

Offline jurig004

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 43
  • Lokasi: Jakarta Bebas Rokok
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 17 April 2006, 18:50:33 »
O Ya, ngomong2 buat TS aku gak tahu apa mesti menghajr atau menasehati antum... mohon jangan menggunakan avatar yang menampilkan gambar makhluk bernyawa. Wallahu alam kalau antum punya pendapat lain, setahu ana sepakat ulama salaf mengharamkan apapun namanya memajang gambar makhluk bernyawa.
jangan sekali-kali melupakan kematianmu sebab kematian tidak akan melupakanmu. ketahuilah semua yang diatas tanah akan kembali menjadi tanah.

Offline al-muhandis

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 410
  • Lokasi: Bandung - Surabaya
  • Jenis kelamin: Pria
  • Allah Ghayatuna !!
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 17 April 2006, 19:10:22 »
Its Good Article. Ini adalah Pemahaman Salaf Yang sesungguhnya, Logikanya jika ada sebagian thalabul Ilmi/dai Ahlu sunnah  menyimpang dalan suatu perkara, yang menyimpang adalah pribadi orang tersebut, bukan manhaj salafnya.

Manhaj salaf adalah manhaj yang sempurna dilihat dari sisi manapun, adapun pribadi2 orangnya tetap memiliki kekurangan dan tidak akan lepas dari kesalahan.

alhamdulillah..akhirnya ente bijak juga :P
no offense lho...piss ah..
Brigade Izzudin Al Qossam Lanah Bandung...

Offline Abdul_Maliksyah

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.057
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 18 April 2006, 16:17:34 »
....
Kesimpulannya:Barang siapa yang menerapkan metode menarik simpati, terhadap orang yang selayaknya dihajer (diboikot), maka ia telah bertindak gegabah dan lalai. Dan barang siapa yang menerapkan metode hajer (boikot) terhadap orang yang selayaknya ditarik simpatinya, maka ia telah berlaku munaffir (menjadikan orang lain lari) dan ekstrim.


Artikel yg bagus. Mencerahkan. Terima kasih.

Nampaknya bersikap yang tepat (tidak berlebihan atau kekurangan) dan seimbang dalam setiap ruang dan kesempatan sesungguhnya dianjurkan oleh Al Quran dan sunah Rasululah.

Nampaknya kecerdasan ilmu (berdasar pandangan agama Islam) dan pengendalian diri menjadi sesuatu yg sebaiknya dimiliki.... perjuangan yg tentunya tidak mudah.  :)

Salam.
==
pemahaman menuju kesadaran
Afala tatafakkaruun ? Afala ta'qiluun ? ==

Offline merah-putih

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 4.375
  • [ SILENT-INSIDE ]
    • Lihat Profil
    • Inside a Silence's Heart
« Jawab #10 pada: 18 April 2006, 16:17:56 »
O Ya, ngomong2 buat TS aku gak tahu apa mesti menghajr atau ...

hmmm...afwan pak juriq, ana kira bahasa antum terlalu kasar untuk seorang yg mengaku muslim. klo g salah bukankah kita diajarkan untuk berkata2 dg baik pd sesama muslim.

maaf banget...hny ingin mengingatkan. bukan ingin menghakimi.
bukankah kebaikan harus disampaikan dg baik pula??
bukankah kebaikan yg disampaikan dg cara dan bahasa yg tdk abik akan berdampak hal yg tdk baik pula???

yahhh...smg jd pelajaran buat kta semua (trutama buat aku sendiri)
belajar u menjaga syahwatul lisan :-)
.:: aJaRi aKu.. aJaRi ttg Ridho en KeSaBaRaN ::.

Offline opay

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 117
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 18 April 2006, 16:28:34 »

hmmm...afwan pak juriq, ana kira bahasa antum terlalu kasar untuk seorang yg mengaku muslim. klo g salah bukankah kita diajarkan untuk berkata2 dg baik pd sesama muslim.

maaf banget...hny ingin mengingatkan. bukan ingin menghakimi.
bukankah kebaikan harus disampaikan dg baik pula??
bukankah kebaikan yg disampaikan dg cara dan bahasa yg tdk abik akan berdampak hal yg tdk baik pula???

yahhh...smg jd pelajaran buat kta semua (trutama buat aku sendiri)
belajar u menjaga syahwatul lisan :-)

udah lah akh...
itu mungkin kata2 terakhir dia utk myqers....
ntar lagi kan dia mo hijrah ke yaman...
mungkin mo belajar sopan santun...
kayaknya disini gak ada yg bisa di jadikan contoh...

Offline merah-putih

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 4.375
  • [ SILENT-INSIDE ]
    • Lihat Profil
    • Inside a Silence's Heart
« Jawab #12 pada: 18 April 2006, 16:31:21 »

udah lah akh...
itu mungkin kata2 terakhir dia utk myqers....
ntar lagi kan dia mo hijrah ke yaman...
mungkin mo belajar sopan santun...
kayaknya disini gak ada yg bisa di jadikan contoh...
[/quote]

just want to remember....
kan g menghakimi pak
hehehehe
.:: aJaRi aKu.. aJaRi ttg Ridho en KeSaBaRaN ::.

Offline Buldozer

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 385
  • Lokasi: kampung sunnah, desa salaf, kecamatan Iman, Kabupaten Ihsan, Kerajaan Allah swt
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • Merentas Jalan menuju Jannah
« Jawab #13 pada: 18 April 2006, 19:26:45 »
@ opay
memang begitu kalau kang jurig, kita doakan aja untuk lebih baik, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah. O ya dan saya lihat sekarang bang TS tak memajang avatarnya. Alhamdulillah.

Offline salafy lovers

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 12
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 19 April 2006, 07:47:54 »
O ya dan saya lihat sekarang bang TS tak memajang avatarnya. Alhamdulillah.

jazakallah...
iya nih akh, alhamdulillah dapet ilmu dari kang jurig...
baru belajar ngaji sih... :)
silent, listen and learn... O0

Offline abu rara bin imam

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 4
    • Lihat Profil
« Jawab #15 pada: 19 April 2006, 08:13:25 »
Artikel yang bermanfaat,

Jazakallahu akh, atas artikel yang sangat bermanfaat.

hmmm...
MP ingin banyak berkata-kata tp tdk bisa...
MP ingin byk bercerita tp bingung

intinya mah MP sepakat....sepakat....kita semua yg mengaku ummat muhammad dan ittiba' pada Rasul dlm segala hal / menjalankan dengan sempurna (ajaran) agama islam, baik secara idiologi, ataupun perilaku itu adalah ahlu sunnah.

jd ahlu sunnah bukan "milik" salah satu kaum saja.....

Betul,.......ahlus-sunnah memang bukan barang yang bisa dibeli lantas dimiliki. Ahlus-sunnah juga bukan merupakan barang temuan yang memungkinkan pindahnya kepemilikan kepada orang lain. Ahlus-sunnah bukan pula sebuah perusahaan yang bisa memasukkan dan mengeluarkan seseorang semau direkturnya.

Akan tetapi ahlus-sunnah adalah orang-orang yang berkomitmen terhadap sunnah. Makanya namanya ahlus-sunnah. Ahlus-sunnah juga merupakan orang-orang yang mempunyai manhaj yang jelas. Bukan mumayyi'iin (orang-orang yang loyo dan memble). Bukan si muka dua. Bukan pula orang-orang "pramuka" yang di sini senang di sana senang.

Ahlus-Sunnah adalah orang-orang yang berkomitmen terhadap As-Sunnah sesuai pemahaman Salaful-Ummah, generasi terbaik Islam..........Allaahu a'lam.

Terima kasih banyak akh Thread Starter atas postingannya yang sangat bermanfaat...........

Sepakat, akhiy.....

Offline oryza

  • Vice President
  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2006
  • Tulisan: 11.287
  • Lokasi: Only the wisest and the stupidest of men never change
  • Jenis kelamin: Wanita
  • One kind word can warm three winter months
    • Lihat Profil
    • http://oryza.or.id/
« Jawab #16 pada: 19 April 2006, 08:25:00 »
Artikel yang Bagus, Sesama umat Islam harus saling mengingatkan :)
If you aren't an idealist by the time you're twenty you have no heart, but if you're still an idealist by the time you're thirty, u don't have a head

Offline fattahillahe

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.169
  • Lokasi: Gunung Lawu
  • Jenis kelamin: Pria
  • Sepiro gedene sengsoro yen tinompo amung dadi cobo
    • Lihat Profil
    • Jasa Exspedisi
« Jawab #17 pada: 19 April 2006, 08:36:37 »
Artikel yang Bagus, Sesama umat Islam harus saling mengingatkan :)

dan ojo ngeroso paling bener sak karepe dewe :)
Dahar Ketupat Kuahipun Santen - Menawi Lepat Nyuwun Pengapunten
http://hastransport.blogspot.com/

Offline oryza

  • Vice President
  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2006
  • Tulisan: 11.287
  • Lokasi: Only the wisest and the stupidest of men never change
  • Jenis kelamin: Wanita
  • One kind word can warm three winter months
    • Lihat Profil
    • http://oryza.or.id/
« Jawab #18 pada: 19 April 2006, 08:50:16 »
dan ojo ngeroso paling bener sak karepe dewe :)
Hehehehehe...... hehehehehe...... hehehehehe..... setuju :D
If you aren't an idealist by the time you're twenty you have no heart, but if you're still an idealist by the time you're thirty, u don't have a head

Offline bluepurple

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.763
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #19 pada: 19 April 2006, 13:16:29 »
artikel TOP ABISS..!!!!

bisa buat renungan yg bercita2 jadi ahlussunnah wal jamaah....!!!
jazakallah akh....
kapan yah bisa jadi muslim kaffah...?? ::)

Offline jkp

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9
    • Lihat Profil
« Jawab #20 pada: 20 April 2006, 15:37:58 »
Assalamu'alaikum wr wb. :)
 
Saudara pembaca yang budiman.
 Yang semoga selalu diberi hidayah Allah SWT.
 dalam kesempatan ini mari kita berdiskusi melihat kenyataan sekarang yang terjadi.
 ketahuilah bahwasanya sekarang ini kerajaan saudi Arabia merupakan kroni amarika
 inggris. dan dan antek2nya.
 silakan nggak percaya!!! karena hati anda sudah didoktrin SALAFY.
 amerika "memelihara" makhluk Abdulah bin Baz sebagai sengkuni biang keladi di saudi.
 sebagai imbalan untuk abd bin baz dia diangkat sbg "mufty" di kerajaan saudi.
 dulu ia punya hati yang lurus punya ilmu agama tapi sekarang telah haus diniawi.
 ilmu agama dipelintir.
 sehingga SALAFY hanya tinggal nama. mengikuti Qur'an dan sunah bermanhaj salafussholeh hanya semboyan belaka.
tapi aktifitasnya hanya mengadu domba aktifis islam dimanamana.
mengkobarkan fitnah dimana mana.
buktinya banyak, tanyakan pada AA Gym,Ust Arifin Ilham, Pengurus pusat PKS,HTI,(mereka adalah korban fitnah kejam salafy)
mau bukti kesesatan salafy.
silakan beli buku "dakwah bijak" jangan cari di internet soalnya internet dah dikuasai amerika,ingat salafy antek amerika jadi yang ada di internet hanya manipulasy Tim Salafy+amerika.
saudaraku yang budiman. apabala membaca tulisan ini terasa pedas berarti anda memang sakit karena obat itu rahanya pahit. segeralah bertaubat. semoga Allah lekas mengampuni.
Jazakumullah atas perhatiannya.
semoga Allah menghimpun kita disurga kelak. Amin.
Wassalamu'alaikum.

Offline said ahmad al-batawie

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 25
  • Lokasi: jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #21 pada: 20 April 2006, 16:10:34 »
enaknya baca article dari orang faham. jadinya ga ada perdebatan deh.

Offline Abdul_Maliksyah

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.057
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #22 pada: 20 April 2006, 18:29:31 »

Iyah nih setuju...bahwa sikap spt ini ga hanya hrs dimiliki oleh org2 salaf, tapi umat Islam keseluruhan :)

Rekonfirm setuju.... O0

Saya pribadi hanya seorang yang beragama Islam, dan sedang berusaha belajar agama Islam serta bertahap menjalankan ajarannya.

Semua umat Islam bersaudara secara keseluruhan. Tidak ada perbedaan esensial dimata Allah, kecuali ketaqwaan kukira. Dan itu sepenuhnya Dia Yang Maha Tahu.

Kita berlomba-lomba berbuat baik dalam semangat Islam...bersinergi harmonis (teratur dan seimbang),  Rahmatan Lil Alamien.  :)

Terima kasih.

Salam.


 
==
pemahaman menuju kesadaran
Afala tatafakkaruun ? Afala ta'qiluun ? ==

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #23 pada: 20 April 2006, 20:40:32 »
Artikel yang bermanfaat,

Jazakallahu akh, atas artikel yang sangat bermanfaat.

'Begitu pentingnya silaturrahmi dalam kehidupan, hadist:"Akulah ar-Rahman, Aku ciptakan kasih sayang yang diambil dari nama-Ku,(untuk itu) siapa yang menghubungkannya akan Aku sambungkan & siapa saja yg memutuskannya akan Aku putuskan" (HR.Ahmad & Bukhari)

 O0 O0 O0 O0
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline Syah al-Banjary

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 15
  • Lokasi: Balikpapan
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • -
« Jawab #24 pada: 17 Mei 2006, 10:29:37 »
Assalamu'alaikum wr wb. :)
 
Saudara pembaca yang budiman.
 Yang semoga selalu diberi hidayah Allah SWT.
 dalam kesempatan ini mari kita berdiskusi melihat kenyataan sekarang yang terjadi.
 ketahuilah bahwasanya sekarang ini kerajaan saudi Arabia merupakan kroni amarika
 inggris. dan dan antek2nya.
 silakan nggak percaya!!! karena hati anda sudah didoktrin SALAFY.
 amerika "memelihara" makhluk Abdulah bin Baz sebagai sengkuni biang keladi di saudi.
 sebagai imbalan untuk abd bin baz dia diangkat sbg "mufty" di kerajaan saudi.
 dulu ia punya hati yang lurus punya ilmu agama tapi sekarang telah haus diniawi.
 ilmu agama dipelintir.
 sehingga SALAFY hanya tinggal nama. mengikuti Qur'an dan sunah bermanhaj salafussholeh hanya semboyan belaka.
tapi aktifitasnya hanya mengadu domba aktifis islam dimanamana.
mengkobarkan fitnah dimana mana.
buktinya banyak, tanyakan pada AA Gym,Ust Arifin Ilham, Pengurus pusat PKS,HTI,(mereka adalah korban fitnah kejam salafy)
mau bukti kesesatan salafy.
silakan beli buku "dakwah bijak" jangan cari di internet soalnya internet dah dikuasai amerika,ingat salafy antek amerika jadi yang ada di internet hanya manipulasy Tim Salafy+amerika.
saudaraku yang budiman. apabala membaca tulisan ini terasa pedas berarti anda memang sakit karena obat itu rahanya pahit. segeralah bertaubat. semoga Allah lekas mengampuni.
Jazakumullah atas perhatiannya.
semoga Allah menghimpun kita disurga kelak. Amin.
Wassalamu'alaikum.

Ya akh apakah ada penerapan syariat Islam yang lebih baik dari negri Arab Saudi (walaupun ngga terlepas dari kekurangan)? Ya akh di negri Ara Saudi dilarang loh bangun gereja, seharusnya kalo memang antek Amerika, kok gereja dilarang dibangun ya?
Semoga jkp meniti jalan salaful ummah!
-

Offline abu muslim

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 163
  • Lokasi: Ngayogyakarta Hadiningrat
    • Lihat Profil
« Jawab #25 pada: 22 Mei 2006, 13:47:27 »
Ada lagi 'nggak artikel yang bagus dari para masyayikh Ahlussunnah, Insya Allah sangat bermafaat.
Orang yang ikhlash adalah orang yang menyembunyikan kebaikannya sebagaimana ia menyembunyikan keburukannya (Al-Imam Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah rahimahullah)

Offline aziziqalbii

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.267
  • Lokasi: Di Dekatmu
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hari ini aku disini
    • Lihat Profil
    • mubaraq
« Jawab #26 pada: 23 Mei 2006, 09:48:26 »
Se7 akhi
mengikuti Ulama salaf ga mesti ikutan salafi

Offline bluepurple

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.763
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #27 pada: 23 Mei 2006, 11:37:44 »
yg diikuti dari ulama salaf adalah aqidah, ibadah dan akhlak sholeh nya..
jadi, siapapun yg bercermin pada rasulullah, sahabat dan ulama2 salafus shalih, insya Allah termasuk Ahlussunnah
sekalipun berada dlm organisasi apapun....
kapan yah bisa jadi muslim kaffah...?? ::)

Offline abu_ghonam

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 2.313
  • Lokasi: bandung
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • klik di sini
« Jawab #28 pada: 23 Mei 2006, 11:57:34 »
yg diikuti dari ulama salaf adalah aqidah, ibadah dan akhlak sholeh nya..
jadi, siapapun yg bercermin pada rasulullah, sahabat dan ulama2 salafus shalih, insya Allah termasuk Ahlussunnah
sekalipun berada dlm organisasi apapun....

Ada yang kelewat dari akhi, yahng harus diikuti dari ulama2 salaf, yaitu hal yang juga mendasar...

MANHAJ...
אבא עז

Offline abu_ghonam

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 2.313
  • Lokasi: bandung
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • klik di sini
« Jawab #29 pada: 23 Mei 2006, 11:59:36 »
Se7 akhi
mengikuti Ulama salaf ga mesti ikutan salafi

dan "salafy" gak mesti didentikan dengan pengajian khusus karena kata itu bukanlah organisasi atau harakah...

begitulah yang dimaksud TS ;)
אבא עז

Offline bluepurple

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.763
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #30 pada: 23 Mei 2006, 15:02:57 »
Ada yang kelewat dari akhi, yahng harus diikuti dari ulama2 salaf, yaitu hal yang juga mendasar...
MANHAJ...

hal yg mendasar = hal2 yg dicontohkan nabi = ittiba' kpd nabi ?
manhaj = metode dakwah yg dilakukan nabi ?
mohon koreksi jika salah...
sukron...
kapan yah bisa jadi muslim kaffah...?? ::)

Offline aziziqalbii

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.267
  • Lokasi: Di Dekatmu
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hari ini aku disini
    • Lihat Profil
    • mubaraq
« Jawab #31 pada: 24 Mei 2006, 20:30:38 »
kadang banyak juga anggota salafy yg hanya nama dan merk aja tp kelakuan dan kepribadian jauh dari salaf saleh;))
mendingan ikut salaf thaleh aja jangan ngikut salah saleh:))

Offline Khilafah

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.032
  • Ittiba' Salafus shalih
    • Lihat Profil
    • Ittiba' Salafus shalih
« Jawab #32 pada: 24 Mei 2006, 21:12:11 »
Insyaallah, dengan meneladani sikap ulama salaf, maka kita terjauh dari sifat kaku, keras, jumud, suka debat, suka mencela.
Jadikan mereka teladan dalam berbagai hal, karena mereka juga meneladani rasulullah.
Mereka berdakwah dengan hikmah dan pelajaran yang baik, berdakwah dengan memperhatikan situasi dan kondisi masyarakat yang didakwahi. Itulah ulama salaf sebenarnya beserta para pengikutnya sampai saat ini.

Dalam banyak karyanya, Shaikh Yusuf al-Qardhawi sering mengingatkan kpd kita tentang akhlak para pendahulu kita, baik dari kalangan sahabat, tabi'in, tabi'ut tabi'in serta orang orang yang mengikuti jejak mereka. Petiklah pelajaran-pelajaran dari apa yang telah dicontohkan oleh generasi terbaik umat ini.
Dan menurut saya, karya Shaikh yang paling bagus (mengenai akhlaq ulama salaf) adalah "Bagaimana Berinteraksi Dengan Peninggalan Ulama Salaf" penerbit Pustaka Al-Kautsar ( www.kautsar.co.id )

Offline aziziqalbii

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.267
  • Lokasi: Di Dekatmu
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hari ini aku disini
    • Lihat Profil
    • mubaraq
« Jawab #33 pada: 24 Mei 2006, 21:24:05 »
debat ada baik ada buruk
bukan semua debat buruk
menurut topik dan cara debat itu sendiri:d
gitulah menurut ilmu saya pelajari dan pahami
so...btw...saya suka debat:D

Offline andaleh

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.944
  • Lokasi: Bandar Lampung
  • Jenis kelamin: Pria
  • The King Of OOT :D
    • Lihat Profil
    • my blog
« Jawab #34 pada: 24 Mei 2006, 21:24:35 »
Debat ama diskusi beda gak?

Offline aziziqalbii

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.267
  • Lokasi: Di Dekatmu
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hari ini aku disini
    • Lihat Profil
    • mubaraq
« Jawab #35 pada: 24 Mei 2006, 21:31:14 »
kalo menurut saya beda dikit lah
kao diskuzi kebanyakan berada dlm sebuah forum
kalo debat bisa juga di sebuah forum bisa juga diluar forum

ya sama aja cuma pemakaian nya aja
kalo konrtradiksi sering dinamakan debat kalo ga masalah yg terlalu kontra versi sering digunakan kata diskuzi aja

moga ini bener:D hehhehe

Offline andaleh

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.944
  • Lokasi: Bandar Lampung
  • Jenis kelamin: Pria
  • The King Of OOT :D
    • Lihat Profil
    • my blog
« Jawab #36 pada: 24 Mei 2006, 21:34:47 »
Kalo menurut ana, tanpa membuka kbbi, diskusi itu bertujuan untuk menemukan titik temu. Atau setidaknya, brain storming lah, membuka wawasan.

kalo debat itu, bertujuan untuk mengalahkan/menjatuhkan seseorang atau pendapat seseorang.

Itu gak?

Offline aziziqalbii

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.267
  • Lokasi: Di Dekatmu
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hari ini aku disini
    • Lihat Profil
    • mubaraq
« Jawab #37 pada: 24 Mei 2006, 21:38:21 »
belum tentu debat untuk mejatuhkan lawan  ya tp harus ditinjau pendebat itu sendiri gimana? bijaksanakah dia ato ga?
seorang debat yg baik adalah menghormati lawan dan puya kebijaksanaan yg baik

tp yg lebih difokuskan debat itu adalah mencari dalil ato burhan yg kuat dan mantap
coba liat kastro tokoh Revolusi kuba
hemm
kalo saya kalo lawan debat saya bener saya ngaku dan membenarkan tp kalo ga harus dijatuhindia
hehhehe

Offline abu_ghonam

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 2.313
  • Lokasi: bandung
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • klik di sini
« Jawab #38 pada: 25 Mei 2006, 14:32:07 »
Ada yang kelewat dari akhi, yahng harus diikuti dari ulama2 salaf, yaitu hal yang juga mendasar...
MANHAJ...

hal yg mendasar = hal2 yg dicontohkan nabi = ittiba' kpd nabi ?
manhaj = metode dakwah yg dilakukan nabi ?
mohon koreksi jika salah...
sukron...

kira-kira betul...
אבא עז

Offline brigade al fajr

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 347
  • Lokasi: Negara Karunia Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Tegakkan Daulah Islam!
    • Lihat Profil
« Jawab #39 pada: 26 Mei 2006, 21:30:07 »
yang ana tau generasi salafy itu berada didalam lingkungan/daulah yang bersyariat Al-Qur'an dan As-Sunnah..nah bagaimana klo ada orang yang mengaku salafy tapi dirinya sendiri cenderung tunduk dan patuh terhadap aturan thagut dengan alasan amirnya masih mengerjakan shalat??af1 klo ada salah kata..
"Wahai orang-orang yang beriman! masuklah kedalam Islam secara Keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia musuh yang nyata bagimu."(QS. Al-Baqarah :208)

Offline ahlanwasahlan

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 152
    • Lihat Profil
« Jawab #40 pada: 10 Mei 2007, 09:33:44 »
@atasku
nha, ini ada artikel ttg subhat2 taat pada amir dgn alasan mereka masih sholat meski tetap ber-bid'ah ria
silahkan tanya om googlee

Offline kipli

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 322
    • Lihat Profil
« Jawab #41 pada: 05 Mei 2008, 07:57:00 »
NASEHAT UNTUK SALAFIYYIN

Oleh Syaikh Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaily

Bismillahirrahmanirrahim
Segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam. Sholawat dan salam, semoga senantiasa dilimpahkan kepada nabi kita Nabi Muhammad, keluarga, dan seluruh sahabatnya.

Amma ba'du
Berikut ini adalah untaian nasehat yang ditujukan kepada generasi muda Ahlis Sunnah wal Jama'ah, yang dituliskan dalam rangka andil dalam menunaikan kewajiban menasehati kaum muslimin, dan mendamaikan antara Ahlis Sunnah, sebagaimana yang dianjurkan dalam banyak dalil.

Yang mendorong saya merangkaikan nasehat ini, adalah fenomena yang dialami oleh banyak pemuda salafiyyin, di berbagai negri islam, dan bahkan di negri-negri non islam, yang dihuni oleh minoritas islam, yaitu berupa perpecahan yang besar. Perpecahan yang disebabkan oleh adanya perbedaan pendapat dalam beberapa masalah ilmiyyah, dan sikap-sikap kongkrit dalam menghadapi sebagian orang yang berseberangan (pendapat). Fenomena ini telah menghambat laju perjuangan dakwah menuju As Sunnah, dan bahkan menghalangi sebagian orang untuk mengikutinya. Padahal sebelumnya masyarakat umum diberbagai daerah dan negri, berbondong-bondong untuk mendalaminya.

Saya akan ringkaskan nasehat ini dalam beberapa poin berikut, dengan disertai harapan kepada Allah, agar melimpahkan kepadaku keikhlasan niat, dan kebenaran dalam ucapan, serta memberikan manfaat kepada setiap orang muslim yang membacanya.

Pertama.
Adalah termasuk salah satu prinsip yang ditetapkan dalam agama Islam, bahwa setiap orang muslim sebelum ia menyibukkan dirinya dengan (kekurangan) orang lain, hendaknya berusaha dengan sungguh-sungguh, membenahi diri, berupaya merealisasikan keselamatan, dan menjauhkan segala hal yang akan menyebabkan kebinasaan terhadap dirinya.

Sebagaimana firman Allah

"Artinya : Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, dan mengerjakan amal saleh, dan nasehat- menasehati supaya menetapi kebenaran, dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran". [Al Ashr 1-3]

Allah memberitakan tentang orang-orang yang akan selamat dari kerugian, yaitu orang-orang yang terwujud pada dirinya perangai-perangai tersebut. Allah menyebutkan, bahwa mereka merealisasikan pada diri mereka keimanan, dan amal sholeh terlebih dahulu, sebelum mereka mendakwahi orang lain. Dakwah dengan nasehat-menasehati supaya menetapi kebenaran, dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran. Sehingga ayat-ayat ini benar-benar telah menetapkan permasalahan ini.

Dan Allah sungguh telah mencela Bani Isra'il, dikarenakan mereka menyelisihi prinsip ini, yaitu dengan berfirman

"Artinya : Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca Alkitab (Taurat) Maka tidakkah kamu berpikir?".[Al-Baqarah :44]

Oleh karena itu, hendaklah setiap pemuda senantiasa membenahi dirinya sendiri, sebelum berusaha membenahi orang lain, dan tatkala dirinya telah mencapai istiqomah (dalam kebaikan), kemudian ia menyatukan antara penerapan ajaran agama pada dirinya dengan perjuangan mendakwahi orang lain, maka ia benar-benar telah meniti metode dan petunjuk ulama?salaf, dan Allah akan melimpahkan kemanfaatan dari (dakwah) nya. Dengan demikian mereka adalah para da'i menuju kepada As Sunnah, melalui ucapan dan perilakunya. Dan sungguh demi Allah, metode ini merupakan kedudukan paling agung, yang bila seseorang telah berhasil mencapainya, maka ia termasuk hamba Allah yang paling baik kedudukannya pada hari kiyamat.

Allah Ta'ala berfirman.

"Artinya : Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata : "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri" [Fush-Shilat :33]

Kedua.
Hendaknya diketahui, bahwa yang benar-benar dikatakan sebagai Ahlis Sunnah adalah mereka yang menjalankan dengan sempurna (ajaran) agama islam, baik secara idiologi, ataupun perilaku.

Dan merupakan kekurang pahaman, bila yang dianggap sebagai Ahlis Sunnah atau seorang Salafy, adalah orang yang merealisasikan Aqidah Ahlis Sunnah semata, tanpa memperdulikan segi perilaku, adab-adab yang sesuai dengan ajaran islam, dan menunaikan hak-hak sesama muslim.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah pada akhir kitab Al-Aqidah Al Wasithiyyah berkata: " ...Kemudian mereka (Ahlis Sunnah wal Jama'ah), selain merealisasikan prinsip-prinsip ini: Saling memerintahkan dengan yang baik, dan melarang dari yang mungkar, sesuai yang diajarkan dalam syar'at. Mereka menganjurkan untuk menunaikan ibadah haji, berjihad, mendirikan sholat jum'at, sholat 'Ied, bersama para pemimpin, baik mereka adalah pemimpin yang baik (adil) ataupun pemimpin yang jahat. Mereka senantiasa menegakkan sholat berjama'ah, menjalankan tanggung jawab memberikan nasehat kepada ummat"

Mereka juga senantiasa meyakini makna sabda Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam :

"Artinya: Permisalan (peran) Seorang mukmin terhadap seorang mukmin lain, bagaikan sebuah bangunan yang kokoh, yang sebagiannya menopang (menguatkan) sebagian lainnya".

Tatkala ditimpa cobaan (kesusahan), mereka saling memerintahkan supaya menetapi kesabaran, dan tatkala mendapatkan kelapangan, saling memerintahkan untuk bersyukur, dan tatkala ditimpa takdir yang pahit, mereka saling memerintahkan untuk berlapang dada. Mereka senantiasa menyeru kepada akhlaq-akhlaq mulia, dan amal-amal terpuji. Mereka juga meyakini makna sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam :

"Artinya: Orang mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah orang yang paling baik akhlaqnya"

Mereka senantiasa menganjurkan, agar engkau menyambung (hubungan dengan) orang yang memutuskan hubungan denganmu, dan memberi orang yang enggan memberimu, memaafkan orang yang menzalimimu. Mereka juga saling memerintahkan untuk senantiasa berbakti kepada kedua orang tua, juga untuk bersilaturahmi, berbuat baik kepada tetangga.

Mereka juga senantiasa melarang dari perangai berbangga diri, sombong, melampaui batas, melanggar hak orang lain, baik dengan alasan yang dibenarkan atau tidak.

Mereka senantiasa memerintahkan agar komitmen dan menjaga akhlaq terpuji dan mencegah dari akhlaq tercela.

Dan setiap hal yang mereka ucapkan dan lakukan, baik dari hal-hal tersebut diatas, atau lainnya, mereka senantiasa mengikuti Al Kitab (Al Qur’an) dan As Sunnah, dan jalan hidup mereka adalah agama islam yang dengannya Allah mengutus Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam?

Ketiga.
Diantara tujuan agung yang dianjurkan agama islam (untuk dicapai), ialah ; menunjuki manusia untuk menganut agama ini, sebagaimana disabdakan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, tatkala beliau mengutus sahabat Ali ke Khaibar (yaitu pada saat perang Khaibar):

"Artinya :Seandainya Allah memberi petunjuk denganmu seseorang saja, itu lebih baik bagimu dibanding (memiliki) unta merah" [HR Bukhory No: 4210, dan Muslim 2406].

Oleh sebab itu, orang-orang yang telah mendapat karunia dari Allah, berupa hidayah (petunjuk) kepada (mengamalkan) As Sunnah, hendaknya bersungguh-sungguh dalam mendakwahi orang yang masih tersesat dari As Sunnah, atau kurang perhatian dengannya. Mendakwahi mereka agar benar-benar merealisasikan As Sunnah. Hendaknya mereka menempuh segala daya dan upaya yang dapat ia lakukan, dalam menuntun manusia dan mendekatkan pintu hati mereka agar menerima kebenaran.

Hal itu dengan cara mendakwahi mereka dengan lemah lembut, sebagaimana firman Allah tatkala berbincang-bincang kepada Nabi Musa dan Harun :

"Artinya: Pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah malampaui batas; maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut" [Thaha : 43-44]

Hendaknya mereka memanggilnya dengan julukan-julukan yang sesuai dengan kedudukannya. Sebagaimana dahulu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika menulis surat kepada Hiraql, dengan bersabda:

"Artinya: Kepada Hiraql, Pemimpin Romawi"

Beliau juga memberikan kunyyah kepada Abdillah bin Saba dengan Abil Habbab

Dan hendaknya mereka juga senantiasa bersabar dalam menghadapi kekerasan sikap orang yang didakwahi, dan membalasnya dengan perilaku baik, dan janganlah menuntut mereka untuk segera menerima kebenaran? Allah berfirman :

"Artinya: Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka"[Al-Ahqaaf : 35]

Keempat.
Hendaknya para pelajar (Tholabatul Ilmi), terutama para da'i, dapat membedakan antara Al Mudarah dan Al Mudahanah. Karena Al Mudarah adalah suatu hal yang dianjurkan, yaitu : sikap lemah lembut dalam pergaulan, sebagaimana disebutkan dalam kitab Lisanul Arab, bersikap Mudarah terhadap orang lain adalah dengan beramah-tamah kepada mereka, berhubungan dengan cara yang baik, dan bersabar menghadapi gangguan mereka, agar mereka tidak menjauh darimu. Sedangkan Al Mudahanah (menjilat) adalah sikap tercela, yaitu sikap (mengorbankan) agama, Allah berfirman :

"Artinya : Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu). [Al Qolam : 9].

Al Hasan Al Bashry menafsirkan makna ayat ini dengan berkata: "Mereka menginginkan agar engkau berpura-pura dihadapan mereka, sehingga mereka juga akan berpura-pura pula dihadapanmu" [Tafsir Al Baghowy 4/377].

Dengan demikian, orang yang bersikap mudarah akan berlemah lembut dalam pergaulan, tanpa meninggalkan sedikitpun dari prinsip agamanya, sedangkan orang yang bersikap mudahin, ia akan berusaha menarik simpati orang lain dengan cara meninggalkan sebagian prinsip agamanya.

Sungguh dahulu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, merupakan figur paling baik akhlaqnya, dan paling lemah lembut terhadap umatnya, dan ini sebagai perwujudan sisi lemah lembut, dan ramah tamah dari perangai beliau. Di sisi lain, beliau adalah orang paling kuat dalam (mengemban) agama Allah, sehingga beliau tidak akan meninggalkan prinsip agama, barang satupun, walau dihadapan siapapun, dan ini adalah perwujudan sisi keteguhan hati beliau dalam mengemban (prinsip-prinsip) agama. Dan sisi perangai beliau ini sangat bertentangan dengan sikap mudahanah (menjilat).

Hendaknya para pelajar, memperhatikan perbedaan antara kedua perangai ini, karena sebagian orang beranggapan, bahwa bersikap ramah-tamah kepada orang lain, dan berlemah lembut, sebagai tanda lemah dan luluh dalam (mengemban perintah) agama. Disaat yang lain, ada yang beranggapan bahwa: sikap membiarkan orang lain dalam kebatilan, dan berdiam diri tatkala melihat kesalahan, adalah bagian dari sikap ramah-tamah (Ar Rifqu). Sudah barang tentu kedua kelompok (anggapan) ini adalah, salah, dan tersesat dari kebenaran. Hendaknya hal ini benar-benar diperhatikan dengan baik, karena kesalah pahaman pada permasalahan ini, sangat berbahaya, dan tiada yang dapat terlindung darinya, kecuali orang-orang yang mendapatkan taufiq (bimbingan) dan petunjuk dari Allah.

Kelima.
Seorang juru dakwah, dalam berdakwah kepada manusia, memiliki dua metode yang diajarkan dalam syari'at, sebagaimana yang disebutkan dalam banyak dalil, yaitu: metode menarik simpati dan targhib (menganjurkan), dan metode hajer (memboikot/menjauhi) dan mengancam. Sehingga salah bila seseorang bersikap monoton (hanya menerapkan satu metode) kepada setiap orang.

Akan tetapi hendaknya ditempuh metode yang paling berguna dan sesuai dengan masing-masing pelanggar (orang yang menyeleweng), sehingga lebih besar harapan untuk ia dapat menerima kebenaran, dan kembali kepada jalan yang lurus. Apabila dengan metode menarik simpati-lah yang lebih bermanfaat, dan lebih besar harapannya bila diterapkan kepada seorang pelanggar, agar ia menjadi baik, maka metode inilah yang disyari'atkan (dibenarkan) dalam menghadapi orang tersebut. Begitu juga sebaliknya, bila metode hajer (memboikot) lebih berguna bila diterapkan kepadanya, maka metode inilah yang disyari'atkan.

Kesimpulannya: Barang siapa yang menerapkan metode menarik simpati, terhadap orang yang selayaknya dihajer (diboikot), maka ia telah bertindak gegabah dan lalai. Dan barang siapa yang menerapkan metode hajer (boikot) terhadap orang yang selayaknya ditarik simpatinya, maka ia telah berlaku munaffir (menjadikan orang lain lari) dan ekstrim.

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: (Syari'at) menghajer, berbeda-beda sejalan dengan perbedaan orang yang menerapkannya, dipandang dari kuat, tidaknya, dan sedikit, banyaknya jumlah mereka; karena tujuan dari (penerapan) hajer (boikot) adalah menghardik orang yang dihajer (diboikot), memberi pelajaran kepadanya, dan agar masyarakat umum meninggalkan kesalahan tersebut.

Sehingga apabila manfaat dan kemaslahatan yang dipetik dari sikap hajer (boikot) lebih besar (dibanding dengan kerugiannya), sehingga dengan ia diboikot, kejelekan menjadi melemah, dan sirna, maka pada saat itulah hajer (boikot) disyariatkan.

Akan tetapi bila orang yang diboikot, dan orang lainnya tidak menjadi jera, bahkan kejelekannya semakin bertambah, sedangkan pelaku hajer (boikot) kedudukannya lemah, sehingga kerugian yang ditimbulkan lebih besar dibanding maslahatnya, maka pada keadaan yang demikian ini, tidak disyariatkan hajer (boikot).

Bahkan menarik simpati sebagian orang itu lebih berguna dibanding memboikotnya, dan memboikot sebagian lainnya, lebih berguna dibanding menarik simpatinya. Oleh karena itu, dahulu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menarik simpati sebagian orang, dan memboikot sebagian lainnya?
Yang demikian ini, sebagaimana halnya menghadapi musuh, kadang kala disyariatkan peperangan, dan kadang kala perdamaian, dan kadang kala dengan cara mengambil jizyah (upeti), semua itu disesuaikan dengan situasi dan kemaslahatan.

Jawaban para imam, seperti imam Ahmad dan lainnya, tentang permasalahan ini, didasari oleh prinsip tersebut" [Majmu' Fatawa 28/206].

Beliau menjelaskan kesalahan orang yang menyama ratakan dalam menerapkan hajer (boikot) atau menarik simpati, tanpa memperhatikan prinsip tersebut diatas, dengan berkata: "Sesungguhnya sebagian orang menjadikan hal tersebut (hajer atau menarik simpati) sebagai suatu keumuman, sehingga mereka menghajer atau mengingkari orang yang tidak disyariatkan, tidak diwajibkan dan juga tidak disunnahkan. Dan mungkin saja dikarenakan kesalahan ini, menyebabkannya meninggalkan hal-hal yang diwajibkan atau disunnahkan, dan akibatnya ia melanggar hal-hal yang diharamkan.
Dan disisi lain ada sebagian orang yang berpaling dari itu semua, sehingga ia enggan untuk membaoikot (menjauhi) sesuatu yang diperintahkan untuk diboikot (dijauhi), yaitu berupa hal-hal buruk lagi bid'ah" [Majmu' Fatawa 28/213].

[Diterjemahkan oleh ASPRI RAHMAT AZAI Islamic university of Madinah, Po. Box : 10234, Phone : 966-4-8390448, Mobile: 966-59467833]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=260&bagian=0

jalan-jalan kebelakang halaman, eh dapat artikel ini.
BAGUS..menenangkan.
ooo..dari almanhaj tho...mangkanya ane cari di salafy.or.id ndak nemu