19 Juni 2013, 22:10:32
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email FaceBook Login -->
Board khusus buat pasutri "Board Pasutri"

myQuran - Komunitas Muslim Indonesia


myQ Selasar, sekilas info: Menghitung Hari Menuju SILAKBARNAS (Silaturrahim Akbar Nasional) - Pantai Depok, Jogja, 29-30 Juni | Selamat datang di myQuran, komunitas muslim indonesia..


Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah s.a.w bersabda: "Setelah Allah menciptakan makhlukNya, ditulisNya satu tulisan untuk diriNya dan diletakkannya di sisiNya di atas 'Arasy, yaitu "Sesungguhnya sayangKu melebihi marahKu." (Sahih Bukhari)

img_iklan_board/352783160.jpg

Penulis Topik: Benarkah Abdurahman As-Sudays mendha'ifkan Hadits Shahih Bukhari?  (Dibaca 2350 kali)

Offline marjuki

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 548
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Bismillah..

sambungan dari sini:
Inikah karakter Habib yang mengaku pengikut salafus Shaleh ?
http://myquran.org/forum/index.php/topic,81857.30.html

Benarkah Syaikh Abdurahman A-Sudays mendha'ifkan hadits shahih dalam Kitab Shahih Bukhari?

Kita bahas berdasarkan dari tret sebelummya

Point dari tret sebelumnya berdasarkan tulisan pembela Habib Munzir yakni Ust. Mukhsin:

1. Habib Munzir menuduh Abdurahman As-Sudays (Imam Masjidil Haram) menulis Kitab yang isinya menjatuhkan hadits shahih dalam Kitab Shahih Bukhari menjadi Dha'if dengan tanpa bukti

2. Ada pembelaan dari Ust. Mukhsin bahwa Habib Munzir keliru, sebenarnya yang mengarang kitab itu adalah Abdurahman As-Sudays lain, alasan nya karena nama penulis kitab tidak disebutkan secara lengkap berdasarkan http://www.almeshkat.net/books/open.php?book=2192&cat=32

3. Ust. Mukhsin merasa, kalau tidak diberitahu dia para pembaca tret ini tidak tau siapa sebenarnya penulis kitab tersebut.

4. Ust. Mukhsin yakin kalau Habib Munzir sudah baca dan tau kalau kitab itu berisi Hadits Shahih yang di Dha'ifkan

Penjelasan:

1. Habib Munzir menuduh Abdurahman As-Sudays (Imam Masjidil Haram) menulis Kitab yang isinya menjatuhkan hadits shahih dalam Kitab Shahih Bukhari menjadi Dha'if dengan tanpa bukti.

Ya memang beliau menuduh tanpa bukti, karena memang di web nya pun tidak ada penjelasan sumber informasi yang dia ambil

2. Ada pembelaan dari Ust. Mukhsin bahwa Habib Munzir keliru, sebenarnya yang mengarang kitab itu adalah Abdurahman As-Sudays lain, alasan nya karena nama penulis kitab tidak disebutkan secara lengkap berdasarkan http://www.almeshkat.net/books/open.php?book=2192&cat=32



Itu kalau liat linknya di Almeshkat
Pertanyaan nya, Tau dari mana hal yang dituduhkan Habib Munzir, Habib Munzir lihat link di almeshkat?
kalau memang dari almeshkat, kenapa beliau tidak cantumkan link tersebut saat menjawab pertanyaan?...

Dan ternyata kitab tersebut tidak hanya ada di almeshkat. di saaid.net juga ada tuh


3. Ust. Mukhsin merasa, kalau tidak diberitahu dia para pembaca tret ini tidak tau siapa sebenarnya penulis kitab tersebut.




Wow, Luar Biasa, amazing....merasa kalau bukan dia yang kasih tau maka pembaca tret sebelumnya (saya dan yang lainnya) tidak akan tau siapa sebenarnya penulis kitab tersebut.

Benarkah demikian?....

dalam link saaid.net tertulis jelas nama penulis bukunya Abdurahman Bin Sholih As-Sudays sedangkan Imam Masjidil Haram adalah Abdurahman bin Abdul Azis As-Sudays




http://saaid.net/book/open.php?cat=91&book=2189

Yah, ketahuan deh pembelaan asal ngarangnya

Sekedar info buat Ust. Mukhsin supaya jangan merasa sok tau, "tanpa dikasih tau dia, orang lain gak bakal tau"...
di webnya Ust. Firanda di kolom komentar ada tuh yang info tentang siapa penulis kitab nya

http://www.firanda.com/index.php/artikel/bantahan/207-habib-munzir-mencela-imam-masjidil-haram-syaikh-dr-abdurrahman-as-sudais-#comment-4201
Nov 2011

Jadi, perasaan anda yang menganggap bahwa orang lain tidak akan tau tanpa diberitahu oleh anda, apa gak sebaiknya disimpan saja dalam hati dan tidak perlu dipamer-pamerkan pak ustadz?


4. Ust. Mukhsin yakin kalau Habib Munzir sudah baca dan tau kalau kitab itu berisi Hadits Shahih yang di Dha'ifkan




Ust. Mukhsin menyarankan supaya saya buka dulu kitabnya sebelum berkomentar lebih jauh, dan dianggapnya tulisan saya cuma bualan aja.

senyum dulu ah...nyum

Pembaca yang budiman, tahukah anda apa sebenarnya isi kitab yang ditulis oleh Abdurahman bin Sholih As-Sudays?
Kitab itu tidak berisi penjatuhan hadits Shahih Bukhari menjadi Dha'if seperti yang dituduhkan oleh Habib Munzir
Kitab itu hanya mengumpulkan Hadits-hadits yang dikomentari oleh Imam Bukhari yang di isyaratkan memiliki kecacatan oleh Imam Bukhari sendiri
Ingat!!!....penulis kitab sekedar mengumpulkan saja...tanpa memberikan penilaian...
artinya TIDAK ADA ITU PENJATUHAN HADITS SHAHIH menjadi DHA'IF seperti yang dituduhkan oleh Habib Munzir

mau bukti?, ini buktinya

salah satu hadits dalam kitab tersebut:


كتاب الصلاة  باب (2) وجوب الصلاة في الثياب .
ويُذكر عن سلمة بن الأكوع أن النبي  قال :
" يزرُّه ولو بشوكة " وفي إسناده نظر .


terjemahan bebas:
Disebutkan dari Salamah bin al-Akwa’ bahwa Nabi saw bersabda, “bersarunglah meskipun dengan duri. Rawi di dalam sanadnya perlu diteliti. (kalimat yang saya warnai merah adalah keterangan dari Imam Bukhari)

pembandingnya..saya ambil dari internet saja:



http://grupsyariah.blogspot.com/2012/06/hukum-hadis-muallaq-yang-ada-di-dalam.html

Jadi, kalimat  في إسناده نظر    "Rawi Dalam Sanadnya perlu diteliti"..itu adalah perkataan Imam Bukhari sendiri.

TIDAK ADA ITU TUDUHAN BAHWA ISI KITAB ITU ADALAH MENJATUHKAN HADITS SHAHIH BUKHARI MENJADI DHA'IF seperti yang dituduhkan oleh Habib Munzir dan dibela oleh Ust. Mukhsin.

dan sebetulnya kalau Ust. Mukhsin berkoar-koar supaya saya dan pembaca lainnya membaca kitab tersebut, sebenarnya dia sudah baca isinya belum sih?

kalau dia sudah baca, bagian mana sih dari isi kitab itu yang dianggap, si penulis kitab menjatuhkan hadits shahih Bukhari menjadi Dha'if?

mungkin saya terlewat bacanya, silahkan bagi Ust. Mukhsin atau pemirsa lainnya bantu saya untuk menunjukan bahwa si penulis Kitab telah menjatuhkan hadits shahih Bukhari menjadi Dha'if.

dibantu ya...

Jadi kesimpulan utama:
1. Imam Masjidil Haram, Syaikh Abdurahman bin Abdul Azis As-Sudays tidak menulis buku yang berisi pendha'ifan hadits shahih Bukhari
2. Syaikh Abdurahman bin Sholih As-Sudays, penulis kitab tersebut pun TIDAK MENDHA'IFKAN hadits shahih Bukhari (hanya sekedar mengumpulkan).

Wallahu A'lam

Mudah-mudahan Allah bagi paham,

Insya Allah...
« Edit Terakhir: 10 Agustus 2012, 13:27:06 oleh marjuki »

space dicadangkan (0)

Offline marjuki

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 548
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:Benarkah Abdurahman As-Sudays mendha'ifkan Hadits Shahih Bukhari?
« Jawab #1 pada: 10 Agustus 2012, 11:08:48 »
Ini tokoh yang jadi perbincangan di tret ini


Abdurahman bin Abdul Azis As-Sudays - Imam Masjidil Haram


Abdurahman bin Sholih As-Sudays - Penulis Kitab

Insya Allah...

Offline Mukhsin

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 772
    • Lihat Profil
Re:Benarkah Abdurahman As-Sudays mendha'ifkan Hadits Shahih Bukhari?
« Jawab #2 pada: 10 Agustus 2012, 15:22:45 »
Itu kalau liat linknya di Almeshkat
Pertanyaan nya, Tau dari mana hal yang dituduhkan Habib Munzir, Habib Munzir lihat link di almeshkat?
kalau memang dari almeshkat, kenapa beliau tidak cantumkan link tersebut saat menjawab pertanyaan?...


 :)
masih belum puas juga anda yah,,,ok lah,,,

mas,,saya juga tidak ada memastikan kalau Habib Munzir melihat manuskrip itu dari Al-Meshkat, boleh jadi ianya demikian, boleh jadi ianya juga melalui manuskrip/lembaran yang sudah di printkan dari Al-Meshkat lalu diberikan orang lain kepada beliau,,,so boleh-boleh saja hal itu berlaku,,toh anda sendiri masih berputar sekitar Dzanniy....

Kutip dari: marjuki
Dan ternyata kitab tersebut tidak hanya ada di almeshkat. di saaid.net juga ada tuh[/color]


 :)
tidak hanya di Al-Meshkat dan Saaid.net, juga ada di link berikut

http://www.4shared.com/file/E1Tsx9gq/_____.html


so,,tak ada masalah dengan itu,,

Kutip dari: marjuki
3. Ust. Mukhsin merasa, kalau tidak diberitahu dia para pembaca tret ini tidak tau siapa sebenarnya penulis kitab tersebut.
Wow, Luar Biasa, amazing....merasa kalau bukan dia yang kasih tau maka pembaca tret sebelumnya (saya dan yang lainnya) tidak akan tau siapa sebenarnya penulis kitab tersebut.

Benarkah demikian?....


 :)
semoga Allah menjauhkan saya dari sifat yang mau anda alamtkan ke saya,,

namun, coba anda bicara jujur, kalau seandainya ketika link itu saya berikan dan tidak ada penjelasan dari saya mengenai siapa sebenarnya penulis kitab itu, apakah anda bisa langsung tau kalau kitab itu ternyata di tulis oleh As-Sudaisy yang lain ?

soal anda menemukan source lain dari kitab itu, itu sebagai feedback dari informasi yang sudah saya beritahukan di awal sekali soal pengarang kitab itu sehingga anda bertanya sama mbah google dan menemukan blognya Firanda

Kutip dari: marjuki
dalam link saaid.net tertulis jelas nama penulis bukunya Abdurahman Bin Sholih As-Sudays sedangkan Imam Masjidil Haram adalah Abdurahman bin Abdul Azis As-Sudays [/color]



http://saaid.net/book/open.php?cat=91&book=2189

Yah, ketahuan deh pembelaan asal ngarangnya


 :)
ngarangnya dimana mas ? coba kasitau saya...adakah saya berdusta dalam memberikan informasi itu ?

kalau dikarenakan ada source lain yang anda berikan dalam hal ini di saaid.net dan di sana tertulis lengkap, bukan berarti saya mengarang kalau di kitab itu memang hanya tertulis "Abdurrahman As-Sudais, kenapa ? karena patokan saya adalah Al-Meshkat dan disana memang tidak tertera dengan lengkap, kemudian di sumber yang lain yang saya berikan, juga tidak tertulis dengan lengkap, nah darimana anda menyimpulkan saya mengarang ?

Kutip dari: marjuki
Sekedar info buat Ust. Mukhsin supaya jangan merasa sok tau, "tanpa dikasih tau dia, orang lain gak bakal tau"...
di webnya Ust. Firanda di kolom komentar ada tuh yang info tentang siapa penulis kitab nya

http://www.firanda.com/index.php/artikel/bantahan/207-habib-munzir-mencela-imam-masjidil-haram-syaikh-dr-abdurrahman-as-sudais-#comment-4201
Nov 2011


 :)
mas,,mas,,
coba anda nalar dengan benar,,
darimana datangnya pengetahuan anda lebih jauh soal penulis kitab itu kalau tidak saya beritahukan dari awal ?

sebagai bukti ketidak tahuan anda akan hal itu sebelum saya beritahu, anda menukil di awal :
Kutip dari: marjuki
Dalam link tersebut Habib Munzir tidak mencantumkan bukti terkait tuduhan nya kepada Syaikh As-Sudais, Imam Masjidil Haram.... yang menurut Habib Munzir, Syaikh As-Sudays mengarang buku yang isinya menjatuhkan hadits-hadits Shahih pada Shahih Bukhari


di sini pengetahuan anda masih sebatas meminta "pembuktian" atas tuduhan Habib Munzir, tanpa ada secuilpun pengetahuan siapa pengarang kitab yang sebenar dari pada pernyataan Habib Munzir..anda mengikut pernyataan Habib Munzir bahwa yang mengarang kitab itu adalah Abdurrahman As-Sudais Imam Masjidil Haram, hanya saja anda meminta bukti atas perkara tersebut karena di dalam buku itu Habib Munzir tidak memberikan sumber yang jelas,,

itulah pengetahuan anda awal sekali, bisa anda fahami bagaimana keadaan anda sebelum dan sesudah saya beritahu ?

Kutip dari: marjuki
Jadi, perasaan anda yang menganggap bahwa orang lain tidak akan tau tanpa diberitahu oleh anda, apa gak sebaiknya disimpan saja dalam hati dan tidak perlu dipamer-pamerkan pak ustadz?[/color]


 :)
tidak ada yang perlu dipamerkan,,biasa aja

Kutip dari: marjuki
4. Ust. Mukhsin yakin kalau Habib Munzir sudah baca dan tau kalau kitab itu berisi Hadits Shahih yang di Dha'ifkan

Ust. Mukhsin menyarankan supaya saya buka dulu kitabnya sebelum berkomentar lebih jauh, dan dianggapnya tulisan saya cuma bualan aja.

senyum dulu ah...nyum


 :)
ya,,saya yaqin kalau Habib Munzir sudah baca,,

ya, benar,,pernyataan anda akan jadi bualan kalau anda tidak membaca kitab itu, dan akan lebih berfaedah setelah anda membacanya,,,

Kutip dari: marjuki
Pembaca yang budiman, tahukah anda apa sebenarnya isi kitab yang ditulis oleh Abdurahman bin Sholih As-Sudays?
Kitab itu tidak berisi penjatuhan hadits Shahih Bukhari menjadi Dha'if seperti yang dituduhkan oleh Habib Munzir
Kitab itu hanya mengumpulkan Hadits-hadits yang dikomentari oleh Imam Bukhari yang di isyaratkan memiliki kecacatan oleh Imam Bukhari sendiri
Ingat!!!....penulis kitab sekedar mengumpulkan saja...tanpa memberikan penilaian...
artinya TIDAK ADA ITU PENJATUHAN HADITS SHAHIH menjadi DHA'IF seperti yang dituduhkan oleh Habib Munzir

mau bukti?, ini buktinya

salah satu hadits dalam kitab tersebut:[/color]

كتاب الصلاة، باب (2): وجوب الصلاة في الثياب

ويُذكر عن سلمة بن الأكوع: « أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: يزرُّه ولو بشوكة » وفي إسناده نظر


terjemahan bebas:
Disebutkan dari Salamah bin al-Akwa’ bahwa Nabi saw bersabda, “bersarunglah meskipun dengan duri. Rawi di dalam sanadnya perlu diteliti. (kalimat yang saya warnai merah adalah keterangan dari Imam Bukhari)

pembandingnya..saya ambil dari internet saja:



http://grupsyariah.blogspot.com/2012/06/hukum-hadis-muallaq-yang-ada-di-dalam.html

Jadi, kalimat  في إسناده نظر    "Rawi Dalam Sanadnya perlu diteliti"..itu adalah perkataan Imam Bukhari sendiri.

TIDAK ADA ITU TUDUHAN BAHWA ISI KITAB ITU ADALAH MENJATUHKAN HADITS SHAHIH BUKHARI MENJADI DHA'IF seperti yang dituduhkan oleh Habib Munzir dan dibela oleh Ust. Mukhsin.

dan sebetulnya kalau Ust. Mukhsin berkoar-koar supaya saya dan pembaca lainnya membaca kitab tersebut, sebenarnya dia sudah baca isinya belum sih?

kalau dia sudah baca, bagian mana sih dari isi kitab itu yang dianggap, si penulis kitab menjatuhkan hadits shahih Bukhari menjadi Dha'if?

mungkin saya terlewat bacanya, silahkan bagi Ust. Mukhsin atau pemirsa lainnya bantu saya untuk menunjukan bahwa si penulis Kitab telah menjatuhkan hadits shahih Bukhari menjadi Dha'if.

dibantu ya...


 :)
ok lah,,,anda mau bahas itu di sini,,

saya terima asumsi anda itu,,namun ada baiknya anda dan saya ikuti bagaimana pemaparan Al-Hafidz Ibn Hajar akan hal ini sbb :

وفي إسناده نظر ) . وقد وصله المصنف في تاريخه وأبو داود وابن خزيمة وابن حبان واللفظ له من طريق الدراوردي عن موسى بن إبراهيم بن عبد الرحمن بن أبي ربيعة عن سلمة بن الأكوع قال " قلت يا رسول الله إني رجل أتصيد ، أفأصلي في القميص الواحد ؟ قال : نعم ، زره ولو بشوكة " ورواه البخاري أيضا عن إسماعيل بن أبي أويس عن أبيه عن موسى بن إبراهيم عن أبيه عن سلمة ، زاد في الإسناد رجلا ، ورواه أيضا عن مالك بن إسماعيل عن عطاف بن خالد قال حدثنا موسى بن إبراهيم قال حدثنا سلمة . فصرح بالتحديث بين موسى وسلمة ، فاحتمل أن يكون رواية أبي أويس من المزيد في متصل الأسانيد ، أو يكون التصريح في رواية عطاف وهما . فهذا وجه النظر في إسناده .


dan "pada Isnadnya Nadzhar"

dan daripada washilah di Tarikhnya dan Abu Dawud dan Ibn Khuzaimah dan Ibn Hibban dan perkataan mereka itu daripada jalannya Addarawardiy daripada Musa bin Ibrahim bin 'Abdurrahman bin Abi Rabi'ah daripada Salamah bin Akwa' berkata (ia)..........(hadits)
dan telah meriwayatkan Al-Bukhari daripada Isma'il bin Abi Uwaisy daripada Ayahnya daripada Musa bin Ibrahim daripada Ayahnya daripada Salamah dan terus hingga kepada lelaki yang menjadi sanadnya dan meriwayatkan ia pula daripada Malik bin Isma’il daripada ‘Athaf bin Khalid berkata (ia) mengkhabarkan kepada ku Musa bin Ibrahim, berkata (ia) telah mengkhabarkan kepadaku Salamah, dijelaskan ianya dengan Tahdits diantara Musa dan Salamah, dan inilah kemungkinan daripada yang diriwayatkan Abi Uwaiys kepada sanad –sanad yang bersambung, atau juga telah jelas daripada riwyat ‘Athaf dan mereka, maka inilah “Nadzhar fi Isnad”

===================================

bermakna bahwa lafad “Nadzhar fi isnad” itu adalah keleluasaan Imam Bukhari dalam meriwayatkan Hadit di dalam Jami’nya sehingga bila ianya diperkatakan sebagai “Nadzhar fi Isnad” hendaknya diteliti lebih jauh akan sanad hadit itu, dan bila ianya ditemukan sebagai sanad yang bersambung, maka hal itu pulalah yang berlaku pada Bukhari ketika meriwayatkan Hadit dengan “nadzar fi isnad”

sehingga di awal sekali, Al-Hafid telah mengemukakan hadit tersebut dengan sanad yang muttashil yang telah diriwayatkan oleh Abi Dawud, Ibn Hibban dan Ibn Khuzaimah.

Baiklah, untuk melihat lebih jauh apa yang diperkatakan oleh Al-hafid atas Komentarnya dari “Nadzhar fi isnad” dari hadit tsb, saya nukilkan hadit tersebut :

Dalam sunan Abi Dawud :

632 - حدثنا القعنبي ثنا عبد العزيز يعني ابن محمد عن موسى بن إبراهيم عن سلمة بن الأكوع قال قلت يارسول الله إني رجل أصيد أفأصلي في القميص الواحد ؟ قال " نعم وأزرره ولو بشوكة " . حسن


Hadit itu telah dikeluarkan dengan status “Hasan”

Dalam Sahih Ibn Khuzaimah :

778 - أنا أبو طاهر نا أبو بكر نا أحمد بن عبدة الضبي حدثنا عبد العزيز بن محمد المدني حدثني موسى بن إبراهيم عن سلمة ابن الأكوع قال  سألت النبي صلى الله عليه و سلم قلت : أكون في الصيد وليس علي إلا قميص واحد أو جبة واحدة فأزره ؟ قال : نعم ولو بشوكة
قال مرة فقال : زره ولو بشوكة
قال أبو بكر : موسى بن إبراهيم هذا هو ابن عبد الرحمن بن عبد الله بن أبي ربيعة هكذا نسبه عطاف بن خالد وأنا أظنه ابن إبراهيم بن عبد الله بن عبد الرحمن بن معمر بن أبي ربيعة أبوه إبراهيم هو الذي ذكره شرحبيل بن سعد أنه دخل و إبراهيم بن عبد الله بن عبد الرحمن بن معمر بن أبي ربيعة على جابر بن عبد الله في حديث طويل ذكره , قال الأعظمي : إسناده صحيح


Hadit itu telah dikeluarkan dengan status Shahih Isnad

Dua riwayat yang saya berikan daripada Abi Dawud dan Ibn Khuzaimah telah mengeluarkan hadit tersebut dengan Hasan/Shahih, dan kedua riwayat tersebut telah diriwayatkan oleh Salamah ibn Akwa’ sebagaimana yang telah di lafadkan oleh Al-Bukhari dalam Shahihnya.

Jadi, pernyataan “Sanadnya perlu diteliti” tidak serta merta menjadikan hadit itu Dha’if, Imam Bukhari hanya tidak menyebutkan sanad dari hadit tsb, bermakna hadit itu shahih namun tidak menempati persyaratannya.

Jadi, menyatakan bahwa hadit itu telah di Dha’ifkan oleh Bukhari sendiri, tidak tepat, karena Al-Hafidz Ibn Hajar telah mensyarah hadit tersebut dan telah pula memberikan riwayat tsb dengan sanad Hasan/Shahih

Kutip dari: marjuki

Jadi kesimpulan utama:
1. Imam Masjidil Haram, Syaikh Abdurahman bin Abdul Azis As-Sudays tidak menulis buku yang berisi pendha'ifan hadits shahih Bukhari
2. Syaikh Abdurahman bin Sholih As-Sudays, penulis kitab tersebut pun TIDAK MENDHA'IFKAN hadits shahih Bukhari (hanya sekedar mengumpulkan).


 :)
1. ya
2. tidak sepakat..(penjelasan sudah saya berikan), walaupun sebenarnya saya sendiri tidak pernah mengatakan bahwa Abdurrahman Sudaiys pengarang Ta'liqat tsb telah mendha'ifkan hadit dalam jami' Shahih Bukhari

ok  ;)

wallahu a'lam



Offline marjuki

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 548
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:Benarkah Abdurahman As-Sudays mendha'ifkan Hadits Shahih Bukhari?
« Jawab #3 pada: 10 Agustus 2012, 16:20:55 »
:)
masih belum puas juga anda yah,,,ok lah,,,

mas,,saya juga tidak ada memastikan kalau Habib Munzir melihat manuskrip itu dari Al-Meshkat, boleh jadi ianya demikian, boleh jadi ianya juga melalui manuskrip/lembaran yang sudah di printkan dari Al-Meshkat lalu diberikan orang lain kepada beliau,,,so boleh-boleh saja hal itu berlaku,,toh anda sendiri masih berputar sekitar Dzanniy....


Yang menganggap Habib Munzir melihat manuskrip siapa?...saya atau anda?

Anda kan?...masa' lupa sih

jadi anda yang wajib bawa bukti bahwa Habib Munzir lihat manuskrip


Kutip
:)
tidak hanya di Al-Meshkat dan Saaid.net, juga ada di link berikut

http://www.4shared.com/file/E1Tsx9gq/_____.html


so,,tak ada masalah dengan itu,,

 :)
semoga Allah menjauhkan saya dari sifat yang mau anda alamtkan ke saya,,

namun, coba anda bicara jujur, kalau seandainya ketika link itu saya berikan dan tidak ada penjelasan dari saya mengenai siapa sebenarnya penulis kitab itu, apakah anda bisa langsung tau kalau kitab itu ternyata di tulis oleh As-Sudaisy yang lain ?


soal anda menemukan source lain dari kitab itu, itu sebagai feedback dari informasi yang sudah saya beritahukan di awal sekali soal pengarang kitab itu sehingga anda bertanya sama mbah google dan menemukan blognya Firanda


Ckckckc...gak usah ke-GR an gitu ah, merasa kalau bukan anda yang kasih tau saya gak tau

Alhamdulillah saya sudah tau tuh sebelum anda kasih tau
Kutip
:)
ngarangnya dimana mas ? coba kasitau saya...adakah saya berdusta dalam memberikan informasi itu ?

kalau dikarenakan ada source lain yang anda berikan dalam hal ini di saaid.net dan di sana tertulis lengkap, bukan berarti saya mengarang kalau di kitab itu memang hanya tertulis "Abdurrahman As-Sudais, kenapa ? karena patokan saya adalah Al-Meshkat dan disana memang tidak tertera dengan lengkap, kemudian di sumber yang lain yang saya berikan, juga tidak tertulis dengan lengkap, nah darimana anda menyimpulkan saya mengarang ?


dari seolah-olah sumber cuma ada di almeshkat, ternyata di saaid ada, di sumber yang baru anda kasih juga ada


Kutip
:)
mas,,mas,,
coba anda nalar dengan benar,,
darimana datangnya pengetahuan anda lebih jauh soal penulis kitab itu kalau tidak saya beritahukan dari awal ?

sebagai bukti ketidak tahuan anda akan hal itu sebelum saya beritahu, anda menukil di awal :
di sini pengetahuan anda masih sebatas meminta "pembuktian" atas tuduhan Habib Munzir, tanpa ada secuilpun pengetahuan siapa pengarang kitab yang sebenar dari pada pernyataan Habib Munzir..anda mengikut pernyataan Habib Munzir bahwa yang mengarang kitab itu adalah Abdurrahman As-Sudais Imam Masjidil Haram, hanya saja anda meminta bukti atas perkara tersebut karena di dalam buku itu Habib Munzir tidak memberikan sumber yang jelas,,

itulah pengetahuan anda awal sekali, bisa anda fahami bagaimana keadaan anda sebelum dan sesudah saya beritahu ?



Cckckck..masih aja merasa kalau tanpa anda beritahu saya tidak tahu...
Demi Allah, saya sudah tau sebelum anda kasih tau
gimana cukup?...atau masih kurang


Kutip
:)
tidak ada yang perlu dipamerkan,,biasa aja

 :)
ya,,saya yaqin kalau Habib Munzir sudah baca,,

ya, benar,,pernyataan anda akan jadi bualan kalau anda tidak membaca kitab itu, dan akan lebih berfaedah setelah anda membacanya,,,

 :)
ok lah,,,anda mau bahas itu di sini,,

saya terima asumsi anda itu,,namun ada baiknya anda dan saya ikuti bagaimana pemaparan Al-Hafidz Ibn Hajar akan hal ini sbb :

وفي إسناده نظر ) . وقد وصله المصنف في تاريخه وأبو داود وابن خزيمة وابن حبان واللفظ له من طريق الدراوردي عن موسى بن إبراهيم بن عبد الرحمن بن أبي ربيعة عن سلمة بن الأكوع قال " قلت يا رسول الله إني رجل أتصيد ، أفأصلي في القميص الواحد ؟ قال : نعم ، زره ولو بشوكة " ورواه البخاري أيضا عن إسماعيل بن أبي أويس عن أبيه عن موسى بن إبراهيم عن أبيه عن سلمة ، زاد في الإسناد رجلا ، ورواه أيضا عن مالك بن إسماعيل عن عطاف بن خالد قال حدثنا موسى بن إبراهيم قال حدثنا سلمة . فصرح بالتحديث بين موسى وسلمة ، فاحتمل أن يكون رواية أبي أويس من المزيد في متصل الأسانيد ، أو يكون التصريح في رواية عطاف وهما . فهذا وجه النظر في إسناده .


dan "pada Isnadnya Nadzhar"

dan daripada washilah di Tarikhnya dan Abu Dawud dan Ibn Khuzaimah dan Ibn Hibban dan perkataan mereka itu daripada jalannya Addarawardiy daripada Musa bin Ibrahim bin 'Abdurrahman bin Abi Rabi'ah daripada Salamah bin Akwa' berkata (ia)..........(hadits)
dan telah meriwayatkan Al-Bukhari daripada Isma'il bin Abi Uwaisy daripada Ayahnya daripada Musa bin Ibrahim daripada Ayahnya daripada Salamah dan terus hingga kepada lelaki yang menjadi sanadnya dan meriwayatkan ia pula daripada Malik bin Isma’il daripada ‘Athaf bin Khalid berkata (ia) mengkhabarkan kepada ku Musa bin Ibrahim, berkata (ia) telah mengkhabarkan kepadaku Salamah, dijelaskan ianya dengan Tahdits diantara Musa dan Salamah, dan inilah kemungkinan daripada yang diriwayatkan Abi Uwaiys kepada sanad –sanad yang bersambung, atau juga telah jelas daripada riwyat ‘Athaf dan mereka, maka inilah “Nadzhar fi Isnad”

===================================

bermakna bahwa lafad “Nadzhar fi isnad” itu adalah keleluasaan Imam Bukhari dalam meriwayatkan Hadit di dalam Jami’nya sehingga bila ianya diperkatakan sebagai “Nadzhar fi Isnad” hendaknya diteliti lebih jauh akan sanad hadit itu, dan bila ianya ditemukan sebagai sanad yang bersambung, maka hal itu pulalah yang berlaku pada Bukhari ketika meriwayatkan Hadit dengan “nadzar fi isnad”

sehingga di awal sekali, Al-Hafid telah mengemukakan hadit tersebut dengan sanad yang muttashil yang telah diriwayatkan oleh Abi Dawud, Ibn Hibban dan Ibn Khuzaimah.

Baiklah, untuk melihat lebih jauh apa yang diperkatakan oleh Al-hafid atas Komentarnya dari “Nadzhar fi isnad” dari hadit tsb, saya nukilkan hadit tersebut :

Dalam sunan Abi Dawud :

632 - حدثنا القعنبي ثنا عبد العزيز يعني ابن محمد عن موسى بن إبراهيم عن سلمة بن الأكوع قال قلت يارسول الله إني رجل أصيد أفأصلي في القميص الواحد ؟ قال " نعم وأزرره ولو بشوكة " . حسن


Hadit itu telah dikeluarkan dengan status “Hasan”

Dalam Sahih Ibn Khuzaimah :

778 - أنا أبو طاهر نا أبو بكر نا أحمد بن عبدة الضبي حدثنا عبد العزيز بن محمد المدني حدثني موسى بن إبراهيم عن سلمة ابن الأكوع قال  سألت النبي صلى الله عليه و سلم قلت : أكون في الصيد وليس علي إلا قميص واحد أو جبة واحدة فأزره ؟ قال : نعم ولو بشوكة
قال مرة فقال : زره ولو بشوكة
قال أبو بكر : موسى بن إبراهيم هذا هو ابن عبد الرحمن بن عبد الله بن أبي ربيعة هكذا نسبه عطاف بن خالد وأنا أظنه ابن إبراهيم بن عبد الله بن عبد الرحمن بن معمر بن أبي ربيعة أبوه إبراهيم هو الذي ذكره شرحبيل بن سعد أنه دخل و إبراهيم بن عبد الله بن عبد الرحمن بن معمر بن أبي ربيعة على جابر بن عبد الله في حديث طويل ذكره , قال الأعظمي : إسناده صحيح


Hadit itu telah dikeluarkan dengan status Shahih Isnad

Dua riwayat yang saya berikan daripada Abi Dawud dan Ibn Khuzaimah telah mengeluarkan hadit tersebut dengan Hasan/Shahih, dan kedua riwayat tersebut telah diriwayatkan oleh Salamah ibn Akwa’ sebagaimana yang telah di lafadkan oleh Al-Bukhari dalam Shahihnya.

Jadi, pernyataan “Sanadnya perlu diteliti” tidak serta merta menjadikan hadit itu Dha’if, Imam Bukhari hanya tidak menyebutkan sanad dari hadit tsb, bermakna hadit itu shahih namun tidak menempati persyaratannya.

Jadi, menyatakan bahwa hadit itu telah di Dha’ifkan oleh Bukhari sendiri, tidak tepat, karena Al-Hafidz Ibn Hajar telah mensyarah hadit tersebut dan telah pula memberikan riwayat tsb dengan sanad Hasan/Shahih


makasih pak ustadz dijelasin panjang lebar....
Singkat aja dari saya, anda sudah baca tulisan nya Abdurohman bin Sholih As-Sudays belum?
kalau belum baca dulu, baru komentar

kalau sudah, adakah pendha'ifan yang beliau lakukan atau beliau hanya sekedar mengumpulkan hadits-hadits yang dikomentari sendiri oleh Imam Bukhari dalam kitab shahihnya
itu aja



Offline Mukhsin

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 772
    • Lihat Profil
Re:Benarkah Abdurahman As-Sudays mendha'ifkan Hadits Shahih Bukhari?
« Jawab #4 pada: 10 Agustus 2012, 17:06:47 »
makasih pak ustadz dijelasin panjang lebar....
Singkat aja dari saya, anda sudah baca tulisan nya Abdurohman bin Sholih As-Sudays belum?
kalau belum baca dulu, baru komentar

kalau sudah, adakah pendha'ifan yang beliau lakukan atau beliau hanya sekedar mengumpulkan hadits-hadits yang dikomentari sendiri oleh Imam Bukhari dalam kitab shahihnya
itu aja

 :)
sepertinya anda benar-benar sudah mengetahui kitab itu yah,,baiklah
bolehlah saya belajar dari anda,,karena anda kelihatannya sudah membaca karangan beliau..

silahkan,,,

atau saya berikan sedikit yah:

saya berikan muqaddimah yang ditulis oleh si pengarang yah :

    ... لما قرأت صحيح البخاري ، وجدت الإمام البخاري ـ رحمه الله ـ يشير أحيانا لطريق أو حديث لا يصح ، أو يحكم عليه بالإرسال ، أو الانقطاع ،

Ketika membaca Shahih Bukhari yang dikarang oleh Imam Bukhari Rahimahullah, kadang-kadang ditemukan pada jalannya, atau haditnya TIDAK SHAHIH, atau ia mengandungi irsal atau Inqhita.....

nah, dari sini pengarang telah menyimpulkan bahwa di dalam Shahih Bukhari itu ada hadit yang Tidak Shahih alias Dha'if

kalau kemudian disimpulkan bahwa kedha'ifannya itu dikeluarkan oleh Imam Bukhari sendiri, itu tidak tepat, karena tidak mesti satu hadit yang termaktub dalam Jami' nya kemudian dikomentari Imam Bukhari sendiri adalah Dha'if, salah satunya sudah saya berikan di atas..

tinggal anda nih mas,,berikan bukti (seperti gaya anda) kalau anda sudah membaca karangan beliau itu, baru komentar (mengikuti gaya anda)

wallahu a'lam

Offline marjuki

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 548
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:Benarkah Abdurahman As-Sudays mendha'ifkan Hadits Shahih Bukhari?
« Jawab #5 pada: 10 Agustus 2012, 17:10:26 »
:)
sepertinya anda benar-benar sudah mengetahui kitab itu yah,,baiklah
bolehlah saya belajar dari anda,,karena anda kelihatannya sudah membaca karangan beliau..

silahkan,,,

atau saya berikan sedikit yah:

saya berikan muqaddimah yang ditulis oleh si pengarang yah :

    ... لما قرأت صحيح البخاري ، وجدت الإمام البخاري ـ رحمه الله ـ يشير أحيانا لطريق أو حديث لا يصح ، أو يحكم عليه بالإرسال ، أو الانقطاع ،

Ketika membaca Shahih Bukhari yang dikarang oleh Imam Bukhari Rahimahullah, kadang-kadang ditemukan pada jalannya, atau haditnya TIDAK SHAHIH, atau ia mengandungi irsal atau Inqhita.....

nah, dari sini pengarang telah menyimpulkan bahwa di dalam Shahih Bukhari itu ada hadit yang Tidak Shahih alias Dha'if

kalau kemudian disimpulkan bahwa kedha'ifannya itu dikeluarkan oleh Imam Bukhari sendiri, itu tidak tepat, karena tidak mesti satu hadit yang termaktub dalam Jami' nya kemudian dikomentari Imam Bukhari sendiri adalah Dha'if, salah satunya sudah saya berikan di atas..

tinggal anda nih mas,,berikan bukti (seperti gaya anda) kalau anda sudah membaca karangan beliau itu, baru komentar (mengikuti gaya anda)

wallahu a'lam

OK itu muqadimahnya
isinya, adakah si penulis kitab secara sharih (tegas) mendha'ifkan Hadits Shahih Bukhari? atau penulis sekedar mengumpulkan hadits yang dikomentari Imam Bukhari sendiri?

Offline Mukhsin

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 772
    • Lihat Profil
Re:Benarkah Abdurahman As-Sudays mendha'ifkan Hadits Shahih Bukhari?
« Jawab #6 pada: 10 Agustus 2012, 17:26:38 »
OK itu muqadimahnya
isinya, adakah si penulis kitab secara sharih (tegas) mendha'ifkan Hadits Shahih Bukhari? atau penulis sekedar mengumpulkan hadits yang dikomentari Imam Bukhari sendiri?

 :)
weleh,,weleh,,,
mas, di kitab Jami' itu Imam Bukhari tidak ada menyebutkan secara sarih kalau yang dinukilnya adalah Hadit Dha'if,,meskipun diberi komentar oleh beliau sendiri,,,gimana sih sampean..

coba anda lihat komentar Imam Bukhari terhadap hadit yang anda maksud di atas, Imam Bukhari hanya mengatakan bahwa "Nadzhar fi Isnad" tidak ada kata "Dha'if" secuilpun..

mas,,
buat apa si pengarang menyatakan bahwa di Shahih Bukhari ada Hadit yang tidak Shahih ? ini kan pertanda bahwa ia (pengarang) menganggap Hadit-Hadit yang dibawakannya adalah hadit yang dikomentari Imam Bukhari dan disimpulkan oleh si pengarang bahwa komentar Imam Bukhari terhadap hadit itu pertanda kalau hadit itu Dha'if.

Seharusnya kalau ngumpulin aja hadit yang dikomentari Imam Bukhari dalam Jami'nya sendiri, muqaddimah seperti di atas tidak perlu...

gitu mas....

wallahu a'lam


Offline marjuki

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 548
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:Benarkah Abdurahman As-Sudays mendha'ifkan Hadits Shahih Bukhari?
« Jawab #7 pada: 10 Agustus 2012, 17:33:09 »
:)
weleh,,weleh,,,
mas, di kitab Jami' itu Imam Bukhari tidak ada menyebutkan secara sarih kalau yang dinukilnya adalah Hadit Dha'if,,meskipun diberi komentar oleh beliau sendiri,,,gimana sih sampean..

coba anda lihat komentar Imam Bukhari terhadap hadit yang anda maksud di atas, Imam Bukhari hanya mengatakan bahwa "Nadzhar fi Isnad" tidak ada kata "Dha'if" secuilpun..

mas,,
buat apa si pengarang menyatakan bahwa di Shahih Bukhari ada Hadit yang tidak Shahih ? ini kan pertanda bahwa ia (pengarang) menganggap Hadit-Hadit yang dibawakannya adalah hadit yang dikomentari Imam Bukhari dan disimpulkan oleh si pengarang bahwa komentar Imam Bukhari terhadap hadit itu pertanda kalau hadit itu Dha'if.

Seharusnya kalau ngumpulin aja hadit yang dikomentari Imam Bukhari dalam Jami'nya sendiri, muqaddimah seperti di atas tidak perlu...

gitu mas....

wallahu a'lam

saya tanya lagi, ada kah si penulis kitab menilai hadits bukhari itu dha'if atau hanya sekedar mengumpulkan hadits yang dikomentari oleh Imam Bukhari sendiri

Offline Mukhsin

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 772
    • Lihat Profil
Re:Benarkah Abdurahman As-Sudays mendha'ifkan Hadits Shahih Bukhari?
« Jawab #8 pada: 10 Agustus 2012, 17:34:57 »
 :)

Offline marjuki

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 548
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil

Offline e0d0i

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 2.175
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • Lihat pada link berikut:
Re:Benarkah Abdurahman As-Sudays mendha'ifkan Hadits Shahih Bukhari?
« Jawab #10 pada: 10 Agustus 2012, 22:42:24 »
tanya:
kitab yang "tidak ada keraguan di dalamnya" itu kitab apa saja ? ???
Salafy adalah kelompok yang kalau diajak untuk mengkaji Al-Qur'an, maka mereka akan menjawab' "Loe anti hadits ya?" ... :hihi:

Offline jendral.buncit

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.598
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Benarkah Abdurahman As-Sudays mendha'ifkan Hadits Shahih Bukhari?
« Jawab #11 pada: 12 Agustus 2012, 04:36:58 »
tanya:
kitab yang "tidak ada keraguan di dalamnya" itu kitab apa saja ? ???

mulai mengarah ke inkar sunnah...waspadalah waspadalah..
membangun keimanan dari cerita bohong hanya menghasilkan kebodohan

Offline Wolverine

  • myQ Perambah
  • *
  • Tulisan: 402
    • Lihat Profil
Re:Benarkah Abdurahman As-Sudays mendha'ifkan Hadits Shahih Bukhari?
« Jawab #12 pada: 19 Agustus 2012, 00:33:34 »
Abdurrahman bin Shalih as-Sudais itu siape yah?
Baru denger gw.
But, keknya ada yg perlu dikomentarin dari postnye mas bro Mukhsin dah.

mas,,
buat apa si pengarang menyatakan bahwa di Shahih Bukhari ada Hadit yang tidak Shahih ? ini kan pertanda bahwa ia (pengarang) menganggap Hadit-Hadit yang dibawakannya adalah hadit yang dikomentari Imam Bukhari dan disimpulkan oleh si pengarang bahwa komentar Imam Bukhari terhadap hadit itu pertanda kalau hadit itu Dha'if.

Seharusnya kalau ngumpulin aja hadit yang dikomentari Imam Bukhari dalam Jami'nya sendiri, muqaddimah seperti di atas tidak perlu...

Sebentar nih mas brow, memangnye yang dimaksud oleh ibnu Shalih As-Sudais dalam kitabnye itu ape sih?
Koq sepertinye jadi kagak nyambung seperti itu....

saya berikan muqaddimah yang ditulis oleh si pengarang yah :

    ... لما قرأت صحيح البخاري ، وجدت الإمام البخاري ـ رحمه الله ـ يشير أحيانا لطريق أو حديث لا يصح ، أو يحكم عليه بالإرسال ، أو الانقطاع ،

Ketika membaca Shahih Bukhari yang dikarang oleh Imam Bukhari Rahimahullah, kadang-kadang ditemukan pada jalannya, atau haditnya TIDAK SHAHIH, atau ia mengandungi irsal atau Inqhita.....

nah, dari sini pengarang telah menyimpulkan bahwa di dalam Shahih Bukhari itu ada hadit yang Tidak Shahih alias Dha'if

Gw kira ade yang ga matching dari terjemahan ente mas bro.
Ape yang dikatakan oleh ibnu Shalih As-Sudais dalam muqadimahnye itu kurang lebih adalah seperti ini :
لما قرأت صحيح البخاري ، وجدت الإمام البخاري ـ رحمه الله ـ يشير أحيانا لطريق أو حديث لا يصح ، أو يحكم عليه بالإرسال ، أو الانقطاع ، أو ينقل عن أحد شيوخه أن الحديث منسوخ
فقيدت هذه الأحكام لما لها من أهمية كبرى في علم علل الحديث يقدرها أهل هذا الفن.
"Ketika aku membaca Shahih al-Bukhari, aku menemukan bahwa terkadang al-Imam al-Bukhari rahimahullah meng-isyaratkan kepada suatu jalur sanad atau hadits yang tidak shahih,
Atau beliau menghukuminya dengan irsal, atau adanya inqitha' (keterputusan sanad),
Atau terkadang beliau menukil dari salah seorang gurunya bahwasanya hadits itu mansukh,
Maka aku susun hukum2 yang disebutkan oleh imam Al-Bukhari rahimahullah ini, karena padanya terdapat kajian yang sangat penting sekali dalam ilmu 'ilalul-hadits yang telah ditetapkan oleh ulama yang ahli dalam cabang ilmu ini."

Nah, silahkeun diperhatikeun.
Si pengarang sama sekali tidaklah hendak mengatakan kalau di dalam Shahih al-Bukhari itu ada hadits yang dha'if atau -bahkan lebih jauh dari itu- hendak menjatuhkan hadits2 dalam Shahih al-Bukhari.
Same sekali kagak seperti itu.

But, yang ia maksudkan adalah bahwa imam Al-Bukhari itu -setelah menyebutkan hadits yang shahih menurut beliau di dalam kitab Shahih-nye- maka adakalanye kemudian beliau mengisyaratkan pula adanya hadits lain dalam bab yang sama yang menurut penilaian imam Al-Bukhari hadits yang lain itu tidak shahih, mursal, atau munqathi, atau mansukh, dan sebagainye.
Nah, hukum2 seperti inilah yang menjadi salah satu objek bahasan dalam ilmu 'ilalul-hadits sebagaimane disebutkan.

Adapun jalur2 lain atau hadits2 lain yang di isyaratkan oleh imam Al-Bukhari itu tidaklah termasuk ke dalam kitab Shahih-nya.
Itu hanyalah sebatas pengisyaratan dan komentar semata dari imam Al-Bukhari rahimahullah sebagai tambahan penjelasan, tambahan ilmu dan tambahan faidah2 lainnye.

Contoh yang paling jelas dalam hal ini adalah seperti pada nomor 4:
كتاب الأذان باب (157) مكث الإمام في مصلاه بعد السلام
وقال لنا آدم: حدثنا شعبة عن أيوب عن نافع قال: كان ابن عمر يصلي في مكانه الذي صلى فيه الفريضة ، وفعله القاسم ، ويذكر عن أبي هريرة رفعه لا يتطوع الإمام في مكانه ولم يصح.
'Kitabul-Adzan bab 157 Berdiamnya imam di tempat shalatnya setelah salam
Dan Adam telah mengatakan kepada kami bahwa telah menceritakan Syu'bah kepada kami dari Ayub dari Nafi', ia mengatakan bahwa ibnu 'Umar r.a shalat di tempat yang sama yang ia pakai saat shalat fardhu.
Dan al-Qasim juga melakukan yang seperti itu.
Dan telah disebutkan dari Abu Hurairah r.a secara marfu' bahwa janganlah imam itu shalat sunnah di tempatnya, namun ini tidak shahih.'

Nah, perkataan imam al-Bukhari : 'Dan telah disebutkan dari Abu Hurairah r.a secara marfu' bahwa janganlah imam itu shalat sunnah di tempatnya shalat fardhu, namun ini tidak shahih.'
Ini adalah bagian kajian dari ilalul-hadits bahwa selain riwayat dari Nafi' dari ibnu 'Umar r.a yang membolehkan shalat sunnah di bekas tempat melaksanakan shalat fardhu, ada juga riwayat lain secara marfu dari Abu Hurairah r.a yang melarang hal tersebut, yang menurut imam al-Bukhari riwayat dari Abu Hurairah r.a ini tidaklah shahih.
But, riwayat dari Abu Hurairah r.a ini bukanlah termasuk riwayat imam al-Bukhari dalam shahih-nye.

Hal seperti ini tidaklah jauh berbeda dengan komentar dan penghukuman imam At-Tirmidzi yang terkadang saat beliau meriwayatkan satu hadits di dalam kitab Sunan-nye, beliau lalu mengisyaratkan adanya hadits lain dari berbagai jalur lainnya yang semisal dengan hadits yang beliau bawakan dalam kitab beliau, namun hadits yang beliau isyaratkan itu bukanlah termasuk kitab Sunan-nya.
Yes. it just like that.

Kalaulah kita pernah membaca kajian2 ilalul-hadits semisal dari Ad-Daruquthni or ibnu Abi Hatim, tentu kita tidak akan asing dengan hal2 seperti ini.
Dan yang pasti, bahwa yang si pengarang (yaitu As-Sudais) maksudkan dalam kitabnye itu hanyalah menyusun hukum2 yang disebutkan oleh imam Al-Bukhari rahimahullah mengenai adanye jalur2 lain dari suatu hadits yang tidak shahih, yang mursal, dan sebagainye, yaitu sebagai salah satu kajian yang penting dalam ilmu 'Ilalul-hadits, bukan sedang mendha'ifkan hadits dalam Shahih al-Bukhari and bukan juga sedang menjatuhkannye.

So, kenapa koq penyimpulan dari ente and yang lainnye, malah si pengarang kitab disangka hendak mendha'if-kan or menjatuhkan hadits dalam Shahih al-Bukhari?
Or kenapa ente bilang kalo pengarang telah menyimpulkan bahwa di dalam Shahih Bukhari itu ada hadit yang Tidak Shahih alias Dha'if??
Or kenapa ente bilang kalo si pengarang menyatakan bahwa di Shahih Bukhari ada Hadit yang tidak Shahih??
Emang kapan si pengarang bilang begitu??
Ente dapet kesimpulan itu dari mane mas bro? ???
« Edit Terakhir: 19 Agustus 2012, 00:40:24 oleh Wolverine »
Wa maa tasyaauuna illaa  ayyasyaa Allaah

Offline Mukhsin

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 772
    • Lihat Profil
Re:Benarkah Abdurahman As-Sudays mendha'ifkan Hadits Shahih Bukhari?
« Jawab #13 pada: 23 Agustus 2012, 10:57:09 »
Abdurrahman bin Shalih as-Sudais itu siape yah?
Baru denger gw.
But, keknya ada yg perlu dikomentarin dari postnye mas bro Mukhsin dah.
Sebentar nih mas brow, memangnye yang dimaksud oleh ibnu Shalih As-Sudais dalam kitabnye itu ape sih?
Koq sepertinye jadi kagak nyambung seperti itu....

Gw kira ade yang ga matching dari terjemahan ente mas bro.
Ape yang dikatakan oleh ibnu Shalih As-Sudais dalam muqadimahnye itu kurang lebih adalah seperti ini :
لما قرأت صحيح البخاري ، وجدت الإمام البخاري ـ رحمه الله ـ يشير أحيانا لطريق أو حديث لا يصح ، أو يحكم عليه بالإرسال ، أو الانقطاع ، أو ينقل عن أحد شيوخه أن الحديث منسوخ
فقيدت هذه الأحكام لما لها من أهمية كبرى في علم علل الحديث يقدرها أهل هذا الفن.
"Ketika aku membaca Shahih al-Bukhari, aku menemukan bahwa terkadang al-Imam al-Bukhari rahimahullah meng-isyaratkan kepada suatu jalur sanad atau hadits yang tidak shahih,
Atau beliau menghukuminya dengan irsal, atau adanya inqitha' (keterputusan sanad),
Atau terkadang beliau menukil dari salah seorang gurunya bahwasanya hadits itu mansukh,
Maka aku susun hukum2 yang disebutkan oleh imam Al-Bukhari rahimahullah ini, karena padanya terdapat kajian yang sangat penting sekali dalam ilmu 'ilalul-hadits yang telah ditetapkan oleh ulama yang ahli dalam cabang ilmu ini."

Nah, silahkeun diperhatikeun.
Si pengarang sama sekali tidaklah hendak mengatakan kalau di dalam Shahih al-Bukhari itu ada hadits yang dha'if atau -bahkan lebih jauh dari itu- hendak menjatuhkan hadits2 dalam Shahih al-Bukhari.
Same sekali kagak seperti itu.

 :)
mas,,mas,,,
soal matching tidak matching itu terpulang kepada sesiapa yang menterjemahkan,,,

anda memasukkan kata-kata "mengisyaratkan" ini pun belum bisa dipastikan kalau ianya memang qoul Imam Bukhari, saya sudah jelaskan sebelumnya sbb :
Kutip dari: mukhsin
pengarang menganggap Hadit-Hadit yang dibawakannya adalah hadit yang dikomentari Imam Bukhari dan disimpulkan oleh si pengarang bahwa komentar Imam Bukhari terhadap hadit itu pertanda kalau hadit itu Dha'if.

Di dalam Jami'nya tsb, Imam Bukhari secuilpun tidak ada mengatakan kalau hadit yang dinukilnya adalah Dha'if, namun memang ada beberapa komentar Al-Bukhari terkait beberapa hadit yang ia naqlkan, namun samasekali itu tidak menyentuh hadit yang menjadi penilaian Bukhari dalam Mentashih hadit utama dalam Jami'nya.

Terkadang Imam Bukhari memberikan satu Istimbath Hukum atas satu riwayat dengan memberikan riwayat yang menjadi pegangannya dan riwayat yang tidak menjadi pegangannya,, saya ambil contoh anda yah,,

كتاب الأذان باب (157) مكث الإمام في مصلاه بعد السلام
وقال لنا آدم: حدثنا شعبة عن أيوب عن نافع قال: كان ابن عمر يصلي في مكانه الذي صلى فيه الفريضة ، وفعله القاسم ، ويذكر عن أبي هريرة رفعه لا يتطوع الإمام في مكانه ولم يصح.


'Kitabul-Adzan bab 157 Berdiamnya imam di tempat shalatnya setelah salam

Dan Adam telah mengatakan kepada kami bahwa telah menceritakan Syu'bah kepada kami dari Ayub dari Nafi', ia mengatakan bahwa ibnu 'Umar r.a shalat di tempat yang sama yang ia pakai saat shalat fardhu. Dan al-Qasim juga melakukan yang seperti itu.

Dan telah disebutkan dari Abu Hurairah r.a secara marfu' bahwa janganlah imam itu shalat sunnah di tempatnya, namun ini tidak shahih.'
=============================

anda boleh lihat dengan baik, bahwa dalam hadit ini, Imam Bukhari telah mengeluarkan satu istimbath hukum dimana ianya telah meiriwayatkan hadit yang telah menjadi pegangannya bahwa :
Hadit yang menyatakan "Sahabat Nabi melakukan Shalat sunat setelah sholat fardhu ditempat yang sama dengan ketika ia sholat fardhu" adalah kuat

inilah riwayat yang telah diambil oleh Bukhari dalam jami'nya, sedangkan riwayat lain (muallaq) yang menyelisihi riwayat yang ia pegangi, tentu secara otomatis ia akan hukumkan kepada tidak kuat, yaitu riwayat Abu Hurairah..dan setelah di tilik lebih jauh, memang riwayat yang dikatakan "Tidak Sahih" oleh Imam Bukhari termaktub dalam Sunan Abi Dawud dan di hukumkan pula kepada Dha'if..daripada rawi yang bernama "Laits bin Abiy Salim"

dan ini tentu sudah maklum bagi sesiapa yang pernah menyentuh pelajaran Sahih Bukhari,,

yang Dha'if di situ bukanlah hadit yang diriwyatkan oleh Bukhari dalam jami'nya dan telah pula menjadi pegangannya, namun hadit lain yang tidak ia pegangi...

Kutip dari: Wolverine
But, yang ia maksudkan adalah bahwa imam Al-Bukhari itu -setelah menyebutkan hadits yang shahih menurut beliau di dalam kitab Shahih-nye- maka adakalanye kemudian beliau mengisyaratkan pula adanya hadits lain dalam bab yang sama yang menurut penilaian imam Al-Bukhari hadits yang lain itu tidak shahih, mursal, atau munqathi, atau mansukh, dan sebagainye.
Nah, hukum2 seperti inilah yang menjadi salah satu objek bahasan dalam ilmu 'ilalul-hadits sebagaimane disebutkan.

Adapun jalur2 lain atau hadits2 lain yang di isyaratkan oleh imam Al-Bukhari itu tidaklah termasuk ke dalam kitab Shahih-nya.

Itu hanyalah sebatas pengisyaratan dan komentar semata dari imam Al-Bukhari rahimahullah sebagai tambahan penjelasan, tambahan ilmu dan tambahan faidah2 lainnye.
Hal seperti ini tidaklah jauh berbeda dengan komentar dan penghukuman imam At-Tirmidzi yang terkadang saat beliau meriwayatkan satu hadits di dalam kitab Sunan-nye, beliau lalu mengisyaratkan adanya hadits lain dari berbagai jalur lainnya yang semisal dengan hadits yang beliau bawakan dalam kitab beliau, namun hadits yang beliau isyaratkan itu bukanlah termasuk kitab Sunan-nya.

Kalaulah kita pernah membaca kajian2 ilalul-hadits semisal dari Ad-Daruquthni or ibnu Abi Hatim, tentu kita tidak akan asing dengan hal2 seperti ini.
Dan yang pasti, bahwa yang si pengarang (yaitu As-Sudais) maksudkan dalam kitabnye itu hanyalah menyusun hukum2 yang disebutkan oleh imam Al-Bukhari rahimahullah mengenai adanye jalur2 lain dari suatu hadits yang tidak shahih, yang mursal, dan sebagainye, yaitu sebagai salah satu kajian yang penting dalam ilmu 'Ilalul-hadits, bukan sedang mendha'ifkan hadits dalam Shahih al-Bukhari and bukan juga sedang menjatuhkannye.

 :)
pernyataan anda ini, tidak ada masalah,

saya tidak mempermasalahkan bilamana si pengarang hendak mengumpulkan hadit-hadit yang berkenaan dengan yang dimaksud, karena sampai sekarang belum ada yang memuthala'ah tulisan sipengarang hingga selesai,,

hanya saja, ketika anda menolak kalau si pengarang tidak hendak menghukumkan hadit jami' shahih bukhari kepada Dha'if, maka boleh juga saya menyatakan bahwa si pengarang hendak menghukumkan hadit sahih jami' kepada Dha'if, ini kemudian berpulang kepada penelitian masing-masing..ya toh,,

anda membawakan hadit yang sememangnya imam Bukhari tidak berpegang kepada hadit itu, dan dengan serta merta anda berkesimpulan bahwa si pengarang tidak ada menda'ifkan hadit tersebut, hatta imam bukhari sendiri yang menyatakan demikian,,,

sementara di hadit awal yang diberikan, Imam Bukhari tidak ada menyatakan bahwa hadit tsb "Tidak Sahih" bahkan ianya "Sahih" namun tidak dalam stadard penerimaan Bukhari sendiri,,,

apakah sipengarang tidak tau kedudukan hadit tsb (Nadzhar fi Isnad) adalah Sahih ?
kalau ia menganggap sahih untuk apa ia masukkan ke dalam karangannya ?

Kutip dari: Wolverine
So, kenapa koq penyimpulan dari ente and yang lainnye, malah si pengarang kitab disangka hendak mendha'if-kan or menjatuhkan hadits dalam Shahih al-Bukhari?
Or kenapa ente bilang kalo pengarang telah menyimpulkan bahwa di dalam Shahih Bukhari itu ada hadit yang Tidak Shahih alias Dha'if??
Or kenapa ente bilang kalo si pengarang menyatakan bahwa di Shahih Bukhari ada Hadit yang tidak Shahih??
Emang kapan si pengarang bilang begitu??
Ente dapet kesimpulan itu dari mane mas bro? ???

 :)
anda boleh lihat bagaimana penilaian Bukhari terhadap hadit yang diperkatakannya sebagai "Nadzhar fi Isnad" dimana hadit itu telah di syarah oleh Ibn Hajar dalam Fathl Bari nya..

soal sipengarang ada mengatakan atau tidak, tentu itu tidak mesti diberlakukan dengan sarih, samalah halnya ketika Imam Turmudzi mengatakan bahwa satu hadit itu adalah "Hasan Gharib" dimana sesetengah ulama menyatakan penghukuman Tumudzi di situ adalah ianya "Dha'if"

seharusnya, si pengarang lebih menjelaskan bahwa hadit-hadit yang diperkatakan sebagai "Tidak Sahih atau yang mengandung Irsal, atau munqathie, bukanlah hadit yang menjadi pegangan Imam Bukhari, agar lebih jelas tujuan dari penulisannya tsb.

saya tanya anda yah,,
ketika Imam Bukhari menyatakan bahwa satu riwayat diperkatakannya sebagai "Mursal" apakah di situ Bukhari mentashih hadit tsb atau mentad'ifkannya ?

wallahu a'lam
« Edit Terakhir: 23 Agustus 2012, 12:01:00 oleh Mukhsin »

Offline Wolverine

  • myQ Perambah
  • *
  • Tulisan: 402
    • Lihat Profil
Re:Benarkah Abdurahman As-Sudays mendha'ifkan Hadits Shahih Bukhari?
« Jawab #14 pada: 23 Agustus 2012, 14:49:17 »
:)
mas,,mas,,,
soal matching tidak matching itu terpulang kepada sesiapa yang menterjemahkan,,,

anda memasukkan kata-kata "mengisyaratkan" ini pun belum bisa dipastikan kalau ianya memang qoul Imam Bukhari, saya sudah jelaskan sebelumnya sbb :

Ahahahaha, mas bro...mas bro.
Ente ini pegimane?
Yang ngomong dalam muqadimah itu adalah ibnu Shalih as-Sudais. So, tentu saja kagak ada qaul-nya imam Al-Bukhari di sana.
Si pengarang hanya mengatakan :
wajadtu al-imam al-bukhariy rahimahullah yusyiru ahyanan li thariqi.............ila akhir.
'...aku menemukan bahwa terkadang al-Imam al-Bukhari rahimahullah meng-isyaratkan kepada suatu jalur sanad...............sampai akhir'
Its mean, ia emang bukan sedang mengutip qaul imam al-Bukhari.

Sedangkan terjemahan ente sebelumnya :
Kutip
Ketika membaca Shahih Bukhari yang dikarang oleh Imam Bukhari Rahimahullah, kadang-kadang ditemukan pada jalannya, atau haditnya TIDAK SHAHIH, atau ia mengandungi irsal atau Inqhita.....

Ini jelas kagak matching, and maksudnya jadi lain.
Kecuali kalo bagi ente, nerjemahin sesuatu itu bisa suka2 aje.  :wataw:

Kutip
Di dalam Jami'nya tsb, Imam Bukhari secuilpun tidak ada mengatakan kalau hadit yang dinukilnya adalah Dha'if, namun memang ada beberapa komentar Al-Bukhari terkait beberapa hadit yang ia naqlkan, namun samasekali itu tidak menyentuh hadit yang menjadi penilaian Bukhari dalam Mentashih hadit utama dalam Jami'nya.

Emang kagak ada, and emang kagak ada yg ngomong seperti itu.
Bahkan si pengarang sendiri kagak ngomong seperti itu.
Malah yang ada adalah ente dan orang yang ente bela yang menganggap kalo ada yang sedang men-dha'ifkan shahih al-bukhari or menjatuhkan Shahih al-bukhari, padahal si pengarang alias ibnu shalih as-sudais secuilpun ga pernah bilang dha'if apalagi menjatuhkan shahih al-bukhari.
Piye tho mas bro?

Kalaulah gw adalah si pengarang, tentu gw bakalan bilang ama ente : 'Emang yang gw tulis itu apaan mas bro?'

Kutip
Terkadang Imam Bukhari memberikan satu Istimbath Hukum atas satu riwayat dengan memberikan riwayat yang menjadi pegangannya dan riwayat yang tidak menjadi pegangannya,, saya ambil contoh anda yah,,

كتاب الأذان باب (157) مكث الإمام في مصلاه بعد السلام
وقال لنا آدم: حدثنا شعبة عن أيوب عن نافع قال: كان ابن عمر يصلي في مكانه الذي صلى فيه الفريضة ، وفعله القاسم ، ويذكر عن أبي هريرة رفعه لا يتطوع الإمام في مكانه ولم يصح.


'Kitabul-Adzan bab 157 Berdiamnya imam di tempat shalatnya setelah salam

Dan Adam telah mengatakan kepada kami bahwa telah menceritakan Syu'bah kepada kami dari Ayub dari Nafi', ia mengatakan bahwa ibnu 'Umar r.a shalat di tempat yang sama yang ia pakai saat shalat fardhu. Dan al-Qasim juga melakukan yang seperti itu.

Dan telah disebutkan dari Abu Hurairah r.a secara marfu' bahwa janganlah imam itu shalat sunnah di tempatnya, namun ini tidak shahih.'
=============================

anda boleh lihat dengan baik, bahwa dalam hadit ini, Imam Bukhari telah mengeluarkan satu istimbath hukum dimana ianya telah meiriwayatkan hadit yang telah menjadi pegangannya bahwa :
Hadit yang menyatakan "Sahabat Nabi melakukan Shalat sunat setelah sholat fardhu ditempat yang sama dengan ketika ia sholat fardhu" adalah kuat

inilah riwayat yang telah diambil oleh Bukhari dalam jami'nya, sedangkan riwayat lain (muallaq) yang menyelisihi riwayat yang ia pegangi, tentu secara otomatis ia akan hukumkan kepada tidak kuat, yaitu riwayat Abu Hurairah..dan setelah di tilik lebih jauh, memang riwayat yang dikatakan "Tidak Sahih" oleh Imam Bukhari termaktub dalam Sunan Abi Dawud dan di hukumkan pula kepada Dha'if..daripada rawi yang bernama "Laits bin Abiy Salim"
dan ini tentu sudah maklum bagi sesiapa yang pernah menyentuh pelajaran Sahih Bukhari,,

yang Dha'if di situ bukanlah hadit yang diriwyatkan oleh Bukhari dalam jami'nya dan telah pula menjadi pegangannya, namun hadit lain yang tidak ia pegangi...

Nah, ente juga bisa baca sendiri kan??   :wataw:
Bahwa hadits yang dianggap tidak kuat itu bukanlah termasuk kepada Shahih al-Bukhari.
Yang beliau isyaratkan akan kelemahannya itu adalah riwayat lain nun jauh di sana dalam bab yang sama yang sama sekali bukan termasuk Shahih al-Bukhari.
Itu hanyalah sekedar ta'liq beliau, dan like i said, kalaulah seseorang pernah membaca kitab2 'ilat hadits, niscaya dia akan paham maksud dari imam al-Bukhari.

Lha ini tiba2 saja ada yang nuduh kalo ibnu Shalih sedang mendha'ifkan or menjatuhkan shahih al-bukhari?
Nyambungnya darimana tuh mas bro?  :toktok:

Kutip
hanya saja, ketika anda menolak kalau si pengarang tidak hendak menghukumkan hadit jami' shahih bukhari kepada Dha'if, maka boleh juga saya menyatakan bahwa si pengarang hendak menghukumkan hadit sahih jami' kepada Dha'if, ini kemudian berpulang kepada penelitian masing-masing..ya toh,,

Orang itu bebas2 aja mo ngomong apa saja, tapi kalo ngomongnya kagak jelas alasan or buktinya, mana bisa omongannya dianggap benar??
Even, gw juga bisa bilang sekarang, klo ente saat ini juga sedang mendha'if-kan Shahih al-Bukhari.
Apa ente terima omongan gw and ente setuju kalo omongan gw ini benar?

Kutip
apakah sipengarang tidak tau kedudukan hadit tsb (Nadzhar fi Isnad) adalah Sahih ?
kalau ia menganggap sahih untuk apa ia masukkan ke dalam karangannya ?

anda boleh lihat bagaimana penilaian Bukhari terhadap hadit yang diperkatakannya sebagai "Nadzhar fi Isnad" dimana hadit itu telah di syarah oleh Ibn Hajar dalam Fathl Bari nya..

soal sipengarang ada mengatakan atau tidak, tentu itu tidak mesti diberlakukan dengan sarih, samalah halnya ketika Imam Turmudzi mengatakan bahwa satu hadit itu adalah "Hasan Gharib" dimana sesetengah ulama menyatakan penghukuman Tumudzi di situ adalah ianya "Dha'if"
.

Emang si pengarang itu ngomong apa sih??   :o
Kagak satu huruf-pun dia ngomong kecuali cuma murni nukilin qaul-nya imam al-bukhari.

Or, gini aje.
Tegesin dulu oleh ente satu hal yg mendasarnya, biar kagak melenceng kemane-mane.
Apa riwayat yang dikatakan nazhar fi isnad itu termasuk Shahih al-Bukhari ato bukan?

« Edit Terakhir: 23 Agustus 2012, 14:55:46 oleh Wolverine »
Wa maa tasyaauuna illaa  ayyasyaa Allaah

 

myAgenda!
myQomunitas!
mySholat!
Jadwal Sholat
Jadikan juga info seperti jadwal sholat ini pada websites mu :
myPromo-Deal!
Pernak-Pernik
  • myQripik produk baru!
  • Jaket
  • Kaos
  • Kalender
  • Stiker

SatNet
IMODE | myQ wiki | Quran Flash | Android | ChitCh@t | Plug-in | Radio | FB myQ Group
(c) 1999-2013, myQuran
Refresh Your Life!
Powered by SMF 2.0.4 | SMF © 2006–2010, Simple Machines LLC
XHTML | RSS | WAP2 | Mobile
Halaman dibuat dalam 4.815 detik dengan 21 queri.