20 Juni 2013, 08:18:41
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email FaceBook Login -->
"myQ Pala"

myQuran - Komunitas Muslim Indonesia


myQ Selasar, sekilas info: Menghitung Hari Menuju SILAKBARNAS (Silaturrahim Akbar Nasional) - Pantai Depok, Jogja, 29-30 Juni | Selamat datang di myQuran, komunitas muslim indonesia..


Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah s.a.w bersabda: "Iman mempunyai lebih daripada enam puluh cabang. Ada pun malu adalah salah satu cabang iman." (Sahih Bukhari)

img_iklan_board/352783160.jpg

Penulis Topik: Apakah Api Neraka itu benar-benar ada ? : Mengkritisi konsep neraka Islam  (Dibaca 2095 kali)

Offline Angdit

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 925
  • Jenis kelamin: Pria
  • Be a better man, Be the best of you
    • Lihat Profil
    • Jejaring Muslim Indonesia
Menarik memang mencermati konsep surga dan neraka milik agama kita, Islam. Bila kita melakukan kebaikan maka akan dilipat gandakan minimal 10 kali dan maksimal bisa hingga 700 kali lipat (Q.S Al-Baqarah : 261). Ini berimplikasi pada surga yang akan kita huni kelak. Bila umur kita 60 tahun maka di dunia akherat sana kita akan berumur 6000 tahun atau mungkin hingga 42000 tahun. Wow… kekal abadi bukan !

Tapi demikian juga sebaliknya, bila kita melakukan perbuatan jahat maka kita akan disiksa beberapa kali lipatnya. Bila kita berzina maka kita akan dirajam hingga mati atau akan dicemeti sekian puluh hingga ratus kali. Dan bila kita membunuh orang maka kita akan diqishosh dibunuh kembali. Pertanyaannya ialah berapa kali lipatkah siksaan yang akan kita dapatkan di dunia bila dibandingkan dengan kelipatan perbuatan baik yang kita lakukan ? Apakah dirajam hingga mati atau dicemeti itu berarti sama dengan dosa kejahatan 10 kali lipat ? Menurut saya, hal ini setara dan ini tentu saja akan berlaku dengan hukuman-hukuman dosa perbuatan yang lainnya. Namun yang paling parah pelipatgandaannya ialah  dosa karena berbuat zina.

Pertanyaan yang menarik yang bisa kita ajukan ialah… bila mereka semua lolos di dunia akankah mereka pelaku kejahatan akan di hukum di neraka ? Meski saya baru sedikit membaca hadits, tapi dari cerita-cerita di madrasah yang pernah saya dengar dari ustadz dulu, amalan kejahatan mereka akan ditimbang. Dan mereka tetap akan mendapatkan siksaan. Yang menarik ialah : apakah mereka akan di neraka selamanya (kekal) ? Padahal mereka hanya berzina 1 kali atau dua kali atau bahkan pelacur yang hanya puluhan dan ratusan kali bukan tidak berhingga kali (unlimited = kekal).  Mmm…. Saya kira mereka hanya akan berada di neraka selama 1 abad. Anggap saja 1 tahun ialah satu kali mereka di cemeti atau dirajam. Bila mereka melakukan 100 kali zina maka mereka berada di neraka selama 100 tahun, 1 kali hukuman pertahunnya. Tapi… bukankah neraka itu ialah berupa api yang menyala-nyala ? Bukankah semua hukuman fisik cemeti dan rajam akan dikonversi menjadi api neraka…?

Inilah pertanyaan yang saya ungkap pada judul atas sekaligus renungan menarik yang perlu kita cermati bersama. Petunjuknya ialah : Apakah teman-teman sanggup dibakar di seluruh tubuh selama 5 menit ? Padahal di tempel pada bagian tangan saja dengan setrika panas selama 5 detik saja sudah naudzubillahi min dzalik (saya pernah walau cuma dua detik  terkena besi kuali yang panas, jari sakit hingga melepuh kepanasan !). Berapa kali lipatkah hukuman di api neraka itu bila memang dikonversi semua jadi api? 10, 100 atau 700 kali lipat ? Atau bila tidak dikonversi menjadi api neraka akankah hukuman mereka ialah hukuman Islam  di  dunia yang dipindahkan ke akhirat, Dirajam dan dicemeti kembali ? Pertanyaan ketiga ialah apakah mereka akan selamanya di neraka bila mereka tidak kuat dihukum padahal 5 menit saja sudah… sangat-sangat kesakitan…?

Bagaimanakah menurut teman-teman MyQers semua terhadap 3 pertanyaan di atas? Ditunggu pendapatnya !
« Edit Terakhir: 24 Juli 2012, 03:46:45 oleh Angdit »
Solidarity Forever. Organisasi Dakwah Islam boleh beda, ukhuwah tetap terjaga! www.ruangmuslim.com

space dicadangkan (0)

Offline filsufsufi

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.901
    • Lihat Profil
Bole gak ya di jawab pake pertanyaan dulu...

Kutip

Tapi demikian juga sebaliknya, bila kita melakukan perbuatan jahat maka kita akan disiksa beberapa kali lipatnya.
Bila kita berzina maka kita akan dirajam hingga mati atau akan dicemeti sekian puluh hingga ratus kali. Dan bila kita membunuh orang maka kita akan diqishosh dibunuh kembali. Pertanyaannya ialah berapa kali lipatkah siksaan yang akan kita dapatkan di dunia bila dibandingkan dengan kelipatan perbuatan baik yang kita lakukan ? Apakah dirajam hingga mati atau dicemeti itu berarti sama dengan dosa kejahatan 10 kali lipat ? Menurut saya, hal ini setara dan ini tentu saja akan berlaku dengan hukuman-hukuman dosa perbuatan yang lainnya. Namun yang paling parah pelipatgandaannya ialah  dosa karena berbuat zina.
Paragraf ini sapa yg bilang? maksudnya dalilnya mana? yang saya tahu gak ada balasan siksa berlipat ganda deh, klo kebaikan ada 1: 10, tapi klo kejahatan cuma 1:1


Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tulisan: 14.242
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
Berbicara tentang syurga dan neraka adalah pembicaraan tentang sesuatu yang ghaib, dan tidak bisa didapatkan kecuali dengan dalil syar'i. Bukan pendapat myQers.
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline filsufsufi

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.901
    • Lihat Profil
Berbicara tentang syurga dan neraka adalah pembicaraan tentang sesuatu yang ghaib, dan tidak bisa didapatkan kecuali dengan dalil syar'i. Bukan pendapat myQers.
Hadits :

إِذَا أَحْسَنَ أَحَدُكُمْ إِسْلَامَهُ فَكُلُّ حَسَنَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ لَهُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ وَكُلُّ سَيِّئَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ لَهُ بِمِثْلِهَا

“Apabila salah seorang dari kamu sekalian membaguskan keislamannya maka pada setiap kebaikan yang dia perbuat akan dilipat gandakan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat, sedangkan kejahatan yang dia perbuat akan dibalas sepadan dengan kejahatannya”.

bisa juga buka ini (shahih Muslim no 185): http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/kitab_open.php?imam=muslim&nohdt=185&page=8

Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi' telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari Hisyam bin Munabbih dia berkata, "Inilah sesuatu yang diceritakan kepada kami oleh Abu Hurairah dari Muhammad, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Lalu dia menyebutkan hadits-hadits darinya, dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah berfirman: 'Apabila hamba-Ku berkeinginan untuk mengerjakan kebaikan maka Aku menulisnya sebagai satu kebaikan selama dia belum melakukannya, maka jika dia melakukannya maka Aku menuliskannya sebagai sepuluh kebaikan. Dan apabila dia berkeinginan untuk kejelekan maka Aku akan mengampuninya selama dia belum melakukannya, namun jika dia mengamalkannya maka Aku menuliskannya sebagai satu kejelekan -dan Dia lebih mengetahuinya- seraya Dia berfirman, 'Kalian awasilah dia. Jika dia mengerjakan kejelekan maka kalian tulisnya dengan semisalnya, dan apabila dia meninggalkannya maka tulislah untuknya satu kebaikan. Karena dia meninggalkannya karena Aku'." Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian memperbagus Islamnya maka setiap kebaikan yang dia kerjakan akan dicatat sepuluh semisalnya hingga tujuh ratus kali lipat. Dan setiap kejelekan yang dia kerjakan niscaya dicatat dengan semisalnya hingga dia menemui Allah."

               و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ قَالَ هَذَا مَا حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ
عَنْ مُحَمَّدٍ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ أَحَادِيثَ مِنْهَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا تَحَدَّثَ عَبْدِي بِأَنْ يَعْمَلَ حَسَنَةً فَأَنَا أَكْتُبُهَا لَهُ حَسَنَةً مَا لَمْ يَعْمَلْ فَإِذَا عَمِلَهَا فَأَنَا أَكْتُبُهَا بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا وَإِذَا تَحَدَّثَ بِأَنْ يَعْمَلَ سَيِّئَةً فَأَنَا أَغْفِرُهَا لَهُ مَا لَمْ يَعْمَلْهَا فَإِذَا عَمِلَهَا فَأَنَا أَكْتُبُهَا لَهُ بِمِثْلِهَا وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ الْمَلَائِكَةُ رَبِّ ذَاكَ عَبْدُكَ يُرِيدُ أَنْ يَعْمَلَ سَيِّئَةً وَهُوَ أَبْصَرُ بِهِ فَقَالَ ارْقُبُوهُ فَإِنْ عَمِلَهَا فَاكْتُبُوهَا لَهُ بِمِثْلِهَا وَإِنْ تَرَكَهَا فَاكْتُبُوهَا لَهُ حَسَنَةً إِنَّمَا تَرَكَهَا مِنْ جَرَّايَ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَحْسَنَ أَحَدُكُمْ إِسْلَامَهُ فَكُلُّ حَسَنَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ وَكُلُّ سَيِّئَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ بِمِثْلِهَا حَتَّى يَلْقَى اللَّهَ

Offline filsufsufi

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.901
    • Lihat Profil
Berbicara tentang syurga dan neraka adalah pembicaraan tentang sesuatu yang ghaib, dan tidak bisa didapatkan kecuali dengan dalil syar'i. Bukan pendapat myQers.
Itu tuh dalilnya klo kebaikan ada 1: 10, tapi klo kejahatan cuma 1:1

Tambahan : http://haditsrasul.blogspot.com/2010/04/shahih-bukhari-hadits-no-40.html

Shahih Bukhari - Hadits No. 40
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَحْسَنَ أَحَدُكُمْ إِسْلَامَهُ فَكُلُّ حَسَنَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ لَهُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ وَكُلُّ سَيِّئَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ لَهُ بِمِثْلِهَا

40. Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Manshur berkata, telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq berkata, telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari Hamam bin Munabbih dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila seorang dari kalian memperbaiki keIslamannya maka dari setiap kebaikan akan ditulis baginya sepuluh (kebaikan) yang serupa hingga tujuh ratus tingkatan, dan setiap satu kejelekan yang dikerjakan akan ditulis satu kejelekan saja yang serupa dengannya".
« Edit Terakhir: 24 Juli 2012, 12:41:14 oleh filsufsufi »

Offline Angdit

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 925
  • Jenis kelamin: Pria
  • Be a better man, Be the best of you
    • Lihat Profil
    • Jejaring Muslim Indonesia
Itu tuh dalilnya klo kebaikan ada 1: 10, tapi klo kejahatan cuma 1:1


Saya juga inginnya seperti ini, Allah Maha Penyayang dan Maha Pemurah. Tapi menurut cerita yang saya dengar... orang-orang munafik itu kekal selamanya di kerak neraka. Padahal umur mereka kan cuma 60 tahunan.

Lagi pula hukuman untuk dosa Zina itu berlipat-lipat lho... Seandainya tinggal di dor langsung seperti hukum membunuh orang maka selesailah perkara. Tapi mengapa mereka harus disiksa ditimpuk batu dan di cambuk/cemeti berulang kali terlebih dahulu ? Bukankah itu ialah siksaan untuk mereka ? Apakah Mas pernah di ketapel kepalanya dan di pukul dengan kayu rotan berulang kali ? Aw... sakit sekali bukan daripada langsung di dor di kepala langsung/jantung yang hanya 1 kali tumbukan saja !

atau jangan2 Mas ini ingin berkata bahwa satu set hukuman (misal dicambuk 100 X) ialah bernilai sama dengan satu kali kejahatan ? Sehingga dikatakan bahwa "kejahatan yang dia perbuat akan dibalas sepadan dengan kejahatannya”.
Berarti kalau di dor mati itu hanya sepersekian kalinya dari angka satu donk ?
« Edit Terakhir: 24 Juli 2012, 16:58:51 oleh Angdit »
Solidarity Forever. Organisasi Dakwah Islam boleh beda, ukhuwah tetap terjaga! www.ruangmuslim.com

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tulisan: 14.242
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
Saya juga inginnya seperti ini, Allah Maha Penyayang dan Maha Pemurah. Tapi menurut cerita yang saya dengar... orang-orang munafik itu kekal selamanya di kerak neraka. Padahal umur mereka kan cuma 60 tahunan.

Lagi pula hukuman untuk dosa Zina itu berlipat-lipat lho... Seandainya tinggal di dor langsung seperti hukum membunuh orang maka selesailah perkara. Tapi mengapa mereka harus disiksa ditimpuk batu dan di cambuk/cemeti berulang kali terlebih dahulu ? Bukankah itu ialah siksaan untuk mereka ? Apakah Mas pernah di ketapel kepalanya dan di pukul dengan kayu rotan berulang kali ? Aw... sakit sekali bukan daripada langsung di dor di kepala langsung/jantung yang hanya 1 kali tumbukan saja !

atau jangan2 Mas ini ingin berkata bahwa satu set hukuman (misal dicambuk 100 X) ialah bernilai sama dengan satu kali kejahatan ? Sehingga dikatakan bahwa "kejahatan yang dia perbuat akan dibalas sepadan dengan kejahatannya”.
Berarti kalau di dor mati itu hanya sepersekian kalinya dari angka satu donk ?

Pertanyaan ini akan sama dengan, kenapa koruptor harus dipenjarakan?
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline Saga Octadamailah

  • myQ Perambah
  • *
  • Tulisan: 244
  • Jenis kelamin: Pria
  • Mulia Dengan Manhaj Salaf
    • Lihat Profil
Apakah Api Neraka itu benar-benar ada ?
Judulnya kog nggak tepat ya. Apalagi diucapkan oleh seorang muslim. Mesti ada yg salah dengan aqidahnya :toktok:
Intinya, Allah lah yang berkuasa atas segala sesuatu. Bukan hak kita untuk membahas siksaan kita dihari pembalasan kelak. Apapun keputusan-Nya, kita harus terima.

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. QS An-Nisaa 48

Adapun seorang muslim, semua keputusan ada di tangan Allah. Apabila dimaafkan, maka itu merupakan suatu kemenangan yang besar. Dan kita harus yakin bahwa semua umat muslim yg menjalankan kewajiban sbg seorang muslim (rukun islam), akan dimasukkan ke dalam jannah, walaupun mungkin harus mampir ke neraka dahulu untuk disucikan.

Adapun orang-orang kafir, maka sudah pasti
Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?" Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat. QS Al-Kahfi 103-105
"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka." (At-Taubah:111)

Offline Angdit

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 925
  • Jenis kelamin: Pria
  • Be a better man, Be the best of you
    • Lihat Profil
    • Jejaring Muslim Indonesia
Apakah Api Neraka itu benar-benar ada ?
Judulnya kog nggak tepat ya. Apalagi diucapkan oleh seorang muslim. Mesti ada yg salah dengan aqidahnya :toktok:

:) Saya tidak mengatakan bahwa api neraka itu tidak ada, saya hanya skeptis/ragu/seram jika neraka dalam wujud api yang menyala-nyala itu benar ada. Sama seperti ketika saya membaca orang-orang yang meninggal akibat terbakar karena bencana alam atau rumahnya terbakar, saya menjadi semakin ragu...

Kok Allah begitu kejam yah dalam mematikan seseorang... ?! * Coba antum sengajakan diri antum, celupkan satu jari antum ke dalam air panas yang mendidih bersuhu kurang lebih 100 derajat ! Niscaya antum tidak akan kuat bertahan walau selama 5 detik pun ! Ini akan sama panasnya dengan membakar jari antum dengan api yang menyala2 (tangan antum dioleskan alkohol dulu) selama beberapa detik. Rasanya akan sangat-sangat-sangat menyakitkan...

Saya hanya ingin mengatakan bahwa mungkin: sepertinya orang-orang yang terbakar akibat kecelakaan kebakaran itu diselamatkan oleh Allah, sebagaimana surat An-Naziat ayat 2 : "Demi malaikat yang mencabut nyawa dengan lemah lembut". Saya berharap demikian... (saya masih shock dan tidak percaya bahwa ada orang yang meninggal karena terbakar !!)

* Padahal kalau antum baca hadits : Allah mengampuni orang yang membunuh orang lain walau itu berjumlah 99 orang sekali pun ! Selama ia bertobat. Dalam hal ini Allah berlaku Maha Pemurah ! Paradoks/Kontradiktif dengan perlakuan Allah membakar manusia dengan api neraka dan mematikan orang dengan kecelakaan kebakaran yang sangat pedih dan menyakitkan ! 
« Edit Terakhir: 24 Juli 2012, 21:37:27 oleh Angdit »
Solidarity Forever. Organisasi Dakwah Islam boleh beda, ukhuwah tetap terjaga! www.ruangmuslim.com

Offline filsufsufi

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.901
    • Lihat Profil
Kutip
Apakah Api Neraka itu benar-benar ada ? : Mengkritisi konsep neraka Islam

Benar ADA nya; menurut Naql dan Aql, jadi apanya yang di kritisi?

kayaknya bukan kritisi, tapi maunya kamu tuh neraka gak ada, iya kan?

coba berfikir sebaliknya, klo neraka gak ada lalu apa hukuman bagi orang yg bebas dari pengadilan dunia, misal presiden koruptor yg kebal hukum sampai akhir hayatnya? enak banget donk...hidup jadi Raja..harta berlimpah tujuh turunan..mati gak ada neraka...qeqeqe..berarti gak ada pengadilan akhirat juga donk mau kamu ya neng?

Offline Angdit

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 925
  • Jenis kelamin: Pria
  • Be a better man, Be the best of you
    • Lihat Profil
    • Jejaring Muslim Indonesia
Benar ADA nya; menurut Naql dan Aql, jadi apanya yang di kritisi?

kayaknya bukan kritisi, tapi maunya kamu tuh neraka gak ada, iya kan?

coba berfikir sebaliknya, klo neraka gak ada lalu apa hukuman bagi orang yg bebas dari pengadilan dunia, misal presiden koruptor yg kebal hukum sampai akhir hayatnya? enak banget donk...hidup jadi Raja..harta berlimpah tujuh turunan..mati gak ada neraka...qeqeqe..berarti gak ada pengadilan akhirat juga donk mau kamu ya neng?

Memang ada tapi konsepnya bukan api yang menyala2. Kalaupun api yang menyala ada, itu pun hanya sebentar sekali tidak selamanya. Lho... orang yang membunuh 99 orang saja diampuni oleh Allah dan langsung dihisab serta akan masuk surga, kalau yang cuma koruptor doank mah... sepertinya lebih mudah !
Solidarity Forever. Organisasi Dakwah Islam boleh beda, ukhuwah tetap terjaga! www.ruangmuslim.com

Offline filsufsufi

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.901
    • Lihat Profil
Memang ada tapi konsepnya bukan api yang menyala2. Kalaupun api yang menyala ada, itu pun hanya sebentar sekali tidak selamanya. Lho... orang yang membunuh 99 orang saja diampuni oleh Allah dan langsung dihisab serta akan masuk surga, kalau yang cuma koruptor doank mah... sepertinya lebih mudah !
JAdi mau kamu apa klo bukan api? di kelitikin aj? atau mau menentang ayat api neraka? mau sebentar or lama itukan Hak yang punya negeri Akhirat donk...koq kamu yang ngatur?! hehe

Lebih baik kamu belajar tentang ke-ADIL-an Allah, daripada protes cuma lewat otak segenggam mu itu

Waduh... kalo saya sampat pushup dan lompat harimau mas ! ga dikelitikin :) ! Kalaupun Allah adil seharusnya manusia hanya hidup di surga setara dengan umurnya. Ternyata malah dilipatgandakan 10 hingga 700 kali lipat. Pun seharusnya juga demikian terhadap neraka jika Allah benar-benar berlaku adil. Kata antum kan kalau di neraka hanya di balas yang setara dengannya !
« Edit Terakhir: 25 Juli 2012, 04:14:14 oleh Angdit »

Offline Angdit

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 925
  • Jenis kelamin: Pria
  • Be a better man, Be the best of you
    • Lihat Profil
    • Jejaring Muslim Indonesia
JAdi mau kamu apa klo bukan api? di kelitikin aj? atau mau menentang ayat api neraka? mau sebentar or lama itukan Hak yang punya negeri Akhirat donk...koq kamu yang ngatur?! hehe

Lebih baik kamu belajar tentang ke-ADIL-an Allah, daripada protes cuma lewat otak segenggam mu itu

Waduh... kalo saya sampat pushup dan lompat harimau mas ! ga dikelitikin :) ! Kalaupun Allah adil seharusnya manusia hanya hidup di surga setara dengan umurnya. Ternyata malah dilipatgandakan 10 hingga 700 kali lipat. Pun seharusnya juga demikian terhadap neraka jika Allah benar-benar berlaku adil. Kata antum kan kalau di neraka hanya di balas yang setara dengannya !


Solidarity Forever. Organisasi Dakwah Islam boleh beda, ukhuwah tetap terjaga! www.ruangmuslim.com

Offline filsufsufi

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.901
    • Lihat Profil
Waduh... kalo saya sampat pushup dan lompat harimau mas ! ga dikelitikin :) ! Kalaupun Allah adil seharusnya manusia hanya hidup di surga setara dengan umurnya. Ternyata malah dilipatgandakan 10 hingga 700 kali lipat. Pun seharusnya juga demikian terhadap neraka jika Allah benar-benar berlaku adil. Kata antum kan kalau di neraka hanya di balas yang setara dengannya !



Dari kalimat mu ini jelas kamu belum belajar banyak tentang makna ADIL, apalagi mau menilai ke-ADIl-an ALLAH

bagimu adil itu cuma 'setara' = sama rata, ya gak gitu lah...

1 dibalas 10 itu hadiah...masa gak bole terima hadiah...klo gitu kamu gak usah terima THR aj...hehehe bonus tambahan terserah yang ngasih donk...masa di tolak

Offline malakmalakmal

  • myQ Junior
  • *
  • Tulisan: 50
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • Bermain Bersama Akmal
Ada banyak lompatan logika yg terjadi di sini. Pertama, antum meragukan keadilan syariat (tentu saja yg dimaksud syariat adalah hukum Allah di muka bumi, dlm hal ini adalah hukum hudud), misalnya hukum rajam utk para pelaku zina. Bagi pelaku zina yg sudah menikah, hukumannya memang dirajam sampai mati. Di sini, antum mempertanyakan mengapa zina yg cuma sekali kok hukumannya sadis, sampai dirajam berkali-kali, bahkan sampai mati. Pertanyaannya, apa dasar antum mengatakan bahwa hukuman ini terlalu sadis? Memang kuantitas "hanya 1 kali" itu kelihatannya sepele, tapi coba lihat dunia masa kini, betapa dahsyatnya bahaya yg dihasilkan oleh sebuah perzinaan. Perzinaan, seperti kemaksiatan2 lainnya, juga menular. Zina sangat berbahaya, karena ia menyentuh syahwat manusia yg sangat sulit dibendung jika sudah bangkit. Jadi, hukuman rajam yg kelihatannya sadis bukan hanya utk menghukum pribadi pelakunya, tapi juga dlm rangka mencegah merebaknya kemaksiatan serupa di tengah-tengah masyarakat. Selain itu, pelaku zina juga menginspirasi org lain, dan inspirator dosa -- sebagaimana inspirator perbuatan baik -- akan menerima ganjaran dari pelaku berikutnya juga.

Bayangkan jika si A berzina, kemudian perzinaannya itu menginspirasi si B, C, D ....dst sampai Z (misalnya karena perzinaannya itu direkam dan disebarluaskan). Artinya, si A mendapat dosa dari B, C, D dst juga. Kalau pakai matematika demikian, maka hukum rajam masih lebih ringan daripada harus menanggung dosa zina sekian banyak orang kelak di akhirat. Kalau hukum hudud sudah ditunaikan, maka taubat sudah diterima, dan tdk akan ada masalah lagi di akhirat. Enak kan? Selain itu, 'inspirasi' diselesaikan dgn 'inspirasi' pula. Jika sebelumnya si A menginspirasi orang banyak utk berzina, maka solusinya si A harus pula menginspirasi org banyak utk menjauhi zina, yaitu dgn hukuman rajam. Diharapkan, dgn hukuman rajam tsb, si B, C, D dst akan terinspirasi jg utk bertaubat.

Kesalahan logika kedua adalah dgn memperbandingkan umur di dunia dan di akhirat. Sebagai contoh, orang kafir yg hidup 60 tahunan kok dihukum kekal di neraka? Apakah ini adil? Ya, jelas adil, sebab ganjaran utk orang2 yg beriman pun berlipat ganda. Hidup 60 tahunan juga, ganjarannya kekal juga, tapi di surga.

Kita tidak semestinya berhenti pada perbandingan kuantitas antara '60 tahun' dan 'selamanya' itu. Coba pertimbangkan kenyataan bahwa selama hidup kita selalu menerima rahmat Allah, bahkan tak ada satu pun kebaikan yg kita terima yg tdk berasal dari Allah. Tapi selama bertahun2 kita hidup, ternyata masih kafir juga kepada Allah. Kondisi ini tdk sama seperti kita berhutang pada bank. Kalau mau bikin usaha, kita pinjam modal ke bank. Tapi usahanya adalah jerih payah kita sendiri, strategi pemasarannya adalah buah akal kita sendiri, koneksi usaha kita buat sendiri; bank hanya meminjamkan modal. Tapi dlm kaitannya dgn Allah, maka modal usaha adalah pemberian Allah, tangan2 kita yg bekerja jg pemberian Allah, waktu hidup kita dari Allah, akal kita dari Allah, lingkungan yg kondusif juga dari Allah. Karena itu, betapa biadabnya manusia yg kufur kepada Allah.

Sebenarnya, tdk ada alasan utk mengatakan bahwa ada org2 yg tdk mengenal Tuhan. Kalau mau serius berpikir, pasti kita akan menyadari bahwa banyak variabel hidup yg tdk kita pahami dan berada di luar kendali kita. Kalau tdk serius memikirkannya, maka jadilah kita org sombong yg merasa semua prestasi adalah milik kita semata. Selain itu, Prof. Malik Badri, seorang ahli psikologi Islam ternama, juga pernah menjelaskan hasil penelitiannya bahwa tdk ada orang yang hidup sampai usia 9 tahun namun tak pernah memikirkan Tuhan, meskipun ortunya ateis. Jadi, tdk ada alasan utk mengatakan bahwa seseorang bisa jadi tdk pernah mengenal Tuhan. Kalau ada yg seperti itu, tandanya ia malas berpikir.

Kalau mau di-matematika-kan lagi juga bisa. Bayangkan orang hidup 60 tahun lamanya di dunia, sepanjang hidupnya ia kafir. Pastilah kekafirannya itu menginspirasi banyak orang, dan pastilah banyak perbuatan2 buruk yg ia lakukan dan menginspirasi banyak orang. Kalau semua perbuatan maksiat itu dihitung, ditambah dgn perbuatan2 maksiat org2 lain yg tersinpirasi dengannya, apakah hasilnya adalah hukuman 60 tahun juga di neraka? Atau berlipat ganda? Saya rasa, kalau Allah menetapkan hukuman 60 tahun, justru itulah yg tidak adil. Karena Allah Maha Adil, maka hukumannya pun mesti berlipat ganda. Hanya saja, antum tdk tahu berapa kali lipat hukumannya harus dilipatgandakan. Allah-lah Yang Maha Tahu.

Ya Allah, aku bersaksi bahwa Engkau-lah Yang Maha Adil...
"Jika sudah tidak lagi merasa malu, maka perbuatlah semaumu." (Muhammad saw.)

 

myAgenda!
myQomunitas!
mySholat!
Jadwal Sholat
Jadikan juga info seperti jadwal sholat ini pada websites mu :
myPromo-Deal!
Pernak-Pernik
  • myQripik produk baru!
  • Jaket
  • Kaos
  • Kalender
  • Stiker

SatNet
IMODE | myQ wiki | Quran Flash | Android | ChitCh@t | Plug-in | Radio | FB myQ Group
(c) 1999-2013, myQuran
Refresh Your Life!
Powered by SMF 2.0.4 | SMF © 2006–2010, Simple Machines LLC
XHTML | RSS | WAP2 | Mobile
Halaman dibuat dalam 2.482 detik dengan 22 queri.