semoga apa yang luput digantikan dengan yang jauh lebih baik oleh Sang Maha Rahiim
*aamiin
1. Cara bangkit dari kesedihan,
ikhlaskan aja, yang menjadi rizqi kita tentu akan sampai ketangan kita, bagaimanapun caranya, berapapun penghalangnya dan sesulit apapun rintangannya. Rizqi kita, salah satunya berupa keturunan, kalau memang sudah saatnya akan datang.
Insya Allah
Saya sendiri menyamakan rizqi keturunan itu dengan rizqi suami, unpredictable. Sudah memiliki alur cerita yang amat sangat indah, dan keindahan itu hanya dapat dimengerti untuk mereka yang memasrahkan ibadah dan mengibadahkan pasrah

(sounds so yusuf mansyur ya

)
Jangan merasa bersalah, apa yang terjadi itu sudah diatur seperti itu, karena itu yang terbaik. Keguguran juga bukan berarti si ibu nggak amanah. Sama seperti seorang suami/istri yang kehilangan pasangannya, bukan berarti mereka nggak amanah menjaga pasangannya dalam kebaikan, tapi memang sudah skenarionya seperti itu.
Anggap ini latihan untuk kemudian menjadi lebih tegar sebagai seorang ibu.
Ketika kita sudah menjadi seorang ibu, semarah apapun saat itu, kita harus tetap memberi sentuhan yang lembut penuh cinta. Sesedih apapun kita saat itu, kita harus tetap tertawa ketika sang mujadiid kecil menunjukkan atraksinya untuk apresiasi singkat tak ternilai sang ibu.
Sesakit apapun rasa serta raga, pelukan kita harus tetap jadi sarang paling nyaman untuk para jundullah kecil itu
Karena itulah mereka memanggil kita mommy, bunda, ummi, atau apapun bunyinya ....
dan karena itu juga, kita 3x lebih berhak atas mereka dibanding para daddy

* jadi berkaca-kaca sendiri

2. Kapan bisa hamil lagi
Tergantung sebab terjadinya abortus tersebut ya. Kalau karena tokso, ya diobati dulu toksonya baru bisa aman untuk hamil lagi. Kalau abortus spontan tanpa penyebab yang pasti, biasanya bisa langsung isi lagi kok. Baiknya pantang dulu sampai mendapat haid pertama setelah masa nifas supaya luka dalam rahim akibat abortus dan kuretase bisa benar-benar pulih.
yang sabar ya jeng, keep positive
Allah kan menuruti sangkaan hambaNYA
