Pesantren Virtual > Artikel
renungan malam jum'at.. part. II
(1/1)
theodore (06 Juli 2012, 04:31:36):
Akhir-akhir ini saya sering merenungkan tentang masalah yg lazim di sekitar kita, yaitu "perbedaan". Mengapa kita diciptakan dalam "perbedaan"? Terkadang tanpa kita sadari perbedaan itu bisa berujung kepada pertikaian atau bahkan peperangan, nauzubillah. Mengapa Tuhan menciptakan kita dalam perbedaan? Apakah Tuhan juga menghendaki kita untuk saling bertikai? Atau mungkin Tuhan menciptakan kita memang untuk berperang menumpahkan darah satu sama lain? :)
Ayyuhal ikhwan! Rekan-rekan, handai taulan! :)
Pada kenyataanya Tuhan memang telah menciptakan kita dalam perbedaan. Ada kaya, ada miskin, ada kuat, ada lemah, ada cantik, ada yg keriting, ada yg mancung. Karena memang fitrah manusia itu diciptakan berbeda-beda, berbeda warna kulit, postur tubuh, kepala, bahkan apa yg ada dalam kepala manusia itu juga kadang tak sama, wal hasil Tuhan juga menciptakan perbedaan masing-masing manusia dalam pemahaman tentang sesuatu, pemikiran, tata krama, kultur yg berbeda, budaya yg berbeda, atau bahkan perbedaan keyakinan masing-masing manusia tentang Tuhan itu sendiri :) marilah kita membuka mata! Lihatlah pada kenyataan! Kita memang diciptakan dalam "perbedaan". Tapi apakah dengan adanya perbedaan yg Tuhan ciptakan, menandakan Tuhan itu juga ridho kepada pertikaian, atau mungkin peperangan? Marilah sama-sama kita renungkan kembali! :)
Dahulu kala, konon para malaikat itu juga protes kepada Tuhan, ketika Tuhan akan menciptakan manusia di muka bumi. :D ingatlah bagaimana malaikat itu protes kepada Tuhan. Malaikat pun bisa protes, dalam protesnya malaikat berkata "apakah Engkau akan menciptakan manusia yg akan berbuat kerusakan dan menumpahkan darah di muka bumi?". Konon protes malaikat itu disebabkan karena adanya informasi dari sebagian malaikat yg katanya pernah "ngintip" lauhil mahfudz yg memberitakan tentang kerusakan manusia dan peperangan antar manusia di muka bumi. Tapi jawab Allah SWT kpd para malaikat "sesungguhnya aku mengetahui apa yg kamu tidak ketahui".
Sekarang marilah kita lanjutkan renungan kita!
Let us to begin of our tafakur :D
Mungkin juga akan terbesit pertanyaan dalam sanubari kita sbb:
Kenapa sih Tuhan tidak menjadikan kita seragam semuanya dalam KETAATAN?
Apakah Tuhan tidak mampu menjadikan kita semuanya seragam sebagai satu kesatuan?
Apakah Tuhan tidak mampu menjadikan kita semuanya seragam sebagai hamba-hamba Allah yg taat?
Ah, saya pikir mudah saja bagi Allah menjadikan manusia semuanya taat kepada Allah SWT.
Karena Allah telah menciptakan malaikat itu semuanya taat kepada Allah. Adalah sebuah perkara yg sangat sangat mudah bagi Allah.
Tapi ingatlah ayyuhal ikhwan!
Allah memang menciptakan malaikat itu sebagai suatu kesatuan dalam keseragaman.
Allah menciptakan manusia sebagai suatu kesatuan, tapi dari sisi yg berbeda. :)
Allah menciptakan manusia sebagai suatu kesatuan dalam keberagaman :)
Begitulah tepatnya kira2!
Karena kenyataan memang berkata begitu :) karena tidak bertentangan dengan akal fikiran kita yg memungkinkan untuk terjadi dua hal. Pertama Tuhan menjadikan kita secara sama. Dan yg kedua Tuhan menciptakan kita secara berbeda. Tapi Tuhan memilih yg kedua sebab pilihan yg kedua adalah yg paling mungkin untuk manusia, karena Tuhan menciptakan fitrah dalam diri manusia untuk saling mencintai, Tuhan menciptakan fitrah dalam diri manusia memiliki rasa gelisah, gelisah hidup sendiri, gelisah ingin memiliki, gelisah merindukan rumah, gelisah karena berbuat salah, atau gelisah apapun yg dapat kita baca dari diri kita sendiri. :) marilah kita membaca diri!
Oleh karena fitrah itulah maka Allah ciptakan manusia dalam ihwal berada-beda.
Mustahil Allah menciptakan semua manusia dalam keadaan kaya, tapi disertai fitrah dalam diri manusia yg memiliki rasa iba dan belas kasihan kepada si miskin.
Mustahil Allah menciptakan semua manusia dalam keadaan sejahtera, tapi disertai fitrah manusia yg memiliki rasa sosial dan tolong menolong.
Mustahil Allah menciptakan manusia semuanya dalam keadaan taat, tapi disertai fitrah manusia yg menyesal karena berbuat kesalahan dan maksiat.
Mustahil Allah menciptakan semua manusia dalam keadaan kuat, tapi disertai fitrah manusia yg cenderung untuk menolong yg lemah.
Mustahil Allah menciptakan semua manusia berada pada jalan yg benar, tapi disertai fitrah manusia yg hatinya gemar mencari-cari apakah itu kebenaran.
Itulah manusia!
Sebuah kesatuan dalam keberagaman :)
Yg lemah butuh kpd yg kuat. Yg kuat butuh kepada yg lemah. Yg kaya butuh kepada yg miskin begitu pula sebaliknya. Orang jerman diciptakan berbeda dengan orang indonesia supaya saling mengenal. Orang islam butuh kepada orang orang kristen dan sebaliknya agar mereka saling mengenal dan mendalami sedalam-dalamnya terhadap agama yg mereka yakini :) oh beginilah agamaku, oh begitulah agamamu, semakin aku bertambah yakin dengan agamaku, puji Tuhan karena menjadikan kita berbeda.karena kita bisa saling mengenal, saling menghormati, saling memahami sesama makhluk Tuhan, dan pada akhirnya kita bisa menemukan titik temu dari semua perbedaan kita.
Yah, titik temu!
Itulah hikmah dari perbedaan!
Orang yg memahami arti kesatuan dalam keberagaman, pastilah akan mencari titik temu dari segala perbedaan. Bukan dengan menambah jarak dalam perbedaan yg berujung pertikaian dan pertumpahan darah. Karena hal tersebut adalah sesuatu yg tidak diridhoi oleh Tuhan. Malaikat saja tidak suka, apalagi Tuhan :)
Mudah2an bisa difahami, sekian dan terima kasih.
#copas dari Achmad Zahidi
Navigasi
[0] Indeks Pesan
Ke versi lengkap