19 Juni 2013, 13:22:15
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email FaceBook Login -->
"myQ Pala"

myQuran - Komunitas Muslim Indonesia


myQ Selasar, sekilas info: Menghitung Hari Menuju SILAKBARNAS (Silaturrahim Akbar Nasional) - Pantai Depok, Jogja, 29-30 Juni | Selamat datang di myQuran, komunitas muslim indonesia..


Tiap-tiap agama mempunyai akhlak, dan akhlak agama Islam ialah rasa malu. (HR Malik & Ibnu Majah)

img_iklan_board/352783160.jpg

Penulis Topik: mauliddurrasulullah  (Dibaca 11490 kali)

Offline IBNUSAUD

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.387
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:mauliddurrasulullah
« Jawab #75 pada: 05 Juli 2012, 12:18:41 »
Berfatwa dan mengeluarkan pendapat dalam agama itu tidak hanya dibangun dengan pikiran kalau begini maka begitu, dan dugaan2, tapi melalui kedalaman pengetahuan dalil dan kaidah2 yang dibangun untuk melakukan istimbath.

Offline Anak Soleh

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 3.006
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:mauliddurrasulullah
« Jawab #76 pada: 05 Juli 2012, 12:37:42 »
Berfatwa dan mengeluarkan pendapat dalam agama itu tidak hanya dibangun dengan pikiran kalau begini maka begitu, dan dugaan2, tapi melalui kedalaman pengetahuan dalil dan kaidah2 yang dibangun untuk melakukan istimbath.

Apakah berpendapat itu sama dg berfatwa..? Dan apakah menurut akang kita2 disini hanya omdo dan berpendapat tanpa sandaran/dalil...?

Offline Leosinga

  • myQ Junior
  • *
  • Tulisan: 129
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:mauliddurrasulullah
« Jawab #77 pada: 05 Juli 2012, 12:56:46 »
Mungkin harus juga dipahami apa itu sarana ibadah dan apa itu ibadah yg bersifat ritual.....

Baiklah monggo kang @Anak Sholeh silahkan antum jelaskan sejelas-jelasnya apa itu sarana ibadah dan apa itu ibadah yang bersifat ritual, semoga diskusi kita bisa burujung kepada kebaikan.

monggo silahkan saya tak nyimak dulu ....

Offline Anak Soleh

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 3.006
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:mauliddurrasulullah
« Jawab #78 pada: 05 Juli 2012, 14:42:25 »
Baiklah monggo kang @Anak Sholeh silahkan antum jelaskan sejelas-jelasnya apa itu sarana ibadah dan apa itu ibadah yang bersifat ritual, semoga diskusi kita bisa burujung kepada kebaikan.

monggo silahkan saya tak nyimak dulu ....

Maaf kang saya juga tidak berhak menghakimi bahwa maulid itu adalah ibadah ritual, karena masing2 punya pendapat yg berbeda, berhubung masalah maulid dan ibadah2 yg tidak ada contohnya langsung dari Nabi dan Sahabat, maka yg sering terjadi adalah perbedaan pemahaman tidak terkecuali para Ulama.
Kalau menurut pendapat saya kalau ibadah ritual itu bersifat mengikat spt waktu ataw tata caranya ataw pengkhususan, ataw ditentukan dll, sedangkan sarana itu spt mobil, internet, buku, sekolah dll....dan itu bebas selama dari dan untuk kebaikan...

Wallahua'lam
« Edit Terakhir: 05 Juli 2012, 14:51:13 oleh Anak Soleh »

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tulisan: 14.242
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
Re:mauliddurrasulullah
« Jawab #79 pada: 05 Juli 2012, 15:12:19 »
Berfatwa dan mengeluarkan pendapat dalam agama itu tidak hanya dibangun dengan pikiran kalau begini maka begitu, dan dugaan2, tapi melalui kedalaman pengetahuan dalil dan kaidah2 yang dibangun untuk melakukan istimbath.

Kalau begitu terangkanlah kepada kami tentang maulid dan penggunaan dalil puasa hari senin. Terangkanlah dan yakinkanlah kami.
sampaikan kebenaran dengan argumentasi yang kuat, bukan dengan cara menjatuhkan "kamu tidak sampai ilmunya, kamu mau berfatwa_ngaca dong!, dan ungkapan sejenis lainnya.
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline Leosinga

  • myQ Junior
  • *
  • Tulisan: 129
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:mauliddurrasulullah
« Jawab #80 pada: 05 Juli 2012, 17:31:43 »
Maaf kang saya juga tidak berhak menghakimi bahwa maulid itu adalah ibadah ritual, karena masing2 punya pendapat yg berbeda, berhubung masalah maulid dan ibadah2 yg tidak ada contohnya langsung dari Nabi dan Sahabat, maka yg sering terjadi adalah perbedaan pemahaman tidak terkecuali para Ulama.
Ya tinggal ulama yang mana ?

Kalau menurut pendapat saya kalau ibadah ritual itu bersifat mengikat spt waktu ataw tata caranya ataw pengkhususan, ataw ditentukan dll,

Baiklah kita sepakati Ibadah ritual itu bersifat mengikat seperti waktu atau tata caranya atau pengkhususannya atau ditentukan. Bisakah antum berikan contohnya ?

sedangkan sarana itu spt mobil, internet, buku, sekolah dll....dan itu bebas selama dari dan untuk kebaikan...

Wallahua'lam
Menurut antum apakah sarana itu hanya berupa benda/alat saja seperti yang antum sebutkan di atas atau ada yang lain semisal berupa kegiatan ?

Monggo silahkan akhi mohon dijawab ...
« Edit Terakhir: 05 Juli 2012, 17:39:48 oleh Leosinga »

Offline Anak Soleh

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 3.006
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:mauliddurrasulullah
« Jawab #81 pada: 06 Juli 2012, 04:05:24 »
Ya tinggal ulama yang mana ?

Baiklah kita sepakati Ibadah ritual itu bersifat mengikat seperti waktu atau tata caranya atau pengkhususannya atau ditentukan. Bisakah antum berikan contohnya ?
Menurut antum apakah sarana itu hanya berupa benda/alat saja seperti yang antum sebutkan di atas atau ada yang lain semisal berupa kegiatan ?

Monggo silahkan akhi mohon dijawab ...

Contoh ibadah ritual spt shalat, puasa, haji dll.
Kalau sarana ibadah juga bisa bersifat ritual kalau mengikat, contoh kl ke mesjid harus pake onta dsb, sama halnya dg kegiatan, kl ditentukan hari atw lainnya akan bersifat ritual spt pernikahan harus tgl dan hari tertentu dsb, atw acara santunan anak yatim tapi harus dihari waktu2 tertentu, maka akan bersifat ritual dan kl spt itu harus ada tuntunannya dr Nabi, itu menurut pendapat saya...wallahua'lam

Offline Leosinga

  • myQ Junior
  • *
  • Tulisan: 129
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:mauliddurrasulullah
« Jawab #82 pada: 06 Juli 2012, 05:30:40 »
Contoh ibadah ritual spt shalat, puasa, haji dll.
makasih atas contoh yang telah diberikan.

Kalau sarana ibadah juga bisa bersifat ritual kalau mengikat, contoh kl ke mesjid harus pake onta dsb, sama halnya dg kegiatan, kl ditentukan hari atw lainnya akan bersifat ritual spt pernikahan harus tgl dan hari tertentu dsb, atw acara santunan anak yatim tapi harus dihari waktu2 tertentu, maka akan bersifat ritual dan kl spt itu harus ada tuntunannya dr Nabi, itu menurut pendapat saya...wallahua'lam

antum belum menjawab pertanyaan saya, "Menurut antum apakah sarana itu hanya berupa benda/alat saja seperti yang antum sebutkan di atas atau ada yang lain semisal berupa kegiatan ?"Jawab dulu akhi ya atau tidak.hal ini penting untuk kelanjutan diskusi kita.Setelah antum jawab nanti pernyataan antum di atas akan saya tanggapi.terima kasih.

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tulisan: 14.242
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
Re:mauliddurrasulullah
« Jawab #83 pada: 06 Juli 2012, 05:36:34 »
@Leo,

Cuba terangkan pula penggunaan dalil puasa senin dalam bermaulid, seperti yang dipermasalahkan TS di awal. Jazakallah
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline Anak Soleh

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 3.006
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:mauliddurrasulullah
« Jawab #84 pada: 06 Juli 2012, 05:41:26 »
makasih atas contoh yang telah diberikan.

antum belum menjawab pertanyaan saya, "Menurut antum apakah sarana itu hanya berupa benda/alat saja seperti yang antum sebutkan di atas atau ada yang lain semisal berupa kegiatan ?"Jawab dulu akhi ya atau tidak.hal ini penting untuk kelanjutan diskusi kita.Setelah antum jawab nanti pernyataan antum di atas akan saya tanggapi.terima kasih.

Kalau kegiatan, acaranya termasuk sarana sedangkan kegiatannya sendiri termasuk ibadah, bukan begitu kang....??

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tulisan: 14.242
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
Re:mauliddurrasulullah
« Jawab #85 pada: 06 Juli 2012, 05:47:58 »
hehehe sembrono ente, ok

kenapa hari wafatnya Rasulullah tidak diperingati???. coba saya dibantu mencarikan refrensi tanda tanda kemangkatan Rasulullah. seperti tanda tanda kelahiran beliau yg ada di riwayat. mohon dibantu ya
:)


maulid ulamanya tidak diperingati, tapi pas haul-an (peringatan kematian tahunan), ribuan orang dari penjuru berebut datang.
Padahal maqam Rasulullah shallallahu'alaihiwasallam lebih tinggi dari para ulamanya itu.

Siapa yang lebih pantas untuk diperingati?

ada yg membantah bahwa dalil puasa senen bukanlah dalil dibolehkannya bermaulid....trus kalau bukan itu dalilnya, jawaban apa yg tepat untuk pertanyaan kenapa puasa hari senen? ( coba yg ragu menjawabnya )

sepintas kelihatannya betul, tapi ternyata salah total. karena apa? .... karena yg ngomong tidak faham apa itu maulid, jadi yg tidak faham maulid. mending tidak usah membantah, karena belum sampainya ilmu anda membahas masalah yg sebenarnya gamblang dan nyata. bukti nyata Rasulullah bermaulid.

dan yg aneh ada yg membantah bahwa " kalau hari senen sbagai hari lahirnya Rasulullah dan kita wajib berbahagia, padahal disatu sisi hari senen juga hari wafatnya Rasulullah"

pernyataan diatas sungguh tidak tepat, dari pemahaman yg kurang sempurna
penjelasannya ada, tinggal kita bisa gak memahaminya
:)

Terangkan, terangkan seterang-terangnya keyakinan anda. Bantah saya dengan argumentasi yang haq sehingga terkunci mulut saya dan terlihat kebodohan saya. :)
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tulisan: 14.242
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
Re:mauliddurrasulullah
« Jawab #86 pada: 06 Juli 2012, 05:53:07 »
Kalau kegiatan, acaranya termasuk sarana sedangkan kegiatannya sendiri termasuk ibadah, bukan begitu kang....??


kalau begitu hukumnya mubah dong,
Kutip dari: k3nji
Maulidnya Mubah, Tahlilannya Mubah.
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline Anak Soleh

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 3.006
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:mauliddurrasulullah
« Jawab #87 pada: 06 Juli 2012, 06:14:30 »
kalau begitu hukumnya mubah dong,

Kalau menurut saya yg jd masalah adalah keterikatan waktu, tatacara, dll yg bisa menjadi ibadah ritual jadinya, kalau tidak ditentukan waktu dllnya ya boleh2 saja spt membaca Alquran di rumah simayit bisa 1, 2 hari dst asal jgn dijadikan ketentuan surah2 apa dan harinya nantinya spt umat hindu begitu, kl sudah pake syarat dan ketentuan kan harus ada tuntunannya....
Biasanya kalau peringatan itu ditentukan waktu dan tatacara dllnya...sedangkan kalau acara itu bebas merdeka...
« Edit Terakhir: 06 Juli 2012, 06:32:52 oleh Anak Soleh »

Offline Anak Soleh

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 3.006
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:mauliddurrasulullah
« Jawab #88 pada: 06 Juli 2012, 10:07:46 »
Distorsi Pendapat Ibnu Taimiyah tentang Maulid Nabi

Ada orang yang menyangka bahwa Ibnu Taimiyah membolehkan Maulid lewat nukilan dari tulisan beliau pada Kitab Iqtidha Sirothol Mustaqim.

Saya ajak ikhwan semua untuk meneliti apakah yang dikatakan oleh yang bersangkutan memang benar atau hanya sebuah pengelabuan.
Kitab yang digunakan sebagai sandaran dalam hal ini adalah kitab Iqtidlaa’ Shiraathil-Mustaqiim karya Ibnu Taimiyah terbitan Darl fikr libanon
Adapun terbitan yang saya gunakan sebagai pembanding adalah terbitan Maktabah Ar-Rusyd – Riyadl (terdiri dari dua jilid), tahqiq : Prof. Dr. Naashir bin ‘Abdil-Karim Al-‘Aql hafidhahullah.

Perlu diketahui bahwa pembahasan ini secara khusus untuk mengungkapkan pendapat Ibnu Taimiyah yang sebenarnya tentang Maulid, bukan bid’ah tidaknya Maulid.

Kalimat yang dinukil sebagai alasan bahwa Ibnu Taimiyah membolehkan Maulid adalah sebagai berikut :

فتعظيم المولد ، واتخاذه موسمًا ، قد يفعله بعض الناس ، ويكون له فيه أجر عظيم لحسن قصده ، وتعظيمه لرسول الله صلى الله عليه وسلم

“Adapun mengagungkan maulid dan menjadikannya acara rutin, segolongan orang terkadang melakukannya. Dan mereka mendapatkan pahala yang besar karena tujuan baik dan pengagungannya kepada Rasulullah SAW..”

Mereka mengatakan ini terdapat didalam Kitab Iqtidha sirathal Mustaqim cet. Darul Fikr Lebanon th.1421 H hal 269

Terus terang saya kesulitan untuk mendapatkan cetakan Darul Fikr, Namun dalam cetakan Maktabah Ar-Rusyd tulisan tersebut terdapat dalam halaman 621 baris terakhir dan awal halaman 622 dengan teks yang sama.

Lebih lengkap saya postingkan kalimatnya:

فتعظيم المولد، واتخاذه موسمًا، قد يفعله بعض الناس، ويكون له فيه أجر عظيم لحسن قصده، وتعظيمه لرسول الله صلى الله عليه وسلم، كما قدمته لك أنه يحسن من بعض الناس، ما يستقبح من المؤمن المسدد . ولهذا قيل للإمام أحمد عن بعض الأمراء : إنه أنفق على مصحف ألف دينار ، أو نحو ذلك فقال : دعهم ، فهذا أفضل ما أنفقوا فيه الذهب ، أو كما قال . مع أن مذهبه أن زخرفة المصاحف مكروهة . … إنما قصده أن هذا العمل فيه مصلحة ، وفيه أيضًا مفسدة كره لأجلها . فهؤلاء إن لم يفعلوا هذا ، وإلا اعتاضوا بفساد لا صلاح فيه ، مثل أن ينفقها في كتاب من كتب الفجور

“Adapun mengagungkan maulid dan menjadikannya acara rutin, segolongan orang terkadang melakukannya. Dan mereka mendapatkan pahala yang besar karena tujuan baik dan pengagungannya kepada Rasulullah SAW, sebagaimana yang aku telah jelaskan sebelumnya bahwasanya itu baik untuk sebagian orang tapi tidak baik untuk Mukmin yang lurus….
Oleh karena itu, dikatakan kepada imam Ahmad tentang beberapa Umara: Sesungguhnya umara tersebut telah menginfaqkan 1000 dinar untuk sebuah Mushaf. Maka beliau berkata:”biarkan mereka melakukan itu, itulah infaq terbaik yang dapat mereka lakukan dengan emas”, Padahal mazhabnya memakruhkan menghias Mushaf-Mushaf…. Sesungguhnya Qasadnya pada amal ini adalah maslahah, dan sekalipun padanya ada mafsadah yang dibenci.
Jika mereka tidak melakukan itu, maka mereka akan melakukan keburukan lain yang tidak ada kebaikan padanya, seperti menginfakkannya untuk kitab-kitab tak bermoral”.

Ikhwah sekalian
perhatikan dengan jelas kalimat yang saya cetak tebal sebagai nukilan yang tidak ditampilkan oleh orang yang ingin mengambil keuntungan dari tulisan Ibnu Taimiyah.

Kalau kita perhatikan huruf lam yang menyertai lafaz Husni adalah lam ta’lil, jadi pahala itu didapat karena tujuan (Qasad) dan pengagungannya saja, karena inilah illatnya. Ini jelas, karena tujuan baik dan pengagungan merupakan subtansi Ibadah yang manusia akan diberi pahala jika melakukannya.
Kemudian Syaikhul Islam menegaskan Bahwa itu berlaku untuk orang tertentu, tidak untuk orang Mukmin yang musaddad yang tentunya mereka mengetahui dalil-dalil syariat.

Oleh karena itu, Ibnu Taimiyah juga membawakan Riwayat tentang orang yang bertanya kepada Imam Ahmad tentang penguasa muslim yang berlebihan dengan menginfaqkan harta sebesar 1000 dinar hanya untuk menghias qur’an.
Ini jelas perbuatan yang buruk, namun Imam Ahmad menilai Qasadnya baik dan itulah amalan terbaik dengan emas yang bisa ia lakukan, karena kalau dilarang, niscaya ia akan mengalihkan kepada amalan yang buruk secara Mutlak.

Dalam kitab yang sama halaman 732 ibnu Taimiyah Juga Mengatakan :


من كانت له نية صالحة أثيب على نيته وإن كان الفعل الذي فعله ليس بمشروع إذا لم يتعمد مخالفة الشرع

“Barangsiapa memiliki niat yang soleh, maka ia akan diberi pahala, sekalipun perbuatan yang dilakukannya tidak syar’i, jika ia tidak sengaja menyalahi Syariat”.

Dalam halaman 619 disebutkan

قد يثيبهم على هذه المحبة والاجتهاد لا على البدع

“Terkadang mereka diberi pahala karena kecintaan dan ijtihadnya bukan atas bid’ahnya”

Dalam halaman yang sama Ibnu Taimiyah kembali menegaskan

وأكثر هؤلاء الذين تجدهم حرَّاصاً على أمثال هذه البدع-مع ما لهم فيها من حُسن القصد والاجتهاد الذي يرجى لهم بهما المثوبة – تجدهم فاترين في أمر الرسول صلى الله عليه وسلم عما أُمروا بالنشاط فيه ، وإنما هم بمنزلة من يزخرف المسجد ولا يصلي فيه ،أو يصلي فيه قليلاً ،وبمنزلة من يتخذ المسابيح والسجادات المزخرفة، وأمثال هذه الزخارف الظاهرة التي لم تُشرع ،ويصحبها من الرياء والكِبْر ،والاشتغال عن المشروع ما يفسد حال صاحبها

“Adapun kebanyakan orang yang gigih dalam melakukan kegiatan bid’ah peringatan Maulid Nabi itu – yang mungkin mereka mempunyai tujuan dan ijtihad yang baik untuk mendapatkan pahala – bukanlah orang-orang yang mematuhi perintah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dengan semangat. Mereka adalah seperti kedudukan orang-orang yang memperindah masjid, tetapi tidak shalat di dalamnya, atau hanya melaksanakan shalat malam di dalamnya dengan minim, atau menjadikan tasbih dan sajadah hanya sebagai hiasan yang tidak disyari’atkan. Tujuannya adalah untuk riya’ dan kesombongan serta sibuk dengan syari’at-syari’at yang dapat merusak keadaan pelakunya”.

Jadi jelas Pahala yang didapat adalah pahala Ijtihad dan pahala cinta, bukan pahala melakukan maulid yang merupakan bid’ah

Adapun Merayakan Maulid, sebenarnya telah divonis bid’ah yang buruk Oleh Ibnu Taimiyah dalam Kitab yang sama Halaman 619


وكذلك ما يحدثه بعض الناس: إما مضاهاة للنصارى في ميلاد عيسى-عليه السلام-،وإما محبة للنبي صلى الله عليه وسلم، والله قد يثيبهم على هذه المحبة والاجتهاد لا على البدع – من اتخاذ مولد النبي صلى الله عليه وسلم عيداً مع اختلاف الناس في مولده ، فإن هذا لم يفعله السلف مع قيام المقتضي له ، وعدم المانع فيه لو كان خيراً ، ولو كان خيراً محضاً أو راجحاً لكان السلف – رضي الله عنهم- أحق به منا ،فإنهم كانوا أشد محبة لرسول الله صلى الله عليه وسلم وتعظيماً له منا ،وهم على الخير أحرص،وإنما كمال محبته وتعظيمه في متابعته،وطاعته واتباع أمره، وإحياء سنته باطناً وظاهراً ، ونشر ما بعث به ، والجهاد على ذلك بالقلب واليد واللسان ، فإن هذه طريقة السابقين الأولين من المهاجرين والأنصار،والذين اتبعوهم بإحسان،وأكثر هؤلاء الذين تجدهم حرَّاصاً على أمثال هذه البدع-مع ما لهم فيها من حُسن القصد والاجتهاد الذي يرجى لهم بهما المثوبة – تجدهم فاترين في أمر الرسول صلى الله عليه وسلم عما أُمروا بالنشاط فيه ، وإنما هم بمنزلة من يزخرف المسجد ولا يصلي فيه ،أو يصلي فيه قليلاً ،وبمنزلة من يتخذ المسابيح والسجادات المزخرفة، وأمثال هذه الزخارف الظاهرة التي لم تُشرع ،ويصحبها من الرياء والكِبْر ،والاشتغال عن المشروع ما يفسد حال صاحبها

“Begitu pula yang diadakan oleh sebagian manusia, baik yang tujuannya untuk menghormati orang-orang Nashrani atas kelahiran ‘Isa ataupun karena mencintai Nabi. Kecintaan dan ijtihad mereka dalam hal ini tentu akan mendapatkan pahala di sisi Allah, tetapi bukan atas bid’ah – seperti menjadikan kelahiran Nabi sebagai hari raya tertentu – padahal manusia telah berbeda pendapat tentang tanggal kelahiran beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Perayaan seperti ini belum pernah dilakukan oleh para salaf, meski ada tuntutan untuk melakukannya dan tidak ada penghalang tertentu bagi mereka untuk melakukannya. Seandainya perayaan itu baik atau membawa faedah, tentu para salaf lebih dulu melakukannya daripada kita karena mereka adalah orang-orang yang jauh lebih cinta kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan lebih mengagungkannya. Mereka lebih tamak kepada kebaikan. Akan tetapi, perlu diingat bahwa kesempurnaan cinta dan pengagungan kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam adalah dengan cara mengikutinya, mentaatinya, menjalankan perintahnya, menghidupkan sunnahnya – baik secara lahir maupun batin – menyebarkan apa yang diwahyukan kepadanya, dan berjihad di dalamnya dengan hati, kekuatan, tangan, dan lisan. Itulah cara yang digunakan oleh para salaf, baik dari golongan Muhajirin, Anshar, maupun orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, dalam mencintai dan mengagungkan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Adapun kebanyakan orang yang gigih dalam melakukan kegiatan bid’ah peringatan Maulid Nabi itu – yang mungkin mereka mempunyai tujuan dan ijtihad yang baik untuk mendapatkan pahala – bukanlah orang-orang yang mematuhi perintah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dengan semangat. Mereka adalah seperti kedudukan orang-orang yang memperindah masjid, tetapi tidak shalat di dalamnya, atau hanya melaksanakan shalat malam di dalamnya dengan minim, atau menjadikan tasbih dan sajadah hanya sebagai hiasan yang tidak disyari’atkan. Tujuannya adalah untuk riya’ dan kesombongan serta sibuk dengan syari’at-syari’at yang dapat merusak keadaan pelakunya”.

Mari Saya perjelas

فإن هذا لم يفعله السلف مع قيام المقتضي له ، وعدم المانع فيه لو كان خيراً ، ولو كان خيراً محضاً أو راجحاً لكان السلف - رضي الله عنهم- أحق به منا ،فإنهم كانوا أشد محبة لرسول الله صلى الله عليه وسلم وتعظيماً له منا ،وهم على الخير أحرص

Coba anda perhatikan, lafadz خيرا merupakan khobar كان sedangkan isimnya Mustatir (disembunyikan), namun sangat jelas sekali bahwa isim كان dalam hal ini adalah هو yang kembali kepada هذا yang dimaksud adalah Maulid.
Jadi mafhum dari lafadz لو كان خيرا adalah buruknya perayaan Maulid, maka tidak dilakukan oleh Salafussholeh padahal kalau itu baik, maka niscaya mereka adalah yang paling dahulu melakukannya.

Kalau masih tidak percaya, mari kita menukil pendapat Ibnu Taimiyah yang lebih tegas

وأما اتخاذ موسم غير المواسم الشرعية كبعض ليالي شهر ربيع الأول ، التي يقال إنها المولد ، أو بعض ليالي رجب ، أو ثامن عشر ذي الحجة ، أو أول جمعة من رجب ، أو ثامن شوال الذي يسميه الجهال عيد الأبرار ، فإنها من البدع التي لم يستحبها السلف ، ولم يفعلوها ، والله سبحانه وتعالى أعلم

“Adapun menjadikan upacara peribadahan selain yang disyari’atkan, seperti sebagian malam Rabi’ul-Awwal yang sering disebut Maulid (Nabi), atau sebagian malam Rajab, atau tanggal 18 Dzulhijjah , atau Jum’at pertama bulan Rajab, atau hari ke-8 bulan Syawwal yang dinamakan oleh orang-orang bodoh dengan ‘Iedul-Abraar; semuanya termasuk bid’ah yang tidak disunnahkan salaf dan tidak mereka kerjakan. Wallaahu subhaanahu wa ta’ala a’lam” [Majmu’ Al-Fataawaa, 25/298].

Semoga Bermanfaat
Info dari Sdr Dobdob

Offline Leosinga

  • myQ Junior
  • *
  • Tulisan: 129
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:mauliddurrasulullah
« Jawab #89 pada: 06 Juli 2012, 10:12:50 »
Kalau kegiatan, acaranya termasuk sarana sedangkan kegiatannya sendiri termasuk ibadah, bukan begitu kang....??
bisa diberikan contohnya akhi ?

@Leo,

Cuba terangkan pula penggunaan dalil puasa senin dalam bermaulid, seperti yang dipermasalahkan TS di awal. Jazakallah

Tentang hal itu biarlah Akhi @Sholawat dulu yang lebih faham dan berhak membahasnya.Saya mau selesaikan dulu diskusi saya dengan akhi@Anak Sholeh.Terima kasih.

 

myAgenda!
myQomunitas!
mySholat!
Jadwal Sholat
Jadikan juga info seperti jadwal sholat ini pada websites mu :
myPromo-Deal!
Pernak-Pernik
  • myQripik produk baru!
  • Jaket
  • Kaos
  • Kalender
  • Stiker

SatNet
IMODE | myQ wiki | Quran Flash | Android | ChitCh@t | Plug-in | Radio | FB myQ Group
(c) 1999-2013, myQuran
Refresh Your Life!
Powered by SMF 2.0.4 | SMF © 2006–2010, Simple Machines LLC
XHTML | RSS | WAP2 | Mobile
Halaman dibuat dalam 2.04 detik dengan 21 queri.