Berfatwa dan mengeluarkan pendapat dalam agama itu tidak hanya dibangun dengan pikiran kalau begini maka begitu, dan dugaan2, tapi melalui kedalaman pengetahuan dalil dan kaidah2 yang dibangun untuk melakukan istimbath.
Mungkin harus juga dipahami apa itu sarana ibadah dan apa itu ibadah yg bersifat ritual.....
Baiklah monggo kang @Anak Sholeh silahkan antum jelaskan sejelas-jelasnya apa itu sarana ibadah dan apa itu ibadah yang bersifat ritual, semoga diskusi kita bisa burujung kepada kebaikan.monggo silahkan saya tak nyimak dulu ....
Maaf kang saya juga tidak berhak menghakimi bahwa maulid itu adalah ibadah ritual, karena masing2 punya pendapat yg berbeda, berhubung masalah maulid dan ibadah2 yg tidak ada contohnya langsung dari Nabi dan Sahabat, maka yg sering terjadi adalah perbedaan pemahaman tidak terkecuali para Ulama.
Kalau menurut pendapat saya kalau ibadah ritual itu bersifat mengikat spt waktu ataw tata caranya ataw pengkhususan, ataw ditentukan dll,
sedangkan sarana itu spt mobil, internet, buku, sekolah dll....dan itu bebas selama dari dan untuk kebaikan...Wallahua'lam
Ya tinggal ulama yang mana ?Baiklah kita sepakati Ibadah ritual itu bersifat mengikat seperti waktu atau tata caranya atau pengkhususannya atau ditentukan. Bisakah antum berikan contohnya ?Menurut antum apakah sarana itu hanya berupa benda/alat saja seperti yang antum sebutkan di atas atau ada yang lain semisal berupa kegiatan ?Monggo silahkan akhi mohon dijawab ...
Contoh ibadah ritual spt shalat, puasa, haji dll.
Kalau sarana ibadah juga bisa bersifat ritual kalau mengikat, contoh kl ke mesjid harus pake onta dsb, sama halnya dg kegiatan, kl ditentukan hari atw lainnya akan bersifat ritual spt pernikahan harus tgl dan hari tertentu dsb, atw acara santunan anak yatim tapi harus dihari waktu2 tertentu, maka akan bersifat ritual dan kl spt itu harus ada tuntunannya dr Nabi, itu menurut pendapat saya...wallahua'lam
makasih atas contoh yang telah diberikan.antum belum menjawab pertanyaan saya, "Menurut antum apakah sarana itu hanya berupa benda/alat saja seperti yang antum sebutkan di atas atau ada yang lain semisal berupa kegiatan ?"Jawab dulu akhi ya atau tidak.hal ini penting untuk kelanjutan diskusi kita.Setelah antum jawab nanti pernyataan antum di atas akan saya tanggapi.terima kasih.
hehehe sembrono ente, ok kenapa hari wafatnya Rasulullah tidak diperingati???. coba saya dibantu mencarikan refrensi tanda tanda kemangkatan Rasulullah. seperti tanda tanda kelahiran beliau yg ada di riwayat. mohon dibantu ya
ada yg membantah bahwa dalil puasa senen bukanlah dalil dibolehkannya bermaulid....trus kalau bukan itu dalilnya, jawaban apa yg tepat untuk pertanyaan kenapa puasa hari senen? ( coba yg ragu menjawabnya )sepintas kelihatannya betul, tapi ternyata salah total. karena apa? .... karena yg ngomong tidak faham apa itu maulid, jadi yg tidak faham maulid. mending tidak usah membantah, karena belum sampainya ilmu anda membahas masalah yg sebenarnya gamblang dan nyata. bukti nyata Rasulullah bermaulid.dan yg aneh ada yg membantah bahwa " kalau hari senen sbagai hari lahirnya Rasulullah dan kita wajib berbahagia, padahal disatu sisi hari senen juga hari wafatnya Rasulullah"pernyataan diatas sungguh tidak tepat, dari pemahaman yg kurang sempurnapenjelasannya ada, tinggal kita bisa gak memahaminya
Kalau kegiatan, acaranya termasuk sarana sedangkan kegiatannya sendiri termasuk ibadah, bukan begitu kang....??
Maulidnya Mubah, Tahlilannya Mubah.
kalau begitu hukumnya mubah dong,
@Leo,Cuba terangkan pula penggunaan dalil puasa senin dalam bermaulid, seperti yang dipermasalahkan TS di awal. Jazakallah