Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Jum'at, 25 Mei 2012/4 Rajab 1433 H : Imsak 4:27:04 - Shubuh 4:33:29 - Terbit 5:55:44 - Dzuhur 11:49:51 - Ashar 15:11:54 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:46 WIB

Penulis Topik: Ditawarin akhwat yang mo' studi ke luar negeri  (Dibaca 690 kali)


Offline abab

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 52
    • Lihat Profil
« pada: 25 September 2006, 09:09:14 »
Myqers sekalian...ane mo' nanya gmn kalo antum  ditawarin seorang akhwat buat jadi istri antum, tapi si akhwat tersebut ada keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri? dan nampaknya akhwat tersebut menginginkan suaminya kelak ikut dengannya? Sementara calon suaminya sudah bekerja di Jakarta dan rasanya tidak mungkin untuk meninggalkan kantor tempatnya bekerja dalam jangka waktu yang lama (1-2 tahun) ?? Syukron atas masukannya

Offline himura_chan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.428
  • Lokasi: AG - N - B
  • Jenis kelamin: Pria
  • ~: Rurouni Himura :~
    • Lihat Profil
    • Himura's Blog
« Jawab #1 pada: 25 September 2006, 09:21:57 »
sebelumnya sudah saling dikomunikasikan belum???...dan apa hasilnya????
"Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik." Qs. Ar Ra'du 13

Offline lily_eve

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 393
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 25 September 2006, 09:44:26 »
calon suaminya sendiri milih mana? menikah dan ikut akhwat atau tidak menikah dan tetap bekerja seperti semula :toe:

Offline lhariwibowo

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 239
  • Lokasi: Dunia yang Indah
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 25 September 2006, 10:54:56 »
Di komunikasikan aja terlebih dahulu ama si akhwat.
klo emang g bisa di ambil jalan keluarnya,
ya dah..  cari yang lain ajaaa.
Mungkin blom jodoh anda.  :toe:
Tapi tetep semangat yach  O0

Offline Zhia_al_Haq

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2006
  • Tulisan: 114
  • Lokasi: around Jabotabek
  • Jenis kelamin: Pria
  • Journey to the heaven
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 25 September 2006, 12:08:00 »
wah ada juga istri nurut suami yaa ;)
klo dah jadi suami istri ..tapi pasti bisa di diskusikan jalan kluarnya dengan si calon ...
(kapan nich .. undang2 yaa walimah nya)
but bro the ball is in ur hand ... :D

Offline wargabiasa

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 2.623
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 26 September 2006, 00:47:18 »
Myqers sekalian...ane mo' nanya gmn kalo antum  ditawarin seorang akhwat buat jadi istri antum, tapi si akhwat tersebut ada keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri? dan nampaknya akhwat tersebut menginginkan suaminya kelak ikut dengannya? Sementara calon suaminya sudah bekerja di Jakarta dan rasanya tidak mungkin untuk meninggalkan kantor tempatnya bekerja dalam jangka waktu yang lama (1-2 tahun) ?? Syukron atas masukannya

ngomong baik-baik... kalau itu ikhawannya orang yang baik dan bijak pasti dia mau menunggu yang penting alasannya jelas dan komitmennya disepakati dengan kesungguhan dan kejujuran.. tapi kalau kagak mau.. itu ikhwan tinggalin aja... mungkin dia mau menikah denganmu karena udah kagak tahan.. %peace:

Offline GhiF

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 4.129
  • Lokasi: Depok
  • Jenis kelamin: Pria
  • . . . . . . .
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 26 September 2006, 01:44:15 »
heheheh . . . . <!-- mirip2 neh case nya :D -->

gini aja mas,
mas mending ikut aja sama istri ke sana.

nah, soal kerjaan, coba mas cari2 informasi, atau minta bantuan calon istri buat dapetin kerjaan disana. selanjutnya urus deh segala berkas2 administratifnya. Atau mas juga berusaha dapetin beasiswa ke luar negeri yang satu negara sama tujuan istri mas, minta bantuan dari kantor juga gak masalah selama mas bisa meyakinkan loyalitas terhadap kantor mas.

Tiap taun dibuka koq peluang nerusin pendidikan ke LN.

oya, kalo bole tau luar negerinya daerah mana?
(\__/) Lembut tanpa ketegasan adalah kelemahan
(='.'=) Tegas tanpa kelembutan adalah kesewenangan
('')_('') Keduanya akan menimbulkan fitnah

(\__/) Kebaikan itu ada 2 pilar : Benar & Santun
(^_^) Benar ga Santun = bikin siapapun akan melecehkan kebenaran
('')_('')Santun ga Benar = Pendusta

Offline Th3s4inT

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 10.077
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • be patience...
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 26 September 2006, 07:40:13 »
@ghif

Emang cari kerja di luar negeri gampang, apalagi "milih" negara tertentu :P Yang lokal aja susah, apalagi disana :hihi:
Ups bukan pesimis ya, tapi get real aja :)

Untuk kerja di luar, butuh ijin kerja (work permit). Beberapa perusahaan gak mau repot, makanya mereka cari karyawan dari negara asal, atau warga asing yang sudah punya ijin kerja disana. Bisa dibaca disini http://myquran.org/forum/index.php/topic,6576.0.html

Untuk minta bantuan kantor, ya tinggal liat dia kerja dimana dong. Apa iya kantornya punya budget :)
Let me lead the way, straight back to Allah's bless
'Cause this kind of love is.. once in a lifetime

Offline bahagiasejahteradankeren

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.162
  • Lokasi: semarang indonesia
  • Jenis kelamin: Pria
  • H-2873-YW
    • Lihat Profil
    • Point to Share
« Jawab #8 pada: 26 September 2006, 09:27:49 »
heheheh . . . . <!-- mirip2 neh case nya :D -->

<---- heheheh, karena mirip juga ----->

kemaren sih pernah kepikiran gini, ikut ajah, terus disana nyari kerja, asal kerja ajah. pernah denger sih mahasiswa indonesia yang dapet scholarship ke LN "nyambi" kerja disana. bukan pekerjaan resmi, tapi kerjaan sambilan.

tp ketika baca info dari thesaint... wew jadi mikir lagi nih... jika semua pekerjaan minta WP, bagaimana dengan mahasiswa yang numpang nyari makan kerja disana ?? ada wp juga yak ???

terus kalu misalnya oom ghif jadi ke LN mendampingi istri yang dapet beasiswa, visa-nya pake visa apaan yak... ??
feiern den ersten Jahrestag der Hochzeit am 30. Dezember

Offline snowyfreeze

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 805
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 26 September 2006, 09:50:14 »
biasanya kan istri yg ngikut suami kuliah di LN.
klo suami yg ngikut istri..agak gimana gitchu..  :-\

Offline camembert

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 419
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 26 September 2006, 10:06:56 »
gini aja mas,
mas mending ikut aja sama istri ke sana.
nah, soal kerjaan, coba mas cari2 informasi, atau minta bantuan calon istri buat dapetin kerjaan disana. selanjutnya urus deh segala berkas2 administratifnya......
 

Waduh Oom Ghif ... ati2 kalo mau nyaranin orang tuk ke LN ... apalagi harus dgn mengorbankan pekerjaan yg sudah ada di Indonesia. Perlu Oom Ghif ketahui nyari kerjaan di LN tuh ngga segampang yg dikira, belum lagi ketahuan kerjaan yg bisa di dapat di LN seperti apa, eh tau2 harus berhadapan dgn urusan keimigrasian dgn segala pernak-perniknya. Saya kasih contoh dua negara aja (US and NZ), yg secara kebetulan saya ada gambaran karena pernah mengalami and gambarannya sbb:
Tuk di US ====> Amrik tuh paling banyak mengenal jenis visa sesuai dgn tujuan dari si pendatang (ada B, F, H, M, K, J dll), kalo tujuannya ke US tuk belajar, maka visa yg dipegang adalah F tuk si student, kalo student tsb sudah bekeluarga and akan membawa pasangannya tuk tinggal bersama, maka si pendampingnya mendapat visa F2. Dan dgn visa ini kedua2nya tidak diperkenankan tuk bekerja (permanent work, hanya kerja sambilan), kecuali bagi pemegang visa J1 or J2 (yg ada tanda 2 biasanya diperuntukan bagi si pendamping suami/isteri) and visa ini tuk "Visiting Scholars" yg akan research and kerja, tentunya kebanyakan mengajar di kampus. Itupun visa J2 ini harus dibawa ke Imigrasi utk apply "working permit", setelah dapat working permit (prosesnya lebih kurang 3 bulan), harus apply SSN (Social Security Number), baru bisa kerja. Mao kerjapun masih ada kendala lagi, yaitu bersaing dgn orang lokal (tentunya dgn bahasa inglish yg "acceptable" tuk si employer). Yg bikin mumet kepala kalo si employernya nanya ada "working experience tuk bekerja di Amrik", jawabannya tanya kepada si pelamar dech ...
And jangan sekali2 bagi isteri/suami dari student tadi bekerja secara "Illegal" (karena maksa banget pengen kerja), nanti dampak susahnya akan kena ke si student tsb. Setelah ini masih ada lagi kendalanya,yaitu mengenai "Health Insurance", yg di Amrik biayanya itu gede buangettt.

Begitu juga dgn NZ, si pendamping (suami/isteri) akan diberikan izin tinggal sementara tuk mendampingi si pelajar (yg belajar dgn mendapat beasiswa tadi), Tapi permit yg diberikan tidak utk bekerja, hanya tuk tinggal.

Satu hal lagi meski si pendatang sudah punya visa tuk ke negara tsb, bukan jaminan si pendatang bisa masuk ke negara tsb, semuanya masih harus diliat, diproses and disetujui oleh staff keimigrasian dari Port of Entry di masing2 negara. And pendatang harus mengetahui bahwa "Visa" itu ngga sama dgn "Permit".

Itu aja dech tuk nanggepin comment-nya Oom Ghif ...

Tuk TS, sebaiknya dipikirkan kembali and dimatangkan tuk semua tindakan yg mau diambil ... Pastikan negara tempat belajar si calon tadi urusan keimigrasiannya dimengerti and dipahami and cari info sebanyak-banyaknya mengenai "obtaining jobs" di negara tsb, pun tuk apply Scholarships ... itu apa aja yg diminta ... Pokoknya pikir matang2 dech ...

Take care and all the best for you all ....
« Edit Terakhir: 26 September 2006, 10:37:35 oleh camembert »

Offline camembert

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 419
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 26 September 2006, 10:19:58 »
kemaren sih pernah kepikiran gini, ikut ajah, terus disana nyari kerja, asal kerja ajah. pernah denger sih mahasiswa indonesia yang dapet scholarship ke LN "nyambi" kerja disana. bukan pekerjaan resmi, tapi kerjaan sambilan.

Tuk Student yg belajar ke LN (baik dgn biaya sendiri ato mendapat Scholarship) itu mereka diperbolehkan tuk bekerja sambilan (parttime, kalo ngga salah kisarannya less than 20 hours perweek), kalo di US, student diperbolehkan bekerja part time plus during "summer time". Sepanjang si pelajar bekerja "sambilan" tadi yach visanya tetap "visa student", terkecuali kalo si pelajar tadi sudah selesai sekolahnya and mau nyari kerjaan di negara tsb and secara kebetulan Company yg mao memperkerjakannya bersedia menjadi "sponsor" dari si pelajar tadi, maka si pelajar bisa apply "Working Permit " dgn surat sponsor yg dikeluarkan oleh perusahaan tadi. Jadi intinya sepanjang si Company Happy dgn kerja dari si pelajar tadi, maka working permit akan terus eksis, kalo engga yach engga bisa kerja kalo ngga ada WP.





Offline camembert

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 419
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 26 September 2006, 10:22:29 »
biasanya kan istri yg ngikut suami kuliah di LN.
klo suami yg ngikut istri..agak gimana gitchu..  :-\

Yach ... ngga pa-pa toch mas ... yg penting RumTang-nya bahagia and selalu bersama ... gitu aja kok repotttt ....

Offline dian_syahril

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 8.203
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 26 September 2006, 11:39:41 »
subhanallah....

kalo ane mau banget tuh.. ntar ane ikut keluar negeri, sampe disana ane cari kerja juga dong, syukur2 dapet beasiswa bisa lanjutin study juga, kan asyik  O0 O0
mohon maaf lahir & batin jika ada tulisan, perkataan & perbuatan saya baik yg disengaja maupun yg tidak selama di myQ.org :)

Offline GhiF

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 4.129
  • Lokasi: Depok
  • Jenis kelamin: Pria
  • . . . . . . .
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 26 September 2006, 13:30:20 »
@the saint,


emang kerja di LN juga butuh perjuangan, tapi bukan gak mungkin kalo semua itu bisa kita raih.
dakuw bukan orang yang kepedean, tapi bukan pula pesimiser.

selama kita mau nyari celah mah, insya allah dapet aja.

begitu juga dengan beasiswa ke LN, kalo pun dari kantor gak dapet budget, pastikan cari lembaga sponsorship lainnya yang memungkinkan.
Kalo kita punya skill n keberanian, dakuw pikir gak akan sulit untuk bergeliat mencari jalan ke LN.
Apalagi sekarang pemerintah sedang menggalakan program Beasiswa Unggulan. Baik untuk pendidikan di dalam negeri, ataupun keluar negeri. :)


@camembert

semua yang ente ketik ke dakuw itu betul.
tapi, sama kembali lagi ke ketikankuw di atas.
kalo kita punya back up untuk sponsorship, insya allah semua tatib administratif itu bisa diselesaikan.

toh ini gak sekedar ketikan dakuw belaka, karena dakuw juga ada kenalan yang bernasib seperti itu, dan mereka di Ausi.

dan seperti yang mas bilang, kerja parttime dibolehkan, meski kita memiliki visa pelajar. Nah, untuk keausie sendiri, ada program pemerintahnya bagi yang mau nyari kerjaan disana, buat yang tertarik sekedar test kira2 memenuhi syarat ato ngga untuk kerja disana, coba aja klik

http://www.migrationexpert.com/content/working_in_australia.asp

(\__/) Lembut tanpa ketegasan adalah kelemahan
(='.'=) Tegas tanpa kelembutan adalah kesewenangan
('')_('') Keduanya akan menimbulkan fitnah

(\__/) Kebaikan itu ada 2 pilar : Benar & Santun
(^_^) Benar ga Santun = bikin siapapun akan melecehkan kebenaran
('')_('')Santun ga Benar = Pendusta

Offline fibriyad_amaly

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 21
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #15 pada: 26 September 2006, 13:47:35 »
Wuahhh.....keren abiz tuh akhwat bisa study keluar negeri, ane aza mo ngelanjutkan dlm negeri blom bisa...  :D emank seh biasanya istri mah yg ikut suami tp mungkin lebih baik antum komunikasikan dulu agar jauh lebih baik hasilnya, namun tentu aza mengkomunikasikannya tidak mengedepankan ego masing-masing namun lebih mengedepankan manfaat utk kedua belah pihak.....btw luar negerinya kamana?Malaysia?Brunei?Jepang? Korea?and...so on.... %peace%

Offline Th3s4inT

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 10.077
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • be patience...
    • Lihat Profil
« Jawab #16 pada: 26 September 2006, 15:38:03 »
@ghif

Yang pasti dengan menikah, maka menjadi kewajiban suami untuk menafkahi istrinya. Dengan "syarat" bahwa sang suami harus ikut ke luar negeri, maka mendapat pekerjaan di sana hanya sekedar kemungkinan bukan sebuah kepastian.

Satu kewajiban sudah harus dijalani, sementara saran penunjang kewajiban tsb masih belum tentu didapat :)

Anyway setau saya, pelajar yang menikah dan membawa pasangannya pun harus memberikan jaminan bahwa secara ekonomi  (baca: uang) bahwa dirinya mampu membiayai kebutuhan hidupnya selama disana. Kalau jaminan ini tidak bisa diberikan, maka visa-permit tidak akan dikeluarkan. Apa tujuannya? Negara luar tidak mau ada imigran yang masuk kesana lalu jadi "gelandangan" karena tidak punya uang untuk menjamin hidupnya.
Let me lead the way, straight back to Allah's bless
'Cause this kind of love is.. once in a lifetime

Offline GhiF

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 4.129
  • Lokasi: Depok
  • Jenis kelamin: Pria
  • . . . . . . .
    • Lihat Profil
« Jawab #17 pada: 26 September 2006, 19:50:55 »
@mas thesaint,

tergantung kebijakan pembuat program scholarshipnya kang.
ada yang mempersilakan person yang beasiswa ke negerinya beserta suami/istri n anaknya kemudian biaya hidupnya ditanggung oleh negara tujuan.

lagipula, ini kan hanya sekedar bahan masukan pada TS menyoal jodohnya.
jika TS memang merasa pas dengan calonnya, dan calonnya juga merasa cocok, orang tua dah sepakat, kenapa permasalahan seperti ini harus dijadikan halangan?

bersyukurlah karena dimudahkan jodohnya . . . .
(\__/) Lembut tanpa ketegasan adalah kelemahan
(='.'=) Tegas tanpa kelembutan adalah kesewenangan
('')_('') Keduanya akan menimbulkan fitnah

(\__/) Kebaikan itu ada 2 pilar : Benar & Santun
(^_^) Benar ga Santun = bikin siapapun akan melecehkan kebenaran
('')_('')Santun ga Benar = Pendusta

Offline camembert

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 419
    • Lihat Profil
« Jawab #18 pada: 26 September 2006, 21:22:58 »
toh ini gak sekedar ketikan dakuw belaka, karena dakuw juga ada kenalan yang bernasib seperti itu, dan mereka di Ausi.
dan seperti yang mas bilang, kerja parttime dibolehkan, meski kita memiliki visa pelajar. Nah, untuk keausie sendiri, ada program pemerintahnya bagi yang mau nyari kerjaan disana, buat yang tertarik sekedar test kira2 memenuhi syarat ato ngga untuk kerja disana, coba aja klik : http://www.migrationexpert.com/content/working_in_australia.asp

Gini yach Oom Ghif ... Kerja part time yg saya maksud diatas tuch (yg saya liat dari sebagian pelajar di LN) kerja sambilan seperti Jadi Nanny/Baby sitter, kerja di restoran/cafe/bakery, pizza delivery ... pokoknya kerjaan yg "general" semua orang bisa melakukannya, bukan yg Skill berdasarkan pendidikan yg dimiliki.
Kalopun seandainya ada lowongan kerja yg sesuai dgn skill itu, biasanya jarang and tidak banyak. Kenapa ...
Karena biasanya kerjaan yg sesuai dgn skill itu Full Time (sedangkan si pelajar tadi hanya boleh bekerja tidak boleh melebihi 20 jam per minggunya) dgn persyaratan yg intinya menuntut si pekerja punya pengalaman kerja yg pernah dilakukan di negara tsb (bukan di Indo, yach) ato perusahaan tsb memang membutuhkan tenaga si pelajar tadi dgn catatan tidak ada orang lokal yg bisa mengerjakan pekerjaan tsb. Dan itu yg saya baca and summary-khan dari link website yg Oom Ghif berikan diatas. Peraturan ini lebih kurang sama dgn yg di NZ.

Pada Umumnya setiap perusahaan (eg Ossie) yg akan mengemploy orang asing, itu harus melapor ke bagian Imigrasi dari Departemen Pemerintahan yg ada di negara Ossie. Bahwasanya mereka berniat utk mengemploy staff yg non citizen/PR Ossie dan lowongan/kerjaan itu memang tidak ada ato bisa dikerjakan oleh PR ato WN Ossie. Tapi Lowongan tsb meminta persyaratan bagi si pelamar harus punya background di Ossie, baik itu tuk Sekolah, kerja ato pernah tinggal beberapa lama di Ossie. Saya rasa Pemerintah Ossie (ini sama dgn di NZ dan juga beberapa negara lain) mereka ingin mengutamakan warga negara ato PR-nya tuk mengisi lowongan itu dulu, karena mereka care ama rakyatnya.

Coba dech ente tanyain yg men-detail ama temen ente yg ada di Ossie mengenai hal ini and cross check dgn apa yg saya bilang diatas. And sekali lagi test yg Oom Ghif tawarkan itu intinya mereka (orang Ossie) bersedia membantu dgn catatan si pelamar (yg non Ossie) mempunyai kriteria yg ada background Ossie-nya.

sedangkan tuk @TS sendiri apa dia pernah tinggal and bekerja di LN ....

Kutip dari: Ghif
ada yang mempersilakan person yang beasiswa ke negerinya beserta suami/istri n anaknya kemudian biaya hidupnya ditanggung oleh negara tujuan.

Sekali lagi cermati mengenai "biaya hidup suami/isteri & anak ditanggung oleh negara tujuan", apa2 aja yg termasuk and setau saya agak jarang yg memasukkan biaya Kesehatan sebagai jaminan oleh negara dimana si pelajar tadi menuntut.
Di US sendiri kalo student yg dapat beasiswa, umumnya setiap dependent (isteri/suami) itu harus bayar Health Insurance dgn biaya sendiri, belum lagi tiket pulang pergi dari and ke negara asal ....

Offline GhiF

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 4.129
  • Lokasi: Depok
  • Jenis kelamin: Pria
  • . . . . . . .
    • Lihat Profil
« Jawab #19 pada: 26 September 2006, 21:36:34 »
@ataskuw

dakuw paham itu koq kang.
jarang bukan berarti gak ada.

karena memang kebetulan dakuw di kantor berada di biro untuk menangani pendidikan luar negeri. :)
enyiwei,

my point of view is,
apapun halangan yang dihadapi menjelang rumah tangga, selama dua pihak sudah positif dan benar2 ingin, jangan dijadiin alasan untuk batalin niat baiknya.
selama ada kemauan, di situ ada jalan, rizki Allah luas . . .

(\__/) Lembut tanpa ketegasan adalah kelemahan
(='.'=) Tegas tanpa kelembutan adalah kesewenangan
('')_('') Keduanya akan menimbulkan fitnah

(\__/) Kebaikan itu ada 2 pilar : Benar & Santun
(^_^) Benar ga Santun = bikin siapapun akan melecehkan kebenaran
('')_('')Santun ga Benar = Pendusta

Offline camembert

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 419
    • Lihat Profil
« Jawab #20 pada: 26 September 2006, 21:38:11 »
subhanallah....
.. ntar ane ikut keluar negeri, sampe disana ane cari kerja juga dong, syukur2 dapet beasiswa bisa lanjutin study juga, kan asyik  O0 O0

Kerja yg gimana dulu donk Oom Dian ... yg sesuai dgn skill ato yg serabutan ...

Ada loch yg dinegaranya sebagai dokter and bertitle, eh sampe di negara tujuan (eg NZ) mereka kerja bukan dibidangnya and harus banting stir (sebagai supir taksi, cleaning service, bushman di Food Court, kerja di pabrik) karena mereka harus hidup and nanggung seluruh biaya idup tadi. Jadi intinya ... jangan mikir yg enak2 dulu dech, kumpulin informasi yg ada (baik buruknya) and pertimbangkan sekali lagi kalo mao ke LN ...

Offline camembert

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 419
    • Lihat Profil
« Jawab #21 pada: 26 September 2006, 21:48:27 »
@Ghif

Saya jangan dipanggil akang doonkkk .... akhwat tulen gini ... (it reminds me when first time I joined with this website ages ago, everyone thought I was a male ....).

Emang betul rezeki Allah luas and Insya Allah kalo itu emang udah jalannya yach siapa juga yg bisa ngalangin, tapi intinya saya comment disini .. ingin kasih gambaran apa sich and bagaimana sich idup and kerja serta sekolah di LN dari sisi yg ngga enaknya dulu, jangan disodorin yg enaknya dulu, semua orang juga mau ... tapi mereka kemudian lupa tuk mempersiapkan segala kesulitan yg akan mereka hadapi di negeri orang.

Kalo emang ente bekerja di biro jasa tuk pengurusan orang2 yg sekolah ke LN, informasi akurat apa yg ente berikan kepada si pemakai jasa yg sesuai dgn kenyataan  dari idup di LN ...  Would you be able to share with me then ... and perhaps from that situation we may discuss and pass some valuable information to our brothers and sisters (for those who want to study and live overseas), so they may have not a great deals life difficulties when living overseas or at least we are trying to minimize their problem regarding living overseas ... how does it sound, boss ....
« Edit Terakhir: 26 September 2006, 22:08:50 oleh camembert »

Offline akh_marsha

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 2.056
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #22 pada: 26 September 2006, 21:53:00 »
ada yang menyinggung beasiswa keluarga yah. setau aku yah memang ada tapi ngak seperti yang dibayangkan juga. setau aku ditahun pertama itu yang berangkat sendiri nah setelah beberapa tahun baru anggota keluarga yang laen bisa menyusul. jadi berangkatnya ngak bareng gitu... (klo ngak salah yah  %peace%)
O0 Training Motivation for Dhuafa Students O0

Offline camembert

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 419
    • Lihat Profil
« Jawab #23 pada: 26 September 2006, 22:04:28 »
@marsha
emang betul ... kebanyakan yg saya liat dari temen2 indo yg datang ke LN tuk belajar mereka ngga langsung membawa keluarganya, dgn catatan pihak si pemberi beasiswa ingin mempunyai waktu tuk pengurusan masalah keimigrasian and melihat commitmentnya si calon penerima beasiswa, sebelum mengeluarkan surat sponsor tuk isteri/suami and anak2nya. Dan juga ini tuk memudahkan si pelajar tadi beradaptasi dgn kehidupan di negara tsb, sebelum membawa pasukannya. Khan bukan hal yg sepele kalo menghadapi kesulitan di LN , and ternyata si penerima beasiswa tadi ngga bisa ngurus dirinya sendiri ...

Offline GhiF

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 4.129
  • Lokasi: Depok
  • Jenis kelamin: Pria
  • . . . . . . .
    • Lihat Profil
« Jawab #24 pada: 26 September 2006, 22:15:10 »
@camem

maap, abisnya gak dicantumin sih gendernya di profil.
dakuw kan bukan dukun, yang bisa tau meski gak dikasih tau :-P

oya jeng,
namanya orang kasih saran atuh bicaranya yang enak2 ajah dulu.
kasian kan, dah dia lagi bingung, eh dikasih omongan yang pait2 n susah2 :jaim:

kalo mau info, coba aja hubungi kampus negeri terdekat, trus tanya soal Beasiswa unggulan. ada sih situsnya, cuma masih diutak atik lagi sama yang mpunya. tapi kalo penasaran, coba aja klik beasiswaunggulan.depdiknas.or g itu program beasiswa pemerintah dengan tempat pembelajaran kebanyakan masih di dalam negeri, tapi jika layak ke LN, ya difasilitasi.

atau coba main2 ke http://www.apsprogram.or.id atau http://www.adsjakarta.or.id
note, untuk dua program di atas, aps or ads, tahun2 sebelumnya menjamin anggota keluarga yang ikut ke LN  <!-- satu orang duank --> namun untuk tahun ini, diubah kebijakannya dengan menambahkan uang saku bagi penerima beasiswa, dan tidak menjamin anggota keluarga yang lain.

informasi lain2 http://www.immi.gov.au/overseas/jakarta/student-visa.htm

ini kalo mau tau info beasiswa di Jepang. http://del.icio.us/scholarship/japan atau ini http://www.asiaseed.org/ayfj/info/info_A3.htm program AYF

atau kalo mau lebih lengkap, coba kunjungi milis beasiswa@yahoogroups.com. dan juga buka2 beasiswas.blogspot.com


« Edit Terakhir: 26 September 2006, 22:21:38 oleh GhiF »
(\__/) Lembut tanpa ketegasan adalah kelemahan
(='.'=) Tegas tanpa kelembutan adalah kesewenangan
('')_('') Keduanya akan menimbulkan fitnah

(\__/) Kebaikan itu ada 2 pilar : Benar & Santun
(^_^) Benar ga Santun = bikin siapapun akan melecehkan kebenaran
('')_('')Santun ga Benar = Pendusta

Offline camembert

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 419
    • Lihat Profil
« Jawab #25 pada: 26 September 2006, 22:38:27 »
Kutip dari: Ghif
note, untuk dua program di atas, aps or ads, tahun2 sebelumnya menjamin anggota keluarga yang ikut ke LN  <!-- satu orang duank --> namun untuk tahun ini, diubah kebijakannya dengan menambahkan uang saku bagi penerima beasiswa, dan tidak menjamin anggota keluarga yang lain.

Peraturan sebelumnya yg menjamin anggota keluarga yg ikut ke LN, itu berupa apa ... apa "all inclusive" (saya ngga ngikutin dari sebelumnya, kalo Ghif memang ada, please share ..), saya buka websitenya and liat tuk yg dijamin itu hanya "Basic Health care" aja and just wandering ... apa aja yg termasuk di dlm "Basic Health care-nya", kalo seandainya salah satu anggot keluarga kecelakaan and need immediate medical treatment, apa itu termasuk ... and gimana kalo ada following medical treatment akibat dari accident tsb, apa si pemberi beasiswa menjamin ...

Kutip dari: Ghif
namanya orang kasih saran atuh bicaranya yang enak2 ajah dulu.
kasian kan, dah dia lagi bingung, eh dikasih omongan yang pait2 n susah2 Senyum simpul

kalo mao kasian ... akan lebih bijak dikasih tau "Bad Side-nya" juga, karena kalo udah di LN and menghadapi kesusahan, siapa yg mao bantu ... tul ngga Oom ...  ::)



Offline GhiF

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 4.129
  • Lokasi: Depok
  • Jenis kelamin: Pria
  • . . . . . . .
    • Lihat Profil
« Jawab #26 pada: 26 September 2006, 23:05:37 »
betul2 . . . .

tapi setidaknya, "bad story" nya itu akan didapet dengan sendirinya tatkala cari berita n wawancara sama pihak2 yang menyediakan beasiswa, so, ketika dapet "bad story" langsung dari pihak yang bersangkutan akan lebih menemukan solusi yang terbaik menyikapi "bad story" itu.

ketimbang langsung di paparkan, bisa2 malah menghilangkan minat untuk cari berita lebih dalem lagi . . . :D

untuk immediate treatment, seperti accident, sudah tertanggung, ada yang ditanggung penuh, ada yang hanya sebagian saja, tergantung casenya. Hanya saja, following treatment-nya ditentukan selama beberapa jangka waktu tertentu, tergantung case.
(\__/) Lembut tanpa ketegasan adalah kelemahan
(='.'=) Tegas tanpa kelembutan adalah kesewenangan
('')_('') Keduanya akan menimbulkan fitnah

(\__/) Kebaikan itu ada 2 pilar : Benar & Santun
(^_^) Benar ga Santun = bikin siapapun akan melecehkan kebenaran
('')_('')Santun ga Benar = Pendusta

Offline camembert

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 419
    • Lihat Profil
« Jawab #27 pada: 26 September 2006, 23:21:29 »
@Ghif
statement yg ente bilang diatas, kok ngga ada di websitenya ... sekalian kasih website dari si pemberi beasiswa donk, khan jelas omongan itu datangnya dari si pemberi beasiswa and bisa jadi bahan rujukan bersama kalo ada apa2/ada yg meleset dari informasi yg diberikan. Pan lebih enaknya informasi didapat di Indo sebelum berangkat ke LN ...

Setau saya pihak pemberi beasiswa yg menginterview si calon penerima beasiswa jarang memberikan hal2 yg Bad Side, kalo kita ngga engeh duluan ... nah pegimane kita mao engeh kalo engga ada informasi masukan dari yg tau idup di LN itu kaya apa ...

Offline GhiF

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 4.129
  • Lokasi: Depok
  • Jenis kelamin: Pria
  • . . . . . . .
    • Lihat Profil
« Jawab #28 pada: 26 September 2006, 23:31:06 »
heheh gak ada disite?

alhamdulillah, itu kelebihannya kalo tau sama orang2 dalemnya jeng. :)
dan biasanya itu akan dibahas saat interview.

jeng bisa cros check sendiri ke meja informasi yang bisa jeng tanyain.

terbalik, justru selama dakuw pernah terlibat dalam test dan interview untuk hidup di LN, banyak disampein berita2 gak enaknya, tapi kemudian di berikan pilihan2 lain.
« Edit Terakhir: 26 September 2006, 23:34:08 oleh GhiF »
(\__/) Lembut tanpa ketegasan adalah kelemahan
(='.'=) Tegas tanpa kelembutan adalah kesewenangan
('')_('') Keduanya akan menimbulkan fitnah

(\__/) Kebaikan itu ada 2 pilar : Benar & Santun
(^_^) Benar ga Santun = bikin siapapun akan melecehkan kebenaran
('')_('')Santun ga Benar = Pendusta

Offline Scorpion14

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 11.244
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • Ya Allah... jadiknlah aku trmsuk orang2 yang sabar
    • Lihat Profil
« Jawab #29 pada: 27 September 2006, 07:09:42 »
;D ribut ih gitu ajah.....

%peace% klo daku sih lebih memilih di negeri sendiri klo berkeluarga...

klo masih bujang sih .....asik2 ajah......


Offline Th3s4inT

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 10.077
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • be patience...
    • Lihat Profil
« Jawab #30 pada: 27 September 2006, 07:18:09 »
Yey scropie nongol2 malah OOT :hihi:
Let me lead the way, straight back to Allah's bless
'Cause this kind of love is.. once in a lifetime

Offline Scorpion14

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 11.244
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • Ya Allah... jadiknlah aku trmsuk orang2 yang sabar
    • Lihat Profil
« Jawab #31 pada: 27 September 2006, 07:29:03 »
;D abisan pada serius gitu ngomongnya....


Offline Th3s4inT

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 10.077
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • be patience...
    • Lihat Profil
« Jawab #32 pada: 27 September 2006, 07:31:33 »
Nikah kan serius.
Masalah kerjaan juga serius.
Pisah sama istri karena dia mau keluar negeri juga serius.

%peace%
Let me lead the way, straight back to Allah's bless
'Cause this kind of love is.. once in a lifetime

Offline Scorpion14

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 11.244
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • Ya Allah... jadiknlah aku trmsuk orang2 yang sabar
    • Lihat Profil
« Jawab #33 pada: 27 September 2006, 07:34:57 »
ya udah klo gitu....coba pertimbangkan dulu....klo di indo dah gajih diatas 3jt....mending disini ajah ;D

klo gajih masih 2jt kebawah....mending pergi sanah ...... %peace%

toh kuliah di indo sama diluar negeri sama ajah....gmn kitanya ya ga.... ?


%peace% atau pindah ke bandung ajah