Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Jum'at, 25 Mei 2012/4 Rajab 1433 H : Imsak 4:27:04 - Shubuh 4:33:29 - Terbit 5:55:44 - Dzuhur 11:49:51 - Ashar 15:11:54 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:46 WIB

Penulis Topik: Ditawarin akhwat yang mo' studi ke luar negeri  (Dibaca 690 kali)


Offline abab

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 52
    • Lihat Profil
« pada: 25 September 2006, 09:09:14 »
Myqers sekalian...ane mo' nanya gmn kalo antum  ditawarin seorang akhwat buat jadi istri antum, tapi si akhwat tersebut ada keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri? dan nampaknya akhwat tersebut menginginkan suaminya kelak ikut dengannya? Sementara calon suaminya sudah bekerja di Jakarta dan rasanya tidak mungkin untuk meninggalkan kantor tempatnya bekerja dalam jangka waktu yang lama (1-2 tahun) ?? Syukron atas masukannya

Offline himura_chan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.428
  • Lokasi: AG - N - B
  • Jenis kelamin: Pria
  • ~: Rurouni Himura :~
    • Lihat Profil
    • Himura's Blog
« Jawab #1 pada: 25 September 2006, 09:21:57 »
sebelumnya sudah saling dikomunikasikan belum???...dan apa hasilnya????
"Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik." Qs. Ar Ra'du 13

Offline lily_eve

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 393
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 25 September 2006, 09:44:26 »
calon suaminya sendiri milih mana? menikah dan ikut akhwat atau tidak menikah dan tetap bekerja seperti semula :toe:

Offline lhariwibowo

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 239
  • Lokasi: Dunia yang Indah
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 25 September 2006, 10:54:56 »
Di komunikasikan aja terlebih dahulu ama si akhwat.
klo emang g bisa di ambil jalan keluarnya,
ya dah..  cari yang lain ajaaa.
Mungkin blom jodoh anda.  :toe:
Tapi tetep semangat yach  O0

Offline Zhia_al_Haq

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2006
  • Tulisan: 114
  • Lokasi: around Jabotabek
  • Jenis kelamin: Pria
  • Journey to the heaven
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 25 September 2006, 12:08:00 »
wah ada juga istri nurut suami yaa ;)
klo dah jadi suami istri ..tapi pasti bisa di diskusikan jalan kluarnya dengan si calon ...
(kapan nich .. undang2 yaa walimah nya)
but bro the ball is in ur hand ... :D

Offline wargabiasa

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 2.623
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 26 September 2006, 00:47:18 »
Myqers sekalian...ane mo' nanya gmn kalo antum  ditawarin seorang akhwat buat jadi istri antum, tapi si akhwat tersebut ada keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri? dan nampaknya akhwat tersebut menginginkan suaminya kelak ikut dengannya? Sementara calon suaminya sudah bekerja di Jakarta dan rasanya tidak mungkin untuk meninggalkan kantor tempatnya bekerja dalam jangka waktu yang lama (1-2 tahun) ?? Syukron atas masukannya

ngomong baik-baik... kalau itu ikhawannya orang yang baik dan bijak pasti dia mau menunggu yang penting alasannya jelas dan komitmennya disepakati dengan kesungguhan dan kejujuran.. tapi kalau kagak mau.. itu ikhwan tinggalin aja... mungkin dia mau menikah denganmu karena udah kagak tahan.. %peace:

Offline GhiF

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 4.129
  • Lokasi: Depok
  • Jenis kelamin: Pria
  • . . . . . . .
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 26 September 2006, 01:44:15 »
heheheh . . . . <!-- mirip2 neh case nya :D -->

gini aja mas,
mas mending ikut aja sama istri ke sana.

nah, soal kerjaan, coba mas cari2 informasi, atau minta bantuan calon istri buat dapetin kerjaan disana. selanjutnya urus deh segala berkas2 administratifnya. Atau mas juga berusaha dapetin beasiswa ke luar negeri yang satu negara sama tujuan istri mas, minta bantuan dari kantor juga gak masalah selama mas bisa meyakinkan loyalitas terhadap kantor mas.

Tiap taun dibuka koq peluang nerusin pendidikan ke LN.

oya, kalo bole tau luar negerinya daerah mana?
(\__/) Lembut tanpa ketegasan adalah kelemahan
(='.'=) Tegas tanpa kelembutan adalah kesewenangan
('')_('') Keduanya akan menimbulkan fitnah

(\__/) Kebaikan itu ada 2 pilar : Benar & Santun
(^_^) Benar ga Santun = bikin siapapun akan melecehkan kebenaran
('')_('')Santun ga Benar = Pendusta

Offline Th3s4inT

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 10.077
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • be patience...
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 26 September 2006, 07:40:13 »
@ghif

Emang cari kerja di luar negeri gampang, apalagi "milih" negara tertentu :P Yang lokal aja susah, apalagi disana :hihi:
Ups bukan pesimis ya, tapi get real aja :)

Untuk kerja di luar, butuh ijin kerja (work permit). Beberapa perusahaan gak mau repot, makanya mereka cari karyawan dari negara asal, atau warga asing yang sudah punya ijin kerja disana. Bisa dibaca disini http://myquran.org/forum/index.php/topic,6576.0.html

Untuk minta bantuan kantor, ya tinggal liat dia kerja dimana dong. Apa iya kantornya punya budget :)
Let me lead the way, straight back to Allah's bless
'Cause this kind of love is.. once in a lifetime

Offline bahagiasejahteradankeren

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.162
  • Lokasi: semarang indonesia
  • Jenis kelamin: Pria
  • H-2873-YW
    • Lihat Profil
    • Point to Share
« Jawab #8 pada: 26 September 2006, 09:27:49 »
heheheh . . . . <!-- mirip2 neh case nya :D -->

<---- heheheh, karena mirip juga ----->

kemaren sih pernah kepikiran gini, ikut ajah, terus disana nyari kerja, asal kerja ajah. pernah denger sih mahasiswa indonesia yang dapet scholarship ke LN "nyambi" kerja disana. bukan pekerjaan resmi, tapi kerjaan sambilan.

tp ketika baca info dari thesaint... wew jadi mikir lagi nih... jika semua pekerjaan minta WP, bagaimana dengan mahasiswa yang numpang nyari makan kerja disana ?? ada wp juga yak ???

terus kalu misalnya oom ghif jadi ke LN mendampingi istri yang dapet beasiswa, visa-nya pake visa apaan yak... ??
feiern den ersten Jahrestag der Hochzeit am 30. Dezember

Offline snowyfreeze

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 805
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 26 September 2006, 09:50:14 »
biasanya kan istri yg ngikut suami kuliah di LN.
klo suami yg ngikut istri..agak gimana gitchu..  :-\

Offline camembert

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 419
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 26 September 2006, 10:06:56 »
gini aja mas,
mas mending ikut aja sama istri ke sana.
nah, soal kerjaan, coba mas cari2 informasi, atau minta bantuan calon istri buat dapetin kerjaan disana. selanjutnya urus deh segala berkas2 administratifnya......
 

Waduh Oom Ghif ... ati2 kalo mau nyaranin orang tuk ke LN ... apalagi harus dgn mengorbankan pekerjaan yg sudah ada di Indonesia. Perlu Oom Ghif ketahui nyari kerjaan di LN tuh ngga segampang yg dikira, belum lagi ketahuan kerjaan yg bisa di dapat di LN seperti apa, eh tau2 harus berhadapan dgn urusan keimigrasian dgn segala pernak-perniknya. Saya kasih contoh dua negara aja (US and NZ), yg secara kebetulan saya ada gambaran karena pernah mengalami and gambarannya sbb:
Tuk di US ====> Amrik tuh paling banyak mengenal jenis visa sesuai dgn tujuan dari si pendatang (ada B, F, H, M, K, J dll), kalo tujuannya ke US tuk belajar, maka visa yg dipegang adalah F tuk si student, kalo student tsb sudah bekeluarga and akan membawa pasangannya tuk tinggal bersama, maka si pendampingnya mendapat visa F2. Dan dgn visa ini kedua2nya tidak diperkenankan tuk bekerja (permanent work, hanya kerja sambilan), kecuali bagi pemegang visa J1 or J2 (yg ada tanda 2 biasanya diperuntukan bagi si pendamping suami/isteri) and visa ini tuk "Visiting Scholars" yg akan research and kerja, tentunya kebanyakan mengajar di kampus. Itupun visa J2 ini harus dibawa ke Imigrasi utk apply "working permit", setelah dapat working permit (prosesnya lebih kurang 3 bulan), harus apply SSN (Social Security Number), baru bisa kerja. Mao kerjapun masih ada kendala lagi, yaitu bersaing dgn orang lokal (tentunya dgn bahasa inglish yg "acceptable" tuk si employer). Yg bikin mumet kepala kalo si employernya nanya ada "working experience tuk bekerja di Amrik", jawabannya tanya kepada si pelamar dech ...
And jangan sekali2 bagi isteri/suami dari student tadi bekerja secara "Illegal" (karena maksa banget pengen kerja), nanti dampak susahnya akan kena ke si student tsb. Setelah ini masih ada lagi kendalanya,yaitu mengenai "Health Insurance", yg di Amrik biayanya itu gede buangettt.

Begitu juga dgn NZ, si pendamping (suami/isteri) akan diberikan izin tinggal sementara tuk mendampingi si pelajar (yg belajar dgn mendapat beasiswa tadi), Tapi permit yg diberikan tidak utk bekerja, hanya tuk tinggal.

Satu hal lagi meski si pendatang sudah punya visa tuk ke negara tsb, bukan jaminan si pendatang bisa masuk ke negara tsb, semuanya masih harus diliat, diproses and disetujui oleh staff keimigrasian dari Port of Entry di masing2 negara. And pendatang harus mengetahui bahwa "Visa" itu ngga sama dgn "Permit".

Itu aja dech tuk nanggepin comment-nya Oom Ghif ...

Tuk TS, sebaiknya dipikirkan kembali and dimatangkan tuk semua tindakan yg mau diambil ... Pastikan negara tempat belajar si calon tadi urusan keimigrasiannya dimengerti and dipahami and cari info sebanyak-banyaknya mengenai "obtaining jobs" di negara tsb, pun tuk apply Scholarships ... itu apa aja yg diminta ... Pokoknya pikir matang2 dech ...

Take care and all the best for you all ....
« Edit Terakhir: 26 September 2006, 10:37:35 oleh camembert »

Offline camembert

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 419
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 26 September 2006, 10:19:58 »
kemaren sih pernah kepikiran gini, ikut ajah, terus disana nyari kerja, asal kerja ajah. pernah denger sih mahasiswa indonesia yang dapet scholarship ke LN "nyambi" kerja disana. bukan pekerjaan resmi, tapi kerjaan sambilan.

Tuk Student yg belajar ke LN (baik dgn biaya sendiri ato mendapat Scholarship) itu mereka diperbolehkan tuk bekerja sambilan (parttime, kalo ngga salah kisarannya less than 20 hours perweek), kalo di US, student diperbolehkan bekerja part time plus during "summer time". Sepanjang si pelajar bekerja "sambilan" tadi yach visanya tetap "visa student", terkecuali kalo si pelajar tadi sudah selesai sekolahnya and mau nyari kerjaan di negara tsb and secara kebetulan Company yg mao memperkerjakannya bersedia menjadi "sponsor" dari si pelajar tadi, maka si pelajar bisa apply "Working Permit " dgn surat sponsor yg dikeluarkan oleh perusahaan tadi. Jadi intinya sepanjang si Company Happy dgn kerja dari si pelajar tadi, maka working permit akan terus eksis, kalo engga yach engga bisa kerja kalo ngga ada WP.





Offline camembert

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 419
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 26 September 2006, 10:22:29 »
biasanya kan istri yg ngikut suami kuliah di LN.
klo suami yg ngikut istri..agak gimana gitchu..  :-\

Yach ... ngga pa-pa toch mas ... yg penting RumTang-nya bahagia and selalu bersama ... gitu aja kok repotttt ....

Offline dian_syahril

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 8.203
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 26 September 2006, 11:39:41 »
subhanallah....

kalo ane mau banget tuh.. ntar ane ikut keluar negeri, sampe disana ane cari kerja juga dong, syukur2 dapet beasiswa bisa lanjutin study juga, kan asyik  O0 O0
mohon maaf lahir & batin jika ada tulisan, perkataan & perbuatan saya baik yg disengaja maupun yg tidak selama di myQ.org :)

Offline GhiF

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 4.129
  • Lokasi: Depok
  • Jenis kelamin: Pria
  • . . . . . . .
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 26 September 2006, 13:30:20 »
@the saint,


emang kerja di LN juga butuh perjuangan, tapi bukan gak mungkin kalo semua itu bisa kita raih.
dakuw bukan orang yang kepedean, tapi bukan pula pesimiser.

selama kita mau nyari celah mah, insya allah dapet aja.

begitu juga dengan beasiswa ke LN, kalo pun dari kantor gak dapet budget, pastikan cari lembaga sponsorship lainnya yang memungkinkan.
Kalo kita punya skill n keberanian, dakuw pikir gak akan sulit untuk bergeliat mencari jalan ke LN.
Apalagi sekarang pemerintah sedang menggalakan program Beasiswa Unggulan. Baik untuk pendidikan di dalam negeri, ataupun keluar negeri. :)


@camembert

semua yang ente ketik ke dakuw itu betul.
tapi, sama kembali lagi ke ketikankuw di atas.
kalo kita punya back up untuk sponsorship, insya allah semua tatib administratif itu bisa diselesaikan.

toh ini gak sekedar ketikan dakuw belaka, karena dakuw juga ada kenalan yang bernasib seperti itu, dan mereka di Ausi.

dan seperti yang mas bilang, kerja parttime dibolehkan, meski kita memiliki visa pelajar. Nah, untuk keausie sendiri, ada program pemerintahnya bagi yang mau nyari kerjaan disana, buat yang tertarik sekedar test kira2 memenuhi syarat ato ngga untuk kerja disana, coba aja klik

http://www.migrationexpert.com/content/working_in_australia.asp

(\__/) Lembut tanpa ketegasan adalah kelemahan
(='.'=) Tegas tanpa kelembutan adalah kesewenangan
('')_('') Keduanya akan menimbulkan fitnah

(\__/) Kebaikan itu ada 2 pilar : Benar & Santun
(^_^) Benar ga Santun = bikin siapapun akan melecehkan kebenaran
('')_('')Santun ga Benar = Pendusta