19 Mei 2013, 08:24:03
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email FaceBook Login -->
Board Khusus "Khusus Muslimah"

myQuran - Komunitas Muslim Indonesia


myQ Selasar, sekilas info: H-17 dari myQuran Futsal Cup 2, Segera daftarkan Team Futsal anda | Selamat datang di myQuran, komunitas muslim indonesia..


Dari Abbas bin Malik r.a, Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya berjihad untuk agama Allah pada waktu pagi atau petang hari lebih baik dari dunia dan seisinya." (Sahih Bukhari)

img_iklan_board/1298237041.gif

Penulis Topik: Ciri Khawarij: (1) Tidak mengerti isi Al-Qur'an, apalagi mengamalkannya.  (Dibaca 2086 kali)

Offline dpr

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 677
    • Lihat Profil
Mana haditsnya yang menunjukkan bahwa ini adalah ciri khawarij?
Ini menurut hadits nabi, atau menurut syaikh anu bin anu bin anu? :hihi:


ya ampun... haditsnya gak tahu??? ngaji dululah sebelum nulis biar gak malu (kecuali sudah gak punya malu)

sy yg awam aja tahu haditsnya

Offline dpr

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 677
    • Lihat Profil
1. Hahahaha, Lha ya jelas aja si Presiden US ngomong gitu..lambene George Bush kok di percaya...liat faktanya lah.. :hihi:

2. weleh-weleh sampe sekarang masih jadi ratu maksiat itu..

lha dari sumber punya US aj mereka ngakuin Saudi itu salah satu aliansi utama mereka di Timur Tengah, kasihan Fans Berat klan Saud yang living in denial.. :hihi:

maklumlah ente kan dukun, jadi tahu isi hati orang :hihi:

aliansi dgn nasrani boleh karena ada haditsnya

Offline abizechaabizecha

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 4.215
  • Jenis kelamin: Pria
  • meniti jejak generasi salaf
    • Lihat Profil
المشكلة هنا جاهل يتكلم عن امر الدين بغير العلم و بغير فهم السلف الصالح


 :wataw: :wataw: :wataw: :wataw:


Offline abizechaabizecha

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 4.215
  • Jenis kelamin: Pria
  • meniti jejak generasi salaf
    • Lihat Profil
selayaknya kita perhatikan beberapa perkara penting yang telah diingatkan oleh Ibnu Taimiyah tentang akar sejarah khawariz :

1.   Kaum Khawarij ini muncul pertama kali pada masa kekhalifahan Ali bin
Abi Thalib Radhiyallaahu 'Anhu.


Mereka terkenal dengan ketekunan dalam beribadah, seperti shalat, puasa, tilawah Al-Qur'an, zuudan beberapa aspek ibadah lahiriyah lainnya yang tidak didapati pada mayoritas sahabat nabi. Namun sayangnya mereka menyimpang dari sunnah Rasulullah Shallallaahu' Alaihi wa Sallam dan menyempal dari kaum muslimin. Mereka telah membunuh seorang muslim bernama Abdullah bin Khabbab dan merampas binatang-binatang ternak milik kaum muslimin. Inilah bid'ah yang pertama kali muncul dalam sejarah Dienul Islam dan merupakan bid'ah yang paling banyak dikecam dalam sunnah Nabi dan atsar Salafus Shalih. Tokoh utama merekalah yang pertama kali menyanggah Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam dengan mengatakan: "Berlaku adillah wahai Muhammad, karena Anda belum berlaku adil!" Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam telah memerintahkan kaum muslimin untuk membunuh dan memerangi kaum Khawarij ini. Dan ini terwujud ketika para sahabat keluar bersama Ali bin Abi Thalib Radhiyallaahu 'Anhu untuk memerangi mereka.

Banyak sekali hadits-hadits nabi Shallallaahu Alaihi wa Sallam yang memerintahkan supaya memerangi mereka serta menceritakan ciri-ciri mereka. Hingga Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah berkata: "Hadits tentang Khawarij ini dinyatakan shahih dari sepuluh sisi."

Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:

Salah seorang dari kalian merasa shalatnya lebih rendah nilainya daripada shalat mereka, puasanya lebih rendah nilainya daripada puasa mereka, tilawahnya lebih rendah nilainya daripada tilawah mereka. Mereka membaca Al-Qur'an tapi tidak melewati kerongkongan mereka (tidak memahaminya). Mereka telah melesat keluar dari Islam sebagaimana anak panah melesat dari busurnya. Bunuhlah mereka dimana saja kamu jumpai sebab telah tersedia pahala yang besar di Hari Kiamat bagi yang membunuh mereka.


2.   Kaum Khawarij ini akan tetap ada hingga datang masa keluarnya
Dajjal.

Hadits-hadits berkaitan dengan Khawarij ini diriwayatkan dalam berbagai versi. Dalam hadits Abu Barzah riwayat An-Nasa'i disebutkan:

Akan muncul di akhir zaman nanti suatu kaum, sepertinya orang ini (gembong khawarij Dzul Khuwaisirah) termasuk kelompok mereka, yang membaca Al-Qur'an akan tetapi tidak melewati tenggorokan mereka (tidak memahaminya). Mereka telah keluar dari Islam sebagaimana anak panah melesat dari busurnya. Ciri-ciri mereka adalah menggundul kepala. Mereka akan tetap muncul hingga akhir zaman bersama Dajjal. Apabila kalian menemui mereka, perangilah! Mereka adalah seburuk-buruk makhluk bentuk maupun perangainya.

Dalam buku Majmu' Fatawa (28/496), Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah
berkata:

"Dalam beberapa riwayat hadits lain telah diceritakan bahwa kelompok ini akan tetap muncul sampai zaman keluarnya Dajjal. Alim ulama telah sepakat bahwa kelompok Khawarij ini bukan hanya pasukan tentara yang menyertai Dajjal."


3.   Alim ulama telah menggolongkan setiap pengikut hawa nafsu serta ahli
bid'ah yang memiliki pemikiran seperti mereka dalam jajaran Khawarij.


Sebagaimana dimaklumi bahwa bentukbentuk khuruj (pembangkangan) dalam Dienul Islam sangat banyak sekali.

4.   Syariat telah mengecam dengan keras kelompok khawarij bahkan
memerintahkan agar memerangi mereka meskipun mereka memiliki kebaikan dan ketekunan dalam beribadah.


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata: "Meskipun shalat, puasa dan tilawah AlQur'an mereka sangat banyak, ibadah dan kezuhudan mereka teruji, namun Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tetap memerintahkan agar memerangi mereka. Ali bin Abi Thalib telah melaksanakan perintah Rasulullah tersebut bersama beberapa orang sahabat nabi lainnya. Mereka memerangi pasukan Khawarij yang telah menyimpang dari sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan syariat yang beliau bawa." (Lihat Majmu' Fatawa 11/473)



Offline abizechaabizecha

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 4.215
  • Jenis kelamin: Pria
  • meniti jejak generasi salaf
    • Lihat Profil
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah telah membahas tuntas masalah ini dalam uraian beliau berikut ini:


PEMBAHASAN PERTAMA: PROLOG-PROLOG BID'AH KHAWARIJ


Interpretasi keliru terhadap apa yang dimaksud oleh Allah dan Rasul-Nya merupakan dasar bid'ah Khawarij. Sebenarnya kaum Khawarij ini tidak bermaksud menyelisihi Al-Qur'an, akan tetapi mereka salah dalam menginterpretasikannya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah
menjelaskan: "Bid'ah yang pertama kali muncul, yaitu bid'ah Khawarij, penyebabnya adalah interpretasi keliru terhadap kandungan Al-Qur'an, sebenarnya mereka tidak bermaksud melanggarnya! Akan tetapi mereka salah menafsirkannya. Mereka berasumsi bahwa nash-nash ancaman itu berkonseksuensi kafirnya para pelaku dosa besar! Mereka beranggapan bahwa seorang mukmin itu harus baik dan bertakwa, konseksuensinya siapa saja yang tidak baik dan tidak bertakwa maka ia tergolong kafir dan kekal dalam api neraka.

Kemudian mereka menandaskan: "Utsman, Ali dan orang-orang yang membela mereka berdua bukanlah tergolong orang-orang yang beriman. Karena mereka telah berhukum dengan selain hukum Allah, demikian kata mereka!

Jadi, ada dua prolog bagi bid'ah Khawarij ini:
1.   Siapa saja yang perbuatan dan pendapatnya menyalahi Al-Qur'an maka
ia tergolong kafir.
2.   Utsman, All dan orang-orang yang membela mereka termasuk kategori
demikian
.

Oleh sebab itu hendaklah ekstra hati-hati dalam menjatuhkan vonis kafir terhadap kaum muslimin hanya karena dosa dan kesalahan yang dilakukan. Sebab itulah bid'ah yang pertama kali muncul dalam Islam. Dengan dalih tersebut mereka menghalalkan darah dan harta kaum muslimin. Dalam banyak hadits Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam telah mengecam mereka dan memerintahkan agar memerangi mereka." (Lihat Majmu' Fatawa 13/30-31)


PEMBAHASAN KEDUA: AKAR BID'AH KHAWARIJ


Syaikhul ' Islam ' Ibnu Taimiyah menggolongkan bid'ah Khawarij ini sebagai bid'ah yang besar, sebagaimana halnya Syi'ah Rafidhah sejenisnya. Ketika menerangkan perbedaan antara Rafidhah dan Khawarij, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan:

"Akar kesesatan mereka (Khawarij) adalah keyakinan mereka bahwasanya para Imam serta segenap kaum muslimin telah menyimpang dari kebenaran dan telah sesat. Itu pula yang merupakan akar kesesatan setiap kelompok yang menyimpang dari sunnah nabi, seperti halnya Rafidhah dan kelompok-kelompok lainnya! Kemudian mereka nyatakan kufur setiap perbuatan yang mereka anggap sebuah tindak kezhaliman. Lalu mereka menjatuhkan sanksi-sanksi hukum yang mereka ada-adakan atas setiap kekufuran!

Itulah tiga pokok dasar kelompok-kelompok yang menyimpang dari As-Sunnah, seperti Haruriyah (Khawarij), Rafidhah (Syi'ah) dan yang lainnya. Dalam setiap kesempatan mereka berusaha melepaskan asas-asas dasar Dienul Islam sehingga mereka keluar dari Islam sebagaimana panah melesat dari busurnya.

Ibnu Taimiyah memandang akar bid'ah Khawarij dari dua sisi:
1.   Menyelisihi sunnah Rasulullah.
2.   Konseksuensi-konseksuensi batil yang ditimbulkannya.

Dalam Majmu' Fatawa (19/72-73), Ibnu Taimiyah menerangkan: "Ada dua faktor utama yang menyebabkan kaum Khawarij ini menyempal dari jama'ah kaum
muslimin:

1.   Mereka telah menyelisihi Sunnah nabi. Mereka pandang jelek perkara
yang baik-baik dan mereka pandang baik perkara yang buruk. Itulah yang mereka tunjukkan di hadapan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, yaitu ketika Dzul Khuweisharah At-Tamimi berkata kepada beliau: "Berlaku adillah, sesungguhnya engkau tidak berlaku adil!" Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menjawab: "Celakalah engkau, siapakah lagi yang berlaku adil jika aku tidak berlaku adil! Sungguh telah merugi dan celakalah diriku jika aku tidak berlaku adil!"

2.   Mereka memvonis kafir kaum muslimin karena dosa dan kesalahan yang
dilakukan, serta menerapkan sanksi-sanksi hukum atas vonis yang telah mereka jatuhkan itu, yaitu penghalalan darah dan harta kaum muslimin. Mereka menganggap negeri kaum muslimin sebagai darul harb (negeri kafir yang mesti
diperangi) dan hanya negeri mereka sajalah yang berhak disebut darul iman.

Kemudian Syaikhul Islam menerangkan ekses-ekses negatif yang timbul akibat dua faktor di atas. Beliau menjelaskan: "Setiap muslim hendaknya berhati-hati dari dua faktor tersebut berikut dampak-dampak negatif yang ditimbulkannya, seperti membenci kaum muslimin, melaknat, mengecam serta menghalalkan darah dan harta mereka.

Kedua faktor di atas jelas menyelisihi kaidah Ahlu Sunnah wal Jama'ah. Sedang siapa saja yang menyelisihi Sunnah maka ia tergolong mubtadi' (ahli
bid'ah) yang telah menyimpang dari Sunnah Rasulullah. Barangsiapa mengkafirkan kaum muslimin karena dosa yang mereka perbuat kemudian memperlakukan mereka sebagai orang kafir, maka ia telah memisahkan diri dari Ahlu Sunnah wal Jama'ah. Perlu diketahui bahwa mayoritas ahlu bid'ah dan hawa nafsu muncul melalui dua faktor di atas.



PEMBAHASAN KETIGA:
REFERENSI UTAMA DAN METODE KHAWARIJ DAL PENGAMBILAN DALIL.


 Khawarij biasa berpegang kepada tekstual ayat-ayat Al-Qur'an. Mereka menolak hadits-hadits nabi yang sepintas lalu bertentangan dengan tekstual ayat-ayat tersebut. Bahkan mereka tidak segan-segan membuang hadits-hadits mutawatir dengan alasan bertentangan dengan teks ayat.

Ibnu Taimiyah menuturkan sebagai berikut: "Apabila Anda telah mengetahui akar-akar bid'ah dari uraian sebelumnya, maka ketahuilah bahwa akar bid'ah Khawarij adalah memvonis kafir pelaku dosa. Mereka yakini sebagai dosa perkara-perkara yang sebenarnya bukan dosa. Mereka memandang wajib mengikuti Al-Qur'an saja dan menolak hadits yang bertentangan dengan teks ayat Al-Qur'an, meskipun hadits tersebut derajatnya mutawatir. Dan memvonis kafir orang-orang yang tidak sependapat dengan mereka. Bahkan mereka membolehkan berbuat apa saja terhadap orang- orang yang menyelisihi mereka melebihi perlakuan terhadap orang-orang kafir, dengan keyakinan or- ang-orang tersebut telah murtad dari Islam. Oleh sebab itu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menatakan bahwa:

Mereka membunuhi kaum muslimin dan membiarkan para penyembah berhala.


Dengan dasar itu mereka mengkafirkan Utsman, Ali serta para pembela mereka berdua. Dan mereka juga mengkafirkan orang-orang yang turut serta dalam kancah peperangan Shiffin! Masih banyak lagi pemikiran-pemikiran mereka yang kotor lainnya! (Silakan lihat Majmu' Fatawa 3/355)


Kaum Khawarij telah terjerumus dalam dua perkara yang sangat berbahaya:


1.   Meninggalkan kewajiban berpegang teguh dengan sunnah nabi. Mereka
berpendapat bahwa hal itu tidak wajib!

Dalam Majmu' Fatawa (20/104), Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata:
   "Dosa dan kesalahan ahlu bid'ah adalah karena meninggalkan apa yang telah diperintahkan kepada mereka, yaitu mengikuti Sunnah nabi dan menetapi jama'ah kaum muslimin.
   Akar bid'ah Khawarij adalah keyakinan mereka bahwa mentaati Rasul hukumnya tidak wajib bila bertentangan dengan teks Al-Qur'an menurut persepsi mereka. Sikap tersebut merupakan salah satu bentuk meninggalkan kewajiban."
   Dalam kesempatan lain beliau menambahkan: "Kaum Khawarij beranggapan bahwa Rasul bisa berbuat zhalim dan tersesat dalam sunnahnya, oleh karena itu menurut mereka mentaati dan mengikuti rasul bukanlah suatu keharusan. Mereka hanya mempercayai apa yang disampaikan Rasul di dalam Al-Qur'an, adapun As-Sunnah yang menurut mereka bertentangan dengan tekstual Al-Qur'an, tidaklah mereka terima." (Silakan lihat Majmu' Fatawa 19/73)

2.   Menafsirkan Al-Qur'an dengan akal pikiran mereka.

   Selain tidak menerima As-Sunnah yang menurut klaim mereka bertentangan dengan tekstual Al-Qur'an, mereka juga memahami AlQur'an seenak perut mereka saja, mereka menafsirkannya menurut logika dan hawa nafsu. Terutama dalam menafsirkan nash-nash yang berisi ancaman, mereka jatuh dalam kekeliruan yang fatal dalam menafsirkannya.
   Ketika mengulas perbedaan antara bid'ah Rafidhah dengan Khawarij Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: "Diantara perbedaan tersebut: Khawarij mengikuti nash-nash Al-Qur'an yang mereka pahami sendiri, sementara Rafidhah mengikuti Imam Ma'shum yang sebenarnya tidak ada. Dalam hal ini Khawarij lebih bagus daripada Rafidhah." (Silakan lihat Majmu' Fatawa 28/483)

Demikianlah penilaian Ibnu Taimiyah setelah kita ketahui bersama bahwa beliau menggolongkan keduanya sebagai bid'ah yang besar!

Dalam kesempatan lain Ibnu Taimiyah menyatakan: "Demikian pula kaum Khawarij ini menganut keyakinan wajibnya mengikuti Al-Qur'an meskipun mereka pahami menurut akal pikiran mereka dan berkeyakinan tidak wajib mengikuti As-Sunnah yang bertentangan dengan tekstual ayat Al-Qur'an. Sementara Rafidhah menganut keyakinan wajibnya mengikuti Madzhab Ahli Bait, mereka mengklaim bahwa diantara Ahli Bait terdapat Imam yang ma'shum, yang tidak ada satupun ilmu yang tersembunyi atasnya, tidak pernah salah, baik disengaja, terlupa ataupun sadar." (Lihat Majmu' Fatawa 28/491)

Bagi yang mengikuti uraian Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah di atas tentulah dapat melihat bahwa: Khawarij tidak memiliki buku-buku yang berbicara khusus tentang dasar-dasar pemikiran mereka. Pemikiran-pemikiran tersebut dibiarkan terekam di dalam akal mereka tidak dituangkan dalam bentuk tulisan. Di samping itu mereka menyokongnya dengan asas-asas bid'ah. Dengan itu mereka leluasa menjatuhkan vonis kafir terhadap orang-orang yang mereka anggap murtad dan memaksa kaum muslimin lainnya untuk menjatuhkan vonis kafir tersebut. Oleh sebab itu sangat sulit mendeteksi mereka pada awal kemunculannya sehingga mereka memiliki wilayah tempat mewujudkan seluruh bid'ah-bid'ah mereka itu.

Berbeda dengan kelompok-kelompok bid'ah lainnya yang memiliki buku-buku yang menjelaskan dasar-dsar pemikiran kelompok masing-masing sehingga akar bid'ah mereka lebih mudah diidentifikasi.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. berkata: "Kaum Khawarij hanya mengikuti As-Sunnah yang telah terperinci bukan yang menyelisihi tekstual AlQur'an. Menurut mereka boleh jadi seorang pezina tidak hukum rajam, tidak ada batasan tertentu yang menyebabkan seseorang berhak dipotong tangannya karena mencuri, seorang murtad tidak perlu dihukum mati, karena semua itu (yakni rajam, batasan barang yang dicuri hingga pencurinya berhak dipotong tangannya dan hukuman bagi orang murtad) tidak disebutkan dalam Al-Qur'an.

Pemikiran-pemikiran Khawarij dapat kita ketahui melalui penukilan-penukilan orang tentang mereka. Kita belum mendapatkan satupun buku yang mereka karang tentang dasar-dasar pemikiran mereka. Sebagaimana kita dapat temui buku-buku tentang dasar-dasar pemikiran Mu'tazilah, Rafidhah, Zaidiyah, Karramiyah, As'ariyah, Salimiyah, Madzhab yang empat, Zhahiriyah, Ahlu Hadits, Falasifah, Shufiyah dan lain-lain." (Silakan lihat Majmu' Fatawa 13/48-49)

Offline abizechaabizecha

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 4.215
  • Jenis kelamin: Pria
  • meniti jejak generasi salaf
    • Lihat Profil
maka dari uraian diatas  maka inilah sebenarnya ciri khwarij komtemporer :


1. Meremehkan dakwah kepada tauhid, dengan alasan urusan aqidah telah diketahui banyak orang dan mungkin dapat memahaminya dalam jangka sepuluh menit. Lebih dari itu, merekapun enggan untuk mendakwahkan aqidah yang benar dengan sangkaan akan memecah belah umat.

2. Mencela ulama umat, merendahkan ilmunya dan memalingkan pendengarannya dari para ulama dengan dalih mereka tidak faham kondisi dan bukan ahlinya untuk menyelesaikan problema umat dan mengemban urusan-urusannya. (sering sekali mereka mengatakan ulama tidak paham trik-trik politik atau ulama hanya sibuk dengan tumpukan-tumpukan kitab, -pent)

3. Menjauhkan para pemuda dari ilmu yang syar'i yang berlandaskan kitab dan sunnah serta menyibukan mereka dengan nasyid-nasyid provokasi yang disebar di sana sini lewat media elektronik yang dibaca, dilihat ataupun didengar.

 
4. Meremehkan keberadaan wulatul umur / pemerintah dan menjelaskan 'aib-aibnya di atas mimbar atau lewat tindakan-tindakan yang meresahkan serta mentakwil nash-nash yang ditujukan untuk ta'at terhadap waliyyul amri / pemerintah, bahwa nash-nash tersebut untuk imamul a'dhom yakni khalifah kaum muslimin seluruhnya.
(Mereka lupa atau pura-pura lupa dengan apa yang telah menjadi konsensus ulama bahwa dalam keadaan berbilangnya wilayah-wilayah Islam, maka setiap wilayah itu punya hak dan kewajiban-kewajibannya terhadap penguasanya, karena itu wajib untuk ta'at dalam hal yang ma'ruf dan haram untuk memeberontaknya selama menegakkan hukum-hukum Allah di tengah-tengah umat).
 
5. Menghadirkan para pemikir yang berpemahaman khawarij lalu mengumpulkan para pemuda dalam satu halaqoh, mencuci otak mereka dalam pertemuan tertutup, menjauhkan para pemuda dari ulamanya dan dari pemerintahnya serta mengikatkan mereka dengan tokoh-tokoh yang mana pemberontakan dan pengkafiran menjadi jalan pikirannya.

6. Mengajak untuk berjihad, yang dalam pandangan mereka adalah menghalalkan darah kaum muslimin dan hartanya, memprovokasi untuk membuat pengrusakan dan pengeboman (di sejumlah tempat) dengan anggapan bahwa negeri muslimin adalah negeri kafir (alasan mereka mengklaim demikian karena, hukum pemerintahan yang diberlakukannya bukan hukum Islam). (Ini jelas pemahaman yang keliru dan membahayakan, -pent.) karena itu menurut mereka negeri muslimin yang demikian keadaannya adalah negeri jihad, negeri perang.
Mereka tanamkan pemikirannya ini lewat sebagian nasyid-nasyid, bahkan sampai pada tahap melatih para pemuda menggunakan segala macam jenis senjata di tempat-tempat yang jauh dari penglihatan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. (Benarlah sabda nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang menyebutkan, kalau mereka itu memerangi ahlil islam dan membiarkan ahlil autsaan / musyrikin. HR. Muslim 4/389 no. 1064. Ibnu Umar berkata, "Mereka bertolak dari ayat-ayat yang diturunkan untuk orang-orang kafir lalu diterapkan pada orang-orang mukmin." HR. Bukhari 14/282, -pent)

7. Menyebarkan buku-buku, selebaran-selebaran dan berkas-berkas serta kaset-kaset yang mengajak pada pemikiran khawarij, pengkafiran kaum muslimin lebih-lebih ulama dan pemerintah,



Offline abizechaabizecha

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 4.215
  • Jenis kelamin: Pria
  • meniti jejak generasi salaf
    • Lihat Profil
Untuk menyelamatkan diri dari pemikiran takfir (khawarij) ini sudah sepatutnya bagi masing-masing pribadi atau keseluruhannya mengambil langkah-langkah berikut ini:

a. Menyeru para pemuda agar berpegang teguh kepada kitab dan sunnah serta kembali pada keduanya dalam setiap urusan, karena keduanya adalah pagar yang dengannya Allah akan menjaga dari kebinasaan.

b. Mengokohkan pemahaman terhadap kitab dan sunnah sesuai dengan manhaj salafussholeh, namun ini tidak akan dapat terwujud kecuali bila kaum muslimin bertafaqquh kepada para ulama robbani yang menjaga Kitabullah dan Sunnah rosulNya dari penyelewengan dan kebatilan serta ta'wilnya orang-orang jahil. Allah berfirman, "Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu jika kamu tiada mengetahui." [Al-Anbiya: 7]. Allah juga berfirman, "Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rosul dan ulil amri (ulama) di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rosul dan ulul amri)." [An-Nisaa: 83].
Dan menutup jalan orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi yang memunculkan fatwa-fatwa tanpa ilmu, dan memalingkan pendengarannya dari para ulama serta menyifati para ulama dengan sesuatu yang sebetulnya justru layak ada pada mereka sendiri.

Maka berkumpulnya para pemuda di sekitar para ahli waris nabi yang mendalam bidang keilmuannya adalah proteksi dengan ijin Allah dari para perampok yang menyebarkan kebatilan-kebatilan dimana mereka mengira bahwa tidak ada rujukan yang dapat mengikat para pemuda.

Offline gagah.perkakas

  • myQ Perambah
  • *
  • Tulisan: 387
  • Ketika hatiku tiada lagi sanggup menerimamu!!!
    • Lihat Profil
ya ampun... haditsnya gak tahu??? ngaji dululah sebelum nulis biar gak malu (kecuali sudah gak punya malu)

sy yg awam aja tahu haditsnya

Orang nanya tuh ya mbok dikasi tau to Pak.. KAlik aja emang bener kaga tau ^_^
Ketika hatiku tiada lagi sanggup menerimamu!!!
Kau putuskan apa yang selama ini terhubung erat...

Yang telah pergi biarlah Pergi.. Kusamput jalinan baruuu.... huuuu huuuu

Offline abel_cusack

  • myQ Perambah
  • *
  • Tulisan: 312
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
المشكلة هنا جاهل يتكلم عن امر الدين بغير العلم و بغير فهم السلف الصالح


 :wataw: :wataw: :wataw: :wataw:

Thoyyiib..

Ciri khas khawarij adalah serampangan dalam takfir!

Selanjutnya, memberontak dan keluar dari ketaatan kepada penguasa!

Alloohummaa unshur ikhwaananaa bi suriyah..
Alloohummaa unshur ikhwaananaa bi rohinya..

Offline k3nj1

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 4.343
    • Lihat Profil
KALO MENURUT IMAM SHOWI dalam kitab Tafsir Showi, WAHABI adalah Khawarij jaman ini (Neo Khawarij).



Syeh Ahmad Ibn Muhammad Al-Showi Al-Maliki (w. 1241) dalam kitab TAFSIR SHOWI, menuliskan :




هذه الاية تزلة فى الخوارج الذين يحرفون تأويل الكتاب والسنة, ويستحلون بذالك دماء المسلمين واموالهم, لما هو مشاهد ألان فى نظائرهم وهم فرقة بأرض حجاز يقال لهم الوهابية يحسبون انهم على شيئ ألا انهم هم الكاذبون, استحوذلهم الشيطان, فأنساهم ذكر الله, أولئك حزب الشيطان, ألا ان حزب الشيطان هم الخاسرون, نسأل الله الكريم أن يقطع دابرهم.

“Ini ayat turun berkenaan dengan khawarij yg merubah takwil al-Qur’an dan as-Sunnah, menghalalkan darah umat islam dan hartanya, jika mau mengetahui mereka sekarang yaitu mereka kelompok yang hidup di BUMI HIJAZ mereka disebut WAHABIYAH, mereka mengira sesungguhnya merekalah yang berada pada sesuatu yg benar, ketahuilah sesungguhnya mereka adalah PARA PENDUSTA. Mereka telah digelincirkan setan, maka mereka lupa mengingat Allah, mereka adalah HIZBU SYAITON--tentara setan--, dan ketahuilah bahwa tentara setan adalah mereka orang2 yang merugi. Kami memohon perlindungan kepada Allah yg Maha Mulia jika berada dibelakang mereka [Wahhabi].”


Sumber : Kitab Tafsir Hasyiah As-Showi ‘Ala Tafsir Al-Jalalain Juz 3 QS. Fathir: 7 hal. 78 Penerbit: Darr Ihya at-Turats Al-Arabi Cetakan pertama tahun 1419 H atau hal. 379 Penerbit: Al-Haramain.


Kesimpulan, WAHABI = Neo Khawarij.

Offline IBNUSAUD

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.340
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
selayaknya kita perhatikan beberapa perkara penting yang telah diingatkan oleh Ibnu Taimiyah tentang akar sejarah khawariz :
..
........
3.   Alim ulama telah menggolongkan setiap pengikut hawa nafsu serta ahli
bid'ah yang memiliki pemikiran seperti mereka dalam jajaran Khawarij.[/b][/color]
..........
.............

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah telah membahas tuntas masalah ini dalam uraian beliau berikut ini:


PEMBAHASAN PERTAMA: PROLOG-PROLOG BID'AH KHAWARIJ


Interpretasi keliru terhadap apa yang dimaksud oleh Allah dan Rasul-Nya merupakan dasar bid'ah Khawarij. Sebenarnya kaum Khawarij ini tidak bermaksud menyelisihi Al-Qur'an, akan tetapi mereka salah dalam menginterpretasikannya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah
menjelaskan: "Bid'ah yang pertama kali muncul, yaitu bid'ah Khawarij, penyebabnya adalah interpretasi keliru terhadap kandungan Al-Qur'an, sebenarnya mereka tidak bermaksud melanggarnya! Akan tetapi mereka salah menafsirkannya. Mereka berasumsi bahwa nash-nash ancaman itu berkonseksuensi kafirnya para pelaku dosa besar! Mereka beranggapan bahwa seorang mukmin itu harus baik dan bertakwa, konseksuensinya siapa saja yang tidak baik dan tidak bertakwa maka ia tergolong kafir dan kekal dalam api neraka.

Kemudian mereka menandaskan: "Utsman, Ali dan orang-orang yang membela mereka berdua bukanlah tergolong orang-orang yang beriman. Karena mereka telah berhukum dengan selain hukum Allah, demikian kata mereka!

Jadi, ada dua prolog bagi bid'ah Khawarij ini:
1.   Siapa saja yang perbuatan dan pendapatnya menyalahi Al-Qur'an maka
ia tergolong kafir.
2.   Utsman, All dan orang-orang yang membela mereka termasuk kategori
demikian
.

Cuma ngepaske apa kata IBNU TAIMIYAH :
Para imam telah sepakat bahwa mayit bisa mendapat manfaat dari hadiah orang lain. Ini termasuk hal yang pasti diketahui dalam agama Islam, dan telah ditunjukkan dengan dalil kitab, sunnah, dan ijma’ (konsensus) ulama’. Barang siapa menentang hal tersebut, maka dia termasuk ahli bid’ah”. (Majmu’ fatawa jilid 24:306)

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tulisan: 14.194
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah telah membahas tuntas masalah ini dalam uraian beliau berikut ini:


PEMBAHASAN PERTAMA: PROLOG-PROLOG BID'AH KHAWARIJ


Interpretasi keliru terhadap apa yang dimaksud oleh Allah dan Rasul-Nya merupakan dasar bid'ah Khawarij. Sebenarnya kaum Khawarij ini tidak bermaksud menyelisihi Al-Qur'an, akan tetapi mereka salah dalam menginterpretasikannya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah
menjelaskan: "Bid'ah yang pertama kali muncul, yaitu bid'ah Khawarij, penyebabnya adalah interpretasi keliru terhadap kandungan Al-Qur'an, sebenarnya mereka tidak bermaksud melanggarnya! Akan tetapi mereka salah menafsirkannya. Mereka berasumsi bahwa nash-nash ancaman itu berkonseksuensi kafirnya para pelaku dosa besar! Mereka beranggapan bahwa seorang mukmin itu harus baik dan bertakwa, konseksuensinya siapa saja yang tidak baik dan tidak bertakwa maka ia tergolong kafir dan kekal dalam api neraka.

Kemudian mereka menandaskan: "Utsman, Ali dan orang-orang yang membela mereka berdua bukanlah tergolong orang-orang yang beriman. Karena mereka telah berhukum dengan selain hukum Allah, demikian kata mereka!

Jadi, ada dua prolog bagi bid'ah Khawarij ini:
1.   Siapa saja yang perbuatan dan pendapatnya menyalahi Al-Qur'an maka
ia tergolong kafir.
2.   Utsman, All dan orang-orang yang membela mereka termasuk kategori
demikian
.

Oleh sebab itu hendaklah ekstra hati-hati dalam menjatuhkan vonis kafir terhadap kaum muslimin hanya karena dosa dan kesalahan yang dilakukan. Sebab itulah bid'ah yang pertama kali muncul dalam Islam. Dengan dalih tersebut mereka menghalalkan darah dan harta kaum muslimin. Dalam banyak hadits Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam telah mengecam mereka dan memerintahkan agar memerangi mereka." (Lihat Majmu' Fatawa 13/30-31)


PEMBAHASAN KEDUA: AKAR BID'AH KHAWARIJ


Syaikhul ' Islam ' Ibnu Taimiyah menggolongkan bid'ah Khawarij ini sebagai bid'ah yang besar, sebagaimana halnya Syi'ah Rafidhah sejenisnya. Ketika menerangkan perbedaan antara Rafidhah dan Khawarij, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan:

"Akar kesesatan mereka (Khawarij) adalah keyakinan mereka bahwasanya para Imam serta segenap kaum muslimin telah menyimpang dari kebenaran dan telah sesat. Itu pula yang merupakan akar kesesatan setiap kelompok yang menyimpang dari sunnah nabi, seperti halnya Rafidhah dan kelompok-kelompok lainnya! Kemudian mereka nyatakan kufur setiap perbuatan yang mereka anggap sebuah tindak kezhaliman. Lalu mereka menjatuhkan sanksi-sanksi hukum yang mereka ada-adakan atas setiap kekufuran!

Itulah tiga pokok dasar kelompok-kelompok yang menyimpang dari As-Sunnah, seperti Haruriyah (Khawarij), Rafidhah (Syi'ah) dan yang lainnya. Dalam setiap kesempatan mereka berusaha melepaskan asas-asas dasar Dienul Islam sehingga mereka keluar dari Islam sebagaimana panah melesat dari busurnya.

Ibnu Taimiyah memandang akar bid'ah Khawarij dari dua sisi:
1.   Menyelisihi sunnah Rasulullah.
2.   Konseksuensi-konseksuensi batil yang ditimbulkannya.

Dalam Majmu' Fatawa (19/72-73), Ibnu Taimiyah menerangkan: "Ada dua faktor utama yang menyebabkan kaum Khawarij ini menyempal dari jama'ah kaum
muslimin:

1.   Mereka telah menyelisihi Sunnah nabi. Mereka pandang jelek perkara
yang baik-baik dan mereka pandang baik perkara yang buruk. Itulah yang mereka tunjukkan di hadapan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, yaitu ketika Dzul Khuweisharah At-Tamimi berkata kepada beliau: "Berlaku adillah, sesungguhnya engkau tidak berlaku adil!" Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menjawab: "Celakalah engkau, siapakah lagi yang berlaku adil jika aku tidak berlaku adil! Sungguh telah merugi dan celakalah diriku jika aku tidak berlaku adil!"

2.   Mereka memvonis kafir kaum muslimin karena dosa dan kesalahan yang
dilakukan, serta menerapkan sanksi-sanksi hukum atas vonis yang telah mereka jatuhkan itu, yaitu penghalalan darah dan harta kaum muslimin. Mereka menganggap negeri kaum muslimin sebagai darul harb (negeri kafir yang mesti
diperangi) dan hanya negeri mereka sajalah yang berhak disebut darul iman.

Kemudian Syaikhul Islam menerangkan ekses-ekses negatif yang timbul akibat dua faktor di atas. Beliau menjelaskan: "Setiap muslim hendaknya berhati-hati dari dua faktor tersebut berikut dampak-dampak negatif yang ditimbulkannya, seperti membenci kaum muslimin, melaknat, mengecam serta menghalalkan darah dan harta mereka.

Kedua faktor di atas jelas menyelisihi kaidah Ahlu Sunnah wal Jama'ah. Sedang siapa saja yang menyelisihi Sunnah maka ia tergolong mubtadi' (ahli
bid'ah) yang telah menyimpang dari Sunnah Rasulullah. Barangsiapa mengkafirkan kaum muslimin karena dosa yang mereka perbuat kemudian memperlakukan mereka sebagai orang kafir, maka ia telah memisahkan diri dari Ahlu Sunnah wal Jama'ah. Perlu diketahui bahwa mayoritas ahlu bid'ah dan hawa nafsu muncul melalui dua faktor di atas.



PEMBAHASAN KETIGA:
REFERENSI UTAMA DAN METODE KHAWARIJ DAL PENGAMBILAN DALIL.


 Khawarij biasa berpegang kepada tekstual ayat-ayat Al-Qur'an. Mereka menolak hadits-hadits nabi yang sepintas lalu bertentangan dengan tekstual ayat-ayat tersebut. Bahkan mereka tidak segan-segan membuang hadits-hadits mutawatir dengan alasan bertentangan dengan teks ayat.

Ibnu Taimiyah menuturkan sebagai berikut: "Apabila Anda telah mengetahui akar-akar bid'ah dari uraian sebelumnya, maka ketahuilah bahwa akar bid'ah Khawarij adalah memvonis kafir pelaku dosa. Mereka yakini sebagai dosa perkara-perkara yang sebenarnya bukan dosa. Mereka memandang wajib mengikuti Al-Qur'an saja dan menolak hadits yang bertentangan dengan teks ayat Al-Qur'an, meskipun hadits tersebut derajatnya mutawatir. Dan memvonis kafir orang-orang yang tidak sependapat dengan mereka. Bahkan mereka membolehkan berbuat apa saja terhadap orang- orang yang menyelisihi mereka melebihi perlakuan terhadap orang-orang kafir, dengan keyakinan or- ang-orang tersebut telah murtad dari Islam. Oleh sebab itu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menatakan bahwa:

Mereka membunuhi kaum muslimin dan membiarkan para penyembah berhala.


Dengan dasar itu mereka mengkafirkan Utsman, Ali serta para pembela mereka berdua. Dan mereka juga mengkafirkan orang-orang yang turut serta dalam kancah peperangan Shiffin! Masih banyak lagi pemikiran-pemikiran mereka yang kotor lainnya! (Silakan lihat Majmu' Fatawa 3/355)


Kaum Khawarij telah terjerumus dalam dua perkara yang sangat berbahaya:


1.   Meninggalkan kewajiban berpegang teguh dengan sunnah nabi. Mereka
berpendapat bahwa hal itu tidak wajib!

Dalam Majmu' Fatawa (20/104), Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata:
   "Dosa dan kesalahan ahlu bid'ah adalah karena meninggalkan apa yang telah diperintahkan kepada mereka, yaitu mengikuti Sunnah nabi dan menetapi jama'ah kaum muslimin.
   Akar bid'ah Khawarij adalah keyakinan mereka bahwa mentaati Rasul hukumnya tidak wajib bila bertentangan dengan teks Al-Qur'an menurut persepsi mereka. Sikap tersebut merupakan salah satu bentuk meninggalkan kewajiban."
   Dalam kesempatan lain beliau menambahkan: "Kaum Khawarij beranggapan bahwa Rasul bisa berbuat zhalim dan tersesat dalam sunnahnya, oleh karena itu menurut mereka mentaati dan mengikuti rasul bukanlah suatu keharusan. Mereka hanya mempercayai apa yang disampaikan Rasul di dalam Al-Qur'an, adapun As-Sunnah yang menurut mereka bertentangan dengan tekstual Al-Qur'an, tidaklah mereka terima." (Silakan lihat Majmu' Fatawa 19/73)

2.   Menafsirkan Al-Qur'an dengan akal pikiran mereka.

   Selain tidak menerima As-Sunnah yang menurut klaim mereka bertentangan dengan tekstual Al-Qur'an, mereka juga memahami AlQur'an seenak perut mereka saja, mereka menafsirkannya menurut logika dan hawa nafsu. Terutama dalam menafsirkan nash-nash yang berisi ancaman, mereka jatuh dalam kekeliruan yang fatal dalam menafsirkannya.
   Ketika mengulas perbedaan antara bid'ah Rafidhah dengan Khawarij Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: "Diantara perbedaan tersebut: Khawarij mengikuti nash-nash Al-Qur'an yang mereka pahami sendiri, sementara Rafidhah mengikuti Imam Ma'shum yang sebenarnya tidak ada. Dalam hal ini Khawarij lebih bagus daripada Rafidhah." (Silakan lihat Majmu' Fatawa 28/483)

Demikianlah penilaian Ibnu Taimiyah setelah kita ketahui bersama bahwa beliau menggolongkan keduanya sebagai bid'ah yang besar!

Dalam kesempatan lain Ibnu Taimiyah menyatakan: "Demikian pula kaum Khawarij ini menganut keyakinan wajibnya mengikuti Al-Qur'an meskipun mereka pahami menurut akal pikiran mereka dan berkeyakinan tidak wajib mengikuti As-Sunnah yang bertentangan dengan tekstual ayat Al-Qur'an. Sementara Rafidhah menganut keyakinan wajibnya mengikuti Madzhab Ahli Bait, mereka mengklaim bahwa diantara Ahli Bait terdapat Imam yang ma'shum, yang tidak ada satupun ilmu yang tersembunyi atasnya, tidak pernah salah, baik disengaja, terlupa ataupun sadar." (Lihat Majmu' Fatawa 28/491)

Bagi yang mengikuti uraian Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah di atas tentulah dapat melihat bahwa: Khawarij tidak memiliki buku-buku yang berbicara khusus tentang dasar-dasar pemikiran mereka. Pemikiran-pemikiran tersebut dibiarkan terekam di dalam akal mereka tidak dituangkan dalam bentuk tulisan. Di samping itu mereka menyokongnya dengan asas-asas bid'ah. Dengan itu mereka leluasa menjatuhkan vonis kafir terhadap orang-orang yang mereka anggap murtad dan memaksa kaum muslimin lainnya untuk menjatuhkan vonis kafir tersebut. Oleh sebab itu sangat sulit mendeteksi mereka pada awal kemunculannya sehingga mereka memiliki wilayah tempat mewujudkan seluruh bid'ah-bid'ah mereka itu.

Berbeda dengan kelompok-kelompok bid'ah lainnya yang memiliki buku-buku yang menjelaskan dasar-dsar pemikiran kelompok masing-masing sehingga akar bid'ah mereka lebih mudah diidentifikasi.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. berkata: "Kaum Khawarij hanya mengikuti As-Sunnah yang telah terperinci bukan yang menyelisihi tekstual AlQur'an. Menurut mereka boleh jadi seorang pezina tidak hukum rajam, tidak ada batasan tertentu yang menyebabkan seseorang berhak dipotong tangannya karena mencuri, seorang murtad tidak perlu dihukum mati, karena semua itu (yakni rajam, batasan barang yang dicuri hingga pencurinya berhak dipotong tangannya dan hukuman bagi orang murtad) tidak disebutkan dalam Al-Qur'an.

Pemikiran-pemikiran Khawarij dapat kita ketahui melalui penukilan-penukilan orang tentang mereka. Kita belum mendapatkan satupun buku yang mereka karang tentang dasar-dasar pemikiran mereka. Sebagaimana kita dapat temui buku-buku tentang dasar-dasar pemikiran Mu'tazilah, Rafidhah, Zaidiyah, Karramiyah, As'ariyah, Salimiyah, Madzhab yang empat, Zhahiriyah, Ahlu Hadits, Falasifah, Shufiyah dan lain-lain." (Silakan lihat Majmu' Fatawa 13/48-49)


Allahu Akbar. Kemana saja antum selama ini, Ustadz? Rindu dengan petuah antum ...
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline e0d0i

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 2.167
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • Lihat pada link berikut:
sy yg awam aja tahu haditsnya

Jadi, mana haditsnya?
Mana haditsnya yang menunjukkan hal di bawah ini ? ???

Khawarij itu berasal dari kata kharaja-yakhruju yang artinya keluar. Mengapa dinamakan khawarij? Karena mereka keluar dari pemerintahan Islam yang sah lagi adil. Inilah ciri yang pertama dan utama. Mengapa tidak dicantumkan??

hadits-nya lho ya .... hadits dari Rasulullah.
Bukan perkataan dari ulama.

Katanya kita harus kembali pada Al-Qur'an dan hadits?
Mana dong haditsnya ?
Coba tulis di sini, biar kita sama-sama tahu.

Kalau memang ada haditsnya yang jelas-jelas menyebutkan bahwa memang itu adalah ciri utama khawarij, ok nanti saya tambahkan ke thread yang "Ciri Khawarij" yang sedang saya buat sekarang.
Tapi kalau itu hanya perkataan-perkataan ulama, ya nanti dulu .... karena belum tentu ulama lain sepakat. Minimal sekali, kita lihat dulu lah ... mana yang sebenarnya disampaikan oleh Rasulullah, dan mana yang sebenarnya hanya bumbu-bumbu saja.

OK, jadi, mana haditsnya ?

kalau ada, khan thread saya bisa jadi makin lengkap.

Misal, memang ada hadits yang mengatakan bahwa ciri utama khawarij adalah membangkang pada khalifah, ya sudah, kita ambil ciri itu. Nanti saya buat thread baru yang menjelaskan ciri tersebut.
Mengenai contohnya, khan sudah menanti tuh ... awal abad ini ... kita punya kekhalifahan, tapi ternyata ada yang malah tidak mau bergabung, dan malah memerangi kekhalifahan kita itu, dan kemudian malah bikin kerajaan baru dengan berdasarkan pada sistem keturunan ... tentu saja, tempatnya di semenanjung Arabia .... %peace%

Kesimpulannya, kalaupun haditsnya ada, itu malah makin memperkuat pernyataan yang menyebutkan bahwa di timur tengah saat ini memang ada aliran khawarij. :hihi:

Ayo ... coba tulis haditsnya.  ^-^
Salafy adalah kelompok yang kalau diajak untuk mengkaji Al-Qur'an, maka mereka akan menjawab' "Loe anti hadits ya?" ... :hihi:

Offline El Fadl

  • myQ Junior
  • *
  • Tulisan: 58
  • Jenis kelamin: Pria
  • Manusia Biasa
    • Lihat Profil
المشكلة هنا جاهل يتكلم عن امر الدين بغير العلم و بغير فهم السلف الصالح


 :wataw: :wataw: :wataw: :wataw:

Shahih jiddan :)

Imam Syafii berkata, "Saya berdebat dengan orang berilmu dan saya selalu mengalahkannya. Saya berdebat dengan orang jahil dan saya selalu dikalahkannya..."

Ana katakan, Ana sudahi diskusi di trid ini... :)
نحن إلى قليل من الأدب أحوج منا إلى كثير من العلم
Kita lebih butuh sedikit adab daripada banyak ilmu ['Abdullaah ibn Al Mubaarak]

Offline Rero

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 538
  • I was a virus, keep your faith
    • Lihat Profil
ada beberapa kotak. Peraturannya adalah jika anda memasuki sebuah kotak, maka anda harus mengikuti aturan yang ada didalam kotak, klu tidak akan akan dianggap jahil.

satu kotak, terdiri dari segala istilah2 tersendiri dan ilmu2 tersendiri. Jika keluar dari satu kotak dan memasuki kotak lain, anda tidak dapat membawa istilah2 dari kotak sebelumnya ke kotak berikutnya.

semua kotak mengaku berasal dari satu rujukan universal yaitu kitabullah. Namun setiap kotak mencegah setiap orang untuk mengakses kotak universal, karena ia mempunyai syarat yang sangat yang tidak mungkin, yang lebih dekat kepada mencegah seseorang untuk mengaksesnya

maka satu kotak dapat dikatakan satu agama, dan dia menjadi tuhan terhadap kotak tersebut.



Engkau memiliki pengetahuan dari agama yang keliru jika membelakangi realitas
manusia melilitkan jaring bagi dirinya, sementara harimau menghancurkan kandangnya.

Rumi-The Walled Garden of Truth (1131)

 

myAgenda!
myQomunitas!
mySholat!
Jadwal Sholat
Jadikan juga info seperti jadwal sholat ini pada websites mu :
myPromo-Deal!
Pernak-Pernik
  • myQripik produk baru!
  • Jaket
  • Kaos
  • Kalender
  • Stiker

SatNet
Mobile | myQ wiki | Quran Flash | Android | ChitCh@t | Plug-in | Radio | FB myQ Group
(c) 1999-2013, myQuran
Refresh Your Life!
Powered by SMF 2.0.4 | SMF © 2006–2010, Simple Machines LLC
Halaman dibuat dalam 0.696 detik dengan 20 queri.