20 Juni 2013, 16:36:48
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email FaceBook Login -->
Board khusus buat pasutri "Board Pasutri"

myQuran - Komunitas Muslim Indonesia


myQ Selasar, sekilas info: Menghitung Hari Menuju SILAKBARNAS (Silaturrahim Akbar Nasional) - Pantai Depok, Jogja, 29-30 Juni | Ramadhan ceria, lebih bermakna dengan tebar #1000parcelcinta | Selamat datang di myQuran, komunitas muslim indonesia..


Dari Abu Sa'id Al-Khudri dan Abu Hurairah r.a, Rasulullah s.a.w bersabda: "Keletihan (karena kerja keras), penyakit, kesedihan, kepiluan, luka, dan musibah yang menimpa seorang muslim, dan ia menerimanya dengan penuh kesabaran, adalah kiffarah Allah yang menghapuskan sebagian dari dosa-dosanya." (HR Bukhari)

img_iklan_board/1213365469.gif

Penulis Topik: Ketika Kesetiaan Itu Diuji  (Dibaca 2730 kali)

Offline om sinchan

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.804
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:Ketika Kesetiaan Itu Diuji
« Jawab #15 pada: 05 Mei 2012, 16:27:15 »
^ tergantung definisi "setia", kalo bagi gw sih selama istri2nya tidak ada satupun yg diceraikan(kecuali kalo istrinya murtad), tetap dinafkahi lahir batin dengan sebaik2nya meski istrinya terkena lumpuh stroke bertahun2, maka jelas itu termasuk kategori setia :topOK:

Offline ipin4u

  • myQ Setia
  • *
  • Tulisan: 11.218
  • Jenis kelamin: Pria
  • We support Palestine!
    • Lihat Profil
    • my blogs at blogspot
Re:Ketika Kesetiaan Itu Diuji
« Jawab #16 pada: 05 Mei 2012, 16:37:23 »
^ tergantung definisi "setia", kalo bagi gw sih selama istri2nya tidak ada satupun yg diceraikan(kecuali kalo istrinya murtad), tetap dinafkahi lahir batin dengan sebaik2nya meski istrinya terkena lumpuh stroke bertahun2, maka jelas itu termasuk kategori setia :topOK:

hmmmm....

emang definisi setia itu yang seperti apa ya..?

Offline maswahyu

  • myQ Hero
  • *
  • Tulisan: 17.514
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Ketika Kesetiaan Itu Diuji
« Jawab #17 pada: 05 Mei 2012, 21:31:38 »
Apakah 'setia' memang harus dengan 'satu' saja?

Mungkin ada yang sangat setia dengan 'dua' yang sudah ada, sehingga tidak mau mencari yang ke'tiga'. Kali aja ada juga yang setia dengan 'tiga' yang sudah ada, sehingga tidak mau nyari-nyari yang ke'empat'.

Offline ipin4u

  • myQ Setia
  • *
  • Tulisan: 11.218
  • Jenis kelamin: Pria
  • We support Palestine!
    • Lihat Profil
    • my blogs at blogspot
Re:Ketika Kesetiaan Itu Diuji
« Jawab #18 pada: 05 Mei 2012, 22:37:49 »
jadi tertarik bikin coret2an tentang kesetian....

Spoiler untuk Kesetiaan (Opiniku tentangnya) by ipin4u: Tampil
sumber: genkeis.multiply.com


Kesetiaan merupakan derivasi dari setia (adjektiva/kata sifat), yang menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) bermakna:  1  berpegang  teguh  (pd  janji,  pendirian, dsb); patuh; taat: ia tetap – melaksanakannya;  ia  tetap  --  memenuhi  janjinya;  2  tetap  dan  teguh  hati  (dl  persahabatan  dsb):  telah  sekian  lama  suaminya merantau,   ia   tetap   --   menunggu;   3 berpegang teguh (dl pendirian, janji, dsb);

Sedang kesetiaan menurut KBBI berarti:  keteguhan  hati;  ketaatan  (dl persahabatan, perhambaan, dsb); kepatuhan;

Dalam sebuah hubungan, mendefinisikan kesetian bisa menjadi agak rancu bagi saya.

Misal, apakah seseorang muslim yang berpoligami, bisa membuatnya masuk ke kategori “tidak setia” pada istri pertamanya?

Hey, ini bukan berarti saya punya pikiran berpoligami loh ya, ngga kok, cuma lagi iseng mencoba mendefinisikan makna kesetiaan dalam hubungan pernikahan ajah. Hmmm...

Karena (bagi saya) susah sekali mendefinisikan makna kesetiaan dalam level antar manusia, namun sepertinya kita akan lebih mudah mendefinisikan makna kesetiaan dalam level hubungan kita dengan sang pencipta, Allah SWT.

Seperti yang disebutkan oleh KBBI, salah satu definisi kesetiaan yaitu ketaatan, kepatuhan. Dalam lingkup kesetiaan dengan sang pencipta, mungkin bahasa mudahnya adalah: menjauhi segala yang dilarang oleh-Nya dan mengerjakan segala yang diperintah oleh-Nya. Terdengar familiar ya?

Di Al-Quran, ada beberapa kisah tentang janji setia (yang saya perhatikan), diantaranya:

1. Kisah para hawariyyin (sahabat setia) nabi Isa A.S. ketika mereka dikonfirmasi tentang kesetiaan mereka dalam menolong agama Allah.
Spoiler untuk (QS. Ali Imran:52): Tampil
Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani Israel) berkatalah dia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?" Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: "Kami lah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.
dan
Spoiler untuk [QS. Ash-Shaf:14): Tampil
Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: "Kami lah penolong-penolong agama Allah", lalu segolongan dari Bani Israel beriman dan segolongan (yang lain) kafir; maka kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.

2. Kisah bai’atur-Ridhwan (janji setia) 1,400 sahabat di bawah sebuah pohon yang terletak di Hudaibiyah.
Spoiler untuk (QS. Al-Fath:10): Tampil
Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barang siapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barang siapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.

3. Janji setia para perempuan kepada Rasulullah SAW untuk tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan Allah; tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anaknya, dst.
Spoiler untuk (QS. Al-Mumtahanah:12): Tampil
Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Allah; tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Ketika berbicara kesetiaan dalam konteks kesetiaan kita kepada sang khalik, Allah SWT, patuh kepada-Nya, maka jadi jelaslah hakikat kesetiaan yang sebenarnya.

Kesetiaan seorang karyawan bisa berupa tidak membocorkan rahasia perusahaan ke kompetitor, tidak menerima suap dari vendor (melanggar peraturan perusahaan), dll. Bukan berarti setia kepada perusahaan lalu tidak boleh pindah ke perusahaan lain yang bisa memberikan karir yang lebih baik. Tapi kesetiaannya bisa berupa menghargai kontrak kerja, patuh pada jam kerja yang berlaku, atau mungkin contoh lainnya. Hal-hal yang bisa ditarik korelasinya dengan etos kerja seorang muslim: profesional dalam bekerja.

Kesetiaan seorang pembantu bukan berarti dia tidak boleh pindah ke majikan lain yang bisa memberinya gaji lebih besar, tapi bisa berupa menjaga rahasia keluarga majikannya (tidak menggosipkannya dengan orang lain), menjalankan amanat untuk menjaga harta keluarga (tidak mencuri), dll –sepertinya semua hal tersebut bisa dihubungkan dengan akhlak-akhlak terpuji seorang muslim juga.

Kesetiaan seorang suami kepada istri, dalam konteks kesetiannya dengan ketaatan kepada Allah, bisa berupa menjaga diri dari melihat foto-video yang memamerkan aurat yang bukan haknya, menjaga diri dari berzina (selingkuh tingkat tinggi), dll, semua yang pada dasarnya merupakan kesetiaan/ketaatan juga kepada Allah SWT.

Kesimpulannya, kesetiaan kepada sesama makhluk bukanlah merupakan hal yang besar, karena kalau seseorang sudah setia kepada Tuhan-nya –yaitu menjauhi semua larangan yang diperintahkan Tuhan-nya dan berusaha melaksanakan semua kewajiban yang diperintahkan Tuhan-nya- sudah pasti kesetiaan dalam konteks yang lainnya akan mengikuti.

Adanya kejelasan batas syariat membuat kita mudah mendefinisikan kesetiaan
. Namun seperti kata orang “easier to said than done” (gampang ngomongnya, tapi susah praktekinnya). Kesetiaan kita kepada Allah diuji setiap hari, apakah kita bisa melakukannya? Kalau kita sudah setia kepada-Nya dalam berbagai aspek kehidupan, sudah pasti kita akan setia pula pada yang lainnya (dalam hal kebaikan).

Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk menjadi orang-orang yang setia kepada-Nya, setia terus sampai kita beranjak tua dan akhirnya bertemu dengan-Nya, dalam keadaan Dia ridho kepada kita, karena telah menjaga kesetiaan selama hidup di dunia *amin.

 



---000---

Balikpapan, 5 April 2012
Syamsul Arifin
« Edit Terakhir: 06 Mei 2012, 07:02:55 oleh ipin4u »

Offline Th3s4inT

  • myQ Setia
  • *
  • Tulisan: 10.729
  • Jenis kelamin: Pria
  • be patience...
    • Lihat Profil
Re:Ketika Kesetiaan Itu Diuji
« Jawab #19 pada: 05 Mei 2012, 23:22:03 »
^ tergantung definisi "setia", kalo bagi gw sih selama istri2nya tidak ada satupun yg diceraikan(kecuali kalo istrinya murtad), tetap dinafkahi lahir batin dengan sebaik2nya meski istrinya terkena lumpuh stroke bertahun2, maka jelas itu termasuk kategori setia :topOK:
Apakah 'setia' memang harus dengan 'satu' saja?

Mungkin ada yang sangat setia dengan 'dua' yang sudah ada, sehingga tidak mau mencari yang ke'tiga'. Kali aja ada juga yang setia dengan 'tiga' yang sudah ada, sehingga tidak mau nyari-nyari yang ke'empat'.
definisi 'setia' si istri sinkron dengan dengan punya suami? ::)
itu dulu yang paling penting ;)
Let me lead the way, straight back to Allah's bless
'Cause this kind of love is.. once in a lifetime

Offline DDOS

  • myQ Perambah
  • *
  • Tulisan: 284
  • Jenis kelamin: Pria
  • #KebalVirus #TidakMenerimaPM
    • Lihat Profil
Re:Ketika Kesetiaan Itu Diuji
« Jawab #20 pada: 06 Mei 2012, 08:18:06 »
sedikit pertanyaan menggelitik: apakah seorang lelaki yang berpoligami, apakah bisa mengkategorikan dia 'tidak setia' kepada istri pertamanya karena telah 'melirik' wanita lain sampai menikahinya?

Tulisan ts itu keren sangat.......

Yg ogut quote jg keren  :topOK:
Waspadai Kebangkitan Komunis !!!
Umat Islam Bersatulah ..!!!

Offline maswahyu

  • myQ Hero
  • *
  • Tulisan: 17.514
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Ketika Kesetiaan Itu Diuji
« Jawab #21 pada: 06 Mei 2012, 09:40:26 »
definisi 'setia' si istri sinkron dengan dengan punya suami? ::)
itu dulu yang paling penting ;)

Kalau salah satu pihak tidak setia, apakah pasti pihak yang lain juga tidak setia?

Di dalam bahasa Indonesia sudah terfasilitasi dengan tambahan kata SALING untuk menyatakan hubungan timbal balik, jadi kalau dua-duanya setia berarti keduanya 'saling setia'. Kalau hanya salah satu pihak cukup pakai kata 'setia', kalau tidak kedua-duanya bisa dipakai 'tidak saling setia'. ;)

Online mesmerized haze

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 2.180
  • Jenis kelamin: Wanita
  • belajar menjadi BIJAK
    • Lihat Profil
Re:Ketika Kesetiaan Itu Diuji
« Jawab #22 pada: 07 Mei 2012, 18:18:27 »
@ jeng erik
teman saya anak pertamanya usia 4 tahun anak keduanya 6 bulan, jadi mungkin usia pernikahannya 5 tahun keatas
kalau si bule nampaknya anaknya sudah teens yang besar, jadi sekarang usianya sudah 40an. Waktu kerja di Bali saya nggak tau persis usianya berapa ...

ya kata orang usia 5-7 tahun itu cobaan kejenuhan yang malah laten bahayanya. Mudah2an kita semua dikuatkan dalam menapaki jalan yang Allah gariskan :)

@ MW
 
Apakah 'setia' memang harus dengan 'satu' saja?


nope,
saya setuju sama ipin kalau setia itu adalah segala hal yang lekat dengan apa yang sudah kita janjikan di awal kehidupan, saat ruh ditiup dan janji pertama dibuat. Saat kita membenarkan bahwa Allah itu Rabb kita dan kita kemudian menjalankan seluruh hidup diatas garis yang diatur qur'an sunnah semampu kita

Jadi kalaupun seorang laki-laki butuh menikah lagi maka ia harus mengawali proses itu dengan baik, bukan dengan flirting nggak jelas, kecelakaan lalu terpaksa berpoligami. Tetap aja, saya berpegang untuk menjauhkan mudharat sebelum meraih manfaat, jadi si laki-laki ini harus yakin ia sudah memagari mudharat dari merusak apa yang sudah ada untuk kemudian baru menambah manfaat lainnya.
Karena kata banyak orang yang bersinggungan dengan ini, kalau berpoligami itu seringnya pertambahan kebahagiaan belum tentu tapi sakit hati istri pertama sudah pasti ....

@ ipin
 O0 keren corat coretnya, jazakallah

@ kang s4inT
pertanyaan MW yang ini
Kalau salah satu pihak tidak setia, apakah pasti pihak yang lain juga tidak setia?
menarik  :)

dan saya juga kurang paham dengan maksud kang s4inT yang ini :
Pasangan tsb setia, bisa jadi karena nt juga setia. Ketika nt mengkhianati kesetiaan itu, bisa jadi pasangan juga kehilangan kesetiaannya.
If u got what I mean.. :)

bisa dijelaskan sambil menjawab MW ?
thx kang

@ DDOS
thank u  :p


I'm a simple woman, with humble way of thinking and wide point of view yet strong character within

Offline Th3s4inT

  • myQ Setia
  • *
  • Tulisan: 10.729
  • Jenis kelamin: Pria
  • be patience...
    • Lihat Profil
Re:Ketika Kesetiaan Itu Diuji
« Jawab #23 pada: 07 Mei 2012, 18:38:08 »
@haze

bahwa dalam kebanyakan kasus, definisi 'setia' antar pasangan itu tidak jelas, dan itu yang pada akhirnya sering menimbulkan konflik dalam perjalanan rumah tangga mereka.

contoh:
sang suami yang merasa berhubungan dengan para mantan (pacar, taaruf, istri jika dia menduda) adalah hal yang wajar, karena dia merasa itu sebagai cara menjalin silaturahim. suami sama sekali tidak merasa menghianati ikrar dan janji pernikahan dengan istrinya, dan menyimpulkan bahwa dirinya tetap menjaga kesetiaan tersebut.
sebaliknya, sang istri menganggap bahwa bahwa apa yang dilakukan suami adalah bentuk penghiatan terhadap kesetiaan pernikahan mereka. terlepas apapun alasannya, si istri tidak melihat adanya urgensi/kepentingan dari suami dalam berhubungan dengan masa lalunya. jadi mengapa si suami terus melakukan hal tersebut?

kesimpulan akhir, jika mereka tetap dengan kondisi tersebut adalah si suami yang merasa si istri bersikap tanpa alasan, mengada-ada dan sama sekali tidak merasa menyakiti si istri. masalah ada di istri, bukan dirinya. jadi kenapa harus berubah, apalagi harus minta maaf. sebaliknya si istri akan terus tertekan, merasa si suami terus mendzolimi dirinya dan merusak kesucian pernikahan mereka. jika itu terus terakumulasi, maka sungguh ikatan itu akan semakin rapuh dan suatu saat mungkin akan terputus.

oleh karena itu saya membuat statemen:
Pasangan tsb setia, bisa jadi karena nt juga setia. Ketika nt mengkhianati kesetiaan itu, bisa jadi pasangan juga kehilangan kesetiaannya.
dilanjutkan dengan:
definisi 'setia' si istri sinkron dengan dengan punya suami? ::)
itu dulu yang paling penting ;)
Let me lead the way, straight back to Allah's bless
'Cause this kind of love is.. once in a lifetime

Online mesmerized haze

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 2.180
  • Jenis kelamin: Wanita
  • belajar menjadi BIJAK
    • Lihat Profil
Re:Ketika Kesetiaan Itu Diuji
« Jawab #24 pada: 07 Mei 2012, 18:52:07 »
oh begitu, paham ... paham
I'm a simple woman, with humble way of thinking and wide point of view yet strong character within

Offline Maru Sen

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 777
  • Jenis kelamin: Wanita
  • tak ada kata putus asa!
    • Lihat Profil
Re:Ketika Kesetiaan Itu Diuji
« Jawab #25 pada: 07 Mei 2012, 21:27:35 »
Pasangan tsb setia, bisa jadi karena nt juga setia. Ketika nt mengkhianati kesetiaan itu, bisa jadi pasangan juga kehilangan kesetiaannya.
If u got what I mean.. :)

saya menangkapnya begini...
suami menjadi setia krn melihat kesetiaan istrinya,
demikian pula istri mjd setia krn suaminya yg begitu setia kpdnya

terkait tulisan mas Wahyu
Apakah 'setia' memang harus dengan 'satu' saja?

Mungkin ada yang sangat setia dengan 'dua' yang sudah ada, sehingga tidak mau mencari yang ke'tiga'. Kali aja ada juga yang setia dengan 'tiga' yang sudah ada, sehingga tidak mau nyari-nyari yang ke'empat'.

Menurut sy, setia bukan masalah jumlah
setia lbh kepemenuhan thadap ikrar atau janji dgn pasangannya dulu.

meski seorang suami bpoligami, namun jika ia bisa menjaga hati istri, bisa mbahagiakannya, memenuhi hak istrinya, dan istri ridho padanya,
maka ia tetap suami yg setia
just my opinion :)
Ciput Ninja/Maroko/Resleting & Pashmina Murah!!! =>
http://myquran.org/forum/index.php/topic,81964.msg2204888.html#msg2204888

Online mesmerized haze

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 2.180
  • Jenis kelamin: Wanita
  • belajar menjadi BIJAK
    • Lihat Profil
Re:Ketika Kesetiaan Itu Diuji
« Jawab #26 pada: 08 Mei 2012, 15:08:38 »
@ ^
sepakat sama maru

tapi ....
berapa banyak wanita yang ketika dipoligami dia bisa bahagia seperti ketika suaminya masih miliknya utuh
ada pastinya, tapi berapa banyak ....

nah daripada meraih sesuatu yang belum pasti lebih baik menjaga apa yang sudah baik adanya,
semoga kebahagiaan yang diupayakan itu bisa datang dari arah lain, seperti mendapat anak-anak yang shalih-shalihat, kemapanan finansial, kesehatan sampai tua sekali, khusnul khatimah, kelapangan kubur, dan nikmat jannah

aamiin


* BTW saya nggak anti poligami ya, hanya membagi apa yang ada di kepala ini  :p
I'm a simple woman, with humble way of thinking and wide point of view yet strong character within

Offline ipin4u

  • myQ Setia
  • *
  • Tulisan: 11.218
  • Jenis kelamin: Pria
  • We support Palestine!
    • Lihat Profil
    • my blogs at blogspot
Re:Ketika Kesetiaan Itu Diuji
« Jawab #27 pada: 08 Mei 2012, 18:12:29 »
meski seorang suami bpoligami, namun jika ia bisa menjaga hati istri, bisa mbahagiakannya, memenuhi hak istrinya

dalam banyak hal, kayaknya istri2 banyak yang lebih banyak yang ngga bahagia (hatinya nyesek) deh :)
itu berarti suaminya ga setia dunk?

Jadi kalaupun seorang laki-laki butuh menikah lagi maka ia harus mengawali proses itu dengan baik, bukan dengan flirting nggak jelas, kecelakaan lalu terpaksa berpoligami.

sip, sepakat, yang penting si suami ngga melanggar batas syariat ketika dia nyari istri keduanya yo ;)



diskusi lanjutan (ngelanjutin coret2annya juga sekalian):

jika seorang suami berbuat dosa (misalkan saja: korupsi), lalu dia mengajak istrinya ikut melarikan diri ke luar negeri, apakah jika sang istri ikut bersama suami -berjuang bersama dalam pelariannya- itu dapat dikatakan sebuah kesetiaan..? bagaimana pendapatmu

Offline Th3s4inT

  • myQ Setia
  • *
  • Tulisan: 10.729
  • Jenis kelamin: Pria
  • be patience...
    • Lihat Profil
Re:Ketika Kesetiaan Itu Diuji
« Jawab #28 pada: 08 Mei 2012, 18:41:53 »
^
kalau si suami memanipulasi situasi dan kenyataan, dengan mengatakan bahwa dirinya terlibat masalah, bla bla bla.. yang intinya menempatkan dirinya sebagai "korban" yang harus diselamatkan, maka bisa jadi si istri tidak punya pilihan

tapi kalau istri jelas mengetahui bahwa suaminya telah berbuat dosa, bukankah jelas bahwa dukungan terhadap suatu kemungkaran artinya berbuat kemungkaran yang sama?
tugas pasangan adalah untuk saling menjaga dan mengingatkan
terlebih lagi tugas qawwam, adalah memimpin para jundi-nya meraih ridha Allah di dunia dan akhirat
kalau jelas jelas si qawwam hendak menjerumuskan diri ke neraka, maka tidak ada kewajiban lagi bagi para jundi untuk mengikutinya, apalagi mematuhi perintahnya
Let me lead the way, straight back to Allah's bless
'Cause this kind of love is.. once in a lifetime

Online mesmerized haze

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 2.180
  • Jenis kelamin: Wanita
  • belajar menjadi BIJAK
    • Lihat Profil
Re:Ketika Kesetiaan Itu Diuji
« Jawab #29 pada: 08 Mei 2012, 18:46:31 »
@ ^
whoa powerful  O0
I'm a simple woman, with humble way of thinking and wide point of view yet strong character within

 

myAgenda!
myQomunitas!
mySholat!
Jadwal Sholat
Jadikan juga info seperti jadwal sholat ini pada websites mu :
myPromo-Deal!
Pernak-Pernik
  • myQripik produk baru!
  • Jaket
  • Kaos
  • Kalender
  • Stiker

SatNet
IMODE | myQ wiki | Quran Flash | Android | ChitCh@t | Plug-in | Radio | FB myQ Group
(c) 1999-2013, myQuran
Refresh Your Life!
Powered by SMF 2.0.4 | SMF © 2006–2010, Simple Machines LLC
XHTML | RSS | WAP2 | Mobile
Halaman dibuat dalam 2.278 detik dengan 20 queri.