20 Juni 2013, 14:48:05
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email FaceBook Login -->
Board Khusus "Khusus Muslimah"

myQuran - Komunitas Muslim Indonesia


myQ Selasar, sekilas info: Menghitung Hari Menuju SILAKBARNAS (Silaturrahim Akbar Nasional) - Pantai Depok, Jogja, 29-30 Juni | Ramadhan ceria, lebih bermakna dengan tebar #1000parcelcinta | Selamat datang di myQuran, komunitas muslim indonesia..


Dari Abbas bin Malik r.a, Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya berjihad untuk agama Allah pada waktu pagi atau petang hari lebih baik dari dunia dan seisinya." (Sahih Bukhari)

img_iklan_board/352783160.jpg

Penulis Topik: Psikolog - Psikotes Tidak Islamik kah ?  (Dibaca 2661 kali)

Offline islam universal

  • myQ Newbie
  • *
  • Tulisan: 39
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Psikolog - Psikotes Tidak Islamik kah ?
« pada: 25 April 2012, 13:15:13 »
Assl wr wb,

Saya pendatang baru di myqur'an.
Ada terbersit dalam hati saya bahwa psikotes yang diterapkan dalam sistem penerimaan calon karyawan /PNS/TNI/Polisi tidak sesuai dengan prinsip prinsip islam.

Saya menghubungkannya dengan kenyataan yang terjadi di negeri kita. Menurut yang kita dengar di berbagai media, banyak sekali terjadi penyelewengan atau korupsi yang dilakukan oleh pejabat dari berbagai instansi baik sipil maupun militer (yang ujian masuknya memakai psikotes). Nah...jika sistem (materi) psikotes yang diterapkan sudah berjalan dengan baik, mengapa produk nya seperti itu. Mengapa para psikolog gagal memilih manusia yang yang tahan terhadap berbagai ujian korupsi ???

Atau dengan kata lain bisa dikatakan bahwa psikolog dan lembaga psikologi penerimaan pejabat sipil dan militer memiliki andil yang besar dalam menciptakan kerusakan Indonesia. Mereka gagal memilih manusia terbaik.

Sering kita lihat anak muda atau personal yang setau kita baik baik dan cerdas malah tidak lulus psikotes. Mungkin kah psikolog mengadopsi sistem yang tidak Islami sehingga menyumbang kehancuran Indonesia ??

Silakan sobat menanggapi.

space dicadangkan (0)

Offline mesmerized haze

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 2.180
  • Jenis kelamin: Wanita
  • belajar menjadi BIJAK
    • Lihat Profil
Re:Psikolog - Psikotes Tidak Islamik kah ?
« Jawab #1 pada: 25 April 2012, 14:03:05 »
Ada terbersit dalam hati saya bahwa psikotes yang diterapkan dalam sistem penerimaan calon karyawan /PNS/TNI/Polisi tidak sesuai dengan prinsip prinsip islam.


PNS/TNI/polisi/dll kan nggak hanya menerima yang muslim saja

Saya menghubungkannya dengan kenyataan yang terjadi di negeri kita. Menurut yang kita dengar di berbagai media, banyak sekali terjadi penyelewengan atau korupsi yang dilakukan oleh pejabat dari berbagai instansi baik sipil maupun militer (yang ujian masuknya memakai psikotes). Nah...jika sistem (materi) psikotes yang diterapkan sudah berjalan dengan baik, mengapa produk nya seperti itu. Mengapa para psikolog gagal memilih manusia yang yang tahan terhadap berbagai ujian korupsi ???


psikotes atau tes masuk sejenis hanyalah satu titik dalam proses, yang lainnya berupa garis dan lebih urgent untuk dirubah mjd lebih baik. Misalnya kiblat gaya hidup dari lahir hingga dewasa, pendidikan islami dari keluarga, pondasi awal aqidah dan kelurusan ibadah serta realisasi akhlaq sesuai alqur'an. Itu semua lebih penting dibanding psikotesnya sendiri.

Psikolog melalui psikotes nggak mencari calon pekerja yang anti korupsi (setidaknya belum hingga saat ini) tapi lebih ke kompetensi intelegensi dan emosi secara umum. Melindungi diri dari korupsi terang-terangan sampai yang tersembunyi bukan melalui psikotes tapi dari kesadaran diri dan kekokohan benteng aqidah tadi yang penempaannya sepanjang hidup.

Atau dengan kata lain bisa dikatakan bahwa psikolog dan lembaga psikologi penerimaan pejabat sipil dan militer memiliki andil yang besar dalam menciptakan kerusakan Indonesia. Mereka gagal memilih manusia terbaik.

kenapa psikolog yang disalahkan  :wataw:
kalau mau hitam putih menyalahkan ya salahkan saja perusahaan atau lembaga yang mempekerjakan para psikolog itu, kenapa mereka pakai tools yang seperti itu, kenapa nggak pilih orang yang ber IQ rendah tapi jujur misalnya  ::)

Sekarang saya tanya, standardisasi manusia terbaik itu menurut antum seperti apa ?

Sering kita lihat anak muda atau personal yang setau kita baik baik dan cerdas malah tidak lulus psikotes. Mungkin kah psikolog mengadopsi sistem yang tidak Islami sehingga menyumbang kehancuran Indonesia ??

dalam psikotes nggak bisa hanya berpatokan baik-baik. seperti pertanyaan saya diatas, standardisasi 'baik-baik' itu seperti apa ? apa shalatnya tepat waktu, rajin shaum sunnah, nggak merokok, sabar dan santun ?
Lalu masalah pendidikan, vokasional skillnya, kemampuan beradaptasi dan menjalin networknya bagaimana ?

sementara dalam cerdas sendiri, kecerdasan itu jamak. Mungkin yang antum lihat orang yang baik, cerdas tapi gagal psikotes itu hanya cerdas secara intelegensi atau cerdas spiritual aja, nggak cerdas secara emosi juga atau malah emosinya cerdas tapi intelegensinya jongkok. Dalam psikotes diutamakan keseimbangan antara kecerdasan intelegensi dan emosi

Nggak hanya itu tipe kepribadian pun menunjang lulus nggaknya seorang calon karyawan. Anggap yang dibutuhkan adalah karyawan arsip administrasi maka yang dicari melalui tools psikologi adalah orang dengan kecerdasan intelegensi standar, kecakapan emosi yang tinggi, tipe personality phlegmatis-melankolis dan ditunjang juga cerdas secara spasial logis.

Misalnya Orang yang antum kenal atau bahkan antum sendiri ditolak menempati posisi tersebut bisa jadi karena over required, secara intelegensi cerdas, emosi standar, tipe personality koleris-sanguin dan cerdas secara kinestetik. Nggak akan cocok jadi karyawan bagian arsip administratif karena kebutuhan antum dengan tipe kepribadian seperti itu adalah memimpin dan menonjolkan diri, cerdas secara kinestetik berarti kebutuhan aktualisasi diri antum lebih dititikberatkan pada pergerakan tubuh bukan linguistik (kata-kata). Kalau antum diterima, bisa jadi 3 bulan saja antum resign karena nggak cocok dengan pekerjaannya.

itulah mengapa kadang orang super cerdas malah nggak diterima dalam suatu tes masuk kerja  :)
so keep positive thinking dan husnudzan aja  ;)
I'm a simple woman, with humble way of thinking and wide point of view yet strong character within

Offline islam universal

  • myQ Newbie
  • *
  • Tulisan: 39
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:Psikolog - Psikotes Tidak Islamik kah ?
« Jawab #2 pada: 25 April 2012, 14:49:21 »
Saya awam di bidang psikologi, yang lulus psikotes itu menurut saya harus tahan terhadap godaan ...katakan lah korupsi. Namanya juga ilmu psikologi...ilmu jiwa...apakah tahan terhadap korupsi itu, bukan bagian dari ilmu jiwa ?
Apalagi ilmu psikologi yang sekarang (katanya) banyak mengadopsi dari Sigmund Freud (non muslim).

Apakah Islam tidak memiliki konsep sendiri dalam memilih pribadi yang tepat untuk suatu posisi ?
Akan kah psikolog berlepas diri dengan mengutarakan alasan excuse terhadap kebobrokan manusia pilihannya ? Sementara psikolog itu sendiri TERLIBAT LANGSUNG memilih mereka mereka itu


« Edit Terakhir: 25 April 2012, 14:53:49 oleh islam universal »

Offline Angdit

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 925
  • Jenis kelamin: Pria
  • Be a better man, Be the best of you
    • Lihat Profil
    • Jejaring Muslim Indonesia
Re:Psikolog - Psikotes Tidak Islamik kah ?
« Jawab #3 pada: 25 April 2012, 16:44:36 »
Kutip
PNS/TNI/polisi/dll kan nggak hanya menerima yang muslim saja

TNI atau Polisi itu tes Kesemaptaan fisik. Jadi Tes Psikologi ga ngaruh...

Kutip
   psikotes atau tes masuk sejenis hanyalah satu titik dalam proses, yang lainnya berupa garis dan lebih urgent untuk dirubah mjd lebih baik. Misalnya kiblat gaya hidup dari lahir hingga dewasa, pendidikan islami dari keluarga, pondasi awal aqidah dan kelurusan ibadah serta realisasi akhlaq sesuai alqur'an. Itu semua lebih penting dibanding psikotesnya sendiri. 

Yee... justru karena ini penting makanya ia harus dinilai. Sayang. materi akhlak/PMP tidak diujikan dalam Tes Psikologi...

Kutip
Psikolog melalui psikotes nggak mencari calon pekerja yang anti korupsi (setidaknya belum hingga saat ini) tapi lebih ke kompetensi intelegensi dan emosi secara umum. Melindungi diri dari korupsi terang-terangan sampai yang tersembunyi bukan melalui psikotes tapi dari kesadaran diri dan kekokohan benteng aqidah tadi yang penempaannya sepanjang hidup.


Hoo... tidak selalu begitu ! CV yang berbohong itu seharusnya bisa ditebak oleh sang psikolog yang jago menginterogasi sang pencari kerja. Silakan tanya : Jika Anda ditawarkan uang ini apakah Anda menerima ? tentu saja dengan soal yang menjebak. Tes sikap di soal. dan Di tes kembali ketika wawancara kerja !

Kutip
kenapa psikolog yang disalahkan  :wataw:
kalau mau hitam putih menyalahkan ya salahkan saja perusahaan atau lembaga yang mempekerjakan para psikolog itu, kenapa mereka pakai tools yang seperti itu, kenapa nggak pilih orang yang ber IQ rendah tapi jujur misalnya  ::)

Memang ilmu psikologinya yang harus disalahkan. Di Penerimaan CPNS tidak diperkerjakan Psikolog yang handal ! Contoh di Penerimaan CPNS Kemenpera dulu yang pernah saya ikuti tidak ada psikolog handal. Seharusnya ialah IQ standar dan EQ yang melebihi standard yang diterima !

Kutip
Sekarang saya tanya, standardisasi manusia terbaik itu menurut antum seperti apa ?

dalam psikotes nggak bisa hanya berpatokan baik-baik. seperti pertanyaan saya diatas, standardisasi 'baik-baik' itu seperti apa ? apa shalatnya tepat waktu, rajin shaum sunnah, nggak merokok, sabar dan santun ?
Lalu masalah pendidikan, vokasional skillnya, kemampuan beradaptasi dan menjalin networknya bagaimana ?

sementara dalam cerdas sendiri, kecerdasan itu jamak. Mungkin yang antum lihat orang yang baik, cerdas tapi gagal psikotes itu hanya cerdas secara intelegensi atau cerdas spiritual aja, nggak cerdas secara emosi juga atau malah emosinya cerdas tapi intelegensinya jongkok. Dalam psikotes diutamakan keseimbangan antara kecerdasan intelegensi dan emosi

Kita berbicara masalah tes psikologi PNS untuk kebutuhan anti korupsi. Jadi jelas, kemampuan akhlak harus lebih tinggi dari kemampuan intelegensi. Spiritual nanti dulu, yang penting orangnya tidak plinplan dan tegas. Spiritual berpengaruh apabila disiplin sholat tepat waktunya itu membawa ia rajin datang tepat waktu ! Merokok itu berpengaruh, karena ia adalah orang yang disiplin menjaga kesehatan dirinya dan karena ia turut aturan AlQuran (apalagi aturan di kantornya!). Sabar dan Santun apalagi... terutama melihat gaya Ibu yang mencak-mencak menyalahkan orang yang belum tahu ! Hmm....   >:(

Kutip
Nggak hanya itu tipe kepribadian pun menunjang lulus nggaknya seorang calon karyawan. Anggap yang dibutuhkan adalah karyawan arsip administrasi maka yang dicari melalui tools psikologi adalah orang dengan kecerdasan intelegensi standar, kecakapan emosi yang tinggi, tipe personality phlegmatis-melankolis dan ditunjang juga cerdas secara spasial logis.

Engga juga, engga harus phlegmatis yang pendamai dan melankolis yang perfeksionis. Tapi saya butuh koleris sekaligus sanguin yang pintar menghibur seperti mantan atasan saya di PNS. Saya butuh leader seperti dirinya ! untuk membasmi korupsi !

Kutip
Misalnya Orang yang antum kenal atau bahkan antum sendiri ditolak menempati posisi tersebut bisa jadi karena over required, secara intelegensi cerdas, emosi standar, tipe personality koleris-sanguin dan cerdas secara kinestetik. Nggak akan cocok jadi karyawan bagian arsip administratif karena kebutuhan antum dengan tipe kepribadian seperti itu adalah memimpin dan menonjolkan diri, cerdas secara kinestetik berarti kebutuhan aktualisasi diri antum lebih dititikberatkan pada pergerakan tubuh bukan linguistik (kata-kata). Kalau antum diterima, bisa jadi 3 bulan saja antum resign karena nggak cocok dengan pekerjaannya.

Engga juga karena atasan saya yang koleris sanguinis itu rada-rada... yah nyeleneh ! STMJ, sholat Terus Maksiat Jalan. Siapa lagi yang bisa menetralisir orang seperti mereka selain orang yang setipe. Sekali-kali mereka diminta kerja di bagian lain yang tidak sesuai dengan bakatnya, saya kira tidak masalah.

Kutip
itulah mengapa kadang orang super cerdas malah nggak diterima dalam suatu tes masuk kerja  :)
so keep positive thinking dan husnudzan aja  ;)

Orang yang supercerdas ga cocok melamar ke PNS. Orang supercerdas bekerja di perusahaan Minyak saja      :dada:
Orang biasa-biasa dengan tekad yang luar biasa dibutuhkan di PNS   ;)

Hehe... jangan terlalu serius Bu ! Saya pernah bekerja di PNS.
« Edit Terakhir: 25 April 2012, 17:27:29 oleh Angdit »
Solidarity Forever. Organisasi Dakwah Islam boleh beda, ukhuwah tetap terjaga! www.ruangmuslim.com

Offline Angdit

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 925
  • Jenis kelamin: Pria
  • Be a better man, Be the best of you
    • Lihat Profil
    • Jejaring Muslim Indonesia
Re:Psikolog - Psikotes Tidak Islamik kah ?
« Jawab #4 pada: 25 April 2012, 16:55:07 »
Saya awam di bidang psikologi, yang lulus psikotes itu menurut saya harus tahan terhadap godaan ...katakan lah korupsi. Namanya juga ilmu psikologi...ilmu jiwa...apakah tahan terhadap korupsi itu, bukan bagian dari ilmu jiwa ?
Apalagi ilmu psikologi yang sekarang (katanya) banyak mengadopsi dari Sigmund Freud (non muslim).

Apakah Islam tidak memiliki konsep sendiri dalam memilih pribadi yang tepat untuk suatu posisi ?
Akan kah psikolog berlepas diri dengan mengutarakan alasan excuse terhadap kebobrokan manusia pilihannya ? Sementara psikolog itu sendiri TERLIBAT LANGSUNG memilih mereka mereka itu

Oh... ternyata begitu. Kebanyakan psikolog itu bekerja untuk meneliti keberadaan penyakit yang aneh-aneh di jiwa. Mereka bekerja seperti layaknya pakar ekonomi. See the World Work (hanya menilai tidak ikut campur banyak karena hanya ada sedikit nilai dan prinsip moral). Tapi tidak bekerja pada frame : Shall The World Work !  (Seharusnya dunia bekerja, menurut nilai dan prinsip moral)

Ekonomi maju memang ! Tapi psikologinya... no sekian dari belakang !
« Edit Terakhir: 25 April 2012, 16:58:10 oleh Angdit »
Solidarity Forever. Organisasi Dakwah Islam boleh beda, ukhuwah tetap terjaga! www.ruangmuslim.com

Offline Th3s4inT

  • myQ Setia
  • *
  • Tulisan: 10.728
  • Jenis kelamin: Pria
  • be patience...
    • Lihat Profil
Re:Psikolog - Psikotes Tidak Islamik kah ?
« Jawab #5 pada: 25 April 2012, 17:17:34 »
Susah ya menjabarkan psikologi ke manusia otak kiri, seperti sulitnya menjelaskan ke orang teknis tentang mengapa suatu hal/teknologi tidak bisa diimplementasikan dipandang dari sisi bisnis :p

Sabar, Bu Haze :)
Let me lead the way, straight back to Allah's bless
'Cause this kind of love is.. once in a lifetime

Offline mesmerized haze

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 2.180
  • Jenis kelamin: Wanita
  • belajar menjadi BIJAK
    • Lihat Profil
Re:Psikolog - Psikotes Tidak Islamik kah ?
« Jawab #6 pada: 25 April 2012, 17:28:47 »
hahaha   ;D

saya berpengalaman disalami berkali-kali sambil orang itu berterimakasih dan mengucurkan air mata segala, padahal ia gagal lulus rekruitment karyawan pro, katanya kata-kata saya memberi pencerahan yang selama ini miss. Padahal yang saya bicarakan biasa aja rasanya  :p
saya juga pernah lihat didepan mata mobil saya dibaret selesai wawancara rekruitment yang sama  :toe:

jadi hal macam ini ya garam buat sop lah kang s4inT,
asal jangan terlalu banyak aja, bikin mual nanti  :D

@ TS
Semua yang antum katakan itu potensial diterapkan di lembaga maupun yayasan keislaman, bukan lembaga formal netral macam departemen2 pemerintahan, TNI dan polri
Tapi saya rasa memang itu mimpi kita bersama lah, penerapan hukum islam dalam seluruh aspek kehidupan
Insya Allah suatu hari nanti ya  :)

saran saya, antum jadi wiraswasta saja, antum sepertinya punya potensi untuk itu   ;)
nanti suatu saat antum butuh karyawan terapkan tes apa yang antum percaya paling capable

ubahlah sistem yang antum nggak suka dengan berbuat 3M nya aa' gym
mulai dari yang kecil, mulai dari diri sendiri dan mulailah sekarang juga

good luck, semoga usahanya berkah ya  :)

I'm a simple woman, with humble way of thinking and wide point of view yet strong character within

Offline Anis_WN

  • myQ Hero
  • *
  • Tulisan: 26.076
  • Jenis kelamin: Pria
  • Be yourself, but don't be selfish.
    • Lihat Profil
Re:Psikolog - Psikotes Tidak Islamik kah ?
« Jawab #7 pada: 25 April 2012, 20:36:44 »
Waduh, thread ginian kayaknya ada bau2 'buruk muka, cermin dibelah'...

:siul:
Manusia tak luput dari kesalahan. Ane manusia. Kesimpulan: Ane tak luput dari kesalahan. Mohon maaf bila ada kata yg salah. Dan... TKJSS

Offline islam universal

  • myQ Newbie
  • *
  • Tulisan: 39
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:Psikolog - Psikotes Tidak Islamik kah ?
« Jawab #8 pada: 26 April 2012, 08:45:23 »
Kutip dari: Anis WN
     Waduh, thread ginian kayaknya ada bau2 'buruk muka, cermin dibelah'...

Syukur sampai sekarang saya masih ok ok  aja tuh kalau tes psikotes...IQ juga 125,ga bodoh amat kan  :)
Masalahnya seperti yang saya utarakan diatas...

Produk hasil seleksi psikotes,ternyata banyak yang korup,yang menyebabkan Indonesia hancur....
Siapa yang buruk sekarang ??? Cermin nya kah (psikolog) atau bayangannya (kandidat)?


Anda setuju basis psikotes sekarang sejalan dengan basis psikotes versi wahyu Islam ?




Offline Anis_WN

  • myQ Hero
  • *
  • Tulisan: 26.076
  • Jenis kelamin: Pria
  • Be yourself, but don't be selfish.
    • Lihat Profil
Re:Psikolog - Psikotes Tidak Islamik kah ?
« Jawab #9 pada: 26 April 2012, 08:51:26 »
Gak ada hubungannya antara psikotes dgn mental. Karena emang yg dites itu kejiwaan yg menyangkut profesinya. BUKAN menyangkut akhlaknya.

Atau jangan2 ada yg gak bisa mbedain dua hal itu? :siul:
Manusia tak luput dari kesalahan. Ane manusia. Kesimpulan: Ane tak luput dari kesalahan. Mohon maaf bila ada kata yg salah. Dan... TKJSS

Offline islam universal

  • myQ Newbie
  • *
  • Tulisan: 39
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:Psikolog - Psikotes Tidak Islamik kah ?
« Jawab #10 pada: 26 April 2012, 09:53:30 »
Penempatan untuk posisi pemimpin misalnya...juga pada pake psikotes..

Apakah dalam Islam pemilihan kandidat hanya dilihat dari sisi profesi dan TAK PERLU SISI AKHLAK?

Apakah Islam bertutup mata jika ada kandidat yang katakanlah ahli ekonomi (profesi)  sementara publik tau dia koruptor(akhlak) ?

Dengan kata lain Islam tidak memperhatikan sisi akhlak untuk memilih pemimpin ?

Offline Anis_WN

  • myQ Hero
  • *
  • Tulisan: 26.076
  • Jenis kelamin: Pria
  • Be yourself, but don't be selfish.
    • Lihat Profil
Re:Psikolog - Psikotes Tidak Islamik kah ?
« Jawab #11 pada: 26 April 2012, 10:04:37 »
Ooo.. Jadi ini mau ngomong, "Karena gak ada test akhlak, maka psikotest adalah gak islami." Gitu?

Sejak kapan psikotest dibilang utk ngetest akhlak? ???

Kenapa gak sekalian aja dibilang bahwa test2 yg lain juga gak islami. Kan statusnya sama dgn psikotest.

Test aritmatika gak islami karena gak bisa membedakan mana koruptor dan mana yg bukan.
Test kesehatan gak islami karena gak bisa membedakan mana koruptor dan mana yg bukan.
Test aritmatika gak islami karena gak bisa membedakan mana koruptor dan mana yg bukan.
Test toefl gak islami karena gak bisa membedakan mana koruptor dan mana yg bukan.

Lagipula, sampe sekarang juga gak ada yg namanya test akhlak. Kalo ada yg berani melakukan, berarti gak ngerti sunatullah. Wong Rasulullah sendiri aja bilang bahwa iman itu naik dan turun. Sekarang bagus, bisa jadi sebentar lagi anjlok. Sekarang jelek, mungkin besok dah alim.

Bisa aja ngrekrut orang alim, tapi karena lingkungannya bobrok, ya akhirnya yg tadinya alim malah jadi kepala banditnya. Banyak pula dalil2 digunakan utk mendukung kelicikannya.

Masih maksain juga bahwa psikotest itu gak islami? ???
Manusia tak luput dari kesalahan. Ane manusia. Kesimpulan: Ane tak luput dari kesalahan. Mohon maaf bila ada kata yg salah. Dan... TKJSS

Offline islam universal

  • myQ Newbie
  • *
  • Tulisan: 39
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:Psikolog - Psikotes Tidak Islamik kah ?
« Jawab #12 pada: 26 April 2012, 10:13:01 »
@Anis

Kamu mau bilang bahwa sistem psikotes sekarang sudah Islami kah ?
Atau kamu mau bilang bahwa dalam Islam tidak ada panduan psikologi dalam memilih orang?

pilih mana?


Offline Anis_WN

  • myQ Hero
  • *
  • Tulisan: 26.076
  • Jenis kelamin: Pria
  • Be yourself, but don't be selfish.
    • Lihat Profil
Re:Psikolog - Psikotes Tidak Islamik kah ?
« Jawab #13 pada: 26 April 2012, 10:15:15 »
Psikotest TIDAK BISA dikatakan islami atau tidak.

Silakan aja mau milih orang yg berakhlak baik, tapi TIDAK DENGAN psikotes.

Kamu ngerti, Oom?
Manusia tak luput dari kesalahan. Ane manusia. Kesimpulan: Ane tak luput dari kesalahan. Mohon maaf bila ada kata yg salah. Dan... TKJSS

Offline om sinchan

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.804
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:Psikolog - Psikotes Tidak Islamik kah ?
« Jawab #14 pada: 26 April 2012, 10:30:42 »
sing waras ngalah ...   %peace%

 

myAgenda!
myQomunitas!
mySholat!
Jadwal Sholat
Jadikan juga info seperti jadwal sholat ini pada websites mu :
myPromo-Deal!
Pernak-Pernik
  • myQripik produk baru!
  • Jaket
  • Kaos
  • Kalender
  • Stiker

SatNet
IMODE | myQ wiki | Quran Flash | Android | ChitCh@t | Plug-in | Radio | FB myQ Group
(c) 1999-2013, myQuran
Refresh Your Life!
Powered by SMF 2.0.4 | SMF © 2006–2010, Simple Machines LLC
XHTML | RSS | WAP2 | Mobile
Halaman dibuat dalam 1.426 detik dengan 22 queri.