20 Juni 2013, 08:57:50
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email FaceBook Login -->
Board khusus buat pasutri "Board Pasutri"

myQuran - Komunitas Muslim Indonesia


myQ Selasar, sekilas info: Menghitung Hari Menuju SILAKBARNAS (Silaturrahim Akbar Nasional) - Pantai Depok, Jogja, 29-30 Juni | Selamat datang di myQuran, komunitas muslim indonesia..


Barangsiapa cinta karena Allah dan benci karena-Nya, memberi karena Allah dan menahan karena-Nya, adalah orang itu memperoleh kesempurnaan iman (HR Abu Dawud & Tirmizi)

img_iklan_board/352783160.jpg

Penulis Topik: Persiapan Menikah [ Jomblo-ers Must Read!!]  (Dibaca 1320 kali)

Offline ALAPOLA

  • myQ Perambah
  • *
  • Tulisan: 299
  • Jenis kelamin: Pria
  • Share is Love
    • Lihat Profil
    • my_artwork
Persiapan Menikah [ Jomblo-ers Must Read!!]
« pada: 07 April 2012, 16:55:08 »
Ane baru dapat artikel tentang persiapan nikah, moga2 bermanfaat buat teman2 Myqer  :topOK:



**********************************************

I’m not an expert in finance but I do intend to share what I know. Semoga bisa jadi bahan rujukan adik-adik kita yang sedang berjalan menuju stage ini.

Gue rasa di jaman susah gini, gak ada salahnya pasangan yang akan menikah duduk bareng dan buka-bukaan soal uang. And as an individual, we want to be the part of the solution kan, bukan part of the problem.

Intinya gini. Ketika seseorang menikahi kita, dia akan mengabdikan semua dirinya untuk kita dan keluarga yang akan kita bangun. Oleh karena itu, mereka berhak untuk tidak menikah dengan masalah kita. Kalo kita punya utang, yuk coba sebaik mungkin bereskan dulu, demi kita dan demi dia. Masak iya udah lah dia mengabdikan semua hidupnya untuk kita, dia juga jadi susah beli rumah, gajinya yang seharusnya buat pensiun kita, abis buat utang-utang kita. Gak tega kan ya.

Sebaliknya juga gitu. Kita akan mengabdi pada dia selamanya. Kita berhak untuk mendapatkan pasangan yang bersih lahir batin. Soleh iya, namun kalo soleh tapi punya utang CC 20 juta dan credit score buruk? kita bisa terlantung-lantung 5 tahun gak bisa ajukan KPR.

Things you might want to check before marriage:


Debts



1.a. Pastikan kita sendiri gak punya CC debt. CC debt akan menurunkan credit score kita di BI. Ini akan bermasalah ketika pasangan akan membeli rumah. Bisa jadi pasangan kita bersih, eh credit score kita buruk. Kalo udah gini, kasian pasangan kita apalagi kalo dia udah mati-matian nabung.

1.b. Pastikan calon pasangan gak punya CC debt. Sebaliknya juga berlaku, dia harus kasian juga dong sama kita kalo kitanya yang udah hemat kiri kanan buat beli rumah, tapi KPRnya ditolak bank.

2.a. Pastikan bahwa selain CC, kita juga gak punya utang apa pun, berapa pun, dalam bentuk apa pun. Menikah adalah kegiatan di mana reputasi finansial (credit score) dan daya beli 2 individu menjadi satu. Menikah juga adalah titik di mana kita bukan lagi menjadi tertanggung namun menjadi penanggung dan penanggungan ini pertanggunjawabannya juga ditanya di akhirat nanti. So we might want to be ready and make sure there is no minus in our bank account before we start. Kita ingin memulai rumah tangga setidaknya dari titik nol, bukan dari titik minus. Jika masih minus, tidak apa-apa. That doesn’t make us a bad person. Tapi sebaiknya dibereskan dulu.

Mungkin ada beberapa lajang yang nyicil mobil. This is fine. Meski sebaiknya dilunasi dulu atau setidaknya jika belum, bisa lunas saat menikah, benar-benar didata dulu sebelum nikah. Konsekwensinya, cicilan mobil ini akan mengurangi daya cicil kita dalam mencicil rumah.

2.b. Pastikan kondisi utang pasangan juga sehat.
Dua hal di atas sangat realistis untuk dilakukan. Ini pasti bisa dilakukan semua orang.

Tanggungan



3.a. Data semua tanggungan sebelum nikah. Di sini mungkin orang mulai variatif. Mungkin ada orang yang bukan punya utang namun punya tanggungan seperti biaya kuliah adik, biaya sakit orang tua, atau kita mensupport orang tua. Ini jangan dihitung sebagai hutang namun sebagai tertanggung. Jangan juga dihitung sebagai beban. Mereka darah daging kita juga kan. Kalo gak ada mereka belum tentu kita seperti ini.

Yang jelas, tertanggung ini sebaiknya didata aja untuk memanage expectation.
Contoh kasusnya. Waktu pacaran, istri gak bilang bahwa biaya rumah sakit bapaknya 5 juta sebulan. Padahal suami sangat ingin beli rumah perdana. Setelah menikah, rencana itu terpaksa tertunda. Marahan. Dengan mendata tanggungan, pasangan bisa memanage expectation.
OK, 3 perihal pertama adalah tentang tanggungan dan yang minus-minusan ya.

Aset



4. Disarankan untuk memiliki asset, bukan liability (maaf terdengar seperti Robert Kiyosaki). Aset ini bisa semua hal definisi dari asset dari mulai jumlah tabungan yang cukup, atau saham, LM atau rumah. Kalo bisa beli rumah dari gaji single sendiri, itu fantastic. Malah sebaiknya beli rumah itu gak perlu nunggu nikah kok. Dan gak harus cowok yang beli rumah. Khusus untuk laki-laki, beli rumah sendiri berguna jadi mas kawin. Ntar kalo nikah bisa dijual, jadikan DP dan bersama salary istri beli rumah yang lebih besar. Perempuan juga begitu.

5. Disarankan untuk convert semua liability jadi asset. Ada temen yang realistis. Dia punya mobil kesayangan waktu dulu kuliah. Pas nikah, itu mobil dia jual, jadiin DP rumah dan dia+istri naek motor. Heart breaking? Yes. Tapi dia bilang that was the best decision of his life karena dia melihat harga mobilnya seidkit demi sedikit turun sedangkan harga rumah naik terus.

6. Buat cowok (dan muslim – maaf), biasakan beli emas sedikit demi sedikit dari awal kerja sampai menikah. Sunnah nabi menyatakan bahwa sebaiknya mas kawin dari pria utnuk wanita adalah sesuatu yang memiliki nilai gadai. Ini agar jika terjadi sesuatu, mas kawin itu bisa digadaikan dan membantu keuangan. Baiknya sih emas atau apa terserah (yang jelas bukan pompa aer). Yang jelas, sajadah dan seperangkat alat shalat, meski memiliki nilai agama yang tinggi, tidak memiliki nilai jual.

Let’s review how realistic the above 3 are. Semua mungkin, asal hitungannya dingin dan tidak pakai emosi. There is no such thing as mobil kesayangan. Yang ada hanya mobil. Atau mungkin dengan gaji 5-6 juta kita belum bisa cicil rumah 1.2 M. tapi gaji segitu bisa kok cicil rumah 40/90 di depok yang harganya 90-150 juta.

Lebih baik investasi kecil yang riil tapi naik ketimbang keinginan yang hanya tinggal keinginan.
Lebih baik murah dan sederhana tapi kebeli ketimbang yang jetset dan highclsss tapi gak kebeli-beli.
Meski kecil dan jauh, valuenya naik. Bisa jadi mas kawin, dan bisa jual dengan profit setelah menikah untuk beli rumah baru.

Finance



7. Ini untuk menjawab, berapa sih nilai tabungan+asset kertas yang sebaiknya seseorang miliki sebelum menikah? Di sini pasti jawabannya variatif dan secara nominal berbeda. Maka dari itu mungkin rumus ini bekerja:
Nilai tabungan+asset kertas minimum = ˝ ongkos nikah + ˝ DP rumah (jika belum punya rumah) + ˝ ongkos melahirkan Caesar + 6 bulan biaya hidup
Semuanya ˝ dengan asumsi pasangan kita akan cover setengahnya lagi. Atau dalam kasus ongkos melahirkan Caesar, dicover asuransi kantor.

DP rumah masuk rumus ini jika belum punya rumah. Memang bisa ngontrak atau bareng orang tua. Tapi alasan kenapa kita tinggal bareng orang tua atau ngontrak adalah karena kita mengumpulkan uang untuk suatu saat beli rumah sendiri kan? Jika pun bukan itu alasannya (mungkin untuk menemani orang tua), kepemilikan rumah oleh sebuah rumah tangga cukup penting sebagai tabungan asset keras. Malah jadi lebih untung akrena saat kita menemani orang tua di rumahnya, rumah itu kita kontrakkan dan autofinance dengans endirinya.

Ongkos melahirkan masuk sana just in case kita subur wakakak. Seriously, ada beberapa orang yang tokcer dan gelagepan juga. Alasan kenapa ongkos melahirkan masuk sana juga karena ini: Kalo baru nikah dan ngejar beli rumah, ngejar lunasi CC, ngejar beli motor atau mobil. Biasanya untuk melahirkan itu suka aja kelupaan.
Kayaknya 7 faktor ini juga udah cukup ya for now. Gue sengaja segeneric mungkin karena gak mau menggambarakan betapa horornya menikah itu.

Semua factor ini ada dengan asumsi kita tidak diberi bekal oleh orang tua. Memang pasti orang tua berusaha memberikan yang terbaik ya. Ada yang bayarin nikahan, ada yang beliin rumah atau mobil. Tapi ketujuh factor ini gue pikirkan dengan asumsi kita tidak mendapat pertolongan dari orang tua atau mertua. Pemberian itu gak salah malah kita harus bersyukur ada yang meringankan.

Menikah itu bukan solusi. Menikah itu pekerjaan yang hasilnya akan ditanya pertanggungjawabannya di saat kubur nanti. Makanya untuk teman-teman yang menikah ‘untuk menghindari zinah’ percayalah jangan pakai alasan itu. Ada banyak masalah yang akan datang hanya karena gak tahan syahwat. Menikah tanpa bekal akan membuat tanggungan kita sengsara dan bukti bahwa kita tidak siap. terlebih lagi bisa buat orang tua kiat sengsara.

Gue kenal seorang ketua remaja mesjid, menikah saat kuliah. Ketika anaknya lahir, ibu dari ketua masjid itu harusjual emasnya untuk biaya lahir cucu. Alim? iya. Siap menikah? well, gue bilang sih seharusnya nanti dulu ya. Dia kan udah jadi penanggung, kok ya masih ditanggung sang ibu? Dan saat itu terjadi, kita (terutama laki sebagai kepala keluarga) dituntut petanggungjawabannya.

Makanya, gak ada salahnya seseorang mengambil prinsip:
waktu kecil gak nyusahin orang tua, udah tua gak nyusahin anak.

Gue sendiri gak ada satu pun yang lulus ketika gue menikah huahaha. But I was lucky to go to Africa. Kalo belum nikah gue pribadi akan memertimbangkan yang di atas.

Pertanyaan kedua mungkin adalah, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjaga 7 faktor di atas? Regret there is a time frame for this.

55 adalah usia kita pensiun.
21 adalah usia anak terakhir lulus kuliah. Plus + 1 tahun in case dia gak naik kelas.
1 tahun adalah mengandung anak terakhir (kecuali hamil sebelum nikah).

Sediakan 1 tahun in case proses punya momongan gak terlalu tokcer.

55-21-1-1-1 = 31 tahun.

Time span seseorang untuk mengumpulkan 7 faktor di atas adalah dari dia mulai lulus kuliah usia 21-22 tahun, sampai umur dia 31 tahun. Sekitar 10-11 tahun. Jika ingin punya 2 anak, then time span is shorter.
Ini semua membuat kita sadar beberapa hal:

1. belum kerja? then mari cari kerja/buka usaha yang benar.
2. Udah kerja tapi gaji kecil? ini pertanda kita harus cari kerjaan lain.
3. pengen kerja tapi susah. Ini pelajaran bagi yang masih kuliah untuk belajar dengan benar. Miliki IPK yang baik agar keterima kerja yang bener atau buka usaha dengan perhitungan yang bener.

Semoga bermanfaat. I’m not an expert on this. I just intend to share.

space dicadangkan (0)

Offline ipeh

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.952
    • Lihat Profil
Re:Persiapan Menikah [ Jomblo-ers Must Read!!]
« Jawab #1 pada: 08 April 2012, 14:25:03 »
Ini semua membuat kita sadar beberapa hal:

1. belum kerja? then mari cari kerja/buka usaha yang benar.
2. Udah kerja tapi gaji kecil? ini pertanda kita harus cari kerjaan lain.
3. pengen kerja tapi susah. Ini pelajaran bagi yang masih kuliah untuk belajar dengan benar. Miliki IPK yang baik agar keterima kerja yang bener atau buka usaha dengan perhitungan yang bener.

Semoga bermanfaat. I’m not an expert on this. I just intend to share.

Wah, paling mengena yang nomor 2 nih. :jaim:
Hmmm, cari sambilan kerjaan lain apa ya?  :hmmm:  :hmmm:  :hmmm:
Tengadahkan wajahmu pada langit, tempat harapan bertabur laksana bintang. Tundukkan kepalamu pada bumi, dimana manusia akan hidup dan mati.

Offline VanJaVaByroe

  • myQ Junior
  • *
  • Tulisan: 98
  • Jenis kelamin: Pria
  • Just Newbie
    • Lihat Profil
Re:Persiapan Menikah [ Jomblo-ers Must Read!!]
« Jawab #2 pada: 08 April 2012, 18:42:59 »
Wah, paling mengena yang nomor 2 nih. :jaim:
Hmmm, cari sambilan kerjaan lain apa ya?  :hmmm:  :hmmm:  :hmmm:

sama...
kayak isi UUD 1945
Senasib dan sepenanggungan Udah kerja tapi gaji kecil

buat makan aja susah apalagi buat nikah  :hihi: :hihi: :hihi:
narimo ing pandum

Offline abdul hamid P

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 636
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:Persiapan Menikah [ Jomblo-ers Must Read!!]
« Jawab #3 pada: 11 April 2012, 14:33:31 »
semangkaaaaaaaaa :topOK:
maka nikmat Tuhan mu yang manakah yang kamu dustakan

Offline mentari2501

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 682
  • Jenis kelamin: Wanita
  • senyum mereka kebahagiaanku
    • Lihat Profil
Re:Persiapan Menikah [ Jomblo-ers Must Read!!]
« Jawab #4 pada: 15 April 2012, 11:29:26 »
niat dulu tuh penting kayaknya.baru yang lainnya..... :)

untuk yang lagi ta'arufan semoga sukses dan semangatttttttttt menikah :D
terus belajar dari kehidupan ini, tetap semangat.......

Offline ipeh

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.952
    • Lihat Profil
Re:Persiapan Menikah [ Jomblo-ers Must Read!!]
« Jawab #5 pada: 19 April 2012, 07:24:48 »
niat dulu tuh penting kayaknya.baru yang lainnya..... :)

untuk yang lagi ta'arufan semoga sukses dan semangatttttttttt menikah :D

niat, harus dibarengi dengan usaha neng.. :)
Tengadahkan wajahmu pada langit, tempat harapan bertabur laksana bintang. Tundukkan kepalamu pada bumi, dimana manusia akan hidup dan mati.

Offline mesmerized haze

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 2.180
  • Jenis kelamin: Wanita
  • belajar menjadi BIJAK
    • Lihat Profil
Re:Persiapan Menikah [ Jomblo-ers Must Read!!]
« Jawab #6 pada: 19 April 2012, 11:32:22 »
oh wow this is a great share TS  O0

mau bertanya beberapa hal dong,
1.a. Pastikan kita sendiri gak punya CC debt. CC debt akan menurunkan credit score kita di BI. Ini akan bermasalah ketika pasangan akan membeli rumah. Bisa jadi pasangan kita bersih, eh credit score kita buruk. Kalo udah gini, kasian pasangan kita apalagi kalo dia udah mati-matian nabung.

1.b. Pastikan calon pasangan gak punya CC debt. Sebaliknya juga berlaku, dia harus kasian juga dong sama kita kalo kitanya yang udah hemat kiri kanan buat beli rumah, tapi KPRnya ditolak bank.

ini CC debt yang bagaimana ya ?
setau saya selama scoring kita dalam hal payment baik, nominal yang terhutang di CC malah menunjukkan status kredibilitas kita sebagai kreditor yang 'baik' dan ini malah memudahkan bank dalam mengucurkan pinjaman. Ini masuk ke deskripsi tentang hutang sehat yang disebut berikutnya dalam artikel.

Misal si A memiliki CC silver dengan limit 5 juta, dan pemakaian rata-rata perbulan adalah 3 juta untuk keperluan rumah tangga, yang di'gesek' dari awal bulan sampai pertengahan dan dibayarkan saat jatuh tempo, yaitu di akhir bulan sebesar 100% dari total hutang. Bila keadaan ini berlangsung lebih dari 6 bulan maka si bank penerbit CC tersebut biasanya akan menaikkan limit si pengguna. Ini menunjukkan si A kredibel dalam hal membayar kewajibannya. Biasanya juga akan banyak tawaran KTA di saat2 darurat, bulan-bulan musim menikah  :hihi: bulan-bulan menjelang hari raya, liburan sekolah dan kenaikan kelas.

Nah hal berbeda terjadi bila si A sering terlambat membayar tagihan, hanya membayar dalam batas minimum selama berbulan-bulan, melakukan transaksi yang overlimit atau .... bila si A memiliki rekening BG (bilyet giro) dan memberikan BG/cek kepada seseorang lalu pada tanggal yang telah dijanjikan account nya belum terisi uang sejumlah tertera di BG/cek tersebut maka : BI akan menandai si A

Tanda dari BI ini pastinya akan menyusahkan si A dalam pencairan kredit (terutama sekali pada bank syari'ah yang memiliki prinsip kehati-hatian sangat ketat). Terlebih Kredit kepemilikan rumah (KPR) dan kredit usaha mikro/UKM karena beban bagi hasil/bunga nya pasti lebih kecil dengan jangka waktu yang lumayan panjang (max 10 tahun untuk usaha mikro dan max 20 tahun untuk KPR )

Bila sudah sampai 3x kasus BG/Cek ini terulang atau nasabah sampai gagal bayar pada kasus hutang CC nya, maka black list dari BI diberlakukan. Kalau sudah begini hampir nggak mungkin mendapatkan kredit apapun dari lembaga keuangan manapun.

Kesimpulan yang bisa saya dapatkan sih, kalau sudah terjerat riba, sulit keluar dari lingkar itu. Makanya memang baiknya nggak usah coba-coba at all  :)



I'm a simple woman, with humble way of thinking and wide point of view yet strong character within

Offline glagah putih

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.823
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:Persiapan Menikah [ Jomblo-ers Must Read!!]
« Jawab #7 pada: 19 April 2012, 11:48:10 »
bukan buat semua orang tuh...

kalau dari situ jombloers miskin jangan menikah...  :bercanda:
just because you say "this is the truth"when saying your opinion,
it doesn't make it so

Offline mesmerized haze

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 2.180
  • Jenis kelamin: Wanita
  • belajar menjadi BIJAK
    • Lihat Profil
Re:Persiapan Menikah [ Jomblo-ers Must Read!!]
« Jawab #8 pada: 19 April 2012, 11:51:26 »
@ ^
menikahlah, maka kau akan kaya
insya Allah  :)
I'm a simple woman, with humble way of thinking and wide point of view yet strong character within

Offline om sinchan

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.803
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:Persiapan Menikah [ Jomblo-ers Must Read!!]
« Jawab #9 pada: 19 April 2012, 12:48:48 »
bukan buat semua orang tuh...
he eh, emang bukan buat semua orang nih, secara gak banget buat orang yg sudah kaya  ...
seandainya calon pasangan atau keluarganya punya kredit macet, bisa langsung dilunasin saat itu juga
calon pasangan masuk blacklist bi? aah, persetan itu, kalo cuman pengen rumah ya langsung aja beliin secara cash, gak perlu mikir kpr2-an
calon pasangan masuk blacklist Allah? nah kalo yg ini jelas sebaiknya langsung ditinggal kabur aja  %peace%





Offline zero_to_hero

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 2.238
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hidup adalah Petualangan
    • Lihat Profil
Re:Persiapan Menikah [ Jomblo-ers Must Read!!]
« Jawab #10 pada: 19 April 2012, 12:50:27 »
berat euy..., hmm,,, bener-bener deh.... harus serius
“SETIAP JUARA SELALU BERFIKIR DAN BERFIKIR DENGAN SEKUAT TENAGA BAGAIMANA CARANYA UNTUK BERHASIL”
“BAGAIMANA MUNGKIN SEORANG JUARA SANTAI-SANTAI

Offline mesmerized haze

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 2.180
  • Jenis kelamin: Wanita
  • belajar menjadi BIJAK
    • Lihat Profil
Re:Persiapan Menikah [ Jomblo-ers Must Read!!]
« Jawab #11 pada: 19 April 2012, 14:48:55 »
he eh, emang bukan buat semua orang nih, secara gak banget buat orang yg sudah kaya  ...
seandainya calon pasangan atau keluarganya punya kredit macet, bisa langsung dilunasin saat itu juga
calon pasangan masuk blacklist bi? aah, persetan itu, kalo cuman pengen rumah ya langsung aja beliin secara cash, gak perlu mikir kpr2-an
calon pasangan masuk blacklist Allah? nah kalo yg ini jelas sebaiknya langsung ditinggal kabur aja  %peace%



subhanallah !!!
mantabs om  O0  O0  O0

Allah mengikuti sangkaan hambaNYA kan,
so keep on positive  ;)
I'm a simple woman, with humble way of thinking and wide point of view yet strong character within

Offline Lis Purwanti

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 979
  • Jenis kelamin: Wanita
  • بصدق من كل قلبي
    • Lihat Profil
Re:Persiapan Menikah [ Jomblo-ers Must Read!!]
« Jawab #12 pada: 23 Mei 2012, 19:12:31 »
mm, gpp c menurut aku, klo untuk kalangan menengah kebawah.. justru ini buat motivasi untuk kaya.. kasian juga kan istrinya nanti mau dkasih makan apa? hehe..

@ ^
menikahlah, maka kau akan kaya
insya Allah  :)

hmm.. bener juga, ga ada salahnya... karna setelah menikah pastinya utk menafkahi istri, maka sang suami pun bekerja keras... (klo ga usaha, drimana Allah mau ngasih, pintunya aj ga dibukain, he)

for All good luck deh..  :topOK:
seindah cinta wanita perindu surga **Jadilah wanita pilihan Allah**

 

myAgenda!
myQomunitas!
mySholat!
Jadwal Sholat
Jadikan juga info seperti jadwal sholat ini pada websites mu :
myPromo-Deal!
Pernak-Pernik
  • myQripik produk baru!
  • Jaket
  • Kaos
  • Kalender
  • Stiker

SatNet
IMODE | myQ wiki | Quran Flash | Android | ChitCh@t | Plug-in | Radio | FB myQ Group
(c) 1999-2013, myQuran
Refresh Your Life!
Powered by SMF 2.0.4 | SMF © 2006–2010, Simple Machines LLC
XHTML | RSS | WAP2 | Mobile
Halaman dibuat dalam 2.37 detik dengan 20 queri.