20 Juni 2013, 19:36:02
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email FaceBook Login -->
"Baksos Cibuyutan"

myQuran - Komunitas Muslim Indonesia


myQ Selasar, sekilas info: Menghitung Hari Menuju SILAKBARNAS (Silaturrahim Akbar Nasional) - Pantai Depok, Jogja, 29-30 Juni | Ramadhan ceria, lebih bermakna dengan tebar #1000parcelcinta | Selamat datang di myQuran, komunitas muslim indonesia..


Tingkatkan kualitas dan kuantitas membaca Al Quran kita, One Day One Juz ()

img_iklan_board/352783160.jpg

Penulis Topik: SEPUTAR PEMILUKADA DKI JAKARTA 2012  (Dibaca 39931 kali)

Offline asalaja

  • myQ Junior
  • *
  • Tulisan: 86
  • Jenis kelamin: Wanita
  • I love Allah SWT, Rasulullah SAW, and Islam
    • Lihat Profil
Re:SEPUTAR PEMILUKADA DKI JAKARTA 2012
« Jawab #360 pada: 18 Agustus 2012, 18:18:07 »
Mau Celaka, Pilih Saja Pemimpin Non Muslim!


Jakarta – KabarNet: Atmosfir politik DKI Jakarta kian panas. Pertarungan Foke – Jokowi pada 20 September mendatang ternyata menyita perhatian sejumlah ulama. Umat Islam sedang galau. Setidaknya itu terjadi di dua kota, Solo dan Jakarta. Sebab, jika Jokowi sampai berhasil memenangkan Pilgub DKI, maka pemimpin Solo akan beralih ke wakil walikota, FX Hadi Rudyatmo, yang beragama Kristen. Sementara di DKI, calon wakil Jokowi juga seorang Kristen. Padahal, menurut Islam kaum Muslimin tidak diperbolehkan memiliki pemimpin di luar kalangan mereka.

“Kita ini dilarang mengambil kepemimpinan selain dari kita (dari kalangan umat Islam-red)”, kata Ustadz Aris Munandar Al-Fattah, salah satu pengurus Dewan Da’wah Islam Indonesia (DDII) Jawa Tengah, saat ditemui selepas memberikan kajian rutin di Masjid Fauziah, Ponpes Al Mukmin.

Ustad Aris mengutip salah satu hujjah dari QS. Al ‘Imran ayat 118, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.”

Ustad Aris mengaku dirinya meletakkan permasalahan ini menurut kacamata Islam, yakni cara pandang sesuai dengan Al Qur’an. Sebab pijakan umat Islam dalam memilih pemimpin memang harus didasari berdasarkan Al Qur’an dan As Sunah. Ia juga menegaskan Islam dengan tegas telah memberikan hujjah yang sangat jelas dalam masalah kepemimpinan, dan sikap umat terhadap dinamika kepemimpinan.

Ustad Aris menyatakan banyak sekali ayat-ayat Al Qur’an yang dengan tegas dan jelas telah membahas hal tersebut. Diantaranya adalah QS. Al Maa-idah 5 : 52, QS. Al Mujadilah 58 : 22, serta banyak lagi ayat lain yang semakna dengan ayat diatas.

Sementara itu, Hari, Ahad 5 Agustus 2012 kemarin, sejumlah ulama pun berkumpul di Cipayung, Bogor. “Kami berkumpul untuk sharing, tak lain adalah menampung aspirasi ummat yang sedang galau. Perlu menyatukan sikap agar umat diakar rumput tidak terombang ambing dengan rayuan-rayuan yang menyesatkan,” tegas Ustadz Haririe Muslim, Ketua Dewan Syariah Forum Zakat Muslim Indonesia, seperti dikutip kepada KiblatIndonesia.COM.

Menurutnya, persoalan Pilkada DKI Jakarta Putaran kedua 20 September mendatang perlu mendapat perhatian umat islam DKI Jakarta. Pasalnya, jika hanya berpijak atas nama demokrasi semata, maka celakalah umat Islam Indonesia.

Mengapa demikian Ustadz? “Begini. Persoalan akan rumit bila Jokowi bakal dicawapreskan dalam Pilpres 2014 kelak terbukti. Otomatis wakil gubernur akan menjadi gubernur. Inilah yang sangat berbahaya Jakarta dipimpin oleh non-muslim,” jelasnya.

Yang lebih berbahaya lagi, imbuh Haririe, bilamana pasangan Jokowi menang, dengan posisinya sebagai wagub, Ahok juga bakal dapat jabatan sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Badan Amil Zakat dan Infak/Shadaqah (BAZIS) DKI Jakarta?. “Saya tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi dengan Syariat Islam yang selama ini kita tegakkan. Maka dengan ini saya ingatkan kepada umat islam DKI Jakarta untuk tidak termakan rayuan para politikus itu. Jangan hanya kita dikasih permen, tapi akidah kita dirusak habis,” tegas Ustadz Haririe Muslim.

Sementara Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH Muhammad Al Khaththath juga mengingatkan, agar Jakarta tidak mengalami nasib seperti Singapura dan Manila, serta Indonesia tidak menjadi Andalusia kedua, hendaknya umat Islam segera melakukan gerakan pencegahan. Caranya umat Islam harus melakukan konsolidasi dan silaturahmi antar berbagai komponen umat Islam. “Konsolidasi pemikiran, perasaan, dan gerak untuk memberikan loyalitas hanya kepada Allah dan Rasul-Nya penting dimassifkan,” katanya.

Asal tahu saja, Manila sebelumnya adalah kota Islam, didirikan Sultan Sulaiman. Manilla berasal dari kata fii amaanillah yang artinya doa semoga di dalam jaminan keamanan Allah SWT. Namun setelah kaum Nasrani Spanyol menyerang dan membersihkan kaum muslimin dari Manilla dan kota-kota di Filipina bagian utara, maka kota Manilla menjadi satu-satunya kota Katolik di Asia. Andalusia juga ibu kota Daulah Islam selama hampir 8 abad, tetapi ketika kekuasaannya direbut kaum Nasrani, umat Islam lantas dibantai habis dan diusir dari sana.

Apakah Jakarta akan mengikuti jejak Manilla dan Indonesia mengikuti jejak Andalusia?. Wallahu A’lam. Tentunya tergantung kesadaran umat Islam di Jakarta khususnya dan di Indonesia pada umumnya. Cegahlah semaksimal mungkin sebelum nasi menjadi bubur.

Dan issu yang paling hangat tentang hal ini adalah Pemilukada yang sekarang sedang berlangsung di DKI Jakarta dimana Jokowi (Muslim) berpasangan dengan Ahok (Kristen) dan tentunya pengganti Jokowi di Solo jika dia terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Hal ini disinyalir sebagai satu sinyalemen pembentukan mainstream pluralisme dengan dengan modus pasangan calon pemimpin beda agama. Jika kemudian hal ini dibiarkan dan berhasil maka dikhawatirkan, masyarakat khususnya umat islam akan sulit menolak modus seperti hal ini karena telah menjadi trend.

Ia juga tak lupa berpesan kepada umat muslim untuk mewaspadai model kepemimpinan pluralis. Beliau menambahkan pula bahwa dengan melihat intrik-intrik yang di buat oleh musuh-musuh islam, maka umat Islam harus melakukan penolakan terhadap kepemimpinan Pluralis dengan segenap kemampuan yang dimiliki.

Seperti diketahui oleh khalayak umum, sekarang ini di Indonesia marak sekali model pasangan calon Bupati, atau Gubernur yang menyandingkan antara figur pemimpin muslim didampingi dengan wakilnya adalah yang non-muslim. [KbrNet/SI/KiblatIndonesia]

sumber : http://kabarnet.wordpress.com/2012/08/06/mau-celaka-pilih-saja-pemimpin-non-muslim/


Ustadz Aris Munandar : Umat Islam dilarang mengambil pemimpin yang tidak seiman

SOLO (Arrahmah.com) - Ditemui selepas memberikan kajian rutin di Masjid Fauziah Ponpes Al Mukmin Ngruki Sukoharjo, beberapa waktu lalu, Jum'at (3/8), Ustadz Aris Munandar Al-Fattah, Lc. salah satu pengurus Dewan Da'wah Islam Indonesia (DDII)  menegaskan bahwa dirinya tidak ingin masuk dalam ranah permainan politik terkait beredarnya SMS propaganda di kalangan Umat Kristiani untuk mendukung salah satu pejabat agar menjadikan Kaum Nasrani sebagai penguasa Solo.

Namun menurutnya, dalam melihat semua persoalan harus mengembalikannya menurut kacamata Islam, yakni cara pandang sesuai dengan al Qur'an apa adanya. Sebab pijakan umat Islam dalam memilih pemimpin memang harus didasari berdasarkan Al Qur'an dan As Sunah.

"Kita ini dilarang mengambil kepemimpinan selain dari kita (dari kalangan umat Islam-red)," ujarnya kepada Kru FAI yang mewawancarainya.

Sembari menyitir satu contoh hujjah dari QS. Al 'Imran ayat 118, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya",

Dia menjelaskan, bahwa Islam dengan tegas telah memberikan hujjah yang sangat jelas dalam masalah kepemimpinan dan bagaimana umat Islam menyikapi dinamika kepemimpinan.

Ustadz Aris –begitu beliau biasa disapa- menyatakan banyak sekali ayat-ayat Al Qur'an yang dengan tegas dan jelas telah membahas hal tersebut. Diantaranya  adalah QS. Al Maa-idah 5 : 52, QS. Al Mujadilah 58 : 22, serta banyak lagi ayat lain yang semakna dengan ayat diatas.

Seperti diketahui oleh khalayak umum, sekarang ini di Indonesia marak sekali model pasangan calon Bupati, atau Gubernur yang menyandingkan antara figur pemimpin muslim di dampingi dengan wakilnya adalah yang non Muslim.

Hal ini di sinyalir oleh Ustadz Aris sebagai satu sinyalemen pembentukan mainstream Pluralisme dengan dengan modus pasangan calon pemimpin beda agama. Jika kemudian hal ini dibiarkan dan berhasil maka dikhawatirkan, masyarakat khususnya umat islam akan sulit menolak modus seperti hal ini karena telah menjadi trend.

Dia juga tak lupa berpesan kepada umat muslim untuk mewaspadai model kepemimpinan Pluralis. Ia juga menambahkan, bahwa dengan melihat intrik-intrik yang di buat oleh musuh-musuh Islam, maka umat Islam harus melakukan penolakan terhadap kepemimpinan Pluralis dengan segenap kemampuan yang dimiliki.

"Dalam hal ini (memilih pemimpin beda agama-red), umat Islam harus menolaknya dengan kemampuan yang dimiliki," tegasnya. (bilal/FAI/arrahmah.com)

sumber : http://www.voa-islam.com/lintasberita/arrahmah/2012/08/06/20144/ustadz-aris-munandar-umat-islam-dilarang-mengambil-pemimpin-yang-tidak-seiman/
« Edit Terakhir: 18 Agustus 2012, 18:55:57 oleh asalaja »
Say what is true, although it may be bitter and displeasing to people - Rasulullah SAW (Baihaqi)

Online Luqman Al - Bantuly

  • myQ Setia
  • *
  • Tulisan: 7.520
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:SEPUTAR PEMILUKADA DKI JAKARTA 2012
« Jawab #361 pada: 18 Agustus 2012, 18:54:28 »
yang muslim saja masih menjajah,apalagi non muslim,sama saja. Cuma bisa melihat person,tanpa melihat sistem? Akan selamanya melihat ketidakadilan dimana2
Dua kota ini manakah yg dibuka lbh dulu: Konstantinopel atau Roma? Rasul menjawab,“Kota Heraklius dibuka lebih dahulu.”Yaitu: Konstantinopel(HR.Ahmad)

Offline ooh begituu

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.070
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:SEPUTAR PEMILUKADA DKI JAKARTA 2012
« Jawab #362 pada: 18 Agustus 2012, 18:55:15 »
Tapi tidak ada hadist yang menyatakan bahwa BIARKANLAH ORANG CINA, APALAGI KAFIR, MENGUASAIMU  :hihi:


kalo maksud tujuannya bukan macam yg anda bilang itu,
lalu ngapain Cina dibangga banggakan ustad.

Aah anda newbi gak ngerti politis kok buru2 masuk forum politik
jengger

Offline asalaja

  • myQ Junior
  • *
  • Tulisan: 86
  • Jenis kelamin: Wanita
  • I love Allah SWT, Rasulullah SAW, and Islam
    • Lihat Profil
Re:SEPUTAR PEMILUKADA DKI JAKARTA 2012
« Jawab #363 pada: 18 Agustus 2012, 19:02:17 »
yang muslim saja masih menjajah,apalagi non muslim,sama saja. Cuma bisa melihat person,tanpa melihat sistem? Akan selamanya melihat ketidakadilan dimana2

Yah, mau gimana lagi? Masalahnya kita hidup di Indonesia, bukan di Arab Saudi. Kita berusaha meminimalisir adanya penyimpangan dari nonmuslim yang nggak ngerti cara hidup muslim, salah satunya adalah jangan membiarkan mereka memegang tampuk kekuasaan. Bisa habis semua nanti unsur keislaman di Indonesia :(

kalo maksud tujuannya bukan macam yg anda bilang itu,
lalu ngapain Cina dibangga banggakan ustad.

Aah anda newbi gak ngerti politis kok buru2 masuk forum politik

ILMUnya yang diambil, bukan ORANGnya yang memimpin!
Gak ngerti kata-kata? :D
Aah dirimu bukan muslim nggak ngerti soal Islam kok buru2 masuk forum Islam!
Say what is true, although it may be bitter and displeasing to people - Rasulullah SAW (Baihaqi)

Offline ooh begituu

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.070
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:SEPUTAR PEMILUKADA DKI JAKARTA 2012
« Jawab #364 pada: 18 Agustus 2012, 21:02:04 »
ooh ilmunya yg anda banggakan, semua ilmu cina termasuk ilmu kepemimpinan ya.

Badan orangnya gak boleh mimpin, tapi ilmunya berpahala di ikuti, berarti.

Aah ada ada saja kamu newbi, bangga kali sama ilmu cina tanpa bangga secuilpun sama orang cina.
jengger

Offline ooh begituu

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.070
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:SEPUTAR PEMILUKADA DKI JAKARTA 2012
« Jawab #365 pada: 18 Agustus 2012, 21:05:50 »
Yah, mau gimana lagi? Masalahnya kita hidup di Indonesia, bukan di Arab Saudi. Kita berusaha meminimalisir adanya penyimpangan dari nonmuslim yang nggak ngerti cara hidup muslim, salah satunya adalah jangan membiarkan mereka memegang tampuk kekuasaan. Bisa habis semua nanti unsur keislaman di Indonesia :(

ILMUnya yang diambil, bukan ORANGnya yang memimpin!
Gak ngerti kata-kata? :D
Aah dirimu bukan muslim nggak ngerti soal Islam kok buru2 masuk forum Islam!

aah tukang membangga banggakan cina macam kamu kok Islam
jengger

Offline zeinhaekal

  • Moderator
  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 4.061
  • Jenis kelamin: Pria
  • Lakukan semuanya dgn nama Allah dan rahman w rohim
    • Lihat Profil
    • Indonesian Mountains
Re:SEPUTAR PEMILUKADA DKI JAKARTA 2012
« Jawab #366 pada: 18 Agustus 2012, 22:20:51 »
Btw, emangnya hadits, "tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina" itu, hadits shahih ya? ???  Bukannya dhaif?

Offline zeinhaekal

  • Moderator
  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 4.061
  • Jenis kelamin: Pria
  • Lakukan semuanya dgn nama Allah dan rahman w rohim
    • Lihat Profil
    • Indonesian Mountains
Re:SEPUTAR PEMILUKADA DKI JAKARTA 2012
« Jawab #367 pada: 18 Agustus 2012, 22:24:21 »
Hasil googling sebentar:

kalimat tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina bukanlah sabda nabi Muhammad Saw.

Kalimat ini memang ada perawinya yang diklaim sampai nabi Muhammad SAW. Setidaknya ada 3 jalur yang berbeda. Namun ketiganya bermasalah semua.

1. Sanad Pertama

Sanad bermasalah yang pertama adalah:
1. Dari Alhasan bin Athiyah
2. dari Abu Atikah Tarif bin Sulaiman
3. dari Anas bin Malik
4. dari nabi SAW

Yang menjadi biang kerok adalah Abu Atikah, perawi nomor dua. Dia ini disepakati oleh para kritikus hadits sebagai PEMALSU hadits.

Al-Bukhari, Annasai, Abu Hatim dan lainnya sepakat bahwa Abu Atikah tidak punya kredibilitas sebagai perawi hadits. Imam Ibnu Hibban tegas menetapkan hadits ini
BATHIL LAA ASHLA LAHU
(batil, tidak ada asalnya. Pernyataan itu diulang lagi oleh As-Sakhawi dalam kitabnya al-Maqashid al-Hasanah.

Imam Ahmad bin Hanbal juga menentang keras hadits tersebut. Ibnul Jauzy memasukkkan haits itu ke dalam kitabnya khusus koleksi hadits palsu Al-Maudhu'aat.

2. Sanad Kedua

Sanad kedua ini juga bermasalah, yaitu lewat jalur:

- dari Ahmad bin Abdullah

- dari Maslamah bin Alqashim

- dari Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim Alasqalani

- dari Ubaidillah bim Muhammad Al-Fiyabi

- dari AzZuhri

- Anas bin Malik ra

- dari nabi SAW

Yang bermasalah adalah Ya'qub bin Ibrahim. Dia adalah seorang pendusta, menurut Azzahabi.

3. Sanad Ketiga

Dalam sanad ketiga, ada seorang perawi bernama Ahmad bin Abdullah Aljuwaibiri. Dia juga dikenal sebagai seorang PEMALSU hadits.

Maka dengan demikian jelaslah bahwa kalimat tuntutlah ilmu sampai negeri Cina bukanlah perkataan Rasulullah SAW. Karena tidak satupun yang sanadnya sampai kepada Rasulullah.

Kalimat itu mungkin ada benarnya, tetapi bukan sabda baginda Nabi Muhammad SAW.

Berhubung pake hape, kurang leluasa copas address-nya. Silahkan di googling sebentaar aja...


============

dah megang laptop, jadi bisa lebih panjang dan lengkap :)

Sumber:

Assalamu ‘Alaikum wa rahmatullah wa Barakatuh.
                Pak, hadits “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina”, riwayatnya bagaimana? Dhaifkah?
Jawaban:
                Wa ‘Alaikum Salam wa Rahmatullah wa Barakatuh. Bismillah wal hamdulillah wash shalatu was Salamu ‘Ala Rasulillah wa ‘Ala aalihi wa Ashhabihi wa man waalah, wa ba’d:
                Perkataan ini memang sangat terkenal dan sering diulang-ulang para penceramah dan da’i. Shahihkah hadits tersebut?
Dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
  اطلبوا العلم ولو بالصين ، فإن طلب العلم فريضة على كل مسلم
                “Tuntutlah ilmu  walau ke negeri Cina, sesungguhnya menuntut ilmu adalah kewajiban  atas setiap muslim.”
                 Hadits ini diriwayatkan oleh:
  -       Imam Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, No. 1664.  Dengan sanad: telah mengabarkan kepadaku Abu Abdullah Al Hafizh, telah mengabarkan kepadaku Abul Hasan Ali bin Muhammad bin ‘Uqbah Asy Syaibani, mengabarkan kepadaku Muhammad bin Ali bin ‘Affan, mengabarkan kepadaku Abu Muhammad Al Ashbahani, mengabarkan kepadaku Abu Sa’id bin Ziyad, berkata kepadaku Ja’far bin ‘Amir Al ‘Askari, mereka berdua berkata: telah bercerita kepada kami Al Hasan bin ‘Athiyah dari Abu ‘Atikah, dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  bersabda: ... (lalu disebut hadits di atas)
                Lalu, Imam Al Baihaqi mengatakan:
  هذا حديث متنه مشهور ، وإسناده ضعيف   وقد روي من أوجه ، كلها ضعيف
                                “Matan hadits ini masyhur, isnadnya dhaif dan telah diriwayatkan berbagai jalur, semuanya dhaif. (Ibid)
  -       Imam Al Baihaqi dalam Al Madkhal Ila As Sunan Al Kubra, No. 243. Dengan sanad: telah mengabarkan kepadaku Abu Thahir Al Faqih, mengabarkan kepadaku Abu Hamid bin Bilal, berkata kepadaku Ibrahim bin Mas’ud Al Hamdzani, berkata kepaku Al Hasan bin ‘Athiyah Al Qursyi, berkata kepadaku Abu ‘Atikah Al Bashri, dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  bersabda: ... (lalu disebut hadits di atas)
  Lalu, Imam Al Baihaqi mengatakan:
  هذا حديث متنه مشهور ، وأسانيده ضعيفة ، لا أعرف له إسنادا يثبت بمثله الحديث و الله أعلم
                “Matan hadits ini masyhur dan sanad-sanadnya dhaif, saya tidak mengetahui adanya sanad yang kuat sebagaimana hadits ini. Wallahu A’lam.” (Ibid)
  -       Imam Ibnu Abdil Bar dalam Jami’ Bayan Al ‘Ilmi wa Fadhlihi, No. 12. Mawqi’ Jami’ Al Hadits. Katanya: Aku membaca dihadapan  Abul Qasim Khalaf bin Al Qasim bin Sahl, bahwa Abu Bakar bin Al ‘Abbas bin Al Washif Al Abrazi berkata kepadanya di Gaza: bercerita kepadaku Muhammad bin Al Hasan bin Qutaibah, dia berkata: telah berkata kepadaku Al ‘Abbas bin Ismail, telah bercerita kepadaku Al Hasan bin ‘Athiyah, telah berkata kepadaku Tharif bin Sulaiman Abu ‘Atikah, dari Anas bin Malik  Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  bersabda: ... (lalu disebut hadits di atas)
  -       Dalam hadits No. 13, dengan sanad: Ya’isy bin Said bin Muhammad Abul Qasim Al Warraq, bercerita kepadaku Qasim bin Ashbagh, telah berkata kepadaku Muhamamd bin Ghalib At Tamtam, berkata kepadaku Al Hasan bin ‘Athiyah Al Bazaz di Kufah, telah berkata kepadaku Abu ‘Athikah, dari Anas bin Malik  Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  bersabda: ... (lalu disebut hadits di atas)
  -       Imam Abu Nu’aim dalam Tarikh Ashbahan, 1/262. Mawqi’ Al Warraq
  -       Imam Khathib Al Baghdadi dalam Tarikh Baghdad, 4/254. Mawqi’ Al Warraq
  -       Imam Alaudin Al Muttaqi Al Hindi, Kanzul ‘Ummal, No. 28698, dengan lafaz: Tuntutlah ilmu walau ke negeri Cina, sesungguhnya menuntut ilmu wajib atas setiap muslim, sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayapnya bagi para penuntut ilmu karena ridha terhadap apa yang mereka tuntut.”
                 Dengan sanad dari Ahmad bin Abdullah bin Muhammad  dari Maslamah bin Al Qasim, dari Ya’qub bin Ishaq Al ‘Asqalani, dari ‘Ubaidillah Al Faryabi, dari Abu Muhammad Az Zuhri, dari Anas bin Malik.
                 Imam Al Munawi mengatakan,   dalam Al Mizan disebutkan bahwa Ya’qub adalah seorang pendusta. Lalu, An Naisaburi, Ibnul Jauzi, dan Adz Dzahabi mengatakan tidak ada yang shahih sanad hadits ini. (Faidhul Qadir Syarh Al Jami’ Ash Shaghir, 1/693. No. 1111. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah)
                 Imam Al ‘Ajluni mengatakan, bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Al Baihaqi, Al Khathib, Ibnu Abdil Bar, dan Ad Dailami, dari Anas bin Malik, semuanya dhaif. Bahkan Ibnu Hibban menyatakan Batil. Dan Ibnul Jauzi memasukkannya dalam Al Maudhu’at (kumpulan hadits palsu). Abu Ya’la meriwayatkan dengan lafaz hanya: Tuntutlah ilmu walau ke negri Cina. Juga, Ibnu Abdil Bar meriwayatkan dengan sanad yang di dalamnya terdapat  seorang pendusta, lafaznya: Tuntutlah ilmu walau ke negri Cina, sesungguhnya menuntut ilmu wajib atas setiap muslim, sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayapnya bagi para penuntut ilmu karena ridha terhadap apa yang mereka tuntut.” (Kasyful Khafa, 1/139. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah)
                 Imam Ibnul Jauzi mengatakan, hadits ini tidak ada yang shahih dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan Imam Ibnu Hibban mengatakan hadits ini batil dan tidak ada dasarnya. (Al Maudhu’at, 1/216. Tahqiq dan taqdim oleh; Abdurrahman Muhammad ‘Utsman. Al ‘Allamah Muhammad bin Ali Al Hindi  Al Fatani, Tadzkiratul Maudhu’at, Hal. 17)
                 Syaikh Al Albani mengatakan: batil. (As Silsilah Adh Dhaifah No. 418)
                 Semua sanad terdapat Al Hasan bin ‘Athiyah dan Abu ‘Atikah.  Keduanya rawi yang kedhaifannya parah.
                 Al Hasan bin ‘Athiyah Al ‘Aufi Al Kufi, dia adalah seorang rawi yang dhaif. Imam Ibnu Abi Hatim mengatakan, aku dengar ayahku mengatakan: dhaiful hadits. (Al Jarh wa Ta’dil, 3/26) Imam Al Munawi juga mendhaifkannya. (Faidhul Qadir, 1/693) Begitu pula yang dikatakan Al Hafizh Ibnu Hajar . (Taqribut Tahzib, 1/206. Darul Maktabah Al ‘Ilmiyah)
                 Sedangkan Abu ‘Atikah,   terjadi perbedaan penulisan namanya di berbagai kitab. Ada yang menyebut Salman, ada juga Sulaiman.  Al Hafizh Al Mizzi mengatakan nama aslinya adalah Tharif bin Salman, ada juga yang mengatakan Salman bin Tharif. Seorang Kufi (Penduduk Kufah), ada juga yang menyebutnya Bashri (penduduk Bashrah). Imam Abu Hatim mengatakan: haditsnya hilang. Imam Bukhari mengatakan: munkarul hadits (haditsnya munkar). Imam An Nasa’i mengatakan: laisa bi tsiqah  (bukan orang terpercaya). Imam Ad Daruquthni dan lainnya mengatakan: dhaif. (Al Hafizh Al Mizzi, Tahdzibul Kamal, 34/5. Muasasah Ar Risalah. Imam Adz Dzahabi, Mizanul I’tidal, 2/335. No. 3984. Darul Ma’rifah)
                 Imam Adz Dzahabi juga menyebutkan bahwa para ulama telah ijma’  (aklamasi) atas kedhaifannya. Bahkan As Sulaimani mengatakan, Abu ‘Atikah adalah  orang yang dikenal sebagai pemalsu hadits. (Ibid, 4/542)
                 Imam Ibnu Hibban mengatakan, namanya Tharif bin Sulaiman: munkarul hadits jiddan (haditsnya sangat munkar), dia meriwayatkan hadits dari Anas: tuntutlah ilmu walau ke negeri Cina. (Imam Ibnu Hibban, Al Majruhin, 1/382. Tahqiq: Muhammad Ibrahim Zaid). Imam Ibnu Abdil Bar  dalam Jami Bayan Al ‘Ilmi wa Fadhlihi, juga menyebut Tharif bin Sulaiman. Begitu pula dalam Lisanul Mizan, ditulis Tharif bin Sulaiman.
                 Imam Ibnu Abi Hatim mengatakan, aku bertanya kepada ayahku (Imam Abu Hatim) tentangnya, katanya: haditsnya hilang dan lemah. (Al Jarh wa Ta’dil, 4/494. No. 2169. Dar Ihya At Turats)
                 Imam Al ‘Uqaili dalam Adh Dhu’afa menyebutkan bahwa Abu ‘Atikah adalah matrukul hadits (haditsnya ditinggalkan). (Al Hafizh Al ‘Uqaili, Adh Dhu’afa Al Kabir, 2/230. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah)
                Demikian keadaan perkataan tersebut, antara yang menyebutnya dhaif, batil, bahkan tidak ada dasarnya, pada semua sanad dan jalan riwayatnya.
                 Catatan:
                 Hadits ini, seandainya shahih tidaklah berarti  kewajiban untuk menuntut ilmu ke negeri Cina, sebagaimana zahirnya. Cina hanyalah contoh saja. Secara esensi, maksudnya adalah Islam menganjurkan menuntut ilmu walau di negeri yang amat jauh. Imam Al Munawi memberikan komentar terhadap redaksi hadits ini, sebagai berikut:
  أي ولو كان إنما يمكن تحصيله بالرحلة إلى مكان بعيد جدا كمدينة الصين فإن من لم يصبر على مشقة التعلم بقي عمره في عماية الجهالة ومن صبر عليها آل عمره إلى عز الدنيا والآخرة
                “Yaitu walau untuk mendapatkan ilmu paling mungkin hanya dengan mengadakan perjalanan ke tempat yang sangat jauh seperti negeri Cina. Maka, sesungguhnya siapa saja yang tidak bersabar atas kesulitan menuntut ilmu, maka sisa umurnya berada dalam kebutaan dan kebodohan, dan siapa saja yang mampu bersabar atas hal itu, maka akan membawa usianya pada kemuliaan dunia dan akhirat.” (Faidhul Qadir, 1/692)
                 Tetapi, nyatanya hadits ini dhaif, batil, dan –kata Ibnu Hibban-  tidak ada dasarnya. Walau pun demikian,  Islam adalah agama yang sangat memuliakan ilmu, menuntut ilmu, dan ahli ilmu. Banyak sekali ayat dan hadits-hadits shahih yang menegaskan hal itu.


Wallahu A’lam
« Edit Terakhir: 18 Agustus 2012, 22:59:45 oleh zeinhaekal »

Offline ooh begituu

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.070
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:SEPUTAR PEMILUKADA DKI JAKARTA 2012
« Jawab #368 pada: 19 Agustus 2012, 08:31:09 »
karena sudah kelamaan membangga banggakan Cina, yg itu sudah tertanam kuat di jiwa ustad,
pas pilkada lupa, gak ingat gak pake baju koko.

Yaa ampuun...kelupaan.
Selamat berbaju koko.


Selamat lebaran
jengger

Offline ooh begituu

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.070
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:SEPUTAR PEMILUKADA DKI JAKARTA 2012
« Jawab #369 pada: 20 Agustus 2012, 13:14:05 »
kalo gini benar atau salah dikit ?

Pas pilkada, telah terjadi ketidak stabilan mental orang2 sholeh, yg mana tradisi membangga banggakan Cina, harus dgn segera di pause kan sebentar aja kok.

Hadis gak palsu tuntutlah ilmu ke Cina pun tentu saja gak diomongi lagi sementara.
Orang2 sholeh sedang tersiksa batinnya karena gak bisa ngomong hadis unt membangga banggakan Cina.

Dan ketidak stabilan mental orang2 sholeh, akankah mengakibatkan ketidak stabilan nasional ?

Mungkin saja
jengger

Offline zeinhaekal

  • Moderator
  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 4.061
  • Jenis kelamin: Pria
  • Lakukan semuanya dgn nama Allah dan rahman w rohim
    • Lihat Profil
    • Indonesian Mountains
Re:SEPUTAR PEMILUKADA DKI JAKARTA 2012
« Jawab #370 pada: 20 Agustus 2012, 23:22:28 »
Informasi hadits "tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina" adalah hadits dhaif sih,sudah ada dan beredar bahkan sejak konsep pilkada belum ada (reformasi). Jadi pen-dhaif-an hadits tersebut gak ada hubungannya dengan pilkada jokowi vs foke.

Gak usah menshahihkan hadits dhaif, dan/atau mendhaifkan hadits shahih hanya sekedar untuk memenangkan argumen, kan? ???

Offline ooh begituu

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.070
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:SEPUTAR PEMILUKADA DKI JAKARTA 2012
« Jawab #371 pada: 21 Agustus 2012, 09:31:45 »
ada yg mau tegas berpendapat bilang bahwa hadis ttg menuntut ilmu ke Cina adalah hadis palsu ?
jengger

Offline ooh begituu

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.070
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:SEPUTAR PEMILUKADA DKI JAKARTA 2012
« Jawab #372 pada: 21 Agustus 2012, 10:28:11 »
andaikan sajalah palsu.

Itu berarti demi membangga banggakan Cina, hadis palsu pun dicekoki ulama ke otak orang Indonesia.

Itu berarti demi membangga banggakan Cina, hadis palsu pun diriwayatkan ulama dulu.

Mantap gak ?
jengger

Offline mualaf

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.899
    • Lihat Profil
Re:SEPUTAR PEMILUKADA DKI JAKARTA 2012
« Jawab #373 pada: 22 Agustus 2012, 02:29:27 »
hehehehe....
semakin menarik saja :)

hmhmhm.... btw, siapa sih cagub DKI yang non muslim?
:)

keributan di MyQ yg dominan menyudutkan Jokowi dengan menggunakan isu agama sungguh menarik....
tapi mungkin banyak yg lupa kalo...
jakarta itu kota majemuk....
islam mungkin mayoritas, tapi muslim di jakarta banyak dari jawa
betawi memang "asli" pemukim jakarta, tapi penduduk jakarta di dominasi pendatang (terutama dari jawa)
Banyak yang menganggap Foke adalah betawi asli, padahal bukan....(ingat kampanye cagub PKS pilkada 2007?)
Banyak yg menganggap Foke muslim yg sangat islami, tapi banyak yg tidak tahu dari SD-SMA dia dididik di sekolah KRISTEN!!!!!
Banyak yang bilang Foke Ahlinya Jakarta, tapi hampir semua yg di MyQ pasti pernah menyangsikannya :) (hayoooo ngaku hehehehehehe..........)

btw, sobat.....
kekhawatiran anda semua dipimpin oleh non muslim seharusnya menjadi cermin dari umat ini,
apakah umat islam kekurangan figur pemimpin yang merakyat?
apakah umat islam kekurangan pimpinan amanah yang bisa dipilih?
apa hasil dakwah para habib dan ulama? kenapa umat islam masih berkubang pada kejumudan, kemiskinan, kedengkian, perselisihan?

umat ini butuh kesejahteraan... (bukan hanya elit politik yg perlu pembagian ADIL akan KESEJAHTERAAN)
umat ini butuh pendidikan....
jangan jadikan umat ini mainan untuk alat tawar menawar posisi...

Btw, seorang teman bercerita....
seorang ustadz bermukim cukup lama di jepang
si sutadz bilang (kurleb begini): sungguh saya menemukan suasana islami di negeri ini
sekedar pengingat, jepang adalah negeri "penyembah matahari"......

muslim adalah satu hal, islami adalah hal yang lain.....

Offline mualaf

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.899
    • Lihat Profil
Re:SEPUTAR PEMILUKADA DKI JAKARTA 2012
« Jawab #374 pada: 22 Agustus 2012, 03:05:18 »
mualaf mangkin panik :D


:D wahid :D
ibarat kata.... tdk ada asap kalo tdk ada api :D

sekedar pengingat, bagaimana cerita ttg mahar ini menguak....
tidak hanya kali ini (pilkada 2012), tapi sejak 5 tahun sebelumnya.

ini cuplikannya:
http://www.tempointeraktif.com/khusus/selusur/pks.terbelah/page02.php


Adil di Sini, Sejahtera di Sana (2)
 

PANGKAL "surat sakti" yang diserahkan Yusuf ke komisi antikorupsi itu adalah pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2007. Ketika itu, Partai Keadilan Sejahtera, yang memenangi perolehan suara di Jakarta pada pemilihan sebelumnya, percaya diri mengusung calon gubernur Adang Daradjatun dan calon wakilnya, Dani Anwar. Pasangan ini bersaing dengan Fauzi Bowo-Prijanto. Adang-Dani kalah.

Menurut Yusuf, sebagian "mahar"-setoran dari Adang agar bisa menggunakan partai itu sebagai kendaraan dalam pemilihan gubernur-telah digelapkan Anis Matta, yakni Rp 10 miliar dari total Rp 40 miliar yang disetorkan Adang. Yusuf mengatakan Dewan Syariah PKS Wilayah Jakarta pernah membuat tim investigasi untuk mengusut dugaan penggelapan ini. Tim diketuai Abdul Azis, ketua dewan syariah wilayah. Tim itu telah meminta klarifikasi kepada sejumlah orang.

Kepada Adang, partai itu mengajukan proposal untuk biaya pemenangan sebesar Rp 200 miliar. Pada tahap awal, mantan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia ini mengucurkan Rp 40 miliar. Tapi, kata sumber itu, Adang kecewa karena partai kurang gereget berkampanye. Dari Rp 40 miliar yang masuk PKS itu, menurut Yusuf, Rp 10 miliar dipinjam Anis.

Menurut Yusuf, untuk mengakali agar sumbangan sesuai dengan ketentuan-yang membatasi sumbangan maksimal perorangan Rp 50 juta dan perusahaan paling tinggi Rp 350 juta-sumbangan itu dibagi-bagi ke dalam "paket" kecil dengan berbagai nama penyumbang. Padahal hampir semua sumbangan itu dari Adang. Hal ini dibantah oleh Triwisaksana, Ketua PKS DKI Jakarta yang dulu terlibat dalam tim pemenangan Adang. "Semua sudah dilaporkan ke Komisi Pemilihan Umum," kata Triwisaksana. "Tak ada persoalan."

Sumber lain mengatakan, kepada tim investigasi, Anis mengakui membelanjakan sejumlah uang untuk membeli dua mobil, masing-masing seharga Rp 900 juta. Satu mobil untuk Anis Matta dan satu lagi untuk Fahri Hamzah. Ada juga uang untuk membeli dua mobil Toyota Harrier masing-masing seharga Rp 850 juta untuk dua petinggi partai lainnya. "Ini pengakuan Anis dalam tulisan tangan," ujar sumber itu.

Fahri terbahak-bahak ketika dimintai konfirmasi. "Laporan keuangan partai kami yang terbaik," kata anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat itu. Adapun Anis menjelaskan, di dalam partainya tidak ada pendekatan personal. Semua dikelola secara kolektif. Ia memang koordinator pemenangan Adang. "Tapi soal detailnya saya tidak ikut."

Abdul Aziz, ketua dewan syariah partai wilayah Jakarta, mengakui memang berencana menginvestigasi tudingan buat Anis itu. Tapi ia mengatakan ada hambatan aturan yang tidak memungkinkan dewan syariah wilayah "mengadili" pengurus pusat. "Kami serahkan selanjutnya ke dewan syariah pusat," katanya.

Abdul Aziz lalu membawa perkara ini ke Ketua Dewan Syariah Pusat, Surahman Hidayat. Surahman lalu melaporkannya ke Ketua Majelis Syura PKS Hilmi Aminuddin. Tapi laporan ini ditanggapi Hilmi dengan mengeluarkan semacam surat perintah penghentian pemeriksaan. Surat inilah yang disebut Yusuf Supendi sebagai "surat sakti". Inti isi surat itu adalah pernyataan Hilmi bahwa perkara ini syubuhat (samar-samar). Karena itu, Hilmi melalui surat meminta Abdul Aziz berprasangka baik sebagai sesama manusia dan "saudara di jalan Allah".

Tempo berusaha mendapatkan konfirmasi Hilmi, baik melalui telepon maupun pesan pendek. Bahkan tiga kali mendatangi Pondok Madani di Lembang, Bandung, tempat dia tinggal. Tempo juga meminta anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Suripto, yang Jumat pekan lalu bertandang ke Lembang, menyampaikan permohonan wawancara. Suripto menyatakan sudah menyampaikannya kepada Hilmi, tapi sang bos belum mau diwawancarai. Soal semua tuduhan yang diarahkan ke Hilmi, menurut Suripto, "Kata beliau, itu tak benar."

 

myAgenda!
myQomunitas!
mySholat!
Jadwal Sholat
Jadikan juga info seperti jadwal sholat ini pada websites mu :
myPromo-Deal!
Pernak-Pernik
  • myQripik produk baru!
  • Jaket
  • Kaos
  • Kalender
  • Stiker

SatNet
IMODE | myQ wiki | Quran Flash | Android | ChitCh@t | Plug-in | Radio | FB myQ Group
(c) 1999-2013, myQuran
Refresh Your Life!
Powered by SMF 2.0.4 | SMF © 2006–2010, Simple Machines LLC
XHTML | RSS | WAP2 | Mobile
Halaman dibuat dalam 2.546 detik dengan 21 queri.