25 Mei 2013, 13:54:12
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email FaceBook Login -->
Board Khusus "Khusus Muslimah"

myQuran - Komunitas Muslim Indonesia


myQ Selasar, sekilas info: H-17 dari myQuran Futsal Cup 2, Segera daftarkan Team Futsal anda | Selamat datang di myQuran, komunitas muslim indonesia..


Apabila Allah menginginkan kebaikan bagi seseorang maka dia diberi pendalaman dalam ilmu agama. Sesungguhnya memperoleh ilmu hanya dengan belajar. (HR Bukhari)

img_iklan_board/1298237041.gif

Penulis Topik: Hasil Carbon Dating, Situs Gunung Padang Cianjur berusia 10 ribu tahun lebih...  (Dibaca 3001 kali)

Offline Muh_Farras

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.329
  • Jenis kelamin: Pria
  • Bagian dari makhluk alam semesta
    • Lihat Profil
Berita arkeologis tentang misteri masa lalu, usaha penjelasan eksistensinya selalu menarik dicermati... :)

Pekerjaan yang tidak mudah, menjejak merentang jauh ratusan ribuan tahun kemasa lalu ? apakah masyarakat sekarang ini bagian dari jejak budaya peradaban bahkan genetis mereka ?.... misteri ...  :hmmm: ::)
(menjelaskan peristriwa rahun lalu atau puluhan tahun lalu tdak selalu mudah, dan terkadang kontroversial...  :wataw:)

Ada yg skeptis, ada yang optimis dan terus mencari tahu, ada yang kritis, ada yg nrima saja.... :)


Kutip

Wow! Situs Gunung Padang Berusia 109 Abad SM
Nograhany Widhi K - detikNews
Senin, 05/03/2012 10:57 WIB


Jakarta Tim Bencana Katastropik Purba yang dibentuk Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, akhirnya melakukan pengeboran situs megalitikum Gunung Padang yang terletak di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Hasilnya, usia situs Gunung Padang itu sekitar 109 abad alias 10.900 tahun Sebelum Masehi (SM). Wow!

Hasil itu ditemukan setelah Tim Katastropik Purba melakukan pengeboran di sekitar situs. Rencana pengeboran tersebut sebelumnya dipaparkan di depan ratusan pecinta kepurbakalaan di Jakarta, 7 Februari 2012 lalu di depan ilmuwan dari 5 benua serta puluhan anggota Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), demikian disampaikan Tim Katastropik Purba dari Stafsus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana dalam rilisnya.

Ada 2 titik pengeboran dalam situs itu. Bor 1 terletak di ujung selatan Teras 2, bor 2 di samping selatan Teras 5 (lihat gambar, red).

Hasilnya, pada lubang bor 1, dari permukaan sampai kedalaman kira-kira 3 meter terdapat perlapisan susunan kolom andesit 10-40 cm (yang dibaringkan) diselingi lapisan tanah. Sewaktu menembus 3 m Tim Katastropik Purba mendapat surprise karena tiba-tiba drilling loss circulation dan bor terjepit.

Yang dijumpai adalah lapisan pasir-kerakal Sungai (epiklastik) yang berbutir very well rounded setebal sekitar 1 meter. Rupanya bidang tegas yang terlihat pada Ground Penetrating Radar (GPR) itu di kedalaman 3-5 meter di semua Teras adalah batas dengan permukaan hamparan pasir ini. Menurut salah satu anggota Tim Katastropik Purba, Dr Pon Purajatnika yang ahli arsitek, boleh jadi hamparan pasir ini dimaksudkan sebagai peredam guncangan gempa.

Bagian di bawah kedalaman 4 meter yang ditembus bor ditemukan berupa selang seling antara lapisan kolom andesit yang ditata dan lapisan tanah-lanau. Lapisan kolom andesit yang ditata itu sebagian ditata horizontal dan sebagian lagi miring. Hal tersebut sesuai dengan survei GPR yang memperlihatkan bahwa perlapisan ada yang horizontal dan ada yang miring.

Baru pada kedalaman sekitar 19 meter bor menembus tubuh andesit yang kelihatannya massif tapi penuh dengan fractures sampai kedalaman sekitar 25 meter, sesuai dengan penampang geolistrik bahwa kelihatannya bor sudah menembus lapisan merah yang terpancung itu.

"Banyak ditemukan serpihan karbon, di antaranya ditemukan di kedalaman sekitar 18 meter yang lebih menguatkan bahwa lapisan batuan dan tanah yang ditembus bukan endapan gunung api alamiah tapi struktur bangunan," ujar anggota Tim Katastropik Purba Dr Boediarto Ontowirjo yang juga periset di Badan Penelitian dan Penerapan Teknologi (BPPT) ini.

Hasil bor 2, yang dilakukan persis di sebelah selatan Teras 5 menembus tanah, yang seperti tanah urukan sampai kedalaman sekitar 7 meter. Kemudian ketemu batuan andesit keras. Di kedalaman 8 meter terjadi hal mengejutkan.

Total loss, 40% air di drum langsung tersedot habis. Hal ini berlangsung sampai kedalaman 10 meter. Kelihatannya bor menembus rongga yang diisi pasir (kering) yang luarbiasa keseragamannya seperti hasil ayakan manusia.

Di bawahnya ketemu lagi dua rongga yang juga terisi pasir 'ayakan' itu diselingi oleh 'tembok' andesit yang sepertinya lapuk. Pemboran berhenti di kedalaman 15 meter.

Kemudian Tim Katastropik Purba mengambil sampel tanah dari 2 titik pengeboran, masing-masing titik diambil 16 sampel. Sampel ini kemudian diuji menggunakan radioisotop carbon C14 untuk mengetahui usianya (carbon dating).

Tim Katastropik untuk menguji umur sisa arang,tumbuhan organik paleosoil dengan carbon dating dengan alat Liquid Scintillation Counting (LSC).

Hasilnya sebagai berikut:
1. Sampel pertama diambil dari Teras 2 titik bor 1 dengan kedalaman -3.5 meter dari permukaan tanah, hasilnya: 5.500 tahun plus minus 130 Before Present (Sebelum Masehi/SM, red) (pMC= 51,40 +/-0,54)

2. Adapun HASIL TERBARU sampel kedua diambil dari Teras 5 titik bor 2 dengan kedalaman -8,1 meter sampai -10,1 meter dari permukaan tanah, hasilnya: 11.060 tahun plus minus 140 tahun Before Present (Sebelum Masehi/SM, red) (pMC= 26,24 +/- 0,40)

"Kalau dikonversikan ke umur kalender setara dengan 10 ribu SM," tutur Boediarto.


Catatan:

pMC = percentage Measured Carbon
Persentasi unsur carbon C yang tersisa dari proses peluruhan tanah purba paleo soil. Unsur carbon akan mulai meluruh begitu tumbuhan, hewan mati tertimbun tanah/batu.
Untuk meluruh setengahnya, pMC = 50% diperlukan waktu 5.730 tahun.

sumber: http://news.detik.com/read/2012/03/05/105715/1857803/10/wow-situs-gunung-padang-berusia-109-abad-sm?9922022



S U R A T   A N - N U U R
24:34. Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penerangan, dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.


S U R A T   A L - N A H L
16:36. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).

43:8. Maka telah Kami binasakan orang-orang yang lebih besar kekuatannya dari mereka itu (musyrikin Mekah) dan telah terdahulu (tersebut dalam Al Qur'an) perumpamaan umat-umat masa dahulu.



Beberapa foto dan sketsa, sumber pada alamat situs gambar.. :)










 
Pelataran pertama Situs Gunung Padang......... Ceruk berbentuk Telapak kaki harimau pada salah satu batu




Wallahu a'lam

Salam
kesadaran dan keseimbangan  :)

space dicadangkan (0)

Offline abu_ghonam

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 2.316
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • klik di sini
beberapa taun lagi, Indonesia ada revisi prasejarah baru dong....
* nunggu update terus
אבא עז

Offline Mas-To

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.237
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hmmmm.........
    • Lihat Profil
Ada info yang lebih lengkap ndak?

ane sedikit bingung, yang di uji karbon dating itu sampel tanah ato sampel artifak nya?

kalo membaca sekilas artikelnya, yg di uji itu sampel tanah pada kedalaman sekian gitu, kalau benar begitu brati kurang signifikan penemuannya, karena kalau sekedar usia sampel tanah, mungkin tanah di bawah rumah saya juga ribuan tahun usianya

Kalau diasumsikan di bawah situs itu ada bangunan purba juga, IMHO asumsinya terlalu dini.

By the way, teruskan meneliti buat Tim Bencana Katastropik Purba, menarik juga kalau terbukti bangsa kita pernah maju sebelum bangsa mesir.

asal jangan membuat statemen prematur yg nantinya bikin malu bangsa. dah capek, harta karun di Bogor, bahan bakar dari air dll
Saya hanyalah manusia yang sok tahu dalam dunia Allah yang penuh pengetahuan, yang terungkap maupun yang tersembunyi.
maafkan ketidaktahuan saya... %p

Offline abu_ghonam

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 2.316
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • klik di sini
^ yang diuji carbon adalah organik tumbuhan atau hewan yang bercampur dgn tanah pada saat tumbuhan atau organik lain menempel ketika objek aktif atau yang diduga pasir "ayakan" manusia....mungkin itu.
אבא עז

Offline ashfi

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 593
    • Lihat Profil
@ Mas To...pertanyaan ane hampir mirip dengan ente..

kalaupun mau fair yg diuji umurnya itu kan hasil karyanya, bukan bahannya kan.
sebaba kalau bahannya,...semua yg kita injak ini puluhan ribu atau jutaan tahun umurnya.

@ abu ghonam.....apa hal tsb bisa terjadi karena proses alamiah misalnya longsor, shg tanah yg dulunya di permukaan, menjadi terendam beberapa meter ?

Offline abu_ghonam

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 2.316
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • klik di sini
kalo longsor, tanahnya cuma berpindah ke tempat lebih rendah tapi masih di permukaan, saya gak tau uji sampelnya di sebelah mananya gunung, yang jelas mungkin dilakukan banyak sampel,
אבא עז

Offline Muh_Farras

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.329
  • Jenis kelamin: Pria
  • Bagian dari makhluk alam semesta
    • Lihat Profil
Dari sumber berita yang dikutip, nampaknya sisa fosil yang diambil adalah dari tumbuhan pada lapisan yg diuji..

Dr. Ontowirjo adalah salah seorang peneliti ahli TBKP dan juga periset BPPT. Disebutkannya pengujian umur sisa arang tumbuhan organik paleosoil di Gunung Padang dilakukan dengan metoda Carbon Dating C14 menggunakan peralatan Liquid Scintillation Counting (LSC).

Sekedar Info utk gambaran sederhana 'Perhitungan Carbon Dating' dari sumber berikut : ... :
- http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/kimia_analisis/penentuan_umur_dengan_c_14/
- http://aryanto.blog.uns.ac.id/2011/04/20/kegunaan-isotop-c-14-untuk-menentukan-umur-fosil/
- http://sukasukasaya.com/2011/08/logaritma-sejarah-dan-manfaat/

..Semua mahkluk hidup mengandung karbon 12 yang stabil dan karbon 14 (sering disebut C14) yang radio aktif.Selama masih hidup, perbandingan kedua zat tersebut tidak berubah, karena karbon 14 selalu diperbarui. Setelah makhluk hidup mati, karbon 14 tidak lagi diserap hingga jumlahnya makin menurun. Dengan meneliti kadar karbon 14 dalam sisa jasad makhluk hidup, dapat ditentukan usia jasad tersebut.
atau ..
Ketika tumbuhan dan hewan mati, kesetimbangan dengan atmosfer juga berhenti, dan karbon-14 dalam tubuh organisme mulai meluruh. Jumlah karbon-14 yang tersisa dapat digunakan untuk memperkirakan umur dari tumbuhan dan hewan yang telah mati tersebut. Yang diperlukan untuk perkiraan umur tersebut hanyalah pengukuran rasio  dan ini dapat dilakukan dengan mudah menggunakan spektrometri massa. Diagram skematik dari sebuah spektrometer massa sederhana dapatldilihat pada gambar berikut ini :


Rumus untuk menghitung berapa tua sebuah sampel dengan penanggalan carbon-14 adalah :

t = [ ln (Nf/No) / (-0.693) ] x t1/2

dimana ln adalah logaritma natural, Nf/No adalah persentase carbon-14 dalam sampel dibandingkan dengan jumlahnya dalam jaringan hidup, dan t1/2 adalah waktu paruh carbon-14 (5.700 tahun).
Jadi, bila anda menemukan fosil dengan 10 persen carbon-14 dibandingkan sampel hidup, maka fosil itu akan berusia

t = [ ln (0.10) / (-0.693) ] x 5,700 tahun

t = [ (-2.303) / (-0.693) ] x 5,700 tahun

t = [ 3.323 ] x 5,700 tahun

t = 18,940 tahun

Prinsip carbon-14 berlaku pada isotop lainnya pula. Potassium-40 adalah unsur radioaktif lainnya yang alami ditemukan dalam tubuh anda dan memiliki waktu paruh 1,3 miliar tahun. Radioisotop lainnya yang berguna untuk penanggalan radioaktif termasuk Uranium-235 (waktu paruh = 704 juta tahun), Uranium-238 (Waktu paruh = 4,5 miliar tahun), Thorium-232 (waktu paruh = 14 miliar tahun) dan Rubidium-87 (waktu paruh = 49 miliar tahun).

==

Untuk kasus di Gunung Padang

Gambar dan Video penggalian sample oleh peneliti:


http://news.okezone.com/play/23968/misteri-situs-gunung-padang

"Hasil terbaru dari sample kedua yang diambil dari teras 5 titik bor 2 dengan kedalaman 8,1 meter sampai dengan 10,1 meter dari permukaan tanah, memperlihatkan hasil 11.060 tahun, dan plus-minus 140 tahun before present," ujar Dr. Budianto Ontowirjo.
"Kalau dikonversikan ke umur kalender setara dengan 10 ribu tahun sebelum Masehi," sambung Dr. Ontowirjo dalam rilis itu (Minggu, 4/2).
Dr. Ontowirjo adalah salah seorang peneliti ahli TBKP dan juga periset BPPT. Disebutkannya pengujian umur sisa arang tumbuhan organik paleosoil di Gunung Padang dilakukan dengan metoda Carbon Dating C14 menggunakan peralatan Liquid Scintillation Counting (LSC).
....
 Hasil terbaru dari teras 5 titik bor 2 dengan kedalaman 8,1 meter sampai dengan 10,1 meter dari permukaan tanah.

Tim telah melakukan pengeboran di 2 titik. Saat melakukan pengeboran di Lubang Bor 1, dari permukaan sampai kedalaman kira-kira 3 meter terdapat perlapisan susunan kolom andesit 10-40 cm diselingi lapisan tanah.

Sewaktu coring menembus kedalaman 3 meter, dijumpai adalah lapisan pasir-kerakal Sungai (epiklastik) yang berbutir very well rounded setebal 1 meteran. Hamparan pasir ini diketahui merupakan batas teras yang menurut hipotesa Tim katastropik sebagai peredam guncangan gempa.

Kemudian pada kedalaman 4 meter ditemukan berupa selang seling antara lapisan kolom andesit yang ditata dan lapisan tanah-lanau. Lapisan kolom andesit yang ditata itu sebagian ditata horizontal dan sebagian lagi miring. Ketika pengeboran mencapai 19 meter bor menembus tubuh andesit yang kelihatannya massif tapi penuh dengan fractures sampai kedalaman sekitar 25 meter.

“Disini banyak ditemukan serpihan karbon, diantaranya ditemukan di kedalaman sekitar 18 m yang lebih menguatkan bahwa lapisan batuan dan tanah yang ditembus bukan endapan gunung api alamiah tapi struktur bangunan,” sebut temuan Tim Bencana Katastropik Purba.

Sedangkan bor kedua yang dilakukan di sebelah selatan Teras 5,  menembus tanah. Tanah ini seperti tanah urugan sampai kedalaman sekitar 7 meter. Saat mencapai kedalaman 8 hingga 10 meter, bor sepertinya menembus rongga yang diisi pasir (kering) yang luar biasa keseragamannya seperti hasil ayakan manusia.

“Di bawahnya ketemu lagi dua rongga yang juga terisi pasir 'ayakan' itu diselingi oleh 'tembok' andesit yang sepertinya lapuk. Pemboran berhenti di kedalaman 15 m,” lanjut temuan tersebut.
 
Sumber : http://erabaru.net/top-news/37-news2/29678-mengejutkan-gunung-di-tanah-pasundan-berumur-10000-sm

===

Sebelumnya, situs ini diketahui sebagai punden berundak. Anggota tim yang juga Ahli Geologi ITB Andang Bachtiar mengatakan, hasil pengeboran jelas memperlihatkan bahwa situs Gunung Padang merupakan bangunan hasil buatan manusia, dengan teknologi yang terbilang maju. "Ini constructed. Dari kedalaman 18 meter ke atas adalah bangunan, bukan sesuatu yang natural," ucap Andang.

Tak hanya itu, punden berundak di Gunung Padang juga menggunakan perekat untuk menyambung bangunan. "Ini bukan pelapukan andesit, tapi semacam semen purba," jelasnya.

Kemudian, terdapat juga suatu lapisan buatan, yang salah satu materinya adalah pasir. "Ini seperti teknologi yang mampu menahan gempa."

Penggalian di dekat lokasi struktur ganjil membuktikan hal lain. Struktur ganjil yang berada di bawah permukaan tanah tersebut ternyata diisi oleh lapisan pasir halus. Lapisan ini berada mulai pada kedalaman 8-10 meter.

Menurut ahli sedimentasi Andang Bachtiar takjub dengan temuan ini. Soalnya, pasir sangat halus tak mungkin terbentuk oleh proses alam. Karenanya ia memastikan bahwa pasir ini haruslah dibenamkan oleh peradaban manusia.

Usia pasir halus sendiri sangat mengejutkan. Lapisan pasir terbenam jauh di bawah lapisan tanah di atasnya yang berusia 6700 tahun. Artinya, pasir ini sudah dijejalkan ke dalam lokasi sekarang setidaknya pada tahun 4700 Sebelum Masehi.

Menurut Andang, pasir halus di bawah tanah ini memiliki fungsi unik yang kemudian bisa mempertahankan susunan batu yang ada di atasnya. Situs Gunung Padang sendiri terdiri dari lima tingkatan teras yang dihias oleh batu alam.


sumber:
-http://www.kabarcianjur.com/2012/02/hasil-penelitian-situs-gunung-padang.html
-http://ahmadsamantho.wordpress.com/2012/02/09/teras-piramida-di-gunung-padang-berumur-6700-tahun/

===

Piramida Gunung Padang Dibuat 2000 Orang selama Lima Tahun
Selasa, 21 Februari 2012 | 15:54

Seorang warga sedang berdoa di depan situs Megalith Gunung Padang, Kab. Cianjur, Jawa Barat : ADEK BERRY/AFP
Jika benar Gunung Padang Cianjur Jawa Barat adalah piramida yang terkubur. Diperkirakan piramida berbentuk punden berundak 5 teras dibangun oleh 2000 orang warga 2 desa zaman dulu kala dalam waktu 5 tahun.

DR Didit Oentowirjo, periset yang tergabung dalam Tim Katastropik Purba, mencoba menghitung jumlah batu dan jumlah orang yang mengerjakan, serta berapa lama piramida peninggalan kebudayaan megalitikum Gunung Padang dibangun. Dalam pernyataannya di Jakarta hari ini (21/2), Didit menghitung sebagai berikut:

Dengan asumsi  luas pundek berundak 5 teras : 50 m x 100 m x tingginya 10 m
Kalau  tiap batu dakon penyusunnya ukurannya 0.3 x 0.3 x 1.5 m diperlukan 3.703.703 batu dakon
Misalnya ada 2000 warga aja yang bekerja sama membangun situs, tiap 2 orang mengangkat 1 batu dakon dari lokasi pembuatan sampai ke puncak situ, tiap angkat lamanya 4 jam, satu hari 8 jam kerja, berarti tiap hari ada 2000/ 2 x 8/ 4 = 2000 batu yang terangkat.
Jumlah hari yang diperlukan untuk membangunnya 3.703.703 / 2000 = 1851 hari atau 5 tahun saja.
Berapa  berat 1 batu dakon, kalau tiap batu itu berat jenisnya 2.5 dimensi 0.3 x 0.3 x 1.5 itu kira2 300 kg,
Kalau dipergunakan katrol seperti timba sumur tenaga angkat yang diperlukan 300/2 = 150 kg, Beban angkat 2 orang 150/ 2 = 75 kg.

Kesimpulannya bangunan semegah punden berundak 5 teras Gunung Padang bisa dibangun oleh 2000 orang warga 2 desa jaman dulu kala dalam waktu 5 tahun.






Sumber:
- http://www.beritasatu.com/nasional/32811-piramida-gunung-padang-dibuat-2000-orang-selama-lima-tahun.html
- http://www.cianjurcybercity.com/2010/11/30/situs-megalitik-gunung-padang-piramida-di-cianjur.html


Wallahu a'lam

Salam
« Edit Terakhir: 06 Maret 2012, 16:20:59 oleh Muh_Farras »
kesadaran dan keseimbangan  :)

Offline GI-JOE

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 3.965
  • Jenis kelamin: Pria
  • Generasi Islam - peJOEang
    • Lihat Profil
subhanallah,

bisa jadi Indonesia benar-2 negri Atlantis yg hilang ya. Dan bisa jadi pula candi2 yg ada di sekitaran Indonesia adalah candi bekas peradaban kuno yg berabad2 ya.

*jadi inget klaim nabi sulaiman sbg orang jawa*
GI-JOE *Generasi Islam - pe.JOE.ang*

Offline biru_langit

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 2.710
  • Jenis kelamin: Wanita
  • selalu ceria ^ ^
    • Lihat Profil
subhanallah.. masih ada lanjutannya ga yah...
tetep semangat, istiqamah selalu, jaga kondisi, dan selalu ceria ^ ^

Offline Muh_Farras

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.329
  • Jenis kelamin: Pria
  • Bagian dari makhluk alam semesta
    • Lihat Profil

19/05/2012 14:53 WIB
Luar Biasa, Luas Situs Gunung Padang Capai 75 Hektar


Illustrasi - Rekonstruksi Gunung Padang (ist)

Politikindonesia - Piramida yang terpendam dibawah situs megalitikum Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat diyakini berbentuk punden berundak. Luas situs ini ternyata bukan 4,5 hektar seperti yang di duga sebelumnya. Dari hasil penelitian  tim terpadu mandiri,  luas kompleks piramid di Gunung Padang mencapai 75 hektar.

Sejak 15 Mei lalu, Tim Terpadu Penelitian Mandiri Gunung Padang mulai mengekplorasi situs yang berada di satu bukit di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur yang diduga berumur 6.000 tahun itu. Tim Geologi yang dipimpin oleh Dr. Danny Hilman Natawidjadja dari Geotek LIPI, dan Tim Arkeologi yang dipimpin oleh Dr. Ali Akbar, S.S., M.Hum, Ketua Masyarakat Arkeologi Indonesia.

Ali Akbar lah yang mengemukakan tentang luasan situs Gunung Padang ini. “Luas situs ini bukan 4,5 hektar tapi sekitar 75 hektar. Luar biasa besar," ujar dia kepada pers, Sabtu (19/05).

Dikemukaan Ali, fakta yang ditemukan tim arkeolog, situs itu terdiri atas 5 teras yang membentang dari utara ke selatan. Awalnya, sisi barat dan timur diperkirakan tidak ada struktur bangunan dan kini dipenuhi pepohonan lebat.

“Pada saat tim geologi yang dipimpin oleh Dr. Danny Hilman melakukan survei georadar, tim ini membuka dan menebas pepohonan. Ternyata banyak batu-batu besar di permukaan tanah, yang selama ini tertutup oleh rimbunnya pepohonan," terang Ketua Masyarakat Arkeologi Indonesia.

Tim geologi, kemudian meminta tim arkeologi untuk memeriksa batu-batu tersebut. Pada saat dilakukan penelusuran, jalan ke bawah dan ke samping, ternyata semakin banyak batu ditemukan.

Ternyata batu-batu tersebut membentuk sistem teras. Penguatan konstruksi bangunan agar tidak longsor. Ada sekitar 20 tingkat dengan ukuran lebar sekitar 1,5 meter dan tinggi 1,5 meter. Konstruksi ini terus ke bawah. Dari atas punden sampai ke bawah sekitar 100 meter. “Artinya, seluruh bukit kemungkinan dipenuhi konstruksi bangunan," tegasnya.
(kap/rin/nis)
Sumber :
- http://www.politikindonesia.com/index.php?k=politisiana&i=34448-Luar-Biasa,-Luas-Piramida-Gunung-Padang-Capai-75-Hektar
- http://news.detik.com/read/2012/05/19/082820/1919778/10/arkeolog-piramid-di-situs-gunung-padang-luar-biasa-besar?nd992203605



Arkeolog: Piramid di Situs Gunung Padang Luar Biasa Besar!
Indra Subagja - detikNews
Sabtu, 19/05/2012 08:28 WIB

 
Situs peninggalan pra sejarah di Gunung Padang/ Ali Akbar


Jakarta Piramid di Situs Gunung Padang di Cianjur, diyakini merupakan punden berundak. Hasil analisa sementara luas kompleks piramid di Gunung Padang seluas 75 hektar.

"Luas situs ini bukan 4,5 hektar tapi sekitar 75 hektar. Luar biasa besar," kata Ketua Tim Arkeolog Ali Akbar yang melakukan penggalian, saat berbincang, Sabtu (19/5/2012).

Ali tidak sembarang berbicara, fakta yang ditemukan tim arkeolog, situs itu terdiri atas 5 teras yang membentang dari utara ke selatan.

Awalnya, sisi barat dan timur diperkirakan tidak ada struktur bangunan dan kini dipenuhi pepohonan lebat.

"Pada saat tim geologi yang dipimpin oleh Dr. Danny Hilman melakukan survei georadar, tim ini membuka dan menebas pepohonan. Ternyata banyak batu-batu besar di permukaan tanah, yang selama ini tertutup oleh rimbunnya pepohonan," terang arkeolog jebolan UI ini.

Tim geologi, kemudian meminta tim arkeologi untuk memeriksa batu-batu tersebut. Pada saat dilakukan penelusuran, jalan ke bawah dan ke samping, ternyata semakin banyak batu ditemukan.

"Ternyata batu-batu tersebut membentuk sistem teras. Penguatan konstruksi bangunan agar tidak longsor. Ada sekitar 20 tingkat dengan ukuran lebar sekitar 1,5 meter dan tinggi 1,5 meter. Konstruksi ini terus ke bawah. Dari atas punden sampai ke bawah sekitar 100 meter," terangnya.

"Artinya, seluruh bukit kemungkinan dipenuhi konstruksi bangunan," tegasnya.

Tim arkeologi dan geologi di bawah koordinasi dengan Sekretariat Negara melalui Staf Khusus Presiden Andi Arief, melakukan penggalian sejak 15 Mei lalu. Rencananya penggalian ini akan dilakukan hingga 30 Juni.

Sumber: http://news.detik.com/read/2012/05/19/082820/1919778/10/?992204topnews

=======
Sumber-sumber lainnya:
- http://news.detik.com/read/2012/05/19/073116/1919769/10/menggali-warisan-teknologi-di-dasar-situs-gunung-panjang?9911012
- http://news.detik.com/read/2012/05/21/094024/1920485/10/situs-gunung-padang-bukan-piramid-tapi-mirip-situs-lebak-sibedug?9911012
- http://news.detik.com/read/2012/05/21/084641/1920441/10/kontroversi-situs-gunung-padang-indonesia-tak-mengenal-budaya-piramid?9911012
- http://news.detik.com/read/2012/05/20/071556/1920063/10/pembangun-piramida-punden-berundak-di-gunung-padang-masih-misterius?nd992203605
- http://news.detik.com/read/2012/05/19/094356/1919787/10/ada-peradaban-maju-yang-membangun-piramid-di-situs-gunung-padang?nd992203605
- http://news.detik.com/read/2012/05/19/082820/1919778/10/arkeolog-piramid-di-situs-gunung-padang-luar-biasa-besar?nd992203605


Tidak untuk dipercayai begitu saja, tetapi membuka wawasan dan terus menggali pengetahuan.. khabarnya, penggalian dan analisa geologi dan arkeologis dari tim tsb sd 30 Juni 2012, sebelum dilanjutkan tim lain, terus menerus sampai ada kesimpulan yg cukup disepakatai para ilmuwan berkaitan (dalam dan luar negeri)... :)

Kesimpulan sementara:

1). Situs berbentuk punden berundak (khas lokal), bukan berbentuk piramida seperti di mesir.
2). Situs berukuran 75 hektar, sudah tertutupi hutan belantara
3). Umur situs sekitar 10.0000 tahun lalu
4). Memiliki teknologi yang cukup tahan gempa krn ada dijalur gempa Cimandiri

Tapi kalau 10.000 tahun lalu, mereka membuat situs demikian besar dan  punya design arsitektur dengan pertimbangan tahan gempa, kukira pembuatnya sudah melampaui" homo sapiens sapiens" yg lebih dominan bagaimana bertahan hidup, tanpa semangat asketisme pencarian spritual (pemujaan) kepada "sang penguasa alam"...  menarik dicermati..... :hmmm: ::) :ehm:

Wallahu a'lam

Salam



kesadaran dan keseimbangan  :)

Offline idrus_syah

  • myQ Hero
  • *
  • Tulisan: 17.596
  • Jenis kelamin: Pria
  • I'm Just Ordinary Person
    • Lihat Profil
berarti kalo benar sudah dibuat 10.000 tahun yang lalu, pengelompokan evolusi manusia harus dievaluasi dong :D
Official Fan Page myQuran di Facebook : http://www.facebook.com/myQuran.org
Sebaik-baik Manusia adalah yang Bermanfaat Bagi Orang Lain

Offline Muh_Farras

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.329
  • Jenis kelamin: Pria
  • Bagian dari makhluk alam semesta
    • Lihat Profil
berarti kalo benar sudah dibuat 10.000 tahun yang lalu, pengelompokan evolusi manusia harus dievaluasi dong :D

Termasuk apakah penduduk disekitar situs adalah keturuna (scr genetik) dari mereka ? atau bagaimana menghubungkan mereka dengan Adam As ?   .... :)

pertanyaan logis sederhana kukira ... :)  ::)

wallahu a'lam

Salam
kesadaran dan keseimbangan  :)

Offline Doyok12

  • myQ Junior
  • *
  • Tulisan: 85
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
sori bro... ane mo nanya...teknik radio karbon bukannya hanya berlaku untuk fosil organik ??, seperti fosil (kerangka manusia atau binatang, arang atau kayu, kain, perkamen, dan bahan organik lainnya)

umumnya usia bangunan pra sejarah di ketahui dari artefaknya, yg biasanya dari sampel organik pula, seperti kepingan balok kayu pada makam raja Sesostris III / di mesir (3.600 tahun),  arang kayu sisa pengapian yang ditemukan di Stone Henge / Inggris (4.000 thn).

kayanya sekarang ada Astroarkeologi deh, yg katanya buat naksir umur prasasti.

Offline Muh_Farras

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.329
  • Jenis kelamin: Pria
  • Bagian dari makhluk alam semesta
    • Lihat Profil

Dr. Ontowirjo adalah salah seorang peneliti ahli TBKP dan juga periset BPPT. Disebutkannya pengujian umur sisa arang tumbuhan organik paleosoil di Gunung Padang dilakukan dengan metoda Carbon Dating C14 menggunakan peralatan Liquid Scintillation Counting (LSC).
...... jadi pengujian pada fosil organik lapisan bangunan dibuat ... :)

detail pd post sebelumnya :http://myquran.org/forum/index.php/topic,75737.msg2143116.html#msg2143116

Wallahu a'lam

Salam

kesadaran dan keseimbangan  :)

Offline Muh_Farras

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.329
  • Jenis kelamin: Pria
  • Bagian dari makhluk alam semesta
    • Lihat Profil
Ini Batu Beraksara di Situs Gunung Padang
Rachmadin Ismail - detikNews
Senin, 21/05/2012 17:17 WIB


 
Jakarta Meski belum dilakukan penggalian besar-besaran, situs Gunung Padang sudah memberi banyak temuan menakjubkan. Selain tembikar dan batuan unik, kini ditemukan juga batu-batu yang diduga memiliki gambar aksara kuno di dalamnya.

"Yang belum tersosialisasi ada batu beraksara, di batu itu seperti huruf atau kata," kata asisten staf khusus presiden bidang bantuan sosial dan bencana, Erick Ridzky, saat ditemui di kantornya, Jl Veteran, Jakarta, Senin (21/5/2012).

Menurut Erick, di batu tersebut ada gambar dan simbol yang diyakini memiliki makna tertentu. Belum jelas dari zaman apa batu itu berasal, yang pasti banyak dijumpai di situs Gunung Padang.

Dari gambar yang ditunjukkan, terlihat batu-batu itu berwarna hitam. Simbol-simbol yang terlihat hampir menyerupai gambar tertentu, seperti hewan atau bentuk bangunan.

"Di setiap batu ada garis di bagian pojok kanan bawah. Itu seperti semacam tanda untuk orang membaca," terangnya.

Meski begitu, Erick tak mau buru-buru membuat kesimpulan. Dia akan membawa temuan ini ke ahli yang bisa membaca tulisan kuno atau paleografi. Sementara temuan lain, kini masih diteliti di laboratorium geotek Universitas Indonesia.

"Kita akan lihat nanti hasilnya," ucap Erick.

sumber;
http://news.detik.com/read/2012/05/21/171718/1921117/10/ini-batu-beraksara-di-situs-gunung-padang?9911012

lainnya:
http://news.detik.com/read/2012/05/21/124013/1920724/10/tim-arkeolog-temukan-batu-unik-ukuran-35-cm-di-situs-gunung-padang?nd992203605





Makin menarik.... :)  :hmmm: ::)

Wallahu a'lam

Salam







kesadaran dan keseimbangan  :)

 

myAgenda!
myQomunitas!
mySholat!
Jadwal Sholat
Jadikan juga info seperti jadwal sholat ini pada websites mu :
myPromo-Deal!
Pernak-Pernik
  • myQripik produk baru!
  • Jaket
  • Kaos
  • Kalender
  • Stiker

SatNet
Mobile | myQ wiki | Quran Flash | Android | ChitCh@t | Plug-in | Radio | FB myQ Group
(c) 1999-2013, myQuran
Refresh Your Life!
Powered by SMF 2.0.4 | SMF © 2006–2010, Simple Machines LLC
Halaman dibuat dalam 0.65 detik dengan 21 queri.