Ane kasian sama orang orang yang jadi korban media

menyamaratakan antara pejuang kebatilan dan pejuang kebenaran, jelas anda melihatnya sama, karena anda tidak mengkaji antara partai satu dan lainnya, dan hanya menilai sekilas dari media media saja, padahal hampir 99% media di indoensia saling menjatuhkan antara satu yg lain (tdk ada yg independen) apa lagi jika ada berita berita kebaikan.
contoh kasus: soal Gerakan sehari tanpa nasi, yg terjadi di depok. langsung di hujat habi habisan, padahal program itu salah satu turunan, dari program pemerintah pusat untuk ketahanan pangan..
#katakan tidak pada keragu-raguan
