19 Mei 2013, 15:43:32
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email FaceBook Login -->
"myQ Pala"

myQuran - Komunitas Muslim Indonesia


myQ Selasar, sekilas info: H-17 dari myQuran Futsal Cup 2, Segera daftarkan Team Futsal anda | Selamat datang di myQuran, komunitas muslim indonesia..


Dari Anas r.a, Rasulullah s.a.w bersabda: "Tiga perkara, jika terdapat di dalam diri seseorang maka dengan perkara itulah dia akan memperoleh kemanisan iman: Seseorang yang mencintai Allah dan RasulNya lebih daripada selain keduanya, mencintai seorang hanya karena Allah, tidak suka kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya dari kekafiran itu, sebagaimana dia juga tidak suka dicampakkan ke dalam Neraka" (HR Bukhari & Muslim)

img_iklan_board/1298237041.gif

Penulis Topik: Kepala Suku Asmat Menjadi Muslim  (Dibaca 2061 kali)

Offline Pangeran Bima

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 5.720
  • Aku mencari dan mencari MU.
    • Lihat Profil
Kepala Suku Asmat Menjadi Muslim
« pada: 19 Februari 2012, 12:26:28 »
Alhamdulillah, Kepala Suku Asmat dan Keluarganya Memeluk Islam

Minggu, 19 Pebruari 2012 11:59 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,  BEKASI -- Kepala suku Asmat beserta keluarganya dari Kampung Per, Merauke, Papua, mengikrarkan diri memeluk Islam.  Mereka merupakan seakan menjadi tanda geliat syiar Islam di Indonesia Timur.

Dengan didamping ustaz Fadhlan Garamatan dan Imam Masjid Istiqlal, Ali Hanayiah, satu keluarga yang terdiri dari Sinansius Kayimpter (ayah), Agnes Atem (ibu) dan Ruben Siwir (anak) mengucapkan dua kalimat syahadat dalam suasana khidmad yang berlangsung di Masjid Darussalam, Jati Bening, Bekasi, Ahad (19/2).

Secara terbata-bata, Sinansius mengucapkan dua kalimat syahadat. Disusul istrina Agnes dan anaknya, Ruben. Untuk Ruben, ia  mengalami kesulitan untuk mengucapkan dua kalimat syahadat dengan lancar. Entah karena terharu, Ruben akhirnya tak kuasa menahan tangis. Ia pun tidak melanjutkan untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.

“Ya, Insya Allah. Nanti kalau sudah dewasa, ia bisa kita bimbing untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Untuk itu, diharapkan Orang tua dan kakaknya membimbingnya untuk lebih dulu mengenalkannya pada Islam,” papar Ali.

Ritual pun berakhir.  Kumandang takbir pun menggema di dalam Masjid. ”Alhamdulillah, Allahuakbar,” kata jamaah yang kebutulan hadir dalam acara tersebut.

Tak lama, acara selanjutnya diumumkan bahwa ketiganya memutuskan mengganti nama. Nama itu dipilih oleh ketiganya. Sinansius  mengubah namanya menjadi Umar Abdullah Kayimter, istrinya mengubah nama menjadi Aisyah Khaerunissa Atem, dan putranya menjadi Salim Abdullah Siwir.

“Kami telah mengusulkan sejumlah nama kepada keluarga ini. Tapi tetap mereka yang memilih nama Muslimnya sendiri,” ungkap Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Darussalam, Baharuddin Wahab.

Redaktur: Heri Ruslan
Reporter: Agung Sasongko

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/02/19/lzmj7t-alhamdulillah-kepala-suku-asmat-dan-keluarganya-memeluk-islam
Cahaya adalah energi. Barangsiapa yang mendapat sedikit saja Cahaya-Nya niscaya tidak akan pernah ada keraguan diri tentang keberadaan-Nya, dan ia memiliki energi yang cukup untuk mengenal-Nya.

space dicadangkan (0)

Offline idrus_syah

  • myQ Hero
  • *
  • Tulisan: 17.547
  • Jenis kelamin: Pria
  • I'm Just Ordinary Person
    • Lihat Profil
Re:Kepala Suku Asmat Menjadi Muslim
« Jawab #1 pada: 19 Februari 2012, 13:53:52 »
Subhanallah, kalo kata ustadz fadlan jika kepala suku masuk islam maka pengikutnya akan masuk islam semuanya
Official Fan Page myQuran di Facebook : http://www.facebook.com/myQuran.org
Sebaik-baik Manusia adalah yang Bermanfaat Bagi Orang Lain

Offline Pangeran Bima

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 5.720
  • Aku mencari dan mencari MU.
    • Lihat Profil
Re:Kepala Suku Asmat Menjadi Muslim
« Jawab #2 pada: 20 Februari 2012, 01:30:28 »
Salah satu kearifan budaya suku-suku di Indonesia adalah "manut" pada pemimpinnya. Insha Allah tidak lama lagi, Provinsi tertinggal itu menjadi provinsi maju yang islami. Amiin.
Cahaya adalah energi. Barangsiapa yang mendapat sedikit saja Cahaya-Nya niscaya tidak akan pernah ada keraguan diri tentang keberadaan-Nya, dan ia memiliki energi yang cukup untuk mengenal-Nya.

Offline ipeh

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.950
    • Lihat Profil
Re:Kepala Suku Asmat Menjadi Muslim
« Jawab #3 pada: 20 Februari 2012, 10:59:23 »
Amiin, amiin, yarobbal'alamiin. Allahu Akbar!!
Tengadahkan wajahmu pada langit, tempat harapan bertabur laksana bintang. Tundukkan kepalamu pada bumi, dimana manusia akan hidup dan mati.

Offline ina13

  • Moderator
  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 4.903
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Iman adalah Sabar&Syukur (trus belajar untuk itu)
    • Lihat Profil
Re:Kepala Suku Asmat Menjadi Muslim
« Jawab #4 pada: 20 Februari 2012, 11:52:28 »

Alhamdulillah..

Aamiin Ya Allah Ya Rahim..
"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain diriNya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal."
(QS. At-Taubah : 129).

Offline Ibnu Sarbini

  • myQ Junior
  • *
  • Tulisan: 168
  • Jenis kelamin: Pria
  • Innalloha Khoirul maakirin
    • Lihat Profil
Re:Kepala Suku Asmat Menjadi Muslim
« Jawab #5 pada: 21 Februari 2012, 09:26:27 »
Salah satu kearifan budaya suku-suku di Indonesia adalah "manut" pada pemimpinnya. Insha Allah tidak lama lagi, Provinsi tertinggal itu menjadi provinsi maju yang islami. Amiin.

Biasanya memang anggota suku selalu manut pada pemimpinnya.
Sesungguhnya petunjuk Alloh itulah satu satunya petunjuk

Offline my_qalbu

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 519
  • Jenis kelamin: Pria
  • la tahzan
    • Lihat Profil
Re:Kepala Suku Asmat Menjadi Muslim
« Jawab #6 pada: 21 Februari 2012, 15:44:25 »
alhamdulilahh
Memohon hidayah_Mu..

Offline Moulvy

  • myQ Junior
  • *
  • Tulisan: 65
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Kepala Suku Asmat Menjadi Muslim
« Jawab #7 pada: 21 Februari 2012, 18:58:42 »
Bagi yang berniat untuk berjihad .....di sana lah ladang jihad yang sesungguhnya

Offline idrus_syah

  • myQ Hero
  • *
  • Tulisan: 17.547
  • Jenis kelamin: Pria
  • I'm Just Ordinary Person
    • Lihat Profil
Re:Kepala Suku Asmat Menjadi Muslim
« Jawab #8 pada: 21 Februari 2012, 19:07:56 »
Bagi yang berniat untuk berjihad .....di sana lah ladang jihad yang sesungguhnya

mau dimana juga, sama aja ... :)
Official Fan Page myQuran di Facebook : http://www.facebook.com/myQuran.org
Sebaik-baik Manusia adalah yang Bermanfaat Bagi Orang Lain

Offline Moulvy

  • myQ Junior
  • *
  • Tulisan: 65
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Kepala Suku Asmat Menjadi Muslim
« Jawab #9 pada: 22 Februari 2012, 09:27:38 »
mau dimana juga, sama aja ... :)

Betul sekali kang Idrus_syah, tapi saya ingin mengetuk hati kawan-kawan yang berilmu, untuk meniru ustadz fadlan, untuk terjun (berjihad) membimbing mereka, maaf.... menurut pemahaman saya sepertu itulah jihad yang sesungguhnya (tidak selalu harus angkat senjata) mohon diluruskan kalau keliru....... 

Saya punya pengalaman di daerah pedalaman Kalimantan, ada sekolah dasar yang guru agama islamnya adalah orang non muslim, karena tidak ada guru yang beragama islam, sementara murid-muridnya ada yang beragama islam.

Offline Pangeran Bima

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 5.720
  • Aku mencari dan mencari MU.
    • Lihat Profil
Re:Kepala Suku Asmat Menjadi Muslim
« Jawab #10 pada: 22 Februari 2012, 09:40:57 »
Betul sekali kang Idrus_syah, tapi saya ingin mengetuk hati kawan-kawan yang berilmu, untuk meniru ustadz fadlan, untuk terjun (berjihad) membimbing mereka, maaf.... menurut pemahaman saya sepertu itulah jihad yang sesungguhnya (tidak selalu harus angkat senjata) mohon diluruskan kalau keliru....... 

Saya punya pengalaman di daerah pedalaman Kalimantan, ada sekolah dasar yang guru agama islamnya adalah orang non muslim, karena tidak ada guru yang beragama islam, sementara murid-muridnya ada yang beragama islam.

Jika benar ada guru agama non muslim padahal bahan ajarnya adalah agama islam, mestinya Anda laporkan ke Departemen terkait. Atau lembaga-lebaga islam. Dengan demikian, Anda juga sudah berjuang.

Miris sekali membaca tulisan Anda tentang kondisi di pedalaman Kalimantan itu.

Semoga juga teman-teman yang menguasai Ilmu dakwah, tertarik tinggal di pedalaman Kalimantan atau Papua.
Cahaya adalah energi. Barangsiapa yang mendapat sedikit saja Cahaya-Nya niscaya tidak akan pernah ada keraguan diri tentang keberadaan-Nya, dan ia memiliki energi yang cukup untuk mengenal-Nya.

Offline Moulvy

  • myQ Junior
  • *
  • Tulisan: 65
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Kepala Suku Asmat Menjadi Muslim
« Jawab #11 pada: 22 Februari 2012, 14:20:19 »
Jika benar ada guru agama non muslim padahal bahan ajarnya adalah agama islam, mestinya Anda laporkan ke Departemen terkait. Atau lembaga-lebaga islam. Dengan demikian, Anda juga sudah berjuang.

Miris sekali membaca tulisan Anda tentang kondisi di pedalaman Kalimantan itu.

Semoga juga teman-teman yang menguasai Ilmu dakwah, tertarik tinggal di pedalaman Kalimantan atau Papua.

Itu fakta dan saya temui sendiri, setelah saya beberapa kali melaporkan ke departemen agama Kabupaten baru ada tindak lanjut dengan mengirimkan guru agama, tetapi hanya beberapa bulan guru agamanya sudah tidak betah, maklumlah di pedalaman hutan yang sunyi, tidak ada listrik, tidak ada sinyal, dan semua serba terbatas dan dengan keterbatasan SDM masyarakatnya maka tugas guru agama semakin berat.

Akhirnya saya sarankan agar penduduk muslimnya yang mampu untuk menyekolahkan anaknya ke Pesantren di Kalimantan Selatan agar kelak dapat mengajari saudara-saudaranya.

Entah bagaimana keadaan mereka sekarang, soalnya basecamp kami sudah pindah.

Terbayang dalam khayalan, jika para anggota FPI yang punya semangat jihad yang tinggi itu, untuk datang ke padalaman seperti itu..... baik di Kalimantan maupun di papua..... berjihad untuk mengangkat umat islam dari keterbelakangan dan keterbatasan ilmu pengetahuan agama mereka...... itulah saya katakan diatas, bahwa disanalah ladang jihad yang sesungguhnya.     

Offline idrus_syah

  • myQ Hero
  • *
  • Tulisan: 17.547
  • Jenis kelamin: Pria
  • I'm Just Ordinary Person
    • Lihat Profil
Re:Kepala Suku Asmat Menjadi Muslim
« Jawab #12 pada: 25 Februari 2012, 05:48:41 »
sebenarnya pada FPI banyak harapan seperti itu, tapi karena image meraka kadung anarkis ditambah propaganda media maka untuk masuk ke daerah yang banyak non muslimnya mereka susah.

oleh karena itu, FPI perlu melakukan pembangunan kembali citra mereka. mau gak mau, mereka harus mengedepankan "diplomasi" dalam menyelesaikan masalah ...
Official Fan Page myQuran di Facebook : http://www.facebook.com/myQuran.org
Sebaik-baik Manusia adalah yang Bermanfaat Bagi Orang Lain

Offline sh3rlock

  • myQ Newbie
  • *
  • Tulisan: 2
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:Kepala Suku Asmat Menjadi Muslim
« Jawab #13 pada: 25 Februari 2012, 16:50:25 »
Bagi yang berniat untuk berjihad .....di sana lah ladang jihad yang sesungguhnya

Ups salah akhi, JIHAD YANG SESUNGGUHNYA tetaplah berperang (qital) (Al-Baqoroh : 190), namun mengajarkan Islam disana juga termasuk jihad koq... hehehe...

Offline Orang_Pinggiran

  • myQ Perambah
  • *
  • Tulisan: 497
  • Jenis kelamin: Pria
  • Belajar dan Belajar
    • Lihat Profil
Re:Kepala Suku Asmat Menjadi Muslim
« Jawab #14 pada: 09 Maret 2012, 20:22:38 »
 :topOK: :topOK: :topOK: :topOK: :topOK: :topOK:
Tunjukkanlah Kami Jalan yang Lurus
pada gabung dimari ya.. www.laskarislam.tk

Offline xulkarnain

  • myQ Newbie
  • *
  • Tulisan: 10
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:Kepala Suku Asmat Menjadi Muslim
« Jawab #15 pada: 13 Maret 2012, 10:00:55 »
massalah.. kebenaran itu memang dari Allah SWT

Offline narutohot

  • myQ Junior
  • *
  • Tulisan: 67
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Kepala Suku Asmat Menjadi Muslim
« Jawab #16 pada: 18 Maret 2012, 12:23:02 »
Ini sebenarnya berita bener ga ya, ko d forum sebelah ada yang klarifikasi?
Kalo ini berita bohong, sungguh memalukan

nih saya kutip

KLARIFIKASI USKUP ASMAT TENTANG KEPALA SUKU ASMAT
 YANG MASUK ISLAM

 Nomor : 49.020.00.05
 Lamp. : -
 Hal : Klarifikasi dan Himbauan Pemberitaan :
 “Kepala Suku Besar Asmat Masuk Islam”

 Kepada Yth.
 Pimpinan Majelis Ulama Islam Asmat
 Kepala Penyelenggara Islam Kantor Kementrian Agama Kab. Asmat
 Di
 Agats – Asmat.

 Dengan hormat,

 Menyimak pemberitaan yang dibuat oleh saudara-saudari muslim lewat media maya (dakwatuna.com; Arrahmah.com) mau pun media cetak (Bantenpost; Republika) dan elektronik (TVRI) tentang “Kepala Suku Besar Asmat Masuk Islam” sungguh disayangkan karena tidak benar. Mungkin ada benarnya bahwa ada orang Asmat dari Kampung Per bersama keluarganya sebagaimana diberitakan masuk Islam, tetapi bahwa dia adalah seorang kepala suku besar Asmat sungguh suatu kekeliruan atau kesalahan. Pemberitaan sensasional yang keliru atau salah ini langsung mau pun tidak langsung memiliki dampak religius, social dan kultural dalam kehidupan bersama di Asmat.

 Menyadari semua itu maka kami sebagai Uskup Keuskupan Agats yang adalah Pemimpin Tertinggi Gereja Keuskupan Agats – Asmat ingin menyampaikan beberapa klarifikasi dan harapan atau himbauan kepada kita semua khususnya MUI Asmat dan Kepala Penyelenggara Islam Kantor Kementrian Agama Kab. Asmat, demi terciptanya kerukunan, toleransi dan persaudaraan sejati dalam hidup bersama di tanah Asmat ini. Semoga klarifikasi dan himbauan ini menjadi masukan dan pertimbangan yang membantu kita semua dalam membangun komunikasi yang lebih benar dan objektif.

 1. Klarifikasi : “Kepala Suku Besar Asmat”

 - Pengakuan atau gelar Kepala Suku Besar Asmat yang diberikan kepada Sinansius Kayimter (Umar Abdullah Kayimter) tidak benar. Pernyataan atau pemberitaan itu adalah sebuah kebohongan public karena tidak pernah terjadi dan tidak pernah ada dalam kebudayaan suku Asmat sampai dengan saat ini. Gelar kepala suku hanya diberikan, berlaku dan terbatas dalam satu rumpun saja. Kepala suku ini pun bersifat warisan – diturunkan dari leluhur – ayah pada garis lurus dan langsung. Secara structural adat / budaya Asmat, yang ada dan diakui adalah Kepala Perang dan bukan Kepala Suku apalagi Kepala Suku Besar Asmat. Kepala suku itu ada tetapi bersifat local dan terbatas; artinya tidak diakui dan berlaku untuk seluruh Asmat. Untuk saudara Sinansius, ia adalah warga biasa seperti saudara dan saudari lain yang ditinggal di kampung Peer, Distrik Agats. Dalam struktur social dan budaya/adat, dia tidak memiliki posisi, kedudukan atau pun jabatan (kekuasaan) apa pun. Bahwa media kemudian memberitakan dia sebagai Kepala Suku Besar Asmat, adalah bentuk kebohongan belaka.

 - Setelah dicermati dengan saksama dan berdasarkan document resmi gereja Katolik Keuskupan Agats – Asmat, saudara Sinansius Kayimter (Umar Abdullah Kayimter) adalah warga biasa yang lahir di Per tanggal 13 Desember 1962 dan dibaptis dalam Gereja Katolik pada tanggal 31 Januari 1963 di Per oleh Pastor Miller, OSC. Sebagai saksi pembaptisan waktu itu adalah bapak Mikael Apakci. Data kelahiran dan baptisan ini tercatat dalam buku Baptis Paroki Ewer No. LB. IV. 5988, tahun 1963.

 - Perlu diketahui pula bahwa dewasa ini masyarakat mengenal yang namanya ketua LMAA (Lembaga Masyarkat Adat Asmat). LMAA ini diakui bersama baik oleh masyarakat adat maupun pemerintah yang diketuai oleh Bapak Yuvensius Alvons Biakai, BA. SH. Jabatan ini ia emban sebelum menjadi bupati sampai sekarang ketika ia dipilih dan menjabat sebagai Bupati Asmat dalam periode kedua berjalan.

 - Kami sangat menyesal dan menyayangkan berita yang sensasional itu. Berita ini hemat kami sangat tendensius dan provokatif, dimana dengan mengatakan bahwa Kepala Suku Besar Asmat masuk Islam seolah-olah semua orang Asmat telah masuk atau menjadi islam. Kami mau mengatakan bahwa berita soal Sinansius dan keluarganya menjadi Islam mungkin benar tetapi bahwa dia seorang Kepala Suku Besar Asmat adalah suatu yang tidak benar, tidak objektif dan merupakan suatu kebohongan public yang direkayasa oleh orang tertentu, kelompok tertentu dan media yang memberitakannya.

 - Tanpa kita sadari bahwa dampak dari pemberitaan yang tidak objektif ini dapat menciptakan keresahan dan konflik internal – konflik saudara – konflik keluarga antara masyarakat di kampung Per maupun kampung lain yang ada di Asmat ini.

Offline narutohot

  • myQ Junior
  • *
  • Tulisan: 67
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Kepala Suku Asmat Menjadi Muslim
« Jawab #17 pada: 18 Maret 2012, 12:24:04 »
2. Himbauan Bersama

 - Kami mengharapkan agar pimpinan MUI dan Ketua Penyelenggara Agama Islam di Kantor Kementrian Agama Islam Kab. Asmat bisa meneruskan dan mengklarifikasi berita ini kepada sumber-sumber media on line sebagaimana beberapa Website dan Koran yang telah membuat pemberitaan yang tidak benar itu. Intinya bahwa Sinansius Kayimter (Umar Abdullah Kayimter) yang telah menjadi islam setelah melalui upacara pengukuhan pada tanggal 19 Pebruari 2012 di Masjid Darussalam, Jati Bening – Bekasi, Jawa Barat dengan didampingi oleh ustadz Fadhlan Garamatan dan Imam Masjid Istiqlal – Ali Hanayiah, sesungguhnya bukan Kepala Suku Besar Asmat. Yang bersangkutan hanyalah masyarakat biasa di kampung Per distrik Agats, Kabupaten Asmat.

 - Kami meminta kepada saudara-saudari muslimin dan muslimah agar tetap menjaga toleransi, kerukunan dan persaudaraan antara umat beragama dan masyarakat di Asmat dengan menyampaikan, menyiarkan, mengajarkan, memberitakan segala sesuatu dan khususnya berkaitan dengan agama atau iman kepercayaan yang bersentuhan dengan agama atau kepercayaan lain secara objektif dan akurat. Jangan kita hanya menyebarkan berita bersifat isapan jempol, sensasional dan tendensius yang bisa berdampak pada disharmonitas dan konflik sosial di kalangan masyarakat Asmat dan Papua pada umumnya.

 - Perlu diketahui dan disadari bersama bahwa semua masyarakat di Asmat telah memiliki iman dan menganut agama atau kepercayaan tertentu (tidak ada yang khafir). Untuk itu mari kita saling menghargai dan mendukung satu sama lain dalam ranah hidup bersama dengan semangat persaudaraan dan toleransi.

 Demikian klarifikasi dan himbauan dari kami Uskup Keuskupan Agats (Pemimpin Gereja Katolik Agats-Asmat) semoga dapat menjadi masukan dan pertimbangan bagi kita semua. Atas perhatian dan tanggapan baik dari semua pihak saya sampaikan banyak terima kasih.

 Agats, 9 Maret 2012

 Hormat kami,

 † Mgr. Aloysius Murwito, OFM
 Uskup Keuskupan Agats

 Tembusan kepada Yth.

 1. Bupati Kab. Asmat di Agats
 2. Sekda Kab. Asmat di Agats
 3. Ketua DPRD Kab. Asmat di Agats
 4. Kepala Kantor Kementrian Agama Asmat di Agats
 5. Kepala Kantor Kesbang Asmat di Agats
 6. Ketua LMAA di Agats
 7. Kapolres Asmat di Agats
 8. Periwira Penghubung Kodim Asmat di Agats
 9. Umat Paroki Ewer (Ewer, Yepem, Peer, Uwus)
 10. Gereja-gereja Kristen di Asmat
 11. Para Pastor se-Keuskupan Agats-Asmat di Agats
 12. File

Offline Pangeran Bima

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 5.720
  • Aku mencari dan mencari MU.
    • Lihat Profil
Re:Kepala Suku Asmat Menjadi Muslim
« Jawab #18 pada: 18 Maret 2012, 12:55:39 »
Kepala suku besar atau kecil tidaklah penting. Siapa pun yang menjadi mualaf harus disambut dengan sukacita dan cinta.

Toh beliau tetap kepala suku meski hanya kepala suku kecil.
Cahaya adalah energi. Barangsiapa yang mendapat sedikit saja Cahaya-Nya niscaya tidak akan pernah ada keraguan diri tentang keberadaan-Nya, dan ia memiliki energi yang cukup untuk mengenal-Nya.

Offline servodaeman

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 2.507
  • Jenis kelamin: Pria
  • muslim itu bersaudara
    • Lihat Profil
    • Portal
Re:Kepala Suku Asmat Menjadi Muslim
« Jawab #19 pada: 19 Maret 2012, 03:03:43 »
Kepala Suku Besar Asmat Sinentius Kayimter mengikrarkan dua kalimat syahadat, Ahad (19/2). Acara pengukuhan masuk Islam di Masjid Darussalam, Komplek Tamansari Persada Raya, Jatibening, Bekasi itu berlangsung haru dan khidmat.

Selain Sinentius yang kini mendapat nama Islam Umar Abdullah Kayimter, istrinya juga mengucapkan syahadat pada acara yang sama.

Dipandu oleh Imam Masjid Istiqlal, Ust. H. Ali Hanafiah, Umar membaca dua kalimat syahadat setelah sebelumnya dilakukan "gladi" dengan dua kali membaca syahadat.

Setelah Umar, pembacaan syahadat dilanjutkan dengan sang istri yang kini memiliki nama Islam Aisyah Chairunnisa Atem. Aisyah agak tersendat dalam melafalkan syahadat karena terkendala bahasa. Meskipun demikian, Aisyah akhirnya mampu menyelesaikannya dan disahkan menjadi seorang Muslim.

Suasana semakin haru ketika sang anak yang kini memiliki nama Islam Salim Abdullah Siwir, mencoba melafalkan dua kalimat syahadat. Air mata anak berusia 12 tahun tersebut tak terbendung. Karena air mata harunya tak juga terhenti, maka ikrar syahadat dibatalkan.

"Hal itu disebabkan Salim belum berusia balig sehingga belum ada kewajiban dari sang anak untuk melafalkan syahadat. Selain itu, dia masih dibawah asuhan kedua orang tua", ujar Ustadz Ali.

Setelah ikrar syahadat usai, acara dilanjutkan penandatanganan sertifikat ikrar masuk Islam, lalu ditutup dengan pemberian santunan mualaf dan tiga tiket umroh dari jamaah DKM Masjid Darussalam. [IK/Rpb]

http://www.bersamadakwah.com/2012/02/kepala-suku-asmat-sekeluarga-masuk.html
http://www.abdulrahman-oman.co.nr/
God Just One && Mohammed is The last Messenger

Offline narutohot

  • myQ Junior
  • *
  • Tulisan: 67
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Kepala Suku Asmat Menjadi Muslim
« Jawab #20 pada: 19 Maret 2012, 10:01:12 »
Berarti bener ya? di forum kristen ada yang klarifikasi, tapi ditanya sourcenya cuma ngasih source dari group FB :D

Kepala Suku Besar Asmat Sinentius Kayimter mengikrarkan dua kalimat syahadat, Ahad (19/2). Acara pengukuhan masuk Islam di Masjid Darussalam, Komplek Tamansari Persada Raya, Jatibening, Bekasi itu berlangsung haru dan khidmat.

Selain Sinentius yang kini mendapat nama Islam Umar Abdullah Kayimter, istrinya juga mengucapkan syahadat pada acara yang sama.

Dipandu oleh Imam Masjid Istiqlal, Ust. H. Ali Hanafiah, Umar membaca dua kalimat syahadat setelah sebelumnya dilakukan "gladi" dengan dua kali membaca syahadat.

Setelah Umar, pembacaan syahadat dilanjutkan dengan sang istri yang kini memiliki nama Islam Aisyah Chairunnisa Atem. Aisyah agak tersendat dalam melafalkan syahadat karena terkendala bahasa. Meskipun demikian, Aisyah akhirnya mampu menyelesaikannya dan disahkan menjadi seorang Muslim.

Suasana semakin haru ketika sang anak yang kini memiliki nama Islam Salim Abdullah Siwir, mencoba melafalkan dua kalimat syahadat. Air mata anak berusia 12 tahun tersebut tak terbendung. Karena air mata harunya tak juga terhenti, maka ikrar syahadat dibatalkan.

"Hal itu disebabkan Salim belum berusia balig sehingga belum ada kewajiban dari sang anak untuk melafalkan syahadat. Selain itu, dia masih dibawah asuhan kedua orang tua", ujar Ustadz Ali.

Setelah ikrar syahadat usai, acara dilanjutkan penandatanganan sertifikat ikrar masuk Islam, lalu ditutup dengan pemberian santunan mualaf dan tiga tiket umroh dari jamaah DKM Masjid Darussalam. [IK/Rpb]

http://www.bersamadakwah.com/2012/02/kepala-suku-asmat-sekeluarga-masuk.html

 

myAgenda!
myQomunitas!
mySholat!
Jadwal Sholat
Jadikan juga info seperti jadwal sholat ini pada websites mu :
myPromo-Deal!
Pernak-Pernik
  • myQripik produk baru!
  • Jaket
  • Kaos
  • Kalender
  • Stiker

SatNet
Mobile | myQ wiki | Quran Flash | Android | ChitCh@t | Plug-in | Radio | FB myQ Group
(c) 1999-2013, myQuran
Refresh Your Life!
Powered by SMF 2.0.4 | SMF © 2006–2010, Simple Machines LLC
Halaman dibuat dalam 0.537 detik dengan 20 queri.