« Jawab #15 pada: 22 Februari 2012, 17:48:03 »
bagaimana dengan bermakmum kepada anak laki2, baik anak yang sudah baligh maupun yang belum (belum sunat, belum mimpi) yang bacaan shalatnya kurang betul tajwidnya tapi over all cukup baik ?
Hmm....dalam hal ini terdapat ikhtilaf diantara para ulama....ada yang membolehkannya, namun ada pula yang memakruhkannya, serta ada pula yang memberikan perincian.
Akan tetapi di sini saya kemukakan yang membolehkan saja ya haze...
Al-Hafizh ibnu Rajab rahimahullah mengatakan :
أنها جائزة فِي الفرض وغيره ، وَهُوَ قَوْلِ الشَّافِعِيّ وإسحاق وأبي ثور .
"Bahwasannya boleh seorang anak kecil yang belum ihtilam (keluar mani disebabkan mimpi atau sebab2 lainnya) untuk menjadi imam baik dalam shalat fardhu maupun shalat sunah.
Dan ini adalah pendapatnya imam Asy-Syafi'i rahimahullah, Ishaq rahimahullah, Abu Tsaur rahimahullah."
(Fath Al-Bari 6/173)
Kemudian beliau juga menukilkan pendapat dari salah satu murid ibnu 'Abbas radhiyallaahu 'anhu yaitu Atha' bin Abi Rabbah rahimahullah yang mengatakan :
لا بأس أن يؤم الغلام قَبْلَ أن يحتلم ."Tidak mengapa seorang anak kecil yang belum ihtilam untuk menjadi imam."
(Fath Al-Bari 6/173)
Pembolehan ini adalah berdasarkan hadits dari 'Amr bin Salimah dalam suatu hadits yang panjang, yang diantaranya beliau berkata :فكنت أؤمهم وأنا ابن سبع سنين أو ثمان سنين "Maka aku menjadi imam mereka sedangkan usiaku baru tujuh atau delapan tahun."
(Sunan Abu Dawud 1/215 no.585. Syaikh Al-Albani rahimahullah mengatakan bahwa hadits ini : "Shahih.')
Hadits ini diriwayatkan pula oleh imam Al-Bukhari dalam kitab Shahih-nya dengan lafazh yang sedikit berbeda (Shahih al-Bukhari 5/105 no. 4302)
Al-Hafizh ibnu Hajar rahimahullah, tentang hadits yang diriwayatkan oleh imam Abu Dawud rahimahullah di atas mengatakan :
"Perkataan 'Amr bin Salamah : "..Maka tidaklah aku menghadiri satupun pertemuan, melainkan akulah yang menjadi imam mereka..."
Maka hal ini umum mencakup shalat fardhu dan shalat sunah."
(Fathul Bari 2/217)sebab kalau nggak memaksakan bermakmum dengan anak maka shalatnya munfarid, sayang ....
Hanya saja, yang dikhawatirkan adalah bahwa si anak itu sendiri belum baik shalatnya....
Padahal tidak mengapa jika seorang wanita shalat secara munfarid di rumahnya.atau kalau mommy nya yang menjadi imam bagi si anak laki-laki tadi bagaimana ?
Abu Ishaq Asy-Syairazi rahimahullah mengatakan : ولا يجوز للرجل أن يصلي خلف المرأة ; لما روى جابر رضي الله عنه قال " { خطبنا رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال : لا تؤمن المرأة رجلا"Tidak boleh laki2 untuk shalat di belakang wanita, berdasarkan riwayat dari Jabir radhiyallaahu 'anhu, ia berkata :
"Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam berkhutbah kepada kami dan bersabda : "Janganlah wanita meng-imami laki2"..."
(Al-Muhadzab Fi Fiqh al-Imam Asy-Syafi'i 1/184)
Note :
Meski hadits yang dijadikan dalil oleh Abu Ishaq rahimahullah itu adalah dha'if sebagaimana dikatakan oleh imam An-Nawawi rahimahullah, akan tetapi hukum yang dikemukakan oleh beliau tetap disepakati.
Imam An-Nawawi rahimahullah mengatakan :
حديث جابر رواه ابن ماجه والبيهقي بإسناد ضعيف ، واتفق أصحابنا على أنه لا تجوز صلاة رجل بالغ ولا صبي خلف امرأة حكاه عنهم القاضي أبو الطيب والعبدري ،
"Hadits Jabir itu diriwayatkan oleh ibnu Majah dan Al-Baihaqi dengan sanad dha'if, tapi sahabat2 kami bersepakat bahwa tidak boleh seorang laki2 yang telah baligh ataupun anak2 untuk shalat di belakang wanita.
Kesepakatan ini telah diriwayatkan oleh Al-Qadhi Abu Thalib dan Al-'Abdari."
(Al-Majmu' 4/151)
Kemudian beliau juga mengatakan :
وسواء في منع إمامة المرأة للرجال صلاة الفرض والتراويح ، وسائر النوافل ، هذا مذهبنا ، ومذهب جماهير العلماء من السلف والخلف - رحمهم الله ، وحكاه البيهقي عن الفقهاء السبعة فقهاء المدينة التابعين ، وهو مذهب مالك وأبي حنيفة وسفيان وأحمد وداود .
"Dan tentang larangan bagi wanita untuk menjadi imam bagi laki2 ini, maka sama saja, apakah dalam shalat fardhu, shalat Tarawih, dan juga shalat2 sunnah.
Ini adalah madzhab kami dan madzhab jumhur ulama dari kalangan salaf dan khalaf rahimahumullah.
Al-Baihaqi rahimahullah telah meriwayatkan tentang hal ini dari 7 Fuqaha Madinah dari kalangan tabi'in, dan ini juga merupakan madzhab-nya imam Malik rahimahullah, Abu Hanifah rahimahullah, Sufyan rahimahullah, imam Ahmad rahimahullah dan Daud rahimahullah."
(Al-Majmu' 4/151)
Wallaahu a'lam.
« Edit Terakhir: 24 Februari 2012, 19:22:08 oleh mushab bin umair »

Tercatat
"Astaghfirullaahal 'azhiim.."