assalaamualaikum,
pengen tau nih..... sekarang ini, apa sih yang sebenarnya diinginkan oleh teman-temanku yang perempuan ketika ada seorang laki-laki datang untuk mengajak taaruf? terus terang, saya sendiri sudah 2 kali ditolak oleh mereka dengan alasan yang sama : belum siap.
katakanlah soal ilmu, saya tidak mensyaratkan bahwa si akhwat harus punya pengetahuan mendalam mengenai agama. karena saya tahu bahwa saya pun masih belajar. maka mari kita sama-sama belajar.
penghasilan saat ini? cukup lah untuk membeli secara kontan sebuah ponsel berkamera model baru yang bisa dengerin musik.
tetapi kemudian, beberapa bulan kemudian (enggak sampe 6 bulan) salah satu dari mereka menerima pinangan. what the.........??!! kenapa engga bilang aja kalo mereka dah proses ?!
membuat saya jadi berpikir ulang mengenai pernikahan............ walaupun saya tahu bahwa menikah adalah sunnah Rasul. dimana letak kekurangannya

apakah karena mereka belum mengenal betul karakter ataw sifat si laki-laki sehingga menolaknya dengan menggunakan alasan lain? bukankah dengan jalan taaruf maka akan terjawab pertanyaan tersebut?
ataw karena mereka kaget mendapati bahwa laki-laki yang datang tersebut bukanlah seperti impiannya? terkadang saya mendapati hal yang seperti ini di kalangan teman-teman yang mempunyai halaqoh (maap nih, bukan bermaksud menyinggung). saya bahkan pernah mendengar 1 kali ucapan seorang akhwat yang bilang, dia engga bisa menerima laki-laki yang mengajaknya taaruf karena laki-laki tersebut tidak ikut halaqoh. jujur saja, menurut saya itu bukan alasan! majelis ilmu tidak hanya halaqoh, ilmu bisa di dapat dimanapun sepanjang orang tersebut mau untuk membaca. dan dengan mengatakan seperti itu, maka yang terlihat hanyalah arogansi ataw kesombongan. bahwa hanya dengan halaqoh ilmu bisa di dapat, bahwa dengan halaqoh seseorang dapat diterima pinangannya. dan kebenaran ada disana. betapa sempitnya dunia bila benar seperti itu.
wassalaamualaikum