Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Jum'at, 25 Mei 2012/4 Rajab 1433 H : Imsak 4:27:04 - Shubuh 4:33:29 - Terbit 5:55:44 - Dzuhur 11:49:51 - Ashar 15:11:54 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:46 WIB

Penulis Topik: Hancurnya Peradaban Kami akibat Pornografi  (Dibaca 1086 kali)


Offline idrus_syah

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 14.911
  • Lokasi: Jakarta Selatan
  • Jenis kelamin: Pria
  • No More Wasting Time
    • Lihat Profil
    • Wilujeng Sumping
« pada: 06 Februari 2012, 12:31:05 »


Penerang.com - Satu hari, ketika membaca tweet yang dilontarkan oleh Ulil Absar Abdalla, sebagai guru saya merasa sedih bukan kepalang. Pedih sekali membaca kalimatnya yang berbunyi begini, “Apa ada negara atau peradaban hancur karena pornografi? Setahu saya tak ada.”

Saya membayangkan puluhan anak-anak dan orangtua para santri yang dicabuli dan dilecehkan secara seksual oleh guru ngaji di wilayah Kebon Bawang, Jakarta Utara. Rusak semua, agama menjadi dinistas, masa depan para santri terluka, orangtua tak kurang sakitnya. Sebabnya, pornografi!

Saya juga membayangkan kedua orangtua gadis kecil berinisial PA, yang diperkosa dua orang temannya di toilet sekolah pada jam pelajaran olahraga. Januari lalu, PA diperkosa oleh D, yang berumur 10 tahun dan R yang berumur 13 tahun hingga tak sadarkan diri. Mereka bertiga, duduk di kelas V Sekolah Dasar Negeri 13 Pagi, Duren Sawit, Jakarta Timur. Bagi PA dan kedua orangtuanya, hari itu peradaban keluarga mereka hancur, akibat pornografi yang telah memapar otak-otak bocah seperti R dan D.

Selang sepekan, berita yang lebih dahsyat lagi terdengar dari Purbalingga. Lima siswa Sekolah Dasar mencabuli bocah usia Taman Kanak-kanak, sebut saja namanya Bunga. Lima orang bocah ini baru duduk di kelas tiga dan empat Sekolah Dasar Negeri Kebutuh, Bukateja, Purbalingga. Mereka dengan tega mencabuli adik TK mereka, karena ingin mempraktikkan video mesum yang telah mereka tonton bersama. Bahkan, ada salah seorang di antaranya telah melakukan perkosaan kepada bocah TK untuk kedua kalinya. Bagi Bunga dan kedua orangtuanya, hari itu juga mungkin hari yang meruntuhkan masa depan dan kehidupannya.

Kisah-kisah dan fakta seperti inilah yang membuat saya, bersama sahabat-sahabat guru mendirikan semacam teachers initiative, yang kami namakan Teachers Working Group. Misi besarnya adalah menjadi sahabat guru, melakukan pendampingan dan memperkaya skill teaching sesama guru. Tapi itu semua kami kerjakan dengan kesadaran penuh untuk membangkitkan guru melawan segala bentuk gejala sosial yang mengancam dan mengintai anak-anak murid kami.

Kami berkeliling ke kota-kota di Indonesia, untuk membangkitkan kebanggaan para guru dan selanjutnya mendorong guru untuk mengambil peran sosial dan memimpin perubahan, meski kecil dan tidak seimbang dengan kerusakan yang menjalar.

Akhir Januari lalu misalnya, dalam sebuah sarasehan dan seminar yang kami gelar di Tangerang, sengaja kami mengangkat tema Menemani Murid yang Bermasalah. Dan ternyata, masalah yang mengemuka sedikit sekali tentang hambatan belajar, sebagian besar justru masalah sosial, wabil khusus kehidupan bebas di tengah para murid-murid kami.

Ibu Indrawati misalnya,  guru salah satu SMP Negeri di wilayah itu. Selepas acara  menemui kami, para panitia dan curhat sambil meneteskan air mata. Sebagai guru, dia dekat dengan murid-muridnya dan ingin berbagi setiap jengkal kebaikan tentang hidup pada mereka. Satu hari, dia mendapati muridnya yang baru kelas II SMP, mengadu tentang dirinya yang telah melakukan hubungan intim dengan pria kuliahan yang dikenalnya lewat facebook. Dan yang melakukan hal seperti itu, tidak saja dirinya, tapi banyak juga teman yang lainnya. Ada yang melakukan di hotel, di tempat-tempat tertentu, bahkan di rumah mereka sendiri di saat orangtua mereka pergi.

Sebagai guru, Ibu Indrawati merasa sedih sekaligus bingung mendapat masalah seperti ini. Sebab, sang murid bercerita, bahwa sekarang, yang disebut pacaran selalu dan harus melibatkan hubungan intim di antaranya keduanya. Karena bingungnya, ibu guru yang satu ini curhat untuk mencari solusi kepada guru lainnya. Tapi sedihnya, bukan solusi atau berbagi rasa yang didapatkan. “Makanya, jangan deket-deket sama murid, nanti dapat masalah,” begitu sambutan guru lain yang diajaknya bicara.

Maka, siang hari itu, kami menangis bersama. Seolah bertemu dengan teman-teman seperjuangan yang berjanji akan bekerja sekuat daya untuk mendampingi anak-anak murid kami.

Bulan sebelumnya, kami membuat acara yang sama di wilayah Bandung. Sekitar 250 guru hadir dan terlibat. Salah satu pembicara adalah Ibu Endang Yuli Poerwati, guru agama SMA Negeri IV, Bandung. Kisah yang dituturkannya bermula dari anak bayinya yang terjatuh dari tempat tidur. Karena khawatir, dibawalah sang bayi untuk diurut oleh “dukun bayi” yang di Bandung lebih dikenal dengan sebutan paraji. Selepas mengurut bayi, sang paraji meminta bantuan, bersediakah Ibu Yuli membawa dan merawat bayi yang beberapa malam lalu ditinggalkan kedua orangtuanya yang masih remaja, ketika mereka datang untuk dibantu saat melahirkan.

Dan ini menjadi kisah awal dari perjalanan Ibu Yuli. Kini di rumahnya tinggal belasan anak-anak yang diasuhnya seperti anak sendiri, dan kisah mereka nyaris sama, tak jauh berbeda. Ada yang hasil perkosaan, ada yang karena pergaulan bebas, ada pula anak dari gadis yang dihipnotis lelaki bejat, dan bahkan ada anak yang dijual orangtuanya sendiri karena keperitan hidup.

Ada pula kisah salah satu sahabat kami yang telah melahirkan sebuah buku berjudul La Tahzan for Teachers, Irmayanti. Dia kini mengajar di salah satu sekolah menengah atas di bilangan Ciledug, Tangerang. Ketika pertama kali masuk dan mengajar, beberapa guru memberitahukan sesuatu yang mencengangkan. Jangan dikira anak-anak ini masih perawan semua!

“Mendengar kalimat itu hati saya seperti dicekal, sampai sulit bernapas,” terang Irmayanti. Siswanya tidak banyak, kurang lebih hanya 100 orang, dan 30 di antaranya anak perempuan. Hampir semuanya terlibat wajar dan baik-baik saja. Anak-anak perempuan ini patuh, rajin, berjilbab, menggunakan baju lengan panjang dan rok panjang nan longgar yang menutup aurat. Bahkan mereka sering shalat dhuha berjamaah di sekolah dan rajin mengikuti bimbingan rohis dalam halaqah, lingkaran 10 orang yang ditemani pembinanya.

Tapi semua gambaran itu seolah runtuh, peradaban baik itu seolah hancur ketika salah seorang murid setelah tangisan panjangnya mengadu bahwa dia sudah ditiduri sang pacar. Hati Irmayanti seolah semakin hancur ketika bertemu seorang guru yang berkata dengan ringan, “Kita bertanggung jawab atas mereka sejak bel masuk sekolah sampai bel pulang sekolah. Memastikan anak-anak ini berlaku baik dalam rentang waktu itu.”

Dalam catatan di bukunya, Irmayanti menuliskan kepedihan itu. “Sekolah menengah dipenuhi anak-anak baru gede yang bingung. Mereka belum lagi memiliki prinsip, gempuran sudah datang bertubi-tubi dari sana dan dari sini. Gaya hidup, pergaulan, konsumerisme, tontonan. Kasihan. Mereka tak paham, milik siapa tubuh ini dan tak tahu bagaimana memperlakukan dengan penuh hormat diri sendiri.”

Maka, sebagai penutup saya ingin berbagi angka semua dengan pembaca. Tahun 2010, tercatat angka 120 ribu penderita HIV/AIDS di seluruh Indonesia, 40 ribu di antaranya adalah ibu rumah tangga dan sebagian besar penderita berusia di bawah umur 24 tahun. Ini baru angka yang mampu dicatat oleh Kementerian Kesehatan dan Komisi Perlindungan HIV/AIDS Indonesia. Angka yang sebenarnya, tidak akan pernah terungkap dan jauh lebih besar daripada yang didapat.

Di Jakarta, Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta merilis angka penderita penyakit kelamin di Jakarta berjumlah 9.060 orang, dengan rincian 5.051 orang berjenis kelamin perempuan dan sisanya pria. Dari total jumlah penderita tersebut, 3,007 di antaranya masih berusia antara 14 dan 24 tahun.

Ini belum ditambah dengan angka aborsi di Indonesia. Setiap tahun, janin-janin yang dibunuh akibat zina yang dilakukan oleh pemuda dan pemudi kita semakin meningkat, bahkan mencapai 2,6 juta per tahunnya. Lagi-lagi, itu baru yang mampu tercatat. Bahkan, ada yang membuat rata-rata, setiap hari ada 30 bayi yang dibuang oleh orangtua laknat. Ada yang dicacah di dalam WC kampus, ada yang dimakan anjing di jalanan, ada yang tersangkut di jembatan terseret aliran sungai, ada yang dibuang begitu saja seolah sampah.

Jika fenomena ini semua belum lagi bisa disebut tanda-tanda atas hancurnya peradaban, lalu kita akan menyebutnya apa? Apakah fenomena ini baru bisa disebut dampak kehancuran pornografi yang memicu kehidupan zina setelah orang-orang yang tak pernah khawatir adalah korbannya?

Mari, bersama angkat beban. Meski sedikit dan ringan, gelombang besar ini harus dibendung dengan perjuangan. Kita harus menahannya dengan kantung-kantung pasir agar kerusakan akibat banjir tak melebar dan bertambah besar. Dan semoga Allah menolong kita dan menjadi saksi atas semua usaha ini, meski masih sangat kecil sekali.
Grup myQuran di Facebook : http://facebook.com/groups/myqers/
Yayasan Peduli Remaja Mentari Cianjur : http://www.facebook.com/ypr.mentari

Offline avista

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 7.342
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 06 Februari 2012, 12:55:00 »
Semoga pentolan JIL ini diberi hidayah oleh Allah dengan bertaubat...
kalau tidak, semoga ia dilaknat di dunia dan akhirat...

Offline Gio

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 5.894
  • Lokasi: Brunei Darussalam
  • Jenis kelamin: Pria
  • I am a traveler
    • Lihat Profil
    • I am a traveler
« Jawab #2 pada: 06 Februari 2012, 13:53:25 »
sulit untuk dipercaya sampai mendengar atau melihat sendiri.
ya... bahkan perempuan yg berzinahpun pakai jilbab.
we must do something
Keep Ukhuwah

Offline om sinchan

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 513
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 06 Februari 2012, 14:05:53 »
^ secara itu aib, kalo pelakunya gak ngomong, ya cukup susah ketauan ...
kalo mikir ginih bikin sedih juga ...

Offline Kang_Asepr

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2011
  • Tulisan: 979
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 06 Februari 2012, 14:25:30 »
orang-orang terlalu mudah membuat kesimpulan bahwa A merupakan seba bagi B. atau X merupakan sebab dari W.  kalo gak pake aturan, orang bisa bilang, akibat bangsa Indonesia suka kentut sembarangan, maka banyak pesawat yang jatuh. itu namanya ilmu "terserah gue". ya. "ilmu terserah gue" artinya, mau apa menjadi penyebab apa, itu terserah gue.

jika orang mau menyatakan bahwa pornografi merupakan sebab kehancuran suatu bangsa, ini mau dibuktikan secara apa, Logika atau Ilmiah, atau menurut disiplin "ilmu terserah gue" ?

inilah hukum bagi sebab akibat :

1. sesuatu itu bukanlah sebab bagi akibat, apabila ia tidak ditemukan pada saat akibat terjadi.
2. sesuatu itu bukanlah sebab bagi akibat, apabila ia ditemukan pada saat akibat tidak terjadi.
Komunitas Para Pemikir - http://logika.16mb.com/

Offline idrus_syah

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 14.911
  • Lokasi: Jakarta Selatan
  • Jenis kelamin: Pria
  • No More Wasting Time
    • Lihat Profil
    • Wilujeng Sumping
« Jawab #5 pada: 06 Februari 2012, 19:37:25 »
sulit untuk dipercaya sampai mendengar atau melihat sendiri.
ya... bahkan perempuan yg berzinahpun pakai jilbab.
we must do something

iya, kerudung saat ini seperti hiasan atau penutup lekuk tubuh agak terlihat cantik.

mungkin awalnya dia memakai kerudung karena faktor desakan orang tua atau karena faktor lingkungan, hingga jadi kebiasaan sehari-hari. tapi ketika dia punya pacar, serta keseringan berinteraksi terus menerus dengan lawan jenis ditambah konsumsi video yang cenderung mengumbar aurat ... aahhh, hilang begitu saja keperawanan karena atas dalil : CINTA :toe:
Grup myQuran di Facebook : http://facebook.com/groups/myqers/
Yayasan Peduli Remaja Mentari Cianjur : http://www.facebook.com/ypr.mentari

Offline 0gi2012

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2012
  • Tulisan: 12
  • Lokasi: Pondokgede
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
    • My Blogs
« Jawab #6 pada: 07 Februari 2012, 09:59:38 »
Sedih ane dengernya klau emg smua itu terjadi dinegara kita, :(
terus hrus bagaimana kita menghadapi hal sperti ini, apakh kita hrus diam sja tanpa ada tindakan yg positf!!
???
Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain

Offline idrus_syah

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 14.911
  • Lokasi: Jakarta Selatan
  • Jenis kelamin: Pria
  • No More Wasting Time
    • Lihat Profil
    • Wilujeng Sumping
« Jawab #7 pada: 08 Februari 2012, 18:58:15 »
Sedih ane dengernya klau emg smua itu terjadi dinegara kita, :(
terus hrus bagaimana kita menghadapi hal sperti ini, apakh kita hrus diam sja tanpa ada tindakan yg positf!!
???

pernah gak berusaha idealist, sementara orang di sekitar mencomooh? :D
Grup myQuran di Facebook : http://facebook.com/groups/myqers/
Yayasan Peduli Remaja Mentari Cianjur : http://www.facebook.com/ypr.mentari

Offline Farabi

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 3.542
  • Lokasi: Gunung sinai
  • Jenis kelamin: Pria
  • Self-Proclaim Judge
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 08 Februari 2012, 19:58:13 »
Apa ulil tidak tahu efek samping pornografi? Saya juga merasa tidak nyaman dengan bebasnya pornografi.


24:3.Laki-laki yang berzina tidak akan mengawini melainkan perempuan yang berzina atau perempuan musyrik dan perempuan yang berzina tidak akan mengawininya melainkan laki-laki yang berzina atau laki-laki yang musyrik. Dan diharamkan demikian itu atas orang-orang mukmin.
"Jikalau TUHAN berkenan kepada jalan seseorang, maka musuh orang itupun didamaikan-Nya dengan dia"
http://farabinewsnow.blogspot.com/

Offline idrus_syah

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 14.911
  • Lokasi: Jakarta Selatan
  • Jenis kelamin: Pria
  • No More Wasting Time
    • Lihat Profil
    • Wilujeng Sumping
« Jawab #9 pada: 08 Februari 2012, 20:04:00 »
Apa ulil tidak tahu efek samping pornografi? Saya juga merasa tidak nyaman dengan bebasnya pornografi.


24:3.Laki-laki yang berzina tidak akan mengawini melainkan perempuan yang berzina atau perempuan musyrik dan perempuan yang berzina tidak akan mengawininya melainkan laki-laki yang berzina atau laki-laki yang musyrik. Dan diharamkan demikian itu atas orang-orang mukmin.

china saja yang komunis sangat perduli dan mengontrol kualitas keluarga di negerinya, karena mereka percaya ... kalo bangsanya gak punya peradaban yang jelas maka akan menghasilkan rakyat yang gak perduli bangsanya sendiri.

bener gak farabi? :D
Grup myQuran di Facebook : http://facebook.com/groups/myqers/
Yayasan Peduli Remaja Mentari Cianjur : http://www.facebook.com/ypr.mentari

Offline hari_plarangan

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 824
  • Lokasi: Bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 09 Februari 2012, 09:59:52 »
jaman saya sekolah aja udah banyak yg namanya aborsi, udah banyak yg check-in, apalagi sekarang ya..?? check-in udah biasa aja kali ya? enggak ada perasaan takut/was-was.

Pornografi...
memang enak & menghanyutkan saat pertama-tama..
kemudian sulit sekali untuk keluar dari jebakan setannya..
Yang sudah tua saja susah
apalagi yg masih muda (anak-anak sekolah) ya..??

Disinilah peran orang tua untuk mampu menyediakan lingkungan yg kondusif utk anak-anak kita. Kritikan buat saya untuk bisa menyediakan waktu utk berkomunikasi & memperhatikan perkembangan anak setiap hari
Hidup adalah Misteri.. Ikhlaslah..Bersabarlah...
Insya Allah Gusti Allah SWT tidak akan meninggalkan kita

Offline Farabi

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 3.542
  • Lokasi: Gunung sinai
  • Jenis kelamin: Pria
  • Self-Proclaim Judge
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 10 Februari 2012, 09:39:24 »
china saja yang komunis sangat perduli dan mengontrol kualitas keluarga di negerinya, karena mereka percaya ... kalo bangsanya gak punya peradaban yang jelas maka akan menghasilkan rakyat yang gak perduli bangsanya sendiri.

bener gak farabi? :D

Kayaknya betul tuh, tapi kita tunggu pendapat para peneliti saja.
"Jikalau TUHAN berkenan kepada jalan seseorang, maka musuh orang itupun didamaikan-Nya dengan dia"
http://farabinewsnow.blogspot.com/

Offline idrus_syah

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 14.911
  • Lokasi: Jakarta Selatan
  • Jenis kelamin: Pria
  • No More Wasting Time
    • Lihat Profil
    • Wilujeng Sumping
« Jawab #12 pada: 10 Februari 2012, 22:04:32 »


Emang peradaban ini digiring untuk menjadi ancur  :toe:
Grup myQuran di Facebook : http://facebook.com/groups/myqers/
Yayasan Peduli Remaja Mentari Cianjur : http://www.facebook.com/ypr.mentari

Offline hari_plarangan

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 824
  • Lokasi: Bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 11 Februari 2012, 08:59:54 »


Emang peradaban ini digiring untuk menjadi ancur  :toe:

Busyet deh..
enggak salah tuh Coklat di paketin jadi satu sama kondom?  :toe:
Dijual di Minimarket lagi..

Jadi inget dulu ada pemasaran album lagu band lokal yg didalam kemasan albumnya ada bonus kondom, alasannya utk kampanye safe sex, Edan..!!
Hidup adalah Misteri.. Ikhlaslah..Bersabarlah...
Insya Allah Gusti Allah SWT tidak akan meninggalkan kita

Offline khusaini

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 1.929
  • Lokasi: Malang
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 12 Februari 2012, 16:17:23 »
china saja yang komunis sangat perduli dan mengontrol kualitas keluarga di negerinya, karena mereka percaya ... kalo bangsanya gak punya peradaban yang jelas maka akan menghasilkan rakyat yang gak perduli bangsanya sendiri.

bener gak farabi? :D
bener, secara kasat mata memang terkontrol. tapi tetep ada sisi underground yang berkebalikan dan sudah menjadi rahasia umum