Abang MA yang pintar dan terhormat,
Al-Quran 3:155 bermaksud “Bahawasanya orang-orang yang telah berpaling (melarikan diri) di antara kamu pada hari bertemu dua angkatan tentera (Islam dan kafir dalam perang Uhud) itu, sesungguhnya mereka telah digelincirkan oleh Syaitan dengan sebab sebahagian dari perbuatan-perbuatan (yang salah) yang mereka telah lakukan (pada masa yang lalu); dan demi sesungguhnya Allah telah memaafkan mereka, kerana sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Penyabar.”
SHOHIH BUKHARI, Kitab 23 no 428
setelah menguburkan para sahabat yang wafat dalam perang UHUD, Rasulullah berkata: "Saya tidak takut kamu akan menyembah Tuhan lain selain ALLAH, tetapi saya takut kamu akan membunuh untuk memperebutkan dunia ini (kekuasaan dan/atau harta) setelah kepergian saya!"
Berdasarkan perkataan Rasulullah tersebut, kita yakin tidak akan ada sahabat yang murtad setelah Rasulullah wafat; sehingga para sahabat tidak akan menyembah TUHAN TUHAN yang lain selain ALLAH, tetapi Rasulullah sudah khawatir; karena para sahabat akan kembali menjadi KAFIR karena membunuh (memerangi) orang2 beriman yang lain setelah Rasulullah wafat. Perang Riddah dimulai setelah Rasulullah wafat.
Hadis Shahih Bukhari Kitab 23 no 428 benar.
Rasulullah menyampaikan bahwa aqidah umat islam akan tetap terpilihara hingga qiamat dengan terus diperbaharui oleh Khalifah Rasulullah. Ini janji Allah. Apa yang ditakuti olehnya adalah berlaku pada umat, berperang kerana perkara keduniaan; pangkat, harta dan kekuasaan.
Mereka yang menentang Khalifah Rasulullah Saiyidina Abu Bakar, Saiyidina Ali yang jelas boleh difahami sebagai golongan yang menentang/melawan kerana perkara duniawi.
Sifat umat Rasulullah ini terus hingga sampai kepada kita hari ini. Umat yang ramai, berlomba-lomba mencari pengaruh, harta kekayaan dan pangkat sehingga tidak memperdulikan perkara aqidah yang dibawa oleh Khalifah Rasulullah.
Perkataan anda bahwa para sahabat adalah orang2 Murtad; karena mereka tidak membayar zakat kepada Abu Bakr adalah kesalahan yang terbesar atau kebohongan yang nyata; karena pendapat anda bertentangan dengan Hadith Rasulullah (perkataan Nabi Muhammad).
Apa yang Abang MA tulis itu tidak benar.
Saya engak pernah sama sekali bilang “sahabat adalah orang murtad kerana mereka tidak membayar zakat kepada Abu Bakar”.
Boleh Abang MA quotekan kata-kata saya itu, jika ada.
Marilah kita buang jauh-jauh sifat pembohong yang ada dalam diri kita.
Begini Abang MA,
1. Orang yang tidak membayar zakat itu, tidak murtad, selagi dia tidak menafikan kewajipan mengeluarkan zakat.
2. Orang menjadi murtad bila mereka enggan bai’ah kepada Khalifah Rasulullah Saiyidina Abu Bakar.
Tidak ada paksaan dalam agama, sesungguhnya sudah nyata petunjuk dari kesesatan. Barang siapa yang tidak percaya kepada taghut dan beriman kepada Allah, sesungguhnya ia telah berpegang dengan tali yang teguh yang tiada putus. Allah Maha Mendengar, lagi Mana Mengetahui.” Makna Surah Al-Baqarah ayat 256.
“Sesungguhnya orang-orang yang sebenar-benarnya beriman hanyalah orang-orang yang percaya kepada Allah dan RasulNya, kemudian mereka (terus percaya dengan) tidak ragu-ragu lagi, serta mereka berjuang dengan harta benda dan jiwa mereka pada jalan Allah; mereka itulah orang-orang yang benar (pengakuan imannya)”. Makna Surah Al Hujurat ayat 15
“Maka demi Tuhanmu (wahai Muhammad)! Mereka tidak disifatkan beriman sehingga mereka menjadikan engkau hakim dalam mana-mana perselisihan yang timbul di antara mereka, kemudian mereka pula tidak merasa di hati mereka sesuatu keberatan dari apa yang telah engkau hukumkan, dan mereka menerima keputusan itu dengan sepenuhnya.” Makna Surah An Nisa’ayat : 6
Barangsiapa yang memisahkan dirinya dari jamaah sekadar sejengkal, sesungguhnya ia telah menanggalkan Islam dari lehernya, sekalipun ia bersembahyang, berpuasa dan menyangka dirinya seorang Islam. (Riwayat Al-Tarmidzi, Al-Nasa’i dan Ibnu Hibban. Dan berkata Al-Hakim: sahih menurut syarat Al-Bukhari)
Kaum Sunni fanatik buta membela semua kesalahan yang dilakukan oleh para sahabat setelah Rasulullah wafat; karena Kaum Sunni menyamakan para sahabat dengan ALLAH (karena SYIRIK adalah aqidah Kaum Sunni): padahal tidak ada yang sama dengan ALLAH; karena ALLAH adalah Tuhan yang maha sempurna sehingga ALLAH tidak mungkin membuat kesalahan.
Jika sedar dan insaf atas kesilapan yang berlaku, harus perbetulkan balik aqidah, tidak kira Syiah ke Sunni. Sunni kata semua sahabat benar. Jamaah8 kata, ikutlah sabahat yang taat kepada sunnah Rasulullah dan sunnah khulafa irrasyidin almahdiyin. Syiah mengkafirkan Khalifah Rasulullah Saiyidina Abu Bakar, Saiyidina Umar. Jamaah8 kata, kewajipan taat kepada Khalifah Rasulullah Saiyidina Abu Bakar, Saiyidina Umar…. pegang gigit sunnah Khulafa irrasyidin al-mahdiyin, jangan terlepas.