Agama tidak perlu dihapuskan, hanya saja mungkin diperlukan semacam pembenahan lebih serius bagi agama-agama yang sudah melenceng dari “janjinya” sebagai suluh penerang dan kebaikan bagi semesta alam. Alih-alih menjadi penyebar kebaikan, malah menjadi penebar kebencian bagi sesama. Agama-agama yang sudah “rusak” dan melenceng dari jalurnya sebagai sumber mata air rahmat & kebaikan, saya pikir, perlulah bersama-sama diperbaiki. Agar tidak malah ikut merusak dunia.
He he he mau ngbog disini ya Bung Jer 8-Kalau di forum kan mestinya ya diopenin topik topik yg anda lounch , kalau blog mah itu rumah anda , mau diapai itu wewenang anda , tapi klo forum rasanya tidak ya ? ada beberapa forum lho yg blm anda respon ! just ngingetin !
Mengenai topik ini sih secara moral is ok, hanya ada yg saya soroti yg ini :Yg anda maksud itu "agamanya" atau manungsia yg memeluk atau mengaku memeluk agama nya ?Perlu cleary stated bung Jer agar "diskusi" tidak terlalu wide range !
Dan saya perlu juga ngingeti -- sesuai dengan pemahaman saya forum "Islam dan Agama Lain" ini , adalah tempat orang/ fihak diluar Islam , menyoroti ajaran/agama Islam.Tolong dikoreksi bila saya salah (hello momod/admin")Nah sehubungan dengan itu maka "Agama" disini yg oleh TS mungkin dinaggap termasuk "melenceng dari janjinya ( ??) sebagai suluh penerang dan kebaikan bagi semesta alam. Alih-alih menjadi penyebar kebaikan, malah menjadi penebar kebencian bagi sesama." , bisa di maknai sebagai agama Islam !Sebelum diskusi berlanjut mestinya ini perlu diklarifikasi dulu oleh TS !
Ajang diskusi tentang agama Islam, atau agama-agama lainnya, juga perkembangan dan info tentang agama non Islam.
Salah, agama sangat membantu dalam membuat ketertiban dimuka bumi karena konsistensi hukum yang terkandung didalamnya. Sedangkan tanpa agama, bisa sangat berbahaya. Yang harusnya dilakukan adalah menyampaikan kembali pesan pesan agama yang seharusnya, bukannya mendengarkan ajaran setan yang penuh dengan kekerasan dan diskriminasi.
Apa berpendapat seperti ini dianggap “mengganggu” di sini? Apa ada semacam batasan posting? Bahwa member gak boleh posting dalam jumlah “sekian” gitu?
Sori, kalau belum tau.
Kutip dari: liman setoKutipAgama tidak perlu dihapuskan, hanya saja mungkin diperlukan semacam pembenahan lebih serius bagi agama-agama yang sudah melenceng dari “janjinya” sebagai suluh penerang dan kebaikan bagi semesta alam. Alih-alih menjadi penyebar kebaikan, malah menjadi penebar kebencian bagi sesama. Agama-agama yang sudah “rusak” dan melenceng dari jalurnya sebagai sumber mata air rahmat & kebaikan, saya pikir, perlulah bersama-sama diperbaiki. Agar tidak malah ikut merusak dunia.pada Hari Ini jam 12:30:28Mengenai topik ini sih secara moral is ok, hanya ada yg saya soroti yg ini :Yg anda maksud itu "agamanya" atau manungsia yg memeluk atau mengaku memeluk agama nya ? Perlu cleary stated bung Jer agar "diskusi" tidak terlalu wide range ! Itu pandangan secara umum saja. Bahwa ada pemahaman agama-agama yang mengajarkan kebencian yang saya maksud. Saya pikir itu agak kurang baik saja.
KutipAgama tidak perlu dihapuskan, hanya saja mungkin diperlukan semacam pembenahan lebih serius bagi agama-agama yang sudah melenceng dari “janjinya” sebagai suluh penerang dan kebaikan bagi semesta alam. Alih-alih menjadi penyebar kebaikan, malah menjadi penebar kebencian bagi sesama. Agama-agama yang sudah “rusak” dan melenceng dari jalurnya sebagai sumber mata air rahmat & kebaikan, saya pikir, perlulah bersama-sama diperbaiki. Agar tidak malah ikut merusak dunia.pada Hari Ini jam 12:30:28Mengenai topik ini sih secara moral is ok, hanya ada yg saya soroti yg ini :Yg anda maksud itu "agamanya" atau manungsia yg memeluk atau mengaku memeluk agama nya ? Perlu cleary stated bung Jer agar "diskusi" tidak terlalu wide range !
Saya tidak mengacu kepada agama tertentu.
Saya hanya melihat tulisan ini di page “Home”:Kutip Ajang diskusi tentang agama Islam, atau agama-agama lainnya, juga perkembangan dan info tentang agama non Islam. Saya di sini mengacu kepada agama secara umum. Tidak merujuk kepada agama tertentu.
TIME HAS COME, RELIGION IS HOAX, RECALL THIS !!
Manusia adalah hewan paling atas dalam mata rantai evolusi. Kehidupan hanyalah sebuah bentuk yang ada secara kebetulan dalam semesta, serta tidak memiliki tujuan.. seperti pembuat jam yang buta dan tak memiliki tangan dan kaki.Nilai2 kemanusian adalah hoax, karena manusia adalah hewan. Peradaban dan kota2 hanyalah hutan tipe baru dimana hukum yang sama (hukum rimba) masih berlaku,, yang kuat dan yang paling bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan lah yang bisa bertahan dan berkuasa.. yang lemah akan tersiksa, lalu mati dan tersingkir melalui seleksi alam.Kebaikan adalah apa yang baik untuk diri sendiri, bukan untuk hewan lain maupun lingkungan, korupsi boleh saja asal gak ketangkap. Setiap orang bebas memiliki apa yang dimiliki orang (hewan) lain kalau dia bisa merebutnya, namun dengan cara yang benar dan tidak menyusahkan diri sendiri. Wani piro?
Sungguh miris melihat fenomena akhir-akhir ini dimana desakan-desakan untuk menghapuskan agama dari dunia ini mulai marak. Mengingat, agama-agama yang berkembang saat ini di dunia mulai kehilangan “ruhnya” sebagai penunjuk jalan, pembawa terang benderang bagi dunia, sebagai kompas kesadaran, dan kawan yang mengingatkan. Agama saat ini malah beralih fungsi menjadi mesin-mesin penghancur, penebar benih kebencian, dan bibit curiga satu-sama lain, sesama manusia yang pada hakikatnya bersaudara.Agama yang sejatinya sebagai kesadaran ruhaniah dan motor penggerak kebaikan bagi pribadi-pribadi manusia itu sendiri, ternyata malah menjadi apa yang dikritiknya: agama-agama menjadi keras kepala dan menjadi lalim. Bahkan bebal dan antikritik.Saya sebenarnya tidak terlalu sependapat dengan pandangan-pandangan seperti itu. Agama-agama tetap saja penting dan dibutuhkan. Kita sudah mafhum adanya, bahwa moralitas-moralitas dasar dan sederhana yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari kita, tetaplah biasanya mengacu pada nilai-nilai luhur keberagamaan. Seperti anjuran berbuat baik, tidak boleh mencuri, tidak boleh membunuh, tidak boleh menyakitin sesama manusia, saling menolong sesama saudara, menghormati orang tua, dan lain-lainnya. Ajaran-ajaran kebaikan yang kita nikmati selama ini, tetap saja berasal dari agama-agama yang sudah dipancangkan pondasinya ratusan tahun yang lampau, oleh orang-orang bijaksana.Kita berhutang banyak hal pada agama-agama yang tumbuh berkembang di dunia. Agama tidak perlu dihapuskan, hanya saja mungkin diperlukan semacam pembenahan lebih serius bagi agama-agama yang sudah melenceng dari “janjinya” sebagai suluh penerang dan kebaikan bagi semesta alam. Alih-alih menjadi penyebar kebaikan, malah menjadi penebar kebencian bagi sesama. Agama-agama yang sudah “rusak” dan melenceng dari jalurnya sebagai sumber mata air rahmat & kebaikan, saya pikir, perlulah bersama-sama diperbaiki. Agar tidak malah ikut merusak dunia.Saya tetap tidak setuju agama-agama dihapuskan.Orang-orang yang bersikeras untuk menghapuskan agama sesungguhnya tidak menyadari apa-apa yang mereka nikmati saat ini. Ibarat manusia yang lupa, bahwa dia tetap saja membutuhkan udara untuk bernafas. Sehingga mereka khilaf. Hendak menghilangkan udara dari muka bumi. Bagaimana kamu bisa bernafas tanpa udara?Seperti nilai-nilai keteraturan, moralitas, dan norma-norma luhur yang mereka tuai dalam kehidupan sehari-hari mereka sebenarnya berasal dari benih-benih yang dulu ditanam para nabi, rasul dan orang-orang bijaksana di masa lampau. Kita berhutang banyak hal kepada mereka. Orang-orang bijaksana yang sudah mendahului kita itu.
Yang dimaksud ente itu agama yang mana ? Kalo agama kristen memang sudah tidak diperlukan lagi karena telah banyak melenceng dari ajaran sesunguhnya. Agama kristen telah menjadi tunggangan para petualang sehingga melahirkan penjajahan diseantero jagat ini. Penjajahan yang telah melahirkan penindasan, kekejaman, pembunuhan, pembersihan etnis dan eksploitasi alam. Ratusan tahun bangsa-bangsa di dunia telah menjadi korban penjajahan dan kekejaman bangsa eropa kristen. Sunguh sangat menyedihkan.
hati-hati..yang menuduh melenceng itu adalah setanatas dasar tuduhan kosong tersebut, si setan lalu bikin agama dan mengklaim agamanya sebagai pelurus