Maaf, mungkin saya terlampau meringkas jawaban, hingga ngak jelas batas2 yang saya sampaikan

Berbicara penyimpangan atau fitnah terhadap tasawuf tak bisa dilepaskan dari politik masa lalu yang melatarbelakanginya

Setelah umat islam terlibat dalam kekacauan akibat konflik berkepanjangan antara pengikut muawiyah dan pengikut Ali bin abi tholib (Semoga Allah memuliakan wajahnya) sampai beberapa generasi

Timbulah gerakan dari kaum zahid (dipelopori Hasan AlBasri, Rabithah alawiyah, Tsufyan At Sauri dst yang memanfaatkan masa damai, mengenalkan akan ajaran zuhud dan mahabbah

Murid2 mereka yang menyebar dan dikenal dengan shufi di kota basrah, dikarenakan membiasakan pakaian sederhana dari bulu domba(mudah didapat dan menahan panas/dingin), karena seorang shufi setelah melewati pelatihan/uzlah, adalah mengembara, menyampaikan kebenaran da'wah walau satu ayat, disamping adanya keinginan dziarah ke makam2 para sholihin dahulunya

Generasi shufiyah ini membentuk tariqoh/ susunan guru, untuk memelihara kemurnian ajarannya dikenal dengan sanad, karena banyaknya hadist palsu disebar penguasa diwaktu itu disamping peran musuh islam di dalam selimut, yaitu kaum yahudi

Jika zahid dikenal untuk menyelamatkan diri sendiri, maka shufi dikenal dengan penyelamatan bersama, sehingga terbentuklah persaudaran shufi, yang membentang dari suatu negri ke negri lainnya(ingat shufiyah adalah pengembara)

Pengembaraan2 mereka menghasilkan beragam ilmu2 yang tersebar diujung2 negri, dan generasi ke generasi menghasilkan karya2 kitab puluhan bahkan ratusan yang menguasai banyak ilmu, hingga membawa kemajuan dimasa kekhalifahan di bagdhad dan andalusia, seperti ibnu sina untuk kedokteran , jabir ibn hayyan untuk kimia, al ghazali untuk filsafat dst

Karena sifat shufiyah tak pernah hilang adalah mempelajari alam tak lain melihat tanda2 kebesarannya menambah keimanan di dada ini, karena itulah disamping berbicara ilmu alam, pastilah berbicara pelajaran kesadaran tentang Allah SWT, yang akhirnya dikenalkan sebagai disiplin ilmu tersendiri, yaitu tasawuf
Dimulainya perang saling, bangsa eropa melihat kemajuan peradaban islam, mulai mendapatkan pengetahuan2 baru yang sering dibawa ke negri mereka

Perang yang amat panjang dan tak putus satu generasi, melahirkan pemikiran mereka (musuh islam) mempelajari kekuatan dan kelemahan islam, inilah yang dikenal dengan misionaris (penyampai misi) dan orientalis(pengubah orientasi/pemikiran)

Mereka melihat disiplin yang kuat dari umat islam, sangatlah kuat disamping persaudaraan yang erat, dikarenakan ajaran tasawuf yang sangat disiplin dan ketat dalam pelaksanaannya;)
Upaya mereka menyusup dalam islam dapat dikatakan berhasil hingga keruntuhan khalifah dibaghdad diakhiri ditangan bangsa mongol, hingga banyak filsof muslim, fuqaha dikota-kota terbunuh
Shufiyah yang banyak selamat , menyebarkan islam ke seluruh negri, karena shufiyah tidaklah bertempat tinggal seperti tokoh2 perabadan lainnya dikota2 dan terbiasa mandiri menyampaikan da'wah dan dziarah

Dimasa itulah ibnu taimiyah melahirkan kitab2 mengkritik yang ngaku shufi tapi malas2an di dekat masjid (tidak seperti generasi shufi dahulu yang disiplin kuat) mengharapkan hanya sedekah.Tak lebih pengaruh menyebarnya paham2 orientalis dan keadaan negri yang telah porak poranda (runtuhnya kekhalifahan)

Mulainya penyadaran umat islam waktu itu saat dalam berputus asa, dan malas ibadah oleh shufiyah, dengan dibentuknya haloqah oleh shufiyah di ribat , tekke, kanaah, zawiyah untuk melatih jiwa pemuda islam

dan mengenalkan dziarah untuk membawa ingatan akan perjuangan pendahulu islam yang sholih di masa hidupnya

Melalui pemuda2 islam yang terlatih inilah bangkitnya kekhalihan utsmaniyah , dan timbulnya fitnah kedua yang tak kalah hebatnya dari yang pertama

Jika dahulunya banyak umat islam yang ahli tasawuf juga ahli ilmu umum atau ilmu tentang alam dan sosial, tapi dimasa kebangkitan kekhalifahan kedua, banyak umat islam banyak terpengaruh untuk kembali ke masa Rasulullah SAW dan para sahabat dan memandang filsafat (cinta pengetahuan) adalah sesat

Padahal yang dibatasi shufi diantaranya Alghazali adalah tiga hal dalam filsafat mengarah kemasalah ketuhanan, tapi tidak untuk masalah ciptaanNya. Yang akhirnya kesalahpahaman ini membawa umat islam mementingkan formalitas dalam ibadah melupakan pemikiran sebab dan akibat yang melahirkan pengetahuan dan peradaban

Sebaliknya di dunia barat mengalami kebangkitan peradaban setelah sebelumnya di dalam kegelapan, dengan banyaknya kitab2 shufiyah seperti Alghazali, Ibnu Sina dst ditelaah, dan disebarkan , hingga saat ini

Hingga saat ini kita mencatat banyak2 negri kesultanan islam jatuh, karena lemah dari segi kekuatan senjata dan persatuan, juga pengaruh orientalis menyebarkan penyimpangan /fitnah terhadap tasawuf,(merupakan hasil pengembaraan mereka juga)
Karena itulah , usaha shufiyah dahulu membentengi umat islam dari pengaruh paham materialis ( menolak ketuhanan) melahirkan pemikiran hakikat2 (disiplin dalam tasawuf) tidak banyak dikenal umat saat ini melainkan banyak karya2 orientalis diantaranya

Lemahnya umat islam saat ini , tidaklah seperti umat islam dahulu, yang berusaha mencari titik temu dalam setiap masalah dengan damai, seperti kebiasaan berdebat dimasa hidupnya Imam Al ghazali dst

tapi lebih kearah membanggakan golongannya dan menghukum bahkan menghabisi lawannya hingga musnah di muka bumi ini

Semoga lebih jelas, antara hubungan fitnah tasawuf dengan orientalis, misionaris dahulunya

Maaf, kalo ada kekurangan, disebabkan jawaban spontan dan belum sempat merujuk kembali kebuku2 pernah saya baca

Semoga bermanfaat, salam damai selalu
