Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Jum'at, 25 Mei 2012/4 Rajab 1433 H : Imsak 4:27:04 - Shubuh 4:33:29 - Terbit 5:55:44 - Dzuhur 11:49:51 - Ashar 15:11:54 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:46 WIB

Penulis Topik: Kenapa menutup mata dalam sholat hukumnya Makruh?  (Dibaca 633 kali)


Offline putrakhairi

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2009
  • Tulisan: 7
  • Lokasi: Medan
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • Keistimewaan Islam
« pada: 02 Februari 2012, 23:29:26 »
Assalamu'alikum :) :)
Kenapa menutup mata dalam sholat hukumnya Makruh?

Padahal manusia jika menutup mata,jadi konsentrasi kepada sesuatu.
jika ada yang mohon dijawab?? :topOK:

Offline ashfi

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2009
  • Tulisan: 307
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 06 Februari 2012, 07:02:08 »
wah kok ga ada yg jawab sih....mana neh para ahlinye ?

setahu ane...itu ada haditsnye untuk tidak menyerupai ibadahnya agama Yahudi...CMIIW.

ane naikin lagi dah, semga ada yg jawab.

Online Gio

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 5.894
  • Lokasi: Brunei Darussalam
  • Jenis kelamin: Pria
  • I am a traveler
    • Lihat Profil
    • I am a traveler
« Jawab #2 pada: 06 Februari 2012, 07:20:12 »
giliran debat di DDI aja rame banget.
Keep Ukhuwah

Offline putrakhairi

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2009
  • Tulisan: 7
  • Lokasi: Medan
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • Keistimewaan Islam
« Jawab #3 pada: 08 Februari 2012, 20:58:45 »
Tolong di jawab donk

penasaran banget nih,tolong para ustad dan ustadzah mohon berkenan untuk dijawab  :mewe:

Offline mushab bin umair

  • Moderator
  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2008
  • Tulisan: 2.367
  • Lokasi: Bandung
  • "Ya Allah, ampunilah dosa2ku...semuanya.."
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 09 Februari 2012, 17:04:05 »
Wa'alaikumussalaam warahmatullah wabarakaatuh.

Al-Hafizh ibnu Rajab rahimahullah mengatakan :
وأما تغميض البصر فِي الصلاة ، فاختلفوا فِيهِ :
فكرهه الأكثرون ، منهم : أبو حنيفة والثوري والليث وأحمد .
قَالَ مُجَاهِد : هُوَ من فعل اليهود .
“Adapun memejamkan mata dalam shalat, maka terdapat ikhtilaf dalam hal ini.
Kebanyakan ulama memakruhkannya, diantara mereka ialah : Abu Hanifah rahimahullah, Ats-Tsauri rahimahullah, Al-Laits rahimahullah dan imam Ahmad rahimahullah.
Mujahid rahimahullah mengatakan : “Memejamkan mata itu termasuk perbuatan orang2 Yahudi.”
(Fathul Bari 6/443)

Akan tetapi, jika memang pada suatu shalat adakalanya seseorang itu membutuhkan untuk memejamkan mata –misalnya disebabkan karena terganggu pandangannya dengan sesuatu, sehingga dia berusaha agar lebih memfokus-kan pikirannya pada shalat-, maka ini sebenarnya tidak mengapa.
Namun tetaplah ini bukanlah suatu pilihan, akan tetapi hanyalah satu jalan keluar pada saat dibutuhkan saja.
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan :
، وإن كان يحول بينه وبين الخشوع لما في قبلته من الزخرفة والتزويق أو غيره مما يُشوش عليه قلبه، فهنالك لا يُكره التغميضُ
“Dan, apabila saat membuka mata itu terasa mengganggu antara dirinya dan ke-khusyu’-an disebabkan di arah kiblatnya terdapat hiasan, lukisan, atau yang lainnya yang menjadikan hati orang yang shalat menjadi tidak tenang, maka dalam hal ini memejamkan mata tidaklah makruh (yaitu boleh).”
(Zadul Ma’ad 1/249)

Al-Hafizh ibnu Rajab rahimahullah mengatakan :
ورخص فِيهِ مَالِك .
وَقَالَ ابن سيرين : كَانَ يؤمر إذا كَانَ يكثر الالتفات فِي الصلاة أن يغمض عينيه .
“Imam Malik rahimahullah memberikan keringanan dalam hal ini (yaitu untuk memejamkan mata).
Dan Ibnu Sirin rahimahullah mengatakan : “Apabila seseorang itu banyak menoleh di dalam shalat, maka ia disuruh untuk memejamkan kedua matanya.”
(Fathul Bari 6/443)

Adapun apa yang dilakukan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau shalat dengan membuka kedua mata beliau sebagaimana diriwayatkan dalam hadits2, diantaranya :

1. Imam Al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan dari ibnu ‘Umar radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata :
رَأَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نُخَامَةً فِي قِبْلَةِ الْمَسْجِدِ وَهُوَ يُصَلِّي بَيْنَ يَدَيْ النَّاسِ
“Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam melihat dahak di arah kiblat masjid sedang beliau dalam keadaan shalat di hadapan manusia..”
(Shahih al-Bukhari 1/151 no.753)

2. Dan imam Al-Bukhari rahimahullah juga meriwayatkan dari ‘Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu bahwa Rasulllah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
قَالَ لَقَدْ رَأَيْتُ الْآنَ مُنْذُ صَلَّيْتُ لَكُمْ الصَّلَاةَ الْجَنَّةَ وَالنَّارَ مُمَثَّلَتَيْنِ فِي قِبْلَةِ هَذَا الْجِدَارِ
“Sungguh aku telah melihat sekarang – sejak aku meng-imami kalian- surga dan neraka digambarkan di kiblat tembok ini..”
(Shahih al-Bukhari 1/150 no.749)

Al-Hafizh ibnu Hajar rahimahullah mengatakan :
وَقَالَ ابْنُ بَطَّالٍ : فِيهِ حُجَّةٌ لِمَالِكٍ فِي أَنَّ نَظَرَ الْمُصَلِّي يَكُونُ إِلَى جِهَةِ الْقِبْلَةِ ، وَقَالَ الشَّافِعِيُّ وَالْكُوفِيُّونَ : يُسْتَحَبُّ لَهُ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى مَوْضِعِ سُجُودِهِ ؛ لِأَنَّهُ أَقْرَبُ لِلْخُشُوعِ 
“Ibnu Bathal rahimahullah mengatakan :
“Di dalam hadits terdapat hujjah bagi imam Malik rahimahullah bahwa pandangan orang yang sedang shalat dihadapkan ke arah kiblat.
Dan Imam Asy-Syafi’I rahimahullah dan ulama2 Kufah mengatakan bahwa disukai bagi orang yang shalat untuk melihat ke arah tempat sujudnya karena itu lebih dekat kepada ke-khusyu’an.”
(Fath Al-Bari 2/271)

Walaupun terdapat perbedaan pendapat diantara ulama mengenai arah penglihatannya, akan dalam hadits2 di atas menunjukkan satu hal yang sama yang disepakati, yaitu bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam shalat dengan membuka kedua mata beliau sebab jika beliau menutup mata beliau, tentu beliau tidak akan dapat melihat dahak yang ada di tembok dan tidak pula dapat melihat gambaran surga dan neraka yang diperlihatkan kepada beliau.

Nah, pilihan yang ada adalah sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya radhiyallaahu 'anhum yaitu shalat dengan membuka kedua mata, maka ambillah dan amalkanlah pilihan ini.

Adapun kemudian, jika memang ada sesuatu yang mengganggu pandangan dan membuat hati menjadi tidak tenang dalam shalat atau sebab2 lainnya, maka tidak mengapa jika mau memejamkan mata.

Wallaahu a’lam.

"Astaghfirullaahal 'azhiim.."

Offline idrus_syah

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 14.911
  • Lokasi: Jakarta Selatan
  • Jenis kelamin: Pria
  • No More Wasting Time
    • Lihat Profil
    • Wilujeng Sumping
« Jawab #5 pada: 09 Februari 2012, 17:41:08 »
@mushab

wah syukron, ane soalnya kadang suka mejamkan mata kalo gak bisa konsen :D
Grup myQuran di Facebook : http://facebook.com/groups/myqers/
Yayasan Peduli Remaja Mentari Cianjur : http://www.facebook.com/ypr.mentari

Offline ibnu sabiil

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 1.972
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 09 Februari 2012, 19:34:36 »
Iya, tapi jangan lantas terus-terusan memejamkan mata karena pengen konsentrasi semata, padahal yang sunnah adalah membuka mata ketika shalat :D
Mohon koreksi dan ingatkan saya, jika saya keliru ... syukron katsiir

Offline ashfi

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2009
  • Tulisan: 307
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 10 Februari 2012, 06:47:40 »
memejamkan mata...dilakukan insidentil, diwaktu ada sesuatu yg menghalangi kita untuk khusuk.
dan tentu tidak boleh dijadikan kebiasaan.

Offline d_b

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 7.511
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 10 Februari 2012, 16:36:53 »
klo nanti ada kambing yg lewat tempat sholat gimana ? gk bisa nyetop dong..kalo merem..
onwheel

Offline putrakhairi

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2009
  • Tulisan: 7
  • Lokasi: Medan
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • Keistimewaan Islam
« Jawab #9 pada: 13 Februari 2012, 14:33:01 »
Alhamdulillah

ane jadi ngerti,syukron atas penjelasanya