Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Jum'at, 25 Mei 2012/4 Rajab 1433 H : Imsak 4:27:04 - Shubuh 4:33:29 - Terbit 5:55:44 - Dzuhur 11:49:51 - Ashar 15:11:54 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:46 WIB

Penulis Topik: Rahasia Membangun Piramida Firaun terdapat dalam al-Qur'an  (Dibaca 990 kali)


Offline zilzaal99

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 121
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« pada: 02 Februari 2012, 08:17:14 »

Sejak lama para ilmuwan bingung bagaimana cara sebuah piramida dibangun. Hal ini karena teknologi mengangkat batu-batu besar yang bisa mencapai ribuan kilogram ke puncak-puncak bangunan belum ditemukan di zamannya. Apa rahasia di balik pembangunan piramida ini?
Dalam edisi tanggal 1 Desember 2006, Koran Amerika Times menerbitkan berita ilmiah yang mengkonfirmasi bahwa Firaun menggunakan tanah liat untuk membangun piramida! Menurut penelitian tersebut disebutkan bahwa batu yang digunakan untuk membuat piramida adalah tanah liat yang dipanaskan hingga membentuk batu keras yang sulit dibedakan dengan batu aslinya.

Para ilmuwan mengatakan bahwa Firaun mahir dalam ilmu kimia dalam mengelola tanah liat hingga menjadi batu. Dan teknik tersebut menjadi hal yang sangat rahasia jika dilihat dari kodifikasi nomor di batu yang mereka tinggalkan.
Profesor Gilles Hug, dan Michel Profesor Barsoum menegaskan bahwa Piramida yang paling besar di Giza, terbuat dari dua jenis batu: batu alam dan batu-batu yang dibuat secara manual alias olahan tanah liat.
Dan dalam penelitian yang dipublikasikan oleh majalah “Journal of American Ceramic Society” menegaskan bahwa Firaun menggunakan jenis tanah slurry untuk membangun monumen yang tinggi, termasuk piramida. Karena tidak mungkin bagi seseorang untuk mengangkat batu berat ribuan kilogram. Sementara untuk dasarnya, Firaun menggunakan batu alam.
Piramida, dan lumpur yang sudah diolah menurut ukuran yang diinginkan dibakar untuk diletakkan di tempat yang paling tinggi.
Lumpur tersebut merupakan campuran lumpur kapur di tungku perapian yang dipanaskan dengan uap air garam dan berhasil membuat uap air sehingga membentuk campuran tanah liat. Kemudian olahan itu dituangkan dalam tempat yang disediakan di dinding piramida.
Sebelumnya, seorang ilmuwan Belgia, Guy Demortier, telah bertahun-tahun mencari jawaban dari rahasia di balik pembuatan batu besar di puncak-puncak piramida. Ia pun berkata, “Setelah bertahun-tahun melakukan riset dan studi, sekarang saya baru yakin bahwa piramida yang terletak di Mesir dibuat dengan menggunakan tanah liat.”
Selama ini, ilmuwan hanya mempunyai jawaban yang fiktif soal cara membangun piramida Firaun. Bagaimana mengangkat batu-batu besar yang jumlahnya mencapai 2,8 juta batu. Waktu itu, mereka menyatakan secara fiktif bahwa orang Mesir kuno memiliki kemampuan mengangkat jutaan batu yang beratnya sekitar lima atau enam ribu kilogram!
 
Sebuah gambar yang digunakan dalam casting batu-batu kuno piramida matahari mengalir di Bosnia, dan kebenaran ilmiah mengatakan bahwa sangat jelas bahwa metode tertentu pada pengecoran batu berasal dari tanah liat telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu dalam peradaban yang berbeda baik Rumania atau Firaun!
Alquran Ternyata Lebih Dulu Punya Jawaban
Jika dipahami lebih dalam, ternyata Alquran telah mengungkapkan hal ini dari beberapa ayat-ayat yang Allah firmankan. Antara lain:
وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ مَا عَلِمْتُ لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرِي فَأَوْقِدْ لِي يَا هَامَانُ عَلَى الطِّينِ فَاجْعَلْ لِي صَرْحًا لَعَلِّي أَطَّلِعُ إِلَى إِلَهِ مُوسَى وَإِنِّي لَأَظُنُّهُ مِنَ الْكَاذِبِينَ
“Dan berkata Fir'aun: ‘Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui Tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah Hai Haman untukku tanah liat kemudian buatkanlah untukku bangunan yang Tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan Sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa Dia Termasuk orang-orang pendusta." (Al-Qashash:38)
Ayat ini menunjukkan rahasia dari teknologi konstruksi yang digunakan untuk bangunan tinggi sebuah monumen seperti disebutkan “buatkanlah untukku bangunan yang Tinggi”. Teknik ini didasarkan pada lumpur dan panas seperti dalam ayat: “Maka bakarlah Hai Haman untukku tanah liat!”
Subhanallah! Ada bukti yang menunjukkan bahwa patung-patung raksasa dan tiang-tiang yang ditemukan dalam peradaban Rumania dan yang lainnya juga dibangun dari tanah liat! Dapat dikatakan: bahwa keajaiban Al Qur'an menunjukkan cara untuk membangun bangunan-bangunan dari tanah liat dan ini yang tidak diketahui pada waktu turunnya Alquran hingga zaman modern saat ini.
Siapa yang memberitahukan kepada Nabi saw tentang berita ini?
Al-Quran adalah kitab pertama yang mengungkapkan rahasia bangunan piramida, bukan para Ilmuwan Amerika dan Perancis. Pertanyaannya adalah:
Kita tahu bahwa Nabi saw tidak pergi ke Mesir dan tidak pernah melihat piramida, bahkan mungkin tidak pernah mendengar tentangnya. Kisah Firaun, terjadi sebelum masa Nabi saw ribuan tahun yang lalu, dan tidak ada satupun di muka bumi ini pada waktu itu yang mengetahui tentang rahasia piramida. Sebelum ini, para ilmuwan tidak yakin bahwa Firaun menggunakan tanah liat dan panas untuk membangun monumen tinggi kecuali beberapa tahun belakangan ini.
Bagaimana Nabi saw sebelum 1400 tahun yang lalu memberitahukan bahwa Firaun menggunakan tanah liat dan panas untuk membangun monumen ...
Ayat ini sangat jelas dan kuat membuktikan bahwa nabi Muhammad saw tidaklah membawa apapun dari padanya tetapi Allah yang menciptakan Firaun dan menenggelamkannya, dan Dia pula yang menyelamatkan nabi Musa ... Dan Dia pula yang memberitahukan kepada Nabi-Nya akan hakikat ilmiah ini, dan ayat ini menjadi saksi kebenaran kenabiannya pada zaman modern ini!!

sumber : http://zilzaal.blogspot.com/2012/02/rahasia-membangun-piramida-firaun.html
baca juga : Negara Islam Indonesia (NII) ternyata memiliki enam rukun Islam
http://zilzaal.blogspot.com/2012/01/negara-islam-indonesia-nii-ternyata.html

Offline Muhammad Abdullah

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.578
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 04 Februari 2012, 07:56:07 »
Kepada Zilzaal yang pintar dan yang terhormat

Apa benar Piramid yang dibangun di padang pasir itu dibuat dari tanah liat?

Tidak ada tanah liat (tanah yang berwarna hitam) disana; karena disana padang pasir yang tandus. Padang pasir adalah batu batu kecil yang jumlahnya tidak bisa dihitung karena banyak sekali. Gurun pasir sama dengan pasir di pinggir laut.

Saya pribadi percaya sekali bahwa banyak ayat di dalam AlQuran yang didukung dengan perkembangan ilmu ilmu modern misalnya Fisika, Cosmology, Biology, Kimia dan lain lain; tetapi penemuan piramid dibuat dari tanah liat (tanah yang berwarna hampir seperti hitam); masih kurang kuat buktinya.

Apakah alasan pasir yang dibakar lebih kuat buktinya dari pada tanah liat (tanah yang hampir hitam) dibakar; karena disana adalah gurun pasir?
« Edit Terakhir: 04 Februari 2012, 08:05:17 oleh Muhammad Abdullah »
ALQURAN 2:21
Hai manusia; sembahlah Allah; Tuhan yang telah menciptakan kamu dan orang orang sebelum kamu; supaya kamu beruntung.

Offline Sayyid

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2006
  • Tulisan: 299
  • Lokasi: Tauhid Valley
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 04 Februari 2012, 08:18:14 »
^ urat nadi peradaban mesir ada pada sungai nil.. 
اللهم صل على محمد

Offline abdul hamid P

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 491
  • Lokasi: Cikarang - Cibarusah
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 04 Februari 2012, 12:57:29 »
Mungkin juga tanah liat itu didapat dari sungai nil

afwan
maka nikmat Tuhan mu yang manakah yang kamu dustakan

Offline zilzaal99

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 121
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 07 Februari 2012, 08:08:17 »
SUNGAI NIL DEKAT DENGAN PIRAMID

Offline ashfi

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2009
  • Tulisan: 307
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 09 Februari 2012, 06:46:59 »
coba pikir-pikir...ya sama-sama susahnya, kalau mengangkat balok batu beberapa ton ke atas juga susah...begitu juga membakar tanah liat yg sudah dibentuk balok.

bgm cara membakarnya dengan posisi di atas ?
padahal proses perubahan dari tanah liat ke batu pasti membutuhkan panas yg luar biasa.

ane kira sama juga kasus bgm terbentuknya pola batu raksasa stonehang di Inggris.

« Edit Terakhir: 09 Februari 2012, 06:52:50 oleh ashfi »

Offline Modal Dengkul

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2012
  • Tulisan: 198
  • Lokasi: Banjarmasin, Yogyakarta, Banda Aceh, Surabaya
  • Jenis kelamin: Pria
  • فَبِأَيِّ آلاَءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَان
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 09 Februari 2012, 15:50:09 »
Al-Qur'an memang bisa menjawab segalanya, mungkin itulah yg menyebabkan Umat Islam jadi malas melakukan penelitian2 semacam itu..
bagaimana piramida dibuat? lihat aja di Al-Qur'an.
bagaimana alam semesta ini terbentuk? lihat aja di Al-Qur'an.
begitu di manjakannya umat ini dengan Al-Qur'an, sehingga yang banyak menemukan bukti ilmiah kebenaran Al-Qur'an melalui hasil penelitian dan pemikiran akhir2 ini adalah orang kafir, bukan orang Islam...
males neliti & mikir, toh semua ada di Al-Qur'an.  :ngantuk:
فَبِأَيِّ آلاَءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Offline Pangeran Bima

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 5.481
  • Aku mencari dan mencari MU.
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 09 Februari 2012, 16:46:14 »
Al-Qur'an memang bisa menjawab segalanya, mungkin itulah yg menyebabkan Umat Islam jadi malas melakukan penelitian2 semacam itu..
bagaimana piramida dibuat? lihat aja di Al-Qur'an.
bagaimana alam semesta ini terbentuk? lihat aja di Al-Qur'an.
begitu di manjakannya umat ini dengan Al-Qur'an, sehingga yang banyak menemukan bukti ilmiah kebenaran Al-Qur'an melalui hasil penelitian dan pemikiran akhir2 ini adalah orang kafir, bukan orang Islam...
males neliti & mikir, toh semua ada di Al-Qur'an.  :ngantuk:

Tahu gak kalian bahwa banyak peneliti barat justru membuka Al Quran untuk ide penelitiannya?. Suatu saat Insha Allah mereka mengakui secara terbuka.
Cahaya adalah energi. Barangsiapa yang mendapat sedikit saja Cahaya-Nya niscaya tidak akan pernah ada keraguan diri tentang keberadaan-Nya, dan ia memiliki energi yang cukup untuk mengenal-Nya.

Offline Modal Dengkul

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2012
  • Tulisan: 198
  • Lokasi: Banjarmasin, Yogyakarta, Banda Aceh, Surabaya
  • Jenis kelamin: Pria
  • فَبِأَيِّ آلاَءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَان
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 09 Februari 2012, 16:55:18 »
Tahu gak kalian bahwa banyak peneliti barat justru membuka Al Quran untuk ide penelitiannya?. Suatu saat Insha Allah mereka mengakui secara terbuka.

yup, berpedoman Al-Qur'an, mereka melakukan penelitian... Al-Qur'an membawa manfaat bagi orang kafir, walaupun hanya dalam hal keduniawian.
bagi umat Muslim??? pastinya kita lebih berhak donk memanfaatkan Al-Qur'an untuk hal yang demikian? akhlakul karimah tidak hanya terbatas pada murah senyum, ramah pada tetangga, gemar membantu, dll kan?? tapi melakukan penelitian dan pemikiran ilmiah saya yakin merupakan bentuk akhlak yang baik juga, apalagi jika makin menguatkan keyakinan bahwa Al-Qur'an tidaklah mungkin dibuat oleh manusia bahkan manusia secerdas Rasulullah Muhammad saw yang hidup belasan abad lalu.. bahkan jutaan orang secerdas beliau pun jika bekerja sama takkan mungkin bisa membuat karya setingkat Al-Qur'an.
فَبِأَيِّ آلاَءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Offline jeruk nipis

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2012
  • Tulisan: 178
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 09 Februari 2012, 18:01:14 »
Apa hubungannya dengan piramida?


Tanah liat yang dibakar = batu bata

Kutip
Batu bata merupakan salah satu bahan material sebagai bahan pembuat dinding. Batu bata terbuat dari tanah liat yang dibakar sampai berwarna kemerah merahan. Seiring perkembangan teknologi, penggunaan batu bata semakin menurun. Munculnya material-material baru seperti gipsum, bambu yang telah diolah, cenderung lebih dipilih karena memiliki harga lebih murah dan secara arsitektur lebih indah.

Piramida itu kuburan para firaun.

Secara logis saja:
Piramida bukan sebuah benda untuk dinaikin layaknya tangga atau tempat layaknya menara pengawas. Jadi, berdasarkan konteks ayat tersebut: "buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa"... tidak sesuai dengan fungsi piramida yakni sebagai kuburan. Piramid memang tinggi dan gede tapi bukan untuk dinaik-naikin layaknya menara pengawas.

Kutip
Piramid atau piramida adalah konstruksi bangunan yang sudah digunakan sejak lama oleh bangsa Mesir kuno maupun bangsa Maya, digunakan sebagai makam raja-raja masa dahulu serta sarana ibadah (pemujaan).

Dalam sejarah konstruksi bangunan piramida digunakan sudah sejak lama. Bangsa bangsa Mesir kuno maupun bangsa Maya dikenal menggunakan bangunan piramida sebagai makam raja-raja masa dahulu serta sarana ibadah (pemujaan) selain ada dugaan sebagai tempat penimbunan (gudang) pangan sejak zaman ketika persiapan menghadapi musim paceklik ataupun tempat penyimpanan harta.


Sejarah batu bata:
Kutip
Kira-kira dimulai pada 8000 B.C. di Mesopotamia, manusia menemukan pertama kali bahwa tanah liat dapat dibentuk dan di jemur untuk menghasilkan bahan bangunan. Menara Babel dibangun dengan menggunakan bata yang dijemur. Juga digunakan di banyak bagian dari Timur Tengah, Afrika Utara dan Amerika Tengah dan Utara. Pada peradaban abylonia (4000 B.C.) yang dibangun di lembah antara sungai Tigris dan sungai Efrat.

Lumpur tebal dan tanah liat dari sungai-sungai ini sangat cocok untuk pembuatan bata, yang kemudian menjadi bahan bangunan yang urnum pada peradaban tersebut. Kerajaan dan kuil di bangun dari bata jemur, dan permukaannya menggunakan bata berlapis/kilap. Penggalian akhir- akhir ini di Mesir, menunjukkan bahwa pada masa Mesir kuno telah digunakan bata yang ijemur dan yang dibakar menggunakan tungku untuk pembangunan rumah dan tempat suci. Orang Roma juga raenyebarluaskan penggunaan bata, antara lain pembuatan bata masuk ke Inggris setelah serangan Roma pada 54 SM, seperti untuk pembangunan Kastil Colchester yang dibangun dari 1080 bata bekas. Sekarang kastil ini dipakai sebagai museum sejarah. Baa Roma memiliki ketebalan yang sangat tipis dibanding dengan panjangny. Dimana bata-bata tersebut diletakkan di atas lapisan mortar yang tebal. Setelah jatuhan/runtuhnya Roma pada 410 M, maka seni membuat bata tersebut hilang di seluruh ropa hingga awal dari abad ke 14. Industri bata kembali marak setelah Flemish masuk ke Inggris pada abad tersebut dan kemudian, keahlian ini masuk ke Australia bersama embuangan Pertama (The First Fleet). Bangunan-bangunan bata yang pertama di benua merika Utara di bangun pada tahun 1633 di Pulau Manhattan dengan menggunakan bata-ta yang diimpor dari Belanda dan Inggris. Bagaimanapun juga pemanfaataimya baru aksimal hingga ditemukan pembakaran bata dengan tungku yang menghasilkan bata yang betul-betul awet. Tungku bata yang pertama dioperasikan di Amerika Serikat adalah sekitar tahun 1650.Bata-bata yang dihasilkan pada masa lampau mungkin agak sulit untuk dikenali arena spesifikasi yang sangat berbeda. Misalnya bata dari Assyria, ditengah Mesopotamia eratnya lebih dari 18 kilogram, atau bata dengan bentuk segitiga digunakan untuk membangun oloseum Roma, lagi pula bata umum yang beredar di pasaran sangat tipis menyerupai tegel lantai saat ini

sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Piramida
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8294388



Oh... ya, itu bukannya perkataan firaun ya? Wah, dunia patut berhutang budi yang luar biasa, kepada firaun.  :)
Saya manusia biasa. Saya bukan tuhan.

Offline Modal Dengkul

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2012
  • Tulisan: 198
  • Lokasi: Banjarmasin, Yogyakarta, Banda Aceh, Surabaya
  • Jenis kelamin: Pria
  • فَبِأَيِّ آلاَءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَان
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 09 Februari 2012, 18:51:51 »
saya tertarik juga dengan komentar jeruk nipis di atas. mungkin agak sedikit sulit dijawab oleh orang Islam, karena memang bukan orang Islamlah yang melakukan penelitian tersebut.

so, untuk itu, jangan cuma mengandalkan penelitian dari kaum noni untuk membuktikan kebenaran Al-Qur'an. sebaiknya kita sendiri yang membuktikannya. ajakan ini terutama untuk diri saya pribadi tentunya.....
فَبِأَيِّ آلاَءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Offline ilmamsyah

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2012
  • Tulisan: 24
  • Lokasi: Medan
  • Jenis kelamin: Pria
  • Insha Allah
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 01 Maret 2012, 14:20:08 »
saya sudah pernah membaca artikel ini,tapi lebih lengkap.
memang benar piramid tu dibuat dari tanah liat,semua ada di Al-Quran.
simaklah tafsirnya ketika membaca.... :)
Saya lupa di surah apa.... :(

Offline biru_langit

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 2.704
  • Lokasi: Jogjakarta-Kebumen
  • Jenis kelamin: Wanita
  • selalu ceria ^ ^
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 02 April 2012, 08:36:32 »
sy rasa, hubungan antara hasil penelitian dan apa yang ada di Al Qur'an mengingatkan kita untuk tidak memegang erat Al Qur'an,

@modal dengkul,
coba deh cari, banyak kok peneliti2 Islam yang berhasil menmukan penemuan2 menakjubkan, memang g terpublikasikan banget... tapi klo dari kt2nya kok kesannya ga ada sama saekali orang Islam yang mau berusaha, hmmm anggeplah sy termasuk di dalam yang modal dengkul sebutkan, tapi kan g semuanya. . .

pokoknya, Maha suci Allah dengan segala firman-Nya
tetep semangat, istiqamah selalu, jaga kondisi, dan selalu ceria ^ ^

Online Farabi

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 3.542
  • Lokasi: Gunung sinai
  • Jenis kelamin: Pria
  • Self-Proclaim Judge
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 21 April 2012, 16:11:34 »
Agama tidak akan membawa kemajuan untuk sains, karna agama tidak boleh dikritik saat salah, sedangkan dalam sains sebuah fakta perlu untuk diperbaharui berdasarkan uji. Lagipula, untuk dikatakan sesuatu sebagai fakta, agama tidak memerlukan bukti ilmiah dilapangan, tapi cukup kekerasan dan kengototan. Biarpun sebetulnya tidak layak disebut fakta, fakta agama seringkali dianggap sebagai fakta de fakto.
"Jikalau TUHAN berkenan kepada jalan seseorang, maka musuh orang itupun didamaikan-Nya dengan dia"
http://farabinewsnow.blogspot.com/

Offline Hedi

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 110
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 22 Mei 2012, 08:36:57 »
Saat ini lagi digali piramida besar yang tak kalah hebatnya dengan piramida Mesir di Cianjur, Jawa Barat.