Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Jum'at, 25 Mei 2012/4 Rajab 1433 H : Imsak 4:27:04 - Shubuh 4:33:29 - Terbit 5:55:44 - Dzuhur 11:49:51 - Ashar 15:11:54 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:46 WIB

Penulis Topik: [HOAX ? ? ? ? ] Ayah Menggendong Mayat Anaknya Dari RSCM Ke Bogor  (Dibaca 4218 kali)


Offline anggon

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2008
  • Tulisan: 2.334
  • Lokasi: Depan Layar
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« pada: 02 Februari 2012, 00:22:19 »
Artikel ini banyak sekali tersebar di blog2, dan di share di jejaring sosial...
Saya tidak langsung menuduh palsu sebenarnya, tapi mari lihat kejanggalanya.
saya akan memotong2 artikelnya, berikut komentar dari saya  O0

Kutip
Ayah Menggendong Mayat Anaknya Dari RSCM Ke Bogor Karena Tak Mampu Bayar Ambulan !!

Penumpang kereta rel listrik (krl) jurusan Jakarta – Bogor pun geger minggu (5/6). Sebab, mereka tahu bahwa seorang pemulung bernama Supriono (38 thn) tengah menggendong mayat anak, khaerunisa (3 thn). Supriono akan memakamkan si kecil di kampung Kramat, Bogor dengan menggunakan jasa krl. Tapi di stasiun tebet, supriono dipaksa turun dari kereta, lantas dibawa ke kantor polisi karena dicurigai si anak adalah korban kejahatan. Tapi di kantor polisi, Supriono mengatakan si anak tewas karena penyakit muntaber. Polisi belum langsung percaya dan memaksa supriono membawa jenazah itu ke RSCM untuk diautopsi. Di RSCM, Supriono menjelaskan bahwa khaerunisa sudah empat hari terserang muntaber. Dia sudah membawa khaerunisa untuk berobat ke puskesmas kecamatan setiabudi. Saya hanya sekali bawa khaerunisa ke puskesmas, saya tidak punya uang untuk membawanya lagi ke puskesmas, meski biaya hanya rp 4.000,- saya hanya pemulung kardus, gelas dan botol plastik yang penghasilannya hanya rp 10.000,- per hari. Ujar bapak 2 anak yang mengaku tinggal di kolong perlintasan rel ka di cikini itu.

media yg kredibel selalu memiliki penulis yg membubuhkah tanda "" untuk kalimat seseorang, ini standar internasional. Tapi sepertinya si penulis pertama (sebelum di kopi ke puluhan blog lain) tidak mengerti aturan ini.

Kutip
Supriono hanya bisa berharap Khaerunisa sembuh dengan sendirinya. Selama sakit khaerunisa terkadang masih mengikuti ayah dan kakaknya, muriski saleh (6 thn), ....

Siapa saja kah kakak Khaerunisa ?

jawabnya adalah muriski saleh, tapi nampaknya si pengarang memiliki logika salah kaprah dalam membuat sesuatu yg tampak benar. dia pun salah meng-upload gambar  :hihi:



kenapa muriski saleh menjadi 2 bocah dalam gambar tsb?

benarkah itu di suasana jalanan di depan stasiun tebet, Jakarta selatan ?
  :hmmm:


Kutip
...untuk memulung kardus di manggarai hingga salemba, meski hanya terbaring digerobak ayahnya. Karena tidak kuasa melawan penyakitnya, akhirnya khaerunisa menghembuskan nafas terakhirnya pada minggu (5/6) pukul 07.00. Khaerunisa meninggal di depan sang ayah, dengan terbaring di dalam gerobak yang kotor itu, di sela-sela kardus yang bau. Tak ada siapa-siapa, kecuali sang bapak dan kakaknya. Supriono dan muriski termangu.

Muriski dalam ketermanguanya ( ikut2an sang ayah) paham betul bahwa adiknya telah pergi

Kutip
Uang di saku tinggal rp 6.000,- tak mungkin cukup beli kain kafan untuk membungkus mayat si kecil dengan layak, apalagi sampai harus menyewa ambulans. Khaerunisa masih terbaring di gerobak. Supriono mengajak musriki berjalan menyorong gerobak berisikan mayat itu dari manggarai hingga ke stasiun tebet, supriono berniat menguburkan anaknya di kampong pemulung di kramat, bogor. Ia berharap di sana mendapatkan bantuan dari sesama pemulung. Pukul 10.00 yang mulai terik, gerobak mayat itu tiba di stasiun tebet. Yang tersisa hanyalah sarung kucel yang kemudian dipakai membungkus jenazah si kecil. Kepala mayat anak yang dicinta itu dibiarkan terbuka, biar orang tak tahu kalau khaerunisa sudah menghadap sang khalik.

Jadi tujuan utamanya biar orang tidak tahu kalau khaerunisa sudah almarhum. gitu lohhhh  :-\


Kutip
Dengan menggandeng si sulung yang berusia 6 thn, Supriono menggendong Khaerunisa menuju stasiun. Ketika krl jurusan bogor datang, tiba-tiba seorang pedagang menghampiri supriono dan menanyakan anaknya. Lalu dijelaskan oleh Supriono bahwa anaknya telah meninggal dan akan dibawa ke Bogor...

Jadi supriono berubah pikiran akan rencana awalnya, dia tidak jadi diam2 tapi ngasih tahu orang lain yg di harusnya paham betul resikonya akan diketahui orang banyak

bisa jadi skenario sutradara, pemirsa

Kutip
....spontan penumpang krl yang mendengar penjelasan supriono langsung berkerumun dan supriono langsung dibawa ke kantor polisi Tebet. Polisi menyuruh agar supriono membawa anaknya ke RSCM dengan menumpang ambulans hitam. Supriono ngotot meminta agar mayat anaknya bisa segera dimakamkan. Tapi dia hanya bisa tersandar di tembok ketika menantikan surat permintaan pulang dari RSCM. Sambil memandangi mayat khaerunisa yang terbujur kaku. Hingga saat itu Muriski sang kakak yang belum mengerti kalau adiknya telah meninggal masih terus bermain sambil sesekali memegang tubuh adiknya.

Pagi hari, si muriski tahu saudarinya sudah almarhum, sore hari dia sudah lupa kisah paginya


benar2 kakak yg aneh!
atau memang kecerobohan si penulis dlm berlogika ?

Kutip
Pukul 16.00, akhirnya petugas RSCM mengeluarkan surat tersebut, lagi-lagi karena tidak punya uang untuk menyewa ambulans, Supriono harus berjalan kaki menggendong mayat Khaerunisa dengan kain sarung sambil menggandeng tangan Muriski.

berikut gambar yg dipaki para blogger



benarkah itu seragam petugas RSCM  ? :hmmm:

setahu saya (s-e-t-a-h-u-  s-a-y-a) berwarna oranye  :koran:

benarkah itu suasana pukul 16.00 sore waktu jakarta  ? :hmmm:



Kutip
Beberapa warga yang iba memberikan uang sekadarnya untuk ongkos perjalanan ke Bogor. ...

ternyata banyak warga bebas keluar masuk di RSCM. saya tidak membantah kok, .. :malu:


Kutip
Para pedagang di RSCM juga memberikan air minum kemasan untuk bekal Supriono dan Muriski di perjalanan. ...

selain warga, banyak pedagang berjualan didalamnya, ya kayak pasar / terminal gitu


Kutip
Psikolog Sartono Mukadis menangis mendengar cerita ini dan mengaku benar-benar terpukul dengan peristiwa yang sangat tragis tersebut karena masyarakat dan aparat pemerintah saat ini sudah tidak lagi perduli terhadap sesama.


harusnya ditulis Sartono Mukadis S.Psi (gelar psikolog)

kenapa dia menangis dan terpukul ? benarkah itu terjadi ?
apakah itu menimpa keluarganya ?


Kutip
Peristiwa itu adalah dosa masyarakat yang seharusnya kita bertanggung jawab untuk mengurus jenazah khaerunisa. Jangan bilang keluarga supriono tidak memiliki KTP atau KK atau bahkan tempat tinggal dan alamat tetap. Ini merupakan tamparan untuk bangsa Indonesia, ujarnya.

adakah konsep ajaran "dosa masyarakat" dalam ilmu psikologi ?

kenapa dia terlalu meracau dg menghakimi masyarakat berdosa ?

apakah bantuan masyarakat berkaitan dgn KTP dan KK ?
  :toe:

Any idea ?
Sesungguhnya KAFIRlah orang-orang yang mengatakan, 'bahwasanya Allah salah seorang dari tiga'. Padahal sekali-kali tiada tuhan selain tuhan yang Esa

Offline ashfi

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2009
  • Tulisan: 307
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 02 Februari 2012, 06:52:20 »
ane tahu berita itu udah lama sekali......juga tahunya dari blog.
apakah media Nasional pernah juga memberitakannya ?

Offline Tamandesa

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 941
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Ayoo Tersenyum ^_^
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 03 Februari 2012, 14:14:48 »
Pernah baca berita ini kayaknya sudah lama sangat.
Tapi tak terfikir juga ini berita asli atau hanya sebatas cerita fiksi.
Jika dilihat dari penjelasan Om Anggon...  :hmmm: :hmmm: binggung dewe aku... :mandir:
Hidup adalah ketika kita berbagi ^_^

Offline muhamadTOTTI

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 5.069
  • Lokasi: Palembang
  • Jenis kelamin: Pria
  • hajar!! black must die..
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 03 Februari 2012, 14:44:57 »
kwkwkkwkwkwkkwk,
coba fotonya kasih roy suryo dulu mbah. :D

Offline zero_to_hero

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 1.045
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hidup adalah Petualangan
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 10 Februari 2012, 09:58:24 »
hmmm sudah lama sekali ya...,, baru terkuak,,

wah jadi bingung deh..., tapi katanya di makamkan di jakarta tuh,,, liat aja deh makamnya...<<<
“SETIAP JUARA SELALU BERFIKIR DAN BERFIKIR DENGAN SEKUAT TENAGA BAGAIMANA CARANYA UNTUK BERHASIL”
“BAGAIMANA MUNGKIN SEORANG JUARA SANTAI-SANTAI

Offline murasame

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2006
  • Tulisan: 21
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • Blog pribadi ......... ya sudah! ^_^a
« Jawab #5 pada: 13 Februari 2012, 13:22:30 »
http://nostalgia.tabloidnova.com/articles.asp?id=8900

Referensi dari tabloid nasional. So it wan't HOAX :)

-SOL-
*to be or not to be*
---
KiD

Online WT615

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2006
  • Tulisan: 1.997
  • Lokasi: Bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
  • Melihat kedalam
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 14 Februari 2012, 08:27:27 »
mungkin cerita diatas sedikit modifikasi dari cerita ini...

http://nostalgia.tabloidnova.com/articles.asp?id=8900

Referensi dari tabloid nasional. So it wan't HOAX :)

-SOL-
Begadang... jangan begadang... kalau tiada artinya...