Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Jum'at, 25 Mei 2012/4 Rajab 1433 H : Imsak 4:27:04 - Shubuh 4:33:29 - Terbit 5:55:44 - Dzuhur 11:49:51 - Ashar 15:11:54 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:46 WIB

Penulis Topik: Riwayat Kerajaan Saudi Arabia  (Dibaca 1210 kali)


Offline ZonJonggol

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2009
  • Tulisan: 182
    • Lihat Profil
« pada: 01 Februari 2012, 14:29:44 »
Riwayat  Kerajaan Saudi  Arabia

 

Dahulu kita “terikat” pada kesatuan dalam aqidah (aqidah state) atau jama’atul muslimin (jama’ah kaum muslim) dan berakhir pada masa kekhalifahan Turki Ustmani.

Sebuah episode sejarah keemasan Turki saat dipimpin oleh Khalifah Sultan Abdul Hamid II di awal abad ke-20.

Saat itu Theodore Hertzl, pemimpin Gerakan Zionis Internasional, mendatangi Abdul Hamid untuk meminta agar Turki Utsmani mau membagi sebagian tanah Palestina untuk dijadikan negara Israel. Permintaan Hertzl ini disertai dengan bujuk rayu dan janji, jika keinginannya dituruti maka Turki dan juga Sultan Abdul Hamid II akan diberi hadiah sangat besar oleh gerakan Zionis Internasional.

Namun dengan sikap tegas Abdul Hamid mengusir Hertzl seraya berkata, “Turki tidak akan pernah sekali pun menyerahkan Tanah Palestina kepada kamu hai orang-orang Yahudi. Tanah Palestina bukanlah milik Turki, melainkan milik seluruh umat Islam dunia. Jangan bermimpi bisa menginjak Tanah Palestina selama saya masih hidup!”

Sebab itu, Hertzl dan para tokoh Zionis lainnya merancang suatu konspirasi untuk menghancurkan kekhalifahan Islam Turki Utsmani sehingga kekhalifahan ini benar-benar ambruk pada tahun 1924 dan Turki pun diubah menjadi negeri Sekuler.

Keberakhiran kekhalifahan pada dasarnya karena terpengaruh paham individualisme dalam skala negara (nasionalisme) yang dilancarkan oleh kaum Zionis Yahudi. Paham nasionalisme untuk memecah belah umat Islam atau upaya meruntuhkan Ukhuwah Islamiyah. Kita telah terpecah belah ke dalam beberapa wilayah atau negara atau kesatuan dalam negara (nation state) yang dikenal dengan propaganda nasionalisme. Salah satu hasutan kaum Zionis Yahudi adalah menumbuhkan nasionalisme Arab.

Secara perlahan namun pasti, lembaga-lembaga kajian Islam yang didirikan para orientalis Barat (kaum Zionis Yahudi) ini meracuni pemikiran umat Islam Turki. Para orientalis menjelek-jelekkan sistem Islam dan membangga-banggakan sistem nasionalisme. Dari sinilah lahir gerakan nasionalisme Arab.

Jenderal Allenby mengirim seorang perwira Yahudi Inggris bernama Edward Terrence Lawrence ke Hijaz untuk menemui para pemimpin di sana. TE. Lawrence ini diterima dengan sangat baik dan seluruh hasutannya di makan mentah-mentah oleh tokoh-tokoh Hijaz. Maka orang-orang dari Hijaz ini kemudian membangkitkan nasionalisme Arab dan mengajak tokoh-tokoh pesisir Barat Saudi untuk berontak terhadap kekuasaan kekhalifahan Turki Utsmaniyah.

Pada awal Perang Dunia I tahun 1914,  Zionis Yahudi  Inggris pada saat itu berupaya menjamin kekuasaannya di negara-negara Syam dan Irak dengan cara memfungsikan tiga pendekatan yang kontradiktif, pertama; negosiasi dengan Syarif Husain bin Ali dengan mendorongnya mendeklarasikan revolusi Arab, kedua; negosiasi dengan Prancis membahas masa depan Palestina dan negara- negara Syam, akhirnya mereka setuju pada satu kesepakatan yang dikenal dengan kesepakatan Sykes Picot

Agreement pada bulan Mei 1916 dengan memberikan sebagian besar wilayah-wilayah Irak Timur Jordan dan daerah Haifah di Palestina kepada Inggris, Prancis mendapatkan Lebanon dan Suriah dan Palestina menjadi wilayah dibawah kawasan internasional karena pertimbangan banyak pihak yang menghendaki pendudukan atas wilayah Palestina

Kata-kata Deklarasi ini kemudian digabungkan ke dalam perjanjian damai Sèvres dengan Turki Utsmani dan Mandat untuk Palestina. Deklarasi yang ditandatangani oleh Balfour ialah sebagai berikut

Deklarasi Balfour

Foreign Office
November 2nd, 1917

Dear Lord Rothschild,

I have much pleasure in conveying to you, on behalf of His Majesty’s Government, the following declaration of sympathy with Jewish Zionist aspirations which has been submitted to, and approved by, the Cabinet.

“His Majesty’s Government view with favour the establishment in Palestine of a national home for the Jewish pePLOe, and will use their best endeavours to facilitate the achievement of this object, it being clearly understood that nothing shall be done which may prejudice the civil and religious rights of existing non-Jewish communities in Palestine, or the rights and political status enjoyed by Jews in any other country.”

I should be grateful if you would bring this declaration to the knowledge of the Zionist Federation.

Yours sincerely,

 

Arthur James Balfour

Catatan tentang diskusi-diskusi yang menghasilkan teks akhir deklarasi Balfour ini menjelaskan beberapa rincian susunan kata-katanya. Frase “tanah air” secara disengaja digunakan sebagai pengganti “negara”, dan Inggris mencurahkan beberapa usaha pada dekade-dekade berikutnya untuk menyangkal bahwa mereka memaksudkan pembentukan suatu negara, termasuk Buku Putih Churchill, 1922. Namun demikian, secara pribadi, banyak pejabat Inggris setuju dengan interpretasi kaum Zionis bahwa hasil akhir yang diharapkan memang adalah sebuah negara.

Dalam sebuah wawancara dalam majalah New Statesman, pada November 2002 menteri luar negeri Inggris, Jack Straw tidak menyetujui penjajahan Inggris masa lalu atas banyak masalah politik modern, termasuk konflik Arab-Israel. Jack Straw mengungkapkan “Deklarasi Balfour, merupakan sejarah yang menarik buat kami, namun bukan sesuatu yang terhormat, karena disatu sisi Inggris memberikan janji kepada Palestina Untuk memberikan kemerdekan dan disisi lain Inggris memberikan jaminan kepada Israel untuk mendirikan negara di tanah Palestina“

Deklarasi Balfour adalah sebuah perjanjian yang paling aneh dan kontradiktif dengan kesepakatan kesepakatan lain, dimana dalam deklarasi ini Inggris berjanji untuk memberikan wilayah yang bukan miliknya bahkan wilayah tersebut belum dijajah Inggris, hal ini terjadi di saat Inggris mencapai puncak kejayaannya dengan mengklaim dirinya sebagai pembela nilai-nilai prinsip kemanusiaan.

Syarif Husain bin Ali sebagai Amir Mekah menolak untuk mengakui negara Israel. Sebagai Khadim Al Haramain atau ‘Penjaga Dua Kota Suci’, beliau tidak sanggup mengkhianati amanah yang diberikan oleh umat Islam dengan mengakui negara haram Israel yang didirikan di atas tanah kaum muslimin.

Beliau terpaksa membayar penolakan tersebut dengan harga yang sangat mahal yaitu kehilangan kedudukan sebagai Amir Mekah dan Raja Hijaz.

Zionis Yahudi Inggris membantu mendudukan Ibnu Saud atau  Abdul Aziz bin Saud (1880-1953)  sebagai Raja Hijaz.

Pada tahun 1902, Ibnu Saud bersama-sama dengan pasukan keluarga dan saudaranya berhasil merebut Riyadh dengan membunuh gubernur Rashidi di sana.

Dua tahun setelah berhasil merebut Riyadh, Ibnu Saud berhasil menguasai separuh dari Nejd. Meskipun begitu, pada tahun 1904, dinasti Rashidi meminta bantuan dari Kesultanan Turki Utsmaniyah untuk mengalahkan dinasti Saud (Keluarga Kerajaan Saudi).

Kerajaan Utsmaniyah mengirimkan pasukan ke Arabia (Tanah Arab) dan ini menyebabkan kekalahan dinasti Saud pada 15 Juni 1904, namun setelah pasukan Utsmaniyah mundur disebabkan masalah tertentu, pasukan dinasti Saud berhasil mengumpulkan kembali kekuatannya.

Pada tahun 1912, Ibnu Saud berhasil menguasai Nejd dengan bantuan dinasti Wahabbi.

Pada saat Perang Dunia I, Ibnu Saud berpihak kepada Zionis Yahudi Inggris, Britania Raya  karena dinasti Rashidi merupakan sekutu Utsmaniyah yang merupakan musuh Britania.

Pada tahun 1922 dinasti Saud berhasil mengalahkan dinasti Rashidi dan ini mengakhiri penguasaan dinasti Rashidi di Tanah Arab.

Pada tahun 1925, dinasti Saud berhasil merebut Kota Suci Makkah dari Syarif Husain bin Ali.

Pada 10 Januari 1926, Ibnu Saud dinobatkan menjadi Raja Hijaz di Masjidil Haram, Makkah dan Sultan Najd dan daerah-daerah bawahannya. Untuk pertama kali sejak Negara Saudi II, empat wilayah penting di Jazirah Arabia, yaitu Najd, Hijaz, `Asir, dan Hasa, kembali berada di tangan kekuasaan klan Saudi. Pada tahun 1932, Ibn Saud telah berhasil menyatukan apa yang sekarang dikenal sebagai Kerajaan Saudi Arabia.

Firman Allah Azza wa Jalla, yang artinya,

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya” , (QS Ali Imran, 118)

Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata “Kami beriman”, dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari antaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): “Matilah kamu karena kemarahanmu itu”. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati“. (QS Ali Imran, 119)

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui“. (QS Al Mujaadilah [58]:14 )

Janganlah orang-orang mu’min mengambil orang-orang kafir menjadi wali (pemimpin) dan meninggalkan orang-orang mu’min. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah…” (Qs. Ali-Imran : 28)

Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak, atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.” (Qs. Al Mujadilah : 22)

 

Wassalam

 
Zon di Jonggol, Kab Bogor 16830
« Edit Terakhir: 02 Februari 2012, 11:05:49 oleh ZonJonggol »

Offline idrus_syah

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 14.911
  • Lokasi: Jakarta Selatan
  • Jenis kelamin: Pria
  • No More Wasting Time
    • Lihat Profil
    • Wilujeng Sumping
« Jawab #1 pada: 01 Februari 2012, 15:01:08 »
echm, walaupun saya hampir sepakat dengan isi postingan diatas tapi Arab Saudi sekarang dan dulu mungkin sudah berbeda.

mereka juga ingin menjaga "kemuliaan" dan harga diri mereka di hadapan dunia Islam serta Barat juga tentunya, cuman perlahan prosesnya. karena jika mereka terlepas dari Barat sama sekali, mereka akan menghadapi Syiah di sisi yang lain.
Grup myQuran di Facebook : http://facebook.com/groups/myqers/
Yayasan Peduli Remaja Mentari Cianjur : http://www.facebook.com/ypr.mentari

Offline Kang_Asepr

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2011
  • Tulisan: 979
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 01 Februari 2012, 15:14:30 »
echm, walaupun saya hampir sepakat dengan isi postingan diatas tapi Arab Saudi sekarang dan dulu mungkin sudah berbeda.

tidak ada hari yang sama. pastinya, semua yang ada hari ini berbeda dengan semua yang kemarin.

dan setiap dua hal, pasti memiliki persamaan dan perbedaan. tetapi, di mana titik perbedaan dan persamaan itu, inilah yang perlu difahami.

Kutip
mereka juga ingin menjaga "kemuliaan" dan harga diri mereka di hadapan dunia Islam serta Barat juga tentunya, cuman perlahan prosesnya. karena jika mereka terlepas dari Barat sama sekali, mereka akan menghadapi Syiah di sisi yang lain.

Jika terlepas dari barat sama sekali, mereka akan menghadapi syiah.

"mereka akan menghadapi syiah, karena mereka terlepas dari barat sama sekali"


apakah setiap yang berlepas dari barat (sama sekali) itu akan menghadapi syiah?
Komunitas Para Pemikir - http://logika.16mb.com/

Offline glagah putih

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 790
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 01 Februari 2012, 15:57:57 »
seharusnya dalam perang dunia pertama dan kedua kemaren saudi arabia berada dipihak jerman dan nazi hitler saja ya...

sehingga dengan kemenangan sekutu di perang Dunia, kerajaan saudi runtuh, kemudian berdiri negara republik disitu, ndak ada lagi model kerajaan di timur tengah, paling tidak di saudi modelnya seperti mesir, irak, atau libya... paling tidak lebih mudah digulingkan dengan kudeta militer, menggerakan rakyat atau jendral yang berambisi dan lebih mudah dikontrol buat merebut pemerintahan dan kekuasaan disitu...

menarik juga seh...
just because you say "this is the truth"when saying your opinion,
it doesn't make it so

Offline marjuki

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2012
  • Tulisan: 119
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 01 Februari 2012, 16:28:41 »
Kutip
Syarif Husain bin Ali sebagai Amir Mekah menolak untuk mengakui negara Israel. Sebagai Khadim Al Haramain atau ‘Penjaga Dua Kota Suci’, beliau tidak sanggup mengkhianati amanah yang diberikan oleh umat Islam dengan mengakui negara haram Israel yang didirikan di atas tanah kaum muslimin.

Beliau terpaksa membayar penolakan tersebut dengan harga yang sangat mahal yaitu kehilangan kedudukan sebagai Amir Mekah dan Raja Hijaz.

Zionis Yahudi Inggris membantu mendudukan Ibnu Saud atau  Abdul Aziz bin Saud (1880-1953)  sebagai Raja Hijaz.

dari tulisan diatas, ceritanya Syarif Husein, Amir Mekkah dijatuhkan oleh Inggris

sy buka arsip myquran lama, ada juga yg nulis kurang lebih sama lah isinya bahwa Ibn Saud bersekutu dgn Inggris untuk melepaskan diri dr Khilafah Utsmani


Diantara isinya adalah dokumen berupa memoar laporan pertanggungjawaban misi seorang mata-mata Inggris bernama Hempher kepada pemerintah Inggris, yang telah menugaskannya ke Timur Tengah untuk menemukan cara-cara bagaimana meruntuhkan Khilafah Turki Ottoman. Diantara rencana jahat Inggris yang diprogramkan Hempher adalah menghasut Muhamad Bin Abdul Wahab An Najd untuk mendirikan mazhab baru dan memaksakan mazhab barunya dengan kekerasan, mendorong revolusi politik menguasai Arabia bekerja sama dengan Klan Saud, mengatasnamakaman kepada gerakan agama penyebaran mazhab wahabi dan melepaskan diri dari Khilafah Turki Ottoman.


padahal sebenarnya yang melawan Khilafah Utsmani itu Syarif Husein, (Amir Mekkah) dan dia bersekutu dengan Inggris,

kenapa jadi Ibn Saud yang dijadikan tersangka yah?

hihihi...jadi inget gaya liciknya syi'ah dalam berpolitik....

eh gak cuma syiah aja sih yg licik, dukun-dukun yg suka ngasih sajen ke kuburan juga licik
« Edit Terakhir: 01 Februari 2012, 16:53:17 oleh marjuki »

Offline dpr

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 433
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 01 Februari 2012, 17:18:38 »
sejarah itu tergantung siapa yg ngarang. Kalo yg ngarang pembenci saudi tentunya ceritanya disetting seolah2 saudi itu imagenya buruk

tapi satu fakta yg tidak bisa dibantah, dewasa ini hanya negara saudi yg agamanya paling baik, paling bersih, paling murni dan jauh dari bid'ah.

dan salah satu tanda2 kebesaran dAllah adalah kebenaran firmannya, apabila penduduk itu beriman dan beramal sholeh,maka akan turun barokah. Dan ini tidak dimiliki oleh penduduk turki ottoman sehingga nikmatnya dicabut dan diberikan kepada Saudi hingga saat ini. Alhamdulillah

Online SI04032

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 664
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 02 Februari 2012, 10:52:55 »
^fakta yang paling tidak terbantah adalah negara saudi adalah sahabat utama Amerika di Timur Tengah.  O0

dan salah satu tanda2 kebesaran dAllah adalah kebenaran firmannya, apabila penduduk itu beriman dan beramal sholeh,maka akan turun barokah. Dan ini tidak dimiliki oleh penduduk turki ottoman sehingga nikmatnya dicabut dan diberikan kepada Saudi hingga saat ini. Alhamdulillah
Kekuasaan di duni ini akan di pergilirikan, itu janji ALLAH.

negeri paling makmur dalam 1 abad terakhir adalah Amerika, apakah artinya penduduk amerika adalah orang-orang paling beriman? kesimpulan ngawur!  :hihi:

Kerajaan Ottoman Turki itu berdiri 500 Tahun lebih dan dilimpahi dengan kemakmuran luar biasa, negara seumur jagung ga usah sombong.  O0
« Edit Terakhir: 02 Februari 2012, 10:56:33 oleh SI04032 »
Mencela seorang Muslim itu -termasuk perbuatan- fasiq, dan memeranginya adalah kekufuran (HR. Bukhari)

Offline ZonJonggol

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2009
  • Tulisan: 182
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 02 Februari 2012, 11:06:12 »
Firman Allah Azza wa Jalla, yang artinya,

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya” , (QS Ali Imran, 118)

“Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata “Kami beriman”, dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari antaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): “Matilah kamu karena kemarahanmu itu”. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati“. (QS Ali Imran, 119)

“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui“. (QS Al Mujaadilah [58]:14 )

“Janganlah orang-orang mu’min mengambil orang-orang kafir menjadi wali (pemimpin) dan meninggalkan orang-orang mu’min. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah…” (Qs. Ali-Imran : 28)

“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak, atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.” (Qs. Al Mujadilah : 22)

Offline dpr

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 433
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 02 Februari 2012, 13:50:54 »
^fakta yang paling tidak terbantah adalah negara saudi adalah sahabat utama Amerika di Timur Tengah.  O0
Kekuasaan di duni ini akan di pergilirikan, itu janji ALLAH.

sahabat ?? :hihi:
yg dinamakan sahabat itu bila perilakunya sama. AS dan Saudi perilakunya ya seperti bumi dan langit


negeri paling makmur dalam 1 abad terakhir adalah Amerika, apakah artinya penduduk amerika adalah orang-orang paling beriman? kesimpulan ngawur!  :hihi:

ente itu yg ngawur . Sy bilang penduduk yg berimana dan beramal soleh akan mendapat barokah , eee ente bilang makmur.  :hihi:. BArokah sama makmur itu beda mbak.
dan barokah yg paling nikmat adalah berlakunya hukum islam, hilangnya kesyirikan dan jauhnya bid'ah di suatu negeri


Kerajaan Ottoman Turki itu berdiri 500 Tahun lebih dan dilimpahi dengan kemakmuran luar biasa, negara seumur jagung ga usah sombong.  O0

Allah mempergilirkan kejayaan itu tidak mendadak, pasti lewat sebab akibat. Sebab yg utama itu karena kemaksiatan

Offline Kang_Asepr

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2011
  • Tulisan: 979
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 02 Februari 2012, 14:26:25 »
^fakta yang paling tidak terbantah adalah negara saudi adalah sahabat utama Amerika di Timur Tengah.  O0
Kekuasaan di duni ini akan di pergilirikan, itu janji ALLAH.

negeri paling makmur dalam 1 abad terakhir adalah Amerika, apakah artinya penduduk amerika adalah orang-orang paling beriman? kesimpulan ngawur!  :hihi:

Kerajaan Ottoman Turki itu berdiri 500 Tahun lebih dan dilimpahi dengan kemakmuran luar biasa, negara seumur jagung ga usah sombong.  O0

Hal tersebut harus menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa ketika orang membuat pernyataan "Jika, maka" harus difahami jenis kausalitasnya.

Jika penduduk sebuah negeri beramal shaleh, maka negeri tersebut akan makmur

Pertama, apakah benar terdapat hubungan antara bagian pengantar (jika) dengan bagian pengiring (maka)
Kedua, jika ternyata faktanya bagian pengiring itu terjadi, apakah pasti disebabkan oleh pengantar.

kedua hal tersebut perlu difahami dengan baik.
Komunitas Para Pemikir - http://logika.16mb.com/

Online SI04032

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 664
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 02 Februari 2012, 15:04:45 »
sahabat ?? :hihi:
yg dinamakan sahabat itu bila perilakunya sama. AS dan Saudi perilakunya ya seperti bumi dan langit



ente itu yg ngawur . Sy bilang penduduk yg berimana dan beramal soleh akan mendapat barokah , eee ente bilang makmur.  :hihi:. BArokah sama makmur itu beda mbak.
dan barokah yg paling nikmat adalah berlakunya hukum islam, hilangnya kesyirikan dan jauhnya bid'ah di suatu negeri
Berkah terbesar saudi adalah dibukanya pangkalan perang kafir Amerika di tanah haram.  O0
Berkah yang lain lagi bagi saudi adalah di bukanya hotel milik paris Hilton di kota Suci.  :wataw:

Allah mempergilirkan kejayaan itu tidak mendadak, pasti lewat sebab akibat. Sebab yg utama itu karena kemaksiatan
Nah itu Amerika si Rajanya maksiat paling berkuasa di dunia saat ini.
Eh Saudi malah sohiban sama rajanya maksiat. :hihi:
Mencela seorang Muslim itu -termasuk perbuatan- fasiq, dan memeranginya adalah kekufuran (HR. Bukhari)

Offline dpr

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 433
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 02 Februari 2012, 15:32:44 »



yg sama apanya ya, yg satu pake dasi dan jas , satunya lagi pake jubah. Berbuat baik kepada nonmuslim tidak dilarang mbak, demikian juga apabila kamu diberi penghormatan balaslah yg sepadan atau lebih baik

Berkah terbesar saudi adalah dibukanya pangkalan perang kafir Amerika di tanah haram.  O0

pangkalannya udah lama pindah mbak
Berkah yang lain lagi bagi saudi adalah di bukanya hotel milik paris Hilton di kota Suci.  :wataw:

hotel haram??  ngaji dimana tuh :hihi:
mau mengharamkan yg halal ya
Nah itu Amerika si Rajanya maksiat paling berkuasa di dunia saat ini.
Eh Saudi malah sohiban sama rajanya maksiat. :hihi:

bermaksiat ya didakwahi, tidak berarti haram untuk bermuamalah. Ngaji dimana tuh :hihi

Online SI04032

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 664
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 02 Februari 2012, 16:06:40 »
yg sama apanya ya, yg satu pake dasi dan jas , satunya lagi pake jubah. Berbuat baik kepada nonmuslim tidak dilarang mbak, demikian juga apabila kamu diberi penghormatan balaslah yg sepadan atau lebih baik
Pinter juga ilmu ngelesnya.  O0

pangkalannya udah lama pindah mbak
Yang pindah ke Qatar cuma 1 pangkalan bung, yang laen masih ada. :hihi:
http://militarybases.com/overseas/saudi-arabia/
hotel haram??  ngaji dimana tuh :hihi:
mau mengharamkan yg halal ya
Menjustifikasi Hotelnya ratu maksiat si Paris Hilton di Tanah Haram? Naudzubillah
bermaksiat ya didakwahi, tidak berarti haram untuk bermuamalah. Ngaji dimana tuh :hihi
Yasudah lanjutin deh sohiban sama raja maksiat dan raja kufar.  O0
« Edit Terakhir: 02 Februari 2012, 16:10:55 oleh SI04032 »
Mencela seorang Muslim itu -termasuk perbuatan- fasiq, dan memeranginya adalah kekufuran (HR. Bukhari)

Online abel_cusack

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2012
  • Tulisan: 287
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 02 Februari 2012, 16:39:44 »


Berkah terbesar saudi

ngedit pic-nya gak canggih! kursus photoshop dulu gih!  :hihi: :hihi:
wa fissamaa'i rizqukum wa maa tuu'aduun..

Offline marjuki

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2012
  • Tulisan: 119
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 02 Februari 2012, 16:59:10 »
kenapa kalau saudi "dekat" dengan amerika banyak yang gak suka ya?

maunya saudi itu mandiri ya, mudah-mudahan doanya dikabulkan Allah..makanya dukung saudi untuk bisa jadi negara mandiri

untuk kondisi negara Islam saya pribadi masih menganggap saudi lebih baik dibanding yang lainya...misalnya Iran, wah enggak deh, syi'ah sesat ...Mesir masih belum stabil, Irak apalagi, Suriah lagi konflik, pakistan sementara lagi marah sama NATO + US gara-gara prajuritnya dibunuh tapi internal politik di pakistan sendiri gak stabil-stabil.

bicara politik itu cukup rumit karena banyak kepentingannya

berhubung member disini cuma banyakan penonton doang dan bukan pelaku utama, bisa dimaklumi lah...yang sudah-sudah penonton lebih kenceng tereaknya dan lebih histeris dibanding pemainnya.

kalau penduduk suatu negeri nya bertakwa, nanti Allah akan berikan pemimpin yang baik.

kebaikan suatu negeri, terkait dengan ketakwaan masyarakat negeri tersebut

Offline ZonJonggol

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2009
  • Tulisan: 182
    • Lihat Profil
« Jawab #15 pada: 02 Februari 2012, 17:05:38 »
dari tulisan diatas, ceritanya Syarif Husein, Amir Mekkah dijatuhkan oleh Inggris

sy buka arsip myquran lama, ada juga yg nulis kurang lebih sama lah isinya bahwa Ibn Saud bersekutu dgn Inggris untuk melepaskan diri dr Khilafah Utsmani

padahal sebenarnya yang melawan Khilafah Utsmani itu Syarif Husein, (Amir Mekkah) dan dia bersekutu dengan Inggris,

kenapa jadi Ibn Saud yang dijadikan tersangka yah?

hihihi...jadi inget gaya liciknya syi'ah dalam berpolitik....

eh gak cuma syiah aja sih yg licik, dukun-dukun yg suka ngasih sajen ke kuburan juga licik

Itulah fitnah terhadap Syarif Husein bin Ali

Pihak Zionis Yahudi Inggris berkepentingan untuk menggagalkan kepemimpinan Syarif Husein bin Ali , keturunan cucu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam setelah kejatuhan kekhalifahan Turki Ustmani.

Kekhalifahan Turki Ustmani yang memberikan wewenang kepada Syarif Husein bin Ali sebagai Amir Mekkah

Pergerakkan Syarif Husein bin Ali dilakukan setelah Turki menganut paham sekulerisme
« Edit Terakhir: 02 Februari 2012, 17:13:48 oleh ZonJonggol »

Offline marjuki

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2012
  • Tulisan: 119
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #16 pada: 02 Februari 2012, 17:47:13 »
Itulah fitnah terhadap Syarif Husein bin Ali

Pihak Zionis Yahudi Inggris berkepentingan untuk menggagalkan kepemimpinan Syarif Husein bin Ali , keturunan cucu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam setelah kejatuhan kekhalifahan Turki Ustmani.

Kekhalifahan Turki Ustmani yang memberikan wewenang kepada Syarif Husein bin Ali sebagai Amir Mekkah

Pergerakkan Syarif Husein bin Ali dilakukan setelah Turki menganut paham sekulerisme

Oh fitnah menurut anda, jadi kalau Ibnu Saud yang melawan Khilafah Utsmani bukan fitnah?

mana sumber informasi anda bawah Habaib Syarif Husein difitnah telah melawan Khilfah Utsmani dan tidak bersekutu dengan inggris?

saya harap anda tidak asal tulis ya

silahkan dituliskan


Offline glagah putih

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 790
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #17 pada: 02 Februari 2012, 17:53:02 »
paling tidak, meski gagal mendeklarasikan dirinya sebagai khalifah, anak2nya berhasil memperoleh kekuasaan di jordan dan irak... sudah cukup bagus lah untuk situasi kacau pada saat itu.
just because you say "this is the truth"when saying your opinion,
it doesn't make it so

Offline marjuki

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2012
  • Tulisan: 119
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #18 pada: 03 Februari 2012, 16:51:56 »
bagaimana pak zon, sudah ada referensi sumber tulisan anda?

Offline marjuki

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2012
  • Tulisan: 119
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #19 pada: 07 Maret 2012, 14:02:03 »
Berhubung topik Kaum Wahabi http://myquran.org/forum/index.php/topic,75745.0.html sudah dikunci, sekedar menjelaskan dan tambahan informasi mengenai inisial Habib H yang saya tulis di post # 6, ini penjelasannya:

Habib H yang terlibat persekongkolan dengan Inggris dalam melawan Khilafah Utsmani itu bukan Habib H yang ini ya:



Gambar diatas sepertinya saat Habib H setelah/sebelum berceramah memberikan nasihat agama kepada Jama'ahnya



Gambar diatas sepertinya Habib H mencoba berbaur dengan jama'ahnya yang banyak anak muda dengan berusaha memakai pakaian anak muda yang sopan dan menutup aurat



Gambar diatas menunjukan saat Habib H men-tadaburi ciptaan Allah yakni keindahan Pantai dengan deburan ombak dan angin sepoi-sepoinya, sekaligus membiarkan tubuhnya berbasah-basahan diterjang ombak pantai.


Nah, Kalau gambar-gambar diatas itu Habib Hasan namanya,  pemimpin Majelis Ta'im Nurul Musthofa yang saat ini sedang dilaporkan ke Polisi karena kasus Pencabulan HOMOSEKSUAL secara BRUTAL dan TIDAK MANUSIAWI kepada Murid/Jama'ahnya yang laki-laki dan masih dibawah umur.

mudah-mudahan laporan dari Habib Hasyim dll itu tidak terbukti,

apa kata dunia kalau seorang Habib (bahkan Wali menurut korbannya) melakukan pencabulan HOMOSEKSUAL secara BRUTAL dan TIDAK MANUSIAWI kepada Jama'ahnya?

Habib H yang saya maksud adalah Habib Husein dibawah ini:


Semoga menjadi jelas

Allahumma Sholli Wassalim Wabarik 'Ala Sayyidina Muhammad, Wa 'ala alihi Wa ashhabihi ajma'in, amin

« Edit Terakhir: 07 Maret 2012, 17:15:55 oleh marjuki »

Offline marjuki

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2012
  • Tulisan: 119
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #20 pada: 09 Maret 2012, 17:30:58 »
kenapa kalau bahas Habib H yang bersekongkol dengan Inggris kurang semangat ya?

...ada sesuatu kayaknya nih...:kedip-kedip:

Offline Beunteur

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2012
  • Tulisan: 1
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #21 pada: 09 Maret 2012, 17:58:57 »
Cerita miring....

Offline abu_ghonam

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 2.313
  • Lokasi: bandung
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • klik di sini
« Jawab #22 pada: 26 April 2012, 09:39:43 »
Itulah fitnah terhadap Syarif Husein bin Ali

Pihak Zionis Yahudi Inggris berkepentingan untuk menggagalkan kepemimpinan Syarif Husein bin Ali , keturunan cucu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam setelah kejatuhan kekhalifahan Turki Ustmani.

Kekhalifahan Turki Ustmani yang memberikan wewenang kepada Syarif Husein bin Ali sebagai Amir Mekkah

Pergerakkan Syarif Husein bin Ali dilakukan setelah Turki menganut paham sekulerisme

naikin aaaaah....
si zon lupa dgn perjanjian yang namanya Mc Mahon - hussein Agreement :)
אבא עז

Offline ashfi

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2009
  • Tulisan: 307
    • Lihat Profil
« Jawab #23 pada: 26 April 2012, 11:09:34 »
Kutip
Mc Mahon - hussein Agreement

apaah tuh...pingin tahu ane !

Offline salafi imut

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2012
  • Tulisan: 709
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #24 pada: 26 April 2012, 11:45:49 »
Muhammad bin Abdul Wahhab itu ternyata habib juga loh..

At Tamimi..

Jadi ya sami mawon dah sama yg lain...

Masak air biar mateng, Makan mie bareng kue pancong, Eh ente jangan sok ganteng, Pala ente kayak koreng bencong.

Offline marjuki

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2012
  • Tulisan: 119
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #25 pada: 26 April 2012, 12:03:17 »
Muhammad bin Abdul Wahhab itu ternyata habib juga loh..

At Tamimi..

Jadi ya sami mawon dah sama yg lain...

Iya, dia Habib juga sih tapi dari Nabi Isma'il...Eyangnya dia Ilyas Bin Mudhar (dari jalur Mama nya) sama dengan Eyangnya Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam


Offline glagah putih

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 790
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #26 pada: 26 April 2012, 12:22:44 »
kenapa ya lebih suka bernostalgia terhadap para bekas raja raja penguasa jaman dulu.. Sharifian, ottoman, abassiyah, ummayah, dsb..

kenapa ndak bikin kekhalifahan sendiri sendiri saja, kan keren tuh....

entar ada Zonggolian khalifah, Marjukian Khalifah, Imutian Khalifah, asfian khalifah, ghonaman khalifah, kekhalifahan SI04032..

yang pertama kali dilakukan, klaim dulu saja...

ayooo buruan... sebelum nama kesukaan anda dipakai orang lain buat bikin kekhalifahan... %peace%

kalau ndak mau pada jadi khalifah, jadi kasimnya saja...
just because you say "this is the truth"when saying your opinion,
it doesn't make it so

Offline salafi imut

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2012
  • Tulisan: 709
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #27 pada: 26 April 2012, 12:31:08 »
Iya, dia Habib juga sih tapi dari Nabi Isma'il...Eyangnya dia Ilyas Bin Mudhar (dari jalur Mama nya) sama dengan Eyangnya Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam

maka dari itu, habib juga manusia yg punya hasrat, entah itu hasrat seks ataupun hasrat kekuasaan.

wajarlah..
Masak air biar mateng, Makan mie bareng kue pancong, Eh ente jangan sok ganteng, Pala ente kayak koreng bencong.

Offline abu_ghonam

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 2.313
  • Lokasi: bandung
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • klik di sini
« Jawab #28 pada: 26 April 2012, 12:45:32 »
sssssst, kata @shalawat...jangan ngomongin dzuriah nabi....kalo ngomongin wahabi boleh :D
אבא עז

Offline glagah putih

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 790
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #29 pada: 26 April 2012, 12:52:38 »
kalau dipikir pikir, khalifah2 yang punya kasim itu maniak juga ya.. mosok buat jadi pelayannya kemaluan mesti dipotong habis..  :toktok:

kalau ada yang pengan jadi kasim, entar tak biayai biaya rumah sakitnya, kelas super VIP juga boleh... ayoooo... siapa mau.....
just because you say "this is the truth"when saying your opinion,
it doesn't make it so