Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Jum'at, 25 Mei 2012/4 Rajab 1433 H : Imsak 4:27:04 - Shubuh 4:33:29 - Terbit 5:55:44 - Dzuhur 11:49:51 - Ashar 15:11:54 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:46 WIB

Penulis Topik: Ulama Jatim Juluki Said Aqil ''Pengecut & Pendusta Pembela Syi'ah''  (Dibaca 1589 kali)


Online SI04032

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 663
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #60 pada: 02 Februari 2012, 15:59:35 »
HMA
anda mengidolakan sayidina ALi kan? segera deh mengikuti Jejak beliau yang mengakui kekhalifahan Abubakar ra, Umar ra, Usman ra.

Inget umur pak, keburu terlambat. :hihi:
Mencela seorang Muslim itu -termasuk perbuatan- fasiq, dan memeranginya adalah kekufuran (HR. Bukhari)

Offline Muhammad Abdullah

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.578
    • Lihat Profil
« Jawab #61 pada: 02 Februari 2012, 17:12:54 »
HMA
anda mengidolakan sayidina ALi kan? segera deh mengikuti Jejak beliau yang mengakui kekhalifahan Abubakar ra, Umar ra, Usman ra.

Inget umur pak, keburu terlambat. :hihi:

Anda tidak mengerti Islam dengan baik dan benar; sehingga anda selalu mengambil kesimpulan yang salah, kesimpulan2 yang berdasarkan dugaan anda sendiri; karena anda malas membaca AlQuran dengan teliti dan anda tidak pernah membaca Ahadith yang tertulis di dalam Kutub Sihah Sittah.

ALQURAN 16:43
Bertanyalah kepada orang yang mengetahui jika kamu tidak tahu,

Saya berusaha untuk memberikan keterangan2 yang berdasarkan AlQuran dan Hadith untuk mencerdaskan anda; karena anda kekurangan ilmu. Kemalasan anda membaca AlQuran dengan teliti dan kemalasan anda untuk membaca Ahadith; sehingga anda selalu mengambil kesimpulan yang salah. Anda tidak mengerti Islam dengan baik dan benar.

Sejarah Islam yang paling hitam terjadi setelah Rasulullah wafat; para sahabat saling membunuh di dalam beberapa perang untuk memperebutkan kekusaan. Kaum Syiah hanya berusaha mencerdaskan Kaum Sunni supaya tidak terjadi perang saudara; tetapi anda adalah orang yang keras kepala; sehingga anda tidak mengerti ajaran Islam dengan baik dan benar.

Walaupun Ali ibn Abu Tholib adalah orang yang dirugikan atau dicurangi oleh mereka yang haus kekuasaan; Ali ibn Abu Tholib lebih suka menjaga persatuan ummat Islam dari pada menggulingkan Khulafa. Disini kelihatan kelebihan Ali ibn Abu Tholib dari pada Khulafa yang lain; karena para Khulafa memaksa kehendak mereka masing masing untuk berkuasa. Rakyat dipaksa untuk mengakui Khulafa; sehingga Pemimpin negara bukan berdasarkan suara terbanyak.

Rakyat yang memaksa Ali ibn AbuTholib untuk menjadi pemimpin negara pada waktu itu; sehingga Ali ibn Abu Tholib mendapakan suara dukungan terbanyak (mayoritas) tanpa harus memerangi para sahabat yang lain; ketika Ali ibn Abu Tholib menjadi Pemimpin Negara.


Abu Bakr dan Umar ibn Khattab adalah pelopor Khalifah Islamiyyah (Kerajaan Islam) setelah Rasulullah wafat. Kaum Syiah bertanggung-jawab secara langsung atau tidak langsung atas kehancuran hampir semua Khalifah Islamiyyah (Kerajaan Islam) di dunia ini dimulai dari kehancuran Khalifah Ummayah di Damaskus Syiria dan Khalifah Abbasiyyah di Bagdad Iraq; karena Khalifah Islamiyyah (Kerajaan Islam) bertentangan dengan AlQuran dan Hadith.

Emosi dan kemaraha membuat anda susah mengerti ajaran Islam dengan baik dan benar; sehingga anda selalu melakukan debat kusir yang tidak bermanfaat kecuali memperbanyak dosa2 anda sendiri. Ketika saya berniat baik untuk memberikan keterangan2 berdasarkan AlQuran dan Hadith; kemudian anda mengatakan semua keterangan tersebut adalah dongeng2 untuk anak dan cucu, kasihan yang kamu seperti katak di dalam tempurung.
« Edit Terakhir: 02 Februari 2012, 17:20:07 oleh Muhammad Abdullah »
ALQURAN 2:21
Hai manusia; sembahlah Allah; Tuhan yang telah menciptakan kamu dan orang orang sebelum kamu; supaya kamu beruntung.

Offline sholawat

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2009
  • Tulisan: 1.132
    • Lihat Profil
« Jawab #62 pada: 02 Februari 2012, 21:44:33 »
Kaum Syiah memberikan keterangan2 berdasarkan AlQuran dan Hadith yang tertulis di dalam Kutub Sihah Sittah (Bukhari, Muslim, Tarmdizi, Ibn Majah, Abu Dawud dan Nasaii) untuk mencerdaskan para pembaca;

tetapi tulisan anda dan tulisan Kaum Sunni di forum ini penuh dengan kebohongan2 terhadap Kaum Syiah; untuk membodohi para pembaca dan untuk menipu para pembaca; sehingga para pembaca bisa segara mengkafirkan Kaum Syiah.

klo gitu ente bilang bahwa imam ali munafik ya..trus para sahabat juga munafik ya, tidak bisak menjalankan perintah rasulullah ( kalau itu memang perintah Rasulullah ) trus ngapain juga sahabat abubakar yg dijadikan imam sholat , dan rasulullah setuju........ :jaim: :jaim: :jaim:

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 12.078
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
« Jawab #63 pada: 03 Februari 2012, 04:20:30 »
aqil siradj itu kan pimpinan politik, maksudnya ia terpilih karena lobi-lobi politik ketika pemilihan ketum PBNU, dan kemungkinan lobi-lobi politik biasanya sangat berteman dengan money politic...

Lihat saja hasilnya, seruan aqil siradj sering meyakiti dan mengadu domba umat, mirip pendahulunya dari parpol berwarna ijo.
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline Muhammad Abdullah

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.578
    • Lihat Profil
« Jawab #64 pada: 03 Februari 2012, 08:10:55 »
Kepada SOLAWAT yang pintar dan yang terhormat

Rasulullah sudah sakit beberapa hari sebelum Rasulullah wafat; Rasulullah berada di rumah Abu Bakr bersama Aisyah. Rasulullah tidak bisa bangun sehingga dia memohon Abu Bakr untuk menjadi IMAM untuk sholat berjamaah. Kaum Syiah mengagumi Abu Bakr sebelum Rasulullah wafat.

SHOHIH BUKHARI Kitab 59 no 546

Fatimah binti Muhammad mengirimkan beberapa orang (Ali ibn Abu Tholib, Abbas ibn Abu Tholib) kepada Abu Bakr untuk meminta harta warisan peninggalan Rasulullah berupa FAI (rampasan perang) di Madinah, tanah Fadak dan Khumus (1/5) dari rampasan perang Khaibar.

Abu Bakr berkata bahwa Rasulullah berkata: "Saya tidak meninggalkan harta untuk diwariskan, harta2 yang saya tinggalkan untuk Sodaqoh. AHLUL BAIT (Ali, Fatimah, Hasan, Husian dan Zainab) bisa memakan Shodaqoh tersebut.

Abu Bakr berkata: "Saya tidak akan merubah cara Rasulullah mengatur Shodaqoh; dan saya akan melaksanakannya seperti Rasulullah melakanakannya!"

Maka Abu Bakr tidak mau memberikan harta warisan kepada Fatimah binti Muhammad. Fatimah sangat marah kepada Abu Bakr sehingga dia tidak mau berbicara kepada Abu Bakr dan dia menghindari Abu Bakr sampai Fatimah wafat. Fatimah wafat 6 bulan setelah Rasulullah wafat. Ketika Fatimah wafat, Ali ibn Abu Tholib menguburkannya pada malam hari supaya tidak diketahui oleh Abu Bakr

Beberapa hari kemudian Ali ingin memperbaiki hubungan yang sudah rusak tersebut; sehingga Ali mengutus seorang untuk memberikan surat undangan kepada Abu Bakr.

Ali menulis: "Datanglah kepada kami seorang diri dan janganlah membawa orang lain, karena Ali tidak menghendaki Umar ibn Khattab ikut datang!"

Umar ibn Khattab berkata (kepada Abu Bakr): "Tidak, demi Tuhan kamu tidak boleh datang ke mereka seorang diri!'

Abu Bakr berkata: "Apa yang akan mereka kerjakan kepada saya, (jangan buruk sangka kepada mereka) demi Tuhan saya akan datang kesana sendiri!"

Abu Bakr datang kepada mereka disambut dengan baik oleh Ali ibn Abu Tholib (dan Abbas Abu Tholib).

Ali berkata: "Kami mengetahui kamu lebih tua dari kami dan juga mengetahui apa yang telah diberikan oleh ALLAH kepada kamu. Kami tidak cemburu terhadap kebaikan2 yang telah diberikan oleh ALLAH kepada kamu; tetapi Kamu tidak melakukan musyawarah dengan kami terhadap kekuasaan dan terhadap harta warisan; padahal kami lebih berhak dari pada kamu karena hubungan kami dengan Rasulullah.

Abu Bakr menangi (menyesali perbuatannya dan minta maaf). Abu Bakr berbicara: "Demi Tuhan menjaga hubungan baik dengan anggota2 keluarga Rasulullah jauh lebih penting dari pada menjaga hubungan baik dengan anggota2 keluarga saya sendiri. Semua masalah terutama masalah pembagian harta warisan akan saya selesaikan dengan baik sesuai AlQuran dan Hadith!"

Ali ibn Abu Tholib kemudian berjanji akan memberikan dukungan kepada Abu Bakr (Bai'at kepada Abu Bakr) setelah sholat dzuhur. Setelah sholat Dzuhur bersama di Masjid, Abu Bakr naik ke atas mimbar dan menerangkan perselisihan mereka kepada orang2 yang hadir; sehingga Ali menunda memberikan dukungan kepada Abu Bakr (bai'at kepada Abu Bakr). Kemudian Ali naik ke atas mimbar

Ali ibn Abu Tholib berkata: "Saya tidak melakukan boikot (protes, unjuk rasa dll) ini karena kecemburuan saya kepada Abu Bakr atau protes kepada Abu Bakr terhadap apa yang telah diberikan oleh ALLAH kepadanya; tetapi Kami percaya bahwa kami juga mempunyai hak terhadap kepemimpinan dan pembagian harta warisan; Abu Bakr tidak melakukan musyawarah kepada kami terlebih dahulu; sehingga membuat kami cemas.

Semua yang hadir di dalam masjid bergembir karena hubungan Ali ibn Abu Tholib dengan Abu Bakr telah kembali baik (karena Ali ibn Abu Tholib telah memaafkan Abu Bakr)

KESIMPULAN

Setelah Rasulullah wafat hubungan Ahlul Bait (Ali, Fatimah, Hasan, Husain dan Zianab) dengan Abu Bakr dan Umar ibn Khattab menjadi buruk sehingga mereka tidak berbicara antara Ahlul Bait dengan Abu Bakr (dan Umar ibn Khattab) selama 6 bulan. Setelah Fatimah wafat, Ali ibn Abu Tholib berusaha memperbaiki hubungan mereka. Abu Bakr menangis dan memohon maaf kepada Ali sehingga Ali mengakui kekuasaan Abu Bakr


Kaum Syiah tidak mendukung perubatan Abu Bakr setelah Rasulullah wafat; anda fanatik buta membela kesalahan2 yang dilakukan oleh para sahabat terhadap AHLUL BAIT (Ali, Fatimah, Hasan, Husian dan Zianab) setelah Rasulullah wafat. Boleh jadi anda akan dimusuhi oleh Rasulullah sebagai penghianat agama Islam.




« Edit Terakhir: 03 Februari 2012, 16:29:28 oleh Muhammad Abdullah »
ALQURAN 2:21
Hai manusia; sembahlah Allah; Tuhan yang telah menciptakan kamu dan orang orang sebelum kamu; supaya kamu beruntung.

Offline dpr

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 433
    • Lihat Profil
« Jawab #65 pada: 03 Februari 2012, 11:01:38 »

Ali menulis di dalam Kitab Nahjul Balagho Khutbah ke 5 bahwa Abu Sufyan mengajak Ali untuk melakukan pemberontakan terhadap Khulafa. Abu Sufyan adalah pemimpin tertinggi kota Makkah yang paling kaya pada waktu itu. Sebelum masuk Islam, Abu Sufyan dan anaknya Muawiyyah ibn Abu Sufyan memimpin perang perang untuk membunuh Rasulullah dan para sahabat di Madinah. Abu Sufyan dan Muawiyyah membawa pasukan tempur ke Madinah; sehingga Hamzah ibn Abu Tholib terbunuh.

 

ALQURAN 16:43
Bertanyalah kepada orang yang mengetahui jika kamu tidak tahu,

Bener, dul. Bertanyalah kepada Ulama hadits tentang kedudukan kitab Nahjul Balagho.

Ini sy bawakan perkataan ulama ttg kitab itu

Kitab Nahjul Balagho ini berisi ucapan-ucapan, khutbah-khutbah dan sya’ir-sya’ir yang seluruhnya diatasnamakan Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu . Penulis buku tersebut mengesankan bahwa seakan-akan Ali radhiallahu ‘anhu tidak terima dengan keputusan para shahabat ketika memilih Abu Bakar sebagai khalifah. Bahkan dalam buku ini dinukil bahwa Ali radhiallahu ‘anhu mencaci dan mencerca Abu Bakar, Umar dan para shahabat yang lain. Namun sayang penulis buku tersebut tidak membawakan ucapan-ucapan Ali radhiallahu ‘anhu tersebut dengan sanadnya (rantai para rawi) sehingga tidak dapat diperiksa keotentikannya secara ilmiyyah dengan standar ilmu hadits.

Kitab ini –yang dikalangan kaum Syi’ah sejajar dengan al-Qur’an– ternyata disusun dan dikarang oleh seorang tokoh sesat dari kalangan Syi’ah imamiyyah, Rafidah yang bernama al-Murtadla Abi Thalib Ali bin Husein bin Musa Al Musawi (w th. 436 Hijriyah). Buku ini telah dinyatakan oleh para ulama Ahlus Sunnah sebagai kedustaan atas nama Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu.

Imam adz-Dzahabi berkata –ketika membahas biografi orang ini– sebagai berikut: “Dia adalah penghimpun kitab Nahjul Balaghah yang menyandarkan kalimat-kalimat yang ada dalam kitab ini kepada Imam Ali radhiallahu ‘anhu tanpa disebutkan sanad-sanadnya. Sebagian besar kalimat-kalimat itu batil, meskipun juga di dalamnya ada hal yang benar. Namun ucapan-ucapan palsu yang terdapat dalam kitab ini mustahil diucapkan oleh Imam Ali”. (Siyar A’lamin Nubala,17/589-590).

Beliau juga berkata:”…Barang siapa yang melihat buku Nahjul Balaghah ini, maka ia akan yakin bahwa ucapan-ucapan itu adalah dusta atas nama Amirul Mukminin Ali radhiallahu ‘anhu , karena di dalamnya terdapat caci-makian yang sangat jelas terhadap dua tokoh besar shahabat yaitu Abu Bakar dan Umar radhiallahu ‘anhuma . Juga tedapat ungkapan-ungkapan yang kaku (menurut kaidah sastra arab, pent) yang bagi orang yang telah mengenal jiwa bangsa Quraisy (dan tingginya bahasa mereka, pen.) dari kalangan para shahabat dan orang-orang setelahnya akan mengerti dengan yakin bahwa kebanyakan isi kitab tersebut adalah batil. (Mizanul i’tidal 3/124 Lisanul Mizan 4/223).

Ibnu Sirin menilai bahwa seluruh apa yang mereka (kaum Syi’ah) riwayatkan dari Ali radhiallahu ‘anhu semuanya kedustaan. (Al-‘ilmus Syamikh, hal 237)

Demikian pula Al-Khathib al-Baghdadi dalam kitabnya Al-Jami’ Li Akhlaqir rawi wa adibis sami’ (juz 2 hal. 161) telah memberikan isyarat tentang Kedustaan kandungan kitab ini”.

Syaikhul IslamIbnu Taimiyah berkata: “… sebagian besar khutbah-khutbah yang dinukil penyusun kitab Nahjul Balaghah adalah dusta atas nama Ali radhiallahu ‘anhu . Beliau terlalu mulia dan terlalu tinggi kapasitasnya untuk berbicara dengan ucapan seperti itu. Tetapi mereka mereka-reka kebohongan dengan anggapan bahwa hal itu sebagai sanjungan. Sungguh Itu bukanlah kebenaran, bukan pula merupakan sanjungan…. (Minhajus Sunnah an-Nabawiyah, 8/55-56)

===========================================================================================
Kesimpulan : orang syiah memang gemar membuat cerita palsu
« Edit Terakhir: 03 Februari 2012, 11:06:28 oleh dpr »

Offline Muhammad Abdullah

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.578
    • Lihat Profil
« Jawab #66 pada: 03 Februari 2012, 11:14:15 »
Kepada DPR yang pintar dan yang terhormat

Kutub Sihah Sittah (Bukhari, Muslim, Tarmidzi, Ibn Majah, Abu Dawud dan Nasaii) ditulis atau dibukukan antara 200 tahun sampai 250 tahun setelah Rasulullah wafat; maka pewari diperlukan. Kitab Nahjul Balaghoh ditulis langsung oleh Imam Ali ibn Abu Tholib ketika dia berkuasa menggantikan Uthman ibn Affan; jadi kitab Nahjul Balagho tidak perlu pewari; karena ditulis langsung oleh Ali ibn Abu Tholib di atas daun daun Papirus.

Ali ibn Abu Tholib tidak pernah menghamun (menghina, mengejek, mencela) para sahabat; termasuk Abu Bakr, Umar ibn Khattab dan Uthman ibn Affan tidak dihamun (dihina, direndahkan) oleh Ali ibn Abu Tholib; tetapi Ali ibn Abu Tholib memperlihatkan perbedaan pendapat (perselisihan) dengan mereka di dalam Kitab Nahjul Balaghoh.

Jika anda pintar dan bijaksana; maka anda akan melakukan CHEK & RECHEK membaca Kitab Nahjul Balghoh, karena Kitab Nahjul Balaghoh telah diterjemahkan dari Bahasa Arab ke Bahasa Indonesia oleh Kaum Syiah di Indonesia; sehingga anda tidak mudah dibodohi dan ditipu oleh mereka yang tidak bertangung-jawab.
ALQURAN 2:21
Hai manusia; sembahlah Allah; Tuhan yang telah menciptakan kamu dan orang orang sebelum kamu; supaya kamu beruntung.

Offline dpr

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 433
    • Lihat Profil
« Jawab #67 pada: 03 Februari 2012, 11:21:45 »

 Kitab Nahjul Balaghoh ditulis langsung oleh Imam Ali ibn Abu Tholib ketika dia berkuasa menggantikan Uthman ibn Affan; jadi kitab Nahjul Balagho tidak perlu pewari; karena ditulis langsung oleh Ali ibn Abu Tholib di atas daun daun Papirus.



komen yg dimerahi : biasalah penjual kecap akan bilang kecapnya yg paling asli :hihi:

makanya dul, kalo gak tahu itu tanya ke ulama. Tuh ulama bilang kitabmu itu palsu
« Edit Terakhir: 03 Februari 2012, 11:28:17 oleh dpr »

Offline Kang_Asepr

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2011
  • Tulisan: 979
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #68 pada: 03 Februari 2012, 13:17:22 »
aqil siradj itu kan pimpinan politik, maksudnya ia terpilih karena lobi-lobi politik ketika pemilihan ketum PBNU, dan kemungkinan lobi-lobi politik biasanya sangat berteman dengan money politic...

Lihat saja hasilnya, seruan aqil siradj sering meyakiti dan mengadu domba umat, mirip pendahulunya dari parpol berwarna ijo.

Firman Allah :

يا أيها الذين آمنوا اجتنبوا كثيرا من الظن إن بعض الظن إثم ولا تجسسوا ولا يغتب بعضكم بعضا أيحب أحدكم أن يأكل لحم أخيه ميتا فكرهتموه واتقوا الله إن الله تواب رحيم

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.(Q.S 49:12)
Komunitas Para Pemikir - http://logika.16mb.com/

Offline Kang_Asepr

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2011
  • Tulisan: 979
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #69 pada: 03 Februari 2012, 13:24:43 »
Kutip dari: SI04032
Ya kalo Syiah yang cerita lebih baik masukin tong sampah.

kalau begitu, jika ada orang yang menganggap semua cerita orang syiah itu tidaklah benar, maka tidaklah perlu orang itu berlelah-lelah diri berdiskusi dengan orang syiah. tinggal katakan saya begini "Cerita apapun, dalil apapun yang anda ajukan, semua itu pasti salah."

bagaimana bisa nilai benar dan salah itu bergantung kepada "kelompok mana yang mengatakan" dan bukan "apa isi perkataan itu". Bukan begitu caranya mengenali kebenaran.

Mengenali Kebenaran

Pada perang Jamal, seorang bernama Harits bin Hud mengatakan, “aku bingung, disatu barisan berdiri Ummul Mukminin Aisyah, istri Rasul; Zubair bin Awwam, Pedang islam,sahabat dan anak paman Rasul; dan Thalhah bin Ubaidillah, al-Khair,, seorang sahabat rasul yang dikenal sebagai pekerja keras. Sementara di barisan lain berdiri Ali Bin Abi Thalib dan putra-putranya serta Ammar bin Yasir. lalu bagaimana kita dapat mengenali kebenaran?”

Imam Ali as berkata, “wahai Harits! Cara berpikirmu itu terbalik, bila engkau melihat sahabat secara lahiriahnya, maka engkau bingung menentukan mana yang benar dan mana yang salah. Ketahuilah, bahwa kebenaran dan kebatilan itu tidak dapat dikenali dengan kepribadian orang, kenalilah kebenaran itu sendiri, sehingga engkau dapat mengenali juga orang-orangnya. Dan kenali juga kebatilan sehingga engkau dapat mengenali orang-orangnya.”

(Ali Shofi, Kisah-kisah Imam Ali Hal 31, Jadebeh Wadafe`eh, hal . 136; Imam Ali Ulguye Zindagi hal. 222)
Komunitas Para Pemikir - http://logika.16mb.com/

Offline dpr

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 433
    • Lihat Profil
« Jawab #70 pada: 03 Februari 2012, 14:38:46 »
ternyata si dul  selama ini  ilmunya 100% dari kitab nahjul balagho yg ternyata menurut ulama, kitab itu palsu, AL Quran dan hadiits yg dipake si dul hanya dipakai sebagai topeng

Offline Muhammad Abdullah

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.578
    • Lihat Profil
« Jawab #71 pada: 03 Februari 2012, 15:27:04 »
ternyata si dul  selama ini  ilmunya 100% dari kitab nahjul balagho yg ternyata menurut ulama, kitab itu palsu, AL Quran dan hadiits yg dipake si dul hanya dipakai sebagai topeng

Boleh jadi beberapa Ulama Sunnah mengatakah bahwa Kaum Syiah adalah orang2 sesat dan beberapa Ulama Sunnah mengatakan Nahjul Balagho adalah Hadith palsu; tetapi semua Ulama Syiah mengatakan bahwa Kitab Nahjul  Balaghoh adalah Hadith yang ditulis oleh Ali ibn Abu Tholib sehingga Kaum Syiah bisa menerima Hadith tersebut

Arti HADITH di dalam Kaum Sunni sedikit berbeda dengan arti HADITH di dalam Kaum Syiah.
« Edit Terakhir: 03 Februari 2012, 15:32:11 oleh Muhammad Abdullah »
ALQURAN 2:21
Hai manusia; sembahlah Allah; Tuhan yang telah menciptakan kamu dan orang orang sebelum kamu; supaya kamu beruntung.

Offline Muhammad Abdullah

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.578
    • Lihat Profil
« Jawab #72 pada: 03 Februari 2012, 15:29:49 »
Kepada DPR yang pintar dan yang terhormat

Islam berdasarkan AlQuran dan Hadith/Sunnah bukan berdasarkan dugaan2 anda sendiri atau khayalan2 anda disini. Akibatnya anda tidak mengerti Islam dengan baik dan benar karena anda mengandalkan dugaan2 yang salah dan khayalan2 yang tidak benar.

Marilah kita melihat AHADITH yang tertulis di dalam SHOHIH BUKHARI Kitab 59 no 546

Fatimah binti Muhammad mengirimkan beberapa orang (Ali ibn Abu Tholib, Abbas ibn Abu Tholib) kepada Abu Bakr untuk meminta harta warisan peninggalan Rasulullah berupa FAI (rampasan perang) di Madinah, tanah Fadak dan Khumus (1/5) dari rampasan perang Khaibar.

Abu Bakr berkata bahwa Rasulullah berkata: "Saya tidak meninggalkan harta untuk diwariskan, harta2 yang saya tinggalkan untuk Sodaqoh. AHLUL BAIT (Ali, Fatimah, Hasan, Husian dan Zainab) bisa memakan Shodaqoh tersebut.

Abu Bakr berkata: "Saya tidak akan merubah cara Rasulullah mengatur Shodaqoh; dan saya akan melaksanakannya seperti Rasulullah melakanakannya!"

Maka Abu Bakr tidak mau memberikan harta warisan kepada Fatimah binti Muhammad. Fatimah sangat marah kepada Abu Bakr sehingga dia tidak mau berbicara kepada Abu Bakr dan dia menghindari Abu Bakr sampai Fatimah wafat. Fatimah wafat 6 bulan setelah Rasulullah wafat. Ketika Fatimah wafat, Ali ibn Abu Tholib menguburkannya pada malam hari supaya tidak diketahui oleh Abu Bakr

Beberapa hari kemudian Ali ingin memperbaiki hubungan yang sudah rusak tersebut; sehingga Ali mengutus seorang untuk memberikan surat undangan kepada Abu Bakr.

Ali menulis: "Datanglah kepada kami seorang diri dan janganlah membawa orang lain, karena Ali tidak menghendaki Umar ibn Khattab ikut datang!"

Umar ibn Khattab berkata (kepada Abu Bakr): "Tidak, demi Tuhan kamu tidak boleh datang ke mereka seorang diri!'

Abu Bakr berkata: "Apa yang akan mereka kerjakan kepada saya, (jangan buruk sangka kepada mereka) demi Tuhan saya akan datang kesana sendiri!"

Abu Bakr datang kepada mereka disambut dengan baik oleh Ali ibn Abu Tholib (dan Abbas Abu Tholib).

Ali berkata: "Kami mengetahui kamu lebih tua dari kami dan juga mengetahui apa yang telah diberikan oleh ALLAH kepada kamu. Kami tidak cemburu terhadap kebaikan2 yang telah diberikan oleh ALLAH kepada kamu; tetapi Kamu tidak melakukan musyawarah dengan kami terhadap kekuasaan dan terhadap harta warisan; padahal kami lebih berhak dari pada kamu karena hubungan kami dengan Rasulullah.

Abu Bakr menangi (menyesali perbuatannya dan minta maaf). Abu Bakr berbicara: "Demi Tuhan menjaga hubungan baik dengan anggota2 keluarga Rasulullah jauh lebih penting dari pada menjaga hubungan baik dengan anggota2 keluarga saya sendiri. Semua masalah terutama masalah pembagian harta warisan akan saya selesaikan dengan baik sesuai AlQuran dan Hadith!"

Ali ibn Abu Tholib kemudian berjanji akan memberikan dukungan kepada Abu Bakr (Bai'at kepada Abu Bakr) setelah sholat dzuhur. Setelah sholat Dzuhur bersama di Masjid, Abu Bakr naik ke atas mimbar dan menerangkan perselisihan mereka kepada orang2 yang hadir; sehingga Ali menunda memberikan dukungan kepada Abu Bakr (bai'at kepada Abu Bakr). Kemudian Ali naik ke atas mimbar

Ali ibn Abu Tholib berkata: "Saya tidak melakukan boikot (protes, unjuk rasa dll) ini karena kecemburuan saya kepada Abu Bakr atau protes kepada Abu Bakr terhadap apa yang telah diberikan oleh ALLAH kepadanya; tetapi Kami percaya bahwa kami juga mempunyai hak terhadap kepemimpinan dan pembagian harta warisan; Abu Bakr tidak melakukan musyawarah kepada kami terlebih dahulu; sehingga membuat kami cemas.

Semua yang hadir di dalam masjid bergembir karena hubungan Ali ibn Abu Tholib dengan Abu Bakr telah kembali baik (karena Ali ibn Abu Tholib telah memaafkan Abu Bakr)

KESIMPULAN

Setelah Rasulullah wafat hubungan Ahlul Bait (Ali, Fatimah, Hasan, Husain dan Zianab) dengan Abu Bakr dan Umar ibn Khattab menjadi buruk sehingga mereka tidak berbicara antara Ahlul Bait dengan Abu Bakr (dan Umar ibn Khattab) selama 6 bulan. Setelah Fatimah wafat, Ali ibn Abu Tholib berusaha memperbaiki hubungan mereka. Abu Bakr menangis dan memohon maaf kepada Ali sehingga Ali mengakui kekuasaan Abu Bakr
ALQURAN 2:21
Hai manusia; sembahlah Allah; Tuhan yang telah menciptakan kamu dan orang orang sebelum kamu; supaya kamu beruntung.

Offline Muhammad Abdullah

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.578
    • Lihat Profil
« Jawab #73 pada: 04 Februari 2012, 07:40:00 »
Kepada para pembaca yang pintar dan yang terhormat

Assalamualaikum

Kaum Syiah diwajibakan oleh Ulama Syiah untuk selalu takut kepada ALLAH. Prof DR Said Aqil adalah orang yang pintar dan bijaksana; dia dukung madhab Ahlul Bait (Syiah); karena madhab Ahlul Bait (Syiah) berdasarkan AlQuran dan Hadith/Sunnah. Dia tidak wajib mempertangung-jawabkan kepada NU; karena semua muslim wajib mempertangung-jawabkan perbuatannya hanya kepada ALLAH nanti di akhirat.

Makin banyak kebohongan tentang Kaum Syiah yang sengaja dikarang oleh mereka yang tidak bertangung-jawab; maka makin terdzolimi Kaum Syiah. ALLAH selalu membela orang2 yang terdzolimi; maka negara2 Arab Sunni sedikit demi sedikit berubah menjadi madhab Ahlul Bait (Syiah), lihatlah di YOUTUBE kaum Syiah di Mesir, Maroko, Yaman, Saudi Arabia, Kuwait dll bertambah banyak.

Walaupun tidak semua, tetapi banyak Ulama Sunni ketakutan madhab Ahlul Bait (Syiah) berkembang; sehingga kita bisa melihat komentar2 di forum ini yang berdasarkan ketakautan Aqidah Kaum Syiah menyebar luas; sebaiknya mereka takut kepada ALLAH bukan takut kepada penyebaran madhab Ahlul Bait (Syiah) di dunia ini.
ALQURAN 2:21
Hai manusia; sembahlah Allah; Tuhan yang telah menciptakan kamu dan orang orang sebelum kamu; supaya kamu beruntung.

Offline marjuki

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2012
  • Tulisan: 119
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #74 pada: 04 Februari 2012, 10:08:18 »
lagi ngomongin kitab pusaka nahjul balaghoh yg konon menurut pak HMA ditulis langsung oleh Sayidina Ali

ini ada cuplikan yang patut diresapi:

Pengarang kitab Nahjul Balaghah (kitab yang menjadi sandaran bagi penganut Syi’ah) meriwayatkan bahwa Ali Radhiallahu ‘Anhu mengundurkan diri dari (pencalonan) kekhalifahan (tidak mau  diangkat  menjadi khalifah, dan tidak mau menerima khilafah) dan berkata, “Tinggalkan aku! Cari saja orang lain!”[1]. Ini menunjukkan batilnya madzhab Syi’ah, karena bagaimana mungkin dia mengundurkan diri dari kekhalifahan tersebut, padahal pengangkatan dirinya sebagai imam dan khalifah merupakan perintah yang wajib dari Allah –seperti yang kalian yakini-, yang kemudian direbut oleh Abu Bakar –sebagaimana yang kalian klaim?!

[1] Nahjul Balaghah (hal. 136) dan lihat pula: hal (366, 367) dan (hal. 322).

http://www.gensyiah.com/khusus-untuk-pemuda-syiah-bag-4.html

jadi, masalah ke Khalifahan Abu Bakar itu sangat sah, karena Ali tidak mau

kalau ada yang menggugat ke khalifahan Abu Bakar berarti orang tersebut berani menentang ali..hanya syiah laknat yang berani melawan keputusan ali

adapun pembangkangan ali terhadap perintah wajib dari Allah biar ali sendiri yang tanggung deh, sayidina ali lho