Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Jum'at, 25 Mei 2012/4 Rajab 1433 H : Imsak 4:27:04 - Shubuh 4:33:29 - Terbit 5:55:44 - Dzuhur 11:49:51 - Ashar 15:11:54 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:46 WIB

Penulis Topik: Doktrin tabdi-tahrim wahabi muIai bikin resah  (Dibaca 3227 kali)


Offline k3nj1

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2009
  • Tulisan: 3.487
    • Lihat Profil
« pada: 29 Januari 2012, 16:21:30 »
sumber : http://www.sarkub.com/2012/bikin-resah-warga-pengajian-mta-di-kudus-dibubarkan-massa/

Bikin Resah Warga, Pengajian MTA di Kudus Dibubarkan Massa

Massa dari sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam membubarkan paksa pengajian Majelis Tafsir Alquran (MTA) di gedung Wanita Ngasirah Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (28/1/2012).  Acara pengajian yang dilaksanakan MTA sejak pagi di Gedung Ngasirah Kudus, Jl Jendral Sudirman No 291 Kudus didatangi puluhan aktivis yang mengatasnamakan Gerakan Aksi Damai Anti-MTA dan meminta penyelenggara segera membubarkan diri. Massa membubarkan paksa karena pengajian MTA itu dinilai tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Koordinator aksi sekaligus Pengurus Pusat IPNU Saiful Anas mengaku, menerima laporan dari berbagai daerah tentang kehadiran MTA sering terjadi konflik dengan warga sekitar karena ajarannya cukup meresahkan. “Pengajian yang dilakukan juga pernah menghujat para kiai. Hal paling fatal, dosa orang yang melakukan tahlil dianggap lebih besar dibanding orang yang berzina. Padahal tahlil sudah menjadi tradisi warga NU,” ujarnya.

Selain itu, “Ajaran MTA radikal dan menafsirkan Alquran seenaknya sendiri”, ujarnya. Hal tersebut, kata dia, membuat warga NU resah, jika MTA benar-benar ada di Kudus yang memiliki kebiasaan melakukan tahlil.

Selain itu, kata dia, mayoritas warga NU memiliki kultur yang banyak bernuansa klasik yang dibawa Sunan Kudus. “Tentunya, hal ini tidak bisa dibiarkan terjadi karena ajaran MTA memang cukup meresahkan,” tandasnya.

Ia mengaku, memiliki cukup bukti terkait ajaran dari MTA yang dianggap radikal serta menafsirkan Alquran dengan akalnya sendiri.

Untuk itu, kata dia, pengurus Cabang IPNU Kudus yang mendapat restu dari sejumlah kiai di Kudus sepakat menolak kehadiran MTA di Kudus. Apalagi, lanjut dia, sebagian besar peserta pengajian bukan warga Kudus, melainkan dari luar Kudus, seperti Solo, Pati dan beberapa daerah di Jateng. “Peserta pengajian dari Kudus, hanya sekitar 40-an orang,” katanya.
Sementara Koordinator aksi lapangan Saifullah menyatakan, pihaknya membubarkan pengajian MTA karena ajarannya tidak sesuai dengan Islam. Ajaran tersebut, antara lain menghalalkan anjing dan mengajarkan bahwa orang tahlil lebih berat hukumannya daripada orang yang berzina.

Saifullah mengklaim, karena ajarannya yang menyimpang itu keberadaan MTA ditentang keras masyarakat Kudus. Apalagi, kata Saifullah, kudus merupakan kota santri dan mempunyai banyak kiai kharismatik.

Beberapa peserta aksi unjuk rasa juga sempat mencabut bendera MTA yang berada di tepi jalan, karena pengajian yang diselenggarakan di Kudus tanpa izin, dan hanya pemberitahuan saja kepada sejumlah pihak terkait. Kapolres Kudus AKBP Andik Setyono, yang turun langsung ke lokasi dengan 300 personel mengharapkan aksi berjalan damai dan tidak anarkistis. Setelah bernegosiasi dengan polisi, penganut pengajian MTA bersedia membubarkan diri. Pengajian umum yang diselenggarakan MTA akhirnya dihentikan, sekitar 3.000 peserta pengajian harus meninggalkan Gedung Ngasirah dengan mendapat penjagaan polisi.

(Dari berbagai sumber: MetrotvNews , Media Indonesia, dan Skalanews)

==============================================

kaIo wahabisme terus merebak, dikhawatirkan Indonesia akan rusuh menjadi seperti SomaIia, Afgan, Nigeria dimana wahabisme sudah menguat dan menempuh kekerasan memaksakan doktrin tabdi tahrimnya.

Offline sahabat

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.458
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 29 Januari 2012, 17:39:47 »
Gak boleh berdakwah karena NU sudah mempunyai tradisi? Cl ckckck..........
“ Dengan kenikmatan yang diberikan Allah kepadamu, carilah kebahagiaan akhirat, tapi jangan engkau lupakan nasibmu dalam dunia ini. "-QS28:77.
"Dan tentang karunia Tuhanmu, hendaklah engkau sebarkan..

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 12.078
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 29 Januari 2012, 18:00:50 »
Dakwah dengan kekerasan?

Sejak kapan anjing diharamkan?
Sejak kapan bid'ah sepadan dengan maksiat?

wahabi mana menurut kenji yang begitu?
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline sahabat

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.458
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 29 Januari 2012, 18:06:25 »
Emang dakwahnya bawa pentungan?

Orang ngaji  kok dilarang sama NU, Emang NU yang punya aturan?

NU mau beriman asal tradisinya tidak ditentang?

Tradisi Hindu?
“ Dengan kenikmatan yang diberikan Allah kepadamu, carilah kebahagiaan akhirat, tapi jangan engkau lupakan nasibmu dalam dunia ini. "-QS28:77.
"Dan tentang karunia Tuhanmu, hendaklah engkau sebarkan..

Offline k3nj1

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2009
  • Tulisan: 3.487
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 29 Januari 2012, 18:40:56 »
@HeHeHe

di Jawa Tengah sudah disusupkan propagator Wahabi, yaitu MajeIis Tafsir AI-Quran (MTA)

mengajarkan doktrin tabdi tahrim aIa kurikuIum wahabi, sudah muIai meresahkan warga.

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 12.078
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 29 Januari 2012, 19:51:21 »
Kalau saya ingin berpikir lebih jauh, analisanya begini:
Anjing itu dihalalkan untuk berburu, tidak selalu harus dibunuh. Kadang kebiasaan masyarakat muslim, ada anjing langsung dipentung sampai KO.
Tentang tahlilan dan zina. Bukankah bid'ah itu dirasakan pelakunya sebagai ibadah, nikmat, nyaman__ padahal itu bathil, berbeda dengan zina yang jelas2 maksiat.
Anyway, itu masih pemikiran saya karena beritanya masih sepihak. Tidak jelas bagaimana ajaran anjing halal dan hukuman tahlilan versus zina.
Apatah lagi latah-latah dihubung-hubungkan dengan salafi.

Tabayyun sih perlu sebelum menghubung-hubungkan :)
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline sahabat

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.458
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 29 Januari 2012, 20:02:10 »
Yang resah mah yang kadung suka sama tradisi hihihihijihi
“ Dengan kenikmatan yang diberikan Allah kepadamu, carilah kebahagiaan akhirat, tapi jangan engkau lupakan nasibmu dalam dunia ini. "-QS28:77.
"Dan tentang karunia Tuhanmu, hendaklah engkau sebarkan..

Offline om sinchan

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 513
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 29 Januari 2012, 20:09:30 »
kalo emang meresahkan masyarakat setempat, emang mending dibubarin atau pake cara pengajian tertutup aja deh
konfliknya cukup di forum2 inet aja lah yaw :eskrim:

Offline k3nj1

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2009
  • Tulisan: 3.487
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 29 Januari 2012, 20:21:22 »
@HeHeHe

kemasannya bisa macem2 :
MTA, wahdah isIamiyah, AI-Shofwah, AI-Ghurobah, Ihyaut Turot, AI-Muntada, partai AI-nour dsb.

isinya sama : Wahabi

Offline sahabat

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.458
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 29 Januari 2012, 20:25:06 »
NU resah yah?, hihihihiji........karena tradisi?, weleh2
“ Dengan kenikmatan yang diberikan Allah kepadamu, carilah kebahagiaan akhirat, tapi jangan engkau lupakan nasibmu dalam dunia ini. "-QS28:77.
"Dan tentang karunia Tuhanmu, hendaklah engkau sebarkan..

Offline k3nj1

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2009
  • Tulisan: 3.487
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 29 Januari 2012, 20:27:45 »
sumber : http://wongandou.blogspot.com/2011/07/kisah-tentang-tokoh-mta-yang-kabur.html

Kisah Tentang Tokoh MTA Yang Kabur

Sebagaimana dijelaskan dalam site resminya; Yayasan Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA) adalah sebuah lembaga pendidikan dan dakwah Islamiyah yang berkedudukan di Surakarta. MTA didirikan oleh Almarhum Ustadz Abdullah Thufail Saputra di Surakarta pada tangal 19 September 1972 dengan tujuan untuk mengajak umat Islam kembali ke Al-Qur’an. Sesuai dengan nama dan tujuannya, pengkajian Al-Qur’an dengan tekanan pada pemahaman, penghayatan, dan pengamalan Al-Qur’an menjadi kegiatan utama MTA.

Organisasi yang sekarang dipimpin oleh Ahmad Sukino ini, meskipun bertujuan melakukan pengkajian Al-Qur’an dengan tekanan pada pemahaman, penghayatan, dan pengamalan Al-Qur’an, namun dalam prakteknya cara pemahamannya sangat dangkal dan cenderung memahami sesuai keinginan nafsunya untuk membid'ahkan dan mengkufurkan orang Islam.

Meskipun sering menyalahkan dan membid'ahkan orang, ternyata organisasi ini tidak kebal kritik atau tidak mau diluruskan apalagi disalahkan. Salah satu buktinya, pada Pengajian di Wonosobo dalam tri wulanan jamaah tariqoh naqsabandiyah-kholidiyah, 27 Maret 2011, Gus Zuhrul Anam Pondok Pesantren Leler Cilacap, salah seorang menantu Mbah Kyai Maimun Zubair Sarang dan murid Abuya Sayyid Muhammad Alwy al Maliki, bercerita bahwa beliau baru saja didatangi kelompok garis keras MTA (Majlis Tafsir Al-Quran). Rombongan berjumlah 4 org, dipimpin "kiai"-nya langsung, Ahmad Sukino.

MTA menyatakan keberatan dg pengajian2 Gus Anam (GA) yg sering menyinggung2 MTA.
Gus Anam menjawab, bahwa dia menyinggung ajaran MTA hanya sekadar menggunakan hak jawab, karena ceramah2 MTA sering membid'ahkan&menyesat2kn amaliah2 umat Islam, khususnya NU. Gus Anam menyarankan agar MTA tdk usah menyinggung2 soal khilafiah dlm dakwahnya.

MTA tetap tidak bisa menerima penjelasan Gus Anam. Gus Anam kemudian mengusulkan debat terbuka di Banyumas difasilitasi perguruan tinggi dg guru2/tokoh MTA. Debat dsiarkan langsung di TV, diliput wartawan2 utk membuktikan siapa yg benar.
MTA tidak mau, alasannya agama bukan utk debat-debatan.
GA menjawab yg membuat masalah terlebih dahulu bukan dirinya, tapi MTA. Dan didalam Qur'an disebutkan "wa jadilhum billatiy hiya ahsan"

Meski sudah dijelaskan panjang, MTA tetap memaksa Gus Anam jangan menyinggung-nyinggung lagi MTA dalam tiap pengajiannya. Bosan bertemu dengan orang-orang bodoh tapi ngeyel, Gus Anam akhirnya mengambil kitab, tokoh-tokoh MTA disodori kitab diminta membaca kitab tersebut. Mengetahui akan dites bahasa Arab dan pengetahuan agamanya, rombongan MTA langsung bersiap pamit.
Gus Anam terus meminta agar salah satu rombongan MTA mau membaca kitab itu, tapi tetap tidak mau, bahkan mereka terus berdiri, dan pergi tanpa sempat menikmati minuman+makanan yg dhidangkan.

Kawan... cerita ini, seperti cerita-cerita lain tentang tokoh-tokoh wahabiyah yang selalu lari bila diajak berdebat atau berdiskusi sehat untuk membuktikan hujjah siapa yang sahih dan benar, bukan dalam rangka merendahkan mereka, namun agar anda semua tidak mudah terlena dengan jargon kembali kepada quran dan hadits. Terlebih bila jargon itu dipekikkan oleh orang yang tidak bisa dimintai pertanggungjawaban ilmu yang dimilikinya, dan hanya berani bermain petak umpet, seperti anak kecil yang tidak perlu diladeni apalagi digugu dan ditiru... waspadalah!

Offline sahabat

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.458
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 29 Januari 2012, 20:28:19 »
Karena membela ini jadi resah! Karena sudah tradisi


Dengan ajarah agama Hindu yang terdapat dalam kitab Brahmana. Sebuah kitab yang isinya mengatur tata cara pelaksanaan kurban, sajian-sajian untuk menyembah dewa-dewa dan upacara menghormati roh-roh untuk menghormati orang yang telah mati (nenek moyang) ada aturan yang disebut Yajna besar dan Yajna kecil.
Yajna besar dibagi menjadi dua bagian yaitu Hafiryayajna dan Somayjna. Somayajna adalah upacara khusus untuk orang-orang tertentu. Adapun Hafiryayajna untuk semua orang.

Hafiryayajna terbagi menjadi empat bagian yaitu : Aghnidheya, Pinda Pitre Yajna, Catur masya, dan Aghrain. Dari empat macam tersebut ada satu yang sangat berat dibuang sampai sekarang bagi orang yang sudah masuk Islam adalah upacara Pinda Pitre Yajna yaitu suatu upacara menghormati roh-roh orang yang sudah mati.

Dalam upacara Pinda Pitre Yajna, ada suatu keyakinan bahwa manusia setelah mati, sebelum memasuki karman, yakni menjelma lahir kembali kedunia ada yang menjadi dewa, manusia, binatang dan bahkan menjelma menjadi batu, tumbuh-tumbuhan dan lain-lain sesuai dengan amal perbuatannya selama hidup, dari 1-7 hari roh tersebut masih berada dilingkungan rumah keluarganya. Pada hari ke 40, 100, 1000 dari kematiannya, roh tersebut datang lagi ke rumah keluarganya. Maka dari itu, pada hari-hari tersebut harus diadakan upacara saji-sajian dan bacaan mantera-mantera serta nyanyian suci untuk memohon kepada dewa-dewa agar rohnya si pulan menjalani karma menjadi manusia yang baik, jangan menjadi yang lainnya.


Nah wujudnya jelas Illaaa hadrotil Syaikh abdulqadir Jaiylani , kepada kehadiran Syaikh Abdoel,Qadir Jaiylani .......alfatihah .....!! , itu kan kayak penghormatan upacara bendera, kepada komandan upacara hormat senjataaaaaa graaaakz!

Ngomongnya juga udah kiri pahala bukan doa, jadi mau ada pembelaan jalur mana?
“ Dengan kenikmatan yang diberikan Allah kepadamu, carilah kebahagiaan akhirat, tapi jangan engkau lupakan nasibmu dalam dunia ini. "-QS28:77.
"Dan tentang karunia Tuhanmu, hendaklah engkau sebarkan..

Offline k3nj1

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2009
  • Tulisan: 3.487
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 29 Januari 2012, 20:32:29 »
Karena membela ini jadi resah! Karena sudah tradisi
tradisi itu adat yah

asaI adat adaIah mubah .... he he.

Offline sahabat

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.458
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 29 Januari 2012, 20:35:30 »
^ jadi tradisi tradisi itu adat yah

asaI adat adaIah mubah .... he he.

Tradisi yang mengambil kepercayaan hindu, itu dibela sampai mengusir sesama muslim, naudzubillahiminassyaitonniro jiim
“ Dengan kenikmatan yang diberikan Allah kepadamu, carilah kebahagiaan akhirat, tapi jangan engkau lupakan nasibmu dalam dunia ini. "-QS28:77.
"Dan tentang karunia Tuhanmu, hendaklah engkau sebarkan..

Offline k3nj1

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2009
  • Tulisan: 3.487
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 29 Januari 2012, 20:47:15 »
sudah sepakat yah, asaI ADAT adaIah mubah.

diusir karena kopIax, adat kok diharamkan.