Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Jum'at, 25 Mei 2012/4 Rajab 1433 H : Imsak 4:27:04 - Shubuh 4:33:29 - Terbit 5:55:44 - Dzuhur 11:49:51 - Ashar 15:11:54 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:46 WIB

Penulis Topik: Apakah perbuatan Yang Nabi Tinggalkan dan Para sahabat Tidak laksanakan = haram?  (Dibaca 8309 kali)


Offline Nashrudin

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 518
  • Lokasi: Tangerang
  • Jenis kelamin: Pria
  • salam ukhuwah dari maryam ya...
    • Lihat Profil
« Jawab #15 pada: 26 Januari 2012, 07:56:47 »
ayo bahas yg di ts ntu..duluw..jangan k yang lain
Bercanda dengan kehidupan dengan cara yang syar'i. Apa sih yang aneh dari hidup ini???

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 12.078
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
« Jawab #16 pada: 26 Januari 2012, 08:09:58 »
Sementara menunggu respon TS, saya juga menunggu jawaban k3nji, atas pertanyaan
"apakah ibadah ghairu mahdah tidak memerlukan tuntunan wahyu?"

Saya berharap jawaban k3nji tidak memutar seperti dulu ketika berdiskusi di thread kaidah ibadah.
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline Nashrudin

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 518
  • Lokasi: Tangerang
  • Jenis kelamin: Pria
  • salam ukhuwah dari maryam ya...
    • Lihat Profil
« Jawab #17 pada: 26 Januari 2012, 08:16:58 »
^ punteen bin afwan..klo mo diskusi  khusus..mending buat tread bara aja kang.. sekedar usul..biar fokus..;)
Bercanda dengan kehidupan dengan cara yang syar'i. Apa sih yang aneh dari hidup ini???

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 12.078
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
« Jawab #18 pada: 26 Januari 2012, 08:22:20 »
Saya pikir tetap akan terkait kang. insya Allah.

Cubalah kita tunggu jawaban TS, dan juga k3nji. Walaupun kajian yang dibawa TS sudah seringkali dibahas di myQuran, sedari dulu. :)
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline Mukhsin

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2007
  • Tulisan: 627
    • Lihat Profil
« Jawab #19 pada: 26 Januari 2012, 08:35:34 »
"apakah ibadah ghairu mahdah tidak memerlukan tuntunan wahyu?"

 :)
afwan,,,
maksud wahyu di sini boleh ditafsil ?

wallahu a'lam

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 12.078
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
« Jawab #20 pada: 26 Januari 2012, 08:43:36 »
Wahyu=alquran hadits=agama.

Ijma dan qiyash juga tetap berdasarkan wahyu, bukan pemikiran akal semata.
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline Mukhsin

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2007
  • Tulisan: 627
    • Lihat Profil
« Jawab #21 pada: 26 Januari 2012, 10:33:13 »
Wahyu=alquran hadits=agama.

Ijma dan qiyash juga tetap berdasarkan wahyu, bukan pemikiran akal semata.

 :)
apakah ijma' dan qiyas itu wahyu ?
atau merupakan istimbath dari dalil-dalil nash yang anda katakan sebagai wahyu?

wallahu a'lam

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 12.078
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
« Jawab #22 pada: 26 Januari 2012, 12:08:38 »
kang mukhsin, seperti tulisan saya di atas, ijma dan qiyas berdasarkan wahyu.
Mungkin bisa disimpulkan bahwa ijma dan qiyash itu bukanlah wahyu, tetapi ia tetaplah berdasarkan wahyu.

Apa yang saya pertanyakanlah kepada saudara kita k3nji, adakah ibadah mahdah yang tidak berdasarkan tuntunan wahyu, atau kalau tidak mau ribut, mungkin cukup saya tanyakan kepada k3nji:
Adakah ibadah ghairu mahdah yang tidak berdasarkan tuntunan agama atau tuntunan syariat?
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline k3nj1

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2009
  • Tulisan: 3.487
    • Lihat Profil
« Jawab #23 pada: 26 Januari 2012, 12:19:03 »
semua ibadah hrs berdasarkan naqal nash.

bedanya yg makdoh kaifiyatnya rigid.
yg ghoiru makdoh kaifiyatnya longgar.

masalahnya kaum ente memperlakukan semua ibadah itu makdoh yg rigid kaifiyatnya.

bahkan perkara adat istiadat muamalah oleh wahabi difallacy persepsikan ibadah.

manusia ngumpul di hari maulid itu adat istiadat muamalah yg mubah, sama wahabi di fallacy asumsi opinikan mereka melakukan ibadah.

Offline k3nj1

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2009
  • Tulisan: 3.487
    • Lihat Profil
« Jawab #24 pada: 26 Januari 2012, 12:23:27 »
ngumpul dihari tertentu itu adat bukan ibadat.

isinya : dzikir, sejarah nabi, tausiah, itu ibadah ghoiru makdoh yg tidak rigid waktu dan kaifiyatnya.

bukan ibadah makdoh yg rigid.

Offline dra

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.067
  • Jenis kelamin: Pria
  • Bersabar & Bersyukur
    • Lihat Profil
« Jawab #25 pada: 26 Januari 2012, 13:00:06 »
Mungkin perlu saya bertanya:
tidak mengapa bertanya  :ehm:
1. Apakah "perkara yang ditinggalkan" yang dimaksud TS itu adalah perbuatan ibadah?
yang perlu saya tanggapi adalah apakah menurut anda bukan?coba dibaca dengan baik dulu. :siul:
2. Apakah dihalalkan untuk membuat amal ibadah tanpa contoh dari Nabiyullah / tuntunan wahyu?
apakah semua ibadah harus berdasarkan fi'liyah Nabi, apakah jika ada dalil qoul Nabi atau nash Alquran yang melandasi tidak dapat diijadikan landasan?
fi'liyah Nabipun terbagi 2
1. ada yang bersifat muqoyyad dan ini harus diikuti tanpa ada ruang diselisihi, contoh yang paling mudah adalah tatacara sholat
2. Ada yang bersifat ghair muqoyyad, untuk fi'liyah ini maka mencontohnya adalah sebuah keutamaan namun bukan berarti melakukan hal yang berbeda maka menjadi haram/terlarang, contoh paling gampang adalah berdoa.

tuntunan wahyu pun terbagi 2, bersifat umum dan bersifat khusus, selama ibadah tersebut memiliki landasan salah satunya, apakah menurut anda tidak memiliki tuntunan wahyu? :siul:
3. Apakah pahala itu ditetapkan oleh wahyu atau pemikiran manusia?
pertanyaan lucu, memang siapa manusia bisa menetapkan pahala  :hihi:

Offline jendral.buncit

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 883
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #26 pada: 26 Januari 2012, 14:26:54 »
tidak mengapa bertanya  :ehm:yang perlu saya tanggapi adalah apakah menurut anda bukan?coba dibaca dengan baik dulu. :siul:apakah semua ibadah harus berdasarkan fi'liyah Nabi, apakah jika ada dalil qoul Nabi atau nash Alquran yang melandasi tidak dapat diijadikan landasan?
fi'liyah Nabipun terbagi 2
1. ada yang bersifat muqoyyad dan ini harus diikuti tanpa ada ruang diselisihi, contoh yang paling mudah adalah tatacara sholat
2. Ada yang bersifat ghair muqoyyad, untuk fi'liyah ini maka mencontohnya adalah sebuah keutamaan namun bukan berarti melakukan hal yang berbeda maka menjadi haram/terlarang, contoh paling gampang adalah berdoa.

tuntunan wahyu pun terbagi 2, bersifat umum dan bersifat khusus, selama ibadah tersebut memiliki landasan salah satunya, apakah menurut anda tidak memiliki tuntunan wahyu? :siul:pertanyaan lucu, memang siapa manusia bisa menetapkan pahala  :hihi:

nah itu manusia macam apa yang berani mensunatkan muludan, tahlilan dsb...kalau bukan dewa apa dong berani membuat syariat dan menjanjikan pahala....
membangun keimanan dari cerita bohong hanya menghasilkan kebodohan

Offline abu_ghonam

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 2.313
  • Lokasi: bandung
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • klik di sini
« Jawab #27 pada: 26 Januari 2012, 14:37:05 »
di mana-mana yang namanya BID'AH itu dianggap BERPAHALA sama yang ngelakuinnya :) beda dgn maksiat....

ada alasannya kan tahlilan juga berpahala ada sedekahnya, ada kumpul2nya bla bla bla.....itu contohnya hehehe

sebaiknya @dra mesti tau knp ulama tersebut berkata seperti itu, terkait asbabub nuzul ayat mana dan bisa gak dihubungkan dgn maslah bid'ah, atau apakah ulama tersebut lagi membahas bid'ah, atau intensnya jangan2 lagi bahas bid'ah yang kalian "sunnahkan" hehehehe
אבא עז

Offline dra

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.067
  • Jenis kelamin: Pria
  • Bersabar & Bersyukur
    • Lihat Profil
« Jawab #28 pada: 26 Januari 2012, 14:37:53 »
loh yang bilang maulid berpahala siapa om? yang berpahala adalah kegiatan sunnah didalamnya, apa ya orang sholawat tidak berpahala?apa ya orang denger dan memberikan ceramah tidak berpahala? :toe:

Offline shafiq

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 1.543
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #29 pada: 26 Januari 2012, 14:40:57 »
di mana-mana yang namanya BID'AH itu dianggap BERPAHALA sama yang ngelakuinnya :) beda dgn maksiat....
Jadi asal perbuatan bid`ah adalah tdk berpahala Kalo asal perbuatan bid`ah tdk berpahala terus apanya yg tertolak/apanya yg roddun ? Nah itulah makanya memahami bid`ah sesat=roodun/tertolak adalah salah !
"Perumpamaan orang yang mengingat Rabbnya dengan orang yang tidak mengingat Rabbnya seperti orang yang hidup dengan yang mati" (H.R. Bukhari 5928).