23 Mei 2013, 23:54:14
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email FaceBook Login -->
Board Khusus "Khusus Muslimah"

myQuran - Komunitas Muslim Indonesia


myQ Selasar, sekilas info: H-17 dari myQuran Futsal Cup 2, Segera daftarkan Team Futsal anda | Selamat datang di myQuran, komunitas muslim indonesia..


Sebaik-baik wanita ialah wanita Anshar, (karena) perasaan malu tidak menghalangi mereka untuk memahami agama (HR Bukhari)

img_iklan_board/1298237041.gif

Penulis Topik: Mata rantai yang putus ~ Pengakuan kenabian tanpa verifikasi  (Dibaca 6442 kali)

Offline Peninjau

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.517
    • Lihat Profil
Re:Mata rantai yang putus ~ Pengakuan kenabian tanpa verifikasi
« Jawab #120 pada: 04 Februari 2012, 16:12:33 »
Kutip dari: jeruk nipis
Sekali lagi, ente hanya menerangkan bahwa:
-   Ada sejumlah kecil pasukan (330 orang) yang berhasil menghabisi pasukan besar (1000 orang)

Ente sama sekali tidak menyinggung kebenaran bahwa muhammad = nabi. Ente hanya menerangkan ada kemenangan perang sekelompok orang. Kenapa ente  menghubungkannya dengan kenabian muhammad?

Biasakan untuk berfikir secara tertib dan runtut, agar postingan ente gak “nyasar” kemana-mana.
http://id.wikipedia.org/wiki/Logika
http://id.wikipedia.org/wiki/Silogisme

Mari kita bedah penjelasan ente di atas:

Premis 1:
Jika sekelompok orang yang berjumlah sedikit bisa mengalahkan sejumlah besar orang. Maka pemimpin kelompok kecil tersebut = nabi.

Premis 2:
Umat islam yang dipimpin oleh muhammad dan berjumlah sedikit, bisa mengalahkan sejumlah besar orang.

Kesimpulan:
Muhammad adalah nabi.

Apa hubungannya kemenangan perang dengan kenabian? Apakah ente yakin premis-1 tersebut benar?

Kalau iya, berarti semua pemimpin yang memimpin sekelompok orang yang berjumlah sedikit dan bisa mengalahkan sejumlah besar orang adalah nabi.

Presiden Roosevelt dengan menggunakan dua pesawat yang dikemudikan dua pilot Amerika yang hanya membawa dua biji bom atomnya, bisa membunuh ribuan manusia di Hiroshima dan Nagasaki.

----> Roosevelt = Nabi?

Premis ente ngaco…. Dibenerin lagi, tuh.
Itukan satu premis dari sekian premis yang ada.
Dari sekian premis yang ada itulah, maka justifikasi kenabian itu dapat dibenarkan.


Kutip dari: jeruk nipis
----> Roosevelt = Nabi?
Roosevelt, tidak ikut perang.
Lagian juga pake bom atom, senjata tercanggih saat itu,
Yang jadi korban, banyak rakyat sipil

Sedang Rasulullah S.A.W,  langsung memimpin perang di garis depan
persenjataannya jauh lebih sederhana dari yang dimiliki musuhnya.
dengan jumlah yang sedikit, dan
Tidak ada rakyat sipil yang jadi korban.

Dari satu premis aja , Roosevelt sangat jauh dari memenuhi syarat, belum lagi ditambah dengan premis premis yang lain.


Kutip dari: jeruk nipis
Masuk akal, jika dibarengi dengan strategi perang yang baik.
Ada fakta sejarahnya ?

Kutip dari: jeruk nipis
Pertanyaan kecil buat ente:
Apakah orang yang terbukti bisa membunuh (catat: membunuh) banyak orang dengan resource sedikit = nabi?
Kalau premisnya seperti ini, Hitler juga bisa disebut nabi.
Al Maaidah 51
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu)

Offline jeruk nipis

  • myQ Junior
  • *
  • Tulisan: 178
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:Mata rantai yang putus ~ Pengakuan kenabian tanpa verifikasi
« Jawab #121 pada: 04 Februari 2012, 16:15:05 »
@Liman seto
Saya pikir sudah cukup gamblang, saya kutipkan di awal post:
Kutip
Saya melihat adanya sebentuk kemiripan dalam fenomena-fenomena kenabian tersebut. Klaim-klaim kenabian tersebut kebanyakan hanya rata-rata didasarkan pada pengakuan nabi yang bersangkutan sahaja. Dengan sumber yang dimilikinya sendiri. Bisa dikatakan,tidak ada pihak luar (yang kompeten tentu saja, alias bukan yang asal mangap dan asal ngih-ngih wae…) yang ikut memverifikasi keberadaannya. Sehingga pengakuan kenabian tersebut bisa menjadi valid dan bisa dipercayai
.

Saya menolak klaim seperti ini/ini klaim kenabian yang saya tolak:
Kutip
“Klaim-klaim kenabian tersebut kebanyakan hanya rata-rata didasarkan pada pengakuan nabi yang bersangkutan sahaja. Dengan sumber yang dimilikinya sendiri.”

Dalam konteks Muhammad ibnu Abdullah (yang termasuk golongan nabi-nabi kelompok. 1), klaim kenabiannya diverifikasi dalam Al-Quran. Ini sirkular. Al-Quran adalah bagian dari klaim. Al-Quran tidak bisa menjadi saksi. Kitab suci tok tidak bisa menjadi saksi.

Apa buktinya muhammad diangkat sebagai nabi utusan tuhan?
Apa itu tuhan? Siapa dia? Darimana asalnya?
Kenapa tuhan mengutus muhammad? Buat apa?
Kenapa harus muhammad? Bukan orang lain?


Pengangkatan seorang Presiden bisa diverifikasi. Orang-orang bisa menyaksikan seorang capres menang suara dalam sebuah pemilu, misalnya. Seorang Raja ataupun Sultan, begitu juga. Orang-orang bisa melihat proses pengangkatan seorang putra mahkota menjadi raja.

Verifikasi model begini bisa diterima. Seseorang bisa mengecek langsung ke istana presiden, bahwa SBY adalah presiden Indonesia, menang dalam sebuah pemilu, dll.

Lah, nabi? Bagaimana cara memverifikasinya? Apa buktinya muhammad, ibrahim ataupun Isa (yang juga termasuk nabi islam) diangkat sebagai nabi utusan tuhan?


Rero, sejauh yang saya pahami dari postingannya #12. Gak membantah bahwa: ternyata kenabian nabi-nabi berbasis mandat TIDAK BISA DIBUKTIKAN. Artinya, terkait dengan tema thread ini, Rero berpendapat bahwa tidak ada satupun nabi yang verified—diangkat oleh “sosok itu”:
Kutip
Pangkat kenabian atau pengangkatan kenabian tidak akan bisa kita ketahui secara pasti, karena ia diangkat oleh “sosok” (saya belum menggunakan kata tuhan disini) yang sama2 tak tergambarkan, baik oleh nabi itu sendiri maupun umat yang akan diserunya. Hal selanjutnya, Nabi sendiri tidak bisa membuktikan “sosok” tersebut secara realitas fisik kepada umatnya.

Rero mengakui bahwa klaim kenabian selalu bersifat sirkular.
Kutip
Sehingga point pertama adalah, tidak ada bukti obsolute yang dapat diberikan secara real kepada manusia lain, selain apa2 yang ia (nabi ) utarakan (berkat kenyakinan yang telah berproses), berikut perkataan2 yang ia terima dari sosok tsb. That all……., Hanya itulah evidence yang dipunyai,

Tidak ada bukti apapun. Jadi, semua nabi—bagi Rero—maksimal hanya bisa disikapi:
Kutip
“Sehingga mempercayai atau tidak, ia kembali kepada masing2 individu.”

Saya sependapat dengan poin-poin di atas.

Kalau postingan yang ini:
Kutip
Penyebab sang nabi dapat berproses secara langsung dengan tuhan, karena ia mempunyai keadaan2 khusus, atau kesiapan yang telah ia punyai, yang terkadang tanpa ia sadari. Dan keadaan2 ini yang ingin nabi ajarkan/sampaikan agar setiap individu dapat berproses secara langsung dengan tuhan dan di support oleh tuhan sendiri melalui relationship yang telah terbentuk, seperti keterangan2 yang menjelaskan agar mencapai keadaan itu. Hubungan ini bukan besifat vertikal, tuhan-nabi-umat, tetapi lebih bersifat horizontal, dimana sang nabi-pun termasuk menjadi bagian yang dikenai oleh pengajaran itu sendiri, seperti larangan maupun perintah.
Istilah “penganjur kebaikan” , saya suka dengan istilah ini. Kebaikan bukan saja mengenai perilaku, tetapi hal yang lebih besar adalah efek atau implikasi dari kebaikan2 tersebut. Bukankah surga merupakan sebaik-baiknya kejadian yang dihasilkan oleh suatu usaha. “Usaha” , menandakan kerja, kerja = me-management hukum causalitas (sebab-akibat) , hukum causalitas adalah a priori, sesuatu yg dapat kita rasa tetapi tidak dapat dicari asal-usulnya, persis sebagaimana sosok tuhan itu sendiri. Surga dan neraka adalah efek dari usaha yang tunduk kepada hukum causalitas. Causalitas adalah tanda / kenyataan DIA, dan petunjuk yang dibawa nabi ( yg diakui berasal dari DIA) adalah cara menuju sebab2 baik, sebab baik dan buruk adalah kebesaran-Nya, dan melalui kebesaran-Nya kita mendaptlan rahmatn-Nya (kebaikan)

Seiring terbentuknya sebab2 baik, menghasil efek2 baik, sekaligus mendatang pengetahuan kebaikan. Kebaikan demi kebaikan, secara bertingkat, jika pengetahuan/pencerahan setara dengan cahaya, maka cahaya diatas cahaya. Hingga terus menuju DIA. DIA adalah cahaya langit dan bumi. Sekaligus pengetahuan akan DIA semakin intens
Point saya :Kebaikan adalah jalan menuju kedalaman hukum causalitas, causalitas tertinggi hanya berakhir didalam DIA, ………………. just do it

Allahualam

Saya bisa tidak setuju 100%, atau setuju hanya beberapa persen sahaja dari postingan ini. Tentu saja di sini dia sudah “bermain-main” di wilayah:
Kutip
“Sehingga mempercayai atau tidak, ia kembali kepada masing2 individu.”


Dan kesimpulan tambahan saya sendiri:
-   TIDAK ADA NABI YANG VERIFIED BENAR-BENAR DIUTUS TUHAN.
-   Tuhan itu sendiri masih berupa hipotesis yang belum/tidak terbukti.
-   Semua klaim kenabian hanya bisa disikapi sebagai percaya/tidak percaya saja.
-   Semua nabi boleh dipercayai dan boleh pula tidak dipercayai.
-   Semua orang bisa mengaku nabi—tanpa boleh disalahkan.
-   Tidak ada cap nabi aspal—asli dan palsu.
-   Tidak ada cap nabi paling maknyosss.
-   Semua orang tidak boleh dipaksa harus mengikut nabi tertentu.
-   Semua orang bebas menganut “nabi” yang diinginkannya.
-   Tidak ada nabi yang objektif paling benar dan paling tokcer, semuanya tergantung pandangan subjektif para pengikutnya.




(Gimana? Ada bantahan lagi? Gak ada yang komplenlagi? Okelahkalau begitu….)

Saya urus thread lain…. Yang masih menunggu. Silahkan yang lain lanjutkan thread ini, atau sesuai kebijakan saja.




Sekian dan terima kasih.

Wallahua’lam bis shawwab….
« Edit Terakhir: 04 Februari 2012, 16:24:16 oleh jeruk nipis »
Saya manusia biasa. Saya bukan tuhan.

Offline jeruk nipis

  • myQ Junior
  • *
  • Tulisan: 178
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:Mata rantai yang putus ~ Pengakuan kenabian tanpa verifikasi
« Jawab #122 pada: 04 Februari 2012, 16:20:14 »
Itukan satu premis dari sekian premis yang ada.
Dari sekian premis yang ada itulah, maka justifikasi kenabian itu dapat dibenarkan.

Roosevelt, tidak ikut perang.
Lagian juga pake bom atom, senjata tercanggih saat itu,
Yang jadi korban, banyak rakyat sipil

Sedang Rasulullah S.A.W,  langsung memimpin perang di garis depan
persenjataannya jauh lebih sederhana dari yang dimiliki musuhnya.
dengan jumlah yang sedikit, dan
Tidak ada rakyat sipil yang jadi korban.

Dari satu premis aja , Roosevelt sangat jauh dari memenuhi syarat, belum lagi ditambah dengan premis premis yang lain.

Ada fakta sejarahnya ?
Kalau premisnya seperti ini, Hitler juga bisa disebut nabi.

Ente gak ngerti konteks. Tuh, postingan saya buat orang laen.... ente asal nyambar aja. Cape deh....  :toe:
Saya manusia biasa. Saya bukan tuhan.

Offline Albirizky

  • myQ Perambah
  • *
  • Tulisan: 213
  • Jenis kelamin: Pria
  • ¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
    • Lihat Profil
Re:Mata rantai yang putus ~ Pengakuan kenabian tanpa verifikasi
« Jawab #123 pada: 04 Februari 2012, 16:39:27 »
Sekali lagi, ente hanya menerangkan bahwa:
-   Ada sejumlah kecil pasukan (330 orang) yang berhasil menghabisi pasukan besar (1000 orang)

Ente sama sekali tidak menyinggung kebenaran bahwa muhammad = nabi. Ente hanya menerangkan ada kemenangan perang sekelompok orang. Kenapa ente  menghubungkannya dengan kenabian muhammad?

Biasakan untuk berfikir secara tertib dan runtut, agar postingan ente gak “nyasar” kemana-mana.
http://id.wikipedia.org/wiki/Logika
http://id.wikipedia.org/wiki/Silogisme

Mari kita bedah penjelasan ente di atas:

Premis 1:
Jika sekelompok orang yang berjumlah sedikit bisa mengalahkan sejumlah besar orang. Maka pemimpin kelompok kecil tersebut = nabi.

Premis 2:
Umat islam yang dipimpin oleh muhammad dan berjumlah sedikit, bisa mengalahkan sejumlah besar orang.

Kesimpulan:
Muhammad adalah nabi.

Apa hubungannya kemenangan perang dengan kenabian? Apakah ente yakin premis-1 tersebut benar?

Kalau iya, berarti semua pemimpin yang memimpin sekelompok orang yang berjumlah sedikit dan bisa mengalahkan sejumlah besar orang adalah nabi.

Presiden Roosevelt dengan menggunakan dua pesawat yang dikemudikan dua pilot Amerika yang hanya membawa dua biji bom atomnya, bisa membunuh ribuan manusia di Hiroshima dan Nagasaki.

----> Roosevelt = Nabi?

Premis ente ngaco…. Dibenerin lagi, tuh.

Masuk akal, jika dibarengi dengan strategi perang yang baik.


Pertanyaan kecil buat ente:
Apakah orang yang terbukti bisa membunuh (catat: membunuh) banyak orang dengan resource sedikit = nabi?
itu hanya salah satu contoh pertolongan Tuhan selalu datang terhadap Nabi ketika beliau dalam bahaya,masih banyak peristwa lainya,intinya kalau Tuhan mengutusnya tentu akan melindunginya,Bukankah itu bisa jadi bukti Tuhan bersamanya.
pernahkah roosevelt lolos dari kepungan ketika rumahnya di kepung rapat,bahkan musuh tidak melihat ketika beliau lewat di depanya,atau ketika Nabi di kejar musuh,ke tika sudah dekat tiba2 kaki2 kuda itu amblas kedalam tanah,berulang sampai beberapa kali sampai akhirnya musuh menyerah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah rosululloh dan masuk islam,kemudian berbalik membelanya.
ada beberapa point yang bisa anda cermati ,yang  mustahil beliau bukan  Nabi.
-beliau turun di tengah kaum penyembah berhala.
-apa yang di sampai kanya adalah kebaikan dan kebenaran.
-Sebelum kenabian beliau di kenal sebagai orang yang sangat jujur dan sangat baik sehingga mendapat gelar "Al-Amin" atau orang yang di percaya dari masyarakat makkah,dari yang kemudian menjadi musuhnya atau sahabatnya,apakah orang yang tidak mau berbohong pada Manusia mampu berdusta pada Tuhanya.
-Keteguhan menyebarkan ajaran,sepuluh tahun pertama berdakwah hanya sedikit yang mengikuti ajaranya ,itu juga terdiri dari kluarga,budak dan orang miskin,sepuluh tahun lamanya mengalami penindasan,keluarganya di asingkan,sampai istri dan pamanya meninggal dalam pengasingan,padahal Nabi di tawari Harta dan kedudukan asal bersedia menghentikan dakwahnya,ga masuk akal kalau yang beliau perjuangkan adalah kebohongan.
-Tujuan,setelah penaklukan mekah berbondong2 orang yang masuk islam kalau tujuanya kedudukan dan harta tentu mudah saja Nabi
menjadi Raja,beliau tetap hidup sederhana.
-Tuhan menjamin keselamatanya sampai misinya selesai,Beliau wafat setelah ajaran islam engkap di ajarkan dan Al-qur'an sudah turun seluruhnya.
-Al qur'an turun bertahap selama 22 tahun 2 bulan dan 22 hari,wahyu turun secara tiba2,baik ketika mengendarai unta,ketika jalan kaki,di masa perang atau damai,di rentang waktu selama itu pikiran oran pasti mengalami perubahan,intelektualitas meningkat,karena pandaangan terhadap sesuatu bisa berubah,tapi Al qur'an tidak,gaya bahasa dari awal sampai akhir tetap sama,tidak ada pertentangan ayat satu dengan yang lainya, terbukti kebenaranya,dan bahkan beberapa ayat berisi teguran kepadanya adalah sangat mustahil alqur'an karangan beliau sendiri.
« Edit Terakhir: 04 Februari 2012, 16:55:20 oleh Albirizky »
"Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat kami,mereka itu penghuni Neraka,mereka kekal di dalamnya".(2:39)

Offline Dang

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.063
  • Jenis kelamin: Pria
  • فذكر إن نفعت الذكرى
    • Lihat Profil
    • بسم اللـه الرحمن الرحيم
Re:Mata rantai yang putus ~ Pengakuan kenabian tanpa verifikasi
« Jawab #124 pada: 04 Februari 2012, 22:33:56 »
Muhammad adalah Nabi dan Rasul yang ter-verifikasi kebenaranya hingga saat ini, dan Insha Allah ter-verifikasi hingga akhir jaman, bagi mereka-mereka yaitu manusia-manusia yang tidak suka menyombongkan diri, setelah mereka mengetahui kebenaran Al Qur'an mereka beriman kepada Al Qur'an dan menjadi saksi atas kebenaran Al Qur'an dan kenabian Muhammad Shalallahu alaihi wa salam.

أشهد ان لا اله الاالله و اشهد ان محمدا رسول الله

asyhadu an-laa ilaaha illallaah wa asyhadu anna muhammadan rasuulullaah
Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan

Offline futakuokanaba

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 2.001
  • Jenis kelamin: Pria
  • Need Not to Know
    • Lihat Profil
    • [L]
Re:Mata rantai yang putus ~ Pengakuan kenabian tanpa verifikasi
« Jawab #125 pada: 05 Februari 2012, 03:09:43 »
Ikut nimbrung..
Saya menolak klaim seperti ini/ini klaim kenabian yang saya tolak:
Dalam konteks Muhammad ibnu Abdullah (yang termasuk golongan nabi-nabi kelompok. 1), klaim kenabiannya diverifikasi dalam Al-Quran. Ini sirkular. Al-Quran adalah bagian dari klaim. Al-Quran tidak bisa menjadi saksi. Kitab suci tok tidak bisa menjadi saksi.

Apa buktinya muhammad diangkat sebagai nabi utusan tuhan?
Apa itu tuhan? Siapa dia? Darimana asalnya?
Kenapa tuhan mengutus muhammad? Buat apa?
Kenapa harus muhammad? Bukan orang lain?


Pengangkatan seorang Presiden bisa diverifikasi. Orang-orang bisa menyaksikan seorang capres menang suara dalam sebuah pemilu, misalnya. Seorang Raja ataupun Sultan, begitu juga. Orang-orang bisa melihat proses pengangkatan seorang putra mahkota menjadi raja.

Verifikasi model begini bisa diterima. Seseorang bisa mengecek langsung ke istana presiden, bahwa SBY adalah presiden Indonesia, menang dalam sebuah pemilu, dll.

Lah, nabi? Bagaimana cara memverifikasinya? Apa buktinya muhammad, ibrahim ataupun Isa (yang juga termasuk nabi islam) diangkat sebagai nabi utusan tuhan?
Jika anda menganggap Al Quran gak bisa jadi saksi, maka bisakah anda menganggap orang-orang yang menjadi saksi turunnya Al Quran dijadikan saksi?
Orang pada masa itu mengakui kebenaran berita yang dibawa oleh Muhammad, dan mencatatkannya dalam Al Quran dan hadits.

Jika saya berkata,
"Saya gak percaya Soekarno sudah pernah jadi presiden Indonesia. Klaim kepresidenannya diverifikasi oleh semua foto, teks proklamasi dan semua hal terkait sejarah Soekarno adalah sirkuler, BAGIAN DARI KLAIM. Sehingga semua itu tak bisa dijadikan saksi dan bukti."
Maka apakah saya sepintar anda?

Apa buktinya muhammad diangkat sebagai nabi utusan tuhan?
Apa itu tuhan? Siapa dia? Darimana asalnya?
Kenapa tuhan mengutus muhammad? Buat apa?
Kenapa harus muhammad? Bukan orang lain?

Pertanyaan anda ini sendiri juga sirkuler.
Meski dijawab sekalipun, anda belum tentu akan mempercayainya, sehingga tetap akan membantahnya.

Katanya, Muhammad memilik gelar al amin, beliau adalah orang yang dapat terpercaya.
Hadits masih kurang terpercaya bila dibandingkan Al Quran, jadi mengapa anda tidak MEMBACA AL QURAN, LALU MEMVERIVIKASI mana perkataan yang tak terpercaya menurut anda?
Dalam catatan2 itu juga terdapat pengakuan, bagaimana cara Muhammad mendapat wahyu, serta jawaban dari pertanyaan2 anda.

Bisakah anda membuktikan, klaim KENABIAN MUHAMMAD adalah tidak terpercaya?


Dan kesimpulan tambahan saya sendiri:
-   TIDAK ADA NABI YANG VERIFIED BENAR-BENAR DIUTUS TUHAN.
-   Tuhan itu sendiri masih berupa hipotesis yang belum/tidak terbukti.
-   Semua klaim kenabian hanya bisa disikapi sebagai percaya/tidak percaya saja.
-   Semua nabi boleh dipercayai dan boleh pula tidak dipercayai.
-   Semua orang bisa mengaku nabi—tanpa boleh disalahkan.
-   Tidak ada cap nabi aspal—asli dan palsu.
-   Tidak ada cap nabi paling maknyosss.
-   Semua orang tidak boleh dipaksa harus mengikut nabi tertentu.
-   Semua orang bebas menganut “nabi” yang diinginkannya.
-   Tidak ada nabi yang objektif paling benar dan paling tokcer, semuanya tergantung pandangan subjektif para pengikutnya.

Wajar setiap orang memiliki dan membuat kesimpulannnya masing2.
Tapi ngomong2, teknik verifikasi apa saja yang sudah anda gunakan sehingga menghasilkan kesimpulan-kesimpulan di atas?
Apa itu "saksi"? lalu apa juga "bukti" yang dapat diverifikasi menurut anda?

Dan kalau boleh menulis kesimpulan saya sendiri:
-   ADA NABI YANG VERIFIED BENAR-BENAR DIUTUS TUHAN. Tergantung bagaimana cara memverifikasinya.
-   Tuhan itu sendiri masih berupa hipotesis yang belum/tidak bisa dibuktikan kebenaran/kesalahannya.
-   Semua klaim kenabian bisa disikapi dengan percaya/tidak percaya.
-   Tidak semua yang mengaku nabi boleh dipercayai.
-   Tidak semua orang bisa mengaku nabi (contohnya saya) — tapi semua orang bisa menyalahkan.
-   Ada cap nabi aspal—asli dan palsu. Tergantung siapa yang memberi cap.
-   Ada cap nabi paling maknyosss. Tergantung pada pandangan masing-masing manusia.
-   Semua orang tidak boleh dipaksa harus mengikut nabi tertentu.
-   Semua orang bebas menganut “nabi” yang diinginkannya.
-   Ada nabi yang objektif paling benar dan paling tokcer, tapi semuanya tergantung pandangan subjektif para pengikut dan bukan pengikutnya.

Offline liman seto

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 610
    • Lihat Profil
Re:Mata rantai yang putus ~ Pengakuan kenabian tanpa verifikasi
« Jawab #126 pada: 05 Februari 2012, 12:07:27 »
@Liman seto
Saya pikir sudah cukup gamblang, saya kutipkan di awal post:.

Saya menolak klaim seperti ini/ini klaim kenabian yang saya tolak:
Dalam konteks Muhammad ibnu Abdullah (yang termasuk golongan nabi-nabi kelompok. 1), klaim kenabiannya diverifikasi dalam Al-Quran. Ini sirkular. Al-Quran adalah bagian dari klaim. Al-Quran tidak bisa menjadi saksi. Kitab suci tok tidak bisa menjadi saksi.

Apa buktinya muhammad diangkat sebagai nabi utusan tuhan?
Apa itu tuhan? Siapa dia? Darimana asalnya?
Kenapa tuhan mengutus muhammad? Buat apa?
Kenapa harus muhammad? Bukan orang lain?


Pengangkatan seorang Presiden bisa diverifikasi. Orang-orang bisa menyaksikan seorang capres menang suara dalam sebuah pemilu, misalnya. Seorang Raja ataupun Sultan, begitu juga. Orang-orang bisa melihat proses pengangkatan seorang putra mahkota menjadi raja.

Verifikasi model begini bisa diterima. Seseorang bisa mengecek langsung ke istana presiden, bahwa SBY adalah presiden Indonesia, menang dalam sebuah pemilu, dll.

Lah, nabi? Bagaimana cara memverifikasinya? Apa buktinya muhammad, ibrahim ataupun Isa (yang juga termasuk nabi islam) diangkat sebagai nabi utusan tuhan?

Rero, sejauh yang saya pahami dari postingannya #12. Gak membantah bahwa: ternyata kenabian nabi-nabi berbasis mandat TIDAK BISA DIBUKTIKAN. Artinya, terkait dengan tema thread ini, Rero berpendapat bahwa tidak ada satupun nabi yang verified—diangkat oleh “sosok itu”:
Rero mengakui bahwa klaim kenabian selalu bersifat sirkular.
Tidak ada bukti apapun. Jadi, semua nabi—bagi Rero—maksimal hanya bisa disikapi:
Saya sependapat dengan poin-poin di atas.

Kalau postingan yang ini:
Saya bisa tidak setuju 100%, atau setuju hanya beberapa persen sahaja dari postingan ini. Tentu saja di sini dia sudah “bermain-main” di wilayah:

Dan kesimpulan tambahan saya sendiri:
-   TIDAK ADA NABI YANG VERIFIED BENAR-BENAR DIUTUS TUHAN.
-   Tuhan itu sendiri masih berupa hipotesis yang belum/tidak terbukti.
-   Semua klaim kenabian hanya bisa disikapi sebagai percaya/tidak percaya saja.
-   Semua nabi boleh dipercayai dan boleh pula tidak dipercayai.
-   Semua orang bisa mengaku nabi—tanpa boleh disalahkan.
-   Tidak ada cap nabi aspal—asli dan palsu.
-   Tidak ada cap nabi paling maknyosss.
-   Semua orang tidak boleh dipaksa harus mengikut nabi tertentu.
-   Semua orang bebas menganut “nabi” yang diinginkannya.
-   Tidak ada nabi yang objektif paling benar dan paling tokcer, semuanya tergantung pandangan subjektif para pengikutnya.


(Gimana? Ada bantahan lagi? Gak ada yang komplenlagi? Okelahkalau begitu….)

He he he he bung Jer , silahkan anda  berdalih kemana saja , tetapi kalau anda mau menolak kenabian Muhammad rasulullah melalui : Tidak ada bukti pengankatan , tidak ada cap nabi yang mak nyosss , tidak ada cap nabi aspal—asli dan palsu , atau mempertanyakan Tuhan mulai dari apa , siapa , dimana asalnya ,sampai mempermasalahkan kenapa Muhammad bukan orang lain  dll dll , itu suatu kenaifan spt yg sudah saya sampaikan dalam postingan saya ke L.Panjer #86 , yg mempersoalkan verifikasi penerimaan wahyu melalui Jibril dg adanya fhak ke 3 !

Informasi , berita berita dan data data , kejadian kejadian itu sudah well inform kepada siapa saja yg mempelajari Islam , bagaiman kejadiannya , bagaiman sejarahnya , bagaimana latar belakangnya dll dll

Jelas ketika menerima wahyu pertama Muhammad sendirian , dalam proses penerimaan wahyu melalui Jibril , tidak seorangpun yg pernah "kenal" dengan Jibril , Allah tidak pernah mengeluarkan cap , , Allah "tiada sesuatu atau sesiapapun yg menyamai/setara dg Nya , tidak ada informasi asalnya dll dll dll. Jadi kalau verifikasinya melalui poin poin ini , maka jaeaban yg didapat sudahlah bisa diketahui , tanpa berdiskusi !

Itupun oleh bung Rero telah disampaikan dalam ungkapan yg berbeda --yg menurut saya merupakan extraksi informasi yg ada dalam ajaran Islam-- telah dikonsider dengan jelas.

Bagi saya silahkan saja kalau anda tidak mempercayai Muhammad adalah nabi,utusan Allah.
Namun karena anda "masih dalam posisi bingung" --itu menurut postingan anda sendiri (kecuali anda bohong  :hmmm:) , maka saya menawarkan suatu solusi ,  model verifikasi yg kayak apa , agar anda tidak bingung dalam mentukan pilihan !
Kecuali (sekali lagee nih ) dari awal anda emang sudah tidak percaya --dan itu mungkin sekali-- , tetapi hanya karena mau kelihatan berbobot , melalui "diskusi" maka anda merasa perlu "minjem argument dari netter muslim (yg anda tolak)"  untuk memback up keyakinan anda itu biar kelihatan intelek dan mencerahkan fikiran , seperti catatan anda itu. 8-)

Bagaimana bungJer ? :) 8-)

Kutip dari: jeruk nipis
Saya urus thread lain…. Yang masih menunggu. Silahkan yang lain lanjutkan thread ini, atau sesuai kebijakan saja.
Sekian dan terima kasih.
Wallahua’lam bis shawwab….
Betul sekali Jer silahkan tangani topik lain yg anda tinggalkan , karena sibuk bikin topik , yg kalau memang mau berdiskusi dg baik mau mendapatkan hal yg mencerahkan mestinya ya disesuaikan dengan kemampuan diri !
Sebagai contoh sampai saat ini sejak 28 Jan sampai sekaran anda tidak mau/mampu menjawab postingan saya di http://myquran.org/forum/index.php/topic,74379.300.html #310 dan 311 , tapi anda malahan meloucnh topik baru.
Saya khawatir muncul kesan forum ini  "mirip tong pelampiasan syahwat pendapat anda" saja !  :jaim:  :wataw:
bacalah, bacalah dengan segenap indera dan hati

Offline jeruk nipis

  • myQ Junior
  • *
  • Tulisan: 178
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:Mata rantai yang putus ~ Pengakuan kenabian tanpa verifikasi
« Jawab #127 pada: 05 Februari 2012, 13:03:06 »
He he he he bung Jer , silahkan anda  berdalih kemana saja , tetapi kalau anda mau menolak kenabian Muhammad rasulullah melalui : Tidak ada bukti pengankatan , tidak ada cap nabi yang mak nyosss , tidak ada cap nabi aspal—asli dan palsu , atau mempertanyakan Tuhan mulai dari apa , siapa , dimana asalnya ,sampai mempermasalahkan kenapa Muhammad bukan orang lain  dll dll , itu suatu kenaifan spt yg sudah saya sampaikan dalam postingan saya ke L.Panjer #86 , yg mempersoalkan verifikasi penerimaan wahyu melalui Jibril dg adanya fhak ke 3 !

Itu sesuai dengan premis: Tidak ada verfikasi. Sesuai dengan premis Rero di atas. “Tidak ada bukti obsolete”, kecuali argumen “melingkar” di atas—yang saya sendiri juga bisa mengaku nabi kalau model pembuktiannya cuman begitu aja. Tinggal bikin buku, bikin karakter fiktif, tulis karakter tersebut mengakui saya sebagai seorang nabi. Apa susahnya?

Tidak ada bukti yang valid. Semua klaim kenabian adalah omong kosong!

Jibril, Al-Quran, Allah, dll, adalah bagian dari klaim. Tokoh rekaan tidak bisa mengutus pengarangnya. Kecuali ada buktinya.

Ente punya bukti?

Jangan risih kalau ada orang lain yang gak percaya, lah, ente bisa gak membuktikannya? Dari kemarin ente cuman muter-muter mulu.

Informasi , berita berita dan data data , kejadian kejadian itu sudah well inform kepada siapa saja yg mempelajari Islam , bagaiman kejadiannya , bagaiman sejarahnya , bagaimana latar belakangnya dll dll

Ajaran Karl Marx juga sudah menyebar kemana-mana, bagi yang mempelajarinya. Bukan berarti Karl Marx adalah nabi utusan bla bla bla.

Penyebaran sebuah informasi bukan bukti bahwa sebuah informasi pasti valid kan? Cerita tentang Aladdin dan lampu wasiat juga sudah well-inform ke seluruh penjuru dunia. Bukan berarti, kisah tersebut benar-benar terjadi kan?

(harap yang gak ngerti konteks jangan meng-quote postingan saya tentang Karl Marx yang ini ya…. Ya peninjau?)

Jelas ketika menerima wahyu pertama Muhammad sendirian , dalam proses penerimaan wahyu melalui Jibril , tidak seorangpun yg pernah "kenal" dengan Jibril , Allah tidak pernah mengeluarkan cap , , Allah "tiada sesuatu atau sesiapapun yg menyamai/setara dg Nya , tidak ada informasi asalnya dll dll dll. Jadi kalau verifikasinya melalui poin poin ini , maka jaeaban yg didapat sudahlah bisa diketahui , tanpa berdiskusi !

Nah, itu ente tau… Itu sirkular cuy… Allah dan Jibril itu bagian dari klaim.

Kalau ente bilang Allah melalui Jibril itu yang mengutus Muhammad. Ente harus buktikan dulu Allah dan Jibril itu ada.

Ente bisa membuktikan Allah dan Jibril itu ada?

Itupun oleh bung Rero telah disampaikan dalam ungkapan yg berbeda --yg menurut saya merupakan extraksi informasi yg ada dalam ajaran Islam-- telah dikonsider dengan jelas.

Silahkan saja. Itu dalam wilayah:
“Sehingga mempercayai atau tidak, ia kembali kepada masing2 individu.”

Tapi… anda enggak bisa dong. Memaksakan poin itu sebagai sebuah kenyataan objektif, HARUS dipercayai oleh semua orang. Lah, kapasitas sebuah klaim kosong hanya bisa ditempatkan pada tempatnya, dong. Jangan ngotot. Sportif aja. Gak ada bukti, ya jangan rewel orang lain harus percaya itu.

Rero menurut saya udah jujur, bahwa kapasitas dia hanya sebatas dalam menyikapi hal tersebut: hanyalah soal mempercayainya atau tidak mempercayainya. Namun, tidak bisa dipaksakan sebagai sebuah kondisi yang objektif. Silahkan baca ulang lagi komen Rero baik-baik.

Kalau anda tidak bisa membuktikan, ya jangan salahkan orang lain untuk tidak mempercayainya. Apalagi kalau ada orang lain yang menganggapnya cuma omong kosong. Sportif, dong.

Bagi saya silahkan saja kalau anda tidak mempercayai Muhammad adalah nabi,utusan Allah.
Namun karena anda "masih dalam posisi bingung" --itu menurut postingan anda sendiri (kecuali anda bohong  :hmmm:) , maka saya menawarkan suatu solusi ,  model verifikasi yg kayak apa , agar anda tidak bingung dalam mentukan pilihan !

Pertama-tama silahkan buktikan dulu bahwa “person” yang paling bertanggung dalam proses kenabian ini ada: Allah.

Silahkan buktikan Allah itu ada!

Kedua, sosok—yang katanya—menjadi pembawa pesan kenabian: Jibril.

Silahkan buktikan Jibril itu ada!

Ketiga: poin-poin yang mengikutinya akan menyusul. Setelah dua hal di atas terbukti.

Bisa?

Kecuali (sekali lagee nih ) dari awal anda emang sudah tidak percaya --dan itu mungkin sekali-- , tetapi hanya karena mau kelihatan berbobot , melalui "diskusi" maka anda merasa perlu "minjem argument dari netter muslim (yg anda tolak)"  untuk memback up keyakinan anda itu biar kelihatan intelek dan mencerahkan fikiran , seperti catatan anda itu. 8-)

Bukan begitu. Lazimnya dalam diskusi itu adalah skeptis. Saya tidak percaya apapun sebelum itu dibuktikan. Saya memulainya dari nol.

Saya tidak perlu back-up dari siapa-siapa. Saya hanya ngomong apa adanya. Gak ada bukti, ya saya bilang gak ada. Ente juga bisa lihat, bahwa Rero juga gak membantah, dia juga bilang apa adanya. Gak ada bukti.

Mosok saya harus percaya begitu saja kepada cerita ala jin lampu wasiat yang bisa mengabulkan segala macam permohonan, menerimanya begitu saja tanpa bertanya-tanya, dan tanpa curiga, bahwa itu mungkin saja bualan dan omong kosong?

Bagaimana bungJer ? :) 8-)
Betul sekali Jer silahkan tangani topik lain yg anda tinggalkan , karena sibuk bikin topik , yg kalau memang mau berdiskusi dg baik mau mendapatkan hal yg mencerahkan mestinya ya disesuaikan dengan kemampuan diri ! 

Silahkan saja kalau ente berpendapat begitu.

Sebagai contoh sampai saat ini sejak 28 Jan sampai sekaran anda tidak mau/mampu menjawab postingan saya di http://myquran.org/forum/index.php/topic,74379.300.html #310 dan 311 , tapi anda malahan meloucnh topik baru.

Saya melihat masih ada pengulangan.  :toe:

Tapi, nanti mungkin akan saya reply, kalau sempat.

Saya khawatir muncul kesan forum ini  "mirip tong pelampiasan syahwat pendapat anda" saja !  :jaim:  :wataw:

Silahkan saja kalau ente berpendapat begitu.
Saya manusia biasa. Saya bukan tuhan.

Offline Peninjau

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.517
    • Lihat Profil
Re:Mata rantai yang putus ~ Pengakuan kenabian tanpa verifikasi
« Jawab #128 pada: 05 Februari 2012, 16:11:52 »
Kutip dari: jeruk nipis
Ente gak ngerti konteks. Tuh, postingan saya buat orang laen.... ente asal nyambar aja. Cape deh....
Sama saja toh, setiap postingan boleh dikomentari oleh siapa saja. Ini forum terbuka.
Saya replay, karena anda membangun sebuah analogi yang……Bagaimana mungkin, hanya satu premis dijadikan dasar untuk membuat generalisasi dari sesuatu yang masih diperdebatkan batasannya.
Al Maaidah 51
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu)

Offline futakuokanaba

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 2.001
  • Jenis kelamin: Pria
  • Need Not to Know
    • Lihat Profil
    • [L]
Re:Mata rantai yang putus ~ Pengakuan kenabian tanpa verifikasi
« Jawab #129 pada: 06 Februari 2012, 00:58:16 »
Itu sesuai dengan premis: Tidak ada verfikasi. Sesuai dengan premis Rero di atas. “Tidak ada bukti obsolete”, kecuali argumen “melingkar” di atas—yang saya sendiri juga bisa mengaku nabi kalau model pembuktiannya cuman begitu aja. Tinggal bikin buku, bikin karakter fiktif, tulis karakter tersebut mengakui saya sebagai seorang nabi. Apa susahnya?

Tidak ada bukti yang valid. Semua klaim kenabian adalah omong kosong!

Jibril, Al-Quran, Allah, dll, adalah bagian dari klaim. Tokoh rekaan tidak bisa mengutus pengarangnya. Kecuali ada buktinya.

Ente punya bukti?

Jangan risih kalau ada orang lain yang gak percaya, lah, ente bisa gak membuktikannya? Dari kemarin ente cuman muter-muter mulu.
Hai om jeruk nipis,, bisakah anda menjawab pertanyaan sederhana saya?
Jika saya berkata,
"Saya gak percaya Soekarno sudah pernah jadi presiden Indonesia. Klaim kepresidenannya diverifikasi oleh semua foto, teks proklamasi dan semua hal terkait sejarah Soekarno adalah sirkuler, BAGIAN DARI KLAIM. Sehingga semua itu tak bisa dijadikan saksi dan bukti."
Maka apakah saya sepintar anda?

Daripada saya bertanya tentang Karl Marx, mungkin anda akan lebih paham dengan Soekarno.
Atau saya perlu mengganti kata Soekarno dengan Karl Marx?

Ajaran Karl Marx juga sudah menyebar kemana-mana, bagi yang mempelajarinya. Bukan berarti Karl Marx adalah nabi utusan bla bla bla.

Penyebaran sebuah informasi bukan bukti bahwa sebuah informasi pasti valid kan? Cerita tentang Aladdin dan lampu wasiat juga sudah well-inform ke seluruh penjuru dunia. Bukan berarti, kisah tersebut benar-benar terjadi kan?

(harap yang gak ngerti konteks jangan meng-quote postingan saya tentang Karl Marx yang ini ya…. Ya peninjau?)
Apakah Karl Marx pernah bilang kalau dia adalah nabi utusan bla bla bla?  ???

Ada yang bilang kalau kisah seribu satu malam tentang Aladin memang pernah terjadi? ??? please deh..
Untung anda orang jadul, sehingga gak menyebutkan Harry Potter sebagai contoh.

Kalau "Soekarno pernah menjadi presiden Indonesia", sepertinya itu sudah well-inform bagi sebagian besar orang, terutama di Indonesia.
Tapi jika saya berkata,
"Saya gak percaya Soekarno sudah pernah jadi presiden Indonesia. Klaim kepresidenannya diverifikasi oleh semua foto, teks proklamasi dan semua hal terkait sejarah Soekarno adalah sirkuler, BAGIAN DARI KLAIM. Sehingga semua itu tak bisa dijadikan saksi dan bukti."
Maka apakah saya sepintar anda?

Bisakah anda membuktikan Soekarno pernah jadi presiden Indonesia?
Pertanyaan ini lebih sederhana daripada saya menanyakan hal2 yang lebih kompleks, juga lebih sederhana dari pertanyaan sirkuler anda. Tapi bisakah anda menjawabnya?

Jika anda tak bisa menjawab pertanyaan ini,, apapun jawaban atas pertanyaan anda di thread ini adalah kesia2an belaka. Mending ngobrol sama Superman daripada nimbrung di thread ini.

Offline futakuokanaba

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 2.001
  • Jenis kelamin: Pria
  • Need Not to Know
    • Lihat Profil
    • [L]
Re:Mata rantai yang putus ~ Pengakuan kenabian tanpa verifikasi
« Jawab #130 pada: 06 Februari 2012, 01:27:21 »
Bukan begitu. Lazimnya dalam diskusi itu adalah skeptis. Saya tidak percaya apapun sebelum itu dibuktikan. Saya memulainya dari nol.
Mungkin anda terlalu skeptis sehingga tidak menjawab pertanyaan saya, karena menganggap saya sebenarnya gak ada meski tulisan saya ada dalam thread?  :D

Sudah agak lama gak aktif di myQ,, tapi kalau jeruk nipis adalah tipe orang yang "tidak percaya apapun sebelum itu dibuktikan", hidup anda pastilah sangat berat.
Apa anda percaya "bukti" yang dikatakan oleh orang lain? Misal para ahli yang bilang kalau bakteri itu ada meski (misal) anda sendiri belum pernah melihatnya?

Apakah anda percaya kalau Tuhan itu ada?

Nah, itu ente tau… Itu sirkular cuy… Allah dan Jibril itu bagian dari klaim.

Kalau ente bilang Allah melalui Jibril itu yang mengutus Muhammad. Ente harus buktikan dulu Allah dan Jibril itu ada.

Ente bisa membuktikan Allah dan Jibril itu ada?

Kalau anda tidak bisa membuktikan, ya jangan salahkan orang lain untuk tidak mempercayainya. Apalagi kalau ada orang lain yang menganggapnya cuma omong kosong. Sportif, dong.

Pertama-tama silahkan buktikan dulu bahwa “person” yang paling bertanggung dalam proses kenabian ini ada: Allah.

Silahkan buktikan Allah itu ada!

Kedua, sosok—yang katanya—menjadi pembawa pesan kenabian: Jibril.

Silahkan buktikan Jibril itu ada!

Ketiga: poin-poin yang mengikutinya akan menyusul. Setelah dua hal di atas terbukti.

Bisa?
Berdasarkan metode verifikasi yang anda minta, apapun jawabannya mungkin gak akan bisa memuaskan anda, karena anda meminta pembuktian atas hal yang tidak anda ketahui. Sehingga meski anda bertemu yang anda minta sekalipun, anda belum tentu mengetahuinya.

[1] Allah => [2] Jibril => [3] Muhammad saw

Jika anda ingin membuktikan kebenaran/kebohongan Muhammad saw [3], kenapa anda memulainya dari [1] dan [2]?
Teknik audit jenis mana yang anda gunakan ini?

Wajarnya, jika ada auditor yang ingin mengetahui kebenaran laporan keuangan perusahaan [3], yang dilihat dulu adalah laporan keuangan beserta bukti2 dari intern perusahaan tersebut dahulu, harus tahu dulu hal2 mendetail tentang perusahaan [3] sebelum bisa melakukan audit. Baru jika merasa diperlukan, melakukan verifikasi data dengan pihak terkait.

Offline lintang_panjerino

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 5.976
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:Mata rantai yang putus ~ Pengakuan kenabian tanpa verifikasi
« Jawab #131 pada: 06 Februari 2012, 08:13:25 »
Kenapa anda senang sekali berhalusinasi ?
Coba tunjukkan dalilnya bahwa Alquran adalah hasil cekikan.

dibekap sampai susah bernafas, kan sama dengan dicekik
dalilnya  karena diktean jibril (sambil dibekap/dicekik)

Coba tunjukkan dalilnya, bahwa Al Hadits adalah kitab suci.

kan hukum kedua selain quran?
banyak dikutip ustat-ustat dan perserta kontes ustat-ustatan

Nah, akhirnya anda ngakui toh, mereka tidak melihat, malah sampe pake rebah rebahan di tanah. Siapa aja yang rebah rebahan itu ?

mereka mengalami fenomenanya sampai termangu-mangu, menyaksikan sendiri bahwa saulus mengalami kebutaan selama 3 hari, bahkan mereka yang menuntun sampai damsyik, bandingkan dengan klaim muhammadmu didikte jibril!

Yang bilang justifikasi itu siapa ? kan anda yang bilang, karena salah memahami.

itu fakta, ide kenabian berawal dari justifikasi warakah bahwa yang nemui di goa adalah jibril
2 kemungkinan soal warakah: ia sok teu atau dia bermaksud menghibur
kesokteuan itu yang dijadikan ide awal muhammad menabikan dirinya, atau
maksud mengibur itu disalahpahami muhamad dan diadikan ide awal menabikan dirinya

Saksinya banyak. Djibril itu malaikat, Roh Kudus, nggak semua orang dapat melihatnya, nggak semua orang bisa tahu, kecuali orang orang pilihan ALLAH tuhan semesta alam, seperti Rasulullah S.A.W

banyak apanya? mereka tidak melihat/merasakan fenomena apapun tentang kedatangan/keberadaan jibril
yang mereka lihat hanya ada orang kejang-kejang, ada orang panas-dingin, ada orang keringetan, ada onta ndeprok, dsb.
lha darimana bisa disimpulkan orang itu lagi didikte ayat? atau ada jibril ikut aik nta?

Sahabatnya hanya melihat tanda tanda, bahwa beliau sedang menerima wahyu.
Sama seperti manusia jaman ini, lagi ngendarai motor, tapi bicara sendiri. Kalau terjadi jaman dahulu, tentu dianggap orang gila, tapi jaman sekarang, semua orang sudah tahu, karena sudah sering kejadian, bahwa itu adalah orang orang yang sedang berbicara melalui HP.

siapa bisa memastikan itu sedang didikte ayat? sedang feomena jibrilnya sama-sekali kagak ada
orang sakit bisa kejang-kejang, panas digin, keringatan... onta capek bisa ndeprok
itu hal biasa..

Kalau kamu kan, fenomenanya cuma terjadi sekali saja.
Lagi lagi anda berhalusinasi.

yang penting saksinya..
mengklaim 1000 kali tanpa saksi = omong kosyong..

Ada nggak ayat nya Yesus pernah bicara dengan Paulus ? sekali……aja.

bahkan sudah dikasih perikopnya
Kis 9:1-19a

Tunjukkin dong bukti, bahwa yang dibakar itu adalah yang asli.
Jangan hanya berhalusinasi

sudah dibakar kok suruh nunjukin
 :hihi:
kamu dong yang harus nunjukin bahwa bikinan usman sama dengan musaf sebelumnya, terutama musaf hafsa

Siapa itu Samuel Green ?
Tunjukkin dong buktinya, jangan bukti comotan seperti itu ?

baca dong arikelnya!
lalu cek di lapangan..
Aku adalah Alfa dan Omega; Yang Pertama dan Yang Terkemudian; Yang Awal dan Yang Akhir (Wahyu 22:13)

Offline lintang_panjerino

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 5.976
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:Mata rantai yang putus ~ Pengakuan kenabian tanpa verifikasi
« Jawab #132 pada: 06 Februari 2012, 08:19:38 »
Muhammad adalah Nabi dan Rasul yang ter-verifikasi kebenaranya hingga saat ini, dan Insha Allah ter-verifikasi hingga akhir jaman, bagi mereka-mereka yaitu manusia-manusia yang tidak suka menyombongkan diri, setelah mereka mengetahui kebenaran Al Qur'an mereka beriman kepada Al Qur'an dan menjadi saksi atas kebenaran Al Qur'an dan kenabian Muhammad Shalallahu alaihi wa salam.

أشهد ان لا اله الاالله و اشهد ان محمدا رسول الله

asyhadu an-laa ilaaha illallaah wa asyhadu anna muhammadan rasuulullaah

yang memverifikasi warakah..
dia yang pertama bilang bahwa yang nemui muhammad di goa adalah jibril
dari situlah ide menabikan diri muncul

padahal hanya ada 2 kemungkinan:
- warakah sok teu (karena tap punya kredibilitas menjustify bahwa yang nemui di goa adalah jiril);
- warakah hanya sekedar bermaksud menghibur (karena muhammad mengalami ketakutan hebat setelah kete,mu mahluk mengerikan di goa)
Aku adalah Alfa dan Omega; Yang Pertama dan Yang Terkemudian; Yang Awal dan Yang Akhir (Wahyu 22:13)

Offline Muhammad Abdullah

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 3.820
    • Lihat Profil
Re:Mata rantai yang putus ~ Pengakuan kenabian tanpa verifikasi
« Jawab #133 pada: 06 Februari 2012, 09:18:31 »
yang memverifikasi warakah..
dia yang pertama bilang bahwa yang nemui muhammad di goa adalah jibril
dari situlah ide menabikan diri muncul

padahal hanya ada 2 kemungkinan:
- warakah sok teu (karena tap punya kredibilitas menjustify bahwa yang nemui di goa adalah jiril);
- warakah hanya sekedar bermaksud menghibur (karena muhammad mengalami ketakutan hebat setelah kete,mu mahluk mengerikan di goa)

Bacalah sejarah ummat Kristen yang awwal (yang pertama), mereka tidak mengakui Perjanjian Baru, mereka mengakui ALLAH sebagai Tuhan yang maha esa. Mereka mengakui Yashua sebagai Nabi; bukan sebagai Tuhan dan bukan sebagai anak Tuhan.

Barnabas adalah ummat Kristen yang awal (yang pertama). Mereka mengatakan bahwa Paulus adalah orang yang menyebarkan agama Pagan. Waroqoh ibn Naufal adalah orang2 yang mengikuti ajaran Yesus yang asli. Ummat Kristen tidak mengikuti ajaran Yesus; karena ummat Kristen mengikuti ajaran Paulus.
ALQURAN 2:21
Hai manusia; sembahlah Allah; Tuhan yang telah menciptakan kamu dan orang orang sebelum kamu; supaya kamu beruntung.

Offline lintang_panjerino

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 5.976
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
Re:Mata rantai yang putus ~ Pengakuan kenabian tanpa verifikasi
« Jawab #134 pada: 06 Februari 2012, 09:32:14 »
Waroqoh ibn Naufal adalah orang2 yang mengikuti ajaran Yesus yang asli. Ummat Kristen tidak mengikuti ajaran Yesus; karena ummat Kristen mengikuti ajaran Paulus.

tahu darimana warakah bahwa yang nemui muhammad di goa adalah malaikat?
dan malaikat itu bernama jibril?
Aku adalah Alfa dan Omega; Yang Pertama dan Yang Terkemudian; Yang Awal dan Yang Akhir (Wahyu 22:13)

 

myAgenda!
myQomunitas!
mySholat!
Jadwal Sholat
Jadikan juga info seperti jadwal sholat ini pada websites mu :
myPromo-Deal!
Pernak-Pernik
  • myQripik produk baru!
  • Jaket
  • Kaos
  • Kalender
  • Stiker

SatNet
Mobile | myQ wiki | Quran Flash | Android | ChitCh@t | Plug-in | Radio | FB myQ Group
(c) 1999-2013, myQuran
Refresh Your Life!
Powered by SMF 2.0.4 | SMF © 2006–2010, Simple Machines LLC
Halaman dibuat dalam 0.676 detik dengan 22 queri.