Kalo feb sendiri sih (soalnya belom punya misua...xixi....

) kalo sang suami tercinta mau mundur, feb yakin itu karena ada beberapa pertimbangan yg patut di'dengar'kan oleh sang istri.
Pertama diajak dialog aja, kenapa sebabnya dia memutuskan untuk keluar.
Banyak faktor, mungkin dari gaji, suasana kerja, beban kerja, atau yg lainnya.
Walau hati mungkin saja gundah, tapi jangan perlihatkan itu didepan suami. Kuatkanlah hatinya dulu, sambil berpikir beberapa kemungkinan or alternatif jika keputusan itu dia ambil.
Intinya, percaya aja kalau suami itu pasti mempertimbangkan hal ini dengan matang. Dampingi saja terus, kalau masih bisa dikasih support untuk bertahan sampai dia mendapatkan pekerjaan barunya, ya support dia terus.
Makanya, diusahakan sang istri juga punya kreatifitas or keahlian untuk menghasilkan income juga. Tidak perlu menjadi wanita karir, kalau bisa bisnis dari rumah, sok dijalankan saja.
Kerjasama, sinergis, dan pengertian, mudah-mudahan bisa jadi solusi dari tantangan yg dihadapi.
(mudah-mudahan diprakteknya juga bisa....amin....

)