Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Jum'at, 25 Mei 2012/4 Rajab 1433 H : Imsak 4:27:04 - Shubuh 4:33:29 - Terbit 5:55:44 - Dzuhur 11:49:51 - Ashar 15:11:54 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:46 WIB

Penulis Topik: Operasi Caesar  (Dibaca 645 kali)


Offline my_qalbu

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 119
  • Lokasi: Denpasar-Medan
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« pada: 16 Januari 2012, 12:11:26 »
Assalamu'alaikum wr wb,

saat ini kami sedang happy menanti anak ke 3, namun sedikit cemas dengan proses kelahiran yang kelak akan dilalui istri. dua anak kami sebelumnya lahir dengan normal, meski dengan proses yang luar biasa berat. namun untuk anak ke 3 Bidan ngasih saran sebainya by Operasi Caesar. karena rongga di panggul istri terlalu kecil untuk dilalui bayi ' itu kata bidan yang membantu proses kelahiran 2 anak saya.

pertanyaan saya , apakah memang Caesar satu-satunya jalan untuk mengatasi hal tersebut diatas?

syukron wassalam
Memohon hidayah_Mu..

Offline Abi Faiz

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2008
  • Tulisan: 465
  • Lokasi: KT 4819 NT
  • perubahan untuk lebih baik
    • Lihat Profil
    • Percik cahaya
« Jawab #1 pada: 16 Januari 2012, 19:32:48 »
Coba konsul dengan bidan yang berbeda atau ke dokter obgyn untuk mencari second opinion. Namun, kalau bidan yang biasanya menangani kelahiran istri anda mengatakan seperti itu, kemungkinan akan mengarah ke caesar karena dia udah mengerti kondisi istri anda.
Perubahan untuk lebih baik

Offline mesmerized haze

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 1.368
  • Lokasi: world
  • Jenis kelamin: Wanita
  • belajar menjadi BIJAK
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 16 Januari 2012, 19:43:40 »
ummm ....

dulu BBL (berat bayi lahir) berapa kang ?
permasalahan yang timbul apa aja saat melahirkan ?
memang sekarang sudah berapa minggu kehamilannya ?

coba ke obgyn dulu deh kang,
tanya diameter rongga pelvic (panggul) dan taksiran diameter kepala janin dan BBJ (berat badan janin) nya saat ini
pemeriksaan ini bisa dilakukan dengan USG biasa (walaupun kualitas alat dan pengalaman operator memang menunjang akurasi hasil)

Sekarang sudah ada beberapa cara aman menekan berat badan janin (yang logikanya juga akan berpengaruh ke besaran diameter kepala janin) supaya nggak melampaui 3Kg pada minggu ke 38-40
jadi BBJ dikondisikan antara 2,7-3kg saja

Coba konsultasikan ke Obgyn apakah cara ini bisa dilakukan u mengurangi resiko operasi cesar
I'm a simple woman, with humble way of thinking and wide point of view yet strong character within

Offline my_qalbu

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 119
  • Lokasi: Denpasar-Medan
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 17 Januari 2012, 09:31:31 »
Coba konsul dengan bidan yang berbeda atau ke dokter obgyn untuk mencari second opinion. Namun, kalau bidan yang biasanya menangani kelahiran istri anda mengatakan seperti itu, kemungkinan akan mengarah ke caesar karena dia udah mengerti kondisi istri anda.

Bener kang,  Bidan yang biasa nangani partus istri  sudah sangat senior yang ngomong gitu, waktu kelahiran anak ke 2 bilang ' cukup udah punya 2 anak dan alhamdulillah cewek cowok, kalo masih pengen nambah harus operasi .

ummm ....

dulu BBL (berat bayi lahir) berapa kang ?
permasalahan yang timbul apa aja saat melahirkan ?
memang sekarang sudah berapa minggu kehamilannya ?

berat rata bayi kami ketika lahir sekitar 3,5 kg, biasanya kesulitannya kepala bayi susah keluar karena rongga di panggul jalan lahir terlalu kecil' kata bidan. trus kepala bayi ketika sudah lahir terlihat tidak proporsional ( agak lonjong ) dan pada kelahiran ke 2 kasus tersebut lebih parah, bayi gak boleh digendong 1x 24 jam karena bentuk kepala yg sangat lonjong. karena itu Ibu Bidan tidak merekomendasikan persalinan normal untuk berikutnya.

kami baru sekali periksa ke dokter Obgyn 2 minggu lalu ( janin usia 11 minggu dan udah kedengaran detak jantung dan mulai pembentukan tangan dan kaki ) namun kami belum konsultasi tentang proses persalinannya kelak.

coba ke obgyn dulu deh kang,
tanya diameter rongga pelvic (panggul) dan taksiran diameter kepala janin dan BBJ (berat badan janin) nya saat ini
pemeriksaan ini bisa dilakukan dengan USG biasa (walaupun kualitas alat dan pengalaman operator memang menunjang akurasi hasil)

Sekarang sudah ada beberapa cara aman menekan berat badan janin (yang logikanya juga akan berpengaruh ke besaran diameter kepala janin) supaya nggak melampaui 3Kg pada minggu ke 38-40
jadi BBJ dikondisikan antara 2,7-3kg saja

Coba konsultasikan ke Obgyn apakah cara ini bisa dilakukan u mengurangi resiko operasi cesar


syukron ukh.. sepertinya ini yang harus kami lakukan, karena bagaimanapun saya banyak mendengar keluhan pasca operasi caesar seperti kram perut dll, siapa tau dengan usaha dan do'a proses persalinannya kelak bisa dengan normal. kemaren waktu konsultasi kami hanya memastikan kondisi bayi .
Memohon hidayah_Mu..

Offline mesmerized haze

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 1.368
  • Lokasi: world
  • Jenis kelamin: Wanita
  • belajar menjadi BIJAK
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 18 Januari 2012, 17:32:48 »
Kutip dari: my_qalbu link
berat rata bayi kami ketika lahir sekitar 3,5 kg, biasanya kesulitannya kepala bayi susah keluar karena rongga di panggul jalan lahir terlalu kecil' kata bidan. trus kepala bayi ketika sudah lahir terlihat tidak proporsional ( agak lonjong ) dan pada kelahiran ke 2 kasus tersebut lebih parah, bayi gak boleh digendong 1x 24 jam karena bentuk kepala yg sangat lonjong. karena itu Ibu Bidan tidak merekomendasikan persalinan normal untuk berikutnya.

kami baru sekali periksa ke dokter Obgyn 2 minggu lalu ( janin usia 11 minggu dan udah kedengaran detak jantung dan mulai pembentukan tangan dan kaki ) namun kami belum konsultasi tentang proses persalinannya kelak.

syukron ukh.. sepertinya ini yang harus kami lakukan, karena bagaimanapun saya banyak mendengar keluhan pasca operasi caesar seperti kram perut dll, siapa tau dengan usaha dan do'a proses persalinannya kelak bisa dengan normal. kemaren waktu konsultasi kami hanya memastikan kondisi bayi .

wah waktu crowning(keluarnya kepala bayi dari jalan lahir)nya aja sudah masalah ya kang  :hmmm:
saya kira masalah ada di proses melahirkan bahu (distosia bahu) apalagi kalau bayi laki-laki, kan biasanya diameter dadanya lebih besar, ternyata dari crowningnya juga sudah issue   :hmmm:

3,5kg itu besar juga ya, kalau rata2 segitu mungkin memang bawaannya memiliki janin besar, hamilnya 'mudah' ya kang, nggak ada mual-muntah ya ?
Coba dari awal dibicarakan bagaimana caranya membuat BBJ itu dalam rentang normal minimal, supaya bisa dapat janin dengan berat sekitar 2,8 kg an di minggu ke 38, jadi bisa memudahkan ibu u melakukan persalinan normal

misalnya dari sekarang diet pantang gula-garam dan lemak. Susu bumil nya juga yang rendah gula dan nggak usah yang pakai variasi rasa. Di minggu ke 28 sudah mulai rutin melakukan senam hamil 2x seminggu. Bisa dirumah (download atau beli buku panduannya), ditempat bidan delima juga biasanya ada atau di RS setempat.

semoga dimudahkan kang,
banyak sabar, do'a dan infaq supaya lancar semuanya  :)
I'm a simple woman, with humble way of thinking and wide point of view yet strong character within

Offline dewi_maharani

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 417
  • Jenis kelamin: Wanita
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 18 Januari 2012, 17:41:12 »
dulu istriku melahirkan di rumah sakit ibu dan anak tambak jakarta pusat..

kasusnya sama juga yaitu, panggung istri ku kecil..

pilihannya supaya dokter gak ribet pasti jatuh ke caesar, tapi karena keinginan hamil normal begitu gede di diri istri dan bidan ( ikut nemanin ) maka di ambillah jalan lahir secara normal..

masalahnya istriku sudah panggulnya kecil, dia sudah lelah nge-den....akhirnya pilihan jatuh ke vakum dan forsep..

alhamdulillah lahir secara normal, meskipun kepala si bayi di awal keluar dari perut emak nya itu kayak alien... :hihi:..

dan cuma butuh waktu 1- 2 minggu untuk mengembalikn bentuk kepala ke dalam aslinya lagi..

Offline dewi_maharani

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 417
  • Jenis kelamin: Wanita
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 18 Januari 2012, 17:43:20 »
tapi setelah di hitung- hitung, biasa vakum dan forsep itu tidak jauh beda dengan yg di caesar..

biasanya dokter jaman sekarang apalagi yg masih muda-muda itu gak mau repot kalo ada bayi yg sungsang..

opini dari si dokter pasti langsgung jatuh ke caesar..


Offline my_qalbu

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 119
  • Lokasi: Denpasar-Medan
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 19 Januari 2012, 08:41:36 »
wah waktu crowning(keluarnya kepala bayi dari jalan lahir)nya aja sudah masalah ya kang  :hmmm:

yup disini masalah utamanya, kepalanya cuma nyembul dikit dalam waktu lama, trus yang menjadi masalah juga kontraksi bayi yang tidak teratur , dalam dua kali persalinan semuanya di rangsang pakai infus. belum lagi istri ngedannya sering salah.

saya kira masalah ada di proses melahirkan bahu (distosia bahu) apalagi kalau bayi laki-laki, kan biasanya diameter dadanya lebih besar, ternyata dari crowningnya juga sudah issue   :hmmm:

saya kurang paham kalau yang ini
3,5kg itu besar juga ya, kalau rata2 segitu mungkin memang bawaannya memiliki janin besar, hamilnya 'mudah' ya kang, nggak ada mual-muntah ya ?

mualnya tidak berlebihan biasanya  pagi hari dan sore


Coba dari awal dibicarakan bagaimana caranya membuat BBJ itu dalam rentang normal minimal, supaya bisa dapat janin dengan berat sekitar 2,8 kg an di minggu ke 38, jadi bisa memudahkan ibu u melakukan persalinan normal

misalnya dari sekarang diet pantang gula-garam dan lemak. Susu bumil nya juga yang rendah gula dan nggak usah yang pakai variasi rasa. Di minggu ke 28 sudah mulai rutin melakukan senam hamil 2x seminggu. Bisa dirumah (download atau beli buku panduannya), ditempat bidan delima juga biasanya ada atau di RS setempat.

semoga dimudahkan kang,
banyak sabar, do'a dan infaq supaya lancar semuanya  :)

untuk konsul berikutnya saya akan coba tanya tentang ini, kebetulan istri paling suka minum teh manis dan masakannya sedikit lebih asin maklum karena budaya mungkin. oya syukron masukan & do'anya

masalahnya istriku sudah panggulnya kecil, dia sudah lelah nge-den....akhirnya pilihan jatuh ke vakum dan forsep..
alhamdulillah lahir secara normal, meskipun kepala si bayi di awal keluar dari perut emak nya itu kayak alien... :hihi:..
dan cuma butuh waktu 1- 2 minggu untuk mengembalikn bentuk kepala ke dalam aslinya lagi..
tapi setelah di hitung- hitung, biasa vakum dan forsep itu tidak jauh beda dengan yg di caesar..
biasanya dokter jaman sekarang apalagi yg masih muda-muda itu gak mau repot kalo ada bayi yg sungsang..

opini dari si dokter pasti langsgung jatuh ke caesar..

tapi kalau vacum ane kurang sreg, karena beberapa kasus bisa cedera di kepala dan bisa mempengaruhi otak, allohu'alam
Memohon hidayah_Mu..

Offline dewi_maharani

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 417
  • Jenis kelamin: Wanita
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 19 Januari 2012, 15:18:17 »
tapi kalau vacum ane kurang sreg, karena beberapa kasus bisa cedera di kepala dan bisa mempengaruhi otak, allohu'alam

ini pendapat siapa ya ?.

kasusnya siapa ?..

mempengaruhi otak ?..

sepengetahuan saya, bentuk kepala bayi yg lonjong akibat vakum itu ndak ada hubungan ke otak deh...otak itu berada di bawah tulang tengkorak..

lonjongnya kepala bayi akibat vakum itu hanya disebabkan oleh ketariknya kulit kepala bayi..

kalopun berbahaya, kenapa vakum dan forsep masih ada secara medis ?

Offline my_qalbu

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 119
  • Lokasi: Denpasar-Medan
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 20 Januari 2012, 09:54:34 »
dalam beberapa kasus pernah saya dengar karena tarikan terlalu kuat  terjadi perdarahan  (intrakranial hemorhagi)
Memohon hidayah_Mu..

Offline mesmerized haze

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 1.368
  • Lokasi: world
  • Jenis kelamin: Wanita
  • belajar menjadi BIJAK
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 20 Januari 2012, 12:11:21 »
@ kang my_qalbu
distosia bahu itu proses persalinan yang macet didaerah bahu,
bisa karena bayinya secara anatomis memang bertulang dada besar (biasanya ini bayi laki-laki)
bisa juga karena posisi yang sungsang atau lilitan tali pusar didaerah bahu dekat leher

di wanti-wanti juga istrinya u mengurangi manis-asin ya kang,
gula-garam itu nggak baik sekali u wanita hamil, bisa menjadi pencetus pre-eklampsia (kejang), edema (bengkak) biasanya di tungkai dan tekanan darah tinggi, diabetes kehamilan, janin terlalu besar, dll
googling aja kang lalu diskusikan dengan istri supaya sudah bisa mulai dietnya sedini mungkin

Kalau bisa memang jangan SC, selain biaya besar pulihnya juga lama
kalau normal spontan anak ke tiga kan dalam waktu 8 jam sudah bisa berdiri dan ke kamar mandi
I'm a simple woman, with humble way of thinking and wide point of view yet strong character within

Offline my_qalbu

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 119
  • Lokasi: Denpasar-Medan
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 20 Januari 2012, 15:36:49 »
kemaren sempat diskusi ma istri soal mengurangi konsumsi gula & garam, trus istri nanya apa gak mempengaruhi tensi nantinya jika garam 'n gula dikurangin? riwayat tensi istri memang selalu rendah paling banter 100/ ..brapa gitu. malah sering di 90/.. saya gak bisa jawab tentang ini. 
Memohon hidayah_Mu..

Offline mesmerized haze

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 1.368
  • Lokasi: world
  • Jenis kelamin: Wanita
  • belajar menjadi BIJAK
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 20 Januari 2012, 16:45:33 »
insya Allah nggak kang  :)

gula garam itu hampir nggak ada manfaat sebenarnya,
tensi itu nggak dipengaruhi asupan gula-garam kedalam tubuh tapi dari nilai dari permeabilitas pembuluh darah dan nutrisi keseluruhan (terutama keseimbangan elektrolit cairan)
coba google deh tentang apa itu tensi, nilai sistole dan diastole  :)

pada kehamilan kondisi yang membuat lemas bukan hanya pada tensi tapi juga pada kadar glukosa darah,
insulin ketika hamil memang nggak senormal ketika nggak hamil sekresinya sehingga kadang membuat lemas,
pertolongan pertamanya memang mengkonsumsi glukosa sederhana (gula) u memboost tenaga

tapi kalau pola makannya normal kenapa harus sampai tunggu lemas dan mengkonsumsi gula ?

makanya kan diawal saya tanya, mual-muntahnya parah atau nggak
kalau nggak ya nggak masalah u menerapkan diet non gula-garam
kalau takut nutrisi nggak terpenuhi dan lemas coba diperbanyak asupan protein
karena protein tahan lebih lama dalam pencernaan dan penyerapan kalori dari protein itu berkala hingga 6 jam jadi bisa mengurangi resiko lemas tadi

coba kang my_qalbu googling deh bahayanya konsumsi gula-garam dalam diet normal sehari-hari supaya bisa lebih meyakinkan istri,
saya dan suami saja sekarang sudah nggak lagi mengkonsumsi gula, sementara garam kami ganti dengan garam diet yang rendah natrium, bertahap  :p

I'm a simple woman, with humble way of thinking and wide point of view yet strong character within

Offline dewi_maharani

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 417
  • Jenis kelamin: Wanita
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 20 Januari 2012, 21:49:20 »
tidak mengkonsumsi gula ?..

emang bisa ya bu ?..

kurma ?

madu ?..

bukankah itu ada  zat gulanya juga ?....bahkan nasi pada kunyahan yg pertama sebenarnya karbohidrat yg di ubah menjadi zat gula..

Offline my_qalbu

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 119
  • Lokasi: Denpasar-Medan
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 24 Januari 2012, 08:51:39 »
@mesmerized haze

syukron infonya  ukh  mudah-mudahan ini ane bisa meyakinkan istri untuk mengurangi konsumsi gula n' garam ini
Memohon hidayah_Mu..

Offline mesmerized haze

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 1.368
  • Lokasi: world
  • Jenis kelamin: Wanita
  • belajar menjadi BIJAK
    • Lihat Profil
« Jawab #15 pada: 24 Januari 2012, 11:32:11 »
@ ^
semoga dimudahkan ya kang  ;)

oh iya, selama diet rendah garam (natrium) dan non sugar (gula, bukan glukosa) jangan diganti dengan pemanis buatan ya, aspartam dan teman-temannya malah lebih bahaya u janin
I'm a simple woman, with humble way of thinking and wide point of view yet strong character within

Offline my_qalbu

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 119
  • Lokasi: Denpasar-Medan
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #16 pada: 24 Januari 2012, 15:48:48 »
@ ^
semoga dimudahkan ya kang  ;)

oh iya, selama diet rendah garam (natrium) dan non sugar (gula, bukan glukosa) jangan diganti dengan pemanis buatan ya, aspartam dan teman-temannya malah lebih bahaya u janin
  syukron
Memohon hidayah_Mu..

Offline Amir

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 3
    • Lihat Profil
« Jawab #17 pada: 06 Februari 2012, 21:18:38 »

kalopun berbahaya, kenapa vakum dan forsep masih ada secara medis ?
kalo forcepnya benar, malah berguna sebagai pelindung kepala bayi. jadi lebih prefer.