Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Jum'at, 25 Mei 2012/4 Rajab 1433 H : Imsak 4:27:04 - Shubuh 4:33:29 - Terbit 5:55:44 - Dzuhur 11:49:51 - Ashar 15:11:54 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:46 WIB

Penulis Topik: [Tanya] hukum mendatangi peringatan selamatan 3,7,40,100 setelah kematian  (Dibaca 2060 kali)


Offline VanJaVaByroe

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2011
  • Tulisan: 78
  • Lokasi: Solo
  • Jenis kelamin: Pria
  • Just Newbie
    • Lihat Profil
« pada: 11 Januari 2012, 17:16:34 »
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Dalam budaya jawa ada peringantan / selamatan 3, 7, 40, 100, 365 dan 1000 hari setelah meninggalnya seseorang. Ada beberapa orang dan beberapa aliran yang mengharamkan kegiatan tersebut sehingga melarang jemaah/ pengikut aliran itu untuk mendatangi Acara tersebut, salah satunya dengan alasan amalan seseorang akan terputus setelah meninggal kecuali 3 perkara yang paling berperan dalam acara selamatan tentu saja Anak yang sholeh.

Sebelumnya agar dapat memahami threat saya, perlu saya jelaskan dulu metode pendekatan yang saya gunakan, di sijni saya menggunakan pendekatan budaya, sehingga mencari tahu nilai-nila apa yang terkandung di dalamnya karena biasanya budaya suatu masyarakat beersifat filosofis.

Dari pendekatan yang saya gunakan itu saya berhasil menarik beberapa point di antaranya :
  • Dengan mengadakan peringantan / selamatan 3, 7, 40, 100, 365 dan 1000 hari setelah meninggalnya seseorang akan mendoroang anaknya untuk lebih semangat dalam mendoakan almarhum orang tuanya karena di temani oleh kerabat dan tetangganya, atau jika anaknya banyak ada yang sholeh dan aja juga yang tidak sholeh maka dapat mendorong anak yang kurang/tidak sholeh agar menjadi lebih sholeh.
  • Menjalin tali silaturohmi dengan tetangga karena bersama-sama datang ke peringatan / selamatan.
  • Hitung-hitung menambah pahala dengan membaca Al Quran.

Yang ingin saya tanyakan :
  • Apakah ada yang salah dengan analisis saya ?
  • Apa dasar bagi mereka yang menetapkan mendatangi acata peringatan kematian adalah haram ?

Mohon pendapatnya terima kasih
narimo ing pandum

Offline marlen

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2012
  • Tulisan: 4
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 13 Januari 2012, 23:06:15 »
Kalau saya sih, kembali ke niatnya. Kalau niatnya untuk sedekah, menyambung tali silaturahmi atau memperlancar ngaji, ya gak masalah.

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 12.078
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 14 Januari 2012, 04:59:19 »
analisa saya mungkin sebaliknya, ritual tersebut malah membuat anak jarang mendoakan orang tuanya. Dengan mendatangkan orang banyak, maka itu cukuplah baginya, dan akhirnya doa terhadap orang tuanya diserahkan ke orang lain. (Dan ini sering terjadi, kiyai yg mendoakan, anak-anak orang yg meninggal sibuk menyiapkan konsumsi; tidak pernah memimpin doa untuk orang tuanya)
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline k3nj1

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2009
  • Tulisan: 3.487
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 15 Januari 2012, 08:01:34 »
^ karakter wahabi emang spt itu : persepsi asumsi buruk kpd kaum muslimin.

contoh lain : ziarah kubur dipersepsikan minta sama kuburan, tawasul dipersepsikan menyembah yg ditawasuli.

disitu fallacynya wahabi.

Offline al fakir

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2008
  • Tulisan: 2.249
  • Lokasi: perantauan
  • Jenis kelamin: Pria
  • Sekedar cari Pengalaman
    • Lihat Profil
    • Mau Nambahin Catatan saya? mampir yach,,, masih perlu belajar nich,, bantuin yach,
« Jawab #4 pada: 15 Januari 2012, 08:21:28 »
^ intinya yang tidak tahlilan tidak 3.7.100 adalah wahabi yach hehehe
sebaik-baik perkataan adalah kitabuAllah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk rasullah (As-Sunnah) Dan Internet secara umum bukan tempat yang baik untuk belajar agama


Offline dra

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.067
  • Jenis kelamin: Pria
  • Bersabar & Bersyukur
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 15 Januari 2012, 08:35:51 »
wah ga gitu juga kali om, saya ndak tahlilan tapi saya ga serta merta mengharamkan orang yang melakukan sunnah zikir, sedekah, tausyiah dan bersilaturahim :D

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 12.078
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 15 Januari 2012, 08:49:01 »
sampai sekarang saya masih memegang pendapat dewan syariah PKS tentang ritual tahlilan tsb
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline dra

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.067
  • Jenis kelamin: Pria
  • Bersabar & Bersyukur
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 15 Januari 2012, 08:56:59 »
coba kutip link atau quote aja dimarih om :D

Offline k3nj1

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2009
  • Tulisan: 3.487
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 15 Januari 2012, 10:41:11 »
^ intinya yang tidak tahlilan tidak 3.7.100 adalah wahabi yach hehehe
yg mengharamkan tahlilan dng dalil fallacy : opini persepsi asumsi

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 12.078
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 15 Januari 2012, 14:56:46 »
fatwa dewan syariah tsb ada di buku.

saya pikir, k3nji ini tidak mampu/mau berdiskusi secara ilmiah.
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline al fakir

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2008
  • Tulisan: 2.249
  • Lokasi: perantauan
  • Jenis kelamin: Pria
  • Sekedar cari Pengalaman
    • Lihat Profil
    • Mau Nambahin Catatan saya? mampir yach,,, masih perlu belajar nich,, bantuin yach,
« Jawab #10 pada: 15 Januari 2012, 15:10:01 »
wah ga gitu juga kali om, saya ndak tahlilan tapi saya ga serta merta mengharamkan orang yang melakukan sunnah zikir, sedekah, tausyiah dan bersilaturahim :D
ya kan mas ndak tahlilan jadi mungkin sama tetangga  dicap wahabi kan ndak tau juga hmm saya juga ndak mengharamkan zikir, sedekah dan tausiyah :)
sebaik-baik perkataan adalah kitabuAllah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk rasullah (As-Sunnah) Dan Internet secara umum bukan tempat yang baik untuk belajar agama


Offline k3nj1

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2009
  • Tulisan: 3.487
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 15 Januari 2012, 22:05:41 »
^ kok masih muter2, pan sudah saya tegesin :

yang mengharamkan tahIiIan dng daIiI faIIacy : opini persepsi asumsi.

Offline dra

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.067
  • Jenis kelamin: Pria
  • Bersabar & Bersyukur
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 15 Januari 2012, 22:47:34 »
ya kan mas ndak tahlilan jadi mungkin sama tetangga  dicap wahabi kan ndak tau juga hmm saya juga ndak mengharamkan zikir, sedekah dan tausiyah :)
baguslah kalau begitu, hantam kromo juga ga bakal berhasil, apalagi tahlil itu sudah membudaya, tinggal generasi mudanya saja dicerahkan mengenai sejarah tahlil.
Alhamdulillah ga ada cap-capan disini om, asal kita bisa memberikan pengertian tanpa memvonis mereka bisa memahami. :)

Offline VanJaVaByroe

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2011
  • Tulisan: 78
  • Lokasi: Solo
  • Jenis kelamin: Pria
  • Just Newbie
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 16 Januari 2012, 21:19:33 »
cuman yang saya sayangkan sepupu ibu saya, gak hadir di acara kakeknya (kakek buyut saya) karena ikut suatu jamaah, koq kalo di lihat gimana begitu, pdhal jarak rumah palingan cuman 200 meter. aku yang 2 km lebih ada nekat dateng dengan pengorbanan gak kerja
narimo ing pandum

Offline k3nj1

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2009
  • Tulisan: 3.487
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 16 Januari 2012, 21:43:52 »
^ gpp mas, kaIau hanya gak ikut tahIiIan, toh bukan wajib.

sepanjang gak kopIax, pakai mengharamkan.