Kukira pernyataan dari rekan @merkava berikut,
^^ jiah gambar zulfikar masih aja dipasang dan dibangga-banggain disini...itu kan cuma tank "mock up" doang..mesinnya juga kagak ada karena teknologi Iran blom sampai kesitu. saya jamin dah sampeyan cari videonya zulfikar dan foto2 nya gak bakalan nemu foto dan video zulfikar yang lagi jalan atau uji nembak pasti nemunya pas tank itu diem atau diangkut truk trailer...

tidak sedikit ditemui diforum diskusi, salah satunya di Kaskus (thread MBT :
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11059661)...
Mungkin menjawab sekian keraguan tersebut, seorang aktivis forum di
http://www.irandefence.net (forum diskusi yg membahas secara luas kekuatan militer Iran, dan bagaimana jika perang dengan USA, Israel ?), melampirkan di
Youtube video produksi tank Iran dan bbrp pengujiaannya di :
http://www.youtube.com/watch?v=RYkY4KWyHmsSaya pribadi berpandangan teknologi tank tidak terlalu sulit dbanding teknologi pesawat ataupun nuklir, bukan hal sulit bagi Iran utk membuatnya.... tetapi, karena tidak pernah ke Iran dan melihat langsung jadi agak sulit juga memastikannya..

Tank biasanya 'hanya' sebagai pendukung infanteri (pasukan darat).. Israel mengandalkannya dalam serangan ke Libanon 2006 lalu, kesannya agresi utk pengancuran fisik di Libanon sebelum balik kembali ke Israel ..
dan salah satu legenda Tank mutakhir adalah
tank Israel Merkava (kebetulan sama dengan rekan@merkava

), justru terbukti banyak dihancurkan Hezbollah ketika menyerang Lebanon (serangan yg membantai ribuan orang, anak2 dan perempuan Libanon - tanpa hukuman dari PBB apalagi USA n Eropa, ntahlah tetangga Arab Libanon, sebagai penggaran Konvensi PBB agresi kenegara lain)...

======
Dr. Ninok Leksono melukiskan bagaimana situasi perang danpenghancuran tank Merkava dengan senjata sederhana Hezbollah...
(Situasi ini, kukira akan ditemui jika jika pasukan darat Amerika Serikat, Israel dan sekutunya masuk ke Iran…. Dan akan lebih dahsyat dari perlawan Hizbullah di Lebanon)
Hancurnya Legenda Merkava DAN KEDIGJAYAAN ISRAELOleh Ninok Leksono
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0608/22/sorotan/2891956.htm==============================
Perang terakhir di Lebanon telah berakhir dengan diberlakukannya gencatan senjata tanggal 14 Agustus 2006. Namun, hingga hari ini kalangan militer masih banyak yang memperbincangkan perang tersebut.
Dari sisi politik, serbuan atau agresi Israel ke Lebanon disejajarkan dengan serbuan AS ke Irak, yang ditandai dengan lemahnya dukungan sekutu AS. Dari sisi militer, agresi Israel ini juga ditandai oleh munculnya perlawanan kuat dari Hezbollah. Hal ini sempat memunculkan kesimpulan sementara bahwa militer Israel yang selama ini dianggap amat superior dibandingkan dengan militer negara-negara Arab di sekelilingnya telah menyusut keampuhannya.
Salah satu yang coba diangkat sebagai bukti adalah rapuhnya kekuatan tank Israel di hadapan misil-misil Hezbollah. Seperti dilaporkan oleh kantor-kantor berita, Hezbollah telah menggunakan rudal antitank secara efektif, menyebabkan Israel kehilangan banyak tank di Lebanon selatan. Selain tank, penggunaan rudal yang disebut dibuat oleh Rusia dan Iran juga telah menjadi penyebab tewasnya 68 tentara Israel dalam konflik ini.
Pekan silam harian laris Israel, Yediot Aharonot, melaporkan, dari 25 rudal antitank yang ditembakkan, sekitar seperempatnya telah merobek lapisan baja tank yang ditembak dan menimbulkan banyak korban.
Surat kabar itu menurunkan laporan berdasar penuturan seorang pejabat militer senior, yang antara lain mengatakan bahwa pihak Hezbollah mengetahui di mana titik lemah tank, dan dengan itu menghantamnya secara telak. Hal ini amat mengecewakan Israel, khususnya Angkatan Daratnya, yang selama ini amat membanggakan
tank Merkava III dan IV
yang dianggap sebagai salah satu tank berat (MBT/main battle tank) yang paling kuat di dunia, dengan lapisan baja dan sistem pelindung yang amat tangguh (AFP/Jakarta Post, 12/8/06).
Tank Merkava Berangkat dari pengalaman mengoperasikan tank berat seperti Centurion (buatan Inggris), juga dilandasi oleh kekhawatiran bahwa di masa depan ia tidak akan selalu bisa mengandalkan kendaraan tempur lapis baja dari Inggris, AS, atau Perancis, dan juga menyadari bahwa sebagian besar tank tersebut tidak memenuhi spesifikasi yang ia tentukan, Israel lalu mengembangkan MBT-nya sendiri, yakni Merkava, atau kereta tempur (chariot). Program arahan Jenderal Tal ini dicanangkan tahun 1977, dan tank produksi pertamanya muncul tahun 1979. Hingga tahun 1982, Israel diyakini telah memproduksi tak kurang 250 Merkava, dan pertama kali digunakan di medan tempur untuk menghadapi tank-tank T-72 Suriah di Lebanon selatan musim panas tahun
1982.
Merkava memiliki sejumlah fitur desain yang unik, seperti keseluruhan bagian depan yang dihuni oleh mesin, transmisi, sistem pendingin dan tangki bahan bakar. Selain itu, turetnya ditata sedemikian rupa kemiringannya guna memberi perlindungan lapis baja sebaik mungkin, dan juga penampang melintang kecil, yang membuatnya sulit untuk dijadikan sasaran.
Persenjataan utama tank ini adalah meriam 105 mm yang sudah teruji, dengan kemampuan menembakkan berbagai macam amunisi, termasuk peluru APFSDS-T yang dikembangkan oleh Israel Military Industries. Peluru ini dalam kancah konflik Lebanon terdahulu diklaim bisa menembus lapisan baja depan tank berat buatan Soviet T-62 dan T-72.
Memang, dibandingkan dengan MBT lain yang dikembangkan di tahun 1990-an, Merkava punya kecepatan yang jauh lebih rendah, juga rasio tenaga-berat yang buruk, meskipun tolok ukur yang digunakan mungkin tidak tepat, karena merujuk pada situasi taktis Eropa Tengah yang berlainan. Orang tidak melupakan bahwa Israel merupakan negara yang punya lebih banyak pengalaman perang menggunakan kendaraan lapis baja dibandingkan dengan negara lain sejak Perang Dunia II (Directory of
Modern Military Weapons, Orbis, 1999).
Dalam merancang Merkava, Israel menekankan unsur keselamatan (survival) awak sebagai yang amat penting. Dengan penduduk hanya nyaris tujuh juta jiwa, setiap personel yang terlatih diupayakan mendapat perlindungan maksimum.
Hezbollah vs Merkava Seperti dimuat di The Military Balance 2006 (IISS, London, 2006), sekarang ini Israel memiliki 3.657 tank MBT, 1.681 di antaranya dari tipe Merkava (407 Mk I, 375 Mk II, 378 Mk III, dan 80 Mk IV). Israel juga masih memiliki MBT lain, seperti Magach-7, M-60, serta Centurion dan M-48.
Namun, jelaslah Merkava yang menjadi kebanggaannya, karena di tank inilah Israel juga menumpahkan kemampuan desain tank dan sistem persenjataan. Jadi, di dalam Merkava tidak saja terdapat keunggulan teknologi, tetapi juga akumulasi pengalaman pertempuran tank Israel, dan dengan itu juga kebanggaannya.
Akan tetapi, Hezbollah seperti menjungkirkan kebanggaan itu. Merkava yang bermesin 1.200 tenaga kuda dan dilengkapi dengan sistem elektronik maju yang diandaikan membuatnya menjadi salah satu tank paling aman dan paling lincah di dunia, tiba-tiba mudah dimangsa oleh misil Hezbollah. Padahal, tank merupakan andalan Israel tatkala menggelar operasi di negara seperti Lebanon. Selain lalu mudah dihancurkan oleh Hezbollah, kemudian juga diketahui Merkava kurang berkinerja baik di kawasan berbukit dan berhutan.
Pejabat militer Israel mengakui pejuang Hezbollah semakin terlatih, dan juga gagah-berani, termasuk ketika menembak Merkava dari jarak dekat. Seperti disebutkan oleh Yiftah Shapir dari Jaffee Center for Strategic Studies, sebagian besar senjata antitank Hezbollah
merupakan buatan Rusia, meskipun beberapa di antaranya dibuat di Iran. Diyakini,
rudal paling efisien untuk menaklukkan Merkava yang digunakan Hezbollah adalah tipe Metis-M dan Kornet yang diserahkan ke Suriah tahun 1990-an.
Menurut Shapir, rudal ini maut karena memang dirancang untuk bisa menembus baja aktif di tank modern yang diperkenalkan oleh Israel untuk pertama kalinya tahun 1980-an. Selain
Metis-M dan Kornet, Hezbollah diyakini juga memiliki
rudal Sagger, senjata buatan Rusia yang diproduksi di Iran, dan Spigot. Senjata-senjata tersebut mampu menembus lapisan baja setebal sampai satu meter dan memiliki jangkauan 1,5 sampai 5 kilometer. Israel sudah mengetahui bahwa Hezbollah punya beraneka ragam rudal, tetapi mungkin mereka tidak mengira para pejuang itu memiliki Metis-M dan Kornet.
Menyusul runtuhnya pamor Merkava, kalangan militer Israel pasti sibuk melakukan analisis mendesak. Hal ini didorong oleh kekhawatiran bahwa hal itu bisa mengerosi kebanggaan militer lainnya. Juga, seperti ditulis harian Yediot Aharonot, ketidaksiapan Angkatan Darat untuk menghadapi ancaman senjata antitank dianggap sebagai kegagalan lebih besar dibandingkan dengan kegagalan yang mendahului Perang Yom Kippur tahun 1973.
Zaman tampaknya memang telah berubah. Aliran kemajuan teknologi yang masuk ke tangan kelompok seperti Hezbollah secara perlahan telah menggerogoti kehebatan militer Israel. Jadi, meskipun secara menyeluruh Israel masih memiliki arsenal yang amat menggentarkan, tetapi efektivitasnya di medan tempur tampak susut.
Kalau misalnya saja kelak Hezbollah juga bisa memiliki rudal antipesawat yang sama hebatnya seperti Metis-M dan Kornet untuk antitank, bukan tidak mungkin F-16I pun akan kehilangan kedahsyatannya.
Apalagi bila selain unsur alutsista juga dimasukkan pula unsur kedisiplinan dan semangat berani mati Hezbollah, yang tampak tidak takut sedikit pun menghadapi Israel, bahkan terkesan malah bisa mengimbangi militer Yahudi.
sumber :
http://groups.yahoo.com/group/NEURIM/message/766?var=1beberapa gambar Merkava yang hancur, jungkir balik :

Wallahu a'lam
Salam